Disdukcapil PALI Raih TOP 3 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi

PALI,SININEWS.COM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya memboyong penghargaan Top 3 penilaian Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Penghargaan tersebut diterima di Griya Agung kota Palembang, Senin (8/9) dan yang menerima penghargaan Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony didampingi Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI.

Prestasi ini tentu membuktikan bahwa pelayanan pelayanan yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut tidak sia-sia, yang pontang-panting melayani masyarakat dalam hal kepengurusan administrasi kependudukan tanpa kenal waktu.

"Alhamdulillah kita menembus penghargaan Top 3 tingkat provinsi Sumatera Selatan. Ini berkat dukungan semua lapisan masyarakat serta berkat  inovasi pelayanan sagarurung keli salai -(siaga urusan penting kependudukan melalui aplikasi sampai selesai)," ujar Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI, Senin (8/9).

Dengan menyabet penghargaan tersebut, Rismaliza bertekad bakal terus menggenjot pelayanan terhadap masyarakat.

"Penghargaan ini akan memotivasi kita untuk terus meningkatkan pelayanan bukan menurunkan pelayanan. Dan program jemput bola akan kita laksanakan meski sampai pelosok," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Disdukcapil PALI masuk nominasi enam besar inovasi pelayanan publik diketahui saat tim penilai sambangi kantor Disdukcapil PALI, pada Jumat (2/8) lalu di Jalan Merdeka KM 9 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.(sn) 
Share:

PHK Massal, Pekerja PT Felda Datangi Dewan


PALI, SININEWS.COM - Pekerja PT Felda Indo Ruber (FIR) datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mempertanyakan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan getah karet yang beroperasi di wilayah Desa Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Senin (8/9).

Menurut keterangan salah satu pekerja bahwa sampai saat ini pihak perusahaan telah melakukan PHK terhadap 163 pekerja, dan pihak perusahaan saat ini meminta sisa pekerja yang ada dengan jumlah 36 orang untuk menandatangani surat pengunduran diri. 

"Awalnya seluruh pekerja ada 199 orang, dan yang telah di PHK ada 163 pekeja sisanya ada 36 orang. Alasan pihak perusahaan karena kondisi perusahaan sedang pailit. Saat ini, pihak perusahaan meminta 36 pekerja untuk mengundurkan diri serta sekarang ini posisi 36 pekerja itu dicutikan," ungkap Habib Nazar, salah satu pekerja PT FIR. 

Namun diakuinya bahwa disaat pailit dan meminta seluruh pekerja untuk mengundurkan diri, pihak perusahaan malah melakukan renovasi bangunan pabrik. 

"Kami heran kenapa pihak perusahaan masih merenovasi, itulah dasar kami menolak untuk menandatangani surat pengunduran diri karena terindikasi pihak perusahaan menghindari pembayaran pesangon. Dan kami berharap Dewan PALI memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dan pekerja untuk mencari solusi terbaik," pintanya. 

Terpisah, Irwan ST, Ketua Komisi III DPRD PALI yang menerima kedatangan belasan pekerja PT FIR menyatakan secepatnya dewan PALI memanggil pihak perusahaan. 

"Secepatnya kita panggil termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PALI untuk meminta penjelasan terkait PHK masal ini," tandasnya, (sn)
Share:

Hama Wereng Serang Tanaman Padi, Petani Merugi

PALI,SININEWS.COM -  Petani padi di wilayah Bumi Serepat Serasan untuk musim panen tahun 2019 ini terpaksa harus menelan kekecewaan lantaran hasil panennya jauh dari harapan bahkan petani mengaku merugi lantaran padi yang dihasilkan menurun hingga 70 persen.

Kondisi ini diakibatkan lantaran serangan hama wereng coklat yang melanda hampir seluruh tanaman padi petani yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Seperti diutarakan Dodi, petani padi asal Desa Curup Kecamatan Tanah Abang bahwa ladangnya seluas lebih kurang 1/2 hektar biasanya menghasilkan 20 karung gabah, pada musim panen kali ini hanya mendapat tiga karung.

"Lebih separuh tanaman padi kami terserang hama wereng, dan tanaman sisanya tidak bisa tumbuh normal, berakibat hasil panen kami jauh berkurang," keluh Dodi.

Diakuinya bahwa hama wereng coklat menyerang ketika ada hujan terakhir turun.

"Pemerintah memang telah memberikan obat hama itu, namun terlambat, karena pemberian bantuan obat itu setelah tanaman padi kami rusak diserang hama," katanya.

Keluhan sama diutarakan Darma, petani asal Desa Pengabuan Kecamatan Abab. Dia mengharapkan ada penyuluhan terkait penanggulangan hama wereng agar tidak menyerang kembali tanaman padi petani.

"Kami tidak tahu cara mengatasi atau gejala-gejala awal hama wereng coklat menyerang tanaman padi, jadi kami perlu ada penyuluhan pihak terkait. Sebab untuk musim panen tahun ini kami merugi. Jangankan bisa lebih, mengembalikan modal saja tidak bisa lantaran hasil panen menurun hingga 70 persen," ungkapnya.

Sebelumnya, Ahmad Jhoni, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyatakan bahwa pihaknya telah membagikan pestisida pengendali hama wereng coklat. (sn)
Share:

Jambret merajalela, Polres Prabumulih sosialisasi tak pakai benda berharga


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Polres Prabumulih mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kejahatan jalanan seperti jambret. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas agar masyarakat tidak mengenakan barang berharga saat mengendarai sepeda motor.

“Kami terus siaga dalam mengantisipasi segala bentuk kejahatan, khususnya kejahatan jalanan seperti jambret dan begal,” terang Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasubbag Humas Iptu A Yadi, S.H, Sabtu (7/9/2019).

Dari sejumlah kasus yang pernah terjadi, diketahui bahwa pelaku nekat dalam melancarkan aksi kejahatan mereka. Tak segan, mereka merampas tas lengan yang dibawa oleh korban yang rata-rata perempuan, atau mengambil handphone yang diletakan di dashboard motor atau yang sedang dipegang korban.

“Maka dari itu, agar tidak menjadi korban jangan menggunakan barang yang mencolok seperti perhiasan di lengan, tas lengan yang dibawa saat berkendara sepeda motor dan lain sebagainya,” kata Iptu Yadi.

Pihaknya juga melakukan pemasangan spanduk himbau kamtibmas di sejumlah tempat rawan aksi penjambret. Seperti di jalan jenderal Sudirman depan mako Polsek Prabumulih Barat Kota Prabumulih.
Share:

Pencuri Amatir Gagal Bobol Brangkas ATM


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Entah apa yang ada di fikiran para pencuri mesin anjungan tunai mandiri (atm). Pasalanya, saat melakukan aksinya, mereka gagal membobol berangkas meskipun sudah menggunakan alat berat dan las.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Ferwan seorang scurty PT Bumi Sawindo Permai yang berada di Desa Penyandingan. Ferwan saat itu sedang melaksanakan tugas jaganya.

Saat itu, Ferwan yang sedang terridur di pos jaganya mendengar suara pintu pagar yang bergeser seperti akan dibuka. Namun awalnya dia menduga yang membuka adalah sopir yang biasa keluar masuk perusahaan untuk mendaftar surat DO.

Termyata, saat dirinya terbangun dan berdiri melihat ke arah pintu gerbang, matanya silaubkarena ada sinar yang menyilaukan dari dalam bilik ATM milik Bank Mandiri. Dan dirinya menduga ada dua orang yang sedang mencoba membobol dengan mengelas brangkas ATM.

Dikarenakan takut dan panik, melihat lejadian tersebut saksi langsung berlari kearah asra untuk memberitahukan lejadian kepada temannya Ivan dan meminta bantuan kepada karyawan lain yang ada di asrama dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polsek.

Mendapat laporan dari securty PT BSP, perugas kepolisian lamgsung mendatangi lokasi Dan kemudian melakukan dokumentasiserta mengamankan Barang Bukti (BB) dan mengeCek CCTT serta Memasang garis polisi.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono, saat dikonfirmasi Minggu (8/9) membenarkan adanya upaya pemcurian brangkas mesin ATM milik Bank Mandiri di desa penyandingan tepatnya di PT BSP.

“Selain mengamankan TKP, kita juga memeriksa saksi saksi serta melakukan koordinasi dengan satreskrim untuk identifikasi. Tersangka saat ini masih lidik,” pungkasnya.
Share:

Buah Kerdil dan Tumbuh Tidak Sempurna, Petani Semangka Tuduh Debu Batubara Penyebabnya

PALI,SININEWS.COM - Petani semangka Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan tanamannya saat ini tumbuh tidak sempurna lantaran warga menduga akibat tercemar debu batubara yang berasal dari aktivitas angkutan batubara PT Servo yang melintas tidak jauh dari kebun mereka.

Dari keterangan Liku (35) salah satu petani bahwa tanaman semangka yang telah berumur satu bulan lebih saat ini daunnya banyak menghitam akibat tertutup debu batubara.

"Akibat tertutup debu batubara, banyak tanaman yang menguning dan buah yang keluar kerdil," ungkap Liku, Minggu (8/9).

Keluhan sama diutarakan Man, petani lainnya bahwa untuk musim tanam kali ini dirinya terancam gagal panen.

"Kami sempat demo karena perusahaan tidak peduli dengan kondisi kami. Dan debu batubara diperparah dengan adanya stokfield batubara tidak jauh dari kebun kami. Kami berharap ada kompensasi dari pihak perusahaan akibat kami terancam merugi," harap Man.

Man juga menyebut bahwa biasanya saat umur tanaman satu bulan lebih, buah semangka yang keluar tumbuh normal serta daun tanaman pun segar dan hijau.

"Dalam satu hektare, biasa kami menghasilkan paling sedikit 35 ton, tetapi kalau melihat sekarang, harapan itu sepertinya akan sirna lantaran banyak tanaman menguning dan buahnya banyak yang kerdil. Apabila panen kali ini gagal, kami akan alih profesi," katanya.

Terpisah, Yayan Suhendri, Humas PT Servo mengatakan bahwa menindaklanjuti keluhan petani dan sempat mengadakan aksi unjuk rasa, pihakya telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan warga.

"Saat ini kita menunggu tim dari pemerintah yang berkompeten, seperti Dinas LH dan dinas pertanian untuk turun ke lokasi meneliti apakah tanaman petani terdampak adanya aktivitas kita atau akibat kemarau panjang," kata Yayan.

Diakui Yayan bahwa pihaknya tidak pernah berpangku tangan saat musim kemarau tiba, pasalnya PT Servo secara rutin menyiram jalan untuk mengurangi debu.

"Malah saat ini kami melakukan penyiraman secara maksimal, lima kali dalam sehari," terangnya. (sn)
Share:

Modus Penipuan Online marak terjadi, Polres Prabumulih Himbau agar Waspada


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Kepolisian Resor Prabumulih menghimbau masyarakat agar waspada terhadap aksi penipuan melalui media online baik sosial (Medsos) maupun media elektronik yang mulai marak dan meresahkan, dengan dalih penjualan berbagai produk dan merugikan pihak korbannya.

“Kita himbau kepada masyarakat jangan terlalu mudah percaya terlebih kepada orang yang belum kita kenal sama sekali. Apalagi melalui media online. Croscek dulu kebenaranya sebelum melakukan transaksi melalui penawaran harga murah,” ujar Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H, melalui Kasubag Humas Iptu A Yadi, S.H.” Sabtu (07/09/2019).

“Modus penipuan yang digunakan para pelaku lewat media sosial biasanya dilakukan melalui facebook, online, hipnotis lewat telepon, BBM, bisnis online dan medsos lainnya,” ungkapnya.

Disampaikan, informasi serta data yang diperoleh Polres Prabumulih, didapati bahwa rata-rata para pelaku tersebut berasal dari luar daerah. Modus mereka meminta korbannya untuk mengirimkan sejumlah uang sesuai produk murah yang mereka tawarkan melalui media sosial online saat itu.

Ada juga yang mengaku sebagai anggota polisi, yang mengatakan bahwa keluarga korban terlibat tindak pidana, atau sedang terkena musibah kecelakaan dan korban disuruh mengirimkan uang.

“Dihimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya, jangan tergiur harga murah, telitilah sebelum membeli dan pastikan untuk transaksi secara aman.” pungkasnya.

Selain itu juga melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Raja Bripka Elyas Pikal, S.H memasang spanduk himbauan waspada penipuan di media sosial di lokasi strategis di dekat Sub Sektor Prabumulih Timur.(sn/bio)
Share:

Berbahaya,! Puluhan anak bermain di jembatan Rel Kereta Api


MUARA ENIM, SINI NEWS.COM - Sebagai mana anak anak pada umumnya, bermain adalah hal yang menyenangkan apalagi bersama teman teman di kala sore hari menjelang maghrib. 

Di bumi serasan sekundang, ada hal menarik dan berbahaya yang dilakukan oleh anak anak dalam memilih lokasi bermain. Tempat yang mereka pilih adalah rel kereta api aktif yang kerap dilalui kereta penumpang maupun kereta Babaranjang.

Dan lebih berbahayanya lagi, rel yang mereka pilih ini berada tepat di jembatan penghubung, dan mereka bersenda gurau sambil melontarkan candaan ke sesama mereka.

Dari pantauan dilapangan, setidaknya ada sekitar 10 orang anak yang asik bermain di tel tersebut. Ironisnya, tidak ada petugas KAI ataupun orang tua dan orang dewasa yang berusaha melarang mereka bermain disana.

Hal ini mungkin terjadi karena anak anak tidak memeiliki cukup ruang bermain yang layak seperti lapangan ataupun taman taman yang pantas untuk mereka yang berusia belasan tahun ini.

Prilaku seperti ini hendalah menjadi perhatian pemerintah setempat, mengingat anak anak merupakan penerus bangsa dan lokasi tempat mereka bermain sangatlah berbahaya bagi mereka. Apajadinya bila ada kereta lewat dan mereka menepi seadanya katena areal rel jbatan yang sempit.

Menurut salah satu warga yang sempat diwawancarai mengatakan, anak anak kerap memang bermain di jembatan. “Sudah sering mereka main. Kalau dilarang sebentar turun, kemudian mereka kembali lagi bermain disana,” ujar Sapto.

Sapto berharap, nantinya anak anak bisa difasilitasi perintah untuk mendapatkan ruang terbuka hijau agar mereka bisa bermain bebas jauh dari bahaya dan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai lingkungan.
Share:

Bupati OKU Hadiri Haornas Ke XXXVI 2019

BATURAJA, SININEWS.COM - Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis menghadiri Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke XXXVI Tahun 2019 Tingkat Provinsi  Sumsel dipusatkan di Stadion Tebat Sari Martapura Kabupaten OKU Timur (Jumat, 6/09/2019).

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga merupakan mantan Bupati OKU Timur dua periode bertindak sebagai Pembina Upacara Haornas Ke XXXVI Tingkat Provinsi Sumsel yang sekaligus dirangkaikan dengan  Kick Off Piala Gubernur di Kabupaten OKU Timur.

Masyarakat tampak antusias memadati stadion Tebat Sari untuk bersama memeriahkan Peringatan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) Ke-XXXXVI Tingkat Provinsi Sumsel.

Dalam rangkaian acara Haornas tersebut, Gubernur Sumsel H. Herman Deru memberikan penghargaan bagi insan olahraga berprestasi dan berdedikasi di Sumsel berupa piagam dan uang pembinaan Rp 5 juta.

Tak hanya itu, dalam kesempatan itu juga Herman Deru Penyerahan SK Gubernur Tentang Penetapan OKU Raya (OKU, OKU Timur dan OKU Selatan) sebagai Tuan Rumah Pekan Olahraga  Provinsi (Porprov) Tahun 2021 yang diterima oleh Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis, Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi serta Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo.

Sedangkan rangkaian Kick Off  Piala Guberbur U20 dari OKU Timur, ditandai dengan penendangan bola pertama oleh Gubernur didampingi Bupati OKU, Bupati OKU Timur dan Bupati OKU Selatan serta Unsur Forkopimda OKU Timur.

Kick off Piala Gubernur kali ini juga dimeriahkan dengan pertandingan persahabatan antara kesebelasan gabungan Forkopimda dan OPD OKU Timur melawan  OPD Provinsi Sumsel. (Adv/Windra)
Share:

Usai Geledah Barang bukti, rombongan KPK tinggalkan Rumdin Bupati Muaraenim


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Setelah melakukan penggeledahan di rumah dinas bupati sejak pukul 10.30 wib. Akhirnya rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan rumah dinas tanpa pengawalan pada pukul 13.03 wib, Jumat (6/9).

Usai melakukan pengumpulan barang bukti, rombongan KPK langsung meninggalkan rumah dinas bupati dengan menggunakan tiga unit mobil jenis kijang Inova berwarna hitam yang sebelumnya dijaga ketat oleh satpolpp.

Para petugas dari KPK sempat melaksanakan shalat jumat di masjid tang berada tidak jauh dari rumah dinas bupati. Namun, saat coba ditanyai oleh wartawan, perugas KPK tetap bungkam dan mengarahkan untuk bertanya lamgsung ke jakarta.

Usai meninggalkan rumah dinas bupati, Tidak diketahui kemana arah lanjutan penggeledahan oleh KPK karena wartawan tidak bisa mendekati daerah rumah dinas karena penjagaan yang ketat.

Dari pantauan, salah satu wartawan sempat mengikuti kedaraan yang digunakan oleh rombongan. Ternyata, saat diikuti, rombongan berhenti di salah satunrumah makan untuk makan siang.

Sementara itu, satpol pp yang berjaga di depan pintu gerbang masuk Rumah Dinas saat diwawancarai tidak bisa berkata banyak. “Kami hanya menjalankan tugas untuk menjaga pintu,” tukasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts