Satpol.PP Sumsel Razia Izin Genset Perusahaan di PALI, Ternyata

PALI,SININEWS.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Provinsi Sumatera Selatan merazia perusahaan dan tempat hiburan, hotel serta penginapan yang beroperasi di wilayah Bumi Serepat Serasan yang menggunakan genset kapasitas diatas 200 KVA untuk dicek perizinannya, Selasa (10/9).

Kedatangan Satpol.PP Sumsel ini didampingi Satpol.PP Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan mendatangi perusahaan PT A yang bergerak dibidang perkebunan sekaligus pengolahan kelapa sawit serta tempat hiburan dan sejumlah hotel.

Alhasil, dari kegiatan tersebut, diakui M Yanuar, Kasi Penegak Peraturan, Perda dan Pergub Satpol.PP Provinsi Sumatera Selatan menemukan bahwa rata-rata genset yang digunakan perusahaan dan pengusaha tempat hiburan tidak berizin.

"Kedatangan kita ke PALI ditugaskan untuk mensosialisasikan sekaligus menegakakan Perda no 8 tahun 2015 tentang ketenaga listrikan. Dan dari kegiatan kali ini, memang ditemukan genset belum berizin, namun kita beri tenggang waktu selama 15 hari agar manajemen perusahaan atau pengusaha agar mengurus perizinannya," ungkap Yanuar.

Apabila dalam jangka waktu 15 hari kedepan tidak ada itikad baik pengusaha maupun pihak perusahaan, maka ditegaskan Yanuar bahwa pihaknya bakal melalukan penyegelan terhadap genset yang digunakan perusahaan bersangkutan.

"Ada tindak pidana apabila genset tidak berizin kemudian menimbulkan kebakaran. Dendanya cukup lumayan kurungan 5 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 5 M," tandasnya.

Dalam penegakan aturan ini, Yanuar menyebut pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satpol.PP PALI dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PALI.

"Ini bertujuan meningkatkan PAD, artinya dari sektor perizinan genset, memang yang mengeluarkan pemerintah provinsi, namun ada bagi hasil fifty fifty untuk pemerintah kabupaten atau kota dari sektor pajak perizinan genset," terangnya.

Sementara itu, Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pengecekan izin genset.

"Kita dukung sepenuhnya, karena apabila ini tertib, yang untung adalah daerah kita,  sebab secara otomatis PAD kita meningkat untuk menunjang pembangunan," ujar Zulkopli. (sn)
Share:

Meski Jadi Tercepat Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati PALI Sebut Tingginya Angka Kemiskinan dan Rendahnya IPM Dampak Masa Lalu

PALI, SININEWS.COM - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo akui bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten PALI menjadi yang tercepat dalam menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 17 kabupaten/kota dalam provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan belum lama ini. Menurut Bupati bahwa memang dari data BPS angka kemiskinan di PALI tahun 2015 sebesar 14,88 persen turun menjadi 14,26 persen di tahun 2016.

"Namun tahun 2017 naik kembali menjadi 14,53 persen. Itu akibat dampak adanya PHK pada perusahaan dan turunnya harga karet," ungkap Bupati.

Namun selanjutnya, di tahun 2018 Bupati menyebut bahwa angka kemiskinan berhasil diturunkan kembali menjadi  13,81 persen.

"Angka kemiskinan di PALI saat ini menduduki peringkat ke tujuhbelas yaitu 63,49 persen," tukasnya.

Namun demikian, Bupati menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan dan peningkatan IPM, PALI menjadi yang tercepat di provinsi Sumatera Selatan.

"Yang harus kita pahami adalah tingginya angka kemiskinan dan rendahnya IPM merupakan dampak masa lalu sebelum pemekaran," pungkas Bupati. (sn)



PALI,SININEWS.COM - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo akui bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten PALI menjadi yang tercepat dalam menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 17 kabupaten/kota dalam provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan belum lama ini. Menurut Bupati bahwa memang dari data BPS angka kemiskinan di PALI tahun 2015 sebesar 14,88 persen turun menjadi 14,26 persen di tahun 2016.

"Namun tahun 2017 naik kembali menjadi 14,53 persen. Itu akibat dampak adanya PHK pada perusahaan dan turunnya harga karet," ungkap Bupati.

Namun selanjutnya, di tahun 2018 Bupati menyebut bahwa angka kemiskinan berhasil diturunkan kembali menjadi  13,81 persen.

"Angka kemiskinan di PALI saat ini menduduki peringkat ke tujuhbelas yaitu 63,49 persen," tukasnya.

Namun demikian, Bupati menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan dan peningkatan IPM, PALI menjadi yang tercepat di provinsi Sumatera Selatan.

"Yang harus kita pahami adalah tingginya angka kemiskinan dan rendahnya IPM merupakan dampak masa lalu sebelum pemekaran," pungkas Bupati. (sn)
Share:

Makin Kering, Petani Karet Kian Tercekik

PALI,SININEWS.COM - Derita petani karet di Bumi Serepat Serasan kian bertambah akhir-akhir ini, lantaran selain harga getah yang tidak kunjung meningkat diperparah dengan musim kemarau yang dirasa cukup panjang menyebabkan produksi karet jauh menurun yang berimbas semakin berkurangnya penghasilan petani.

Seperti dikeluhkan Piko, petani asal Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahwa dari hari ke hari getah yang keluar semakin sedikit.

"Kalau normal penghasilan kami dalam satu hektar lahan bisa mencapai 100 kilogram, namun akibat kemarau panjang ini paling banyak hanya 45 kilogram dalam satu minggunya," ungkap Piko, Selasa (10/9).

Diakuinya bahwa getah kering dan harga tak kunjung meningkat juga kebutuhan pokok yang harganya jauh tidak sebanding dirasa semakin memperberat beban hidup petani karet.

"Kalau seperti ini lengkap sudah penderitaan kami, hanya pasrah dan berharap hujan cepat turun agar kondisi ini cepat berlalu. Kami juga ingin ada upaya pemerintah untuk memberikan penyuluhan terkait mempertahankan produksi getah ketika kemarau tiba," harapnya.

Sama halnya dikeluhkan Herman, petani karet asal Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi. Menurutnya, harga getah saat ini hanya dikisaran Rp 7.000/kg untuk kualitas mingguan, dan harga tersebut apabila normal memang sudah bisa menutupi kebutuhan hidup petani.

"Namun akibat kering, pastilah penghasilan kami jauh menurun dan jalan satu-satunya harus mencari tambahan lain. Bahkan banyak diantara petani meninggalkan desa untuk merantau ke kota menjadi kuli bangunan untuk bisa menyambung hidup," terangnya.

Sebelumnya Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyarankan untuk mempertahankan produksi getah saat kemarau, petani harus rutin melakukan pemupukan dan perawatan berkala terhadap tanaman karetnya.

"Kalau kemarau pasti produksi getah menurun, itu sudah proses alam tidak bisa kita hindari. Namun agar tidak begitu anjlok produksinya, petani harus merawat tanaman dan rutin memupuk secara berkala," saran Ahmad Jhoni. (sn)
Share:

Jelang Pilkada 2020, Golkar PALI Segera Jaring CaBup dan Wabup

PALI,SININEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal membuka penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berkompetisi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal digelar serentak pada 23 September 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Irwan ST, Ketua DPD Partai Golkar PALI saat dibincangi media ini, Selasa (10/9) di ruang kerjanya.

"Kita bakal membuka peluang lebar bagi seluruh warga Bumi Serepat Serasan yang berminat maju pada Pilkada PALI yang ingin diusung dan didukung partai Golkar," ungkap Irwan ST.

Untuk persyaratan, dikatakan Irwan partai Golkar tidak memberikan syarat khusus.

"Yang penting ada keseriusan untuk mencalonkan diri, serta kita tidak membatasi pendaftar baik itu dari internal partai maupun dari kalangan umum," tukasnya.

Untuk proses penjaringan, diakui Irwan bahwa DPD Golkar PALI hanya menerima pendaftaran, sementara untuk keputusan tatap pada DPD provinsi dan DPP.

"Yang berminat, silahkan persiapkan persyaratan umum, dan apabila ada yang kurang jelas, sekretariat DPD Golkar terbuka untuk menerima konsultasi dari warga yang berminat," tandasnya. (sn)
Share:

Bobol Ruko koko Liem Kim Liem, Alexander diancam hukuman 5 tahun penjara


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Alexander (38) warga Jalan Nusa Rt.03 Rw.02 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih berhasil diamankan Polisi, dirinya diamankan akibat ulahnya membobol ruko milik Liem Kim Lim, senin (9/9/19)

Korban Liem Kim Liem (43) warga Jalan Kopral Toya Rt.06 Rw.04 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Barat Itu melaporkan kejadian pencurian didalamn Ruko miliknya oleh pelaku Alexander

Dalam laporan polisi Lp/B-  12  / III / 2019 / Sumsel / Pbm / Sek Pbm Barat Tanggal Rabu 06 Maret 2019 pelaku pencurian dengan pemberatan berhasil diringkus Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Darwan, SH

Penangkapan pelaku sekitar pukul 15.30 wib yang dibantu tin Opsnal Polsek Rambang Kapak Tengah (RKT) setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku di berada dirumah mertuanya dijalan Talang Jimar Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Timur

Tanpa perlawanan pelaku pembobol ruko ini tak berkutik setelah dikepung polisi dan dilakukan penangkapan akibat ulahnya yang disebuah ruko warga keturunan tiong hoa

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, Sik.MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi membenarkan telah terjadi penangkapan pelaku pembobol ruko

“benar pelaku sudah kita amankan, dan saat ini masih kita mintai keterangan” tegasnya

Akibat perbuatannya pelaku digiring ke Polsek Prabumulih Barat dan diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama lima tahun penjara (sn)

Share:

Disdukcapil PALI Raih TOP 3 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi

PALI,SININEWS.COM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya memboyong penghargaan Top 3 penilaian Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Penghargaan tersebut diterima di Griya Agung kota Palembang, Senin (8/9) dan yang menerima penghargaan Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony didampingi Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI.

Prestasi ini tentu membuktikan bahwa pelayanan pelayanan yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut tidak sia-sia, yang pontang-panting melayani masyarakat dalam hal kepengurusan administrasi kependudukan tanpa kenal waktu.

"Alhamdulillah kita menembus penghargaan Top 3 tingkat provinsi Sumatera Selatan. Ini berkat dukungan semua lapisan masyarakat serta berkat  inovasi pelayanan sagarurung keli salai -(siaga urusan penting kependudukan melalui aplikasi sampai selesai)," ujar Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI, Senin (8/9).

Dengan menyabet penghargaan tersebut, Rismaliza bertekad bakal terus menggenjot pelayanan terhadap masyarakat.

"Penghargaan ini akan memotivasi kita untuk terus meningkatkan pelayanan bukan menurunkan pelayanan. Dan program jemput bola akan kita laksanakan meski sampai pelosok," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Disdukcapil PALI masuk nominasi enam besar inovasi pelayanan publik diketahui saat tim penilai sambangi kantor Disdukcapil PALI, pada Jumat (2/8) lalu di Jalan Merdeka KM 9 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.(sn) 
Share:

PHK Massal, Pekerja PT Felda Datangi Dewan


PALI, SININEWS.COM - Pekerja PT Felda Indo Ruber (FIR) datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mempertanyakan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan getah karet yang beroperasi di wilayah Desa Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Senin (8/9).

Menurut keterangan salah satu pekerja bahwa sampai saat ini pihak perusahaan telah melakukan PHK terhadap 163 pekerja, dan pihak perusahaan saat ini meminta sisa pekerja yang ada dengan jumlah 36 orang untuk menandatangani surat pengunduran diri. 

"Awalnya seluruh pekerja ada 199 orang, dan yang telah di PHK ada 163 pekeja sisanya ada 36 orang. Alasan pihak perusahaan karena kondisi perusahaan sedang pailit. Saat ini, pihak perusahaan meminta 36 pekerja untuk mengundurkan diri serta sekarang ini posisi 36 pekerja itu dicutikan," ungkap Habib Nazar, salah satu pekerja PT FIR. 

Namun diakuinya bahwa disaat pailit dan meminta seluruh pekerja untuk mengundurkan diri, pihak perusahaan malah melakukan renovasi bangunan pabrik. 

"Kami heran kenapa pihak perusahaan masih merenovasi, itulah dasar kami menolak untuk menandatangani surat pengunduran diri karena terindikasi pihak perusahaan menghindari pembayaran pesangon. Dan kami berharap Dewan PALI memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dan pekerja untuk mencari solusi terbaik," pintanya. 

Terpisah, Irwan ST, Ketua Komisi III DPRD PALI yang menerima kedatangan belasan pekerja PT FIR menyatakan secepatnya dewan PALI memanggil pihak perusahaan. 

"Secepatnya kita panggil termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PALI untuk meminta penjelasan terkait PHK masal ini," tandasnya, (sn)
Share:

Hama Wereng Serang Tanaman Padi, Petani Merugi

PALI,SININEWS.COM -  Petani padi di wilayah Bumi Serepat Serasan untuk musim panen tahun 2019 ini terpaksa harus menelan kekecewaan lantaran hasil panennya jauh dari harapan bahkan petani mengaku merugi lantaran padi yang dihasilkan menurun hingga 70 persen.

Kondisi ini diakibatkan lantaran serangan hama wereng coklat yang melanda hampir seluruh tanaman padi petani yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Seperti diutarakan Dodi, petani padi asal Desa Curup Kecamatan Tanah Abang bahwa ladangnya seluas lebih kurang 1/2 hektar biasanya menghasilkan 20 karung gabah, pada musim panen kali ini hanya mendapat tiga karung.

"Lebih separuh tanaman padi kami terserang hama wereng, dan tanaman sisanya tidak bisa tumbuh normal, berakibat hasil panen kami jauh berkurang," keluh Dodi.

Diakuinya bahwa hama wereng coklat menyerang ketika ada hujan terakhir turun.

"Pemerintah memang telah memberikan obat hama itu, namun terlambat, karena pemberian bantuan obat itu setelah tanaman padi kami rusak diserang hama," katanya.

Keluhan sama diutarakan Darma, petani asal Desa Pengabuan Kecamatan Abab. Dia mengharapkan ada penyuluhan terkait penanggulangan hama wereng agar tidak menyerang kembali tanaman padi petani.

"Kami tidak tahu cara mengatasi atau gejala-gejala awal hama wereng coklat menyerang tanaman padi, jadi kami perlu ada penyuluhan pihak terkait. Sebab untuk musim panen tahun ini kami merugi. Jangankan bisa lebih, mengembalikan modal saja tidak bisa lantaran hasil panen menurun hingga 70 persen," ungkapnya.

Sebelumnya, Ahmad Jhoni, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyatakan bahwa pihaknya telah membagikan pestisida pengendali hama wereng coklat. (sn)
Share:

Jambret merajalela, Polres Prabumulih sosialisasi tak pakai benda berharga


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Polres Prabumulih mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kejahatan jalanan seperti jambret. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas agar masyarakat tidak mengenakan barang berharga saat mengendarai sepeda motor.

“Kami terus siaga dalam mengantisipasi segala bentuk kejahatan, khususnya kejahatan jalanan seperti jambret dan begal,” terang Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasubbag Humas Iptu A Yadi, S.H, Sabtu (7/9/2019).

Dari sejumlah kasus yang pernah terjadi, diketahui bahwa pelaku nekat dalam melancarkan aksi kejahatan mereka. Tak segan, mereka merampas tas lengan yang dibawa oleh korban yang rata-rata perempuan, atau mengambil handphone yang diletakan di dashboard motor atau yang sedang dipegang korban.

“Maka dari itu, agar tidak menjadi korban jangan menggunakan barang yang mencolok seperti perhiasan di lengan, tas lengan yang dibawa saat berkendara sepeda motor dan lain sebagainya,” kata Iptu Yadi.

Pihaknya juga melakukan pemasangan spanduk himbau kamtibmas di sejumlah tempat rawan aksi penjambret. Seperti di jalan jenderal Sudirman depan mako Polsek Prabumulih Barat Kota Prabumulih.
Share:

Pencuri Amatir Gagal Bobol Brangkas ATM


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Entah apa yang ada di fikiran para pencuri mesin anjungan tunai mandiri (atm). Pasalanya, saat melakukan aksinya, mereka gagal membobol berangkas meskipun sudah menggunakan alat berat dan las.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Ferwan seorang scurty PT Bumi Sawindo Permai yang berada di Desa Penyandingan. Ferwan saat itu sedang melaksanakan tugas jaganya.

Saat itu, Ferwan yang sedang terridur di pos jaganya mendengar suara pintu pagar yang bergeser seperti akan dibuka. Namun awalnya dia menduga yang membuka adalah sopir yang biasa keluar masuk perusahaan untuk mendaftar surat DO.

Termyata, saat dirinya terbangun dan berdiri melihat ke arah pintu gerbang, matanya silaubkarena ada sinar yang menyilaukan dari dalam bilik ATM milik Bank Mandiri. Dan dirinya menduga ada dua orang yang sedang mencoba membobol dengan mengelas brangkas ATM.

Dikarenakan takut dan panik, melihat lejadian tersebut saksi langsung berlari kearah asra untuk memberitahukan lejadian kepada temannya Ivan dan meminta bantuan kepada karyawan lain yang ada di asrama dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polsek.

Mendapat laporan dari securty PT BSP, perugas kepolisian lamgsung mendatangi lokasi Dan kemudian melakukan dokumentasiserta mengamankan Barang Bukti (BB) dan mengeCek CCTT serta Memasang garis polisi.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono, saat dikonfirmasi Minggu (8/9) membenarkan adanya upaya pemcurian brangkas mesin ATM milik Bank Mandiri di desa penyandingan tepatnya di PT BSP.

“Selain mengamankan TKP, kita juga memeriksa saksi saksi serta melakukan koordinasi dengan satreskrim untuk identifikasi. Tersangka saat ini masih lidik,” pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts