Antisipasi Adanya Permasalahan dalam Pilkada, KPU PALI Lakukan Evaluasi

PALI, SININEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan evaluasi serta menginventarisir permasalahan yang timbul saat proses tahapan Pemilu tahun 2019 yang telah digelar, Kamis (19/9) di Lapangan Sanggar Pramuka Komplek Pertamina Pendopo. 

Hal itu dilakukan KPUD PALI selain sudah menjadi kewajiban penyelenggara Pemilu untuk melakukan evaluasi juga sebagai upaya antisipasi dan meminimalisir terjadinya kembali permasalahan serupa ketika proses tahapan sampai pelaksanaan Pilkada yang sebentar lagi bakal dilaksanakan di Kabupaten PALI. 

Ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah melalui Komisioner KPUD PALI divisi Teknis, Sunario mengatakan, pihaknya sengaja menggelar evaluasi tahapan pemilu Tahun 2019 terkait penghitungan suara juga pemberian penghargaan serta ucapan terimakasih kepada penyelenggaraan Pemilu serta pihak terkait pada Pemili 2019.

Menurut Sunario, sebagai bahan evaluasi, yakni kendala utama kurang Pemahaman Ketua KPPS mengisi formulir C1. 

Sehingga, pengisian jumlah pemilih banyak yang tidak sinkron antara pengguna hak pilih dan pemilih. 

"Namun secara keseluruhan tingkat pemilih di Kabupaten PALI mencapai 83 persen dan melampaui 77 persen pemilih target tingkat nasional," ungkap Sunario.

Dari itu, sebaga upaya antisipasi pihaknya bakal melakukan sosialisasi secara terarah dan terukur, tak hanya kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selama ini, kata Sunario, pihaknya menggelar sosialisasi kepada pihak terkait saja, seperti basis pemilih perempuan, pemilih pemula serta millenial dan beralih ke media sosial. 

"Kedepan, akan kita evaluasi dan sosialisasi dari desa ke desa, sehingga partisipasi pemilih lebih tinggi di Bumi Serapat Serasan," jelasnya. yang tidak sinkron menjadi sorotan utama. 

Ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah melalui Komisioner KPUD PALI Bidang Teknis, Sunario mengatakan, pihaknya sengaja menggelar evaluasi tahapan pemilu Tahun 2019 terkait penghitungan suara dan pemberian penghargaan serta ucapan terimakasih kepada penyelenggaraan Pemilu serta pihak terkait pada Pemili 2019.

Menurut dia, sebagai bahan evaluasi, yakni kendala utama kurang Pemahaman Ketua KPPS mengisi formulir C1. 

Sehingga, pengisian jumlah pemilih banyak yang tidak sinkron antara pengguna hak pilih dan pemilih. 

"Namun secara keseluruhan tingkat pemilih di Kabupaten PALI mencapai 83 persen dan melampau 77 persen pemilih target tingkat nasional," ungkap Sunario, Kamis. 

Dari itu, sebaga upaya antisipasi pihaknya bakal melakukan sosialisasi secara terarah dan terukur, tak hanya kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selama ini, kata Sunario, pihaknya menggelar sosialisasi kepada pihak terkait saja, seperti basis pemilih perempuan, pemilih pemula serta millenial dan beralih ke media sosial. 

"Kedepan, akan kita evaluasi dan sosialisasi dari desa ke desa, sehingga partisipasi pemilih lebih tinggi lagi di Bumi Serapat Serasan," tekadnya
Share:

Dewan PALI Gedor Pemerintah Pusat, Desak DBH Segera Dibayarkan

Jakarta, SININEWS. COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendatangi Komisi VII DPR-RI serta DPD-RI, Kamis (19/9) untuk menyampaikan keluhan kesulitan keuangan daerah yang saat ini Dana Bagi Hasil (DBH) masih banyak yang belum dibayar pemerintah pusat.

"Kami ingin menyampaikan kesulitan yang kami hadapi di Kabupaten PALI, dimana ada kewajiban pemerintah pusat yang belum dipenuhi. Ada tunda bayar yang belum disalurkan ke Kabupaten PALI sebesar Rp 287 Milyar, dan kalau ini ditunda-tunda, maka diproyeksikan DBH untuk PALI di tahun 2020 bakal membengkak sebesar Rp 434 M," ungkap Soemarjono, Ketua DPRD PALI yang pimpin kedatangan seluruh anggota dewan PALI ke DPR-RI.

Ketua DPRD PALI meminta DPR-RI dan DPD-RI untuk membantu mendorong pemerintah pusat agar DBH ke PALI  tidak lagi ditunda-tunda untuk dibayarkan.

Diakui Soemarjono bahwa permasalahan itu pernah disampaikan ke Dirjen Kemenkeu, dari keterangan pihak Kementerian Keuangan bahwa tunda bayar DBH terjadi disemua daerah, serta Kemenkeu berjanji pada tri wulan empat bakal dibayar sebesar Rp 70 M dari Rp 287 M dan katanya sisanya akan diselesaikan pada tahun 2020-2021.

"Tantu hal itu akan mengganggu proyeksi pembangunan di Kabupaten PALI, dimana diketahui bahwa saat ini PALI sangat membutuhkan kucuran dana. Dan kalaupun kebijakan tunda bayar dilakukan kepada seluruh daerah, ya jangan disamakan antara daerah baru seperti PALI dan daerah yang sudah maju," tukas Soemarjono.

Kalaupun saat ini belum berhasil, Soemarjono bertekad bahwa dewan PALI akan terus berupaya meminta pemerintah pusat untuk membayar DBH.

"Meski tidak bisa dibayarkan seluruhnya, ya minimal setengahnya juga tidak apa-apa, jangan cuma Rp 70 M saja yang dibayarkan. Karena saat ini PALI masih terbeban hutang di pihak ketiga, seperti hutang di SMI dan Bank Sumsel lebih  Rp 300 M," jabarnya.

kedatangan rombongan anggota DPRD PALI di Komisi VII DPR-RI diterima Misbah, Kasubag TU Komisi VII dan Eka Wira Buana Tenaga ahli komisi VII DPR-RI, dan saat menyambangi DPD-RI diterima, Hendri Zaenudin, Anggota DPD-RI Provinsi Sumatera Selatan.

"Saya akan surati pimpinan terkait permasalahan yang dihadapi Kabupaten PALI. Dan memang ini perlu didorong karena PALI daerah baru yang sangat memerlukan kucuran dana," janjinya. (sn) 
Share:

Ternyata Pelaku dalam video mesum dengan siswa SMA di Prabumulih, koleksi 625 video Porno

 Foto : Pelaku Feri Tri Juanda (23) penyebar dan pelaku penyebar video asusila

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pelaku Penyebar dan pemeran adegan mesum yang tersebar dibeberapa Whatsapp berhasil diringkus Tim Gurita Polres Prabumulih, pelaku Fery Tri Juanda (23) Warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih, kamis (19/9/19)

Ternyata pelaku merupakan penggemar video porno dengan koleksi album 625 video yang sering ditontonnya, selain memiliki hobi menyimpang pelaku juga sering berjualan HP dimedia sosial

Diketahui pelaku menyebar video tersebut karena kesal korban SA (16) yang masih duduk di SMA Negeri di Prabumulih itu tidak mau diajak bercumbu untuk kedua kalinya

“aku kesal pak dio dak galak aku ajak, terus aku sebar video mesum itu ke kawan-kawan sekolahnya melalui Whatsapp” ucapnya saat diintrogasi Kapolres

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH didampingi AKP Abdul Rahman SH mengatakan, pelaku telah dengan sengaja menyebarluaskan foto dan video porno korban yang tidak lain adalah kekasih pelaku

Akibat kejadian tersebut pelaku diancam dengan pasal berlapis, yaitu pasal 29 Jo pasal 4 ayat (1) undang - undang (UU) nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, dan atau pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Ancaman hukuman diatas enam tahun penjara (sn1)

Share:

Banyak Tokoh PALI Nilai Heri Amalindo - Aka Cholik Darlin Pasangan Ideal

PALI, SININEWS.COM - Niat Aka Cholik Darlin mencalonkan diri maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai calon wakil Bupati mendapat respon positif dari sejumlah tokoh masyarakat di berbagai wilayah Bumi Serepat Serasan.

Dimana sebelumnya dukungan dari sejumlah tokoh Abab dan Lematang mengalir deras agar Aka Cholik maju pada kontestasi pesta demokrasi memilih calon pemimpin Bumi Serepat Serasan, yang membuat Aka Cholik bulat mendatangi PDI-P dan PAN untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Wakil Bupati.

Dan kali ini, Abdullah atau biasa di sapa Bedu, tak lain tokoh Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi yang menilai bahwa Aka Cholik merupakan sosok yang gigih dan tak kenal lelah dalam menyuarakan aspirasi masyarakat baik itu saat Aka Cholik duduk di kursi dewan atau ketika jabatan sebagai anggota DPRD PALI berakhir.

Bahkan Bedu menginginkan Aka Cholik bisa mendampingi Heri Amalindo untuk maju pada Pilkada PALI 2020 mendatang, karena Bedu berpendapat bahwa Heri - AK bisa saling melengkapi antara senior yang berpengalaman dan muda fropesional.

"Jika ini terwujud PALI akan cepat maju demi mensejahterakan masyarakat dan religius dengan gelora milenial," ujar Bedu, Kamis (19/9).

Sementara Taufik Effendi, tokoh Betung Abab menyebut bahwa pasangan Heri -AK adalah pasangan yang diidolakan rakyat PALI.

"Kami siap jadi garda terdepan untuk menghantarkan pasangan Heri-AK menjadi Bupati dan wakil Bupati PALI. Sebab kami nilai, pasangan tersebut sangat serasi," katanya.

Dukungan Aka Cholik maju pada Pilkada PALI juga digelorakan Ibnu Hajar tokoh masyarakat Gunung Ayu Penukal.

 "Heri - Aka pasangan yang mewakili  rakyat PALI nian, Heri Amalindo mewakili putra Penukal Abab sedangkan Aka Cholik mewakili Lematang," ucapnya.

Terpisah, pemuka agama sekaligus pimpinan pondok pesantren Mambaul Hikam, Desa Prambatan Abab, Kiyai Merlin Susri MPdI juga ketua PCNU PALI menyebut bahwa Heri - AK pasangan yang religius mewakili Umat.

"Kami dukung beliau (Aka Cholik) untuk bersanding dengan Heri Amalindo. Sebab beliau bisa mewakili masyarakat mewujudkan PALI religius," tandasnya.

Dari kalangan masyarakat umum juga menyampaikannya dukungannya kepada Aka Cholik dan menginginkan agar bisa berpasangan dengan Heri Amalindo.

"Sosok yang cocok jadi Wakil Bupati PALI mendampingi pak Bupati Heri Amalindo adalah Aka Cholik. Pasangan Heri - Aka pasti bisa saling melengkapi dan kami yakin PALI bisa Cemerlang dibawah kepemimpinan Heri - AK," kata Sumindar, mantan Kades Raja Kecamatan Tanah Abang. (sn)
Share:

Sempat Panik, Siswa SMU 2 Diganggu Asap


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Ratusan siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 2 Muara Enim, sempat panik dengan banyaknya asap yang masuk ke dalam ruang kelas yang mengganggu pernafasan dan mengganggu proses belajar mengajar.

Merasa terganggu dan panik, salah satu guru pengajar di SMU N 2 Rini, langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muara Enim untuk segera mengambil tindakan antisipasi agar tidak membahayakan siswa.

Menurut Rini, Rabu (18/9) sekitar pukul 12.00 wib asap sudah banyak, dan mengganggu. “Semapat menyurih petugas sekolah untuk mengecek lokasi api. Dan dikatakan masih jauh dari lokasi. Namun untuk antisipasi jadi kami langsung menghubungi PBK,” ujar Rini.

Dijelaskannya, memang pihak sekolah belum memberi imbauan resmi kepada siswa untuk menggunakan masker. “Namun ada beberapa siswa yang sudah berinisiatif untuk membawa masker,” terangnya lagi.

Sementara itu, Petugas dari PBK Kabupaten Muara Enim yang mendapat telpon dari pihak sekolah langsung meluncur untuk memastikan dan mengantisipasi kebakaran yang terjadi.

Edi Ramlan salah satu staf PBK mengatakan, mendapat informasi dari pihak sekolah, timnya langsung bergegas menuju lokasi api. “Sesaui SOP kita, anggota harus siap dalam waktu paling lama 15 menit. Kita langsung bergerak,” twrangnya.

Sesampai di lokasi, lanjutnya, anggota yang menggunakan kendaraan roda dua langsung mengecek lokasi api untuk memastikan lingkungan dan besarnya api.

“Tadi anggota kita sudah mengecek ke lapangan. Ternyata api tidak terlalu besar dan masih jauh dari pemukiman. Serta dari titik api ke pumukiman terpisah jalan. Jadi kita antisipasi penyebaran api. Dan ini sifatnya lahan biasa, bukan gambut,”terangnya.

Saat ini, lanjutnya, kita menyiramkan air ke belakang SMU karena kita mengantisipasi api merambat ke arah sekolah dan menimbulkan api agar tidak membuat asap semakin banyak.

Karena api yang dianggap tidak terlalu besar dan api sudah bisa ditangani, pihak PBK Muara Enim hanya menurunkan satu unit kendaraan pemadam untuk menyiram sekitar titik api termasuk dibelakang SMU.(sn/me)
Share:

Lawan Petugas Dengan Sajam, Bandar Sabu Tewas ditembus Peluru


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Melawan anggota kepolisian dengan mengayunkan senjata tajam saat akan ditangkap, Ismail (43) laki laki warga Desa Talang Nangka yang diduga bandar sabu ini, tewas tertembus timah panas petugas.

Peristiwa ini berawal, Selasa (17/9) berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa di Kebun Karet Dusun Talang Nangka ada sebuah pondok dalam kebun karet, sering dijadikan oleh tersangka untuk berkumpul serta transaksi narkotika.

Dari informasi tersebut, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim langsung melakukan penyelidikan. Dan sekira pukul 20.00 wib, anggota mengetahui posisi pondok tersebut dan langsung melakukan penggerebekan disekitaran pondok.

Sayangnya, sewaktu tersangka akan ditangkap oleh anggota Sat Res Rarkoba, tersangka sempat melakukan perlawanan dengan mencabut sebilah pisau dari pinggang dan mengayunkan pisau tersebut kepada anggota yang akan melakukan penangkapan. 

Setelah sempat melawan, kemudian tersangka melarikan diri ke dalam hutan. Selanjutnya Anggota yangbtidak mau melepaskan buruannya langsung melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan. 

Dan lagi lagi, pelaku pada saat akan diamankan kembali mengayunkan pisau dan hampir melukai anggota, sehingga anggota Sat Res Narkoba melakukan tindakan kepolisian secara tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan kearah pelaku untuk melumpuhkan dan menghentikan pelaku. 

Selanjutnya usai terkena tembakan, petugas langsung melakukan penggeledahan pada tubuh tersangka. Dan saat dilakukan penggeledahan pada badannya ditemukanlah barang bukti berupa 6 paket diduga narkotika jenis shabu, 1 paket diduga narkotika jenis shabu, 1 bal plastik klip bening, 1 unit timbangan digital, 1 bilah Pisau,1 Pucuk Senjata Api Rakitan.

Semua barang bukti tersebut, ditemukan petugas pada Saku Celana tersangka dan Senjata Api Rakitan ditemukan pada pinggang tersangka serta Satu bilah pisau yang masih dalam genggaman tersangka. 

Selanjutnya, tersangka yang sudah terluka dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara sudah dalam keadaan kritis dan sesampainya di Rumah Sakit Bhayangkara pada pukul 00.00 wib sudah dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya anggota Satuan Reserse Narkoba mengamankan BB yang ditemukan dan dibawa ke Satuan Reserse narkoba untuk di proses lebih lanjut. Dan terhadap tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan Visum Luar dan Dalam.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono didampingi Kasatres Narkoba, AKP I Putu Suryawan, dalam keterangan resminya membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka Ismail warga Dusun I Desa Talang Nangka, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.

“Saat ini barang bukti sudah kita amankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum,” pungkasnya. (sn/me)
Share:

Plt Bupati Muara Enim Panen Raya Dan Tanam Perdana Padi Rawa di Muara Belida


MUARA ENIM, SININ - Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH bersama Gubenur Sumsel, Kapolda Sumsel, dan Kasdam II Srwijaya melakukan Panen Raya dan Tanam Padi Perdana IP 200 seluas 2 ribu hektar di Desa Arisan Musi Timur Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/9) sekitar pukul 09.00 wib.

Dikatakan H Juarsah SH, Pada Tahun 2018, produksi padi Kabupaten Muara Enim sebesar, 173.900,07 ton gabah kering panen, dengan luas panen seluas 38,406 hektar dan produktivitas padi sebesar 45,28 kwintal/ hektar.

Tahun 2019 target produksi padi Kabupaten Muara Enim sebesar 186.061 ton gabah kering panen, dengan sasaran luas panen 39.577 hektar dan produktivitas rata-rata 47,01 kwintal/hektar.

Oleh karena itu, Juarsah mengajak kepada seluruh petani  untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas padi di Tahun 2019 ini. Sehingga diharapkan target produksi padi Kabupaten Muara Enim akan dapat tercapai.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi diantaranya peningkatkan indeks pertanaman (IP) dari semula 100 menjadi IP 200.
Intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian. Penggunaan benih padi unggul inbrida seluas 4 ribu hektar.

Pada Tahun 2019, Pemkab Muara Enim melalui dana APBN melaksanakan, pengembangan padi rawa melalui kegiatan SERASI (Selamatkan rawa sejahterakan petani) seluas 2 ribu hektar di Kecamatan Muara Belida dan Sungai Rotan.

Sedangkan untuk program melalui dana APBD Muara Enim, pembangunan jalan usaha tani, rehab jaringan irigasi, dan pengadaan alat mesin pertanian.

Menurut Juarsah, semua program pembangunan pertanian tersebut adalah upaya peningkatan kesejahteraan dan pendapatan petani Kabupaten Muara Enim.

"Saya bangga dengan masyarakat Desa Arisan Musi Timur dan sekitarnya terutama Gabungan Kelompok Tani Usaha Jaya yang sudah berperan aktif menjafi motivator dan pro aktif dalam memajukan pertanian,"ungkap Juarsah.

Ditambahkan Kades Arisan Musi Timur, Imran Hadi dia memyampaikan apresiasinya atas kehadiran Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kapolda Sumsel, dan Kasdam II Sriwijaya dalam kegiatan panen raya padi sawah di  Desa Arisan Musi Timur Kecamatan Muara Belida. Dikatakannya, 90 persen masyarakatnya adalah petani dan nelayan.

Dia berharap, kedepan, produksi padi di Desa Arisan Musi Timur semakin meningkat dari tahun sebelumnya.(sn/me)
Share:

Ancam Sebar Video Bugil, Pelajar Ini Pasrah Digauli Teman Facebook

PRABUMULIH, SININEWS.COM-Termakan rayuan gombal, siswi di SMA yang belakangan dihebohkan dengan video ‘panas’ beredar di lingkungan sekolah kota Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel) ini menjadi korban pencabulan dilakukan pacarnya sendiri.

Rayuan itu membuat siswi berinisial S ini harus merelakan tubuhnya disetubuhi pria berinisial F yang diketahui baru satu bulan dikenal oleh korban tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2019 lalu, melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Selain rayuan gombal, korban semakin tak berdaya setelah keduanya sering melakukan video call. Sang siswi pun menunjukkan bagian dadanya ketika melakukan video call dengan sang pacar F. Tanpa sepengetahuan korban, ternyata hal itu direkam diam-diam oleh pelaku.

Berdasarkan keterangan dari korban F saat dibincangi di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Prabumulih tadi siang, Rabu (18/9/2019). Dengan bekal video bugil siswi itu, sang pacar mulai mengajak korban untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri di sebuah tempat kost berlokasi di Kawasan Pasar Prabumulih.

Ajakan tersebut sempat ditolak oleh korban, namun di bawah ancaman akan menyebar video bila tak menuruti nafsu syahwatnya, pria ini tetap memaksa mengajak korban bertemu untuk melakukan hubungan intim.

Tanpa berpikir panjang korban pun kemudian mengiyakan ajakan sang pacar dan pergi ke kosan tersebut. Sesampainya disana, pria bejat ini mengajak korban untuk masuk ke dalam kamar.

Lelaki bejat ini terus merayu korban dengan kata-kata manis dan sayang. Hingga akhirnya, siswi SMA itu merelakan tubuhnya disetubuhi pria yang diketahui warga di wilayah Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur ini.

Dimana menurut korban saat didampingi petugas PPA Polres Prabumulih itu, jika berhubungan badan keduanya di tempat itu sempat direkam video dengan durasi 41 detik.

Korban juga mengaku jika perbuatan dilakukan sang pacar itu hanya satu kali di kosan tersebut.

“Awalnya kenal dengan dia (sang pacar F, red) lewat chat di WA (WhatsApp) lalu dari situ kami saling kenal dan dekat. Dia sampai menyebarkan video itu karena saya minta putus dan dia tidak mau, sehingga akhirnya video itu disebarkan ke teman-teman saya di sekolah sampai akhirnya guru tahu,” ungkapnya.
Share:

Mohon minta Hujan. Ratusan Personil Polres Prabumulih Kembali Gelar Sholat Istisqo


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kemarau panjang yang saat ini dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat sangat berdampak buruk bagi kesehatan, kebakaran yang menjadi salah satu dampak dari kekeringan

Untuk itu pihak Pemerintah telah menerbitkan beberapa peraturan yang tidak memperbolehkan warga membakar kebun disaat hari kemarau

Tak hanya itu, pihak kepolisian Polres Prabumulih juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dalam tradisi peremajaan kebun karet dan lainnya

Polres Prabumulih juga kembali melakukan solat meminta hujan (Istisqo) dihalaman Polres Prabumulih yang dibuka langsung oleh Kompol Muhammad, SE Kabag Ren Polres Prabumulih, rabu (18/9/19) pagi sekira pukul 08.00 Wib

Dalam rangkaian solat Istisqo itu para personil Polres Prabumulih berdoa agar sang pencipta memberikan hujan yang saat ini dibutuhkan banyak warga

Ustad Riduan yang turut mengisi acara dengan siraman ceramah agama menambah khidmatnya acara tersebut

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakapolres AKP Harry Barata, para ASN Polres Prabumulih beserta jajaran (sn1)

Share:

Penemuan mayat di Patih Galung, Pihak Rumah Sakit Kesulitan identifikasi korban

Foto : Petugas Medis Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih saat melakukan pengecekan mayat yang tinggal tulang

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Penemuan sesosok mayat gemparkan warga Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, mayat manusia yang kini tinggal tulang itu ditemukan warga di kebun buah naga milik Kamirul, rabu (18/9/19)

Kejadian yang menghebohkan warga itu berawal ditemukan oleh Awang (34) seorang penjaga kebun saat hendak membersihkan kebun yang terkejut melihat potongan kepala manusia yang tergelatak diatas tumpukan jerami kering

Mengetahui kejadian tersebut Awang langsung melaporkan ke RT setempat untuk selanjutnya ditangani oleh pihak kepolisian

Usai kejadian penemuan mayat itu, Ketua RT dibantu warga kembali menemukan tubuh manusia yang tak jauh dari potongan kepala yang sudah menjadi tengkorak

Dr. Dwi saat dibincangi di ruang mayat RS.Umum Daerah Kota Prabumulih untuk saat ini pihaknya belum bisa mengetahui indentitas dan penyebab korban karena kondisi mayat sudah tinggal tulang

"Kita tidak bisa mengetahui lebih jauh tentang mayat ini karena hanya tim forensik yang bisa mengidentifikasinya" ucapnya

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi membenarkan telah ada laporan warga yang menemukan tengkorak mayat

Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian sudah mengevakuasi mayat kerumah sakit dan hingga kini belum diketahui jenis kelamin dan penyebab kematian korban (sn1).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts