Ridho Siap Louching Lagu Daerah "Peneng Kepalak"



MUARA ENIM, SININEWS.COM – “Peneng Kepala” salah satu lagu daerah asal Desa Kuripan Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim adalah lagu khas daerah yang diciptakan Ridho Ahmad beberpa bulan lalu kini siap Lounching Album perdana, jumat (1/11)

Lagu yang menceritakan tentang seorang istri yang dibuat pusing karena kelakuan sang suami yang malas dalam bekerja itu menjadi salah satu lagu daerah yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dalam pasangan suami-istri
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA DISINI


Sri Octaviani salah satu vokalis album Ridho kini menjadi perhatian karena suaranya yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri

Lagu daerah tersebut diharapkan dapat menghibur masyarakat khususnya Kabupaten Muara Enim, yang mayoritas suku Lematang

“kita harap lagu ini dapat menghibur masyarakat dan semoga kita terus dapat berkarya” ucap Ridho yang menciptakan lagu tersebut terinspirasi dari kehidupan sehari-hari saat ini

Dengan didukung sejumlah kalangan dan pemerintah lagu daerah diharapkan tetap bertahan dan terus menampilkan penyanyi muda yang terus dan mampu berkarya untuk menghibur masyarakat (sn1)

Share:

Bikin Bangga, Kunjungan Mayor Jendral Asal Karangan buat Wawako Prabumulih Gemetar


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kunjungan kerja Asrena Kasad Mayor Jenderal TNI Hassanudin, S.I.P, MM ke SD Negeri 62 Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih membuat haru dan bangga para tamu undangan, kamis (31/10)

Pria asal Desa Karangan Kota Prabumulih itu membuat bangga warganya terkhusus masyarakat Kota Prabumulih, Berpangkat Bintang Dua kini jabatan barunya yakni Asrena Kasad yang belum lama ini diambil sumpah jabatan di Jakarta
Foto : Sambutan kepada Asrena Kasad Mayjend Hassanudin, SIP.MM oleh Wawako Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH di Sd 62 Prabumulih Desa Karangan

Berdarah asli suku Rambang keponakan H.Ganjar Iman, SH yang merupakan wakil rakyat di DPRD Kota Prabumulih dua periode itu tampak berbaur hangat dengan keluarga dan masyarakat tempatnya dulu tinggal

Kunjungannya di Sekolah Dasar (SD) 62 Prabumulih sesekali membuka kembali lembaran memori saat dirinya menempuh pendidikan dengan jumlah murid yang hanya sembilan orang

“dulu kami sekolah disini muridnya Cuma ada 9 orang” ingatnya sembari menunjuk Ibu Hera salah satu guru yang mengajar dikala itu

Dalam sambutnya pria yang mengaku sangat gensi ini menceritakan masa pahitnya dalam menempuh pendidikan, lulusan SMA Negeri 6 Palembang ini juga sempat merintis karirnya dengan berjualan gorengan dan pedagang asongan sepulang sekolah

Dengan dorongan yang penuh dari keluarganya, pria yang disapa Hasan ini mampu membalikan keadaan dengan berawal karir sekolah PGSD dengan lama pendidikan satu tahun (D1), tak sampai disitu Hasan yang dikenal pandai dalam bergaul kembali melanjutkan pendidikan D3 Kimia 

“harapan keluarga saya itu tamat sekolah harus jadi guru, tapi aku tidak mau” ucapnya dalam sambutan

Secara diam-diam Mayjen ini kembali menempuh pendidikan dengan melamar TNI melalui Akademi Militer (Akmil) dan tanpa disangka dirinya diterima dan hingga kini karirnya terus naik

Sang paman H.Ganjar Iman, SH yang kala itu selalu mensuport penuh keponakannya itu berkarir didunia militer hingga sekarang menjabat sebagai Asrena Kasad berbintang dua yang lahir di bumi suku Rambang

Sementara itu, Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, S.H yanģ menghadiri kunjungan jenderal itu mengaku kaget dan sempat berlinang air mata melihat putra daerah menjadikan bangga Kota Prabumulih

“ Demi Allah beliu tak pernah terpantau oleh kami, sangat jarang sekali marga Asli Rambang menjadi orang besar (sukses.red) sepertinya” ucapnya merasa bangga

Dengab perasaan gemetar Wakil Walikota ini tak bisa menahan haru dan bangga kepada beliu yang telah membawa harum nama Prabumulih

“bapak itu seperti mutiara yang mengejutkan” sambungnya dalam pidato

Dalam sambutannya Wawako juga menyampaikan akan segera merealisaaikan Pembangunan Kodim Di Kota Prabumulih dan akan menyiapkan pembangunan awal Perumahan dan kantor Kodim dan Dandim sementara dijalan Lingkar yang sudah disiapkan kurang lebih 3 hektar lahan

Tak hanya itu Wawako juga berharap jika Mayjen Hassanudin bisa menjadi Pangdam 2 Sriwijaya (sn1)
Share:

Jalin Silaturahmi, PWI Prabumulih Tanding Futsal dengan Citimall

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih gelar Pertandingan Persahabatan futsal bersama karyawan Citimall Prabumulih. Pertandingan tersebut digelar dilapangan Futsal NR, Kamis (31/10) malam.

Creative Marketing Citimall Prabumulih, Tengku Hendra mengatakan Pertandingan Persahabatan futsal tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi Citimall dengan para wartawan yang bertugas di wilayah kota Prabumulih.

"Rangkaian acara gathering di hari kedua ini kita menggelar Pertandingan Persahabatan  futsal," ujarnya.

Event tersebut, kata Tengku, nantinya akan menjadi agenda rutin Citimall Prabumulih bersama PWI Prabumulih. Ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi serta sebagai bentuk kerjasama dan dukungan terhadap para wartawan yang tergabung di PWI.

"Kami juga berharap untuk dapat terus menghadirkan program-program menarik dan berkualitas bukan hanya untuk para pengunjung namun juga untuk para wartawan," Ungkapnya.

Sementara, Ketua PWI Prabumulih, Mulwadi menyambut positif adanya pertandingan persahabatan tersebut. "Selain menjalin silaturahmi, tentunya olahraga ini agar kita sehat. Apalagi dengan rutinitas jurnalis yang cukup padat, tentunya kawan-kawan butuh juga olahraga," terangnya. 
Share:

Mayjen Hassanudin: TMMD Menjawab Aspirasi Masyarakat

MUARA ENIM, SININEWS.COM -  satu bulan penuh pelaksanaan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) resmi berakhir, dan Asrenad Mayjen Hassanudin. Sip MM, mengatakan, program ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat. 

“Ini adalah bentuk kongkrit dari apa yang diharapkan masyarakat. Karena program TMMD ini merupakan program “bottom up” dimana apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lingkungannya bisa kita wujudkan,” ujarnya saat diwawancarai usai pelaksanaan upacara penutupan TMMD ke 106 Kodim 0404/ Muara Enim, di lapangan SMPN 1 Lubai, Kamis (31/10).

Selain itu, Mayjen Hassanudin juga menambahkan, ini adalah wujud kebaktian TNI, dan bentuk kerja sama dengan kementrian guna membantu percepatan pembangunan dan pemerataan di seluruh wilayah di Indonesia.

“Sekrang merupakan program TMMD tahap ke tiga dari seluruh agenda yang dimulai awal tahun. Saya pribadi bersyukur, pelaksanaan program berjalan dengan keadaan aman dan lancar. Dan ini sekaligus menandai berakhirnya program yang dilaksanakan di 50 kabupaten kota di indonesia,” tambahnya.

Jendral bintang dua yang berasal dari Prabumulih ini juga mengatakan, kepada anggota yang bertugas, agar memanfaarkan momentum kemanuggalan TNI dengan rakyat dengan terua menumbuhkan kegotong royongan dan kerja keras. “ dan kepada pihak yang telah mendukung pelaksanaan program saya haturkan terima kasih,” tukasnya.

Pada pelaksanaan upacara penutupan TMMD ke -106, Dandim 0404/Muara Enim, Letkol inf Syafruddin dalam laporannya mengatakan, seluruh program dalam TMMD di Desa Beringin, Kecamatan Lubai, telah dilaksanakan 100 persen baik itu pembangunan fisik maupun program lainnya.

"Dari seluruh program yang dilaksanakan, semua berjalan lancar dan selesai 100 persen sesuai dengan target dan harapan. Diharapkan nantinya apa yang telah dilaksanakan bisa benar benar bermanfaat serta semakin mendekatkan TNI dengan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam upacara penutupan, hadir juga Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah beserta jajaran. Juga hadir, Danrem 044/Gapo, Kolonel Arh Sony Septiono. Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, dengan komandan upacara yakni Danyonif 141 AYJP, Letkol Inf Aswin Suladi.

Selain anggota TNI yang terlibat langsung dalam program, Kepolisian, Satuan Polpp, FKPPI, siswa siswi sekolah menengah dan masyarakat sekitar yang ikut hadir untuk menyaksikan upacara penutupan TMMD ke -106 Kodim 0404/Muara Enim.(sn)
Share:

Disebut DLH PALI Ada pada Air Sungai Lematang, Ini Penjelasan dokter Apa itu BOD dan Dampaknya

PALI, SININEWS.COM  -- Untuk mengetahui apa itu BOD yang disebut DLH PALI terkandung pada air sungai Lematang, Media ini menelusuri sejauh mana dampak terhadap kesehatan manusia.

"BOD itu bukan bahan kimia. Tapi suatu parameter-parameter yang umum dipakai untuk menentukan tingkat pencemaran bahan organik pada suatu perairan. BOD kepanjangan dari biochemikal oxygen demand, kebutuhan oksigen oleh  mikroorganisme untuk menguraikan bahan pencemar organik," ungkap dr Tri Fitrianti, Direktur RSUD Talang Ubi, Kamis (31/10)

Ditambahkannya, dampak langsung yang terasa adalah keberagaman dan keberadaan makhluk hidup diperairan tersebut akan terancam karena kekurangan oksigen. Sementara untuk dampak terhadap kesehatann manusia bergantung lagi pada zat apa yang dihasilkan dan dibuang oleh perusahan itu.

"Adanya keluhan gatal-gatal dan berkurangnya ikan di sungai Lematang kemungkinan bisa akibat kandungan BOD yang tinggi. Tapi tetap harus dipastikan zat apa yang sudah mencermari sehingga kadar BOD dalam air itu tinggi," terang dr Fitri. (sn) 
Share:

Sungainya Tercemar Sementara DLH PALI Tak Berdaya, Warga Lematang Desak Pemprov Turun Tangan

PALI -- Warga Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terutama yang biasa menggunakan air sungai Lematang mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Selatan untuk turun langsung menangani dugaan pencemaran sungai Lematang yang disebut DLH Kabupaten PALI mengandung BOD dan minyak lemak.

Karena saat ini, banyak warga alami gatal-gagal serta yang biasa mencari ikan di sungai Lematang hasilnya anjlok sejak warna air sungai tersebut berubah keruh dan berbau.

Salah satunya dikemukakan Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang yang menginginkan pihak terkait menelisik siapa atau perusahaan mana yang menjadi penyebab air sungai Lematang tercemar.

Diakui Aka Cholik, untuk mendesak pihak-pihak terkait, terutama DLH provinsi, belum lama ini tokoh-tokoh Lematang berembuk menyatukan tekad untuk bersatu padu membahas permasalahan Tanah Abang.

Karena dari keterangan DLH PALI setelah mengecek kondisi air, menyatakan bahwa sungai kebanggaan warga Tanah Abang tercemar sejak tahun 2017, dan menyebut ada kandungan BOD serta minyak lemak. Untuk pengungkapan siapa pelakunya, DLH PALI terkendala wilayah, karena semua perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai Lematang berada di wilayah Muara Enim.

"Nah, untuk itu kami desak DLH provinsi untuk segera menuntaskan masalah ini. Cari akar masalahnya, tindak tegas apabila sudah terbukti. Jangan sampai kejadian ini berlarut dan kembali terjadi, dimana masyarakat Tanah Abang menanggung deritanya," tandas Aka Cholik.

Warga Tanah Abang juga ditegaskan Aka Cholik bakal membawa permasalahan ini ke ranah hukum serta ke Kementerian LH. "Sampel air bakal menjadi alat bukti, dan untuk mengungkap masalahnya sangat mudah, karena hanya dua perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai Lematang, yakni PT TEL dan GHEMMI," tukasnya.

Pernyataan sama diutarakan Beni Setiawan, tokoh Lematang asal Desa Raja. Dirinya bakal mengawal kasus tersebut sampai tuntas. "BOD dan minyak lemak kata DLH PALI ditimbulkan adanya aktivitas industri. Artinya ada perusahaan yang sengaja membuang limbah ke sungai kami. Ini yang bakal kami usut dan bakal kami perkarakan. Pasalnya dengan alasan apapun, limbah tidak boleh dibuang langsung ke sungai," tegas Beni.

Terpisah, Bakrin Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLH PALI mengatakan bahwa untuk mempercepat pengungkapan pencemaran sungai Lematang, pihaknya sudah menyurati DLH provinsi Sumatera Selatan.

"Kalau kita langsung masuk perusahaan yang beroperasi di wilayah lain tentu menyalahi aturan, namun apabila dilakukan gabungan bersama provinsi tidak jadi soal. Untuk itu, kita sudah layangkan surat ke LH provinsi," kata Bakrin. (sn) 
Share:

Belasan Yacht Merapat di Lingga Kepri untuk Ikuti Wonderful Sail to Indonesia 2019



SININEWS.COM – Lebih dari 15 yacht sudah mulai merapat ke Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengikuti ajang Wonderful Sail To Indonesia 2019.

Tercatat hingga Selasa (29/10) siang, sudah lebih dari 15 yachts yang merapat ke Pulau Benan sebagai venue acara. Menurut rencana para peserta Wonderful Sail To Indonesia 2019 yang berasal dari sekitar 20 negara, akan berada di pulau ini hingga 31 Oktober 2019.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Lingga, Raja Fahrurrazi, pelaksanaan event ini membawa berkah tersendiri bagi Kabupaten Lingga.

“Untuk kesekian kalinnya, Wonderful Sail to Indonesia singgah di Kabupaten Lingga. Bagi kami hal ini jelas sangat menguntungkan. Karena, wilayah Lingga yang didatangi berbeda-beda. Tahun lalu peserta datang ke Pulau Batu Berlubang. Dan sekarang ke Pulau Benan,” tuturnya.

Raja Fahrurrazi mengatakan, karakter Pulau Benan dan Pulau Batu Berlubang berbeda. Dijelaskannya, Batu Berlubang istimewa karena berstatus sebagai pulau ekuator. 

“Batu Berlubang adalah pulau yang dilewati garis khatulistiwa. Sedangkan Pulau Benan lebih siap secara infrastruktur dan memiliki banyak spot foto. Jadi peserta Wonderful Sail To Indonesia 2019 yang datang ke sini bisa mengeksplorasi Pulau Benan,” paparnya.

Ditambahkannya, Lingga memiliki deretan pulau lain yang selalu siap untuk dieksplorasi. Raja juga mengaku siap jika tahun depan Wonderful Sail To Indonesia memilih pulau lain di Lingga.

“Kita tidak masalah jika Wonderful Sail To Indonesia tahun depan mengunjungi tempat lain. Karena Lingga punya 604 pulau yang selalu siap menyambut wisatawan. Kita juga punya budaya dan tradisi yang bisa disajikan sebagai atraksi. Lingga selalu siap menyambut wisatawan dan peserta Wonderful Sail To Indonesia,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menilai pelaksanaan Wonderful Sail to Indonesia di Kabupaten Lingga bakal semarak. Apalagi Lingga dan Kepulauan Riau adalah wilayah crossborder yang diharapkan bisa menarik banyak wisatawan.

“Tahun ini pelaksanaannya bakal ramai. Karena, peserta dari 20 negara akan ambil bagian. Selain itu yacht-yacht peserta mancanegara juga sudah merapat ke Pulau Benan. Jadi bisa dipastikan event ini akan menarik,” tutur Boeralimar.

Sebanyak 20 negara yang akan ambil bagian antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Brazil, Chile, Canada, Australia, dan Selandia Baru. Ditambah lagi 12 negara asal Eropa yaitu Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Belgia, dan Spanyol. Ada juga Swedia, Norwegia, Luksemburg, Denmark, Finlandia, hingga Italia. 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati mengatakan, Lingga merupakan destinasi yang unik dengan beragam potensi dan kekayaannya.

“Beragam budaya yang ditampilkan dalam Sail to Indonesia menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Bukan hanya itu, kekayaan budaya tersebut juga bisa menjadi hiburan luar biasa bagi para wisatawan lainnya. Budaya ini memang disukai para wisman, terutama mereka yang datang dari Eropa. Lebih menarik lagi, event ini juga mengajak peserta menikmati destinasi alam di Lingga,” kata Dessy.

Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 juga diajak mengeksplorasi keindahan alam di Lingga. Spot yang dapat dituju adalah wisata alam Batu Gajah dan Bukit Jepang. Selain keindahan alam dan udara segarnya, Bukit Jepang juga menyimpan nilai sejarah tinggi. Sebab, kawasan ini memiliki goa dengan beberapa ruangan khas. Ruangan ini pernah dipakai untuk menyimpan amunisi hingga tempat interogasi.

“Dengan beragam keunikan yang ditawarkan, Sail to Indonesia 2019 akan menarik kunjungan banyak wisman. Semua kontennya menarik, termasuk trekking di destinasi alam Batu Gajah dan Bukit Jepang itu. Kami optimistis, Sail to Indonesia 2019 akan memberikan pengaruh positif bagi pariwisata Lingga dan Kepri secara umum,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.

Lingga selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan asal Singapura, Malaysia, Thailand, Inggris, Australia, Jerman, Prancis, juga Brazil. Secara keseluruhan, pergerakan wisman di Kepri sangat kompetitif sepanjang 2019. Arus wismannya sekitar 1,62 juta orang di rentang Januari-Juli 2019. Jumlah tersebut naik 13,85% dari periode sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari-Juli 2017, arus wismannya 1,42 Juta orang.(ril)
Share:

Sah, 24 dari 36 Kades Terpilih Dilantik Sisanya Desember

PALI, SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo secara resmi melantik 24 calon Kepala Desa (Cakades) terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 29 Agustus 2019 lalu, Rabu (30/10) di halaman Rumah Dinas Bupati. 

"Kepala desa harus mampu merangkul seluruh elemen yang ada, jangan membeda-bedakan pelayanan, seluruh warga yang ada di dalam desa anda adalah masyarakat anda," pesan Bupati.

Karena dijelaskan Heri Amalindo bahwa Kades merupakan ujung tombak pembangunan suatu daerah, yang harus bisa menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam berperan serta mendukung pembangunan. 

"Ajak semua elemen masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, kedepankan musyawarah kalau ada permasalahan atau ajuan-ajuan untuk membangun desa, agar pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan permasalahan," tukas Bupati. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PALI A Gani Ahmad melalui sekretarisnya Mardiansyah bahwa pelantikan Cakades terpilih dilaksanakan dua tahap. 

"Diketahui bahwa pada Pilkades serentak ada 36 desa. Tahap pertama pelantikan ada 24 Cakades terpilih, sementara sisanya bakal dilaksanakan Desember mendatang. Karena yang belum dilantik, masa jabatan Kades lama belum berakhir," terang Mardiansyah. (SN/ADV)
Share:

Sungai Jernih Berubah Keruh, Warga Tuding Aktivitas Stockpile Batubara Penyebabnya

PALI -- Sungai Jernih yang berada di wilayah Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini kondisi airnya kotor dan warnanya hitam pekat. Tentu saja, hal tersebut membuat warga setempat resah, terutama bagi warga yang memiliki mata pencaharian di sekitar sungai tersebut.

Warga pun menuding penyebab air keruh pada sungai Jernih akibat keberadaan stockpile batubara yang terletak dipinggir jalan khusus batubara milik PT Servo Lintas Raya (SLR). Karena lokasi stockpile tersebut berada tidak jauh dari sungai Jernih.

"Air keruh itu akibat tumpukan batubara yang berada di stockpile tak jauh dari sungai yang ditimpa hujan kemarin malam. airnya mengalir dan masuk ke sungai," kata Sarudin, warga setempat Rabu (30/10).

Sarudin khawatir kalau air keruh tersebut masuk ke kolam ikan yang berada persis di sungai Jernih.

"Kami ada usaha kolam ikan. Dan sejak adanya stockpile itu, kolam ikan kerap tercemar mengakibatkan penghasilan kami tidak bisa maksimal," tukasnya.

Diakuinya, pernah ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk mendata jumlah dan luas kebun karet disekitar stockpile beroperasi, dimana bakal dijanjikan mendapat kompensasi. Tetapi hingga kini tidak ada titik terangnya.

"Pada bulan Agustus lalu kami data bersama pihak perusahaan. Hasilnya lebih kurang 15 hektar lahan karet ada di wilayah Desa Lunas Jaya dan 27 bidang kebun karet ada di wilayah Desa Harapan Jaya. Namun sampai saat ini tidak ada cerita lagi. Pernah kami tanyakan kelanjutan permasalahan itu, tapi pihak perusahaan menyatakan batal dengan alasan ada aksi unjuk rasa belum lama ini," bebernya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Sarudin berharap Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten PALI untuk turun langsung ke lokasi mengecek kandungan air di sungai Jernih karena terindikasi sudah tercemar.

"Kami merasa keberadaan stockpile batubara banyak ruginya bagi warga sekitar, sebab kalau kemarau, debu tebal mengganggu dan kalau penghujan air yang berasal dari tumpukan batubara masuk ke sungai. Kami berharap, ada upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini supaya masyarakat tidak dirugikan," harapnya.

Sementara itu, Bakrin, Kepala Bidang LH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya telah meneliti kandungan udara dibeberapa titik sekitar stockpile bersama DLH Provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan permintaan warga setempat. Untuk hasilnya masih menunggu.

"Dari DLH provinsi bawa langsung alat pengukur udara, kita masih menunggu hasilnya. Untuk pengecekan air sungai belum kita lakukan lantaran beberapa waktu lalu warga setempat mendesak kami untuk meneliti kandungan udara di sekitar stockpile karena warga terganggu dengan debu yang timbul," terang Bakrin.

Bakrin menyarankan pihak PT SLR atau rekanannya untuk membangun Ipal penampung air yang keluar dari tumpukan batubara, agar air limbah itu tidak masuk secara langsung ke sungai ketika diguyur hujan. 

"Buatlah Ipal beberapa lubang, nantinya air limbah ditampung kemudian dialirkan ke Ipal lainnya. Pada Ipal terakhir, masukan ikan. Kalau ikan itu masih hidup artinya air sudah bersih dan boleh dialirkan ke sungai," saran Bakrin.

Menelusuri permasalahan itu, kemudian media ini berupaya menghubungi pihak PT SLR. Namun beberapa kali dihubungi, pihak perusahaan belum bersedia memberikan keterangannya. (sn)
Share:

Putra Kelahiran Tempirai PALI Kembali Terpilih Sebagai Anggota DJSN RI

SININEWS.COM -- Meski lahir di pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, namun siapa sangka, salah satu putra kelahiran Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan bisa membanggakan warga desa setempat bahkan nama Kabupaten PALI yang kini baru menginjak usia ke-6.

Pasalnya, nama Subiyanto, salah satu putra terbaik kelahiran desa tersebut muncul kembali untuk kedua kalinya terpilih menjadi salah satu Komisioner Dewan Jaminan Sosial Nasional Republik Indonesia (DJSN RI) periode 2019-2024.

Hal itu diketahui dari keluarnya Keppres no 61/2019 disampaikan oleh Presiden RI melalui Kemenko PMK yang mengangkat kembali Subiyanto bersama 14 anggota DJSN RI periode 2019-2024 dari unsur pekerja atau organisasi buruh.

"Alhamdulillah saya terpilih kembali setelah melalui proses penjaringan yang sangat ketat. Saya bertekad menjalankan amanah ini demi bangsa dan negara," ucap Subiyanto, kepada media ini, Rabu (30/10).

Untuk diketahui bahwa Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) adalah dewan yang berfungsi untuk membantu Presiden dalam perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi penyelenggaraan sistem jaminan sosial nasional.

Tugas DJSN adalah melakukan kajian dan penelitian yang berkaitan dengan penyelenggaraan jaminan sosial,
mengusulkan kebijakan investasi dana jaminan sosial nasional dan
mengusulkan anggaran jaminan sosial bagi penerima bantuan iuran dan tersedianya anggaran operasional kepada Pemerintah.

DJSN berwenang melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program jaminan sosial dan melakukan pengawasan eksternal terhadap BPJS. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts