Jaga Pos Corona, Kades di PALI Ini Rela Pisah Ranjang

PALI -- Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin hari terus bertambah. Antisipasi pemerintah dalam penanganan dan pencegahan wabah yang disebabkan virus yang berasal dari Wuhan China itu terus dilakukan dengan mengeluarkan anjuran agar masyarakat bisa terhindar.

Upaya pemerintah yang gencar dilakukan adalah sosialisasi serta mendirikan pos pencegahan penyebaran Covid-19 dari pusat sampai ke desa-desa. 

Menindaklanjuti arahan pemerintah itu, Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah lebih dua pekan ini mendirikan pos persis di depan kantor desa setempat yang dijaga selama 24 jam yang melibatkan seluruh perangkat desa, BPD dan linmas. 

Bahkan sang kepala desa setempat rela tidur di pos tersebut, yang artinya harus berpisah sementara waktu kebersamaannya bersama keluarga semenjak pos penjagaan dan pencegahan corona tersebut didirikan untuk memastikan pemantauan di desanya, terlebih desa tersebut merupakan pintu gerbang masuk wilayah Bumi Serepat Serasan. 

"Kami mempunyai tanggung jawab penuh terhadap masyarakat untuk melindunginya. Kami bukan ingin pujian, tetapi inilah tugas seorang pimpinan desa yang harus menjadi pengayom dan contoh bagi warganya. Percuma kita perintahkan perangkat desa dan lainnya untuk perangi corona sementara kepala desanya tidak mau ikut terlibat," kata Menriadi, Kades Talang Bulang, Jumat (10/4).

Diakui Kades bahwa selain menjaga pos full 24 jam, Pemdes Talang Bulang juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan tempat umum. 

"Dalam mencegah virus corona tidak cukup hanya dijaga, tetapi untuk memutus rantai penyebarannya, kami himbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan harus ikuti anjuran pemerintah yang menyarankan agar mengurangi aktivitas di luar rumah, mencuci tangan dan apabila keluar rumah wajib memakai masker. Untuk mendukung anjuran itu, kami telah siapkan 50 unit tempat cuci tangan, bagikan 500 masker dan seluruh warga mendapatkan vitamin," jabarnya. (sn) 


Share:

Pemkot Prabumulih Bagikan 16.000 Paket Sembako

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Dalam menanggulangi covid 19 yang saat sudah memasuki zona merah di Sumatera Selatan Pemerintah Kota Prabumulih melakukan langkah gerak cepat dengan membagikan 16 ribu paket sembako kepada masyarakat, jumat (10/4/20)

Beberapa paket yang dibagikan  berupa beras, mie instan, dan kecap yang langsung di antar ke rumah warga yang kurang mampu melalui kelurahan/desa masing-masing. Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM mengatakan, jika saat ini pemkot prabumulih sudah memberikan solusi kepada masyarakat untuk berdiam diri di rumah selama  menghadapi covid 19 yang di himbau oleh pemerintah maupun maklumat polri.  

"Selama ini kan kita hanya menyuruh mereka untuk berdiam diri di rumah guna memutus mata rontai corona namun bagi warga kurang mampu yang hanya mengandalkan penghasilan harian seperti tukang ojek, pedagang kecil ya mungkin terlalu berat makanya pemkot prabumulih  melakukan gerak cepat dengan membagikan sembako sebanyak 16 ribu Kepala Keluarga (KK) untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya," ucapnya

Bukan hanya pembagian sembako namun langkah-langkah sebelumnya sudah dilakukan diantaranya pembagian 37 ribu masker ke rumah warga dan penyemprotan disenfektan massal sepanjang jendral sudirman dan jalan lintas lainnya. 

"Covid 19 ini kan bukan untuk kita takuti namun harus kita hadapi dengan pencegahan yang di lakukan seperti tidak untuk sering keluar rumah, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dan salah satunya kita sudah bagikan 37 ribu masker sebelumnya serta di lakukan penyemprotan disenfektan massal oleh pemkot prabumulih maupun polres," jelas Ridho.  

Walikota Prabumulih juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu jaga jarak gunakan masker, dan rajin mencuci tangan sebagai bentuk pencegahan covid 19. 

"Kita himbau kepada masyarakat Prabumulih untuk selalu menjaga jarak, gunakan masker, dan sering cuci tangan dan untuk yang mampu agar kiranya bisa saling membantu untuk warga yang kurang mampu," himbaunya.(sn)
Share:

PKK Talang Bulang Bagi Masker Hasil Karya Sendiri

PALI -- Dukung pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, PKK Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) cukup kreatif. Lantaran ditengah pandemik Covid-19 dibarengi kelangkaan masker dipasaran, ibu-ibu yang tergabung pada PKK desa tersebut tidak kehabisan akal. 

Dengan mengandalkan mesin jahit yang ada, ibu-ibu PKK yang dikomandoi Hartini Menriadi, membuat sendiri masker berbahan dasar kain dan langsung dibagi-bagi ke masyarakat. 

"Alhamdulillah kurang dari satu minggu, kami bisa produksi 500 buah masker dan telah kita bagikan," ungkap istri Kades Talang Bulang itu, Jumat (10/4).

Masker buatan PKK Talang Bulang diakui Hartini bisa dipakai berulang-ulang. 

"Bisa dicuci, sehingga setelah bersih bisa dipakai kembali. Dan kami berharap apa yang kami lakukan bisa berguna bagi masyarakat dalam mencegah virus corona," harapnya. 

Sementara itu, Menriadi Kades Talang Bulang menghimbau warganya agar taat anjuran pemerintah. 

"Kami telah menyiapkan tempat cuci tangan sebanyak 50 unit beserta sabunnya, masker telah dibagikan ibu-ibu PKK, vitamin juga telah disebarkan bahkan penyemprotan disinfektan telah dilakukan. Tinggal kita saat ini yang harus patuh anjuran agar mencegah penyebaran Covid-19 dengan rajin mencuci tangan, pakai masker ketika diluar rumah dan taati anjuran lainnya," himbau Kades. 

Dalam pengawasan terhadap warganya yang baru datang bepergian atau pun baru mudik, Kades menyatakan bahwa pos jaga di desanya siaga selama 24 jam dan mengerahkan para Kadus dan Linmas agar terus memantau seluruh warganya yang keluar masuk. 

"Alhamdulillah untuk saat ini pemudik belum begitu banyak, namun tetap kita pantau dan dianjurkan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya. Semoga saja dengan semua tertib melaksanakan anjuran pemerintah, desa Talang Bulang khususnya terhindar dari wabah corona," tutupnya. (sn) 
Share:

Berulah Lagi, Residivis ini Dihadiahi Timah Panas

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Tim TRABAZZ  Polsek Gunung Megang  mengamankan seorang pelaku yang sebagai tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 22 Februari 2020 sekira pkl. 09.30 wib bertempat di warung milik pelapor bernama Hendriansyah (43 tahun) Dusun V Desa Cinta Kasih Kec. Belimbing Kab. Muara Enim.

Pelaku tersebut diketahui bernama Dani Esa Putra Alias Dandi, umur 19 tahun, berdomisi Kec. Belimbing Kab. Muara Enim dan mengaku melakukan pencurian tersebut dengan satu temannya berinisial R yang masih dalam pengejaran Polisi atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kejidian tersebut bermula korban pada saat hendak membuka warung  miliknya dan diketahuinya bahwa telah terjadi kehilangan dan diduga para pelaku tersebut melakukan aksinya dengan cara membobol atap dan pelafon warung milik korban dengan menggunakan alat, 

Lalu masuk kedalam warung dan mengambil barang-barang milik korban berupa : 4 (empat) pack rokok sampurna besar dan kecil, 2 (dua) pack rokok surya, 2 (dua) pack rokok evolution, 1 (satu) pack rokok magnum besar, 5 (lima) pack rokok magnum kecil, 5 (lima) pack rokok sampurna mentol, 1 (satu) pack rokok clas mild besar serta uang tunai sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) sehingga korban mengalami kerugian sebesar lebih kurang  Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang guna menuntut sesuai dengan Hukum yang berlaku.

Penangkapan pelaku tersebut dilakuan pada hari ini Rabu tanggal 08 April 2020 sekira pkl. 14.30 wib bertempat di Desa Tanjung Terang Kec. Gunung Megang Kabupaten Muara Enim, bermula pada saat Team Trabazz Polsek Gunung Megang  melakukan Peyelidikan, kemudian Tiem Trabazz mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku tersebut berada di Desa Tanjung Terang yang mana sebelumnya nama-nama pelaku tersebut diatas telah diketahui oleh Team trabazz, 

Lalu Team Trabazz Polsek Gunung Megang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Akp Herli Setiawan, SH, MH dan Kanit Reskrim Iptu M. Heri Irawan, SE langsung berangkat ketempat tersebut  melakukan penangkapan terhadap pelaku dan pada saat dilakukan penangkapan pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap anggota sehingga diberikan tindakan tegas  Kepolisian yang terarah dan terukur, selanjutnya pelaku tersebut dibawa dan diamankan di Polsek Gunung Megang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang di amankan Polsek gunung megang terkait dalam perkara tersebut yaitu Barang bukti 1 (satu) buah gunting besar (alat pelaku), 1 (satu) buah mata gergaji besi (alat pelaku), 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau (alat pelaku) dan 1 (satu) helai baju kaos lengan panjang warna abu-abu bertuliskan concept.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Gunung Megeng Akp Herli Setiawan, SH, MH membenarkan penangkapan tersangka tersebut "pelaku dan barang bukti kita amankan di Polsek gunung megang guna diproses lebih lanjut"

"Pelaku tersebut  merupakan residivis kasus 363 KUHP di Polsek Gunung Gunung Megang", tutup Kapolsek.
Share:

Corona Makin Eksis, Dunia Pendidikan Bermetamorfosis

SININEWS.COM - Corona Virus Deases (covid) 19 menjadi malapetaka bagi sebagian profesi, semakin hari semakin eksis dan belum menunjukan tanda-tanda untuk berakhir. Seperti dokter dan para medis menjadi hari-hari yang melelahkan bahkan menakutkan. Karena virus ini sangat mematikan, ratusan ribu orang di berbagai  belahan dunia tewas karena virus ini. 

Diantara mereka tidak sedikit yang berprofesi dokter dan tenaga medis. Virus ini mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Efeknya pemerintah melarang berkumpul dalam jumlah yang banyak, tidak boleh dekat-dekat termasuk dengan siswa disekolah. Walhasil, banyak kantor dan aktivitas lain diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan. Walaupun demikian kita harus yakin bahwa dibalik semua bencana dan tragedi ada hikmah dibalik itu.

Dampak mewabahnya virus corona (Covid-19) kini juga telah dirasakan oleh dunia pendidikan. Hal ini telah diakui oleh organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), bahwa wabah virus corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Jika kondisi ini terus meningkat, maka sudah bisa dipastikan dampaknya terhadap sektor pendidikan juga akan semakin meningkat. Dampak yang paling dikhawatirkan adalah efek jangka panjang. Sebab para siswa dan mahasiswa secara otomatis akan merasakan keterlambatan dalam proses pendidikan yang dijalaninya. 

Hal ini bisa mengakibatkan pada terhambatnya perkembangan kematangan mereka di masa yang akan datang.

Apalagi jika Covid-19 ini tidak segera berakhir. Dengan kebijakan penundaan sekolah-sekolah di negara-negara yang terdampak virus tersebut secara otomatis dapat mengganggu hak setiap warganya untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak. 

Penutupan sekolah-sekolah dan kampus tersebut tentu dapat menghambat dan memperlambat capaian target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan atau sekolah masing-masing. kondisi demikian akan mengganggu pencapaian kematangan siswa dalam meraih tujuan belajarnya, baik secara akademis maupun psikologis. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah dampak psikologisnya. Siswa yang harus tertunda proses pembelajarannya akibat penutupan sekolah dan sangat memungkinkan akan mengalami trauma psikologis yang membuat mereka demotivasi dalam belajar.

Adapun untuk terhambatnya proses pendidikan karena penutupan dan penundaan waktu belajar, maka perlu disiapkan solusi kongkret pula. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan sistem pembalajaran jarak jauh dengan memanfaat teknologi yang ada. Sebab jika tidak, maka ini akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan kematangan hasil dan pencapaian dari proses pendidikan.

Dunia Pendidikan Bermetamorfosis

Pandemik Covid-19 telah memaksa jutaan peserta didik harus belajar di rumah dan sementara itu banyak pendidiknya tiba-tiba jadi “gagap mengajar” karena harus mengubah cara mengajar secara drastis dari tatap muka menjadi cara daring secara tiba- tiba. 

Tidak ada kejelasan tentang kapan persoalan pendemik Covid-19 dapat berakhir oleh karena itu sangatlah penting untuk membekali para pendidik dengan pedagogik yang terkait erat dengan pemanfaatan teknologi. 

Tahun 2020 akan menjadi tahun yang tak terlupakan bagi dunia pendidikan nasional. Semua agenda nasional pendidikan dibatalkan. Di tahun ini, tercatat tahun yang memiliki jadwal libur sekolah yang paling panjang. Guru-guru dipaksa untuk berfikir keras menyiapkan modul dan model pembelajaran jarak jauh. Mendekatkan mereka memanfaatkan teknologi internet untuk pembelajaran. 

Sesungguhnya pembelajaran cara daring bukanlah hal yang sangat baru, sudah terdapat teori-teori pendidikan dan penelitian yang berkaitan dengan belajar jarak jauh sehingga seharusnya belajar cara daring bukan sekedar sebuah proses “digitalisasi” bahan ajar, yaitu mengubah bahan ajar hanya jadi bahan bacaan atau tontonan secara digital. Prof George Siemens, seorang guru besar dari Athabasca University di Kanada merupakan salah seorang pelopor pengembangan pedagogik untuk pembelajaran yang memanfaatkan teknologi.

Ia mengusulkan sebuah teori alternatif untuk pendidikan yaitu Connectivism. Ini adalah sebuah teori pendidikan yang memasukkan teknologi dan konektivitas sebagai bagian dari kegiatan belajar yang penting.

Siemens (2005) menyatakan bahwa Connectivism dikembangkan sebagai respons terhadap tren dan kebutuhan abad ke-21, ini terkait dengan kemajuan teknologi dan makin pentingnya peran jaringan (network) yang terjadi akibat perkembangan teknologi. 

Siemens (2005) menyimpulkan bahwa teori behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme, yang paling sering digunakan tidak dapat mengakomodasi semua dampak kemajuan teknologi karena teori-teori tersebut dikembangkan pada saat teknologi belum memiliki pengaruh terhadap pengalaman belajar peserta didik sebanyak hari ini.

Dunia pendidikan yang dikomandoi oleh tenaga pendidik (guru) harus siap menghadapi perubahan yang sangat drastis.  Konsep pendidikan yang sekarang ini dilakukan jauh melampaui ekspektasi atau perkiraan kita semua.  

Konsep pembelajaran daring ini sejatinya akan diterapkan 5 tahun yang akan datang, tetapi waktu, situasi dan kondisi serta keadaan memaksakan guru harus siap dengan model pembelajaran daring.  Siap dapat diartikan sebagai suatu kondisi seseorang baik secara fisik maupun psikhis untuk melakukan /mengikuti suatu rangkaian tindakan atau perbuatan atau perlakuan dengan sadar. 

Sikap siap yang ditunjukkan seseorang kadarnya akan berbeda beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Secara garis besar faktor tersebut ada yang bersifat instrinstik dan ada pula yang ekstrinstik. Faktor instrinstik bisa juga disebut faktor yang berasal dari dalam diri individual yang muncul karena adanya kesadaran diri bukan karena hal lain. 

Faktor ekstrinstik ini lebih mengarahkan pada bentuk kesadaran diri, karena passion, atau karena memiliki pandangan untuk melakukan hal itu atas kewajiban sebagai hamba tuhan. 
Guru juga harus kreatif dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 ini dalam proses pembelajaran, karena kreativitas adalah simbol kualitas seseorang. 

Semakin banyak kreativitas yang dihasilkan, maka semakin tinggi dan baik kualitas seseorang. Hal ini mencerminkan bahwa pola pemikirannya sangat dinamis dan berkembang sesuai dengan kondisi lingkungannya. Kegiatan pembelajaran adalah merupakan implementasi kehidupan masyarakat di dalam sebuah lingkungan sempit dengan seorang pengelola yang berstatus sebagai guru atau fasilitator. 

Dengan adanya pembimbing atau fasilitator inilah, maka proses dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan secara berurutan dan sistematis. Semakin piawai seorang guru, maka semakin besar keberhasilan proses pembelajaran. 

Dan, kepiawaian seorang guru dapat ditunjukkan dalam bentuk keterampilan guru dalam membimbing dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Kita perlu menyadari bahwa guru kita masih banyak yang belum mengembangkan kreativitas dirinya secara maksimal, masih banyak kemampuan diri yang tersimpan rapi di dalam laci-laci hati mereka. Bahkan tidak sedikit yang sudah membeku sehingga yang diberikan kepada anak didik hanyalah tetes-tetesan dari kreativitas yang sudah mengkristal atau membeku.

Penulis menggunakan istilah metamorfosis dalam tulisan ini, semata mata untuk menjelaskan istilah adanya perubahan mendasar dalam tatanan, susunan dan struktur pendidikan dan pembelajaran di Indonesia, akibat dampak dari Covid-19.  Di balik mewabahnya virus, pendidikan kita saat ini telah membuktikan bahwa teori disrupsi, salah satunya yaitu digitalisasi pendidikan dengan mengalihkan sementara proses pembelajaran melalui via daring. 

Secara singkatnya disrupsi adalah perubahan cara atau pola kehidupan manusia dalam menyelesaikan masalah serta menggantikan sistem yang lama dengan sistem yang belum ada presedennya. Berbicara era disrupsi tidak akan lepas dari kata revolusi industry 4.0, revolusi ke empat ini adalah perubahan dibidang industri akibat pesatnya perkembangan teknologi seperti Artifisial intelegence, Robotik, Virtual Reality, Internet Of Things, dan lain-lain.

Lompatan yang nyata dalam dunia pendidikan yang bermetamorfosis adalah adaya pembejalaran daring (online), yang selama ini barangkali sangat sedikit dimanfaatkan oleh tenaga pendidikan dalam memberikan dan menyampaikan pembelajaran, hal ini tentu memberikan manfaat dan nilai tambah dalam dunia pendidikan, yang seharusnya model ini akan diterapkan 5 tahun kedepan.

Ujian Nasional (UN) yang sejatinya akan diganti dengan Assemesment Kompetensi Minimum dan survey karakter pada tahun 2021, memaksa pemerintah untuk meniadakan UN pada tahun pelajaran 2019/2020 ini karena pertimbangan keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga siswa yang merupakan hal terpenting. Selain itu, pertimbangan bahwa UN yang tidak menjadi syarat kelulusan ataupun seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi membuat jajaran pemerintah sepakat untuk meniadakan UN.

Model pemberian penilaian yang selama ini hanya berpedoman pada penilaian kognitif saja, maka dengan Covid-19 ini, penilaian bisa dilakukan dengan cara portofilio, yaitu pengumpulan data berdasarkan prestasi yang telah dimiliki oleh siswa, baik secara akademik, maupun secara non akademik.  
Mengerakan mahasiswa tingkat akhir fakultas kedokteran untuk menjadi bagian dari  relawan penggerak dalam membantu pemerintah mengatasi visus corona ini, melalui program-program komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, melayani "call center", dan menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensi dan kewenangannya, hal ini menunjukan bahwa adanya metamorfosis dalam tatanan dunia pendidikan kita dewasa ini. 

Disamping itu juga penggunaaan anggaran sekolah melalui distribusi dana BOS, juga bisa digunakan dan dimanfaatkan dalam penyediaan dan pengadaan alat-alat yang berhubungan dengan pemberantasan penyebaran virus corona.

Dalam musibah sesungguhnya ada keluangan berpikir yang menghasilkan hikmah bagi orang yang berpikir, menggunakan pengetahuan dan berbagi wawasan dengan yang lain. Pantanglah menggerutu meski tetap waspada, ancaman apapun pasti datang, entah itu menguatkan kita atau justru membuat kita semakin terjerembab. Kualitas kita terlihat dari cara kita menghadapi masalah, kuat atau pasrah.(ril)

Oleh : Bayumie Syukri, AP., SE., M.Si.*
(Praktisi dan Pemerhati Pendidikan)
Share:

Sepakat! Kades Cabut Surat Edaran, Warga Prabumulih Diperbolehkan Masuk Muara Enim

Foto : Pardono / Petugas kepolisian saat membersihkan puing kayu yang dipakai untuk blokade jalan perbatasan, kamis (9/4/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pemerintah Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan akhirnya resmi mencabut surat edaran karantina wilayah akbiat penyebaran virus corona dieases (covid-19) yang melarang warga Prabumulih untuk memasuki wilayah tersebut, kamis (9/4/20) 

Sebelumnya beredar surat pemberitahuan dari Kepala Desa Gunung Raja untuk mengkarantina wilayah tersebut yang berdampak pada akses masyarakat Prabumulih yang tidak bisa masuk Muara Enim 

Puluhan masa dari Kota Prabumulih berjaga-jaga di depan Stasiun Pengumpul Minyak (SP3) Gunung Kemala milik PT.Pertamina Asset II untuk menghadang balik warga Desa Gunung Raja Muara Enim yang akan masuk Prabumulih 
Kejadian tersebut mendapat Perhatian langsung oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih untuk segera memediasi kedua daerah 

Dari pantauan media ini sejumlah petugas Kepolisian dari Polsek Rambang Dangku, Polsek Prabumulih Barat, Satreskrim Polres Prabumulih, Danramil Muara Enim (Babinsa) serta kedua Perangkat Pemerintah turun langsung untuk mediasi kesalahpahaman atas peraturan penanganan Covid-19 diwilayah Desa Gunung Raja 

Saat dihubungi melalui sambungan telepon Kepala Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Armanto Ishak belum memberikan respon 

Sementara itu, Cilut salah satu warga Prabumulih mengatakan saat ini portal blokade jalan perbatasan Muara Enim sudah dibuka kembali dan warga Prabumulih sudah bisa kembali melewati jalur tersebut karena hasil dari mediasi kedua belah pihak 

"tadi banyak aparat Kepolisian dan TNI yang turut memberikan rasa aman kepada kami, dan hari ini hasil mediasi mereka kami akhirnya bisa beraktifitas kembali, kami sangat bersyukur dan berterimakasih” ucapnya

Untuk diketahui dari hasil mediasi Pemkab Muara Enim dan Pemkot Prabumulih melaui Pemerintahan Desa Gunung Raja telah ada kesepakatan yang tertulis dalam surat nomor 140/04/2004/Pem-GR/2020 secara resmi telah Mencabut Surat Edaran Larangan Sementara Bagi Pekerja diluar Muara Enim 

Tak hanya itu dalam surat tersebut menuliskan bagi para pekerja PLTU Simpang Belimbang Gunung Raja yang berasal dari luar Kabupaten untuk kembali bekerja seperti semula dengan memenuhi ketentuan dan peraturan atau Protap Covid-19 

Terpisah, AKP Apriansyah Kapolsek Rambang Dangku saat dikonfirmasi mengatakan saat ini situasi sudah kembali aman dan semua aktifitas mulai berjalan kembali setelah kedua pihak menyatakan kesepakatan dan menurutnya kejadian tersebut hanya kesalahpahaman saja 

"tidak ada larangan bagi warga Prabumulih untuk memasuki wilayah Gunung Raja hanya saja harus melalui pengecekan di posko Covid-19 yang telah disediakan”terangnya 

Pihak Kepolisian juga menghimbau untuk pencegahan penyebaran virus corona pihaknya berharap selain menjaga kesehatan juga menjaga keamanan lingkungan, karena virus ini merupakan pandemik dunia bukan hanya di indonesia saja (tau/sn)  
Share:

Operasi CPP Gundih Distabilisasi Pasca Fasilitas Area TOX Alami Gangguan

BLORA, SININEWS.COM - Aktifitas stabilisasi di area operasi Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih terus dilakukan pasca adanya gangguan di area Thermal Oxidizer (TOX) yang mengakibatkan keluarnya percikan api di fasilitas tersebut, Kamis (09/04).

"Sekitar pukul 09.40 WIB kami mendapatkan informasi adanya gangguan di area Thermal Oxidizer (TOX) di CPP Gundih. Dari kejadian tersebut mengakibatkan adanya api yang muncul di fasilitas tersebut", ujar Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto.

Lebih lanjut, tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field langsung melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih sehingga api di Fasilitas TOX sudah berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 10.45 WIB serta tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

"Saat ini operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown untuk proses stabilisasi. Seluruh pekerja didalam area CPP Gundih sudah dievakuasi, Fire Truck 2 unit serta ambulance dan paramedic kami standby di lokasi", jelas Agus.

Kemudian, Agus menambahkan bahwa saat ini tim PKD masih terus menjaga fasilitas CPP Gundih untuk mengamankan hingga kondisi stabil.

"Kami harapkan masyarakat di sekitar lokasi untuk tidak panik. Karena tim kami masih terus menangani kondisi ini sampai tuntas. Mohon doanya agar fasilitas CPP Gundih bisa segera beroperasi normal. Dan produksi gas sebesar 50 MMSCFD bisa kembali kita salurkan ke konsumen antara lain PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang dan PGN Jargas Blora dan Jargas semarang", pungkas Agus.(ril/SN)
Share:

Dukung Pemerintah Lawan Covid 19, IPEMI Prabumulih Bantu Alat Cuci Tangan dan APD Tenaga Medis

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Guna menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di Kota Prabumulih yang saat ini berstatus zona merah, seluruh elemen masyarakat, swasta dan sejumlah organisasi bahu membahu membantu Pemerintah.

Salah satunya dilakukan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Prabumulih. 

IPEMI memberikan bantuan berupa dua buah tengki air bersih ukuran 600 liter, berikut tempat mencuci tangan dan hand soap. Alat untuk cuci tangan tersebut dipasang di Oasar Tradisional Modern (PTM). 

"Kami memberikan  bantuan tangki air dan alat cuci tangan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di PTM 1 dan  2 Kota Prabumulih," ujar Ketua IPEMI Kota Prabumuli, Siska Nasril SE, Rabu (8/4).

Tak hanya alat cuci tangan, kata Siska, kedepan IPEMI juga akan menyalurkan bantuan kesejumlah klinik, Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kota Prabumulih. 

"Insya Allah Jumat depan kita akan salurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan," ungkapnya. 

Ditengah wabah Covid-19 saat ini, Siska mengajak seluruh masyakat Kota Prabumulih untuk menerapkan budaya hidup sehat, dengan rajin mencuci tangan. Menurutnya, tangan merupakan salah satu jalan yang sangat mudah dalam penularan virus corona. 

"Karena itu marilah bersama-sama kita kompak bersatu melawan corona. Penanggulangan virus covid-19 tidak bisa semata-mata tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggungjawab masyarakat juga," terangnya.

Dari pantauan, penyerahan bantuan alat cuci tangan di PTM 1 dan PTM 2 tersebut diterima langsung oleh kepala UPTD Pasar Taufik Hidayah SE, disaksikan Lurah Kelurahan Pasar I Imam Basuki SE MM, Kepala Dinas Peradagangan serta sejumlah pejabat lainnya. 

Pemberian bantuan tersebut, diapresiasi oleh Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM dan langsung meninjau keberadaan tedmon bantuan IPEMI tersebut.(SN)
Share:

Larang Melintas! Puluhan Warga Prabumulih Balas Tutup Akses Perbatasan Muara Enim

Foto : Sejumlah warga Prabumulih saat menutup akses jalan perbatasan Muara Enim akibat pembatasan akses masuk warga zona merah covid-19, selasa (8/4/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Puluhan warga Kota Prabumulih melakukan aksi protes dijalan perbatasan dengan Kabupaten Muara Enim di simpang tiga depan Stasiun Pengumpul (SP3) PT.Pertamina Asset II, selasa (8/4/20)

Aksi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim yang secara tegas menolak warga Prabumulih beraktifitas didaerah tersebut demi memutus penyebaran virus corona dieases (covid-19) 

Penolakan warga Prabumulih memasuki daerah Muara Enim berdampak terhadap perekonomian masyarakat diantaranya ratusan pekerja dari sembilan subkontrak perusahaan PLTU PT.GHEMMI yang ada di Desa Gunung Raja dirumahkan 
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA,KLIK LINK
Seluruh karyawan perusahaan PLTU Simpang Belimbing Desa Gunung Raja yang berasal dari Prabumulih dikarantina selama dua minggu kedepan, sejumlah pekerja mengaku resah dengan kebijakan Pemerintah setempat yang mengisolasi karena dampak zona merah yang ditetapkan Dinas Kesehatan RI terhadap kota nanas itu dinilai tidak adil

Fauzi, salah satu warga Kota Prabumulih mengaku kebijakan pemerintah dinilai tebang pilih, pasalnya warga Desa Gunung Raja Muara Enim dengan bebas memasuki wilayah Prabhmulih yang telah ditetapkan sebagai zona merah 

"Sebagai bentuk respon kami warga Prabumulih juga telah menutup akses perbatasan Muara Enim” tegasnya seraya mengatakan saat ini banyak warga Prabumulih dilarang untuk mencari nafkah diwilayah tersebut 

Akibat ditetapkannya Kota Prabumulih sebagai wilayah zona merah penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah mengeluarkan surat edaran kedesa-desa untuk membatasi aktifitas warga Prabumulih 

Sementara itu, Armanto Kepala Desa Gunung Raja melalui Kepala Dusun I Desa Gunung Raja Julius mengatakan berdasarkan perintah untuk saat ini tak hanya pedagang, seluruh warga Prabumulih tidak diperbolehkan beraktifitas diwilayah Muara Enim 

“saat ini kita sedang karantina wilayah selama 14 hari, untuk sementara waktu warga Prabumulih tidak boleh masuk apalagi Kota Prabumulih ditetapkan zona merah” Ungkapnya 

Kendati demikian Kadus I menjelaskan peraturan tersebut tidak baku dengan kata lain warga Prabumulih yang masuk kewilayahnya jika bersifat penting maka pihaknya akan memperbolehkan masuk 

"Kalau penting ya kita persilahkan masuk, setelah melewati pengecekan di Pos pantau Covid-19 yang telah disediakan Pemerintah Desa” lanjutnya 

Dari pantau media ini sejumlah warga Prabumulih berjaga-jaga diperbatasan untuk menjaga warga Muara Enim yang masuk wilayah zona merah, aksi spontanitas tersebut sempat terjadi kericuhan antar pengguna jalan lainnya yang menolak diputar arah untuk tidak melewati wilayah perbatasan, namun hal tersebut tak berlangsung lama (tau/sn)
Share:

Termotivasi PKK PALI, Banyak OPD Sumbang Pos Jaga

PALI -- Setelah Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Serepat Serasan menyerahkan bantuan masker, susu dan mie instan terhadap pos jaga di seluruh pintu masuk kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang jumlahnya ada 6 pos, kini giliran Inspektorat, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PALI mendatangi pos jaga di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi untuk menyalurkan bantuan. 

Penyerahan bantuan itu pada Selasa (7/4) yang diserahkan langsung kepala Inspektorat PALI Karika Yanti didampingi kepala DPPKBPPPA PALI, Yenni Nopriani dan Kepala Disdukcapil PALI Rismaliza serta Kepala Dinsos PALI Metty Etika. 

Tentu dengan banyaknya support dan bantuan dari berbagai pihak, dikatakan Junaidi Anuar, Ketua Gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 PALI menambah semangat petugas dilapangan. 

"Pemberian bantuan itu diinisiasi TP.PKK PALI yang sebelumnya membagikan bantuan serta penyemprotan disinfektan dibeberapa tempat di Kabupaten PALI," ungkap Junaidi Anuar, Rabu (8/4).

Dengan adanya bantuan tersebut, tentu saja diakui Junaidi menjadi gairah tersendiri bagi petugas jaga. 

"Diketahui bahwa penjagaan di seluruh pintu masuk PALI dilakukan selama 24 jam yang membutuhkan stamina yang fit. Dengan adanya bantuan susu dan mie instan serta makanan tambahan lainnya diharapkan mampu menjaga stamina petugas serta meningkatkan imunitas dalam tubuhnya," tukas Junaidi. 

Junaidi juga berharap ditengah pandemik ini, masyarakat PALI tetap taat anjuran yang telah dikeluarkan pemerintah.

"Untuk hindari penyebaran corona perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat dan patuhi himbauan pemerintah. Yaitu tidak melakukan perjalanan keluar daerah terutama daerah pandemik, warga yang berada di perantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu, menghindari semua kegiatan yang melibatkan orang banyak, tetap di rumah kecuali mencari kebutuhan hidup, kalau pun keluar rumah wajib memakai masker, biasakan cuci tangan pakai sabun, tetap tenang dan jangan panik berlebihan sehingga bisa menurunkan imun tubuh," pesannya. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts