Berita Bupati PALI Dituduh Korupsi, Sekda PALI Nilai itu Tendensius

PALI -- Terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan Bupati PALI diduga korupsi ratusan milyar rupiah tahun 2014-2015 disangkal Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) PALI ,Syahron Nazil didampingi Kepala BPKAD PALI, Inspektorat dan Bagian Humas Pemkab PALI lakukan konferensi pers, Selasa (3/12) di Aula Kantor Bupati PALI KM 10.

"Berita tersebut dinilai tendensius dan mendiskriditkan yang bisa menggiring opini masyarakat yang berdampak pada kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," kata Sekda. 

Dijelaskan Sekda bahwa ada beberapa hal yang dinilai janggal pada isi pemberitaan dibeberapa media online salah satunya menyebut proyek perluaaan RSUD yang fiktif.

"Kami sudah cek, tidak ada proyek perluasan rumah sakit yang ada penambahan ruang inap VIP yang anggarannya sekitar Rp 2,8 M. Dan itu bukan perluasan, namun meninggikan bangunan atau menambah lantai keatas," tukasnya. 

Lanjut Sekda, ada lagi menyebut Bupati menerima tanah hibah dari saudara Ridwan seluas 40 hektar kemudian dibalik namakan lalu dijual untuk pembangunan kantor BPKAD. 

"Sama sekali tidak ada hibah seluas 40 heltar, karena luas bangunan BPKAD hanya lebih kurang 1,6 hektar. Tanah tersebut sudah dibuat sertifikat dan sampai saat ini tidak ada masalah," tambah Sekda. 

Sekda menegaskan bahwa pada garis besarnya berita tersebut tidak benar dan sangat keliru. "Kita telah lakukan langkah hukum, karena ini salah satu opini yang menyesatkan serta mencemarkan nama baik personal, dalam hal ini Bupati," tandas Sekda. 

Sekda juga akui bahwa Pemkab PALI tidak anti kritik, namun tetap terbuka menerima masukan atau kritikan. "Kami siap menerima masukan sebagai kontrol, namun kritik harus sesuai fakta dan harus berimbang, bukan tendensius," tutupnya. (sn) 



Share:

Lahan Transmigrasi Tempirai Bakal Tampung 50 KK, Begini Penjelasannya


Foto. Kadisnakertrans PALI

PALI -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebutkan tahap awal pembukaan lahan transmigrasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara bakal menampung 50 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi transmigran.

"Untuk transmigran tetap kita komitmen pada rencana awal, yakni 60 banding 40. Dari lokal 60 persen dan transmigran datangan dari luar daerah PALI 40 persen," ungkap Usmandani, Kepala Disnakertrans PALI, Selasa (3/12).

Kesepakatan jumlah transmigran yang bakal menempati lokasi transmigrasi di Desa Tempirai diakui Usmandani telah disetujui Kementerian Transmigrasi.

"Lahan yang kita ajukan untuk dibuka, tetap ada 900 hektar. Hanya saja untuk pembukaan lahan tahap awal baru bisa menampung 50 KK. Terdiri dari 30 KK lokal dan 20 KK dari datangan. Untuk transmigran lokal bakal kita prioritaskan pemilik lahan semula yang telah menyerahkannya ke pemerintah untuk dibuka sebagai lahan transmigrasi," tambah Usmandani.

Pembukaan lahan transmigrasi sendiri dijelaskan Usmandani dilaksanakan tahun 2020, dimana semua anggaran berasal dari APBN.

"Pertama sekali yang bakal dibangun adalah rumah KUPT (Kepala Unit Penyuluh Transmigrasi), Gudang, Balai desa, rumah RTJK tipe 36, jumlahnya 50 unit, jalan poros dan jalan lingkungan/desa. Meski baru 50 KK, namun PALI patut berbangga, sebab hanya PALI yang mendapatkan kuota paling banyak dibanding daerah lainnya di Indonesia. Mudah-mudahan kalau sukses tahap awal ini, pembukaan lahan transmigrasi bakal dilanjutkan kembali," tandas Usmandani. (sn)
Share:

Kenal di Fb Lalu Ketemuan Kemudian 'Wikwik', Gadis SMA di PALI Hilang Kehormatan, Motor dan Handphone

PALI, SININEWS.COM -- Wanda (17) warga Jalan Pahlawan Rt. 005 Rw. 006 Kel. Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tertunduk lesu saat digelandang tim elang unit Reskrim Polsek Talang Ubi. Pria tersebut jadi tersangka lantaran diduga telah melakukan pencabulan terhadap gadis dibawah umur, sebut saja Bunga, yang kini masih duduk di kelas dua salah satu SMA di kota Pendopo.

Dari keterangan Kapolres PALI melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Aipda Hairil Roji, Selasa (3/12) bahwa tersangka ditangkap pada Senin (2/12) di pinggir jalan di wilayah Talang Tumbur Kelurahan Talang Ubi Barat. Selain melakukan aksi tak senonoh terhadap pelajar, tersangka Wanda juga melakukan penggelapan terhadap sepeda motor dan handphone korban.

"Antara korban dan tersangka kenal melalui media sosial facebook. Kemudian janjian ketemu lalu lakukan aksi bejat itu di rumah nenek tersangka sebanyak dua kali. Tersangka terancam hukuman diatas 5 tahun penjara, karena selain melakukan pencabulan juga menggelapkan barang-barang korban. Tersangka ini juga merupakan residivis kasus KDRT dan penjambretan," terang Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi.

Untuk barang bukti ditambahkan Hairil Roji masih dikumpulkan dan ditelusuri. "Sepeda motor korban dari keterangan tersangka katanya ditilang di kota Palembang. Sementara handphone sudah digadaikan. Saat ini baru pakaian korban sebagai barang bukti," tukasnya.

Sementara dari pengakuan korban Bunga (nama samaran) bahwa dirinya sebelumnya tidak mengenal tersangka. Namun setelah bertemu yang sebelumnya cattingan melalui media sosial, korban terbuai rayuan tersangka.

"Awalnya maksa, tapi setelah dia (tersangka) berjanji bakal tanggungjawab, aku pasrah. Sehari setelah kejadian itu, dia ngajak ketemuan lagi. Lalu dia pinjam hp dan sepeda motor, tapi setelah beberapa hari pinjam tidak pernah mengembalikan. Kemudian kami melapor ke Polisi," kenang korban. (sn)
Share:

Flashback Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri

JAKARTA, SININEWS.COM - 02 Desember 2019,| Nama Komjen Pol. Firli Bahuri ramai diperbincangkan pasca dirinya terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK -red ) untuk masa jabatan 2019-2023. Keberhasilan Komjen Pol. Firli dalam melewati semua tahapan seleksi tidak terlepas dari upaya serta doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah SWT, yang kiranya memohon untuk diberikan yang terbaik baginya serta Bangsa dan Negara.

Komjen Pol. Firli Bahuri Insya Allah akan dilantik pada tanggal 20 Desember 2019 besok merupakan salah satu figur penting dengan sederet prestasi luar biasa. Namun rasanya banyak yang belum tahu bagaimana dan seperti apa perjalanannya hidupnya sejak kecil yang penuh inspirasi dan patut untuk diketahui publik khususnya generasi muda Indonesia.

Dalam kesempatan silaturahmi ketua umum IMO-Indonesia Yakub Ismail dengan Kabaharkam Komjen Pol. Firli Bahuri di Mabes Polri, kamis 28/11/2019 pekan kemarin, saat bincang-bincang dan ditanya bagaimana dan seperti apa sehingga bisa seperti sekarang ini, komjen Pol. Firli terseyum sejenak seraya berkata Alhamdulilah barokah, Komjen Pol. Firli Bahuri kemudian menuturkan beberapa kisah perjalannya.

Komjen Pol. Firli Bahuri terlahir di sebuah kampung terpencil bernama desa lontar di sumatera selatan pada tanggal 08 November 1963, dari seorang Ibunda yang bernama Tamah dan Ayahanda bernama Bahuri, dan ia adalah anak bungsu dari enam bersaudara.

Sebagaimana kehidupan di desa, komjen Pol. Firli Bahuri tumbuh dengan keterbatasan sarana publik namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk dapat berhasil sekolah layaknya anak-anak pada umumnya.

Diusianya yang ke 5 tahun Sang Ayah telah meninggalkan Komjen Pol. Firli Bahuri dan keluarga untuk kembali kepada Sang Khaliq, dan hal tersebut menjadi masa-masa kelam bagi Komjen Pol. Firli Bahuri beserta saudara lainnya, hidup dengan seorang Ibunda dan lima saudara lainnya yang sudah tidak memiliki Ayah ( Yatim -red ) menjadikan Komjen Pol. Firli Bahuri mengenal apa itu kerja keras dengan sarat perjuangan keras. Namun semangatnya tak pernah luntur untuk menggapai cita-cita.

Meski baru duduk di bangku sekolah dasar, Komjen Pol. Firli Bahuri sudah harus bekerja ekstra untuk dapat membantu meringankan beban Sang Ibunda yang telah mengambil peran sebagai kepala keluarga untuk menafkahi ia serta lima saudaranya.

Tekadnya yang sudah bulat untuk dapat besekolah tersebut membuat masalah jarak tempat tinggal yang jauh dari sekolah tidak menyurutkan niatnya untuk belajar, dan untuk dapat sampai ke sekolah Komjen Pol. Firli Bahuri harus menempuhnya dengan berjalan kaki belasan kilometer.

Adapun pada saat Komjen Pol. Firli Bahuri hendak melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP bhakti), hanya ada satu sekolah swasta terdekat yang ada yaitu di kecamatan pengandongan dengan jarak yang sangat jauh dan sulit dalam ukuran anak seusianya ( 8 km atau 16 km pulang pergi) dari kediamannya yang kembali harus ditempuh dengan berjalan kaki, namun hal itu semua tidaklah menyurutkan niat dan semangatnya untuk bisa bersekolah.

Bersekolah tidak membuat Komjen Pol. Firli Bahuri lupa untuk tetap berjuang membantu Sang Ibunda, maka untuk dapat terus mengejar cita-citanya setelah tamat SMP Komjen Pol. Firli Bahuri merantau jauh meninggalkan kampung halaman untuk dapat melanjutkan sekolahnya di SMAN 3 Palembang, dan sebagaimana dituturkan kalangan rekan-rekannya bahwasanya tidak sulit untuk menemukan jenderal bintang tiga tersebut disekolah karena dalam kesehariannya hanya ada dua tempat yang menjadi Favorit dari Komjen Pol. Firli Bahuri yaitu Perpustakaan dan kelas belajar.(ril/@yfi)
Share:

Hasil Ops Senpi Musi, Polres Muara Enim Amankan 16 Tersangka

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Selama pelaksanaan Oprasi Senjata Api (Senpi) Musi 2019 yang dilaksanakan serentak dari tanggal 9-30 November, Polres Muara Enim mengamankan 16 tersangka dari 14 kasus di seluruh wilayah hukum Polres.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono dalam pernyataan resminya saat press converence mengatakan, keberhasilan pihaknya tidak terlepas dari peran serta seluruh elemen, baik unsur muspida, serta masyarakat yang telah menyerahkan senpi secara sukarela maupun informasi kepemilikan senpi.

“Dari 14 kasus, kebanyakan para tersangka kita amankan saat oprasi  dijalan jalan yang dinilai rawan serta informasi dari masyarakat mengenai kepemilikan senjata apo yang ada di sekitar wilayah mereka,” ujar Kapolres, Senin (2/12).

Di juga menbahkan, oprasi yang dilaksanakan kali ini melibatkan personil khusus dengan pola yang khusus juga. “Selain jajaran reskrim, juga polsek polsek kita libatoan dalam menjalanlan oprasi ini,” ujarnya lagi.

Hal ini, lanjut Kapolres lagi, juga sebagai bentuj komitmen dalam rangka menurunkan gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat. “Dan juga cara kita bagai mana agar menghilangka pameo (label) yang beranggapan bahwa sumsel merupakan daerah rawan,” tambahnya.

Tingginya angka kriminalitas juga dipicu tingginya jumlah kepemilikan senjata api ilegal yang beredar. “Jadi kita harapkan keada masyarakat, agar memberikan kepercayaan penuh kepada Kepolisian dalam hal pengamanan. Jadi tidak ada lagi alasan menyimpan atau memiliki senpi dengan alasan untuk jaga diri,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa sehak berpisah dengan kabupaten PALI ternyata angka kepemilikan senpi juga masih banyak.

Dalam razia kali ini, total senjata yang diamankan oleh Polres Muara Enim baik yang diserahkan masyarakat secara sukarela maupun hasil oprasi sebanyak 60 pucuk. Dari semua senjata tersebut yakni 51 laras panjang dan 9 laras pendek beserta amunisinya.

Bila dibandingkan dari tahun lalu, jumlah senpi yang berhasil diamankan Polres menurun drastis. Dimana pada tahun 2018, polres mengamankan 250 senpi baik itu serahan sukarela dari masyarakat maupun dari kasus yang ditangani. 

Kapolres juga mengimbau masyrakat agar senantiasa memberikan dan bekerja sama dengan kepolisian mengenai informasi kepemilikan senpi agar masyarrakat pebih tenang dengan jumlah kepemilikan yang lebih sedikit.(SN)
Share:

Masih Ada 11 Warga PALI Idap HIV

Foto. Kepala Dinkes PALI


PALI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebut masih ada 11 warga Bumi Serepat Serasan mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS.

Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinkes PALI, Mudakir Senin (2/12). Menurutnya, 11 warga tersebut tersebar di lima kecamatan.

"Kami lakukan pemantauan secara berkala terhadap penderita HIV. Dan penderita diwajibkan rutin melakukan kontrol ke Puskesmas terdekat terlebih obat habis, penderita harus mengambilnya di puskesmas," kata Mudakir.

Untuk pencegahan penyebaran HIV, Mudakir menyebutkan pihaknya menyiapkan layanan VCT atau voluntary counselling and testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS).

"Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. VCT bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit maupun klinik penyedia layanan VCT. Namun saat ini baru ada dua tempat yang melayani VCT, yakni di RSUD Talang Ubi dan Puskesmas Abab," terangnya.

Selain menyiapkan layanan VCT, penanggulangan HIV dijelaskan Mudakir melalui sosialisasi kemasyarakat terutama sekolah-sekolah.

"Kita punya target tahun 2030 PALI  bebas HIV, namun di tahun 2022 kita targetkan eliminasi HIV dari ibu ke anak. Untuk mencapai target tersebut kita gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah," tutup Mudakir. (sn)
Share:

Polres PALI Amankan 37 Pucuk Senpira Berikut Tiga Tersangka

PALI -- Operasi Senjata Api (Senpi) Musi tahun 2019 yang dilakukan Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak tanggal 3 sampai 9 November 2019 berhasil mengamankan 37 pucuk senjata api rakitan, dengan rincian 34 Senpira laras panjang dan 3 pucuk laras pendek.

Kapolres PALI AKBP Yudi Suharyadi SIK menyebutkan selain puluhan senpira yang diamankan, tiga tersangka berinisial YD dari Penukal Abab, MY dari Talang Ubi berhasil dibekuk. Sementara satu pelaku lain berinisial MD meninggal dunia saat diproses polisi. 

"Pelaku kita kenakan Undang-undang darurat pasal 1 ayat 1 nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara," tandas Kapolres saat konferensi pers, Senin (2/12)

Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat yang masih mempunyai senjata api rakitan untuk menyerahkan ke polres atau melalui Polsek masing-masing. 

"Menyimpan senjata api rakitan tanpa izin adalah melanggar hukum. Lebih baik serahkan ke polisi. Bagi warga yang menyerahkan senjata apinya, tidak akan ada tindakan hukum, hanya kita bina agar tidak lagi menggunakan atau menyimpan Senpira. Namun bagi yang terkena razia, tentu saja akan kita tindak," tukasnya. 

Sosialisasi akan terus dilakukan jajaran Polres PALI. "Karena Polres PALI masih baru, kita sosialisasikan untuk kepada masyarakat untuk menyerahkan senpira agar tindak kriminal di wilayah PALI bisa ditekan," terang Kapolres. 

Terpisah, Kapolsek Tanah Abang Iptu Roni Hermawan melalui Kanit Reskrim Bripka Muslim Ansori mengatakan bahwa Polsek Tanah Abang berhasil menerima serahan senpira sebanyak 15 pucuk. 

"Semuanya serahan dari masyarakat, ada 13 pucuk senjata api rakitan laras panjang dan 2 pucuk laras. Sebelumnya kita lakukan sosialisasi ke masyarakat dan responnya cukup tinggi. Sampai saat ini, kita tetap masih membuka diri apabila ada masyarakat yang ingin menyerahkan senpira," ucap Muslim. (sn) 


Share:

Program Heri Amalindo Jadi Motivasi Kota Bengkulu

PALI, SININEWS.COM - Meski Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) baru menginjak usia ke-6, tetapi banyak terobosan yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten PALI dibawah kepemimpinan H Heri Amalindo yang mampu mendobrak percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Salah satunya, program asuransi Jiwa PALI Sejahtera. Program yang diinisiasi Heri Amalindo ini mampu menjamin warga Bumi Serepat Serasan untuk mendapat bantuan atau santunan kematian sebesar Rp 1 juta. Meski nominalnya tidak terlalu besar, tetapi santunan dari asuransi jiwa PALI Sejahtera mampu membantu keluarga yang ditinggalkan.

Suksesnya asuransi jiwa PALI Sejahtera tentu menjadi motivasi daerah lain untuk mengadopsi kebijakan yang dinilai sangat pro dengan rakyat. Salah satu daerah yang berminat mencontoh program tersebut adalah Kota Bengkulu.

Ketertarikan Kota Bengkulu untuk meniru program asuransi jiwa PALI Sejahtera dibuktikan dengan mendatangi Kabupaten PALI pada Sabtu  (30/11) langsung Wali Kota (Wako) Bengkulu H Helmi Hasan dan mengajak Pemerintah kabupaten PALI untuk bekerjasama.

Saat penandatanganan MOu antara Pemkot Bengkulu dengan Pemkab PALI, di aula rumah Dinas Bupati PALI, Wali Kota (Wako) Bengkulu H. Helmi Hasan mengaku tertarik dengan program Bupati PALI asuransi Jiwa PALI Sejahtera yang mana, bagi warga PALI yang meninggal akan mendapat santunan senilai Rp 1 juta.

Selain program asuransi jiwa PALI Sejahtera, Helmi Hasan juga mengaku tertarik dengan program Bupati PALI yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan ketimbang membangun kantor Bupati dan rumah Bupati.

"Banyak program baik yang bisa dicontoh dari Pemerintah Kabupaten PALI, yang mana ketika ada warga berduka kemudian mendapat santunan dari Bupati serta bagaimana pak bupati mementingkan kepentingan masyarakat dalam sektor infrastruktur. Ini nantinya yang akan kita contoh di kota Bengkulu," ungkap Helmi Hasan saat ditanyai sejumlah media.

Akibat ketertarikan tersebut, Wako Bengkulu dan Bupati PALI sepakat untuk menjalin kerjasama. "Ketika ada kebaikan di kabupaten lain, kami akan cari dan akan ditiru. Jadi kebaikan tersebut juga terjadi di kota Bengkulu," tambahnya.

Setelah terjalin kerjasama antara Pemkab PALI dan Pemkot Bengkulu, Helmi berharap bisa menghadirkan kebahagiaan untuk masyarakat Kota Bengkulu dan kabupaten PALI.

"Kongkritnya adalah, setelah hari ini kita melakukan kesepahaman, kedua pemerintah sepakat akan melihat apa yang bisa dilakukan kerjasama. Turunannya secara teknis nanti bagaimana OPD dari kedua pemerintah akan melihat program, dan memilih program yang cocok diterapkan di kedua daerah masing-masing," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati PALI H. Heri  Amalindo menyambut baik kerjasama antara Pemkot Bengkulu dan Pemkab PALI.

Ia juga tidak menampik akan meniru  program yang ada di Pemkot Bengkulu untuk diterapkan di kabupaten PALI.

"Nantinya,, Apa yang cocok, yang baik akan kita tiru, untuk dijalankan, melalui OPD-OPD yang akan menindaklanjuti. Bagaimana caranya, bagaimana sistemnya. Sesuai dengan kata Wako Bengkulu tadi, yang mana ada kebaikan, akan kita tiru," jelas Heri Amalindo.

Heri Amalindo mengaku baru pertama kali bertemu dengan Wako Bengkulu hari ini (Sabtu, 30/11). "Kalau kenal, sudah lama, karena tertulis di langit. Namun kalau bertemu baru kali ini. InshaAllah satu Minggu ke depan atau satu bulan ke depan, kami akan berkunjung ke kota Bengkulu," tukasnya.

Bupati PALI juga memuji program Wako Bengkulu yang meminjamkan mobil dinas miliknya untuk dipakai pada acara pernikahan warganya.

Dalam penandatanganan MOu tersebut, tampak hadir Sekda PALI, kepala OPD di ruang lingkup Pemkab PALI dan Pemkot Bengkulu dan tokoh masyarakat serta tokoh agama. (SN/ADV)
Share:

Cegah Pergaulan Bebas, Puskesmas Adakan Penyuluhan

MUARA ENIM, SININEWS.COM - MTs Negeri 2 Muara Enim bekerjasama dengan Puskesmas Lawang Kidul menggelar penyuluhan tentang alat reproduksi remaja. Kegiatan ini diikuti puluhan siswa-siswi MTs Negeri 2 Muara Enim, dengan narasumber dr. Lia selaku ketua tim penyuluhan dari Puskesmas Lawang Kidul.

                Pada penyuluhan itu, dr. Lia menyampaikan bagian yang termasuk dalam alat reproduksi dan dampak apa yang terjadi apabila tidak menjaga kebersihan dari alat reproduksi tersebut. “Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang bisa timbul akibat tidak menjaga kebersihan alat reproduksi,” ungkap dr. Lia, Sabtu (30/11),

                Lebih lanjut, disampaikan juga dampak dari pergaulan bebas. Disamping masa depan menjadi suram, pergaulan bebas akan berdampak pada masa muda. “Akibat dari pergaulan bebas bisa terjangkit penyakit yang mengerikan, yaitu HIV/Aids,” bebernya.

                Agar tak terjerumus dalam pergaulan bebas, dr. Lia mengingatkan pelajar supaya membentengi diri dengan ilmu agama. “Dengan begitu juga anak-anak bisa menjadi generasi muda sehat dan berakhlak,” tukasnya.

                Sementara itu, Kepala MTs Negeri 2 Muara Enim, Abuddarda, S.Pd, mengatakan remaja adalah fase di mana anak-anak mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan pada bentuk fisik ini perlu dikenalkan sehingga mereka memahami bahwa mereka bukan lah anak-anak lagi.


“Lewat penyuluhan ini kita harapkan anak-anak menjadi lebih tahu tentang alat reproduksi dan dapat mencegah pergaulan bebas, yang berdampak buruk bagi anak-anak sendiri,” ucapnya.(SN)
Share:

Cabup Solok Iriadi DT Tumanggung Janji Prioritaskan Penyediaan Cold Storage


SININEWS.COM - Melimpahnya hasil perikanan harus juga diimbangi dengan inovasi sehingga harga jual bisa stabil dan kualitas meningkat. Untuk itu bakal calon Bupati Solok 2020-2024, Iriadi Dt Tumanggung berjanji akan bila nantinya terpilih sebagai Bupati dirinya akan memprioritaskan penyediaan Cold Storage secara merata bagi para nelayan yang ada.

“Bagi nelayan kecil, cold storage ini sangat bermanfaat dan beimbas langsung terhadap pendapatan mereka. Mereka tak perlu khawatir dengan harga yang anjlok di saat hasil tangkapan ikan melimpah yang secara otomatis bisa menurunkan harga jual. Cold storage ini sangat penting namun karena harga yang tak murah sehingga mereka tak mampu membeli,” ujat Iriadi kepada wartawan, Sabtu (30/11).

Keuntungan bukan hanya pada nelayan, masyarakat yang mengkonsumsi ikan juga terbantukan dengan ketersediaan stok setiap saat tanpa mengenal musim. Daya beli juga ikut stabil karena harga yang relatif stabil.
Di samping itu, interaksi nelayan, penjual dan pembeli harus dibangun dengan konsep modern dan hygenis. Menurutnya sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk membangun sarana dan prasana yang refresentatif dan memadai.

“Kita akan menggandeng investor untuk membangun pasar ikan yang modern namun terjangkau. Kita buang image selama ini jika pasar yang menjual hasil perikanan itu kotor, basah dan bau. Akan dibuat pasar yang nyaman seperti mall dan supermarket,” tambah Iriadi yang saat ini masih menjabat Sekretaris Bawaslu Sumsel ini.

Mengusung visi ‘Bersama Membangun Pertanian Modern dan Pariwisata Menuju Solok Maju, Sejahtera dan Religius’  salah satu kandidat kuat Bupati Solok periode 2020-2024 Iriadi Dt Tumanggung yakin dirinya mampu mengemban amanah nantinya sebaik mungkin. Apalagi searah visi dan misinya tersebut, Iriadi akan membangun Solok dengan bermodalkan pertanian modern dan pariwisata yang menjadi andalan.

Menyinggung pencalonannya, Iriadi optimis akan banyak partai mengusung dirinya. “Saya yakin kita akan mampu meraih kepercayaan masyarakat Kabupaten Solok. Karena pengalaman saya di birokrasi selama ini cukup sebagai modal dalam membangun Solok mendatang. (sn1)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts