Tukang Ojeg : Kami Nurut Bae Apo Kato Uong

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sejak merebaknya virus mematikan covid 19 di hampir seluruh wilayah di Indonesia, membuat pemerintah banyak mengeluarkan imbauan, maklumat dan peraturan baru guna mencegah penyebaran virus tersebut.

Salah satunya adalah maklumat Kapolri yang menginstruksikan agar masyarakat tidak lagi berkegiatan di luar rumah dan membuat kegiatan yang mengundang keramaian, berbelanja berlebihan, menyebarkan informasi yang tidak jelas dan lain lain.

Di pasar impres Muara Enim, sudah terpasang banner besar berisi maklumat Kapolri di tangga utama pasar impres baru. Namun sayangnya, masyarakat masih belum peduli akan imbauan tersebut dan masih melakukan aktifitas seperti biasa.

Idrus (48) salah satu pengemudi ojek yang mangkal di pasar impres Muara Enim mengatakan, dirinya tidak terlalu khawatir dengan kondisi saat ini. Meskipun sudah jelas terpampang maklumat dari Kapolri.

“Uong-uong masih banyak yang kepasar. Kalu uong la dak katek lagi kepasar baru aku dak ngojek lagi. Kagek kato uong laju cak iyo iyo men kito la dak ngojek lagi,” ujarnya sembari tersenyum saat diwawancarai, Sabtu (28/03/2020).

Selain itu, lanjut Idrus, kalau dirinya tidak ngojek maka dia tidak memiliki uang untuk kebutuhan sehari hari. “Kalu dak ngojek nak makan apo anak bini aku Dek. Laju dak ngebul dapur aku,” ujarnya.

Namun, dirinya juga sedikit merasa khawatir dengan kondisi saat ini. Dimana untuk di palembang saja sudah ada warga yang terkena virus. “Mudah mudahan disini dak katek. Dan di indonesia juga selesai masalah virus ini. Saro kito dibuatnyo,” ujar Idrus.

Dari pantauan, aktifitas di pasar inpres miara enim memang nampak seperti biasa. Para pedagang dan pembeli masih tergolong ramai. Mereka belum benar benar sadar akan bahaya yang terjadi apabila ada diantara pembeli memiliki riwayat ODP.(SN)
Share:

Bahan Pokok Langkah Akibat Covid-19, Kabid Perdagangan Prabumulih Gelar Sidak Pasar

PRABUMULIH, SININEWS.COM -  Panic buying akibat virus Corona atau Covid-19 tentunya berdampak kepada seluruh masyarakat terutama bagi pedagang, dengan merebaknya virus ini menyebabkan kelangkaan barang hingga meningkatnya harga sembako dan bumbu dapur.

Diketahui, meningkatnya harga sembako dan bumbu dapur telah terjadi di semua pasar terutama pasar Prabumulih, bahkan bukan hanya di pasar yang mengalami kenaikan harga tetapi pedagang kelontongan rumahan pun ikut merasakan kenaikan harga.Seperti dikatakan Lisnawati (46) salah satu pedagang kelontong rumahan mengatakan jika yang paling terlihat kenaikan harganya adalah Gula dari harga Rp 14 ribu meningkat menjadi Rp 18 ribu rupiah bahkan bumbu dapur seperti Bawang.

"Sudah berapa minggu belakangan ini harga sembako meningkat karena virus Corona dan ini terasa kenaikan harganya bahkan pembeli juga makin sepi karena banyak menetap dirumah saja, biasanya walupun harganya meningkat pembeli tetap ramai. Takutnya nanti setelah harganya naik sering sekali kesulitan stok barangnya," ungkap Lisnawati ketika dibincangi di toko kelontongnya, jum'at (27/3/2020).

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Prabumulih, Ir H Pribadi Roso Sarosa melalui Kabid Perdagangan Hj Eviana SST mengatakan pada hari kamis (26/3/2020) kemarin telah melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa retail atau agen besar yang ada di pasar prabumulih bersama dengan dengan Kasat Intel Polres prabumulih dan kanit polres prabumulih dan Staf ahli bidang pemkot prabumulih.

"Dari hasil sidak yang kami lakukan kemarin, hanya saja tidak tersedianya gula yang berupa kemasan yang biasa dijual dengan Harga eceran tetap Rp 12.500 rupiah di pasaran, gula yang biasanya dijual dengan harga Rp 14 ribu kini mencapai harga Rp 18 ribu rupiah per kilogramnya" tutur Evi ketika diwawancari diruang kerjanya, jumat (27/3/2020)Lebih lanjut, Evi juga mengatakan untuk saat ini produksi gula dalam negeri hanya bisa mengcover 40 persen dari kebutuhan masyarakat, sementara 60 persen import dari luar negeri.

"Penyebabnya ini karena adanya pandemik Covid-19, import gula belum bisa dilakukan, karena negara yang menyediakan belum bisa melakukan pengiriman karena mengantisipasi penyebaran virus mematikan itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Suranti SP mengatakan jika untuk persedian gula pasir hanya cukup sampai bulan maret ini, lalu untuk stok beras dan terigu di prabumulih ini akan aman sampai tiga bulan kedepan.

"Dari hasil sidak di beberapa agen besar kemarin, untuk beras Prabumulih ada stok sebanyak 2390 ton dari kebutuhan 1561,8 ton per bulan, terigu tersedia 921 ton dari total kebutuhan sebesar 244,3 ton per bulan, jadi untuk beras dan terigu akan aman sampai tiga bulan kedepan," jelasnya.

Menghindari harga bahan pokok agar tidak makin melonjak, pemerintah saat ini sudah melakukan himbauan melalui agen, retail dan masyarakat untuk tidak Panic buying, sehingga ditetapkan aturan satu keluarga hanya bisa membeli beras 10 kg, gula 2kg, minyak 4L dan mie instan sebanyak 2 dus saja.

"Jika dilihat dari jumlah stok dan total kebutuhan tentu saja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu minggu atau hanya aman sampai akhir maret," jelasnya.(put/sn)
Share:

Cegah Covid-19 Polsek Dan Tripika Gunung Megang Semprot Fasum 

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Jajaran kepolisian sektor Gunung Megang serta unsur Tripika Gunung Megang melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa fasilitas umum yang ada di wilayah kecamatan Gunung Megang. 

Hal ini dilakukan akibat meluasnya penyebaran virus corona atau Covid -19 yang ada di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Gunung Megang AKP. Feryanto mengungkapkan giat penyemprotan disinfektan ini dilakukan oleh Polsek Gunung Megang bersama dengan Koramil 404-04 Gunung Megang, Pemerintahan kecamatan Gunung Megang, UPTD. 

Damkar Gunung Megamg, dan UPTD Puskesmas Gunung Megang dengan tujuan untuk memcegah serta meminimalisir penyebaran Covid - 19 ini khususnya di wilayah hukum Polsek Gunung Megang. 

"Giat ini merupakan usaha kita mencegah masukny Virus Corona ini ke wilayah kita. Dan kita berharap semoga covit - 19 ini tidak menyebar di daerah kita ini," ungkap Ferryanto, Jum'at (27/03/2020) di halaman Koramil 404-04 Gunung Megang didampingi Danramil 404-04 Gunung Megang Kapt. Inf. Mulyadi, Camat Gunung Megang Kurniawan, dan perwakilan dari UPTD Puskesmas Gunung Megang. 

Kemudian Feryanto menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan memakan makanan yang bergizi agar terhindar dari Vovid-19 ini. 

"Selalu jaga kebersihan dan mencuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi, serta buah-buahan agar terhindar dari virus corona ini," himbaunya. 

Selain itu Feryanto juga menghimbau kepada masyarakat supaya tidak menggelar kegiatan ataupun acara yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang. "Kami juga menghimbau sesuai dari perintah presiden, Kapolri, Kapolda, dan Kapolres agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa karena jika hal ini masih dilakukan ancamannya jelas berupa kurungan penjara selama satu tahun penjara," tegas Feryanto. 

Sedangkan Danramil 404-04 Gunung Megang Kapt. Inf. Mulyadi mengajak masyarakat supaya sering-sering mencuci tangan dan menghindari ataupun menyentuh area wajah agar terhindar dari penularan Covid-19 ini. 

"Hindari juga berjabat tangan dan berpelukan, dan juga jangan berbagi barang pribadi, serta selalu tanamkan etika ketika bersin dan batuk agar tidak menyebarkan penularan virus ini," ajak Mulyadi pada masyarakat. 

Sedangkan Camat Gunung Megang Kurniawan menghimbau warganya agar terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan mampu melaporokan jika ada warga atau masyarakat yang baru bepergian ke kantor Kades ataupun lurah setempat. 

"Kita juga menambahkan agar selalu mebersihkan Perabotan Di Rumah ataupun di kantor, kemudian selalu menjaga jarak Sosial satu sama lain 8. Hindari Berkumpul Dalam Jumlah Banyak, dan selalu mencuci bahan makanan. Dan juga kita berharap masyarakat dapat Proaktif didalam melaporkan jika ada yang mencurigakan ataupun orang yang baru bepergian ke Kepala desa ataupun Lurah," pungkasnya. 

Selain memberikan himbauan berkeliling Kapolsek, Danramil, dan Camat Gunung Megang juga melaukan penyemprotan disinfektan ke beberapa tempat umum diantaranta Puskesmas Gunung Megang, SD, Masjid, Mushala, kantor, Camat, dan seluruh tempat umum yang ada di Gunung Megang.(sn)
Share:

Ketua DPRD PALI Intruksikan Seluruh Anggotanya Sosialisasi dan Pencegahan Covid-19 di Dapil Masing-masing

PALI -- Ketua DPRD Kabupaten PALI, H Asri Ag mengintruksikan kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten PALI untuk segera melakukan sosialisasi dan pencegahan virus corona atau Covid-19.

"Saya minta seluruh anggota DPRD untuk bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19 untuk mensosialisasikan dan melakukan pencegahan virus corona atau covid-19 kepada masyarakat melalui dapil masing-masing," ujar Asri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/2020).

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu mengeluarkan instruksi tersebut melalui surat tugas   bernomor: 094/00064/ST/DPRD-Pali/2020 dalam hal menindaklanjuti Surat Gubernur Sumatera Selatan Nomor: 360/0829/BPBD-SS/2020 tanggal 20 Maret. Dan, Surat Edaran Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) Nomor: 360/88/BPBD-3/2020 tentang pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.


Kendati demikian, Asri mengatakan, sosialisasi dan pencegahan virus corona tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu satu minggu dimulai dari 29 Maret hingga 6 April.

"Dengan terjun dan menemui masyarakat di Dapil masing-masing diharapkan masyarakat kita akan lebih taat atas himbauan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Kabupaten PALI, seperti social Distancing (jaga jarak) dan Physical Distancing (Kontak Fisik). Ini juga bukti kalau DPRD PALI selalu bersama rakyat,” katanya.

Diketahui saat ini kasus tersebut terkonfirmasi sebanyak 893 kasus, meninggal sebanyak 78 orang dengan jumlah yang sembuh 35 orang. "Kita sudah diamanahkan oleh partai menangis dan tertawa bersama rakyat. Makanya kita harus terus selalu bersama rakyat," tegas legislator asal Dapil II Kecamatan Penukal Utara dan Penukal.(sn/yogi)
Share:

Masuk Masjid jamaah Di Ukur Suhu Tubuh

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk mengantisipasi dan memberikan rasa aman kepada jammah yang akan melaksanakan shalat jumat di Masjid Agung Muara Enim, setiap jamaah diukur suhu tubuhnya menggunakan thermometer digital oleh petugas.

Dari pantauan dilapangan, setiap jamaah yang akan masuk masid dilakukan pengukuran suhu tubuh. “Ini dilakukan agar jamaah yang melakukan ibadah merasa tenang dengan dilakukannya pengukuran suhu tubuh,” ujar salah satu petugas dari Dinas Kesehatan, Jumat (27/03/2020).

Dari dua pintu masuk masjid, ada satu perugas yang di siagakan untuk mengunur suhu tibuh jamaah.  Pengukuran suhu tubuh berlangsung hingga saat khorib mengakhiri ceramahnya.

Selain melakukan pengukuran suhu tubuh kepada jamaah, didalam masjid oleh pengurus masjid juga disediakan hand sanityzer untuk para jamaah membersihkan tangan baik sebelum ataupun sesudah shakat.

Salah satu jamaah Dhani (37) mengatakan, ada rasa lega bila dilakukan pengukuran suhu dan disediakannya alat pembersih tangan. “Karena kita tidak tau siapa saja yang melksanakan shalat. Jadi dengan diukur kita jadi tidak terlalu khawatir,” ujarnya.

Setalh adanya imbauan dari MUI pusat mengenai shalat berjamaah, dari pantauan jamaah yang mengikuti shalat jumat kali ini memang lebih sedikit dari biasanya. Hal ini terjadi kemungkinan karena masyrakat sudah mengurangi aktifitas di luar rumah. Apalagi lokasi masjid berada di sekitaran perkantoran.(SN)
Share:

Perusahaan Tidak Peduli, Urusan Perizinan Ditangguhkan

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Maslah yang dihadapi oleh bangsa bangsa didunia yakni cirus mematikan covid 19 memang bukan tanggung jawab peroranhn, pemerintah saja. Tapi juga peran serta pihak swasta dan perusahaan. 

Dari itu, dalam rapat koordinasi dengan perusahaan yang berada di wilayah Muara Enim, Sekertaris Daerah Hassanudin menegaskan, apabila perusahaan yang berada di Muara Enim tidak ada kepesulian maka urusan perizinan dan lain lainnya di tangguhkan.

"Kita hanya minta perusahaan yang ada disini peduli akan kondisi saat ini. Jangan hanya mencari makan saja di muara enim, kepedulian perusahaan dalam keterlibatan menangani masalah ini yang sangat kami butuhkan,” ujar Sekda dalam rapat di Gedung Bappeda, Jumat (27/03/2020). 

Kepedulian yang dilakukan, lanjut sekda, bukan masalah besar atau kecil kontribusi yang diberikan, tapi kepedulian dan keterlibatan dalam mengatasi masalah ini yang menjadi perhatian kami. 

“Seperti sekarang, yang diundang ada 56 perusahaan, ternayat yang datang hanya 29. Ini yang tidak datang akan kami berikan punishmant. Perizinan mereka akan kita tunda. Ini namanya tidak ada kepedulian dari perusahaan,” tegas sekda. 

Jangan lagi, lanjut sekda perusahaan hanya santai santai mengatasi bencana seperti kebakaran hutan. Yang sibuk malah pemerintah dan forkopinda. Perusahaan tidak banyak berkontribusi. 

"Saya tunggu kepastian respon dari perusahaan perusahaan semua. Paling lambat hari senin (30/03/2020) sudah ada kabar. Karena kita harus bergerak cepat dalam mengatasi bersama sama masalah ini,” pungkasnya. 

Sementara itu, Dandim 0404 Muara Enim juga mengatakan, bila ada karyawan perusahaan yang sakit harus dilaporkan ke dinas meskipun sudah di bawa ke palembang. “Jadi kita tau kondisinya. Jangan setelah ditanya dan informasi sudah beredar baru melaporkan,” tegas Dandim. (sn)
Share:

Cegah Covid-19, Seluruh Asset Pertamina EP Disterilisasikan

JAKARTA, SININEWS.COM - Wabah  Covid-19 yang sedang berlangsung di seluruh belahan dunia merupakan pandemik yang harus disikapi dengan serius. Untuk menanggulangi virus tersebut, PT Pertamina EP mensterilkan seluruh kantor Asset dari mulai Asset 1 hingga Asset 5, serta kantor pusat Pertamina EP (PEP) di Jakarta.

Informasi aktual mengenai Covid-19 disosialisasikan melalui pesan elektronik Broadcast ke seluruh pekerja dan mitra kerja Perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar proses penyampaian pesan mengenai pencegahan Covid-19 menjadi cepat dan mencegah beredarnya informasi yang tidak jelas atau hoax. 

Penyemprotan disinfektan dilakukan di kantor pusat PEP mulai tanggal 15 Maret, dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan di Asset 1 pada tanggal 19 Maret, Asset 2 pada tanggal 21 Maret, Asset 3 pada tanggal 21 Maret, Asset 4 pada tanggal 19 Maret, dan Asset 5 pada tanggal 24 Maret. 

Selain penyemprotan disinfektan, PEP juga menempatkan hand sanitizer di tempat-tempat strategis dan memberlakukan pengecekan suhu bagi pekerja yang masuk kantor. Dengan adanya sterilisasi diharapkan dapat mencegah penyebaran virus Covid-19. Selain itu Direksi PEP juga menghimbau kepada pekerja untuk terus menjalankan hidup sehat dan melaksanakan Work From Home dengan mengatur pola kerja di lingkungan masing-masing. 

Public Relation Manager Pertamina EP Hermansyah Y Nasroen mengungkapkan bahwa untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, PEP telah menerapkan beberapa kebijakan seperti pembatasan perjalanan dinas/cuti terutama ke luar negeri, mengurangi rapat yang membutuhkan tatap muka dan diganti dengan rapat virtual, serta pemberlakuan Work From Home. 

“Untuk lokasi di lapangan terutama di fasilitas produksi tetap berjalan dengan mengatur shift agar tidak terlalu banyak interaksi pekerja serta mitra kerja. Baik yang di rumah maupun di lokasi masing-masing memberikan kontribusi bagi pencegahan virus Covid-19 serta tetap menjaga ketahanan energi nasional’, pungkasnya.(ril/SN)
Share:

Pasien Dalam Ruang Isolasi RSUD Talang Ubi Negatif Corona

PALI -- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan pernyataan resmi terkait adanya pasien yang saat ini dirawat di ruang isolasi rumah sakit tersebut dengan gejala sesak napas yang menyatakan bahwa pasien itu mengidap penyakit lain dan bukan karena terpapar virus corona. 

Informasi itu kemukakan langsung direktur RSUD Talang Ubi dr Tri Fitrianti, Jumat (27/3). 

"Assalamu'alaikum ijin pak laporan pasien isolasi RSUD talang ubi yang lagi viral bahwa pasien sudah dilakukan anamesa, pemeriksaan rongent thorak, Labor. Kesimpulan yang diambil oleh dr. Spesialis penyakit dalam, pasien BUKAN katagori pasien kearah covid 19 tetapi lebih kearah penyakit bakterial. Untuk pengobatan, dikarenakan pasien dalam keadaan imun kurang memang saat ini pasien dirawat diruang isolasi dan sekarang keadaan pasien sudah mulai membaik tidak sesak lagi, rencana tetep untuk isolasi di rumah demikian kami laporkan," pernyataan dr Fitri. 

Dengan keluarnya pernyataan itu menjawab rasa penasaran dan kekhawatiran masyarakat PALI. Sebab sebelumnya, foto pasien dengan keterangan bahwa pasien tersebut dirawat di ruang isolasi RSUD Talang Ubi dengan dugaan terpapar corona tersebar di sosial media.

Artinya dengan adanya penyataan pihak RSUD Talang Ubi itu membuktikan bahwa hingga saat ini, PALI masih belum ada satu pun warganya yang dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. 

Dan dari data Jubir Satgas corona, dr Zamir kemarin (Kamis) Hanya ada 6 orang Orang Dalam Pengawasan (ODP) murni 3 diantaranya sudah pulih dan 84 Orang Tanpa Gejala (OTG). Jumlah itu keseluruhannya adalah warga yang baru bepergian dari daerah pandemik. ODP dan OTG tersebut kini masuk dalam pengawasan Satgas corona PALI. 

Meski demikian, Pemkab PALI tetap memonitor perkembangan Covid-19 serta memperketat penjagaan pintu masuk PALI dan baru-baru ini keluar edaran Bupati PALI yang memperpanjang bejalar di rumah bagi pelajar. Selain itu pemerintah PALI juga meniadakan sholat jumat dan digantikan dengan sholat dzuhur. (sn) 
Share:

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Bupati OI Lakukan Penyemprotan dan Sosialisasi

INDRALAYA, SININEWS.COM -- Sebagai upaya memerangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Bupati HM Ilyas Panji Alam himbau warga untuk tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak. "Hindari tempat keramaian, jaga jarak aman, serta terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan," pesan Bupati HM Ilyas saat menggelar sosialisasi bersama Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi SIK. 

Kegiatan sosialisasi berlangsung Kamis (26/3) pukul 10.00 di lingkungan pasar Inpres Indralaya Jalintim Indralaya-Kayuagung. Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab Ogan Ilir melalui BPBD sebagai tim Gugus penanganan Virus Corona  (Covid -19) menurunkan dua kendaraan tangki yang berisikan disinfektan dan juga dilakukan penyemprotan dengan manual. 

Setidaknya sebanyak tujuh titik lokasi dilakukan penyemprotan disinfektan, antara lain yakni di seputaran lingkungan Universitas Sriwijaya, Kelurahan Timbangan tepatnya di Gang Lampung, Jalan Nusantara, Jalan Sarjana, Pasar Indralaya, Simpang Muara Meranjat dan Pasar Tanjung Raja. Bupati HM Ilyas mengingatkan kepada warga untuk tidak panik. 

"Jangan panik dan lakukan kegiatan seperti biasa, banyak mencuci tangan dan hindari keramaian," ucap Bupati OI HM Ilyas Panji Alam SE SH MM. 

Lebih lanjut disampaikan orang nomor satu di Kabupaten OI ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona selain gencar melakukan sosialisasi dan penyemprotan. 

" Saya juga mengintruksikan kepada seluruh Camat, Kepala UPTD Puskesmas, Kepala Desa/lurah agar mendata dan melaporkan orang yang datang di desa masing-masing," ujarnya. 

Untuk melakukan penyemprotan ini Pemkab OI melalui BPBD sebagai tim Gugus penanganan Virus Corona  (Covid -19) menurunkan dua kendaraan tangki yang berisikan disinfektan dan juga dilakukan penyemprotan dengan manual.(Ber)
Share:

Lawan Covid-19, Ketua BAZNAS PALI Himbau Warga Tiadakan Sedekah Ruwahan



Foto. Ilustrasi 

PALI -- Makin maraknya wabah virus corona masuk ke Indonesia, membuat sejumlah pihak mengeluarkan himbauan bahkan larangan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Sama halnya yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Ketua BAZNAS PALI, Abi Lasmiadi mengeluarkan himbauan untuk tidak mengadakan kegiatan persedekahan ruwahan (sya'ban) yang selama ini sering dilakukan warga PALI. 

"Sesuai maklumat Polri dimana salah satu isinya tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang megundang atau mengumpulkan massa. Serta sesuai edaran Bupati PALI yang menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjauhi keramaian, kami BAZNAS PALI menyarankan untuk mengganti kegiatan ruwahan dengan memperbanyak zakat infaq sedekah," kata Abi Lasmiadi, Kamis (26/3).

Dalam hal ini dikatakan Abi Lasmiadi, BAZNAS PALI siap menerima zakat infaq dan sedekah dari warga yang mengganti kegiatan ruwahan. 

"Kami siap menyalurkannya kepada warga yang membutuhkan, khususnya kepedulian dalam bentuk bagi sembako bagi warga miskin yang terdampak secara ekonomi karena Covid-19," tukasnya. 

Alasannya aktifitas persedekahan pada bulan ruwah dijelaskan Abi Lasmiadi hanya amaliah yang dianjurkan oleh sebagian ulama, sedangkan menghindarkan diri dari mudharat hukumnya wajib.

"Ini bentuk kita menghindari bahaya corona. Dan semoga saja, dengan gencarnya pemerintah melakukan himbauan serta didukung kesadaran masyarakat, virus corona tidak masuk PALI," harapnya. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts