Bupati-Dewan Setujui Penyerahan Aset PDAM ke PALI


MUARA ENIM, SININEWS.COM,--Bupati dan DPRD Muara Enim, akhirnya menyetujui penyerahan aset PDAM Lematang Enim yang ada di wilayah Kabupaten PALI kepada Kabupaten yang baru dimekarkan tersebut.

                    Namun penyerahan aset tersebut, berpotensi bakal menjadi beban anggaran baru bagi APBD PALI. Soalnya dengan diserahkannya aset tersebut, maka Pemkab PALI akan membeli air curah kepada Pemkab Muara Enim melalui PDAM Lematang Enim.

                   Karena aset yang diserahkan tersebut hanya berupa pipanisasi maupun peralatan lainnya yang ada di PALI. Sedangkan mesin pembangkit ataupun intake PDAM Lematang Enim berada di di Desa Teluk Lubuk, Muara Enim, yang selama ini menyalurkan air ke PALI,  tidak diserahkan.

                  Persetujuan penyerahan aset tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Muara Enim, dipimpin Wakul Ketua DPRD, Jonidi, Selasa (27/8). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanudin MSI, serta para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, di lingkungan Pemkab Muara Enim . 

            Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, pada rapat peripurna itu mengatakan, aset PDAM Lematang Enim yang diserahkan sebelumnya telah dilakukan inventarisasi PDAM Lematang Enim bersama Badan Pengawas Keuangan Sumsel, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Provinsi Sumsel. Inventarisasi yang dilakukan berupa fisik dan nilai aset, kepemilikan aset, piutang air dan piutang non air.

               Menurutnya, aset yang berumse dari  dana PDAM Lematang Enim sebesar Rp 6,153 miliyar lebih,  aset yang bersumber dari APBD Muara Enim sebesar Rp  31,906 miliyar lebih.

                 Kemudian, lanjutnya, aset yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel sebesar Rp 17,867 miliyar lebih yang nantinya akan diserahkan langsung pihak provinsi ke Pemkab PALI.

                Selanjutnya aset  yang bersumber dari APBN sebesar Rp 50,556 miliyar lebih  yang akan diserahkan langsung pemerintah pusat ke PALI. Kemudian piutang air sebesar Rp 7,045 miliyar lebih,  piutang non air sebesar Rp 316 juta lebih. 

                    “Penyerahan aset ini sebelumnya, PDAM Lematang Enim dan eksekutif telah berkonsultasi dengan  Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan perwakailan Sumsel dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerain Dalam Negeri mengenai prosedur penyerahan aset PDAM Lematang Enim,” jelasnya.             Aset PDAM Lematang Enim  yang diserahkan berada di wilayah PALI.  

                    Sementara itu, bupati Muara Enim saat dibincangi awak media mengaku bahwa aset yang diserhkan adalah yang masuk wilayah PALI. Sedangkan aset PDAM yang berada di wilayah Muara Enim seperti mesin pompa atau intake, tidak diserhkan.

              “Jadi hasil pembicaraan nanti akan dipertajam lagi. Kita aka nada jual air curah bekerjasama antara Pemkab PALI dengan PDAM lematang Enim,” jelasnya.

           Menurutnya, intake masih punya Muara Enim,   untuk memenuhi kebutuhan air besih warga di wilayah Muara Enim. 

            Ketika ditanya mengenai besaran tariff jual air curah ke PALI tersebut, dia akunya  belum ada kesepakatan, karena masih akan dilakukan pembahasan. 

              Ketika ditanya lagi, bagaimana nantinya jika PALI membangun intake sendiri, dijawabnya tentunya akan lebih bagus lagi. Sehingga intake yang ada saat ini dapat dipergunakan melayani kebutuhan air bersih masyarakat Muara Enim.

               Karena didaerah Belimbing dan sekitarnya kebutuhan air bersih belum 100 persen. Ketersediaan air bersih belum terlayani 100 persen.
Share:

Aniaya pakai Pistol korek mainan, pemuda ini digiring ke Polres Prabumulih


PRABUMULIH, SININEWS.COM– Seorang pelajar inisial AD (17 tahun) yang merupakan warga jalan kerinci lorong wakaf Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih terpaksa diamankan ke Polsek Prabumulih karena diduga terlibat penganiayaan terhadap korban Indra Gunawan (19 tahun) warga desa Lembak Kabupaten Muara Enim..

Kejadian pengeroyokan tersebut sendiri terjadi di depan SD N 15 taman kota Prabujaya Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih pada bulan Januari 2019 yang lalu, pelaku melakukan pengeroyokan bersama teman-temannya dengan menggunakan korek api berbentuk pistol dan tangan kosong sehingga korban mengalami luka robek dibagian kepala dan memar di wajah.

Pelaku diamankan pada hari Senin (27/8/2019) sekira pukul 17.30 WIB berawal saat Timsus Gurita Polres Prabumulih sedang melakukan patroli rutin di daerah rawan gangguan kamtibmas, salah satu anggota Timsus Gurita Polres Prabumulih mengenali wajah pelaku yang merupakan DPO kasus pengeroyokan.

Kemudian Timsus Gurita Polres Prabumulih berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, mengingat laporan polisi korban berada di Polsek Prabumulih Timur selanjutnya pelaku diserahkan kepada Polsek Prabumulih Timur.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah S.H membenarkan penangkapan pelaku.

” Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Prabumulih Timur guna dilakukan penyidikan lebih lanjut dan diancam pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan ” Ujar AKP Alhadi.(sn)
Share:

Jelang Malam, Api Ngamuk di Sungai Ibul

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan, dan kali ini terjadi di wilayah Dusun 2 Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Dimana sedikitnya 1,5 hektar lahan perkebunan kelapa sawit milik warga terbakar pada Selasa (27/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, api masih berkobar sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI tengah berjibaku memadamkan api dibantu warga sekitar.

"Kebun itu milik Dedi, warga desa ini, api belum tahu dari mana asalnya, namun diketahui warga sudah besar. Api cepat merambat karena cuaca panas ditambah hembusan angin cukup kencang," ujar Sawiran, warga setempat kepada media ini.

Terpisah, Juniadi Anuar Kepala BPBD PALI menyebutkan bahwa pihaknya telah berada di lokasi.

"Anggota kita sudah disana (lokasi) dan saat ini tengah berupaya memadamkan api," katanya melalui pesan whatsapp. (sn)
Share:

Asset PDAM Lematang Enim Akhirnya

PALI,SININEWS.COM - asset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim yang berada di wilayah Bumi Serepat Serasan akhirnya diserahkan sepenuhnya ke Perusda Tirta PALI Anugerah, yang merupakan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Penyerahan asset PDAM Lematang Enim tersebut digelar di Muara Enim, Selasa (27/8) dengan dihadiri oleh Bupati Muara Enim, H. Ahmad Yani, Wakil Bupati Muara Enim H. Juarsah, Dirut PDAM Lematang Enim Sartono, Ketua DPRD PALI, Drs. H. Soemarjono, Sekda PALI Syahron Nazil dan jajaran direksi Perusda Tirta PALI Anugerah.

Sekda PALI Syahron Nazil ketika dikonfirmasi media ini via WA mengatakan bahwa penyerahan asset meliputi asset dan personel.
"Namun, untuk lebih jelas lagi silahkan konfirmasi ke Dirut PDAM Tirta PALI Anugerah, bapak Sigit," ucap Sekda.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Dirut PDAM Tirta PALI Anugerah Sigit belum memberikan jawaban.

Namun sebelumnya, melalui Direktur Bagian Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim, Wahyuningsih menyebutkan bahwa pihaknya bakal menyerahkan aset perusahaan penyuplai air bersih bagi warga Bumi Serepat Serasan dalam waktu dekat ini.

Menurut Wahyuningsih, sudah ada jadwal penyerahan seluruh aset PDAM Lematang Enim ke Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni pada Selasa tanggal 27 Agustus 2019.

"Penyerahan dilakukan di Muara Enim, dan mudah-mudahan jadwal itu tidak berubah lagi," ungkap Wahyuningsih saat ditemui media ini usai lakukan rapat antara PDAM Lematang Enim, Pemkab PALI dan Perumdam Tirta PALI, yang disampaikannya pada Kamis (22/8) lalu.

Diakui Wahyuningsih bahwa keterlambatan penyerahan aset PDAM Lematang Enim ke Pemkab PALI akibat terkendala administrasi.

"Sebenarnya rencana awal penyerahan di tanggal 26 Agustus, namun setelah rapat, kita sepakati tanggal 27 Agustus, apabila ada perubahan lagi, nanti kita sampaikan lagi. Pada penyerahan aset, seluruhnya diserahkan, termasuk aset perusahaan, karyawan, piutang dan lainnya diserahkan semua," terang dia. (sn)
Share:

Inilah Hasil Kesepakatan Aksi Unjuk Rasa Warga Sungai Baung

PALI, SININEWS.COM - Setelah melakukan pertemuan antara perwakilan massa dan anggota dewan serta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI dihasilkan kesepakatan yang menjadikan rekomendasi dewan untuk selanjutnya disampaikan ke pemerintah kabupaten PALI.

"Kami nilai putusan panitia dianggap tidak sah. Karena disana kita melihat panitia sudah mengundurkan diri, dan surat pengunduran diri di atas materai 6000 artinya sejak tanggal pengunduran diri itu di Sungai Baung tidak ada lagi panitia Pilkades.  Untuk hasil pertemuan kita sarankan dan merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menunda pemilihan kepala desa Sungai Baung, membentuk panitia baru karena panitia yang lama sendiri sudah mundur  dan menjaring ulang calon kades," tandas Darmadi Suhaimi yang pimpin pertemuan itu.

Terpisah, Mardiansyah, Sekretaris DPMD PALI menyatakan bakal siap melaksanakan perintah pimpinan dalam hal ini Bupati PALI.

"Rekomendasi itu bakal diajukan ke Bupati, nanti putusan apakah Pilkades di Sungai Baung berlanjut atau ditunda wewenang pak Bupati, kami siap laksanakan," ucapnya.(sn)
Share:

Kemarau Panjang, BPBD PALI Salurkan Air Bersih

PALI,SININEWS.COM - Kemarau diprediksi masih akan berlanjut hingga bulan Oktober mendatang, termasuk di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), imbasnya sejumlah daerah di wilayah Bumi Serepat Serasan telah banyak mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk atasi krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) secara rutin memberikan bantuan air bersih terhadap warga yang terdampak kemarau panjang itu.

"Ya, kita bantu suplai air bersih dibeberapa wilayah menggunakan mobil tangki air. Ini kita lakukan agar bisa meringankan kesulitan warga," ucap Junaidi Anuar Kepala BPBD PALI, Selasa (27/8).

Namun Junaidi menyarankan setiap permintaan air bersih harus melalui pemerintah desa setempat atau minimal melalui RT.

"Jadi apabila melalui permintaan resmi dari pemerintah setempat, kita bisa melakukan pemetaan daerah mana saja yang benar-benar kekurangan air bersih," tambahnya.

Terpisah, Herry, kepala Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengajukan permintaan bantuan air bersih ke Pemkab PALI.

"Kami belum meminta bantuan, karena meski jauh, ada sumber mata air yang masih menyimpan cadangan air bersih dan warga masih bersedia mengambil air pada sumber mata air itu. Namun untuk yang mampu, mereka membeli air isi ulang ketika memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan memasak atau minum," ungkap Herry.

Sementara untuk keperluan mandi dan cuci, sebagian besar warga Desa Sinar Dewa memanfaatkan air dalam kolam yang tidak jauh dari pemukiman warga.

"Danau atau kolam itu memang saat ini sudah surut dan airnya berubah warna, namun apa boleh buat, warga memakai air tersebut untuk mandi dan cuci. Karena kalau harus menunggu bantuan Pemkab, salah satu alasan kami tidak akan maksimal. Hanya satu permintaan kami adalah meminta percepatan pembangunan PDAM yang saat ini tengah dilaksanakan agar warga bisa menggunakan air bersih dari PDAM itu," terang Kades. (sn)
Share:

Masih Soal Pilkades, Puluhan Warga Sungai Baung Gruduk Kantor Dewan PALI

PALI, SININEWS.COM - Lagi-lagi, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dijadikan tempat aksi unjuk rasa. Kali ini puluhan warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) datang ke kantor dewan pada Selasa (27/8) yang menginginkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desanya agar diundur.

Karena menurut pengunjuk rasa, ada tindakan diskriminasi terhadap salah satu calon Kades yang digugurkan secara sepihak oleh mantan panitia Pilkades yang sebelumnya memang  telah mengundurkan diri.

Pada aksi kali ini, wakil ketua DPRD PALI, Darmadi Suhaimi didampingi Devi Heriyanto, Aswawi Mansyur anggota Komisi I dan Sudarmi ST menyambut warga pengunjuk rasa dan langsung mengajak berdiskusi untuk membantu penyelesaian permasalahan tersebut.

Dihadapan wakil ketua Dewan, koordinator aksi menyampaikan orasinya bahwa keinginan warga datang ke kantor dewan adalah untuk meminta keadilan terhadap Shinta Andayani, calon kepala desa yang digugurkan padahal sebelumnya, Shinta telah melalui berbagai proses tahapan Pilkades.

Setelah berorasi, perwakilan unjuk rasa diajak berdiskusi di ruang rapat komisi I DPRD PALI.

Sementara menurut keterangan Kasmuri, salah satu masa yang ikut berunjuk rasa menceritakan awal permasalahan muncul.

"Dari awal tidak ada masalah, yakni setelah psikotes terhadap 7 calon Kades di desa kami, maka ada 3 Cakades yang lolos. Kemudian panitia menetapkan 4 Cakades dan mengundi nomor urut terhadap 4 calon yang ditetapkan panitia termasuk Shinta. Tapi pada tanggal 3 Agustus setelah penetapan, panitia mengundurkan diri. Tetapi tanpa sepengetahuan masyarakat, mantan panitia masih bekerja dan saat BPD akan membentuk panitia baru, ternyata pada 16 Agustus ada pengumuman baru yang menyebut ada 5 Cakades, yang anehnya nama Shinta tidak tertera disana," beber Kasmuri.

Dari situlah dikatakan Kasmuri awal permasalahan timbul, gejolak dan keresahan semakin mencuat pasca keluarnya pengumuman yang dikeluarkan mantan panitia.

"Berujung kami datang ke kantor dewan untuk meminta anggota dewan agar mendesak pemerintah kabupaten PALI agar menunda gelaran Pilkades di desa kami sebelum masalah ini selesai. Dan kami juga bertekad kami akan bertahan di kantor dewan sebelum adanya putusan," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa dan anggota dewan serta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI masih melakukan pertemuan. (sn)
Share:

Warga PALI Tumpah di Jalan

PALI, SININEWS.COM - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak penuhi jalanan kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi pada Selasa (27/8). Kondisi ini tidak lain adanya kegiatan karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI ke-74 yang diikuti sedikitnya 94 peserta dari TK sampai umum serta ada 31 kendaraan hias.

"Tentu kegiatan ini menjadi ajang hiburan rakyat tahunan pak, kami sengaja dari pagi datang di dekat panggung kehormatan ingin melihat secara langsung kegiatan yang menampilkan kreasi dari berbagai sekolah dan penampilan kendaraan hias," ungkap Susi, warga Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi.

Ungkapan sama disampaikan Wini, warga Desa Simpang Tais yang jauh-jauh mendatangi pusat kota Pendopo.

"Penasaran pak ingin melihat secara langsung, dan kebetulan juga ada anak kami ikut karnaval, jadi sekalian ingin melihat penampilan anak sekaligus menyemangatinya," katanya.

Sementara itu, Kamriadi Plt Kepala Dinas Pendidikan melalui Sekretarisnya Haris Munandar menyebut bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan rutin.

"Pada tahun ini diikuti 94 peserta dan 31 kendaraan hias. Peserta sendiri terdiri dari 23 peserta tingkat TK/PAUD, 31 peserta dari SD, 10 peserta dari SMP, 7 peserta dari SMA dan 23 dari umum," jelasnya. (sn) 
Share:

Sering Terjadi Kecelakaan, Batang Pisang Tumbuh di Tengah Jalan Merdeka

PALI,SININEWS.COM -  Gara-gara dianggap sering menimbulkan kecelakaan lalulintas karena terdapat lubang yang lumayan dalam, warga Simpang Bandara Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menanam batang pisang di tengah Jalan Merdeka lintas Belimbing-Pendopo.

Tentu pemandangan tak lazim pada Selasa (27/8) itu mengudang perhatian sejumlah warga pengguna jalan yang  melintas di jalan yang mendadak ditumbuhi batang pisang tersebut.

"Memang disini sering terjadi kecelakaan, dan mungkin warga sekitar memberi tanda agar pengguna jalan berhati-hati ketika melintas di jalan ini," ujar Rina, salah satu pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tersebut.

Sementara Suhardi, warga sekitar menerangkan bahwa memang sengaja batang pisang ditanam diatas lubang yang kerap memicu kecelakaan.

"Jalan ini lurus, jadi pengendara kerap memacu kendaraannya cukup kencang, padahal ada jebakan lubang ditengah jalan dekat bekas kantor Kesbangpol sehingga pengendara sering terjebak dan tak jarang terjadi kecelakaan," jelas dia.

Dirinya berharap agar pemerintah untuk secepatnya memperbaiki jalan tersebut.

"Jalan ini merupakan jalan lintas, jadi kami berharap pemerintah provinsi untuk segera memperbaiki jalan ini. Pemerintah PALI juga diharapkan pro aktif untuk secepatnya menyampaikan kondisi jalan ini ke Pemprov Sumsel," harapnya.(sn)
Share:

Didesak oknum Guru akui video itu PRANK, Keluarga korban Bullying minta Kepsek di Mutasi

 Foto : Nurlela (Ibu Korban) dan Erna Wasih (tante korban) saat menerangkan kejadian yang menimpa AS korban Bullying yang diduga dipaksa akui jika video itu hanya "Prank" kepada wartawan 

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kasus  Bullying yang menimpa AS (14) warga Dusun II Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) yang bersekolah di SMA Negeri 4 Prabumulih, Sumsel kembali membuat resah keluarga korban, senin (26/8/19)

Nurlela, orang tua korban mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang dialami putri bungsunya disekolah yang mengakibatkan rasa trauma usai kejadian tersebut

“anak aku ini pendiam pak, wongnyo dak banyak tingkah waktu kejadian dio dak bilang samo kami” terang wanita paru baya itu kepada tim sininews.com saat dibincangi dikediamannya di Desa Karangan

Keluarga korban mengaku jika kejadian yang diketahuinya melalui media sosial itu sangat meresahkan dan membuat trauma anaknya
 Suasana keluarga dan kerabat dekat korban AS yang ditemui dikediamannya di Desa Karangan Kecamatan RKT, Kota Prabumuli

AS (14) korban Bullying DLN warga Desa Baru Rambang Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim mengaku kejadian itu berawal ketika dirinya menaruh hati kepada RZ yang merupakan mantan dari teman pelaku, tidak terima dengan hal itu DLN (Pelaku) yang juga merupakan ketua Genk disekolahnya marah dan mengeksekusi AS dengan cara diBully dan dibentak
SIMAK VIDEO PERNYATAAN KELUARGA KORBAN BULLYING

Usai kasus bullying beredar luas dimedia sosial keluarga korban merasa masih dizholimi dan sakit hati atas kejadian yang menimpah AS sebagai aksi candaan atau “Prank” oleh Kapala Sekolah tempat dirinya menutut ilmu

Diselah perbincangan dengan tim media ini korban mengaku jika saat ini dirinya merasa tertekan oleh oknum gurunya yang meminta AS untuk mengakui jika kejadian tersebut adalah “Prank”

“tadi pagi aku disuruh ke ruang Laboratorium oleh SDP (guru.red), aku disuruh ngaku kalau ada Wartawan betanyo kejadian kemarin itu murni Prank” terang anak bungsu dari empat bersaudara itu

Diketahui oknum guru saat ini tidak memperbolehkan pelaku dan korban diwawancarai oleh awak media. 

Tak hanya itu, Erna Wasih yang merupakan keluarga dekat korban mengatakan jika saat ini keluarga korban sebelumnya sudah memaafkan pelaku atas tindakan kekerasan itu, namun lanjut dia Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pendidikan harus memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah dan Pelaku Bullying yang secara jelas telah merugikan korban

“kami minta Pemerintah memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah dan Pelaku, atau bisa di skor dan kepala sekolahnya di mutasi biar adil” tegasnya (sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts