Bajing Loncat Ayam Potong Di DOR


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Tiga Pelaku bajing loncat sering   melakukan aksi pencurian barang dari atas mobil truk saat melintasi Jalan Lintas Sumatera, akhirnya berhasil dibekuk tim trabaz Polsek Gunung Megang, Kamis (28/8/2019) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.
                
Ketiga pelaku dibekuk dipersembunyiannya di sebuah pondok kebun karet di kawasan di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Muara Enim. Dalam penangkapan itu dua pelaku terpaksa dilumpuhan dengan menembak kakinya karena mencoba melawan petugas hendak melarikan diri saat dilakukan penggrebekan.     
         
Para pelaku bersembunyi di pondok tersebut setelah melakukan aksi bajing loncar terhadap mobil truk yang sarat muatan ayam potong merah dikemudikan Susilo (36), warga Desa Simpang Tanjung, Kecamatan Belimbing Muara Enim, Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 00.10 WIB.    
          
Ketiga pelaku yang dibekuk diketahui bernama Aperiadu alias Peri (28), Arman (22), keduanya warga Desa Simpang Tanjung, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, pada kakinya terpaksa ditembak petugas karena mencoba melarikan diri.  
             
Satu pelaku lagi diketahui bernama Tiyan Roy Purwanto (17) pelajar kelas XII, warga Dusun II, Desa Simpang Tanjung, Kecamatan Belimbing, Muara Enim.               

Selain mengamankan pelaku petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 15 ekor ayam potong yang dicuri dari atas mobil korban dan 1 buah keranjang tempat ayam serta satu unit sepeda motor Yamaha zupiter yang digunakan untuk mengejar mobil saat melakukan aksi bajing lonjat. Kini pelaku bersama barang buktinya diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum. 
                  
Aksi bajing lonjat itu dilakukan ketiga pelaku bermula dari korban tengah mengendarai mobil truk yang sarat muatan ayam potong di lokasi kejadian. Ayam potong itu dimasukkan dalam keranjang plastik setiap keranjang berisi 15 ekor ayam.
                  
Setiba di lokasi kejadian, korban menghentikan laju mobilnya dan melakukan pengecekan terhadap muatan ayam tersebut. Saat dicek, ternyata satu keranjang yang berisi 15 ekor ayam telah hilang.                   
Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Gunung Megang. Menindak lanjuti laporan itu,  petugas langsung bergegas melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian. 
               
Petugas Polsek Gunung Megang dibackup petugas tim Rajawali Sat Reskrim Polres Muara Enim melakukan hanting menyisir arah pelarian pelaku membawa keranjang yang berisi ayam tersebut.  
               
Upaya petugas membuahkan hasil yang berhasil mengendus keberadaan pelaku berada di sebuah pondok kebun karet di Desa Dalam, Kecamatan Belimbing. Petugas langsung melakukan penggrebekan. Saat digrebek, dua pelaku berupaya meawan petugas hendak kabur, akhirnya berhasil dilumpuhkan dengan menembak kakinya. 
                 
Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019) membenarkan penangkapan tersebut.   
            
“Ketiga pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Pelaku sudah beberapa kali terlibat kejadian dengan beberapa Laporan Polisi yang disampaikan para korban kepada Polsek Gunung Megang,” jelasnya (sn)

Share:

Hati-hati!! Licin Saat Hujan, Banyak Pengendara Motor Terbalik Disini

PALI, SININEWS.COM - Hujan memang saat ini sesuatu yang ditunggu-tunggu ditengah kemarau panjang yang melanda hampir diseluruh wilayah Indonesia termasuk di Bumi Serepat Serasan, bahkan ketika hujan turun, akun facebook dibanjiri status suka cita atas turunnya hujan.

Namun siapa sangka dibalik kegembiraan warga khususnya Talang Ubi yang telah diguyur hujan dua kali, tersimpan rasa duka bagi Yuni (15) seorang pelajar asal Talang Subur Kecamatan Talang Ubi.

Sebab saat melintas di jalan Merdeka KM 10 tepatnya tidak jauh dari gerbang Kantor Bupati PALI, siswi salah satu sekolah di Talang Ubi ini alami kecelakaan pada Rabu (28/8) ketika banyak warga Pendopo bersuka ria menyambut turunnya hujan. Kecelakaan yang dialami gadis tersebut karena jalanan licin akibat drainase disekitar lokasi tertutup tanah, sehingga ketika tertimpa hujan, genangan air bercampur tanah mengalir ketengah jalan.

Yuni pun terpaksa mendapat pertolongan warga setempat karena kendaraan yang dikemudikannya terbalik karena licinnya jalan.

"Kalau turun hujan, disini sering terjadi kecelakaan akibat drainase tertimbun tanah, mengakibatkan tanah ikut mengalir ke tengah jalan sehingga jalan jadi licin," ujar Al (24) warga sekitar.

Diaku Al, bahwa warga setempat pernah membuatkan parit disekitar drainase yang tertutup, namun kembali buntu akibat adanya aktivitas pengambilan tanah didekat lokasi itu.

"Kami sarankan agar pengendara, terutama yang menggunakan sepeda motor untuk berhati-hati ketika melintas di jalur itu, sebab dari arah Pendopo menuju Simpang Raja, kondisi jalan licin tidak terlihat karena memang dari arah sana menanjak," saran Al. (sn)
Share:

Tiga Bajing Loncat ditembak Polisi, puluhan Ayam berhasil disita

MUARA ENIM, SININEWS.COM---Tiga Pelaku bajing loncat sering  melakukan aksi pencurian barang dari atas mobil truk saat melintasi Jalan Lintas Sumatera, akhirnya berhasil dibekuk tim trabaz Polsek Gunung Megang, Kamis (28/8) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.
          
Ketiga pelaku dibekuk dipersembunyiannya di sebuah pondok kebun karet di kawasan di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Muara Enim. Dalam penangkapan itu dua pelaku terpaksa dilumpuhan dengan menembak kakinya karena mencoba melawan petugas hendak melarikan diri saat dilakukan penggrebekan.
             
Para pelaku bersembunyi di pondok tersebut setelah melakukan aksi bajing loncar terhadap mobil truk yang sarat muatan ayam potong merah dikemudikan Susilo (36), warga Desa Simpang Tanjung, Kecamatan Belimbing Muara Enim, Rabu (28/8) sekitar pukul 00.10 WIB.
             
Ketiga pelaku yang dibekuk diketahui bernama Aperiadu alias Peri (28), Arman (22), keduanya warga Desa Simpang Tanjung, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, pada kakinya terpaksa ditembak petugas karena mencoba melarikan diri.
            
Satu pelaku lagi diketahui bernama Tiyan Roy Purwanto (17) pelajar kelas XII, warga Dusun II, Desa Simpang Tanjung, Kecamatan Belimbing, Muara Enim.
              
Selain mengamankan pelaku petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 15 ekor ayam potong yang dicuri dari atas mobil korban dan 1 buah keranjang tempat ayam serta satu unit sepeda motor Yamaha zupiter yang digunakan untuk mengejar mobil saat melakukan aksi bajing lonjat. Kini pelaku bersama barang buktinya diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum.
                  
Aksi bajing lonjat itu dilakukan ketiga pelaku bermula dari korban tengah mengendarai mobil truk yang sarat muatan ayam potong di lokasi kejadian. Ayam potong itu dimasukkan dalam keranjang plastik setiap keranjang berisi 15 ekor ayam.
                 
Setiba di lokasi kejadian, korban menghentikan laju mobilnya dan melakukan pengecekan terhadap muatan ayam tersebut. Saat dicek, ternyata satu keranjang yang berisi 15 ekor ayam telah hilang.
                  
Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Gunung Megang. Menindak lanjuti laporan itu,  petugas langsung bergegas melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian.
           
Petugas Polsek Gunung Megang dibackup petugas tim Rajawali Sat Reskrim Polres Muara Enim melakukan hanting menyisir arah pelarian pelaku membawa keranjang yang berisi ayam tersebut.
             
Upaya petugas membuahkan hasil yang berhasil mengendus keberadaan pelaku berada di sebuah pondok kebun karet di Desa Dalam, Kecamatan Belimbing. Petugas langsung melakukan penggrebekan. Saat digrebek, dua pelaku berupaya meawan petugas hendak kabur, akhirnya berhasil dilumpuhkan dengan menembak kakinya. 
                
Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (28/8) membenarkan penangkapan tersebut. 
             
“Ketiga pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Pelaku sudah beberapa kali terlibat kejadian dengan beberapa Laporan Polisi yang disampaikan para korban kepada Polsek Gunung Megang,” jelasnya.(sn)
Share:

Raih Juara 2 D'Star, Rara LIDA : Rara Tetap Bersyukur

Foto : Dini Yuharlen
SININEWS.COM - Mendapat juara dua dalam kompetisi D'Star yang disiarkan televisi swasta nasional membuat sebagian fans Tiyara Ramadhani atau Rara LIDA kecewa. Pasalnya, penampilan apik nan maksimal yang ditunjukkannya tak sebanding dengan hasil akhir yang diperoleh.

"Kecewa sih. Rara kan lebih menonjol. Menurut aku lebih bagus dari peserta lain. Tapi ya namanya kompetisi. Apalagi yang menang di tentuin SMS, mau gimana lagi,"  ujar Indra salah satu fans Rara LIDA. 

Namun demikian, Indra yakin. Berbekal kemampuannya menguasai semua genre musik, Rara LIDA akan bersinar diblantika musik dangdut Indonesia dan diprediksi akan menjadi bintang besar 5 tahun mendatang.

"Namanya bintang itu kan bukan dilihat seberapa banyak dia mendapat juara. Apalagi menangnya ditentuin pake SMS. Tapi pengakuan masyarakat dan juga banyaknya fans yang mengidolakan dia," ungkapnya. 

Sementara, kepada sininews.com. Rara LIDA mengaku tidak kecewa dengan hasil yang didapat. Ia merasa bersyukur dengan pencapaian tersebut, mengingat persaingan dalam kompetisi kali ini sangat berat karena diisi para bintang. 

"Melawan bintang senior yang mempunyai karakter serta kelebihan yang kuat. Punya pengalaman dan ilmu yang lebih dari Rara dan banyak sekali orang-orang ingin berada di posisi Rara. Apapun hasilnya Rara akan selalu tetap bersyukur," terangnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatapps, Rabu (28/8).

Rara LIDA mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Selatan (Sumsel) dan Prabumulih serta ralova dimana saja berada. 

"Karena sudah sangat antusias mendukung Rara sepenuhnya sehingga Rara semangat dan bisa tampil maksimal," jelasnya.

Disinggung mengenai kegiatan selanjutnya usai kompetisi D'Star, Rara LIDA menuturkan akan terus berkarya, terus belajar bernyanyi serta fokus kuliah yang akan dimulai pada 2 September mendatang. 

"Alhamdullilah juga, sekarang lagi proses single lagu Posan Tobing," tuturnya. 

Dalam D'Star kemenangan 2019 tadi malam, Rara LIDA membawakan lagu Ibu berduet bersama Iwan Fals, Gerimis Melanda Hati, Titip Rindu Buat Ayah, Nafsu Serakah.
Share:

PDAM Sudah Diterima PALI Tapi Air Masih Harus Beli, Sekda: Tidak Apa-apa Asal..

PALI,SININEWS.COM - Secara resmi, asset PDAM Lematang Enim telah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dimana selanjutnya pengelolannya dilakukan PDAM Tirta PALI Anugerah. Penyerahan asset itu dilakukan di Muara Enim pada Selasa (27/8) kemarin.

Namun pada penyerahan asset itu, rupanya tidak keseluruhan diserahkan kepada pemerintah Kabupaten PALI, tetapi hanya pipanisasi dan sejumlah peralatan yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan saja. Sementara untuk air, Pemkab PALI masih tetap harus membeli di PDAM Lematang Enim.

"Memang benar, kita masih harus membeli air curah di PDAM Lematang Enim, karena intake atau mesin pembangkit PDAM Lematang Enim berada di di Desa Teluk Lubuk, Muara Enim, yang selama ini menyalurkan air ke PALI,  tidak diserahkan," ungkap Sekda, Rabu (28/8).

Kendati demikian, Sekda akui bahwa PALI siap membeli air curah dari PDAM Lematang Enim dengan syarat harga lebih murah dan kualitas air harus lebih jernih.

"Tidak apa-apa harus beli, asalkan harga murah dan kualitasnya perbaiki. Kalau masih mahal bahkan harganya masih sama sebelum aset diserahkan, untuk apa lagi aset PDAM Lematang Enim dikasihkan ke kita," tukas Sekda.

Sekda juga menyarankan kepada pengelola PDAM dalam hal ini PT Tirta PALI Anugerah agar menurunkan tarif PDAM.

"Yang lebih utama adalah peningkatan pelayanan, jangan sering tersendat mengakibatkan banyak menuai keluhan," sarannya.

Terkait piutang pelanggan PDAM yang mencapai hampir Rp 7 M,  Sekda menyebut bahwa piutang itu telah diserahkan juga. "Apakah nanti piutang itu akan ditagih ke pelanggan atau dilakukan pemutihan, hal itu wewenang kepala daerah. Untuk menghindari tunggakan kembali terjadi, maka pokok utama adalah pada pelayanannya, kalau pelayanan baik maka pelanggan akan malu untuk menunggak," tandas Sekda.

Terpisah, Sigit Kristiawan, direktur utama PDAM Tirta PALI Anugerah mengatakan bahwa serah terima asset PDAM Lematang Enim yang berada di wilayah kabupaten PALI bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan PDAM Tirta PALI Anugerah dalam melayani kebutuhan primer masyarakat se-kabupaten PALI.

"Untuk itu kami memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak bersinergi melayani masyarakat," kata dia.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan tetap melakukan kerjasama dengan PDAM Lematang Enim untuk meningkatkan pasokan Instalasi Kota Kecamatan (IKK) di Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim.

"Solusi jangka pendek melakukan kerjasama dengan PDAM Lematang Enim meningkatkan pasokan IKK Teluk Lubuk. Jangka panjang membimbing dan mengawasi pembangunan IKK Muara Sungai oleh Dinas Perkim target operasi Mei 2020 untuk suplai Pendopo dan sekitarnya," tambahnya.(sn)
Share:

Bangun Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Heri Amalindo di Tahun 2020, Begini Penjelasannya

PALI, SININEWS.COM - Berdasarkan rencana kerja Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun anggaran 2020 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PALI tahun 2016-2021 bahwa tema pembangunan Kabupaten PALI tahun 2020 adalah Pemantapan percepatan pembangunan untuk mencapai visi misi Kabupaten PALI, dengan prioritas pembangunan daerah meliputi.

1.Peningkatan pembangunan dan penyediaan infrastruktur pelayanan dasar.
2.Peningkatan Produksi, Produktivitas dan nilai tambah unggulan daerah.
3.Peningkatan Kesejahteraan dan kualitas Sember Daya Manusia.
4. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi.
5. Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Tema pembangunan PALI di tahun 2020 mendatang diketahui saat Bupati PALI Heri Amalindo menyampaikan nota penjelasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020 dihadapkan forum rapat paripurna DPRD PALI IX yang dihadiri 18 anggota dewan dari 25 anggota dewan yang ada, Rabu (28/8).

Dimana pada rapat Paripurna IX DPRD Kabupaten PALI dalam rangka Pembahasan KUA dan PPAS tahun anggaran 2020 dipimpin langsung ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono dengan agenda pengesahan jadwal paripurna, penyerahan rancangan KUA dan PPAS serta penyampaian nota rancangan KUA dan PPAS oleh Bupati PALI.

Pada kesempatan itu juga, Bupati PALI menyampaikan asumsi dasar yang berpengaruh terhadap penyusunan APBD tahun anggaran 2020 dengan total APBD diproyeksikan sebesar Rp 1.487.327.868.191,- dengan rincian sebagai berikut.

A. Kebijakan Pendapatan Daerah, diperkirakan sebesar Rp 1.385.627.868.191,-

Hal-hal yang menjadi dasar penetapan target pendapatan daerah meliputi.

1.Adanya proyeksi kenaikan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah sebesar 20-30 persen.
2.Adanya penyesuaian pendapatan daerah yang bersumber dari kurang bayar dana bagi hasil pemerintah pusat
3.Dana Alokasi Khusus belum bisa diproyeksikan dikarenakan belum adanya peraturan terkait besaran alokasi tersebut.

B. Kebijakan Belanja Daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 1.242.827.868.191,-.

Adapun hal-hal yang menjadi dasar penetapan target belanja daerah sebagai berikut.

1.Pemenuhan belanja wajib dan mengikat serta pemenuhan standar pelayanan minimal khususnya pendidikan dan kesehatan.
2.Pemenuhan belanja prioritas dalam mengejar target RKPD tahun 2020 yang ditetapkan pada RPJMD tahun 2016-2021.
3.Penganggaran belanja pegawai untuk kebutuhan pengangkatan CPNS dan pegawai pemerintahan dengan perjanjian kontrak.
4.Pengalokasian belanja dalam rangka mendukung pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020.

C. Kebijakan Anggaran pembiayaan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 101.700.000.000,- yang berasal dari sisa lebih perhitungan tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 1.700.000.000,- dan penerimaan pinjaman daerah dari lembaga keuangan sebesar Rp 100.000.000.000,-.

Usai mendengarkan penjelasan Bupati, Drs Soemarjono selanjutnya memutuskan bahwa rapat paripurna diskor sampai Senin (2/9) dengan agenda penyampaian hasil kerja Banggar DPRD PALI. (sn)
Share:

Diduga Diracun, Ribuan Ikan Mati Disungai Kelekar

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Ribuan bangkai ikan mengambang di sungai kelekar kawasan Jalan Tebat RT 06 RW 04 Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih. 

Segerombolan ikan yang didominasi ikan sapu jagat ini diketahui mati massal sejak dua hari yang lalu. Tak sampai disitu, bau menyengatpun dirasakan masyarakat yang berada di daerah pinggiran sungai kelekar. 

Kondisi ini tentunya meresahkan masyarakat. Pasalnya, air sungai telah mengalami surut akibat kemarau panjang sehingga bangkai-bangkai ikan itu tidak terbawa aliran air dan mengendap disatu tempat. 

Menurut informasi yang didapat, matinya ribuan ikan disungai kelekar tersebut diduga dikarenakan adanya oknum yang sengaja meracun ikan di sungai pada malam hari 

"Dak tau siapo dan dari mano sebab ini jauh sampai ke sungai Sukaraja," ungkap Wartem warga sekitar. 

Lihan, warga lainnya mengungkapkan ribuan ikan mengambang disungai sejak senin sore. Pada saat ini ikan-ikan yang mati belum mengeluarkan bau busuk. 

"Banyak waktu itu wong turun liat ikan la ngambang. Nah setelahnyo mulailah bau busuk nyengat," terangnya.

Ia berharap Pemerintah dapat segera menindaklanjuti matinya ribuan ikan disungai kelekar, jangan sampai hal tersebut menimbulkan penyakit. 

"Kalau memang ikan mati akibat orang tak bertanggungjawab, kami minta Pemerintah bertindak tegas," tuturnya.
Share:

Dahaga Warga Terobati, Pendopo Basah Setelah Lebih Satu Bulan Tak Hujan


PALI, SININEWS.COM - Kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi dan sekitarnya akhirnya diguyur hujan pada Selasa (27/8) sekitar pukul 19.20 WIB. 

Ibu kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini akhirnya basah setelah lebih satu bulan tidak diguyur hujan. 

Kondisi ini pun membuat ramai di sosial media, ucap syukur pun mengalir dari banyak akun facebook milik warga Pendopo. 

Seperti ditulis akun facebook Jamilah Agus yang meluapkan kegembiraannya akan berkah yang diturunkan Tuhan YME. 

"Alhamdulillah wa syukurillah akhirnyo hujan deras membasahi bumi PALI," tulis akun Jamilah Agus yang diunggah beberapa menit lalu. 

Tentu saja, postingan akun facebook itu disambut komentar beberapa pengikutnya yang juga sama-sama bersyukur atas turunnya hujan dikala dahaga warga PALI memuncak. 

Ucap syukur juga diutarakan Perry warga Kelurahan Bhayangkara.

"Alhamdulillah lumayan deras, debu pun hilang dan udara kembali segar. Mudah-mudahan hujan ini juga turun diseluruh wilayah PALI," ucapnya. 

Diketahui bahwa prediksi BMKG musim kemarau belum akan berakhir, namun dalam dua atau tiga hari kedepan sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sumatera Selatan bakal diguyur hujan. 

Sementara untuk puncak musim hujan, diprediksi bakal berlangsung antara bulan Januari atau Februari 2020 mendatang. (sn)
Share:

Masyarakat Muara Enim Shalat Istisq'o


MUARA ENIM, SINI NEWS.COM—Kemarau panjang yang berlangsung saat ini telah menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah tempat di wilayah Muara Enim sudah membuat masyarakat menjadi resah. Kondisi itu membuat masyarakat Muara Enim bersama  Bupati dan wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH dan para PNS ,  melakukan  Shalat Istisq'o atau sholat minta turun hujan, berlangsung di halaman Pemkab Muara Enim, Selasa (27/8).

               Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, sebelum pelaksanaan sholat dimulai mengatakan,  shalat Istisq'o yang digelar ini bertujuan untuk meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika dibutuhkan, apalagi pada masa sekarang ini musim kemarau telah melanda wilayah Kabupaten Muara Enim yang menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
             "Dengan dilaksanakannya sholat istisq'o ini, kita berharap agar segera dapat di turunkan hujan guna menghindari kekeringan panjang dan musibah lainnya seperti kebakaran hutan da lahan, Islam mengajarkan kepada umatnya dala menyikapi ketentuan Allah SWT yang menimpa kita untuk husnuzzon berbaik sangka kepada AlIah SWT, karena setiap cobaan yang diterima pada hakikatnya untuk menaikan derajat ketempat yang lebih tinggi jika bersabar dalan menghadapi cobaan, kemudian introspeksi diri atau selalu mawas diri," ungkap A. Yani.
              Dijelaskannya,  pihaknya terus berusaha mengingat bahwa segala yang terjadi kemungkinan ketentuan Allah SWT kepada kita karena kita banyak melupakan Allah SWT, lalai melaksanakan perintah-perintahnya serta tidak menjauhi segala larang-larangannya.

              " Melalui momen shalat istisq'o ini mari kita kembali merenungi betapa banyak nikmat Allah Swt yang diberikan kepada kita, karena itu sudah selayaknya kita menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada-Nya,"ajak A. Yani.

               Bupati mengajak masyarakat supaya menjadikan momentum ini sebagai sarana didalam lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. "Marilah kita jadikan sholat Istisq'o dan Do'a Bersama ini sebagai momentum untuk medekatkan diri dan memohon pertolongan kepada Allah SWT atas sesuatu yang dianggap sulit serta menjad jembatan tali silaturrahmi untuk mengenal satu sama lain,” jelasnya.
               Tentunya, lanjutnya, akan meningkatkan hubungan yang baik dengan Allah Swt (Hablumminallah) serta hubungan baik anta sesama manusia (Hablumminannas) untuk saling bahu membahu dalam membangul Kabupaten Muara Enim yang kita cintai ini yang berlandaskan nilai-nilai moral agama Islan sehingga visi Kabupaten Muara Enim untu rakyat yang Agamis, Berdaya Saing, Mandir Sehat dan Sejahtera dapat terwujud.
Share:

Bupati Sampaikan KUA PPAS 2020


MUARA ENIM, SINI NEWS.COM----Pembahasan RAPBD Muara Enim tahun anggaran 2020 tetap dilakukan anggota DPRD Muara Enim lama, bukan dilakukan anggota DPRD hasil Pileg yang akan dilantik pada bulan September mendatang.

                  Soalnya Bupati Muara Enim telah menyampaikan Kebijakan Umam Anggaran  dan Priorotas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020, kepada DPRD Muara Enim.

               Penyampaian KUA PPAS tahun 2020 itu, berlangsung dalam rapat paripurna DPRD dipimpin Wakil Ketua DPRD, Jonidi, Selasa (27/8). Rapat itu dihadiri juga Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, serta para asisten, kepala dinas, kepala badan, Kabag, Kabid dilingkungan Pemkab Muara Enim.

                 Bupati pada penyampaian KUA PPAS tersebut mengatakan, pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 2,649 tiliyun lebih. Jumlah mengalami penurunan sebesar Rp  171,872 miliyar lebih atau 6.09 persen  dari target pendapatan tahun 2019.

                  Target pendapatan tahun 2020 tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 251,892 miliyar lebih. Dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 1,912 triliyun lebih bersumber dari  bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum.

              Selanjutnya lain lain pendapatan  daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 485,695 miliyar lebih. Sedangkan belanja daerah pada tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 2,642 triliyun lebih. Jumlah itu berkurang sebesar Rp 175,460 miliyar lebih atau 6,16 persen  dari target belanja  tahun 2019.

                Menurutnya, belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp 1,231 triliyun dinataranya berupa pembayaran gaji pegawai dan tunjangan PNS dan CPNS. 

              Sedangkan belanja langsung direncanakan sebesar Rp 1,410 triliyun. Dengan demikian, lanjutnya, pada tahun anggaran 2020 mengalami surplus anggaran sebesar Rp 7,678 miliyar lebih.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts