Ketua KPUD PALI Berubah

PALI,SININEWS.COM - Mulai Kamis (26/9/2019) tambuk pimpinan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berganti dari semula di jabat oleh Fikri Ardiansyah kini dijabat Sunario SE.

Penyerahan Surat Keputusan Nomor 1366/SDM.13-Kpt/05/KPU/IX/2019 Tentang Penetapan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan Periode 2019-2024 Kepada Sunario S.E sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir disaksikan langsung komisioner KPUD PALI dan KPU provinsi Sumatera Selatan.

"Ya hari ini serah terima jabatan di Palembang," kata Sunario saat dihubungi media ini. (sn)
Share:

Meski Telah di Guyur Hujan, Api Masih Ada di Lahan Kawasan PT GBS

PALI,SININEWS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali berjibaku melakukan pemadaman titik api di lahan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Golden Blossom Sumatera  (GBS) yang muncul kembali meski telah diguyur hujan dua hari terakhir ini.

"Hari ini pembasahan di lahan plasma yang kosong milik PT GBS," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, Kamis (26/9).

Sebab meski titik api kecil, tetapi Junaidi khawatir apabila dibiarkan akan kembali membesar.

"Lokasi merupakan lahan gambut, dan api harus kita padamkan dan tuntaskan  sampai dasarnya, walaupun titik api tidak terdeteksi di aplikasi Lapan, namun tetap kita pantau dan berupaya agar bencana kebakaran lahan dan asap bisa benar-benar berakhir," tandasnya. (sn)
Share:

Dilarang Membawa Handphone Saat Nyoblos


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Salah satu aturan yang dibuat oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Tanjung Srian adalah, pemilih dilarang membawa telepon genggam ke bilik pencoblosan saat menggunakan hak suaranya. Aturan ini disepakati oleh panitia, para cakades dan warga.

“Kita tidak ingin nantinya terjdi hal hal tang tidak diinginkan, seperti publikasi hasil pemilihan. Kita takutkan akan menjadi polemik nantinya. Dan juga itu kami anggap hal tang kurang pantas bila mengambil gambar siapa dan apa yang dilakukannya di dalam bilik,” ujar Muhammad Riswan selaku Ketua Panitia Pemilihan Cakades Tanjung Srian, Kamis (26/9).

Selain dilarang membawa telepon genggam, pemilih juga tidak diperbolehkan membawa rokok yang menyala saat menunggu giliran ataupun saat menggunakan hak pilihnya saat di bilik.

“Total mata pilih di Desa Tanjung Serian adalah 1300. Ini terbagi di dua TPS yakni di TPS 1 ada 652 mata pilih sedangkan di TPS 2 ada 648 mata pilih dengan jumalah Cakades tiga orang. Waktu pemilihan kami batasi hingga pukul 13.00 wib. Setepah itu langsung masuk ke masa penghitungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, Hasanudin saat melakukan peninjauan dan monitoring ke Desa yang melaksanakan Polkades mengharapkan pelaksanaan bisa berjalan pancar tanpa terkendala.

“Kita harapkan dari seluruh desa yang melaksanakan pilkades ini yakni 102 desa yang ada di Muara Enim semua berjalan lancar dan aman tanpa terkendala hal hal yang berarti. Dan ini juga sebagai pembelajaran demokrasi bagi masyarakat,” ujarnya diwawancarai disela meninjau pelaksanaan di Desa Tanjung Serian.

Selain itu, lanjutnya lagi, dirinya yakin bahwa nanti tidak adanya ketegangan antara pendukung dan cakades. “Kita yakin itu karena masyarakat kita saat ini sudah paham dan mengerti akan konsekwensi dalam pelaksanaan pemilihan. Dan yang terpenting itu adalah kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” tukasnya.

Selain melakukan peninjauan di Desa Tanjung Serian, Sekda juga melaksanakan monitoring ke Desa lainnya seperti, Muara Gula, Ujan Mas Baru dan desa desa lainnya.

Selain Sekertaris Daerah, Plt Bupati H Juarsah yang juga menggunakan hal suaranya di salah satu desa di Kecamatan Semendo juga melakukan peninjauan ke beberapa desa yang juga melaksanakan Pilkades serentak.
Share:

Jembatan Tidak Bisa Dilalui, Siwa Dan Warga Berdayakan Ketek


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Akibat angin kencang yang menghantam jembatan gantung di desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang pada, Rabu (25/9) sore kemarin membuat akses tiga dusun terputus dan memaksa warga sementara ini harus melalui jalur air.

Pada peristiwa itu, dalah satu sisi kawat penahan jembatan putus akibat dihantam angin dan tidak kuat menahan bobot jembatan sepanjang kurang pebih 250 meter dengan lebar 1,5 meter. Selain angin tang kencang, kondisi jembatan yang dibangun sejak tahun 1992 ini juga sudah mengalami korosi. 

Dari pantauan dilapangan, Kamis (26/9) pusat desa yang berada di salah satu sisi jembatan yang saat ini juga menjadi lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 sampai 3 pemilihan Kades harus melalui jalur air menggunakan 5 unit ketek yang sudah di sediakan oleh Desa.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, Hasanudin yang sempat mengunjungi lokasi mengatakan, prihatin akan kejadian yang dialami warga Desa Lubuk Mumpo. Pihak pemerintah Kabupaten akan segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.

“Sebelumnya memang Pemkab sudah menganggarkan di ABT biaya rehab jembatan tersebut, namun kenyataannya malah terjadi hal ini. Dan kemungkinan biaya yang kemarin dianggarkan akan kurang melihat kondisinya. Jadi nanti akan kita usahakan masuk dalam dana tak terduga akibat bencana agar jembatan bida segera diperbaiki dan bisa dilalui warga,” ujar Sekda.

Sekda mengapresiasi apa yang dilakukan pihak desa dengan menyediakan ketek untuk transportasi sementara agar pelaksaanaan Pilkades dan lalu lintas warga tetap lancar dengan menggratiskan penggunaan ketek.

“Tapi nanti kita kembalikan kedesa apakah akan terus digratiskan atau nantinya ada biaya angkut untuk warga yang menggunakan ketek. Karena ketek ketek tersebut milik warga dan ada biaya minyak yang harus dikeluarkan untuk mengoprasikannya,” ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan itu juga, salah satu anggota DPRD Muaa Enim yang kembali terpilih Indra Gani mengatakan, pihaknya berharap agar Pemkab bisa menganggarkan dana yang lebih besar agar jembatan bisa segera dilalui dan bisa benar benar nyaman dan aman digunakan warga.

“Memang sudah dianggarkan di ABT. Tapi dengan dana yang dianggarkan tersebut hanya cukup untuk tehab saja. Namun kondisinya saat ini berbeda melihat kondisi jembatan yang sudah tidak layak lagi,” ujarn Indra.

Indra juga mengatakan, memang ada permintaan dari warga agar nantinya bulan lagi jembatan gantung yang mereka terima tapi jembatan permanen. “Itu sudah saya bicarakan juga dengan pihak desa. Kenyataannya, di dusun seberang saat ini terkendala area yang tidak terlalu luas untuk kendaraan roda empat,” tukasnya.

Salah satu perangkat desa Lubuk Mumpoh Erwansyah mengatakan, saat ini ketek yang digunakan warga masih gratis karena disiapkan oleh pihak desa agar pelaksanaan Pilkades dan lalu lintas warga terbantu.

“Untuk nantinya akan tetap gratis atau ada biaya masih akan dirapatkan oleh perangkat desa serta perwakilan warga bagaimana baiknya. Karena kita tidak mungkin meminta secara cuma cuma kepada warga untuk kedepannya nanti agar terus mengantar. Karena kita tidak tau berapa lama kembatan kembali bisa dilalui,” tukasnya.

Salah satu warga Dusun 3 Desa Lubuk Mumpoh, Sulhadi (44) berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan segera memperbaiki jembatan yang sangat dibutuhkan warga untuk lalu lintas antar dusun.

“Kita harapkan bisa segera diperbaiki. Bila perlu dibangun yang permanen agar warga bisa mengangkut hasil bumi. Kalau kami harus melalui jalur lain untuk menuju ke dusun seberang harus memutar jalan sejauh kurang lebih tiga kilometer,” pungkasnya.

Perlu diketahui, jembatan yang dibangun pada tahun 1992 ini sebelumnya juga pernah mengalami korosi dan sudah diperbaiki pada tahun 2013 yang lalu. Namun karena kondisi cuaca akhirnya jembatan kembali mengalami korosi dan akhirnya rusak ditiup angin kencang.

Perlu juga diingatkan, pada pelaksanaan Pilkades di Desa Lubuk Mumpoh ada 1894 mata pilih yang menggunakan hak suaranya pada pelaksanaan Pilkades hari ini. Dari pantauan pelaksanaan tetap berjalan karena warga menggunakan ketek yang sudah disiapkan pihak desa.
Share:

Bakal Cawabup PALI Buka Lomba Pantun Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Simak Caranya

PALI,SININEWS.COM - Kandidat bakal calon Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Aka Cholik Darlin membuka lomba pantun dengan hadiah puluhan juta rupiah.

Lomba pantun tersebut disebut Bakal Cawabup PALI asal Lematang itu bertujuan merangsang masyarakat untuk menciptakan pantun dengan tema tentang pembangun serta sosok Heri Amalindo dan Aka Cholik, tetapi dilarang ada unsur sara, menyudutkan orang lain dan provokasi.

Pembukaan lomba pantun tersebut mulai tanggal 1 Oktober 2019 sampai dengan 1 Januari 2020 dengan total hadiah Rp 10 juta.

"Nah! Dulur-dulur ku yang bobi pantun, mulai karanglah kata-kata yang dirangkai menjadi pantun," ucap Aka Cholik, Kamis (26/9).

Caranya dijelaskan Aka Cholik, buat pantun kemudian kirim ke group facebook Heri - AK dan diding facebook relawan bela Aca Cholik.

"Yang di nilai adalah terbanyak mengirim pantun, terlucu dan terbaik serta mendapat like terbanyak. Tema pokok adalah tentang pembangunan PALI serta tentang Heri Amalindo dan Aka Cholik," terangnya. (sn)
Share:

Asik Bermain Judi, Piran dan Ledi Diciduk Polisi

PALI,SININEWS.COM - Piran (36) dan Ledi (53) warga Suka Maju Kecamatan Talang Ubi dan warga Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara diciduk jajaran Reskrim Polsek Tanah Abang lantaran kedapatan tengah asik bermain judi jenis dadu guncang di wilayah Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Rabu (25/9) sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibat perbuatannya  kedua pelaku ini terjerat pasal 303 KUHP tentang perjudian.

"Berawal dari Informasi dari masyarakat bahwa  ada perjudian jenis dadu guncang di Wilkum kita, mendapat info itu kami langsung memerintahkan Kanit Reskrim beserta anggota polsek Tanah Abang untuk melakukan penggerebekan," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni, Kamis (26/9).

Saat di lakukan penggerebekan diakui Sofyan memang benar adanya perjudian itu dan anggota Polsek Tanah Abang langsung melakukan penangkapan. Tersangka tidak melakukan perlawanan dan di dapati 2 (dua) tersangka yang memainkan dadu guncang tersebut setelah itu tersangka langsung di amankan ke Polsek Tanah Abang untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Adapun barang bukti yang di amankan, alat Judi Dadu Guncang 1(satu) set, 3 (tiga) buah tiang Lilin, 1(satu) kotak Lilin
juga uang tunai sebanyak Rp.285.000 (dua ratus delapan puluh lima ribu rupiah)," tandas Sofyan. (sn)
Share:

Surprise! Rara LIDA Kunjungi SMA 1 Prabumulih..

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Tiyara Ramadhani atau kerap disapa Rara LIDA sambangi sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 Prabumulih, Rabu (25/9) pagi sekitar pukul 09.00 wib. 

Ditemani sang Bunda, Tapyati dan kerabatnya, Dini Yuharlen, Rara LIDA mengambil ijazah, serta melakukan cap tiga jari pasca kelulusan sekolah beberapa waktu lalu. 

Kedatangan Rara LIDA tentunya membuat heboh para siswa di sekolah. Tak terkecuali para guru yang tengah melakukan rapat diruang Kepala Sekolah. 

Kehadiran Rara LIDA itu disambut senyum bahagia para guru yang seakan tak percaya Rara LIDA hadir ditengah-tengah mereka. 

Satu persatu para guru mendapat salaman, ciuman serta pelukan hangat dari putri kebanggaan Kota Prabumulih tersebut. 

Tak hanya itu, para gurupun menyempatkan diri untuk meminta foto bersama Rara. Dengan sabar, dara cantik inipun melayani permintaan orang-orang yang telah mendidiknya selama 3 tahun terakhir. 

"Hari ini alhamdulillah rara bisa pulang ke Prabumulih, bisa pergike SMA 1 prabumulih untuk cap 3 jari, ambil ijazah dan SKHU sambil bertemu guru-guru," Ujar Rara LIDA saat dibincangi sininews.com seusai melakukan cap tiga jari. 

Rara LIDA mengaku sangat senang bisa kembali ke sekolah dan bertemu para guru disekolah tersebut. "Senang banget bisa kesini lagi ketemu sama guru-guru terus juga salim-salim sama guru-guru," ungkapnya. 

Rara LIDA berharap SMAN 1 Prabumulih dapat terus menelurkan generasi-generasi unggul. Generasi-generasi penerus bangsa yang berprestasi. 

"Karena SMA 1 selalu menciptakan generasi unggul. Semoga SMA 1 lebih baik lagi, maju lagi, bisa menciptakan generasi penerus bangsa milenial yang lebih berprestasi lagi," terangnya.(SN)
Share:

Pentingnya Peran Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan



MUARA ENIM, SININEWS.COM - Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkesetaraan gender yang dilakukan sejak lama. Baik itu oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan organisasi masyarakat.

Salah satu yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim adalah dengan melaksanakan Paparan akhir penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengarustamaan Gender (PUG) di Hotel Griya Serasan, Rabu (25/9). 

Plt Bupati Muara Enim H Juarsah yang dalam hal ini diwakilkan oleh Assisten II Alparizal dalam sambutanya mengatakan, ini salah satu upaya mempercepat pencapaian tujuan pembangunan adalah mensejahterakan masyarakat baik laki laki maupun perempuan.

“Maka sejak tahun 2000 telah diterbitkan Inpres nomor 9 tahun 2000 tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional. Dan sejak saat itu upaya untuk mengintegrasikan aspirasi dan kebutuhan laki laki dan perempuan dalam proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi terus dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya lagi, berbagai upaya telah dan sedang dilalukan pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam membangun kesadaran gender dikalangan aparat pemerintah dan swasta yang salah satunya dengan kegiatan yang dilakukan hari ini. 

“Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini dapat membuka wawasan kita semua untuk lebih memahami arti dan pentingnya kesetaraan gender, sehingga percepatan kesetaraan dan keadilan gender di Muara Enim dapat tercapai,” terangnya.

Dengan demikian, lanjutnya lagi, diharapkan kedepan kualitas dan peran perempuan dalam pembangunan semakin meningkat untuk terwujudnya Kabuoaten Muara Enim yang merakyat, berdaya saing, mandiri, agamis dan Sejahteta.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Muara Enim, Herman mengatakan, peserta merupakan OPD yang menangani masalah perencanaan. Kegiatan ini sudah diawali pada bulan lalu. “saat ini kita fokuskan dengan perencanaan. Dan diharapkan tidak hanya di tingkat Kabupaten namun samapi ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, nara sumber yang dihadirkan adalah dari yayasan lembaga pengkajian dan pengembangan sumber daya pembangunan Semarang. Sementara peserta sendiri adalah seluruh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Muara Enim.
Share:

2,5 Persen Gaji Anggota TNI Biayai Pembangunan Rumah Angkasa


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Dari 2,5 persen gaji yang disisihkan oleh anggota TNI Yonif 141 AYJP yang dikelola oleh Baznas Muara Enim akhirnya bisa digunakan untuk membangun rumah salah satu kaum dhuafa yakni bapak Angkasa, warga Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, yang selama ini tinggal di gubuk yang menumpang di tanah warga.

Dikatakan Kepala Baznas Muara Enim, Syachril, bapak Angkasa dinilai layak menerima bantuan berupa bedah rumah bagi kaum dhuafa di wilayah Muara Enim karena unsur unsurnya memenuhi dan juga diusulkan oleh pihak dari kelurahan.

“Beliau ini tinggal sebatang kara setelah ditinggal wafat oleh almarhumah ibunya beberapa waktu yang lalu. Selain itu, mereka tinggal digubuk yang berada di salah satu tanah warga yang saat ini sudah dijual oleh pemiliknya. Jadi kami berikan bantuan ini kepadanya,” terang Syachril, yang diwawancarai usai pelaksanaan peletakan batu pertama bedah rumah, Rabu (25/9).

Dijelaskannya juga, dana yang digunakan merupakan zakat dari anggota Yonif 141 yang dipercakan kepada Baznas untuk mengelolanya. “Salah satunya kami salurkan untuk bedah rumah yang kita laksanakn hari ini,” tambahnya.

Pelaksanaan bedah rumah sudah dilaksanakan oleh Baznas sejak tahun 2017 dengan jumlah rumah yang sudah mendapatkan bantuan sebanyak 27 unit rumah. “Untuk tahun 2019, ini merupakan rumah yang ke 7 yang kita renofasi dan bangun,” terangnya.

Untuk dana yang dihabiskan guna pembangunan rumah ini adalah sebesar Rp 25 juta. Sedangkan lokasi pembangunan rumah merupakan tanah hibah yang diberikan oleh Bapak Muhadi seluas 4x6 meter kepada bapak Angkasa.

Sementaa itu, Mayor Infantri Ridwan Efendi dari Yonif 141 mengatakan berterima kasih kepada Baznas telah mengelola dan menyalurkan zakat dari anggotanya tepat sasaran sehingga apa yang mereka lakukan tidak akan sia sia.

“Karena kita tidak memiliki tim khusus untuk mencari dan mendaa siapa yang layak mendapatakan, maka kami menyerahkan semuanya kepada Baznas untuk mengelola zakat yang telah kami himpun tiap bulannya. Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa benar benar berguna dan bermanfaat,” tukasnya.

Selain melaksanakan peletakan batu pertama, pada kesempatan itu juga, anggota Yonif 141 bahu membahu melakukan pembongkaran terhadap rumah lama milik Bapak Angkasa yamg berad tidak jauh dari lokasi rumah barunya.

Selain itu, ini juga merupakan program Muara Enim Sejahtera yang mana bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dengan melaksnakan bedah rumah dan juga bantuan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara, Bapak Angkasa sang penerima bantuan merasakan rasa senang yang luar biasa. Pria yang sehari harinya sebagai penjaga kebun ini berterima kasih atas apa yang sudah diberikan kepada dirinya yang sebatang kara ini.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sejak ditinggal ibu dan istri meninggal dunia, saya tinggal sebatang kara dengan mengambil upahan menunggu kebun dan diperbolehlan tinggal di pondok yang ada di kebun,” tukasnya.
Share:

PNS Pemkab Muaraenim Harus Paham Sistem Informasi Geografis


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk Peningkatan Kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kabupaten Muaraenim dibidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Dinas PUPR Muaraenim menggelar kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Kabupaten Muaraenim Tahun 2019, bekerjasama dengan Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang, di Hotel Sintesa Muaraenim, Rabu (25/9).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Staf Ahli Ir H Febriansyah, dan dihadiri oleh pejabat Muspida dan Muspika Muaraenim dan para peserta dari perwakilan OPD terkait dan Pemerintah Kecamatan dalam Kabupaten Muaraenim. Untuk Narasumber dari Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang yakni Kepala Prodi PWK Fakultas Teknik Hendry Natanael Gumano ST. M.PWK, Kepala Prodi Survey dan Pemetaan Fakultas Teknik Firgus Ari Sondang, St, M.Eng dan Dosen Tetap Prodi Survey dan Pemetaan Fakultas Teknik Alpeus Manihuruk, S.Si, M.Sc.

"PNS terutama yang terkait SIG harus bisa dan paham," ujar Febriansyah.
Menurut Febri panggilan akrabnya, tujuan dari kegiatan pelatihan SIG adalah memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan terhadap konsep dan proses pengolahan data spasial. Mampu menyampaikan infomasi geograiis yang berkualitas yang diharapkan dapat membantu dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap rencana tata ruang guna mewujudkan penyelenggaraan penataan ruang yang lebih baik. 

Dikatakan Febri, Sistem Informasi Geografis (SIG) atau biasa disebut Geographic Information System (GIS) merupakan ilmu yang mempelajari tentang pemrosesan data spasial atau permukaan bumi dengan mengintegrasikan berbagai hardware dan software sehingga menghasilkan analisis keruangan yang komprehensif yang selalu berkembang seiringan dengan semakin majunya teknologi. Hal tersebut akan menjadi potensi dan tantangan tersendiri untuk perkembangan Sistem informasi geografis di masyarakat. Pelatihan SIG salah satunya yang dilaksanakan oleh Dinas Pekeljaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muaraenim bekerjasama dengan Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang dikhususkan untuk Peningkatan Kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kabupaten Muaraenim dibidang Sistem Informasi Geografis (SIG).

Dalam kegiatan pelatihan GIS ini, lanjut Febri, peserta diperkenalkan dan dilatih menggunakan perangkat lunak Sistem Infonnasi Geografis ArcGis dari ESRI untuk keperluan pengolahan data geospasial. Cakupan topik pelatihan ini meliputi Konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG), Pengenalan perangkat lunak GIS, Data spasial dan struktur data, Proyeksi dan sistem koordinat, Pembuatan data spasial dengan proses digitasi, Pembuatan data atribut,  Global Positioning System (GPS), Pengolahan data spasial, Pembuatan layout peta Perizinan. 

Ditambahkan Ketua Panitia Sobirin, Peta perinzinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah merupakan salah satu produk hukum dalam penyelenggaraan penataan ruang yaitu untuk mewujudkan keselarasan dalam suatu ruang sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Hal ini juga yang mendasari diselenggarakannya pelatihan Sistem Informasi Geografis regulasi perizinan yang di amanatkan sampai ke tingkat kecamatan mengharuskan adanya SDM yang memiliki kemampuan teknis sehingga mampu memberikan pelayanan yang handal kepada masyarakat. Kemampuan teknis dalam mengoperasikan Sistem Informasi Geografis adalah salah satu kemampuan sehingga tercapai tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan pelatihan ini.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts