Polemik Kumpulkan Waria, ini Alasan Dinkes PALI


PALI, SININews.com -  Polemik undangan Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir  (PALI) kepada para waria se-Kab PALI berakhir dengan penundaan acara pertemuan yang melibatkan para waria. Ternyata, undangan tersebut muncul karena Dinkes PALI menerima laporan bahwa dua waria asal PALI positif terjangkit HIV. Demikian diungkapkan Plyt Kadinkes Lydwirawan.

Lydwirawan yang ditemui seusai Rakor Pemkab di Kantor Bupati PALI Jalan Merdeka KM10 mengungkapkan bahwa kegiatan mengundang para waria tersebut merupakan tindak lanjut terhadap temuan adanya waria yang positif mengidap HIV.

"Ada dua warga yang berdomisili di PALI terjangkit HIV. Dan mereka biasa disebut waria. Itu alasan kami mengundang mereka" ujar Iwan, panggilan akrab Lydwirawan.

Kedua waria yang terjangkit HIV itu merupakan warga Kecamatan Talang Ubi. Atas dasar itulah, pihaknya berinisiatif mengundang para waria untuk diberi penjelasan dan pendekatan agar menerapkan pola hidup sehat, termasuk hubungan sex sehat.

"Tujuannya agar virus HIV tersebut tidak menular. Karena itulah kami berkeinginan memberikan edukasi" terangnya.

Sudah menjadi kewajiban bagi Dinas Kesehatan agar setiap penyakit tidak menular atau menjangkiti yang lainnya. Dengan digelarnya pertemuan, Dinkes berharap penderita HIV tidak bertambah. Mengingat salah satu penyebab penularan HIV adalah akibat hubungan sex menyimpang dan tidak sehat.

Iwan juga menegaskan, tidak ada maksud Dinkes PALI untuk memberikan legitimasi terhadap kelompok tersebut. Meskipun yang diundang adalah kelompok waria.

"Jadi bukan ada maksud lain. Semata-mata karena alasan kesehatan dan kemanusiaan. Kami merasa berkewajiban agar penderita HIV di kabupaten kita tidak bertambah. Yang sudah terjangkit kita jaga dan kita rawat sementara yang sehat kita edukasi untuk berperilaku hidup sehat" tegas Iwan.

Terkait dua warga yang positif menderita HIV tersebut, Iwan menambahkan, saat ini kedua penderita itu dalam pengawasan dan pantauan Puskesmas Talang Ubi. Secara rutin Puskesmas Talang Ubi melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap kedua penderita itu.

"Secara rutin diawasi dan dipantau. Karena kita sudah UHC (Universal Health Coverage, red) maka keduanya tidak dipungut biaya. Gratis" tambahnya.

Untuk menghindari polemik berkelanjutan, Iwan mengaku sudah diperintahkan Sekda untuk menunda acara tersebut. 

"Kita akan menghadap Sekda dulu. Bagaimana petunjuk beliau. Namun saya pastikan, kami tidak ada niat lain. Semata-mata karena tugas kami sebagai aparat yang bertanggungjawab dibidang kesehatan untuk memberikan edukasi. Alasannya kesehatan dan kemanusiaan. Itu saja." tutup Iwan.

Sebagaimana diketahui, munculnya undangan kepada para waria yang beredar di medsos memantik reaksi dari beberapa elemen masyarakat. Masyarakat menilai undangan yang dikhususkan kepada waria tersebut dianggap memberikan pengakuan tentang keberadaan kelompok waria.

Salah satu pihak yang keberatan adalah PC NU Kabupaten PALI melalui ketuanya M Erlin Susri SSosI MPdI. PCNU menilai acara tersebut melegitimasi kelompok waria yang dinilainya tidak sesuai dengan syariat agama Islam. (sn)
Share:

Kajari PALI Pesankan Ini Saat Syukuran HBA Tahun 2019


PALI, SININews.com - Yunitha Arifin Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengajak seluruh pegawai dijajarannya terutama para Kasi agar solid dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum. 

Pesan itu disampaikan Kepala Kejari PALI saat acara syukuran peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 dihalaman kantor Kejari PALI, Senin (22/7).

"Para Kasi dan seluruh pegawai di Kejari agar menjaga kerjasama, pupuk kekompakan. Bangun kepercayaan masyarakat agar kedepan PALI bisa lebih maju. Karena majunya PALI dan Kejari adalah kemajuan kita bersama," pesan Yunitha Arifin. 

Kepala Kejari PALI juga mengingatkan bahwa Kejari adalah bagian Muspida di PALI. 

"Kita tidak bisa berdiri tanpa bantuan, kita bukan siapa-siapa, kita hanya sebagian kecil dari yang ada di PALI, kita harus bersinergi dengan instansi lain, dan kita tidak akan bisa menegakkan hukum tanpa ada dukungan semua pihak, percuma bekoar-koar anti korupsi, anti narkoba kalau kita bekerja sendiri," terangnya. 

Dalam kesempatan itu juga, Kepala Kejari PALI menegaskan bahwa tugas Kejari adalah menegakkan hukum, salahsatunya penegakkan pencegahan.

Dijelaskan Yunitha Arifin bahwa dalam peringati HBA ke-59, Kejari PALI gelar berbagai kegiatan, diantaranya bakti sosial, penghijauan dan lomba burung berkicau. Dimana didalamnya diselipkan pesan moral dalam rangka menegakkan hukum pencegahan yang disampaikan disetiap kegiatan tersebut, antara lain kenali hukum dan jauhi hukumannya, jauhi narkoba, berani jujur hebat. 

"Dan alhamdulillah, rangkaian kegiatan HBA berjalan sukses, serta yang paling banyak antusiasnya pada lomba burung berkicau yang diikuti 1.200 kicau mania dari berbagai daerah, yang tak hanya dari Sumsel saja, melainkan dari Medan, Surabaya, Jambi, Bengkulu dan Jakarta. Lomba burung berkicau bakal kita adakan rutin setiap tahunnya," tutup Yunitha Arifin.
Share:

Pro Kontra Bakal Kumpulnya Waria Se-PALI, Tapi Banyak Yang Nolak

PALI, SININEWS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal melaksanakan kegiatan pertemuan dan sharing Wanita-Pria (Waria) se-kabupaten PALI. Tentu rencana tersebut menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, akibatnya kegiatan tersebut ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya diketahui, melalui surat undangan Dinkes Kabupaten PALI bernomor surat 440/1437/DINKES/P2PI/2019 yang ditujukan kepada waria se-kabupaten PALI, tersebar luas di media sosial. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Senin (22/7/2019) di ruang pertemuan salahsatu rumah makan di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Plt Kepala Dinkes Lydwirawan, membenarkan bahwa kegiatan tersebut dibatalkan karena akan menimbulkan polemik bila dilaksanakan.

"Tapi pertemuan ini dibatalkan, sampai waktu yg tidak ditentukan, karena akan menimbulkan polemik bila dilaksanakan," katanya, Minggu (21/7).

Meski demikian, Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk meminimalisir penyebaran HIV/Aids di kabupaten PALI. 

"Sehubungan dengan rentannya waria terkena penyakit HIV AIDs, maka di adakanlah pertemuan tersebut, agar kegiatan Waria terkendali dan dapat di minimalisir serta tidak berkembang," katanya.

Disinggung apakah kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan waria di PALI, Lydwirawan menjawab bahwa dirinya bukan berarti mendukung keberadaan Waria. "Bukannya mendukung tapi prihatin, karena ada yang terindikasi terinfeksi HIV/Aids," tutupnya.

Sebelumnya, ustad M. Erlin Susri, S.Sos.I M.Pd.I, ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten PALI, menyayangkan jika kegiatan sosialisasi masalah sek bebas itu ditujukan hanya pada satu kelompok, yaitu waria. Karena, Ia menilai, kegiatan tersebut harus juga diberikan kepada anak-anak muda baik dikalangan pelajar, mahasiswa dan umum.

"Apalagi, dalam kegiatan itu akan lebih bagus kalau dinas kesehatan menggandeng tokoh agama dalam sosialisasinya, sehingga dibahas juga dari sisi hukum sosial dan agamanya," ungkapnya saat dihubungi via WA, Minggu (21/7).

Lebih lanjut, dirinya juga menyarankan kepada Dinkes PALI untuk tidak hanya sosialisasi terhadap bahaya seks bebas tetapi juga memberikan penyadaran kepada mereka agar kembali kepada hakikat qodrat mereka itu sendiri.

"Kita ketahui sosialisasi sek bebas tersebut bagus, tapi hendaknya dinas kesehatan PALI tidak saja hanya sosialisasi bahayanya sek bebas dan pergaulan bebas saja terhadap mereka melainkan memberikan penyadaran kepada mereka agar kembali kepada hakikat qodrat mereka itu sendiri, yaitu sebagai laki-laki," ungkapnya

Ia juga menolak dengan keras, jika kegiatan itu nantinya akan malah melegalkan waria di kabupaten PALI.

"Kami menolak jika adanya kegiatan yang seolah melegitimasi Waria di PALI, karena melanggar agama, dalam konteks agama manusia itu cuma ada laki laki dan perempuan. Walaupun dia waria (kelamin ganda,red) fiqih mengajarkan cara melihatnya apakah dia laki laki atau perempuan cukup lihat kelaminnya, mana salah satu kedua kelamin tersebut yang berfungsi, maka itulah status kelamin orang memiliki kelamin ganda tersebut," katanya.

Terpisah, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, kaget dengan adanya pertemuan tersebut, dan dirinya sebagai bupati tidak mengetahui adanya pertemuan tersebut, dan dari dinas mana yang akan melakdanakannyapun dirinya tidak mendapatkan laporan.

"Saya tidak tahu, tidak ada laporan kepada saya. Dinas mana yang melaksanakanpun saya belum tahu. Coba nanti konfirmasi pada Sekda, kalau bisa dibatalkan, batalkan saja. Ditempat lainkan juga tidak ada yang melegalkan Waria," jelas Bupati

Sementara, Sekda PALI H Syahron Nazil SH, pihaknya sudah menanyakan pada pihak Dinkes, dan bahwa benar akan ada kegiatan sosialisasi tentang sek bebas, namun teruntuk semua kalangan.

"Kegiatannya bagus, tadi kita sudah minta penjelasan dari Kadinkesnya. Kita tidak tau kalau yang diundang hanya Waria, infonya untuk semua kalangan," ungkap Sekda,

Ditanya soal akan dibatalkan atau di tunda, Sekda akan berkoordinasi lagi. "Nanti kita koordinasikan lagi, kita belum sedalam itu mengetahui kegiatan tersebut yang hanya untuk Waria," katanya. 

Setelah berkoordinasi lagi, Sekda PALI menjelaskan bahwa pihaknya meminta pertemuan tersebut ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Sudah saya minta Dinkes tunda, kalau mau sosialisasi jangan khusus, tapi dengan sasaran generasi muda lainnya," singkat Sekda
Share:

Tokoh Tempirai Bakal Ramaikan Pilkada PALI, Ini Dia Sosoknya

TANGERANG, SININEWS.COM - Dalam menghadapi kontestasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ke dua yang akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang, sejumlah nama tokoh sudah mulai bermuculan untuk ramaikan pesta demokrasi di Bumi Serepat Serasan. 

Kali ini muncul nama baru yang siap maju pada Pilkada 2020 mendatang, yakni pengusaha muda yang sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Anak Sanak Asal Tempirai (PASAT) Taufik Arahman.

Taufik Arahman menyatakan siap bersaing serta akan maju dalam pilkada PALI 2020.
.
 "Ya saya siap bersaing dan maju dalam pilkada PALI," kata Taufik ketika di temui di acara silahturahmi PASAT tahun 2019, Minggu (21/7) di Ardes Caffe Tangerang yang mengangkat tema 'merajut persatuan melalui kebersamaan'

Langkah awal yang bakal dilakukan, Taufik menjelaskan dalam waktu dekat akan melakukan survey terlebih dahulu dan membetuk tim.
.
"Secepatnya kita bentuk tim dan lakukan survey, yang pasti kita siap menjadikan Kabupaten PALI maju dan terdepan dari segala bidang," tukas Taufik yang merupakan putra asli Tempirai itu. 

Secara terpisah, salah satu tokoh pemuda Tempirai, Kasad Sukoco mengatakan dirinya sangat mendukung apabila ada tokoh asal Tempirai yang akan ikut berkontestasi dalam ajang Pilkada Kabupaten PALI 2020 mendatang.

"Sudah saatnya memajukan putra terbaik asal desa Tempirai untuk maju pada Pilkada PALI," katanya. (sn/oke)
Share:

Saat Dwi Terlelap di Kamar Gelap, Dengan Leluasa Ricki Beraksi

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur berhasil meringkus Ricki Saputra (30), pelaku yang diduga membongkar rumah tetangganya sendiri yakni Dwi Kurniawati (28) dikawasan Jalan Bukit Lebar 1 Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih.

Tersangka diamankan dikediamannya Sabtu (20/7) sore sekitar pukul 17.30 wib. Selain tersangka petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop curian yang diketahui merupakan milik korban. 
 
Sementara, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Jaya membenarkan jika pihaknya telah meringkus pelaku pencurian tersebut.

"Benar sekali. Pelaku kita amankan beserta barang bukti berupa laptop merk thosiba," Ujarnya. 

Kapolsek menerangkan, kasus pencurian terjadi Rabu dini hari (8/8) tahun lalu itu. Pelaku memasuki kediaman korban dengan cara memanjat dinding rumah, lalu membuka bagian atas genteng rumah tersebut.

"Setelah itu pelaku mencuri barang-barang milik korban yang ada di dalam kamar korban yang diketahui saat itu korban sedang tertidur lelap," ungkapnya.

Atas kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 5,8 juta dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian di Polsek Polsek Prabumulih Timur. Hingga akhirnya pelaku dapat diamankan. 
Share:

Dipancing Petugas, Pengedar Narkoba Dibekuk

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Medi Walino (43), warga Dusun II, Desa Karang Endah Selatan, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim tak berkutik ketika disergap petugas Polsek Lembak, Sabtu (20/7) sekitar pukul 15.00WIB.

                 Pengedar narkoba ini berhasil dibekuk, setelah berhasil dipancing petugas yang berpura pura menjadi konsumen hendak bertransaksi barang haram tersebut. Pelaku dibekuk petugas di lokasi yang dijanjikan di jalan Desa Lubuk Enau, Kecamatan Lembak, Muara Enim.

                Pada penyergapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 paket sabu sabu sebesar 1,22 gram, satu unit sepeda motor Suzuki FU yang dikendarai pelaku serta uang tunai sebesar Rp 1.679.000, 1 buah dompet berisi 35 plastik klip dan 1 buah HP. Kini pelaku bersama barang buktinya diamankan petugas di Mapolsek Lembak.

                 Penangkapan pelaku bermula dari  bahwa yang bersangkutan sering melakukan transaksi narkoba. Lantas petugas melakukan undercover memancing pelaku yang berpura pura hendak bertransaksi membeli barang haram tersebut.

            Petugas menghubungi nomor telepon pelaku untuk janjian ketemu di lokasi yang telah ditentukan. Tanpa menaruh rasa curiga, pelaku membawa barang haram tersebut datang sendirian ke lokasi yang dijanjikan dengan mengendarai sepeda motor Suzuki FU.

           Melihat pelaku datang mengendarai sepeda motor, petugas yang telah lama bersiaga, langsung menyergapnya hingga tak berkutik lagi. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu paket kecil narkoba sebesar 0,65 gram.

                 Setelah diintrogasi, pelaku mengaki masih menyimpan barang haram itu sebanyak 2 paket kecil dirumahnya. Lalu petugas membawa pelaku ke rumahnya yang sebelumnya sudah dikordinasikan dengan Kepala Desa Karang Endah Selatan, untuk mengamankan barang haram tersebut.               

                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Lembak, AKP Desy Azhari ketika dikonfirmasi, Minggu (21/7) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Kasusnya masih dikembagkan. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal  114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelasnya.
Share:

Dua Pasang Sejoli Diamankan Karena Simpan Narkoba

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Tim lebah Polsek Tanjung Agung berhasil mengamankan dua pasang sejoli yang berhasil dimonitor membawa narkoba mengendarai mobil  Ayla warna hitam BG 1321 FI, Sabtu (20/7) sekitar pukul 01. 00 WIB.

               Pasangan sejolo ini dibekuk ketika melintas di jalan lintas Desa Muara Meo, Kecamatan Panang Enim, Muara Enim.  Pada saat dilakukan penggeledahan, barang haram tersebut disembunyikan di dalam lampu besar depan sebelah kiri pada mobil yang dikendarainya.

               Pasangan sejoli yang diamankan yakni RM, warga Kecamatan Sekar Jaya, Kabupaten OKU, MR warga Baturaja, OKU, JD, warga Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim dan DA warga Baturaja Timur, OKU.

                Selaian mengamankan ke empat pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 1 paket sedang sabu sabu sebesar 5,30 gram, 1 botol kecil  didalamnya berisikan pil ekstasi sebanyak 55 butir dengan berat 17,90 gram dan satu unit mobil ayla BG 1321 FI. Kini para pelaku bersama barang buktinya diamankan di Mapolsek Tanjung Agung untuk menjalani pemeriksaan.

                Penangkapan itu bermula dari tim lebah Polsek Tanjung Agung mendapat informasi  akan melintas mobil yang dikendarai para pelaku membawa narkoba jenis sabu sabu dan pil ekstasi.

             Mendapatkan informasi tersebut, tim lebah dipimpin Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur, bersama anggotanya melakukan monitor pergerakan mobil yang dikendarai para pelaku. Petugas melakukan penghadangan di jalan lintas Tengah Sumatera Desa Muara Meo. 

                 Ketika mobil tersebut melintas, petugas langsung melakukan penyetopan. Kemudian petugas melakukan penggeledahan terhadap para pelaku tetapi tidak ditemukan barang haram tersebut.   

                   Tetapi petugas tidak kehabisan akal, terus melakukan penggeledahan terhadap mobil yang dikendarai pelaku. Akhirnya petugas berhasil menemukan barang haram tersebut disimpang di bagian lampu besar mobil sebelah kiri. 

                    Tak pelak lagi para pelaku bersama barang buktinya langsung diamankan dengan menggelandangnya ke Mapolsek Tanjung Agung untuk menjalani proses hukum.

               Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Minggu (21/7) membenarkan penangkapan tersebut. 

              “Para pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Kasusnya terus kita kembangkan. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelasnya.
Share:

Rajut Semangat Persatuan, Perantau Asal Tempirai Kumpul Bareng


TANGERANG, SININEWS.COM - Perkumpulan Anak Sanak Asal Tempirai (PASAT) menggelar silahturahmi sesama warga perantau yang berdomisili ditiga Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat di Rumah Makan Ardes Caffe, Jalan Pemda Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Minggu (21/7/2019).

Ketua Pelaksana, Gopur Hamdani mengatakan dalam kegiatan silahturahmi yang mengusung tema Merajut Persatuan Melalui Kebersamaan. Tentunya, silahturahmi tersebut sebagai ajang sesama perantau yang untuk merajut persatuan.

Kendati demikian, terselenggaranya kegiatan tersebut tak terlepas dari suport dari pengurus serta donatur yang telah berkontribusi jalannya acara tersebut.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sukses ini tak terlepas dari donatur dan serta pengurus yang telah mensuport. Namun kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir," ujar Gopur 

Dalam acara tersebut ratusan warga PASAT cukup memadati diruangan. Nampun, nampak terlihat sesepuh sekaligus dewan pendiri PASAT, Alimun Hakim dan Fauzi Tjik Ubik serta dewan penasehat PASAT Subiyanto Pudin.

Sementara itu, Ketua Umum PASAT, Taupik Arahman mengatakan eksistensi PASAT yang telah berdiri sejak 1992 hingga saat ini tetap terjaga dan telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin baik dari swasta maupun masuk kedalam lingkungan pemerintahan.

"Semoga eksistensi PASAT yang berdiri dari tahun 1992 sampai saat ini tetap terjaga dan itu akan terus menerus," terangnya 

Selain itu, Taufik menyebut ajang silahturahmi ini sebagai tempat  untuk saling mempererat tali persaudaran sesama perantau. 

"Silahturahmi ini juga dapat mempererat tali persaudaran sesama perantau," tandasnya (sn/oke)
Share:

Selang Satu Hari, Pipa Medco Bocor Lagi

PALI, SININEWS.COM - Pipa minyak milik PT Meco E&P kembali mengalami kebocoran yang diketahui warga pada Jumat (19/7) di line pipa di wilayah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) setelah sehari sebelumnya, yakni pada Kamis (18/7) pipa line di wilayah Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal juga alami hal sama, bahkan saat itu, dua titik sekaligus yang alami kebocoran yang berimbas ceceran minyak masuk ke kolam pemandian warga. 

Penyebab kebocoran diakui Yulianto, Lead of Government Relation PT Medco E&P Indonesia diduga akibat disabotase tangan jahil orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Betul sekali, selisih sehari dari kejadian di Spantan sudah bocor lagi. Satu bulan ini, bahkan dalam sepekan sudah dua kali kejadiannya," kata Yulianto via whatsapp, Minggu (21/7).

Disamping bergerak cepat mengatasi pipa yang bocor, Yulianto juga menyatakan bahwa pihak Medco telah melakukan secara rutin patroli dijalur-jalur pipa terutama rawan terhadap vandalisme.  

"Dengan patroli rutin maka kita bisa mengetahui dengan segera adanya kebocoran. Untuk pengungkapan kasus itu, kami sedang berupaya keras bersama aparat keamanan untuk segera mengungkap pelakunya," tandasnya.

Sementara dari press release yang dikeluarkan Manager Institusional Relations Medco E&P Sutami, yang diterima media ini bahwa para pekerja PT Medco E&P Indonesia  (Medco E&P) berhasil menangani kebocoran pipa minyak milik negara akibat vandalisme di KM 77,5  dan KM 80, Jalur Jene – Pengabuan. Para pekerja langsung menangani kebocoran ini dengan menutup (clamp) pipa dan melakukan penghisapan ceceran minyak  dengan menggunakan vaccum truck.

Para Pekerja mulai mengetahui kebocoran pipa yang dioperasikan Perusahaan tersebut pada Kamis (18/7) pagi dan langsung ke lokasi di Desa Spantan Jaya dan Desa Babat, Kabupaten PALI. Mereka langsung melakukan penanganan pipa dan ceceran minyak agar tidak meluas. Pihak Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan aparat desa dan keamanan setempat serta pihak terkait lain atas kejadian ini. 

"Kami berterima kasih atas dukungan dari warga dan semua pihak sehingga penanganan kejadian akibat tindakan vandalisme ini dapat berjalan dengan baik. Perusahaan berharap agar semua pihak, bersama-sama menjaga fasilitas Migas yang merupakan asset negara serta menindak tegas pelaku vandalisme ini," ujar Manager Institusional Relations Medco E&P Sutami.
Share:

Ternyata Gegara Ditolak Rujuk, Teguh Tega Siram Mantan Istrinya Dengan Air Keras


PALI, SININews.com -  Dari keterangan polisi setelah melakukan interogasi terhadap Teguh (24) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tersangka kasus penganiayaan terhadap mantan istrinya, Ema Malini (20) warga Desa Betung Abab, diketahui bahwa motif penyiraman air keras terhadap korban yang berlangsung pada Jumat (4/1/2019) lalu adalah adanya penolakan dari korban dimana tersangka mengajak korban untuk rujuk kembali. 

Penolakan korban membuat tersangka sakit hati kemudian berniat melukai korban. Lalu sehari sebelum kejadian, tersangka membeli dua botol cuka para di Desa Babat Kecamatan Penukal seharga Rp 16.000,-.

Pada Jumat (4/1/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, tersangka mendatangi rumah korban di Desa Betung dengan membawa dua botol cuka para yang telah dibelinya. Kemudian, cuka para tersebut dituang kedalam sebuah ember.

Setelah semuanya siap, tersangka sempat tertidur disekitar rumah korban sambil menunggu korban keluar rumah. Dan sekitar pukul 04.00 WIB, korban keluar rumah berniat menyapu halaman. Saat hendak keluar rumah itulah, tersangka langsung menyiramkan cuka para yang telah dituang kedalam ember ke arah tubuh dan wajah korban. 

Atas kejadian itu, korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, akibat lukanya cukup parah, korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan lebih kurang 4 bulan, tepatnya pada Kamis (16/5). Sementara tersangka setelah melakukan aksinya melarikan diri. 

"Sejak kejadian penganiayaan itu, kita terus lalukan penyelidikan. Dan pada Sabtu (20/7) sekitar pukul 01.00 WIB, tersangka berhasil kita tangkap disebuah bedeng di wilayah kota Lubuk Linggau,"terang Iptu Alpian Kapolsek Penukal Abab (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts