Usai Gelumbang, Kini Giliran Kecamatan Rambang Niru Siap Bentuk Daerah Baru

Foto : Pengurus pembentukan presidium Daerah Otonom Baru Kecamatan Rambang Niru di Aula KUD Persuri Suni 
MUARA ENIM, SININEWS.COM -  Setelah Kabupaten PALI berhasil memekarkan diri dan telah berdiri sendiri, kini giliran Kecamatan Rambang Niru yang akan memisahkan diri dari Kabupaten Muara Enim yang sebelumnya Kecamatan Gelumbang telah lebih dulu mengajukan permohonan pemekaran otonomi daerah, sabtu (14/12)

Kecamatan Rambang Niru yang diikuti sekitar lima kecamatan lainnya siap membentuk Kabupaten baru yang saat ini sudah bergaung rapat pembentukan presidium Daerah Otonom Baru (DOB) dibeberapa daerah di Kecamatan Niru
Cakupan Kabupaten Muara Enim saat ini mencapai 7.058,41 km² (77,22 persen) dengan Wilayah administrasi terbagi menjadi 20 Kecamatan yang terdiri dari 326 desa/kelurahan yaitu 310 desa dan 16 kelurahan yang dikutip dari portal resmi muaraenimkab.go.id hal inilah menjadi salah satu penyebab ketidak merataan pembangunan infrastruktur diberbagai daerah yang memaksa beberapa kecamatan memilih pemekaran daerah baru
Foto : Foto bersama pengurus DOB Kecamatan Rambang Niru
Ir.H.Aswandi Asgap Serampoe, M.Si selaku tokoh masyarakat Rambang Niru mengatakan saat ini pemerataan pembangunan infrastruktur di daerahnya sangat memprihatinkan sedangkan jumlah pajak yang disetor ke Pemerintah Kabupaten tidaklah kecil

Mantan DPRD Kabupaten Muara Enim dua periode ini mengaku Daerah Otonomi Baru yang direncanakan oleh Kecamatan Rambang Niru sangat memungkinkan karena tambahnya sekitar 40% daerah tersebut telah menyumbang APBD melalui perusahaan yang cukup besar seperti PT.TEL, PT.Pertamina Ubep Limau (Migas), PT.GHEMMI (Batubara) serta masih banyak perusahaan yang bisa membantu pemekaran daerah tersebut

“kita optimis Kabupaten Baru akan bangkit, hal ini demi kesejahteraan masyarakat dan kita bisa lebih mandiri” ucapnya

Untuk diketahu saat ini ada enam kecamatan yang sudah mulai merapat untuk pemekaran daerah yakni Kecamatan Rambang, Kecamatan Rambang Niru, Kecamatan Rambang Dangku, Kecamatan Lubai, Kecamatan Belimbing Jaya dan terakhir Kecamatan yang baru enam bulan dibentuk yaitu Kecamatan Empat Petulai Dangku

Dari beberapa syarat yang dibutuhkan seperti dukungan daerah kecamatan sudah mencukupi, untuk pemekaran daerah ada beberapa yang mesti dipenuhi seperti Jumlah penduduk, kesiapan ekonomi pendidikan dan lainnya harus segera dipenuhi

Disinggung mengenai persetujuan kepala daerah Kabupaten Muara Enim (Bupati) dan sejumlah wakil rakyat DPRD sebagai syarat mutlak untuk menuju DOB yang baru Aswandi mengatakan yakin jika hal tersebut pasti mereka akan mendukung

Sementara itu, Muslimin Jusroni Ketua Presidium tingkat Kecamatan Rambang Niru terpilih saat dibincangi di Aula KUD Persuri Suni di Desa Jemenang mengatakan saat ini dirinya bersama tim akan meminta Koodinator Desa (Kordes) meminta dukungan kepada Kepala Desa (Kades) yang ada di Rambang Niru

“kita akan melakukan blusukan kedaerah dengan menggandeng kades untuk meminta dukungan” jelasnya 

Menurut informasi dalam waktu dekat semua tim dikecamatan akan segera dibentuk dan saat ini sudah tiga kali melakukan pertemuan guna membangun sistem yang kuat untuk membantu memenuhi syarat untuk pemekaran daerah 

Dari beberapa pengajuan nama Kabupaten baru yang akan dibentuk ada sejumlah nama yang sudah dipersiapan yang tidak mengubah kerukunan antar daerah dengan menggabungkan nama beberapa daerah seperti Kabupaten Ramdalu (Rambang, Dangku dan Lubai), Kecamatan Rambali (Rambang, Lematang dan Bali /kembali) dan terakhir Kabupaten Serampu yang diambil dari nama leluhir atau puyang

Ketiga nama Kabupaten tersebut belum hasil final karena masih pengusulan dari berbagai daerah yang belum disetujui oleh masyarakat disana (sn1).

Share:

Istri Sekwan PALI Kumpulkan Anggota Dharma Wanita, Begini Tujuannya

PALI -- Pererat tali silaturrahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan Sekretariat Dewan (Sekwan), istri Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten PALI Rosmawiryani, kumpulkan seluruh anggota DWP pada Jumat (13/12) di Kantor Sekwan.

Istri dari Son Haji tersebut menginginkan DWP Sekwan harus mampu mandiri serta menjadi panutan ibu-ibu lainnya. 

"Kita sebagai wanita pendamping suami yang bekerja di Sekwan harus berperan aktif dan terus berkarya untuk menjadi ibu-ibu yang tangguh dan menjadi tauladan atau contoh bagi kaum wanita," ungkap Rosmawiryani. 

Rosmawiryani juga menerangkan bahwa dirinya bakal lebih menghidupkan kembali organisasi istri pegawai dilingkungan Sekwan. 

"Kita akan rutin lalukan pertemuan. Tujuannya selain mempererat tali silaturrahmi juga membahas dan merencanakan kegiatan-kegiatan agar keberadaan DWP dilingkungan Sekwan benar-benar bisa membantu terwujudnya PALI sejahtera," tukasnya. (sn) 
Share:

Integrasi Program Pemerintah Daerah dan Kegiatan Akademis, apakah mungkin?

SININEWS.COM - Program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship atau populer dengan OK OCE kerap menjadi buah bibir. Salah satu program OK OCE adalah pembinaan kewirausahaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sudah diterapkan di DKI Jakarta salah satunya di Paguyuban UKM Raden Patah.

Jika kita berjalan di sekitar Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru Jakarta Selatan akan terlihat jajaran pedagang kaki lima di sepanjang trotoar dengan jenis dagangan yang sangat variatif. Para pedagang ini menyediakan alternatif makan siang kepada warga di sekitar jalan tersebut, sepeti jamaah Masjid Agung Al Azhar, mahasiswa dan karyawan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), serta pegawai Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KEMENPUPR) dan PT. Telkom.

Paguyuban ini beranggotakan 74 UKM yang terdiri dari makanan, minuman, dan aksesoris yaituaneka minuman seduh dan kemasan, gorengan, kue cubit, sate padang, sate ayam, sop buah & jus, ayam bakar, mie ayam, bakso ayam, laksa betawi, nasi goreng, warteg ketoprak, gado-gado, nasi goreng, soto ayam, soto mie, rujak buah, ketupat sayur, nasi ayam penyet, nasi uduk, nasi gulai, es podeng, es kelapa, nasi gulai dan rames, indomie, roti bakar,  ayam goreng, dimsum, bubur ayam, siomay dan batagor,) pedagang aksesoris, pedagang pulsa, dan pedagang buku.

Jajaran pedagang tersebut mulanya menggunakan gerobak mereka masing-masing tanpa penataan yang jelas, jangankan penataan, pungutan yang diberikan kepada pedagang sama sekali tidak jelas, namun kini pedagang di Paguyuban UKM Raden Patah telah naik kelas. Etalase-etalase berjajar dengan rapi dilengkapi dengan fasilitas air yang mengalir di setiap outlet dagangan. Pembayaran iuran rutin bulanan mereka lakukan melalui Jakarta One Card atau kartu Jakone.

Tak hanya itu, para pedagang diberikan pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan marketing bahkan keamanan dan ketahanan pangan secara berkala. Penilaian kebersihan dagangan juga rutin dilakukan untuk memonitoring dan mengevaluasi berjalannya program OK OCE.(SN)
Share:

Incar 15 Kursi Panwascam, 104 Peserta Harus Lalui Ujian Ini

PALI -- Calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berjumlah 104 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi hari ini, Jumat (13/12) ikuti tes tertulis berbasis online, di salah satu ruang kelas SMAN 1 Talang Ubi. 

Seluruh peserta tes tertulis itu mengincar 15 kursi, yang dibagi lima kecamatan, artinya dalam satu kecamatan hanya membuka peluang tiga kuota untuk Panwascam. 

Dikatakan Basrul, salah satu komisioner Bawaslu PALI bahwa setelah peserta melalui tes tertulis berbasis online kembali dihadapkan tes wawancara. 

"Tes tertulis dibagi enam sesi, waktunya selama dua hari, lalu ada tes wawancara juga dilaksanakan dua hari," ungkap Basrul. 

Tes tertulis berbasis online tersebut langsung konek ke Bawaslu RI, jadi  yang menentukan hasil akhir nanti adalah peserta itu sendiri. Karena yang menilai hasil tes peserta melalui sistem yang dikendalikan Bawaslu pusat. 

"Sistem ini merupakan terobosan Bawaslu dalam melakukan perekrutan lembaga ad hoc, yang dilaksanakan supaya transparan dan tidak ada lagi kecurigaan diantara peserta. Hasil seluruh tes ini bakal dilaksanakan tanggal 18 Desember 2019 dan pelantikannya diperkarakan tanggal 20 atau 21 Desember 2019," terang Basrul. (sn) 


Share:

Baksos Peringati Hari Juang TNI AD Targetkan 120 Kantong Darah

 Foto : Ketua PMI Kota Prabumulih Ir.Hj.Suryanti Ngesti Rahayu saat meninjau Baksos Kodim 0404/ME Donor Darah Di atrium Citimall 
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Peringati Hari Juang TNI AD 2019 Komando Distrik Militer (Kodim) 0404 Muara Enim gelar Bhakti Sosial (Baksos) Donor Darah di Atrium Citimall Kota Prabumulih, kamis (12/12)

Dalam peringatan hari juang tersebut Kodim 0404/ME bersama Koramil 404-02 Prabumulih lakukan gerakan bakti sosial donor darah bersama puluhan prajurit TNI, anggota Kepolisian Polres Prabumulih dan sejumlah Lembaga Masyarakat dan Organisasi Laskar Merah Putih
Kegiatan donor darah yang ditargetkan sekitar 120 kantong darah yang akan diserahkan langsung ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Prabumulih yang membutuhakan darah 40 kantong setiap bulannya

“Target kita hari ini 120 kantong darah, tadi pantauan saya sudah terdaftar sekitar 100 orang karena darah ini sangat dibutuhkan di Prabumulih” ucap Danramil Kapten ARM Broto Santoso saat diwawancarai disela kegiatan

Sebagai wujud Perjuangan TNI AD lanjut Broto, prajurit TNI wajib berkorban demi rakyat karena TNI kuat rakyatpun kuat
Tak hanya itu serangkaiaan acara menyambut hari juang TNI AD juga akan menggelar syukuran dengan mengunjungi makam pahlawan dan diakhiri dengan bersepada bersama di Kodam II Sriwijaya 

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Prabumulih Ir.Hj.Suryanti Ngesti Rahayu yang sempat hadir dalam acara peringatan Hari Juang TNI AD mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan donor darah oleh prajurit TNI, Polisi dan Masyarakat di Kota Prabumulih karena telah menyumbang setetes darah demi satu kehidupan

“Kegiatan Baksos Donor Darah oleh TNI ini sangat bermanfaat karena setiap bulannya kita membutuhkan darah 400 kantong perbulan” ucapnya 

Istri orang nomor satu di Kota Nanas itu menambahkan jika kegiatan donor darah seperti ini tak mesti dilakukan dikegiatan TNI saja namun harapnya masyarakat juga bisa mendonorkan darah langsung mengingat kebutuhan darah yang sangat banyak

Kegiatan bakti sosial diakhiri dengan penyerahan cindera mata kepada ketua PMI Prabumulih dan foto bersama (sn1)

Share:

Bising dan Pengaruhi Lingkungan, Warga Sumberejo Protes Adanya Sarang Burung Walet Ditengah Permukiman

PALI -- Warga Sumberejo Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mempersoalkan keberadaan sarang burung walet yang berdiri kokoh ditengah-tengah pemukiman penduduk. Warga menilai bahwa keberadaan sarang walet sudah mengganggu kenyamanan serta berdampak pada lingkungan.

Seperti dikeluhkan Airin, salah satu warga setempat yang kediamannya berada persis disamping sarang burung walet tersebut.

"Sarang walet itu memang baru sekitar satu minggu beroperasi. Tapi suara bising dari kaset cukup mengganggu. Selain itu, sudah banyak burung berdatangan, dan kotorannya masuk ke sumur kami," keluh Airin, Kamis (12/12).

Airin akui bahwa saat pembangunan sarang burung walet warga lainnya pernah menegur pemiliknya untuk tidak membangun sarang walet ditengah permukiman. 

"Tapi pemiliknya tidak menggubris. Kami sudah melapor ke RT setempat tapi belum ada tanggapan. Kami berharap Pemkab PALI menertibkannya, kalau sudah diberi izin, tolong ditinjau ulang, sebab telah mengganggu kenyamanan warga dan mengancam kesehatan kami yang berada disekitar kandang burung tersebut," pinta Airin. 

Sementara itu, Hardin, Camat Talang Ubi menyarankan warga untuk menyurati Dinas Perizinan, sebab pihak kecamatan hingga saat ini tidak pernah mengeluarkan izin bangunan tersebut. 

"Kalau memang meresahkan, kami sarankan demikian. Nantinya kami bersama Satpol.PP, dinas perizinan dan OPD terkait bakal menertibkan," saran Camat. 

Terpisah, Alfian Herdi, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PALI mengemukakan bahwa untuk penertiban atau penindakan sarang burung walet terkendala belum adanya Perda. Tetapi apabila pemilik bangunan tidak mengurus IMB, pihaknya akan menertibkan. 

"Saat ini bangunan sarang burung walet hanya mengurus IMB, jadi apabila sarang burung walet sudah meresahkan tanpa ada IMB bakal kita tindak. Untuk pendirian sarang burung walet harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya harus ada persetujuan warga sekitar kiri kanan, depan belakang dan usahakan jauh dari pemukiman penduduk. Untuk memperkuat penertiban sarang burung walet tanpa izin, kita kebut pengajuan Raperdanya," beber Alfian. (sn)  



Share:

Seluruh Parpol di PALI Tak Penuhi Syarat Ajukan Jagoannya Maju Pada Pilkada, Kecuali Lakukan Ini

PALI -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sunario menyebutkan tidak ada satupun partai politik (Parpol) yang ada di PALI memenuhi syarat untuk mengusung atau memajukan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 23 September 2020 mendatang.

Pernyataan itu dikatakan Sunario saat kegiatan sosialisasi pencalonan Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan serentak tahun 2020 kabupaten PALI, Kamis (12/12) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo yang dihadiri Bupati PALI diwakili Sekda PALI Syahron Nazil, Kapolres PALI serta sejumlah kepala OPD dan FKPD di lingkungan Pemkab PALI. 

"Karena tidak ada Parpol yang memiliki kursi parlemen cukup 20 persen dari jumlah anggota dewan yang ada, maka tidak satupun Parpol memenuhi syarat mengajukan paslon kepala daerah," ungkap Sunario. 

Salah satu cara untuk bisa mengajukan kandidatnya untuk maju pada Pilkada melalui jalur Parpol, disarankan Sunario untuk berkoalisi. 

"KPU telah memulai tahapan Pilkada,  dimulai dengan launching secara nasional di Jakarta beberapa waktu lalu. Tahapan Pilkada ini dilaksanakan satu tahun dari 23 September 2019 sampai 23 September 2020. Tentunya semua ini  ada regulasi tahapan dan jadwal serta pelaksanaannya itu harus dilalui bersama untuk mencapai pelaksanaannya sampai hari H," terang Sunario. 

Sunario juga mengatakan bahwa apabila menghitung mundur, Pilkada tinggal 286 hari lagi, yang tentunya semakin hari bakal mendekati pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. 

"Tahapan telah kami mulai, salah satunya kami telah mengumumkan jadwal penerimaan calon perseorangan. Nantinya pada tanggal 19 sampai 23 Februari 2028, kita akan menerima dukungan calon perseorangan puncaknya pada tanggal 8 Juni 2020 kita akan membuka pendaftaran Paslon baik itu jalur Parpol ataupun perseorangan," tambahnya. 

Bagi warga yang berminat mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil Bupati PALI melalui jalur independen, Sunario menegaskan yang bersangkutan harus mengantongi 13.158 KTP, angka itu dari jumlah mata pilih yang lalu sebanyak  131.567 mata pilih. 

"Mari sukseskan Pilkada ini, dan kami ingin ciptakan pemilih yang bersih, tanpa ada tekanan, tanpa ada intimidasi dan tanpa ada masalah," harapnya. 

Sementara itu, Sekda PALI menganggap bahwa kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting, karena untuk mencapai Pilkada berjalan sukses harus dilakukan pemahaman kepada masyarakat. 

"Saya ingin mengajak semua unsur agar bersama sama memahami pentingnya Pilkada yang merupakan suatu proses demokrasi, baru kita bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jangan sampai Pilkada membawa perpecahan karena beda pilihan," ucap Sekda. 

Dijabarkan Sekda ada tiga hal susksenya Pilkada, yakni sebelum pelaksanaan perlu dilakukan pemahaman dan  memberikan kepedulian kepada masyarakat untuk melakukan pencoblosan.

"Lalu pada saat pelaksanaan, seluruh komponen memastikan masyarakat terakomodir dalam menyampaikan hak pilihnya serta pasca pencoblosan, KPU satu satunya lembaga yang menyelenggarakan proses ini dapat mengawal hingga tuntas sehingga tidak ada lagi sengketa atau gugatan. Juga salah satu strategi jitu suksesnya Pilkada adalah jalin komunikasi dengan unsur terkait," tutup Sekda. (sn)  


Share:

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bupati PALI Bagikan 1.000 Ekor Ayam

PALI -- Ajak warga Bumi Serepat Serasan tidak terpaku pada perkebunan karet, Bupati PALI H. Heri Amalindo bagikan 1000 ekor ayam kampung ke warga Kabupaten PALI yang berada di seputaran wilayah Simpang Raja, kelurahan Handayani Mulya, kecamatan Talang Ubi, Kamis (12/12).

Pembagian ayam kampung dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga yang tergabung dalam kelompok Tani Senianan dan Kelompok Tani Solusi Berjaya, di Kebun Buah, Simpang Raja.


"Jangan setelah diberikan kemudian dibawa ke pasar kalangan, kemudian dijual. Kalau begitu, apapun yang diberikan oleh pemerintah tidak akan awet. Tolong dirawat, bahkan dikembangbiakkan, sehingga, nanti dari 10 ekor bisa menjadi 20 ekor atau bahkan lebih," kata Bupati.

Ia juga mengatakan pemberian ayam kampung juga bisa menjaga protein anak kita. "Diberi 10 ekor, kemudian dalam satu hari ayam bertelur. Telurnya bisa dikonsumsi untuk meningkatkan protein. Selebihnya telur tadi bisa dijual untuk menambah penghasilan. Semoga bermanfaat untuk warga PALI," jelasnya.

"Memang pada awalnya, ayam kampung yang diberikan berjumlah 20 ekor untuk satu KK dan kemudian yang menerima hanya 50 KK, namun kita bagi menjadi 10 ekor satu KK dan yang menerimanya 100 KK. tujuannya agar penerima ayam kampung lebih banyak," tukasnya.

Dengan pemberian ayam kampung tersebut diharapkan Bupati bisa menjadi awal warga penerima untuk mengembangbiakannya. "Kalau sudah banyak, bisa membantu perekonomian, apalagi yang berprofesi sebagai petani karet, jadi warga tidak terpaku terhadap harga getah saja," harap Bupati. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan melalui dr. Erna Gusniawati sebagai dokter hewan pada Dinas Perikanan kabupaten PALI menerangkan bahwa total ada 100 kepala keluarga (KK), yang mana masing-masing KK mendapatkan 10 ekor ayam kampung.

"Dengan diberikannya bantuan ayam kampung, diharapkan bisa membantu mengentaskan kemiskinan dengan cara mengembang biakkan ayam kampung yang diberi. Minimal, tidak berkurang, kalau bisa bertambah. Sehingga bisa menambah penghasilan keluarga, baik dari telur, maupun ayamnya," ungkapnya.(sn)
Share:

Bupati Pesankan Linmas Jaga Lingkungan Tetap Kondusif Jelang Pilkada

PALI --  Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo berharap seluruh anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mampu mengamankan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan wakil Bupati tahun 2020 mendatang.

Harapan itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan saat hadiri sosialisasi Pengamanan Pemilukada Bupati dan wakil Bupati serentak tahun 2020 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) tingkat desa, kelurahan dan kecamatan dalam lingkup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten PALI, Kamis (12/12) di lapangan terbang eks Stanvack.

"Linmas sesuai namanya adalah perlindungan masyarakat, artinya harus mampu menjaga dan melindungi masyarakat. Linmas merupakan garda paling depan dalam menjaga ketertiban dan keamanan dalam lingkungannya terlebih saat jelang Pilkada, serta sebagai jembatan atau penghubung ke kepala daerah," harap Bupati.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh anggota Linmas jangan terpengaruh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

"Lebih baik berbuat sesuai tugas Linmas yakni bagaimana melindungi masyarakat agar lingkungan kita tetap kondusif. Karena Pilkada adalah sebuah proses demokrasi, jadi perbedaan sesuatu yang biasa. Dan kami berpesan jangan ribut akibat perbedaan, tetap jaga persatuan dan kebersamaan supaya proses Pilkada di daerah kita lebih baik serta berjalan aman dan damai," tambahnya.

Sementara itu Dr Arief M Edie Direktur Satpol.PP Dan Linmas Kemendagri menyemangati seluruh anggota Linmas untuk bangga.

"Jangan hiraukan olok-olokan orang lain, yang penting tampil terbaik serta kita harus bangga jadi anggota Linmas. Tugas Linmas adalah lindungi masyarakat dari gangguan manapun. Tugas Linmas sangat banyak sekali. Saya sarankan anggota Linmas setiap hari harus buat laporan, pantau lingkungan kita, deteksi dini serta laporkan lebih awal kepada pihak berwajib apabila ada indikasi gangguan,  gunanya untuk menjaga keutuhan NKRI," kata Arief.

Mengenai Pilkada, Arief menjelaskan bahwa Pilkada adalah memilih, jangan ada sengketa, jangan ada gesekan dan harus tunjukkan demokrasi.

"Tetap junjung persatuan, sebab tugas kita paling depan. Apalagi hadapi Pilkada, yang menjaga setiap TPS adalah Linmas, deteksi sedini mungkin hal-hal yang sekiranya tidak diinginkan agar lingkungan kita tetap terjaga. Saat Pilkada, tugas Linmas tidak boleh memihak tapi harus berpihak untuk PALI, Linmas juga harus mampu mengajak masyarakat untuk memilih, untuk datang ke TPS dan ajak masyarakat jangan Golput," pesan Arief.

Ditempat sama, Zulkopli SH Plt Kepala Satpol.PP PALI memaparkan tujuan pelaksanaan sosialisasi tersebut.

"Tujuan dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan anggota Linmas berperan aktif mensukseskan Pilkada dengan cara menjaga keamanan dan ketertiban dalam lingkungannya. Ada
1.020 anggota Linmas dan 200 orang anggota Satpol.PP ikuti sosialisasi ini," jelas Zulkopli.

Pada kegiatan tersebut, Pemkab PALI memberikan penghargaan terhadap anggota Linmas terbaik dan yang mengabdi lebih dari 20 tahun. Kegiatan tersebut juga dihadiri Perwakilan Kepala Satpol.PP Provinsi Sumatera Selatan, Sekda PALI, sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI. (sn)
Share:

Beraksi Menjelang Natal dan Tahun Baru, Dua Pemuda Asal Sebau Kepergok CCTV


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Dua warga Desa Sebau Kecamatan Gekumbang Kabupaten Muara Enim kembali diringkus Satreskrim Polres Prabumulih, rabu (11/12) sekitar pukul 01.30 Wib atas keterlibatannya dalam aksi pencurian sebuah sepeda motor di depan kantor MNC Finance Kota Prabumulih

Warga Desa Sebau yang dimaksud ialah Putra Wahyu (19) dan Adep Saputra (24) yang menggasak sepeda motor Yamaha Mio J warna biru dengan menggunakan kunci Letter T yang menurut pengakuan pelaku hanya coba-coba mencuri

“baru sekali inilah pak aku curi motor, baru coba-coba” ucapnya kepada Petugas dan awak media saat konferensi pera di kantor Polres Prabumulih

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Senin 19 Desember 2019 sekira pukul 19.00 WIB. Saat itu korban hendak mengambil sepeda motor miliknya yang diparkir di depan kantor MNC Finance, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur.

Tiba-tiba korban terkejut mendapati sepeda motor jenis Yamaha Mio J warna biru putih dengan nomor polisi BG 2286 CN sudah raib. Ia pun panik dan mengecek rekamanan CCTV yang terdapat di kantor MNC Finance

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudharmaya, Sik menghimbau kepada masyarakat Kota Prabumulih untuk hati-hati dalam berkendaraan mengingat perayaan Natal dan Tahun Baru mmenjadi kesempatan para pelaku

“kita tetap akan melakukan operasi cipta kondisi untuk meminimalisir tindakan kejahatan menjelang natal dan tahun baru dan masyarakat harus tetap waspada” himbaunya (sn1)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts