Tangkis Corona, Pos Jaga Desa Air Itam Siaga Penuh

PALI -- Dalam menangkis penyebaran virus corona atau Covid-19 agar tidak masuk ke wilayahnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggerakan perangkat desa, BPD serta bidan desa juga linmas untuk siaga penuh di pos gugus tugas penanggulangan Covid-19. 

Aktivitas keluar masuk warganya terus dipantau terutama pemudik yang berasal dari daerah zona merah. 

"Kita jaga 24 jam di pos ini. Setiap warga yang baru pulang dari daerah pandemik kita pantau dan dianjurkan untuk isolasi mandiri. Petugas medis akan mendatangi warga dalam pengawasan untuk mengecek kesehatannya," ujar Agus Salim, Kepala Desa Air Itam, Selasa (14/4).

Diakuinya bahwa untuk jumlah pemudik saat ini sudah berkurang, dan sebagian besar warga dalam pengawasan sudah melewati masa isolasi. 

"Puncak pemudik masuk ke desa kami pada tanggal 4 April 2020 yang mencapai 53 orang, tapi semakin hari pemudik sudah berkurang. Namun demikian tetap kita waspada dengan memantau di pos jaga ini," terangnya. 

Selain melakukan pemantauan, Kades juga mengakui bahwa Pemdes Air Itam bersama PKK telah membagikan masker juga penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga. 

"Puluhan tempat cuci tangan juga kita siapkan beserta sabunnya. Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19  dan terhindar dari virus corona, kami himbau seluruh warga Air Itam agar patuh anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun serta tetapkan pola hidup sehat dan bersih," pesan Kades. (sn) 


Share:

Tidak Ingin Kecolongan, Desa di PALI Ini Cek Kesehatan Seluruh Warganya

PALI -- Sayadi Kepala Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan bahwa dalam mencegah virus corona masuk ke desanya, selain dilakukan penjagaan ketat pada pintu masuk, Pemdes setempat dibantu PKK setiap hari berkeliling mengecek kesehatan dan suhu tubuh seluruh warganya.

Hal itu dilakukan untuk memastikan desanya terbebas dari virus corona atau Covid-19.

"Kita dibantu PKK dan melibatkan tim medis serta pramuka juga dari pelajar SMK setiap hari mengecek kesehatan seluruh warga dengan mengunjungi rumah warga," ungkap Sayadi didampingi Yurmaini ketua PKK Desa Gunung Menang, Selasa (14/4).

Diakui Kades, PKK desa Gunung Menang juga memproduksi masker sendiri yang kemudian dibagikan ke masyarakat.

"Sesuai anjuran pemerintah dan TP.PKK agar pemdes dan PKK desa untuk bersatu padu melawan wabah corona. Kami awalnya membeli masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19, namun selanjutnya PKK desa kami berinisiasi membuat sendiri dengan menggerakkan seluruh kader PKK. Alhamdulillah, hingga saat ini, sudah 70 lusin masker telah disalurkan," terang Kades.

Diakuinya meski seluruh warganya di cek kesehatannya, namun tetap saja pihaknya mengawasi pemudik yang baru datang dari wilayah zona merah. 

"Masih ada 111 warga yang kami awasi karena baru pulang mudik. Linmas dan perangkat desa kami kerahkan untuk memantau mereka agar tidak berkeliaran selama 14 hari," tukasnya.

Pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Gunung Menang juga dikatakan Kades bahwa pihaknya menyiapkan dan menyebarkan tempat cuci tangan sebanyak 15 ikut dibagikan ke 5 dusun.

"Penyemprotan dilakukan satu minggu sekali setiap hari jumat menggunakan cairan disinfektan ke seluruh fasilitas umum dan pemukiman warga. Pada saat penyemprotan, kita juga lakukan sosialisasi menggunakan pengeras suara agar seluruh warga taat anjuran pemerintah serta tidak berkeliaran dan tidak berkerumun agar semua warga terhindar dari virus corona," tuturnya. (sn)
Share:

Perangi Corona, Seluruh Dewan PALI Dibekali Alat Pengukur Suhu Tubuh

PALI -- Antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diwajibkan memiliki alat pengukur suhu tubuh untuk mendeteksi warga lainnya atau anggota keluarganya.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD PALI, H Asri AG melalui ketua komisi II Mulyadi STP, Selasa (14/4).

Menurut Mulyadi bahwa sebagai wakil rakyat tentunya setiap hari akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kami telah miliki alat pengukur suhu tubuh yang dilengkapi infra merah berasal dari dana pribadi masing-masing dewan. Jadi ketika ada warga bertemu kami, akan kami cek sendiri suhu tubuhnya. Kalau suhu tubuh warga bersangkutan diluar ambang batas normal, kami sarankan untuk diperiksa tim medis," ungkap Mulyadi.

Mulyadi juga menerangkan bahwa DPRD PALI juga turut berperan dalam memerangi penyebaran Covid-19 dengan terjun kelapangan mensosialisasikan dan memberikan semangat terhadap petugas jaga di pos-pos jaga perbatasan.

"Memang tidak ada jadwal pasti kami kunjungi pos jaga di perbatasan, tetapi sesuai instruksi ketua bahwa seluruh anggota dewan turut mensosialisasikan terkait Covid-19 di Dapil masing-masing termasuk mengunjungi pos jaga dan membantu memberikan makanan tambahan agar petugas jaga semangat," terangnya.

DPRD juga peduli dengan kondisi masyarakat saat ini ditengah gempuran corona. Bentuk kepedulian itu dikatakan Mulyadi bahwa seluruh anggota dewan saat ini menyisihkan dari sebagian gajinya untuk membantu warga.

"Saat ini sudah terkumpul 2.000 lusin masker, dan 60 paket sembako/desa atau kelurahan. Tetapi kami masih berembuk agar mencapai 100 paket/desa atau kelurahan. Yang nantinya bakal dibagikan melalui Sekwan untuk 71 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten PALI," imbuhnya. (sn/adv)
Share:

Pertamina Peduli Sekolah Adat Punan Semeriot

TARAKAN, SININEWS.COM – Pendidikan menjadi salah satu jembatan menuju kesuksesan, oleh karena itu PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field memberikan perhatian lebih. Setelah sukses membina Sekolah Tapal Batas yang berada di Sebatik Kabupaten Nunukan, PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field mulai melakukan ekspansi program Corporate Social Reponsibility (CSR) di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T). Yaitu di Sekolah Adat Punan Semeriot, yang berada di Desa Ujang RT 003 Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

Letaknya yang tergolong masih pedalaman karena berada di hulu sungai Bulusu membuat lokasi ini sulit dijangkau, dibutuhkan waktu sekitar 8 jam dari Tarakan, 4 jam perjalanan menuju ke Sekatak, dilanjutkan dengan menggunakan perahu ketinting selama 4 jam untuk bisa sampai di Semeriot. Namun demi misi pendidikan yang lebih baik, perwakilan PEP Tarakan Field berupaya keras dan akhirnya mampu menjangkau lokasi tersebut.

Sekolah Adat Punan Semeriot belum memiliki saran dan prasarana penunjang pendidikan yang layak, karena belum memiliki bangunan yang permanen untuk kegiatan belajar mengajar, apalagi listrik dan jaringan telekomunikasi, belum ada sama sekali. Untuk mendapatkan sumber energi listrik sebagai pendukung aktivitas pendidikan, menggunakan mesin genset sebagai sumber penerangan.

Sekolah ini didirikan oleh relawan pendidikan yang peduli dengan anak bangsa, yaitu Sri Tiawati pada 12 Desember 2015, dan diresmikan oleh pemerintah daerah setahun kemudian. Menurut penuturanya wanita yang lebih akrab disana Sukhet ini, pertemuan pertamanya dengan anak-anak Semeriot berawal saat dari kegiatan pemetaan wilayah adat yang dirinya lakukan di daerah tersebut.

“Pada saat itu saya merasa prihatin karena anak-anak disana tidak ada yang bisa membaca dan menulis apalagi menempuh pendidikan secara formal,” terangnya, belum lama ini.

Konsep pendidikan yang dilakukan oleh Sukhet berbasis alam dan kearifan lokal, selain pelajaran pokok membaca dan menulis, anak-anak juga dikenalkan dengan alam sekitar yang menjadi tempat tinggal mereka. Jumlah murid cukup lumayan, yaitu 105 anak, namun yang rutin hadir hanya 20 anak saja karena sebagian besar ikut orang tua berladang.

Pada bulan Februari lalu, rombongan PEP Tarakan Field berkesempatan melihat kegiatan belajar mengajar di sini, yang pada waktu itu kedatangan mereka disambut oleh Gading selaku tetua masyarakat setempat dan diberikan kesempatan untuk bermalam di rumahnya.

“Kegiatan kita selama di sini di rumah bapak Gading  karena memang belum ada ruangan khusus untuk belajar mengajar, dalam kesempatan ini kita juga memberikan bantuan berupa buku pelajaran, ensiklopedia anak-anak, dan pakaian. Tidak hanya itu, rombongan juga mengajarkan anak-anak di Sekolah Adat Punan Semeriot membaca, menulis hingga bercerita. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kontribusi PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field dalam bidang pendidikan. Dari hasil kunjungan tersebut, Sekolah Adat Punan Sameriot masuk kategori wilayah 3T, karena lokasinya yang remote dan sulit/parah dari yang dibayangkan,” terang Anton Humala Doloksaribu, Tarakan Legal & Relation Assistant Manager.

Sebagai orang yang dituakan di Semeriot, Gading sangat berharap adanya bantuan pemerintah maupun pihak ketiga lainya, pada sekolah ini sebagai satu-satunya sarana pendidikan agar generasi penerus di desanya bisa memiliki wawasan lebih luas, tanpa harus meninggalkan identitas budaya dam kearifan lokal Semeriot.

“Kita juga mau desa kami lebih maju, anak-anak bisa sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Supaya kelak mereka bisa membangun desa ini lebih baik lagi,” ucapnya.

"Kedepan rencananya tidak hanya bantuan di bidang pendidikan, kita juga berencana menyasar bidang kesehatan berupa pengecekan kesehatan/pengobatan gratis karena memang sarana kesehatan disana masih minim. Tak hanya itu, pembangunan rumah singgah menjadi prioritas kita kedepan, rencana tersebut akan lebih ringan apabila adanya kerjasama dengan stakeholder disana, dan tentunya dengan memperhatikan wabah pandemi covid-19 serta perkembangan harga minyak dunia yang saat ini sedang rendah,” tambah Anton.

Perhatian yang diberikan PEP Tarakan Field membantu Sekolah Adat Punan Semeriot adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat melalui pendidikan, selain itu juga diharapkan sekolah adat yang mampu mencerdaskan generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak yang berada di pedalaman Kalimantan tanpa menghilangkan identitas budaya setempat.(ril)
Share:

Ribuan Masyarakat Prabumulih Siap di Rapid Test Covid 19, Hasil Rapid Test Wako Prabumulih Positif?

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Setelah menunggu cukup lama, akhirnya 2 Ribu Rapid test Covid 19 yang dipesan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) tiba di Kota Prabumulih. Dari video yang beredar di sosial media, Rapid test tersebut tiba di Kota Prabumulih sekitar pukul 21.00 wib dan langsung diserahkan oleh Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya ke Kepala Dinas Kesehatan, dr H Happy Tedjo. 

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Prabumulih menjadi orang pertama yang melakukan pemeriksaan menggunakan alat rapid test tersebut. "Saya yang mencoba pertama kali dan Alhamdulillah hasil saya adalah negatif," tegasnya. 

Menurut ayah tiga anak ini, hasil rapid test belum tentu akurat namun demikian harus yakin dan percaya diri agar menjadi kekuatan dan imunitas tubuh. "Jangan mentang-mentang negatif tidak mau pakai masker lagi, tidak mau pakai handsanitizer lagi, Jangan," kata Ridho. 

Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan, karena virus covid 19 ini bisa setiap saat muncul. "Yang penting makan makanan yang sehat, olahraga teratur Insya Allah seluruh masyarakat Prabumulih akan sehat dan terhindar dari virus corona," jelasnya. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo dikonfirmasi melalui sambungan telefon menuturkan, pemeriksaan terhadap keluarga dan kontak dengan pasien covid 19 siap dilakukan mulai hari ini.

"Yang kontak kemarin belum diperiksa ada 80 kemarin. Sementara untuk keluarga pak Fikri cukup banyak 10 lebih," kata Tedjo.

Menurut Tedjo, rapid test Lebih diutamakan untuk orang yang memiliki gejala yakni Pasien Dalam Pantauan (PDP). "Paling utama gejala PDP, kedua ODP dan OTG ke tiga. Yang tidak ada gejala prioritas ke tiga, termasuk keluarga yang tidak ada gejala itu nomor 3," tuturnya mengatakan beberapa orang yang ada keluhan belum diperiksa.

Disampaikan Tedjo, jumlah OTG yang ada di Prabumulih mencapai ratusan. "Yang jelas OTG ada 100 lebih," ucapnya.

Disinggung terkait 2 ribu rapid test ini, menurut Tedjo nantinya sebelum digunakan akan diberikan pengarahan terlebih dahulu.   "Yang jelas dari surveilans Puskesmas nanti sisanya perintah pak Wali di PSC. Siapa yang dari luar kota datang kalau ada gejala bisa memanggil PSC di tes," katanya.

Lebih lanjut Tedjo mengatakan sebelum digunakan, pihaknya terlebih dahulu akan mengumpulkan petugas medis dari Puskesmas dan Rumah Sakit untuk diberi pengarahan. 

"Yang kemarin ke Palembang itu cuma tiga orang, nanti mereka melatih petugas puskes dan rumah sakit. Setelah itu baru nanti bergerak," pungkasnya.(SN)
Share:

Bupati HM Ilyas Panji Alam Bagi-bagi Sembako Kepada Warga

INDRALAYA, SININEWS.COM -- Ditengah pandemi covid-19 yang melanda sejumlah wilayah di tanah air, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saat ini sedang melakukan segala upaya pencegahan agar wabah covid-19 tidak menyebar. 

Upaya pencegahan yang dilakukan antara lain melarang warga beraktifitas diluar rumah bila tidak dalam kondisi mendesak. Oleh sebab itu, sejumlah warga yang perekonomiannya terdampak akibat wabah covid-19 mulai memperoleh bantuan. 

Bantuan yang diberikan antara lain sembako, BLT dan lain-lain. Sementara di Kabupaten OI, pemerintah setempat sejak beberapa hari terakhir sudah menyalurkan bantuan sembako ke warga-warga yang bermukim di Desa. 

Kali ini,  Senin (13/4) pukul 14.00, Bupati Kabupaten OI HM Ilyas Panji Alam beserta jajaran turun langsung ke jalan raya memberikan bantuan sembako kepada warganya yang kebetulan melintasi sepanjang Jalintim Indralaya-Kayuagung Kabupaten OI. 

Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya wujud kepedulian pemimpin kepada warganya. Mereka yang menerima bantuan dari Bupati OI umumnya terdiri dari para pengendara becak motor, buruh harian lepas serta sejumlah pengendara yang kebetulan melintas. Bantuan diberikan antara lain berupa beras sebanyak lima kilogram serta masker udara. 

Selain itu, Bupati HM Ilyas Panji Alam melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten OI, melakukan sosialisasi dan membagikan selembaran Leaflet tentang informasi Covid-19 di Kecamatan Indralaya dan Kecamatan Indralaya utara. 

Dengan titik lokasi di Kelurahan Indralaya yaitu di Seputaran TPI, Pasar Indralaya, dan di Depan Kantor Bank Sumsel Babel. Kemudian dilanjutkan di Wilayah Kelurahan Timbangan yaitu seputaran Jalan Nusantara, Pom bensin di Samping Unsri, Timbangan, dan dilanjutkan ke Wilayah Desa Pulau Semambu. 

"Ini dilakukan demi mencegah penyebaran wabah covid-19 di Kabupaten OI," tutur orang nomor satu di Kabupaten OI. 

Sementara diketahui, berdasarkan data dari tim gugus tugas covid-19, Kabupaten OI saat ini "zero corona virus". Mengingat pemerintah setempat jauh-jauh hari sudah melakukan upaya pencegahan penyebaran wabah covid-19. Pencegahan dilakukan mulai dari melakukan pemantauan terakhir warga-warga yang masuk ke Kabupaten OI hingga pengecekkan kondisi kesehatan warga.(Ber)

Share:

Bupati Ogan Ilir Terima Bantuan Tanki Penampung Air BSB Cabang Indralaya

INDRALAYA, SININEWS.COM -- Sebagai wujud kepedulian terhadap upaya pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir (OI), manajemen Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Indralaya memberikan bantuan 10 unit tanki penampung air kepada pemerintah daerah Kabupaten OI. 

Bantuan sebanyak 10 unit tanki air dari BSB Cabang Indralaya tersebut, secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala Cabang BSB Indralaya Yanthris kepada Bupati OI HM Ilyas Panji Alam. Kegiatan penyerahan berlangsung Senin (13/4) pukul 10.00 bertempat di perkantoran terpadu Tanjung Senai Indralaya. 

Nantinya bantuan tanki penampung air tersebut, akan didistribusikan ke pasar-pasar yang tersebar di Kabupaten OI serta fasilitas umum lainnya. Tujuannya, ditengah wabah covid-19, bagi warga yang yang sedang beraktivitas diluar rumah terlebih dahulu mencuci tangan agar terhindar dari wabah covid-19. 

Usai menerima bantuan, Bupati HM Ilyas Panji Alam menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajemen Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya yang telah peduli kepada warga Kabupaten OI dalam mencegah wabah covid-19. 

"Tentunya bantuan berupa tanki air ini, sangat bermanfaat. Mengingat peruntukkannya bagi warga yang hendak dan akan memulai beraktifitas, terlebih dahulu harus mencuci tangan untuk menghindari sekaligus mencegah wabah covid-19 di Kabupaten OI," kata Bupati HM Ilyas Panji Alam.(Ber)
Share:

Bazma Pertamina EP Asset 2 Distribusikan Bantuan untuk Tim Medis di Zona Merah

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Bertambahnya pasien positif COVID-19 yang kesemuanya merupakan penularan transmisi lokal, menjadikan Prabumulih berstatus zona merah. Bertambahnya pula status ODP, menuntut para tim medis di rumah sakit ekstra siaga bahkan dengan peralatan yang ada. 

Bertujuan memberikan dukungan kepada para tim medis digarda terdepan menghadapi pandemik ini, Jumat (3/4) lalu Badan Amil Zakat Pertamina (BAZMA) di wilayah kerja Asset 2 melakukan penyerahan bantuan ke berbagai lokasi penanganan pandemik.
 
Secara bertahap dengan mengedepankan prinsip social distancing, Badan Amil Zakat Pertamina (BAZMA) Asset 2 mendistribusikan sebanyak total 300 paket kebersihan untuk tim medis di 9 puskesmas dan satu Rumah Sakit Umum di Prabumulih. 

Paket berisi peralatan mandatori untuk sterilisasi diri seperti pasta dan sikat gigi, sabun, shampo, detergen, serta hand sanitizer yang dapat dibawa kemana saja oleh tim medis. Selain itu diserahkan juga empat puluh paket peralatan pembersih untuk sembilan puskesmas, satu RSU dan 16 Masjid di sekitar wilayah Prabumulih.

Ketua BAZMA di wilayah Asset 2 Irwan Gasgoro menyampaikan penyaluran bantuan harus tetap mengedepankan keamanan saat penyerahannya. Tidak menghimpun banyak orang dalam proses penyerahan, dan dilakukan se-efektif mungkin. Irwan menambahkan. 

"InsyaAllah dana yang terkumpul dari zakat teman-teman pekerja perusahaan dan disalurkan dalam bentuk bantuan ini dapat sedikit membantu dan menyemangati para tim medis," ungkapnya.

Terpisah, General Manager PT Pertamina EP Asset 2 melalui Public & Government Relation Ast Manager Setyo Puji Hartono menyampaikan bahwa perusahaan sadar dan tanggap terhadap situasi sulit yang sedang dihadapi di seluruh dunia ini dan berusaha untuk dapat memberikan kontribusi penanganan COVID-19. 

"Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Terutama membantu rekan-rekan tim medis kita ini. Bantuan memang mungkin belum bisa megah. Tapi kita bertahap. Pelan-pelan semoga berkah. Kami dukung kota ini, Indonesia ini untuk cepat reda dari musibah ini, InsyaAllah," ujarnya.

Lebih lanjut beliau menerangkan, “ Pertamina EP Asset 2 mengajak masyarakat bersama-sama membantu meredam kecepatan penyebaran virus yang belum ditemukan vaksin nya ini dengan tetap berada di rumah dan semaksimal mungkin tidak beraktifitas di luar kecuali dalam keadaan darurat sesuai dengan himbauan Pemerintah”, pungkasnya.(ril)
Share:

Pertamina EP Sukowati Field Bantu SARPRAS Cegah Covid-19 ke Muspika dan Desa Ring 1

BOJONEGORO, SININEWS.COM - PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, terus berupaya untuk melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah operasi perusahaan di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Salah satunya dengan memberikan bantuan sarana prasarana (Sarpras) antara lain Alat Pelindung Diri (APD), Chamber Disinfektan, Masker, Hand Sanitizer serta Alat Pengukur Suhu.

Di Kabupaten Bojonegoro,Sukowati Field telah menyerahkan bantuan berupa 100 set APD, 1 unit Chamber Disinfektan, 5 Box Masker N95 dan  10 Can Hand Sanitizer kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Senin (06/04). Sedangkan untuk 3 Desa Ring 1 di Kabupaten Bojonegoro yakni Desa Campurejo, Desa Ngampel, dan Desa Sambiroto masing-masing mendapatkan bantuan berupa Mesin Semprot Disinfektan.

Sedangkan di Kabupaten Tuban, Sukowati Field menyerahkan bantuan berupa 13 alat pengukur suhu (Thermal Gun) dan 65 botol Antiseptic Gel kepada Pemerintah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Selasa (07/04).

Pjs. L & R Assistant Manager PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Jason W. Purba, mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dalam membantu pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

”Hal ini sebagai bentuk nyata kami ikut berpartisipasi membantu pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19," tambahnya.

Ketiga kepala desa Ring 1 di wilayah kerja Sukowati Field menanggapi positif atas adanya penyerahan bantuan berupa alat semprot disinfectan oleh Sukowati Field. Melawan  penyebaran virus Covid - 19 adalah tanggung jawab bersama dan perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat dan Perusahaan.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas support yang diberikan Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field kepada masyarakat dalam pencegahan Covid-19," tutur Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, selaku perwakilan 3 Desa Ring 1.

Sementara itu, Camat Soko, Drs Sudarto, SH., mengungkapkan apresiasinya atas bantuan dari Pertamina EP untuk ikut serta membasmi penyebaran Virus Corona di Kabupaten Tuban, khususnya di Kecamatan Soko.

“Kejadian ini membuat kita peduli pada orang lain, saling membantu dan bekerjasama.  Kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas penyaluran Thermal Gun dan Antiseptic Gel oleh Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field”, tutup Camat Soko.(ril)
Share:

Lawan Bersama Corona, Ribuan Masker dan APD Disebar Pertamina Adera

PALI -- Turut serta melawan wabah corona, Pertamina EP Asset 2 Adera Field memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) serta hand sanitizer juga masker ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI, sejumlah Puskesmas dan pos-pos jaga di beberapa desa dalam lingkup wilayah kerja perusahaan Migas plat merah tersebut.

Dikatakan Abdul Aziz, Astman LR Pertamina Adera bahwa total bantuan yang disalurkan Adera sebanyak 40 set APD lengkap, yakni hazmat suit, goggles, boots, sarung tangan obgyn. Juga ada 590 botol hand sanitizer, 1.875 lembar masker, 50 lembar spanduk himbauan serta 40 paket minuman kesehatan herbal produk mitra binaan.

"Untuk APD kita bagi di 4 Puskesmas, yakni Puskesmas Talang Ubi, Puskesmas Tanah Abang, Puskesmas Simpang Babat dan Puskesmas Abab," ungkap Abdul Aziz, Senin (13/4).

Sementara untuk masker dikatakan Abdul Aziz seluruhnya di drop di Dinas Kesehatan. "Bantuan hand sanitizer kita sebar ke 33 pos gugus tugas desa-desa. Tiap pos kita bagi 10 botol hand sanitizer dan satu paket minuman harbal juga spanduk," tukasnya. 

Untuk pembagian bantuan, diakui Abdul Aziz dilakukan langsung secara road show.

"Kita datangi langsung ke Dinkes, Puskesmas dan desa-desa untuk menyalurkan bantuan tersebut. Langkah ini sebagai upaya dukungan Pertamina dalam memerangi penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten PALI," tutupnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts