Sungainya Tercemar Sementara DLH PALI Tak Berdaya, Warga Lematang Desak Pemprov Turun Tangan

PALI -- Warga Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terutama yang biasa menggunakan air sungai Lematang mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Selatan untuk turun langsung menangani dugaan pencemaran sungai Lematang yang disebut DLH Kabupaten PALI mengandung BOD dan minyak lemak.

Karena saat ini, banyak warga alami gatal-gagal serta yang biasa mencari ikan di sungai Lematang hasilnya anjlok sejak warna air sungai tersebut berubah keruh dan berbau.

Salah satunya dikemukakan Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang yang menginginkan pihak terkait menelisik siapa atau perusahaan mana yang menjadi penyebab air sungai Lematang tercemar.

Diakui Aka Cholik, untuk mendesak pihak-pihak terkait, terutama DLH provinsi, belum lama ini tokoh-tokoh Lematang berembuk menyatukan tekad untuk bersatu padu membahas permasalahan Tanah Abang.

Karena dari keterangan DLH PALI setelah mengecek kondisi air, menyatakan bahwa sungai kebanggaan warga Tanah Abang tercemar sejak tahun 2017, dan menyebut ada kandungan BOD serta minyak lemak. Untuk pengungkapan siapa pelakunya, DLH PALI terkendala wilayah, karena semua perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai Lematang berada di wilayah Muara Enim.

"Nah, untuk itu kami desak DLH provinsi untuk segera menuntaskan masalah ini. Cari akar masalahnya, tindak tegas apabila sudah terbukti. Jangan sampai kejadian ini berlarut dan kembali terjadi, dimana masyarakat Tanah Abang menanggung deritanya," tandas Aka Cholik.

Warga Tanah Abang juga ditegaskan Aka Cholik bakal membawa permasalahan ini ke ranah hukum serta ke Kementerian LH. "Sampel air bakal menjadi alat bukti, dan untuk mengungkap masalahnya sangat mudah, karena hanya dua perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai Lematang, yakni PT TEL dan GHEMMI," tukasnya.

Pernyataan sama diutarakan Beni Setiawan, tokoh Lematang asal Desa Raja. Dirinya bakal mengawal kasus tersebut sampai tuntas. "BOD dan minyak lemak kata DLH PALI ditimbulkan adanya aktivitas industri. Artinya ada perusahaan yang sengaja membuang limbah ke sungai kami. Ini yang bakal kami usut dan bakal kami perkarakan. Pasalnya dengan alasan apapun, limbah tidak boleh dibuang langsung ke sungai," tegas Beni.

Terpisah, Bakrin Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLH PALI mengatakan bahwa untuk mempercepat pengungkapan pencemaran sungai Lematang, pihaknya sudah menyurati DLH provinsi Sumatera Selatan.

"Kalau kita langsung masuk perusahaan yang beroperasi di wilayah lain tentu menyalahi aturan, namun apabila dilakukan gabungan bersama provinsi tidak jadi soal. Untuk itu, kita sudah layangkan surat ke LH provinsi," kata Bakrin. (sn) 
Share:

Belasan Yacht Merapat di Lingga Kepri untuk Ikuti Wonderful Sail to Indonesia 2019



SININEWS.COM – Lebih dari 15 yacht sudah mulai merapat ke Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengikuti ajang Wonderful Sail To Indonesia 2019.

Tercatat hingga Selasa (29/10) siang, sudah lebih dari 15 yachts yang merapat ke Pulau Benan sebagai venue acara. Menurut rencana para peserta Wonderful Sail To Indonesia 2019 yang berasal dari sekitar 20 negara, akan berada di pulau ini hingga 31 Oktober 2019.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Lingga, Raja Fahrurrazi, pelaksanaan event ini membawa berkah tersendiri bagi Kabupaten Lingga.

“Untuk kesekian kalinnya, Wonderful Sail to Indonesia singgah di Kabupaten Lingga. Bagi kami hal ini jelas sangat menguntungkan. Karena, wilayah Lingga yang didatangi berbeda-beda. Tahun lalu peserta datang ke Pulau Batu Berlubang. Dan sekarang ke Pulau Benan,” tuturnya.

Raja Fahrurrazi mengatakan, karakter Pulau Benan dan Pulau Batu Berlubang berbeda. Dijelaskannya, Batu Berlubang istimewa karena berstatus sebagai pulau ekuator. 

“Batu Berlubang adalah pulau yang dilewati garis khatulistiwa. Sedangkan Pulau Benan lebih siap secara infrastruktur dan memiliki banyak spot foto. Jadi peserta Wonderful Sail To Indonesia 2019 yang datang ke sini bisa mengeksplorasi Pulau Benan,” paparnya.

Ditambahkannya, Lingga memiliki deretan pulau lain yang selalu siap untuk dieksplorasi. Raja juga mengaku siap jika tahun depan Wonderful Sail To Indonesia memilih pulau lain di Lingga.

“Kita tidak masalah jika Wonderful Sail To Indonesia tahun depan mengunjungi tempat lain. Karena Lingga punya 604 pulau yang selalu siap menyambut wisatawan. Kita juga punya budaya dan tradisi yang bisa disajikan sebagai atraksi. Lingga selalu siap menyambut wisatawan dan peserta Wonderful Sail To Indonesia,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menilai pelaksanaan Wonderful Sail to Indonesia di Kabupaten Lingga bakal semarak. Apalagi Lingga dan Kepulauan Riau adalah wilayah crossborder yang diharapkan bisa menarik banyak wisatawan.

“Tahun ini pelaksanaannya bakal ramai. Karena, peserta dari 20 negara akan ambil bagian. Selain itu yacht-yacht peserta mancanegara juga sudah merapat ke Pulau Benan. Jadi bisa dipastikan event ini akan menarik,” tutur Boeralimar.

Sebanyak 20 negara yang akan ambil bagian antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Brazil, Chile, Canada, Australia, dan Selandia Baru. Ditambah lagi 12 negara asal Eropa yaitu Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Belgia, dan Spanyol. Ada juga Swedia, Norwegia, Luksemburg, Denmark, Finlandia, hingga Italia. 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati mengatakan, Lingga merupakan destinasi yang unik dengan beragam potensi dan kekayaannya.

“Beragam budaya yang ditampilkan dalam Sail to Indonesia menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Bukan hanya itu, kekayaan budaya tersebut juga bisa menjadi hiburan luar biasa bagi para wisatawan lainnya. Budaya ini memang disukai para wisman, terutama mereka yang datang dari Eropa. Lebih menarik lagi, event ini juga mengajak peserta menikmati destinasi alam di Lingga,” kata Dessy.

Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 juga diajak mengeksplorasi keindahan alam di Lingga. Spot yang dapat dituju adalah wisata alam Batu Gajah dan Bukit Jepang. Selain keindahan alam dan udara segarnya, Bukit Jepang juga menyimpan nilai sejarah tinggi. Sebab, kawasan ini memiliki goa dengan beberapa ruangan khas. Ruangan ini pernah dipakai untuk menyimpan amunisi hingga tempat interogasi.

“Dengan beragam keunikan yang ditawarkan, Sail to Indonesia 2019 akan menarik kunjungan banyak wisman. Semua kontennya menarik, termasuk trekking di destinasi alam Batu Gajah dan Bukit Jepang itu. Kami optimistis, Sail to Indonesia 2019 akan memberikan pengaruh positif bagi pariwisata Lingga dan Kepri secara umum,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.

Lingga selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan asal Singapura, Malaysia, Thailand, Inggris, Australia, Jerman, Prancis, juga Brazil. Secara keseluruhan, pergerakan wisman di Kepri sangat kompetitif sepanjang 2019. Arus wismannya sekitar 1,62 juta orang di rentang Januari-Juli 2019. Jumlah tersebut naik 13,85% dari periode sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari-Juli 2017, arus wismannya 1,42 Juta orang.(ril)
Share:

Sah, 24 dari 36 Kades Terpilih Dilantik Sisanya Desember

PALI, SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo secara resmi melantik 24 calon Kepala Desa (Cakades) terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 29 Agustus 2019 lalu, Rabu (30/10) di halaman Rumah Dinas Bupati. 

"Kepala desa harus mampu merangkul seluruh elemen yang ada, jangan membeda-bedakan pelayanan, seluruh warga yang ada di dalam desa anda adalah masyarakat anda," pesan Bupati.

Karena dijelaskan Heri Amalindo bahwa Kades merupakan ujung tombak pembangunan suatu daerah, yang harus bisa menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam berperan serta mendukung pembangunan. 

"Ajak semua elemen masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, kedepankan musyawarah kalau ada permasalahan atau ajuan-ajuan untuk membangun desa, agar pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan permasalahan," tukas Bupati. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PALI A Gani Ahmad melalui sekretarisnya Mardiansyah bahwa pelantikan Cakades terpilih dilaksanakan dua tahap. 

"Diketahui bahwa pada Pilkades serentak ada 36 desa. Tahap pertama pelantikan ada 24 Cakades terpilih, sementara sisanya bakal dilaksanakan Desember mendatang. Karena yang belum dilantik, masa jabatan Kades lama belum berakhir," terang Mardiansyah. (SN/ADV)
Share:

Sungai Jernih Berubah Keruh, Warga Tuding Aktivitas Stockpile Batubara Penyebabnya

PALI -- Sungai Jernih yang berada di wilayah Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini kondisi airnya kotor dan warnanya hitam pekat. Tentu saja, hal tersebut membuat warga setempat resah, terutama bagi warga yang memiliki mata pencaharian di sekitar sungai tersebut.

Warga pun menuding penyebab air keruh pada sungai Jernih akibat keberadaan stockpile batubara yang terletak dipinggir jalan khusus batubara milik PT Servo Lintas Raya (SLR). Karena lokasi stockpile tersebut berada tidak jauh dari sungai Jernih.

"Air keruh itu akibat tumpukan batubara yang berada di stockpile tak jauh dari sungai yang ditimpa hujan kemarin malam. airnya mengalir dan masuk ke sungai," kata Sarudin, warga setempat Rabu (30/10).

Sarudin khawatir kalau air keruh tersebut masuk ke kolam ikan yang berada persis di sungai Jernih.

"Kami ada usaha kolam ikan. Dan sejak adanya stockpile itu, kolam ikan kerap tercemar mengakibatkan penghasilan kami tidak bisa maksimal," tukasnya.

Diakuinya, pernah ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk mendata jumlah dan luas kebun karet disekitar stockpile beroperasi, dimana bakal dijanjikan mendapat kompensasi. Tetapi hingga kini tidak ada titik terangnya.

"Pada bulan Agustus lalu kami data bersama pihak perusahaan. Hasilnya lebih kurang 15 hektar lahan karet ada di wilayah Desa Lunas Jaya dan 27 bidang kebun karet ada di wilayah Desa Harapan Jaya. Namun sampai saat ini tidak ada cerita lagi. Pernah kami tanyakan kelanjutan permasalahan itu, tapi pihak perusahaan menyatakan batal dengan alasan ada aksi unjuk rasa belum lama ini," bebernya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Sarudin berharap Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten PALI untuk turun langsung ke lokasi mengecek kandungan air di sungai Jernih karena terindikasi sudah tercemar.

"Kami merasa keberadaan stockpile batubara banyak ruginya bagi warga sekitar, sebab kalau kemarau, debu tebal mengganggu dan kalau penghujan air yang berasal dari tumpukan batubara masuk ke sungai. Kami berharap, ada upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini supaya masyarakat tidak dirugikan," harapnya.

Sementara itu, Bakrin, Kepala Bidang LH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya telah meneliti kandungan udara dibeberapa titik sekitar stockpile bersama DLH Provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan permintaan warga setempat. Untuk hasilnya masih menunggu.

"Dari DLH provinsi bawa langsung alat pengukur udara, kita masih menunggu hasilnya. Untuk pengecekan air sungai belum kita lakukan lantaran beberapa waktu lalu warga setempat mendesak kami untuk meneliti kandungan udara di sekitar stockpile karena warga terganggu dengan debu yang timbul," terang Bakrin.

Bakrin menyarankan pihak PT SLR atau rekanannya untuk membangun Ipal penampung air yang keluar dari tumpukan batubara, agar air limbah itu tidak masuk secara langsung ke sungai ketika diguyur hujan. 

"Buatlah Ipal beberapa lubang, nantinya air limbah ditampung kemudian dialirkan ke Ipal lainnya. Pada Ipal terakhir, masukan ikan. Kalau ikan itu masih hidup artinya air sudah bersih dan boleh dialirkan ke sungai," saran Bakrin.

Menelusuri permasalahan itu, kemudian media ini berupaya menghubungi pihak PT SLR. Namun beberapa kali dihubungi, pihak perusahaan belum bersedia memberikan keterangannya. (sn)
Share:

Putra Kelahiran Tempirai PALI Kembali Terpilih Sebagai Anggota DJSN RI

SININEWS.COM -- Meski lahir di pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, namun siapa sangka, salah satu putra kelahiran Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan bisa membanggakan warga desa setempat bahkan nama Kabupaten PALI yang kini baru menginjak usia ke-6.

Pasalnya, nama Subiyanto, salah satu putra terbaik kelahiran desa tersebut muncul kembali untuk kedua kalinya terpilih menjadi salah satu Komisioner Dewan Jaminan Sosial Nasional Republik Indonesia (DJSN RI) periode 2019-2024.

Hal itu diketahui dari keluarnya Keppres no 61/2019 disampaikan oleh Presiden RI melalui Kemenko PMK yang mengangkat kembali Subiyanto bersama 14 anggota DJSN RI periode 2019-2024 dari unsur pekerja atau organisasi buruh.

"Alhamdulillah saya terpilih kembali setelah melalui proses penjaringan yang sangat ketat. Saya bertekad menjalankan amanah ini demi bangsa dan negara," ucap Subiyanto, kepada media ini, Rabu (30/10).

Untuk diketahui bahwa Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) adalah dewan yang berfungsi untuk membantu Presiden dalam perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi penyelenggaraan sistem jaminan sosial nasional.

Tugas DJSN adalah melakukan kajian dan penelitian yang berkaitan dengan penyelenggaraan jaminan sosial,
mengusulkan kebijakan investasi dana jaminan sosial nasional dan
mengusulkan anggaran jaminan sosial bagi penerima bantuan iuran dan tersedianya anggaran operasional kepada Pemerintah.

DJSN berwenang melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program jaminan sosial dan melakukan pengawasan eksternal terhadap BPJS. (sn)
Share:

Sungainya Dinyatakan Tercemar, Warga Lematang Desak Usut Tuntas Penyebabnya

PALI, SININEWS.COM -- Pasca Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan sungai Lematang positif tercemar kandungan BOD dan minyak lemak, dimana dua kandungan itu biasanya timbul karena adanya aktivitas industri menambah bulat niat ketua umum Fakar Lematang, Aka Cholik Darlin untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. 

Terkait perusahaan mana yang belum disebutkan DLH PALI akibat terkendala wilayah, Aka Cholik menganggap itu tidak jadi persoalan. Sebab sampel air sungai Lematang yang tercemar bakal jadi bukti untuk mengungkap perusahaan mana yang jadi penyebab tercemarnya sungai Lematang. 

Terlebih sejumlah warga menyebut hanya ada dua perusahaan yang beroperasi disekitar sungai Lematang.

"Mengusutnya mudah, ada sampel air tercemar yang bakal jadi barang bukti. Kita akan bawa secepatnya ke Kementerian LH serta kita akan laporkan ke Kapolda juga Kejati, jika ini terjadi pembiaran," tandas Aka Cholik, kepada media ini setelah ikut bersama tim DLH PALI mengecek kondisi air sungai Lematang, Selasa (29/10).

Ditegaskannya, masyarakat Lematang akan bergerak bersama, karena masalah itu menyangkut sumber kehidupan, baik masyarakat Lematang yang langsung mandi ke sungai maupun yang menggunakan air PDAM.

"Air PDAM sumbernya dari sungai Lematang. Jadi selama ini, warga Kecamatan Tanah Abang minum air, mandi dan lainnya menggunakan air yang tidak sehat," tukas Aka Cholik. 

Diketahui sebelumnya bahwa warga Kecamatan Tanah Abang yang bergantung air Sungai Lematang, sudah lebih dua bulan ini mengeluhkan warna air sungai itu keruh dan berbau. 

Banyak warga yang mengeluh gatal-gatal ketika usai mandi di sungai tersebut. Warga pun menyebut bahwa limbah dari perusahaan yang beroperasi disekitar sungai Lematang dibuang ke sungai itu menjadi akar dari permasalahan tersebut.  

Dan setelah masalah itu mencuat, DLH PALI langsung turun ke lapangan. Rupanya, DLH PALI rutin melakukan pengecekan dan hasilnya sejak tahun 2017, air sungai Lematang positif tercemar, dan ada dua kandungan bahan kimia ditemukan, yakni BOD dan Minyak lemak. (sn)
Share:

Harga Getah di PALI Naik Dikit

PALI, SININEWS.COM -- Petani karet di Bumi Serepat Serasan bisa sedikit tersenyum karena sudah dua pekan terakhir ini, harga getah sudah mulai membaik. Dimana setelah sekian lama didera nestapa, lantaran selain harga murah, juga kondisi kering akibat kemarau panjang menyebabkan pendapatan petani terjun bebas.

Seperti terpantau Selasa (29/10) di Pasar Getah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Harga getah kualitas mingguan pada pasaran minggu terakhir Oktober dikisaran Rp 7.000 sampai Rp 7.300 per kilogram.

Senyum petani pun bertambah lebar lantaran dua hari berturut-turut hujan pun ikut mengguyur yang menandakan kemarau panjang akan berakhir. 

"Alhamdulillah dengan harganya yang sedikit naik dan musim penghujan bakal segera datang akan merubah nasib kami," ucap Nawawi, salah satu petani karet setempat.

Merangkaknya harga getah dikalangan petani diharapkan Sucipto, petani lainnya bisa bertahan lama dan terus mengalami kenaikan. 

"Kami berharap bisa tembus Rp 10.000 per kilogram. Karena dengan harga itu, antara penghasilan dan harga kebutuhan pokok akan seimbang," harapnya. 

Terpisah, Apias, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI meminta pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pertanian untuk membantu petani dalam mendongkrak produksi hasil karet. Terlebih dikatakan Apias bahwa saat ini tengah peralihan musim dari kemarau ke penghujan, jadi untuk pemupukan sangat cocok dilakukan. 

"Petani butuh pupuk untuk merawat kabun. Sebab untuk saat ini, petani kesulitan dan belum mampu membeli pupuk sendiri karena harga getah belum stabil ditambah harga kebutuhan pokok masih tinggi," pinta Politisi PKS itu. 

Sementara itu, Erizon, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI belum bisa dihubungi.(sn)
Share:

Positif Tercemar, Dua Perusahaan Ini yang Disebut Warga


PALI, SININEWS.COM -- Dengan banyaknya keluhan warga Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terutama yang bermukim tidak jauh di sekitar bantaran sungai Lematang akan berubahnya warna air sungai Lematang menjadi keruh serta berbau yang menimbulkan gatal-gatal membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI terjun ke lapangan. 

Setelah mengecek dan melihat secara langsung kondisi air Sungai Lematang, Plt Kepala DLH PALI, Kodsi Iskandar menyatakan bahwa kandungan air sungai tersebut positif tercemar. 

"Memang sudah tercemar. Kami rutin mengecek air di sungai Lematang setiap tahun. Setelah dicek, terdapat kandungan BOD serta minyak lemak. Dua zat kimia itu biasanya timbul akibat aktivitas industri," ungkap Kodsi, Selasa (29/10).

Namun diakui Kodsi, untuk mengungkap perusahaan mana yang menjadi penyebabnya, DLH PALI terkendala wilayah. 

"Perusahaan itu semuanya beroperasi di wilayah Muara Enim, warga PALI hanya kena imbas. Untuk itu kami sarankan agar masyarakat melalui pemerintah desa menyurati DLH provinsi dan DLH Kabupaten Muara Enim ditembuskan ke kita untuk segera ditindaklanjuti perusahaan mana yang jadi penyebabnya," kata Kodsi. 

Sementara itu, Rino salah satu warga Tanah Abang Selatan yang kesehariannya mencari ikan di sungai Lematang menyebut bahwa ada dua perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai itu. 

"PT TEL dan PT GHEMMI atau PT GH yang beroperasi. Akibat air keruh dan berbau, tangkapan ikan kami jauh berkurang. Kondisi ini sudah kami alami sejak tahun 2017 lalu," katanya. 

Untuk mengembalikan kondisi air sungai Lematang, Rino meminta pemerintah atau instansi terkait menindak perusahaan penyebab pencemaran. 

"Tindak tegas dan kami minta kompensasi, karena kami lama dirugikan akibat pencemaran ini," pintanya. 

Mengetahui permasalahan itu, Irwanto, anggota DPRD PALI ikut turun dan mengecek langsung kondisi air Sungai Lematang. 

"Kita akan kawal masalah ini sampai tuntas, dan akan kita bawa ke paripurna," tandas Politisi Golkar itu. (sn)
Share:

Genjot Pembangunan Infrastruktur, Dewan Minta Pemkot Utamakan Kualitas

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Menyambut pekan olahraga tingkat provinsi (Porprov) yang digelar di Kota Prabumulih November mendatang, Pemerintah Kota Prabumulih terus memperbaiki infrastruktur. 

Pembangunan mega proyek seperti Jalan Sudirman, drainase dan median jalan di Kelurahan Patih Galung terus dikebut. 

Wakil Ketua I DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo mengatakan meski pembangunan infrastruktur berkejaran dengan waktu, namun tidak mengindshkan kualitas pembangunan itu sendiri. 

"Kualitas pembangunan harus diutamakan, itu diharapkan berlaku untuk semua pembangunan yang ada," ujarnya.

Dengan begitu, selain pembangunan dapat bertahan lama, juga memberikan kepuasan tersendiri kepada masyarakat terhadap bangunan tersebut. 

"Kalau bisa jangan baru dipasang, sudah dibongkar lalu diperbaiki lagi. Dengan begitu masyarakat sebagai pengguna pun merasa puas," ungkapnya. 

Tak hanya itu, dalam setiap pembangunan khususnya yang dianggarkan oleh Pemerintah, Palo berharap, Pejabat Pelakasana Teknis Kegiatan (PPTK) ataupun inspektorat melakukan pengawasan dengan ketat. 

"Sehingga mutu, kualitas atas apa yang dibangun bisa bertahan lama sesuai seperti yang diharapkan," terangnya.

Lebih jauh, Palo menuturkan, pembangunan median memang sudah mendesak. Oleh sebab itu, DPRD beberapa waktu lalu mengusulkan agar median jalan segera dibangun. 

"Kita anggap prioritas karena disitu memang rawan kecelakaan, sudah banyak laporan," tambahnya.(SN)
Share:

Pastikan Nyalon Bupati PALI, RK Datangi Tiga Parpol Sekaligus

PALI -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan, H Rizal Kenedi (RK) mendatangi sekretariat DPC PPP Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan DPD II Partai Golkar serta Partai Hanura, Senin (28/10).

Kedatangan RK pada tiga Parpol tersebut tak lain untuk mengambil formulir pendaftaran pada PPP dan mengembalikan formulir pada Golkar serta pengambilan formulir pendaftaran pada Hanura sebagai Calon Bupati PALI periode 2020-2024.

"Melihat masih adanya ketimpangan pembangunan di PALI dengan APBD yang cukup besar menggugah saya untuk mencalonkan diri menjadi Bupati PALI," ungkap RK saat diwawancarai sejumlah awak media.

Untuk memuluskan langkahnya mencalonkan diri sebagai Cabup PALI, RK mengaku telah mengambil formulir di tiga Parpol dan saat ini komunikasi dan penjajakan politik terus dilakukannya.

"Maju sebagai calon kepala daerah ada dua opsi, yakni melalui jalur Parpol dan independen. Jadi kalau pun jalur Parpol tidak memenuhi, maka ada pilihan kedua, yakni melalui jalur independen," tukas politisi PPP itu.

Kebulatan tekad mencalonkan diri menjadi Cabup PALI, RK menegaskan dirinya siap meninggalkan kursi dewan.

"Kalau tiket mencalonkan diri sebagai Cabup itu saya dapatkan, saya siap mundur dari dewan dan saya sudah siap lahir batin," tandasnya.

Ditanya siapa pendampingnya nanti, RK mengatakan bahwa sudah ada nama yang dikantonginya, tetapi untuk saat ini tetap masih dalam penjajakan.

"Untuk wakilnya, bayangan itu sudah ada. Apakah itu dari kalangan politisi atau diluar itu semuanya memungkinkan, sebab ini adalah kontestasi politik yang bisa saja sewaktu-waktu berubah," katanya.

Karena dijelaskan RK, sosok Wakil Bupati adalah penyelaras dan penyeimbang suatu pemerintahan, namun bukan ban serep.

"Antara Bupati dan Wakil Bupati harus selaras, sama-sama kerja dan bekerja sama agar pemerintahan berjalan baik," terangnya.

Ditanya visi misinya mencalonkan diri sebagai Bupati PALI, RK menjabarkan bahwa pada intinya apabila dirinya terpilih, bakal mengurusi masyarakat PALI dari lahir hingga meninggal.

"Dengan APBD Rp 1,7 T dan wilayah tidak begitu luas serta jumlah penduduk kurang dari 200 ribu, saya yakin PALI bisa sejahtera. Dan slogan kami adalah PALI Bergoyang atau Bergerak, Gotong royong dan Berkembang bisa terwujud," tutupnya.

Terpisah Jhonyson, Bendahara DPC Partai Hanura Kabupaten PALI menyebut ada 11 kandidat yang mengambil berkas pendaftaran sebagai Cabup dan Cawabup.

"Cabup ada 5 kandidat sedangkan Cawabup ada 6. Batas pengembalian berkas sampai tanggal 8 November 2019," ucapnya.(sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts