Akibat Covid-19, Juara Ternamen Muara Dua Cup di Musyawarahkan

Foto : Para Pemenang Turnamen Muara Dua Cup bersama Lurah Muara Dua, senin (30/3/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM - Setelah hampir satu bulan pelaksanaan turnamen sepakbola muara dua cup 2020 yang dilangsungkan di lapangan sepak bola Kel Muara Kec Prabumulih Timur Kota Prabumulih akhirnya dinyatakan selesai dan berakhir sukses. 

Turnamen sepakbola yang diikuti oleh 40 Tim Tim terbaik yang berasal dari Kota Prabumulih serta luar wilayah kota Prabumulih , dinyatakan berakhir pada hari ini Senin (30/3/2020) dengan hasil Juara Bersama oleh 4 Tim yang sudah memastikan diri di babak semifinal. 

Keempat tim tersebut yaitu Gelora FC asal Kel Prabumulih, Karang Jaya, Prabu Soccer, serta Mutiara Muda. Ke empat tim dinyatakan keluar sebagai juara bersama setelah melalui kesepakatan bersama sehubungan turnamen yng dihentikan karena pengaruh akibat penyebaran Virus Corona. 

Ketua Panitia Eka Marlin Robiansyah mengatakan turnamen ini pertama kali dilakukan, dan terpaksa dihentikan sehubungan dengan mewabahnya virus Corona, kita juga sudah memperoleh himbuan dari Pihak Kepolisian agar tidak ada perkumpulan masyarkat. 

Jadi setelah melewati diskusi bersama , kami sepakat bahwa Gelora FC asal Kel Prabumulih, P. Karang Jaya, Prabu Soccer, serta Mutiara Muda dinyatakan sebagai juara bersama, semoga tahun tahun ke depan kegiatan ini akan rutin kami lakukan. 

Lurah Kelurahan Muara Dua Ali Sukri menambahkan , saya sangat apresiasi terhadap kegiatan ini, dalam kegiatan ini mendorong para pemuda menjunjung sportifitas sehingga jauh dari kegiatan kegiatan negatif (sn/bio)
Share:

Kepergok Polisi Bawa Lari Satu Paket Sabu

INDRALAYA, SININEWS.COM -- Inisial Syd (47) warga Desa Tanjung Lubuk Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), terpaksa harus berurusan dengan aparat Kepolisian Sat Res Narkoba Polres OI. 

Pasalnya, pria yang kesehariannya tak memiliki pekerjaan tetap ini, kedapatan membawa lari satu paket narkotika jenis sabu seberat 0.40 gram. 

Tersangka dibekuk petugas pada Minggu sore (29/3) pukul 17.45 saat sedang melintasi jalan alternatif area perkebunan PTPN Cinta Mania Rayon 1 Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI. 

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah wadah kacamata warna hitam yang berisikan satu paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,40 gram serta satu paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis sabu yang dibalut bekas timah rokok yang terbungkus plastik warna hitam dengan berat bruto 9.88 gram. 

Selanjutnya, setelah dilakukan penggeledahan seluruh badan, Polisi menemukan sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau bersarung lakban warna hitam bergagang kayu serta satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna putih bernopol BG 5675 TO. 

Guna menjalani proses penyidikkan lebih lanjut, sore itu juga tersangka bersama barang bukti langsung digelandang menuju ruang penyidik Sat Res Narkoba Polres OI. 

Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi SIk didampingi Kasubbag Humas AKP Zainalsyah mengungkapkan, penangkapan pelaku terduga pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis sabu ini, berawal saat tersangka Syd melintasi daerah perkebunan tebu menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Beat warna putih dengan Nopol BG 5675 TO. 

Lalu, disaat bersamaan anggota Sat Res Narkoba Polres OI sedang melaksanakan giat patroli di daerah tersebut, kemudian anggota melihat gerak-gerik pelaku yang mencurigakan. 

"Dilakukanlah penyetopan terhadap pelaku. Namun pada saat akan di stop pelaku mencoba untuk melarikan diri. Sehingga sepeda motor yang dikendarai pelaku menabrak salah satu mobil anggota Sat Res Narkoba Polres OI," jelas AKP Zainalsyah, Senin (30/3). 

AKP Zainal menyebutkan, saat dilakukan pemeriksaan serta penggeledahan ditemukan satu paket narkotika jenis sabu yang tersimpan didalam kantong celana yang dikenakan oleh pelaku. 

"Tersangka bersama barang bukti sudah kita amankan ke Mapolres OI dan kini sedang menjalani proses penyidikkan lebih lanjut," terang AKP Zainalsyah.(Ber/SN)
Share:

Data Terbaru, 1 Warga PALI PDP 43 ODP dan 565 OTG

foto. Kadinkes PALI meninjau pos penjagaan di Talang Bulang
PALI -- Juru bicara Satgas Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dr Zamir menyebutkan data terbaru terhitung Senin sore (30/3) pukul 17.00 WIB jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) meningkat menjadi 43 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 565 orang. 

"Baik ODP dan OTG semuanya warga yang baru datang dari daerah zona merah Covid-19. Saat ini kita awasi dan pantau baik itu ODP dan OTG," ungkap dr Zamir.

Keterangan itu diperbuat Plt Kepala Dinkes PALI, Mudakir. 

Bahkan menurutnya disamping jumlah ODP dan OTG bertambah, satu warga dinyatakan statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini masih dirawat di RSMH Palembang. 

"Satu orang PDP, dan saat ini masih menunggu hasil test. Perkembangan pasien itu dipantau setiap saat. Untuk seluruh keluarga kami tekankan untuk untuk isolasi mandiri serta seluruh orang yang pernah kontak dengan PDP sudah kita pegang datanya untuk diawasi dan diisolasi mandiri selama 14 hari," terang Mudakir. 

Mudakir jugo menyampaikan kabar baik bahwa besok pagi alat Rapid test datang ke PALI. 

"Kita dapat bantuan dari Dinkes provinsi sebanyak 120 buah atau 3 box rapid test. Target utama untuk dicek menggunakan Rapid test adalah ODP mengingat alat terbatas. Namun apabila ada penambahan bantuan alat, maka kita akan cek juga seluruh OTG," tandasnya. (sn) 


Share:

Ditengah Wabah Corona 14 Anggota Dewan Provinsi Sambangi PALI, Ini Alasannya

PALI -- Sebanyak 14 anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan mendadak datangi Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin siang (30/3).

Rombongan wakil rakyat tersebut dipimpin ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yazuar.

"Kami datang ke PALI untuk meninjau dan mensosialisasikan penanganan virus corona atau Covid-19," ungkap ketua Komisi I DPRD Sumsel. 

Diakui Antoni bahwa pada giat kali ini ada dua daerah selain PALI yang dikunjungi. 

"Ada beberapa Camat tadi kita datangi dan menyarankan agar tidak mengizinkan keramian serta ikut mensosialisasikan penanggulangan corona. Tadi kita ke OI dan melewati Prabumulih," tukasnya. 

Menyikapi banyaknya keluhan tenaga medis yang kekurangan alat pelindung diri atau APD, Antoni berjanji bakal menyampaikannya ke pemerintah. 

"Guna kami ke lapangan, selain memantau dan mensosialisasikan, juga menyerap aspirasi masyarakat terutama tenaga medis. Nanti sesudah kami keliling, akan disampaikan ke pemerintah agar keluhan tenaga medis bisa dipenuhi supaya pelayanan dan penanganan Covid-19 bisa maksimal," tandasnya. (sn) 
Share:

Dilarang Pulang Kampung, Pemudik Masuk PALI Malah Membludak

PALI -- Pasca Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menghimbau perantau untuk tidak mudik ke wilayah Sumsel rupanya tidak menjadi penghalang  terhadap warga yang ingin pulang kampung. Terbukti ditengah gencarnya sosialisasi penanggulangan corona, pemudik yang masuk ke wilayah Bumi Serepat Serasan kian hari tambah banyak. 

Bahkan dari catatan petugas penjaga di pos terpadu Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, tercatat dari pagi Senin (30/3) hingga berita ini diturunkan tercatat ada 142 warga yang baru datang dari pulau jawa. 

"Catatan kami sampai siang ini ada 142 orang. Jumlah itu dari pulau jawa," ungkap Rian, salah satu penjaga pos terpadu di Desa Talang Bulang. 

Diakui Rian bahwa bagi pemudik yang suhu tubuhnya melampaui batas normal langsung di cek kesehatannya. 

"Kami tahan dulu untuk menurunkan suhu tubuhnya. Dan langsung kita laporkan nama-nama pemudik dengan gejala ke pos induk," terangnya. (sn) 
Share:

Dukung Tenaga Medis Perangi Covid-19, PKS Salurkan Bantuan APD ke RSUD Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Prabumulih menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih, Senin (30/3). 

APD tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD PKS Prabumulih, H Adhy Chandra, ST didampingi Anggota DPRD Prabumulih, H Mat Amin beserta jajaran pengurus dan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19.

Adhy Chandra ST mengatakan penyaluran bantuan APD tersebut menindaklanjuti Instruksi Presiden Partai PKS Pusat. APD yang disalurkan merupakan sumbangsih Anggota DPRD PKS dan iuran anggota PKS Prabumulih. 

Adapun dana yang berhasil dikumpulkan yakni senilai Rp 15.755.000 dan disalurkan untuk para tenaga medis sebagai garda terdepan perang melawan Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia.

"Bantuan ini adalah pesan cinta PKS untuk tim medis sebagai pertahanan terakhir yang harus didukung penuh," ujar Adhy. 

Adhy berharap, ditengah kelangkaan APD saat ini, masyarakat yang memiliki akses pengadaan APD untuk bisa memberikan informasi sehingga Pemerintah Kota dapat segera melengkapi APD di setiap Fasilitas Kesehatan. 

"Mari kita ikuti arahan dan kebijakan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung program pemerintah untuk dapat memenangkan pertarungan melawan Wabah Covid-19 ini" terangnya.  

Mat Amin menambahkan. Virus Covid-19 merupakan musuh bersama, sehingga masyarakat harus bersatu dalam memerangi virus tersebut. 

"PKS menjadi pionir dan harapnnya akan diikuti oleh semua masyarakat untuk saling membantu dalam melawan wabah Covid-19," terangnya.

Sementara itu, Kabag TU RSUD Prabumulih, Adi Kuanto, S. Kep, MARS mengapresiasi bantuan yang diberikan PKS ke rumah sakit Pemerintah tersebut. Adanya bantuan itu, kata Adi, dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit khususnya dalam penanganan pasien yang terpapar virus covid-19.

 "Terima kasih kepada PKS atas kepedulian kepada Tim Medis, bantuan tersebut sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan pelayanan di rumah sakit ini," jelas Adi.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat dan makanan bergizi sehingga daya tahan tubuh meningkat.

"Virus akan dilawan dengan Antibodi kita masing-masing sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan, pola hidup sehat, dan konsumsi makanan bergizi," tutur Adi.(ril/SN)
Share:

Ikut Lawan Corona, Dewan dari PKS Ini Turun ke Jalan

PALI --Gerakan melawan penyebaran virus corona yang dilakukan Satgas terpadu penanggulangan corona Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang tengah gencar dengan berbagai upaya mengundang simpatik salah satu anggota Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI, Edi Eka Puryadi. 

Legislator asal PKS tersebut mendatangi salah satu pos penjagaan di Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang yang merupakan perbatasan dan menjadi pintu masuk antara warga PALI dan Prabumulih, Senin (30/3) serta di pos penjagaan Desa Kota Baru Kecamatan Penukal Utara dengan membagikan makanan tambahan berupa roti dan air mineral.

"Kami merasa tergugah dengan upaya tim ini menjaga perbatasan selama 24 jam dengan tidak melewatkan satu orang pun yang masuk ke PALI untuk diperiksa suhu tubuh serta riwayat perjalanannya," ungkap Edi Eka Puryadi. 

Bantuan tersebut diakui Edi Eka memang tidak seberapa nilainya, tetapi diharapkan menjadi penyemangat tim dalam melaksanakan tugasnya menangkal virus corona. 

"Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkab PALI yang memperketat penjagaan di setiap pintu masuk. Pemkab juga bergerak bersama dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 dengan berbagai upaya," tukasnya. 

Dia berharap agar wabah ini cepat berlalu. "Semoga saja dengan upaya yang telah dilakukan pemerintah PALI, Covid-19 tidak masuk PALI dan wabah ini secara keseluruhan bisa cepat berakhir," harapnya. 

Selain memberikan support kepada tim gabungan pengendalian corona, Edi Eka juga menyebut bahwa DPRD PALI juga ikut mensosialisasikan pencegahan Covid-19. 

"Kami sudah diintruksikan ketua DPRD PALI serta fraksi PKS agar gencar sosialisasikan terkait penanggulangan corona di masing-masing Dapil agar penyebaran virus ini terputus. Kami juga turut menghimbau masyarakat kalau ingin terhindar dari wabah ini agar mengikuti dan mematuhi anjuran pemerintah," tutupnya. (sn)  
Share:

Bendung Corona, Pemdes Curup dan GPPB Semprot Desanya Serta Bagi-bagi Masker

PALI -- Tidak menunggu bantuan pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Pemerintah Desa (Pemdes) Curup Kecamatan Tanah Abang bersama Gerakan Pemuda-Pemudi Bersatu (GPPB) menyemprot lingkungan desa tersebut terutama fasilitas umum yang kerap menjadi tempat berkumpul warga menggunakan disinfektan. 

Selain itu, Pemdes dan GPPB membagikan masker kepada warga dalam membendung virus corona atau Covid-19 agar tidak masuk ke desa tersebut. 

"Kami pemerintah desa Curup membagikan masker dan melakukan penyemprotan desinfektan dalam menangani dan mencegah covid-19, tentunya kami selaku pemerintah desa Curup mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya dari masyarakat, polindes ibu-ibu PKK, dan terkhusus GPPB." kata M. Tisar, Kades Curup, Senin (30/3).

Sementara itu Ijal Bakrie Ketua Umum GPPB menyatakan bahwa dalam menanggulangi virus corona tidak ada kata terlambat. 

"Tidak ada kata terlambat dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19. Harapan kita kepada pemuda-pemudi wilayah masing-masing untuk peka terhadap musibah yang kita alami saat ini, bahu-membahu membantu pemerintah setempat untuk dapat memutus rantai penyebaran wabah Covid 19." terang Ijal Bakrie.

Ditempat sama, Nesia Atika Amkeb, penanggungjawab Polindes Curup berharap seluruh tim medis dibekali Alat Pelindung Diri. 

"Harapan kami tim medis kepada pemerintah daerah untuk memenuhi APD lengkap seperti jas hujan, masker, sarung tangan sepatu boot, vitamin, alat pengukur suhu laser." pinta Nesia. 

Menyikapi aksi yang dilakukan Pemdes Curup dan GPPB,  Asrit tokoh masyarakat setempat memberikan apresiasinya. 

"Kami sebagai Masyarakat desa Curup mengucapkan ribuan terimakasih atas kepedulian pemerintah desa Curup, tim kesehatan desa, Ibu-ibu PKK dan GPPB." ucapnya. (sn) 
Share:

Prabumulih Masuk Zona Merah Covid-19, Tenaga Medis Mulai Kekurangan APD

Foto : Istimewa / dr.Happy Tedjo Sumali Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Sumsel. senin (30/3/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Merebaknya virus pandemik Corona (Covid-19) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menjadikan Kota Prabumulih masuk dalam Zona Merah setelah Kota Palembang karena sebelumnya Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang positif terinveksi virus corona beberapa waktu lalu meninggal dunia, senin (30/3/20)

Hal tersebut dikatakan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih dr. Happy Tedjo Sumali saat dikonfirmasi oleh tim sininews.com melalui sambungan telepon usai menggelar konferensi pers di lantai satu gedung Pemerintah Kota Prabumulih bersama Gugus Depan Penanggulangan Corona Covid-19. 

Saat ini Prabumulih masuk dalam zona merah berdasarkan pernyataan oleh juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 pusat tertanggal 28 Maret 2020 yang juga dinyatakan oleh Jubir Provinsi Sumatera Selatan 

“Berdasarkan data dari pusat kita sudah masuk zona merah karena satu pasien PDP terkonfirmasi positif Covid-19, tapi disitus resmi 
diwarna Kuning, aku juga gak ngerti” jelasnya 

Berdasarkan data yang diketahuinya Prabumulih sudah masuk zona merah, dengan begitu masyarakat diharapkan untuk mentaati peraturan Pemerintah dengan mengisolasi diri dirumah, menerapkan gaya hidup sahat dan membersihkan diri dengan Hand Sanitizer atau sabun setiap hari. 

"masyarakat harus taati peraturan pemerintah jangan terlalu banyak aktifitas yang tidak penting” sambungnya. 

Disinggung mengenai kesiapan tenaga medis dalam melakukan pelayanan terhadap kasus Virus Corona yang mulai merebak di Kota Prabumulih dr.Tedjo sapaan akrabnya itu mengatakan saat ini Pemerintah telah melakukan proses pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) namun hingga saat ini belum sepenuhnya sampai ke Dinkes Prabumulih. 

Menurutnya saat ini tenaga medis di daerah yang tertular covid-19 sangat membutuhkan APD untuk keamanan dalam pelayanan pasien. 

"kita baru terima Masker dan Thermo Guns dari Jakarta” 

Sementara itu, Dewi Yuliani, SST.M.Si Kepala Puskesmas Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih mengatakan petugas medis sangat membutuhkan APD saat melakukan pengecekan dan pengobatan dipuskesmas 

Saat ini Puskesmas mengemban tugas berat dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang dicurigai yang memasuki wilayah Kota Prabumulih dengan demikian petugas yang merupakan garda terdepan wajib menyiapkan APD yang lengkap 

“sebelumnya kita sudah ada bantuan dari Dinas Kesehatan Prabumulih namun karena kebutuhannya sangat banyak kita berinisiatif meminta bantuan kepada para dermawan yang ingin membantu” ucap Dewi saat dibincangi melalui sambungan telepon 

Diketahui penggalangan donasi Alat Pelindung Diri (APD) kemasyarakat telah direstui oleh Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih karena kesediaan logistik yang saat ini kurang sedangkan penggunaan APD untuk penangan Covid-19 ini semakin meluas 

“Allhamdulillah sudah ada bantuan dari organisasi dan para dermawan berbentuk barang bukan uang” terangnya 

Sejauh ini dari pantauan media sininews.com ada empat Puskesmas di Kota Prabumulih yang membutuhkan bantuan APD dengan melalukan penggalan donasi atau untuk alat pelindung diri bagi petugas medis diantaranya Puskesmas Tanjung Rambang, Puskesmas Tanjung Raman, Puskesmas Pasar dan Puskesmas Prabumulih Barat (tau/sn)  
Share:

Imbas Covid-19, Panwascam dan PKD di PALI Diberhentikan Sementara

PALI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan sementara atau menonaktifkan Panwaslu Kecamatan (Panwascam) dan Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) akibat merebaknya wabah virus corona. 

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu PALI Heru Muharam melalui Divisi SDM, Basrul SAP, Senin (30/3).

"Keputusan itu sebagai tindak lanjut surat edaran dari Bawaslu RI yang memerintahkan agar Bawaslu Kabupaten/kota untuk memberhentikan sementara Panwascam dan PKD serta menghentikan sementara aktivitas pada sekretariat Panwascam dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19," ungkap Basrul. 

Basrul juga menjelaskan bahwa untuk pengaktifan kembali Panwascam dan PKD dalam rangka pengawasan tahapan Pilkada di PALI yang rencananya digelar 23 September 2020, Bawaslu menunggu arahan Bawaslu RI. 

"Kita ketahui bahwa KPU RI menunda beberapa tahapan Pilkada, dan Bawaslu RI memerintahkan pemberhentian sementara Panwascam dan PKD, untuk pengaktifan kembali kita menunggu arahan Bawaslu RI. Saat pengaktifan kembali anggota Panwascam serta PKD, tidak lagi melakukan penjaringan ulang," terangnya. 

Selama diberhentikan sementara, Basrul menyatakan bahwa seluruh anggota Panwascam dan PKD tidak menerima honor sampai diaktifkan kembali. 

"Kalau untuk Panwascam masih menerima honor hingga bulan Maret ini, tetapi mulai April dihentikan sementara. Jadi, selama non aktif, seluruh anggota Panwascam serta PKD tidak menerima honor sampai ada pemberitahuan dari Bawaslu RI. Dalam menanggulangi virus corona, kami himbau seluruh anggota Panwascam dan PKD untuk tetap patuhi anjuran pemerintah agar kita semua terhindar dari virus tersebut," tutup Basrul. (sn)  
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts