Jalan Sehat Peringati Sumpah Pemuda

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Keluarga besar SMK Negeri 2 Muara Enim menggelar jalan sehat dalam rangka memperingari Hari Sumpah Pemuda. Jalan sehat dilepas langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Muara Enim tepat di pintu gerbang sekolah. Rutenya yakni Jalan H. Pangeran Danal menuju Jalan KH. Syeh Yahya, dan finish di sekolah.

                Kegiatan yang dimulai pada pukul 7.00 WIB tersebut, diikuti sekitar 1100-an peserta, terdiri dari siswa, guru, staf Tata Usaha, dan pegawai di lingkungan SMK Negeri 2 Muara Enim.
Untuk menyemarakkan acara ini, sekolah melalui panitia kegiatan bahkan menyiapkan puluhan doorprize bagi peserta yang beruntung, doorprize itu mulai dari botol minum, seterika, kompor gas hingga kipas angin.

Waka Kesiswaan SMK Negeri 2 Muara Enim, Imam Kodri, S.Pd.Jas menjelaskan, jalan sehat ini diadakan untuk memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019. “Selain untuk mempertebal semangat cinta Tanah Air, kegiatan ini juga sebagai ajang menguatkan tali silaturahmi bagi warga SMK Negeri 2 Muara Enim,” kata Imam, Minggu (3/11/2019).

Lanjut Imam, kegiatan jalan sehat ini turut pula merupakan media bagi sekolah untuk mengajarkan kepada anak didiknya agar selalu menjaga kesehatan. Sebab, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. “Dengan tubuh yang sehat itu, dapat menciptakan generasi yang sehat untuk membangun negeri,” katanya.

Di sisi lain, Imam menyebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun ini, harus dijadikan momentum untuk kembali menegaskan komitmen yang telah dibangun para pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 silam.


“Lewat momen ini, sekolah juga mengajarkan kepada anak-anak untuk dapat mengambil contoh dari para pahlawan khususnya para pemuda agar lebih jauh mencintai Tanah Airnya,” tukas Imam.(SN)
Share:

Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat, Pelayanan PKB Harus Ditingkatkan

PALI -- Peningkatan dalam Pelayanan Publik Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus dilakukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dukungan untuk itu digelorakan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di lingkungan kabupaten PALI agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan menerapkannya.

Seperti yang disampaikan oleh M. Anasrul, ketua DPD KNPI PALI. Menurutnya, proyek perubahan tersebut memiliki jangka panjang hadirnya pengujian kendaraan bermotor atau uji kelaiakan (KIR) di Bumi Serepat Serasan.

"Tentunya ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI serta memudahkan masyarakat dalam urusan tersebut. Karena selama ini, uji kelaikan ada di Muara Enim," ungkapnya.

Senada, disampaikan oleh Maryadi, tokoh masyarakat di kecamatan Talang Ubi. Ia mengaku setuju karena, selama ini dirinya harus menempuh jarak 2 jam perjalanan untuk bisa melakukan pelayanan uji KIR ke Muara Enim.

"Kalau ada di PALI, yang pastinya memberikan kemudahan kepada masyarakat. Karena, kalau selama ini harus ke kabupaten induk yaitu ke Muara Enim. Sekarang tidak perlu lagi, semoga segera terealisasi," katanya.

Sementara itu, Sunardin, SH staf ahli Bupati bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan memaparkan bahwa proyek perubahan Sinergisitas Stakeholders Peningkatan dalam Pelayanan Publik Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di kabupaten PALI merupakan awal dari pengoptimalan pelayanan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten PALI.

"Tujuan jangka pendek yaitu tersedianya SOP pelaksanaan PKB secara jemput bola dan terlaksananya koordinasi dengan stakeholder terkait. Dan jangka panjangnya bisa meningkatkan PAD untuk kabupaten PALI," terang mantan Kepala Dishub Kabupaten PALI itu.

Ia juga menerangkan, manfaat untuk masyarakat bisa menghemat waktu dan hiaya dalam pengurusan Uji KIR.

"Apalagi tujuan jangka menengah akan dibangun sistem pengujian secara online. Selain itu akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi pengujian kendaraan bermotor. Ruang lingkup proyek perubahan ini dalam waktu 60 hari, hingga penerbitan peraturan Bupati terkait hal itu," tukasnya. (sn)
Share:

Ada Perusahaan Bangun Gudang Limbah B3, Pemkab PALI Siap Dukung Asal..

PALI -- Keberadaan limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun kerap dipermasalahkan masyarakat karena selain mengganggu juga bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Tetapi untuk di wilayah Bumi Serepat Serasan, tidak lama lagi bakal dibangun gudang penampungan limbah.

Pembangunan gudang atau tempat penyimpanan limbah bakal dilakukan investor yang rencana lokasinya berada di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PALI, Alpian Herdi, Rabu (6/11).

"Rencana bakal dibangun di Desa Pengabuan oleh PT Telaga Biru Semesta (TBS). Saat ini baru tahap sosialisasi dan paparan dengan Pemkab PALI," ucap Alpian.

Pada rencana pembangunan gudang limbah, Alpain menyatakan bahwa Pemkab PALI mendukung selama tidak mengganggu tata ruang dan ada manfaatnya bagi masyarakat.

"Kami siap mengizinkan penampungan limbah dibangun. Apalagi bakal menyerap tenaga kerja lokal dan ada pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tukasnya.

Sementara itu, Abidin Pohan Manager Operasional, PT Telaga Biru Semesta Cabang Sumsel menyatakan bahwa keberadaan gudang penampungan limbah B3 bakal bisa mengurangi permasalahan lingkungan di Kabupaten PALI.

"Perusahaan kami hanya pengumpul dan transporter limbah B3 yang ada di Sumsel khususnya di PALI. Jadi bukan sifatnya pengelolaan atau pengolahan. Nantinya, limbah B3 yang berasal dari industri atau limbah medis bakal kita kirim ke pihak pemusnah," katanya.

Nantinya dijelaskan Abidin, perusahaan memerlukan lahan seluas minimal satu hektar, dan saat ini pihaknya mengincar lokasi di Desa Pengabuan.

"Estimasi lahan satu hektar, tapi masih menunggu dinas terkait untuk penentuan tata ruang. Untuk operasional, kita nanti bakal pakai tenaga kerja lokal. Dan pembangunan gudang, bakal kita laksanakan secepatnya," tutupnya. (sn)
Share:

Gudang Logistik KPU PALI Dibongkar

PALI -- Gudang logistik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibongkar pada Rabu (6/11) untuk mengeluarkan kotak suara dan bilik suara selanjutnya bakal dilakukan lelang. Hal itu menurut ketua KPUD PALI, Sunario bahwa sudah seusai arahan KPU pusat.

Proses pembongkaran gudang logistik KPUD PALI disaksikan Bawaslu dan pihak kepolisian.

"Proses Pemilu sudah selesai, dan sesuai arahan KPU untuk dilelang seluruh logistik dari KPU pusat," ungkap Sunario.

Disebutkan Sunario bahwa tahap awal pembongkaran adalah kotak suara dan bilik suara, yang jumlahnya ada 3.001 buah kotak suara dan bilik suara sekitar 2.600an. Sementara untuk membongkar dan melelang surat suara masih menunggu regulasi KPU pusat. 

"Yang melaksanakan lelang adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), kita hanya sampaikan berkas dan mengirim foto-foto barang yang bakal dilelang. Hasil lelang, semuanya bakal dikembalikan ke kas negara," tukasnya. 

Untuk logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tidak lama lagi digelar, Sunario menjelaskan bahwa logistik Pemilu dan Pilkada berbeda. 

"Itu beda, baik dari sisi anggaran maupun mekanismenya. Jadi untuk logistik Pilkada bakal dibuatkan kembali. Bentuk kotak suara pun rencananya akan berbahan dasar plastik atau fiber," terangnya. (sn) 


Share:

PORPROV : Urgensi vs Multiflier Effect

PRABUMULIH, SININEWS.COM - SININEWS.B ini isu yang sedang hangat dibicarakan adalah tentang perhelatan akbar event olahraga sepropinsi atau yang lebih dikenal dengan Porprop akan diselenggarakan di Prabumulih sebagai tuan rumah dari 16-26 November 2019. Rencana besar ini tentu saja menuai kontroversi dari berbagai kalangan yang menilai dari sudut pandang berbeda.

Ada yang pesimis akan kesiapan pemerintah kota terkait kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung, ada pula yang mengkritisi lebih baik dananya digunakan untuk membangun jalan yang berlobang, namun tidak sedikit pula yang mendukung.

Marilah kita lupakan sejenak nuansa politis yang mungkin ada sebagai hidden agenda. Tulisan ini sengaja dibuat untuk mengkaji porprop dari sisi ekonomis dan benefit lainnya sebagai value added yang dapat dirasakan oleh masyarakat sebagai satu kesatuan.

Pertanyaannya mengapa setiap daerah atau negara acapkali berlomba mengajukan diri sebagai tuan rumah pada gelaran acara seperti ini, bahkan ada yang berani untuk satu laga internasional.

Sebagai praktisi yang cukup lama berkecimpung dalam event MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition) di Yogyakarta, penulis ingin berbagi sekilas riset. Pada tahun 2002, sebagai Sekjen JISEC (Jogja International Silk Exhibition & Conference), penulis didapuk untuk menggawangi acara akbar yakni temu pakar dan pameran Sutra sedunia yang dihadiri oleh 210 delegasi dari 23 negara bertempat di Jogja Expo Center (JEC). Pasca acara tersebut, penulis mencatat beberapa transaksi besar yang dapat dibukukan sebagai berikut : pendapatan dari registration fee peserta menghasilkan US$ 30.000. Mereka tersebar menginap di beberapa official hotel dengan length of stay 4-5 hari membukukan $ 20.185.

Mayoritas tamu terbesar dari Jepang berjumlah 105 orang menggunakan maskapai nasional Garuda sebagai akses dari dan ke Yogyakarta mencatat transaksi $ 115.500, belum ditambahkan dengan optional tour sebesar $4350 dan other arrangement seperti dinner dan private tour berkisar $ 2784. Begitu pula dengan belanja per hari oleh tiap orang yang diasumsikan US$ 2.8 dikalikan jumlah peserta sama dengan $ 2100. Sehingga membukukan total transaksi kurang lebih US$ 174.919. Suatu angka yang fantastis pada masa itu, apalagi jika ditambahkan pemasukan dari registrasi dan transaksi selama masa pameran sutra yang berorientasi ekspor. (data dari laporan pelaksanaan didukung oleh data dari ASITA Yogyakarta).

Dari sini kita dapat membayangkan event sekecil itu saja yang hanya dihadiri ratusan peserta dapat berkontribusi pada peningkatan volume transaksi yang cukup signifikan, apalagi kalau event akbar yang dihadiri oleh ribuan undangan. Pertanyaan yang timbul siapa saja yang akan terkena multiflier effect porprov? Jelas dan tak terbantahkan adalah pelaku usaha/pedagang barang dan jasa. Dimulai dari perbaikan dan pembuatan fasilitas dan infrastruktur maka akan ada belanja tambahan akan building materials dari pemkot terlepas itu melalui pihak ketiga.

Kemudian penulis membuat estimasi jika setiap kab/kota sebanyak 17 katakanlah rata-rata mengirim 300-400 atlit dan official selama 11 hari event tersebut sehingga total kurang lebih akan ada 8000 eksodan yang akan berdiam di Prabumulih. Mari kita berandai-andai secara ilmiah, 3 sektor yang akan merasakan dampak langsung dari event ini adalah akomodasi penginapan, transportasi (sewa mobil) dan catering/jasa boga. Penulis mendapatkan info valid dari salah satu komite olahraga satu kabupaten, rata-rata anggaran untuk ketiga sektor tersebut adalah Rp 550 juta dikalikan 17 kab/kota. Sebuah angka yang lumayan yakni Rp 9.3 miliar spending selama 11 hari.

Memang angka yang kecil jika dibandingkan dengan PAD per tahun. Namun kita juga harus berhitung bahwa akan banyak masyarakat kecil dan menengah yang kebagian multiflier effect, mulai dari warung pinggir jalan dan sekitar penginapan, jasa laundry, counter pulsa, pusat kuliner dan hiburan, souvenir, bahkan sampai kepada tukang pijat serta tukang parkir pun akan kebagian sebagai akibat mobilisasi massa yang cukup besar selama event berlangsung.

Oleh karenanya penulis berperspektif masyarakat harus menyambut event ini dengan sukacita berharap berkah lainnya berupa non-angka. Urgensi event ini juga berguna untuk semakin mengenalkan kota, mendidik prilaku masyarakat terbiasa dengan acara skala besar sehingga ada perubahan sikap dan mindset terhadap pergaulan luas sebagai value added, menyuguhkan hiburan tambahan karena kita minim tempat wisata selain memberdayakan ekonomi.

Ambil satu hikmah tersembunyi, justru dengan adanya event ini pembangunan yang tadinya mangkrak seperti GOR, serta beberapa fasum olahraga lainnya mulai dibenahi dan dapat digunakan untuk jangka panjang, tentunya harus disertai pemeliharaan yang melekat. Sebagai catatan yang harus digarisbawahi penulis bukanlah corong salah satu pihak yang diuntungkan oleh kegiatan ini. Murni bertujuan membagi sedikit pengalaman dan ingin melihat profil kota yang kita cintai ini dapat sejajar dengan kota-kota besar lainnya yang dapat diperhitungkan.

Selamat bekerja dan sukses untuk atlit yang berlaga menjunjung tinggi nilai solidaritas dan sportifitas. Jayalah Prabumulih Prima. (Ril)
Share:

Pelantikan Pimpinan DPRD PALI Belum Pasti, Ini Penjelasan Sekwan

PALI -- Kepastian pelantikan pimpinan Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni satu orang ketua dan dua orang wakil ketua saat ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumatera Selatan.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Mariono, Rabu (6/11). Diakui Sekwan bahwa hingga saat ini, SK belum keluar.

"Kami belum menerima kabar SK bakal dikeluarkan Gubernur. Hanya saja ada rencana pada Jumat (8/11) nanti bakal audiensi dengan gubernur antara pimpinan sementara DPRD dan seluruh fraksi," ungkap Mariono.

Pada audensi tersebut, dikatakan Sekwan bahwa SK belum pasti diterima."Apakah akan langsung menerima SK atau tidak kami belum tahu, kalau pun SK keluar, masih harus dirapatkan terlebih dahulu oleh fraksi. Jadi untuk waktu pelantikan belum ada rencana kapan dilakukan, masih menunggu SK terlebih dahulu," tukasnya.

Adanya permasalahan pada posisi wakil ketua DPRD dari partai Demokrat, Mariono menegaskan bahwa Sekwan tidak ikut campur, karena itu masalah internal partai.

"Kami tetap ajukan tiga nama untuk menjabat pimpinan dewan sesusai paripurna. Namun apakah nanti yang keluar dalam SK gubernur tiga nama atau dua nama, kami juga belum mengetahuinya. Tetapi kami akan laksanakan proses pelantikan pimpinan setelah SK keluar dan dirapatkan fraksi serta sudah mendapatkan jadwalnya. Untuk pelantikan, tidak mesti tiga-tiganya, kalau keluar dua nama, prosesnya tetap bakal dilaksanakan, bahkan kalaupun keluar satu nama dalam SK, tetap bisa dilakukan," bebernya. (sn) 
Share:

Jam Terbang Rendah, Remaja Kemang Tanduk dan PJ ini diamankan Polisi usai Curi Motor

Foto : Kedua Pelaku saat diamankan di Polsek Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Dizaman serba modern remaja saat ini dituntut untuk lebih kreatif dan maampu membaur dengan teknologi dan sebisa mungkin menjauh dari ikatan narkoba

Namun tidak demikian dengan kedua remaja YW (16) warga Dusun Empat Kemang Tanduk Kecamatan RKT dan RIZ (16) warga Jalan Nigata Gang Rambutan Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, kedua pelaku pencurian dengan pemberatan ini harus meringkung di sel tahanan usai melakukan pencurian sepeda motor milik Warsonto (39) warga Dusun I Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim, selasa (5/11)

Kedua pelaku berhasil diamankan tim Opsnal Polsek Rambang Kapak Tengah (RKT) yang dipimpin langsung oleh Kapolsek RKT Ipda Budiyono dan Kanit Reskrim Aiptu Haryoni Amin, SH 

Berdasarkan laporan polisi Lp / B- 20  / X / 2019 / Sumsel / Pbm / Sek Pbm RKT , Tanggal 30 Oktober  2019 Tindak pidana pencurian dengan pemberatan pasal 363 KUHP pelaku diringkus dikediamannya di Kelurahan Prabujaya saat sedang berada didalam rumah

Saat proses penangkapan kedua pelaku tidak melakukan perlawanan, dari hasil penangkapan petugas menggeledah rumah korban dan didapati uang sejumlah Rp.1,350 juta yang diduga hasil penjualan sepeda motor dan Kunci T turut diamankan polisi

Dari kejadian itu kedua pelaku yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas itu harus berurusan dengan pedihnya jeruji besi dengan ancaman pasal 363 KUHP

Sementara itu, Kapolsek RKT Ipda Hariyono membenarkan kejadian tersebut dan telah berhasil mengamankan kedua pelaku ke Polsek RKT

“benar pelaku sudah kita amankan dan akan dilakukan penyelidikan” tegasnya

Kedua pelaku kini masih diamankan di Polsek Rambang Kapak Tengah dan diancam dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman kurungan selama lima tahun penjara (sn1)

Share:

KONI Muaraenim Siapkan Bonus Porprov Rp 4 Miliar

MUARAENIM, SININEWS.COM --Tampaknya Kabupaten Muaraenim tidak main-main untuk mencapai target tiga besar dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII yang akan digelar di Kota Prabumulih. Setidaknya KONI Muaraenim menyiapkan Bonus sebesar Rp 4 Miliar.

"Tolong habiskan bonus tersebut, dengan cara raihlah medali sebanyak mungkin," tukas Ketua 

KONI Muaraenim Ir H Hasanudin MSi pada kegiatan Pembekalan dan Pengukuhan untuk atlit, pelatih dan official di Gedung Putri Dayang Rindu Muaraenim, Selasa (5/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua KONI Muaraenim H Hasanudin. Sedangkan materi pembekalan diisi oleh monivator  L Weny Ramdiastuti dari Palembang dan H Taufik pimpinan Ponpes Laro'iba Muaraenim.

Menurut Hasanudin, bonus sebesar Rp 4 Miliar tersebut adalah sebuah pertanda keseriusan Pemkab Muaraenim dalam bidang olahraga khususnya Porprov ini. 

Kabupaten Muaraenim telah menargetkan tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII yang akan digelar di Kota Prabumulih, sebab pada Porprov ke-XI, Kabupaten Muaraenim meraih empat besar.

Dikatakan Hasanudin, untuk mewujudkan target tersebut, KONI Muaraenim akan memberikan bonus untuk atlit yang berhasil mendapatkan medali Emas Rp 15 juta, medali Perak Rp 10 juta dan medali Perunggu Rp 7,5 juta. Dan untuk memberikan motivasi bagi para pelatih, pihaknya juga memberikan bonus untuk bagi pelatih misalnya untuk Pertandingan Beregu seperti sepakbola, futsal, voli dan lain-lain jika mendapatkan Emas mereka akan mendapatkan bonus Rp 7,5 juta, Perak Rp 5 juta, dan Perunggu Rp 3 juta. Jadi jika atlit binaan pelatih berhasil meraih banyak medali emas, perak dan perunggu, maka tinggal dikalikan saja. 

Ditambahkan Kadispora Muaraenim Drs H Rusdi Khairulaah MSi, untuk pencapaian target tiga besar tersebut, pihaknya telah melakukan Training Center (TC), latihan secara kontinyu dan mengikuti pertandingan baik regional maupun nasional untuk 20 Cabang Olahraga (Cabor) yang akan diikuti.

Kabupaten Muaraenim melalui KONI dan Dispora telah menyiapkan diri untuk mengikuti Porprov di Kota Prabumulih. Adapun Cabor yang akan diikuti sebanyak 20 Cabor, dengan mengirim 216 Atlet, 59 official dan 65 Panitia. Untuk target masuk tiga besar dengan meraih 40 Emas, 40 Perak dan 40 Perunggu. 

"Memang berat apalagi harus bersaing dengan atlet nasional, namun kita harus optimis apalagi diiringi dengan bonus yang bisa memotivasi, dalam olahraga apapun bisa terjadi, yang penting berdo'a dan berusaha dengan keras," tukasnya.
Share:

Makin Mantap Maju pada Pilkada PALI, Aka Cholik Kembalikan Berkas ke PPP dan Hanura

PALI--Tokoh muda Lematang, yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Aka Cholik Darlin semakin mantap maju sebagai calon wakil Bupati PALI periode 2020-2024.

Keseriusan maju pada kontestasi politik itu ditunjukannya dengan mengambil berkas pendaftaran calon kepala daerah disejumlah Partai politik (Parpol) yang membuka penjaringan bakal Cabup dan Cawabup.

"Saya sudah mengambil formulir pendaftaran pada lima Parpol, yakni PDI-P, Nasdem, PAN, PPP dan Hanura," ungkap Aka Cholik, Selasa (5/11).

Bahkan kali ini, Aka Cholik didampingi beberapa tokoh Lematang dan Abab mendatangi sekretariat PPP dan Hanura untuk mengembalikan berkas.

"Bukan hanya mengambil formulir pendaftaran, saya juga telah lakukan komunikasi dengan PKS dan PKB, dengan cara bersilaturahmi. Sebab PKS tidak membuka pendaftaran," imbuhnya.

Untuk pengambilan berkas pada parpol lain, Aka Cholik menyatakan masih menunggu petahana, Heri Amalindo.

"Niat saya bulat untuk menjadi pendamping Heri Amalindo, untuk itu saya tidak berani mendahului beliau," tandasnya.

Sementara itu, Hairul Mursalin, Ketua DPC PPP PALI menyebutkan ada 7 kandidat yang telah mengambil berkas pendaftaran, dan baru 3 kandidat yang sudah menyerahka salah satunya Aka Cholik.

"Nantinya, semua berkas pendaftaran yang sudah diserahkan, bakal dibawa ke DPD diteruskan ke DPP. Artinya, yang memutuskan pasangan mana yang bakal diusung dan didukung PPP, itu wewenang DPP," terang Hairul Mursalin. (sn)
Share:

Sungai Lematang Tercemar, Bupati PALI Angkat Bicara

PALI -- Air sungai Lematang diklaim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tercemar sejak tahun 2017, dimana ditemukan kandungan BOD dan minyak lemak, membuat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H. Heri Amalindo angkat bicara.

Orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan itu menegaskan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah pinggir Sungai Lematang agar memperhatikan dampak lingkungan dan sosial.

Hal itu lantaran warga di Desa Tanah Abang Selatan, kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI mengalami gatal-gatal usai mandi di Sungai Lematang serta mengeluhkan warna air andalan warga Tanah Abang berubah keruh dan berbau.  Kondisi parahnya air sungai Lematang  inipun diakui warga sudah berlangsung hampir dua bulan lamanya.

"Perusahaan jangan hanya mencari duit semata, tetapi juga perhatikan dan jaga lingkungan sekitar. Boleh mencari profit, tetapi jangan sampai mencelakakan orang lain akibat tidak menjaga lingkungan dan membuat lingkungan tercemar," kata Heri Amalindo belum lama ini.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat setempat untuk bersatu dan meminta pihak yang berwenang untuk mengatasinya.

"Apalagi kita ketahui, perusahaan tersebut berada di luar kabupaten PALI. Makanya, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa harus bijak dan bersatu, mendesak pihak yang berwenang untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi masyarakat di pinggir Sungai Lematang," tambahnya.

Terkait warga yang gatal-gatal usai mandi di Sungai Lematang, Bupati meminta agar Dinas Kesehatan untuk turun.

"Kalau sudah laporannya seperti ini, dinkes harus tanggapi. Bisa melalui posyandu dan Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat agar melakukan pelayanan masyarakat yang terdampak," tandasnya.

Diketahui sebelumnya bahwa warga Kecamatan Tanah Abang  mengeluhkan air sungai Lematang keruh dan berbau serta alami gatal-gatal pasca mandi di sungai tersebut. Dengan banyaknya keluhan tersebut, DLH Kabupaten PALI turun tangan mengecek kandungan yang terdapat pada air sungai Lematang.

foto. salah satu warga tengah mencuci di sungai Lematang

Hasilnya, DLH PALI menyatakan bahwa air sungai Lematang positif mengandung BOD dan minyak lemak, dimana kandungan itu timbul akibat adanya aktivitas industri. Sebelum pengecekan dilakukan beberapa waktu lalu bersama sejumlah tokoh Lematang dan anggota DPRD, DLH akui pihaknya rutin mengecek kandungan air Lematang setiap tahun.

Untuk penelusuran dan penindakan penyebab tercemarnya sungai Lematang, DLH PALI tidak bisa berbuat banyak, mengingat wilayah perusahaan yang beroperasi disekitar sungai Lematang berada di Kabupaten Muara Enim. Namun demikian, untuk mempercepat proses penyebab pihak mana yang harus bertanggung jawab, DLH PALI telah melayangkan surat ke DLH provinsi Sumatera Selatan. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts