Polsek Indralaya Bongkar Sindikat Pelaku Curas Bermodus Tebar Paku di Jalan Raya

INDRALAYA, SININEWS.COM - Jajaran personil Satreskrim Polres Ogan Ilir (OI) bersama unit Res Polsek Indralaya yang langsung dipimpin Kapolsek AKP Helmi Ardianysah SH, berhasil mengamankan tiga orang pelaku sindikat pencurian kekerasan (curas) dengan modus tebar pelaku di jalan raya. Tiga orang pelaku tersebut antara lain yakni tersangka Mustardi (36), Abu Daud (22).

Keduanya tercatat warga Desa Sukaraja Kecamatan Indralaya Selatan serta tersangka Akbar (18) warga Desa Ulak Baru Kecamatan Tanjung Raja. Ketiganya diamankan petugas pada Sabtu dinihari (18/4) pukul 02.00 di TKP Jalintim Indralaya - Kayuagung tepatnya di Desa Sukaraja Baru Kecamatan Indralaya Selatan. Ketiganya diamankan saat menjalankan aksi curas terhadap korban Syafriwandi (55), seorang sopir truk ekspedisi. 

"Ketiga tersangka terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," ujar Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi SIk melalui Kapolsek Indralaya AKP Helmy Ardianyah SH, Senin (20/4). Ketiga pelaku curas tersebut masing-masing dengan sebutir timah panas pada bagian betis. Karena berusaha melawan saat dilakukan penyergapan oleh pihak Kepolisian.

Dari ketiga tersangka, Polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah handphone selluler hasil rampasan milik korban Syafriwandi, empat bilah senjata tajam (sajam) masing-masing jenis parang dan pisau, dua buah potongan besi paku (ranjau), dua buah potongan besi paku payung sepanjang 70 cm serta satu unit sepeda motor jenis Yamaha Fiz R warna silver. 

Dijelaskan AKP Helmy, kronologis kejadian berawal pada Sabtu dinihari (18/4) pukul 02.00 TKP di Jalintim Indralaya - Kayuagung Desa Sukaraja Baru Indralaya Selatan, korban Syafriwandi (55) sopir truk ekspedisi.

Saat itu, truk yang dikendarainya mengalami pecah ban dan korban seketika berusaha hendak mengganti ban yang pecah tersebut. Lalu dihampiri oleh tiga tersangka Mustardi, Abu Daud dan tersangka Akbar. Ketiga tersangka meminta uang kepada korban senilai Rp 50 ribu. 

Namun tidak dikasih oleh korban. Kemudian para pelaku langsung mengeluarkan pisau dan menodongkan kepada korban sembari mengancam dengan sebilah besi berukuran panjang. Para pelaku memaksa meminta uang senilai Rp 1.6 juta beserta ponsel. Merasa terdesak, korban pun menuruti kemauan pelaku. 

Beruntung saat itu, diwaktu yang sama datanglah sejumlah petugas Kepolisian yang tengah melakukan patroli rutin di lokasi. 

"Tersangka pun berhasil kita amankan bersama barang bukti dan kini sudah mendekam di jeruji besi tahanan Mapolsek," tegas Kapolsek AKP Helmy Ardiansyah SH seraya menegaskan atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Sementara dari pengakuan pelaku, uang hasil rampasan tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pesta narkoba bersama.(Ber)
Share:

16 Warga Bakal Diisolasi di SLB PALI, Seluruh Ruangan Disemprot

PALI -- Gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menelusuri adanya warga PALI yang sering menjual getah ke Sekayu  Kabupaten Muba yang salah satu pekerja pada perusahaan itu terpapar virus corona.  

Dikatakan Junaidi Anuar, Ketua Gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 PALI bahwa dari penelusuran timnya terdapat 16 warga PALI yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Penukal Utara yang sering menjual getah ke pabrik di Muba yang salah satu karyawannya dinyatakan positif Covid-19. 

"16 Warga itu kita data, dicek kesehatannya serta menganjurkan untuk isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari. Apabila tidak mau isolasi mandiri maka akan kami bawa ke tempat isolasi yang telah kami sediakan yakni di gedung SLB Talang Kerangan," tandas Junaidi, Senin (20/4).

Kalau yang bersangkutan bersedia isolasi mandiri, Junaidi memastikan bahwa warga itu bakal diawasi ketat dan bakal dicek setiap hari oleh tim medis. 

"Kami bekerja sama dengan Kades, Kadus dan Linmas untuk ikut mengawasi warganya yang kita anjurkan isolasi mandiri. Ini kita lakukan untuk antisipasi agar Covid-19 di PALI bisa dicegah," tukasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Ibrahim menyatakan bahwa pihaknya dalam mengantisipasi kedatangan warga yang bakal diisolasi telah melakukan penyemprotan diareal SLB PALI. 

"Kami semprotkan cairan disinfektan ke seluruh areal SLB termasuk seluruh ruangan agar steril," ucapnya. (sn) 



Share:

Data Covid-19 Terbaru di PALI 19 April 2020


Share:

Tim PSC 119 Rapid Tes Dua Warga PALI Teman Warga Muba Positif Corona, Hasilnya?

PALI -- Koordinator Tim PSC 119 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ernawati pada Minggu (19/4) menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang warga PALI yang merupakan teman salah satu warga Kabupaten Muba yang dinyatakan positif corona. 

Pengecekan dua warga itu menggunakan Rapid tes dan hasilnya semuanya negatif. Namun dikatakan Ernawati, keduanya bakal kembali di rapid tes dalam dua pekan kedepan.

"Setelah kita tanya dua warga itu, rupanya bukan teman kerja, tetapi hanya pembeli getah karet yang biasa menjual karetnya ke pabrik dimana warga Muba positif Covid-19 bekerja. Dan alhamdulillah hasil rapid tes pertama negatif," ungkap Ernawati. 

Dijelaskan Ernawati bahwa dari keterangan dua warga yang di rapid tes rupanya masih ada beberapa warga lainnya yang sering menjual getah ke pabrik dimana warga Muba positif Covid-19 bekerja. 

"Kita akan terus telusuri keberadaan warga-warga yang kerap mengunjungi pabrik getah itu untuk kemudian kita cek kesehatannya. Namun untuk pemeriksaan menggunakan rapid tes, kita menunggu arahan kepala Dinkes dan ketua gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 PALI," tandasnya. (sn) 
Share:

Istri dokter RSUD Talang Ubi Dinyatakan Positif Covid-19, Yang Bersangkutan Langsung Dipulangkan

PALI,SININEWS.COM-- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Talang Ubi menyatakan bahwa sejak Sabtu (18/4) kemarin telah memberikan cuti kepada salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit itu karena istri dokter bersangkutan dinyatakan positif terpapar virus corona.

"Kita cutikan dokter itu dan dipulangkan ke kota Palembang untuk dilakukan Swab tes. Istri dokter itu tinggal di kota Palembang dan telah dinyatakan positif," terang dr Tri Fitrianti, direktur RSUD Talang Ubi, Minggu (19/4).

Disamping mencutikan dokter tersebut, direktur RSUD Talang Ubi juga melakukan rapid tes terhadap petugas medis serta pasien yang ditangani dokter bersangkutan. 

"Hasilnya negatif semua. Kita juga sudah lakukan penyemprotan desinfektan disetiap sudut ruangan dan lingkungan RSUD agar tetap steril. Penyemprotanpun memang kita lakukan sejak awal, gunanya untuk antisipasi hal seperti ini," ungkapnya

Direktur RSUD Talang Ubi mengajak warga PALI untuk tenang namun tetap waspada.

"Bagi tenaga medis saya berpesan tetap menjalankan prosedur yang benar dalam menjalankan tugas dan tetap tenang," ajaknya. (sn) 
Share:

Keberatan Atas Keterangan Kadesnya Bagikan Ribuan Masker, Ketua BPD Gunung Raja Protes

PALI -- Adanya pemberitaan terkait Pemerintah Desa (Pemdes) Gunung Raja Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang membagikan ribuan masker dalam melindungi warganya dari paparan virus corona rupanya diprotes ketua BPD setempat.

Lantaran keterangan Pemdes yang disampaikan langsung Kepala Desa Slamet Riyadi menurut Warni, Ketua BPD Gunung Raja tidak seperti fakta dilapangan. 

"Masker hanya 20 helai dibagikan,  memang yang mendapatkan lansia. Tetapi kalau ribuan itu bohong," kata Ketua BPD, Minggu (19/4).

Dan untuk pembagian bak cuci tangan hanya beberapa buah. "Bak cuci tangan paling ada sekitar 30an. Untuk itu, saya selaku penyambung lidah masyarakat keberatan dengan keterangan Kades karena banyak yang tidak menerima masker atau bak cuci tangan. Saya juga selaku ketua BPD tidak pernah dilibatkan setiap kegiatan desa," cetusnya. 

Sementara itu, Kades Gunung Raja menyikapi protesan ketua BPD dengan memberikan penjelasannya bahwa untuk pemberian masker secara bertahap. Pasalnya untuk mendapatkan masker saat ini cukup sulit. 

"Barusan kami tambah lagi masker untuk dibagikan lagi ke masyarakat. Pembagian masker dilakukan bertahap, namun untuk tempat cuci tangan silahkan cek ke warung-warung atau fasilitas umum," terang Kades. (sn) 
Share:

Tekan Penyebaran Covid 19, HIMAPALI Unsri Bagikan 500 Masker

PALI, SININEWS.COM - Pengurus Himpunan  Mahasiswa Penukal Abab Lematang Ilir Universitas Sriwijaya (HIMAPALI UNSRI) membagikan 500 masker untuk menekan penyebaran Covid-19.

Pembagian masker tersebut dilakukan di kawasan talang ubi, Pali, Sabtu (18/4/2020).
Ketua Umum HIMAPALI UNSRI Subagio mengatakan, pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa asal kabupaten Pali kepada masyarakat agar terhindar dari pandemi tersebut.

"Ini merupakan bentuk ke pedulian kawan kawan melawan pandemi Covid-19 dengan cara yang mampu kita lakukan. Minimal bisa membantu pemerintah mengatasi ini, serta kita sosialisasikan ke masyarakat agar selalu menggunakan masker mencegah penyebaran virus Corona," kata Subagio disela kegiatan.

500 masker tersebut kami dapatkan melalui open donasi anggota dari beberapa kalangan yang dilakukan oleh kawan kawan pengurus dan anggota Himapali UNSRI Tamba Subagio.

Hartono salah satu warga talang ubi mengatakan berterima kasih kepada Himapali UNSRI yang telah membagikan masker ke pada masyarakat talang ubi, “ terima kasih adik adik mahasiswa yang sudah peduli ke masyarakat untuk membagikan masker” terangnya.
Share:

Bupati PALI Tinjau Kesiapan RSUD Talang Ubi

PALI -- Wabah virus corona semakin hari kasusnya semakin bertambah, namun beruntung di wilayah Bumi Serepat Serasan hingga saat ini masih aman berkat kesigapan Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang telah melakukan beberapa upaya dalam membendung virus tersebut agar tidak masuk ke wilayah kabupaten ini. 

Meski belum ada yang terkonfirmasi, tetapi Pemkab PALI tetap siaga penuh melalui gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 di PALI. Penjagaan ketat dilakukan di seluruh pintu masuk dan pos-pos jaga sudah menyeluruh didirikan di tiap-tiap desa. 

Sosialisasi pun gencar dilakukan, bahkan bukan hanya dilakukan tim gugus tugas saja, Bupati PALI H Heri Amalindo pun kerap menyampaikan langsung ke masyarakat agar mewaspadai dan menghindari penyebaran virus corona dengan mengikuti anjuran pemerintah. 

Bupati PALI juga tidak jarang terjun kelapangan memantau kesiapan fasilitas kesehatan serta pos jaga perbatasan juga memberikan support kepada petugas jaga. 

Seperti pada Minggu (19/4), orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan itu mendadak mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi untuk memastikan kesiapan rumah sakit tersebut dalam hadapi kemungkinan adanya kasus corona. 

Dimana pada RSUD Talang Ubi telah dilengkapi ruang isolasi dan sterilisasi dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. (sn) 
Share:

PEP Poleng Field Serahkan Bantuan Penanganan Dampak Covid-19

SURABAYA, SININEWS.COM - PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field bagikan 300 masker kain & 50 paket sembako kepada masyarakat Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya sebagai wujud kepedulian terhadap penanganan dampak covid 19 khususnya di Surabaya, Jumat (17/4).

Melalui program yang bertajuk Berdaya di Rumah, bantuan sosial diberikan langsung secara simbolis oleh Relations & Formalities Staff Intan Anindita Putri kepada perwakilan Lurah Jemur Wonosari Kutik Kustiyati didampingi Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Solichin.

Adapun bantuan sembako yang diberikan terdiri dari 50 paket berupa beras, minyak goreng, sarden, kornet, susu, teh, sabun mandi, sabun cuci piring dan 250 mie instan yang akan dibagikan kepada masyarakat prasejahtera terdiri dari yatim piatu dan penyandang disabilitas. Sedangkan 300 masker rencananya akan dibagikan per RW yang ada di Kelurahan.

Terpisah, Poleng Field Manager Rachmad Dwi Laksono berharap semoga bantuan ini dapat mengurangi beban hidup masyarakat sekitar daerah operasi Poleng Field. “Dalam kondisi Migas yang sedang mengalami triple shock akibat penurunan ICP, pelemahan IDR dan penurunan demand BBM dampak Covid-19, Pertamina tetap berempati kepada masyarakat membantu mengurangi dampak ekonomi dari Covid-19 dengan bebagi sembako untuk masyarakat yang kurang beruntung di bidang finansial,” jelasnya.

Kutik mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Tentunya CSR dari Pertamina sangat membantu kami karena masih ada masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih kami ucapkan untuk bantuannya nanti akan kami serahkan kepada yang berhak,” ujarnya.

Saat ini produksi minyak PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field mencapai 100% dari target yaitu sebanyak 2.649 BOPD dan produksi gas sebanyak 4,390 MMscfd atau 109.22% dari target produksi yang sudah ditetapkan.(ril)
Share:

Positif Covid, Dokter Internship RSUD Rabain Dikarantina Di Palembang

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk menghindari kesalahan informasi yang sudah sempat beredar sebelumnya, Tim Gugus Tugas Covid 19 Muara Enim akhirnya berhasil mengumpulkan informasi bahwa benar, salah satu dokter internship RSUD Rabain positif Covid 19 dari hasil swab di BBLK Palembang.

“Setelah dilakukan penelusuran, benar yang bersangkutan positif covid dari hasil tes swab di BBLK palembang. Yang bersangkutan tranmisi import tertular dari keluarganya di Palembang dan yang bersangkutan berdomisili di Palembang,” ujar Jubir GT Covid 19 Muara Enim, Panca.

Menyikapi hasil positif swab dari dokter internship di RSUD Rabain, Tim Gugus Tugas Covid-19 merekomendasikan langkah-langkah yang harus dilakukan manajemen RS HM Rabain agar bisa mencegah semakin bertambahnya penyebarn.

Pertama, melakukan pendataan OTG (oarang tanap gejala) yaitu siapa saja orang di lingkungan RS yang pernah melakukan kontak erat dengan dokter yang bersangkutan dalam 14 hari terakhir. ” Kontak erat meliputi , pernah bersentuhan (jabat tangan misalnya) dan berbicara dengan jarak kurang dari 1 meter,” kata Panca.

“Bagi OTG yang kondisi tempat tinggalnya tidak memungkinkan utk isolasi mandiri, karantina dilakukan di Islamic Center. Bila islamic center belum siap, kita usulkan RS menyediakan tempat bagi karyawan RS sendiri untuk isolasi,” ujarnya.

Bila diantara daftar kontak erat tersebut di atas ada yg disertai gejala demam dan/atau gangguan pernafasan (batuk, sesak, sakit tenggorokan) maka statusnya menjadi ODP atau PDP ringan.
Untuk pasien ODP/PDP Ringan dari karyawan RS yg rumahnya tidak memenuhi syarat isolasi, diusulkan diisolasi di RS. Tempat yang diusulkan adalah di ruang paviliun Lantai 2.

” Pada tiap ODP dan PDP ringan dilakukan tatalaksana medis sesuai kondisi klinis masing-masing. PDP sedang dan PDP berat dirawat di ruang isolasi covid 19 (eks ruang isolasi TB). Kemudian, melakukan pemeriksaan rapid tes pada semua orang yang masuk dalam daftar karantina. Jadi yang urgen untuk dilakukan adalah karantina dulu, baru kemudian rapid tes. Karena hasil rapid tes negatif belum jaminan bahwa OTG ybs tidak menular,” ucapnya.

Jadwal pemeriksaan rapid tes dilaksanakan sesuai kesiapan bagian Laboratorium dan ketersediaan alatnya. Bila laboratorium sudah siap melakukan mulai hari ini (Sabtu, 18 april - red) maka dilakukan mulai dari hari ini.
Pengambilan darah sampel rapid tes dilakukan di box pemeriksaan di ruang isolasi covid 19 oleh analis lab dengan APD lengkap. Dan jangan melakukan pengambilan sampel covid di ruang laboratorium.

Jika karyawan RS yang berstatus ODP/PDP Ringan atau OTG dengan hasil rapid tes positif, maka ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab dan sample dikirimkan ke BBLK Palembang.

Jadwal pelaksanaan swab di RSUD Rabain kita koordinasikan dengan BBLK Palembang, mengingat adanya kabar bahwa reagen pemeriksaan PCR masih sedang habis dan saat ini masih ada antrian pemeriksaan PCR di BBLK s/d 300 sampel.

Setelah semua karyawan yang dikarantina sudah diperiksa, kemudian lakukan pemeriksaan terhadap setiap karyawan yang tidak kontak erat tapi berpotensi tertular melalui lingkungan yang pernah disentuh dokter internship yang bersangkutan. Yaitu setiap orang yang pernah berada dalam satu ruangan dengan yang bersangkutan lebih dari 1 jam.

Prioritas berikutnya lagi setelah karyawan yang masuk daftar selesai diperiksa, adalah memeriksa rapid tes secara massal karyawan RS yang lain sebagai skrining umum.“Bila ada yang terjaring positif masuk daftar karantina dan dijadwalkan pemeriksaan swab,” tambahnya lagi.

Terkait data salah satu bayi 4 bulan yang berasal dari Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim, sedang dilakukan tracking terpaparnya bayi tersebut.

Hal ini untuk mengetahui tranmisi penyebarannya apakah impory atau lokal.

 “Sebagai daerah yang bersebelahan dengan daerah zona merah kita harus lebih extra hati hati dan mengikuti protokol kesehatan serta senantiasa menyampaikan bahwa pandemi ini harus lebih serius kita hadapi dan tidak menyepelekan anjuran pemerintah agar dapat memutus rantai penyebaran, ” pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts