Korban Tenggelam Belum Ditemukan, Tim Sar dan Warga Masih Sisir Sungai Lematang

PALI -- Pencairan jasad Sentanu (15) remaja asal Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) korban tenggelam di Sungai Lematang yang sempat dihentikan karena hari malam kembali dilajutkan pada Senin (4/5) oleh Tim Sar dibantu warga setempat.

Tim Sar menyusuri sungai Lematang dengan menurunkan dua unit speed boat dan puluhan personil, namun hingga Senin siang korban belum ada tanda-tanda diketemukan. 

"Kami lanjutkan kembali pencarian, namun terkendala debit air sungai tinggi serta arusnya cukup deras. Tapi kami bakal terus melakukan pencarian sampai jasad korban ditemukan," tandas Junaidi Anuar, Kepala BPBD kabupaten PALI. 

Sementara itu, Safrin kepala desa setempat menyebut bahwa pihak keluarga juga mendatangkan pawang untuk membatu pencarian korban. 

"Sejak kemarin sore kami lakukan pencairan dan dilanjutkan Senin pagi tapi belum juga ada titik terang. Untuk itu pihak keluarga mendatangkan pawang dalam membantu tim sar bersama warga untuk mencari korban," kata Kades. 

Diketahui sebelumnya bahwa pada Minggu sore, korban bersama satu orang temannya hendak memancing di Sungai Lematang menggunakan perahu. Tetapi diduga korban yang mengayuh sampan terjatuh dan terbawa arus sungai Lematang. (sn) 
Share:

Salurkan Bantuan Covid-19, 25.000 Paket Sembako Dibagikan Door to door

PALI -- Bantuan yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu terdampak wabah corona mulai disalurkan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaui Dinas Sosial (Dinsos). Pembagian bantuan berupa satu sak beras seberat 5 kg dan satu dus mie instan tersebut dilakukan tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 kabupaten PALI secara door to door.

Menurut Plt Kepala Dinsos PALI, Metty Etika bahwa penyaluran bantuan dilakukan serentak di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Bumi Serepat Serasan. Karena tim gugus tugas dibagi lima kelompok untuk membagikan bantuan di setiap kecamatan. Namun karena cara pembagian dari rumah ke rumah penerima, maka proses pembagian bantuan secara bertahap.

"Ada 25.000 paket bantuan, data penerima merupakan usulan dari kepala desa tetapi diluar penerima manfaat PKH dan BPNT. Bantuan kita bagi mulai hari ini (Senin). Kita bekerja sama dengan kepala desa untuk membagikan bantuan ke rumah-rumah penerima," ungkap Metty, Senin (4/5) saat membagikan bantuan di Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang bersama tim gugus tugas yang dipimpin asisten II Husman Gumanti. 

Metty juga berpesan kepada para kepala desa saat pembagian bantuan harus diperhatikan apabila ada data ganda untuk diganti dengan warga yang layak menerima bantuan. 

"Atau apabila ada warga yang belum mendapat bantuan dan diluar penerima PKH atau BPNT agar didata kembali untuk selanjutnya dimasukan sebagai penerima bantuan," tukas Metty. 

Apabila ada warga penerima manfaat PKH atau BPNT yang ngotot meminta bantuan untuk warga kurang mampu terdampak corona, ditegaskan Metty bahwa warga bersangkutan harus keluar dari data penerima manfaat PKH atau BPNT. 

"Bantuan ini hanya sementara, untuk tahap awal hanya dua bulan dibantu dalam membantu warga kurang mampu yang merasakan dampak wabah virus corona, penerimanya pun harus sesuai kriteria. Jadi apabila warga penerima PKH atau BPNT maksa ingin dibantu juga, maka yang bersangkutan harus keluar dari data itu," tandasnya. (sn) 

Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 3 Mei 2020



Share:

Remaja Asal Bumi Ayu Dikabarkan Tenggelam di Sungai Lematang, Korban Masih Dalam Pencarian

PALI -- Warga Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak gempar lantaran salah satu warga setempat yang diketahui identitasnya bernama Sentanu berusia sekitar 15 tahun tenggelam di Sungai Lematang pada Minggu (3/5) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Menurut keterangan Safrin, Kades setempat, bahwa korban masih dalam pencarian. 

"Awal kejadian kami belum tahu persis, namun dengan kabar itu, warga berhamburan menuju bibir sungai dan melakukan pencarian," ungkap Kades. 

Diakui Kades bahwa pihaknya juga telah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten PALI. 

"Kami sudah menghubungi pihak TRC BPBD," tukasnya. 

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. (sn) 
Share:

Kantong Beras Bantuan Covid-19 Bergambar Bupati PALI, Tim Kuasa Hukum: Itu Murni Dana Pribadi

PALI, SININEWS.COM -- Adanya kantong beras bantuan untuk warga terdampak Covid-19 bergambar Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang beredar di media sosial menurut Firdaus Hasbullah, Tim kuasa hukum Pemkab PALI tidak usah dijadikan polemik. Pasalnya, bantuan itu murni dari kantong pribadi Heri Amalindo.

Menurut Firdaus, warga PALI patut bersyukur mempunyai pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya dengan membantu masyarakat tidak mampu yang benar-benar terdampak akan wabah corona yang saat ini mengepung hampir seluruh seisi jagat ini.

Bahkan bantuan pribadi H Heri Amalindo itu mengatasnamakan Bupati bukan atasnama pribadi.

"Kalau hal itu tidak usah menjadi polemik, bersyukur kita punya Bupati PALI yang menggunakan anggaran pribadinya justru dibuat nama bantuan Bupati PALI bukan hanya nama Heri Amalindo. Selain dana pribadi yang dipakai, juga ada beberapa sahabat yang menyumbang untuk berbagi kepada sesama yang terdampak corona," kata Firdaus, Minggu (3/5).

Ditambahkan Firdaus bahwa pada kantong beras bantuan itu juga terdapat tulisan himbauan dan ajakan dalam mencegah penyebaran virus corona.

"Ada pesan dan ajakan pada kantong beras itu, sekalian meng-edukasi masyarakat agar turut mencegah penyebaran Covid-19, seperti Jaga jarak dan pakai masker. Jadi masyarakat tidak usah lagi mempermasalahkan hal tersebut," tukasnya.

Dan yang seharusnya dilakukan masyarakat PALI saat ini dikatakan Firdaus Hasbullah adalah mendukung upaya pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang tengah gencar mempertahankan status zona hijau dari Covid-19.

"Berbagai upaya dilakukan Pemkab PALI, baik itu melakukan penjagaan ketat diperbatasan maupun giat mensosialisasikan pentingnya mencegah penyebaran virus corona dan mengajak langsung masyarakat untuk ikut berperan memutus rantai penyebarannya. Upaya itulah yang harus didukung semua pihak agar PALI terbebas dari wabah corona," ajak Firdaus.

Sementara itu, Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI juga mengimbau masyarakat jangan mempermasalahkan adanya kantong beras bantuan bergambar Bupati PALI.

"Mulai besok (Senin) Dinsos menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak corona. Ada 25.000 paket sembako yang akan kita bagikan ke seluruh wilayah PALI, yang tentunya secara bertahap. Dan dari Dinsos tidak ada satupun bentuk bantuan ada gambar Bupati ataupun wakil Bupati. Jadi kalaupun ada bantuan beras bergambar seseorang termasuk Bupati, itu bukan dari Dinsos," tandas Metty. (sn)
Share:

Asik Nongkrong, Pemuda di Belakang Kantor DPRD Dibubarkan Tim Tantura. Temukan Lem Aibon dan Tuak!

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Meskipun telah diimbau untuk tidak melakukan aktifitas yang menimbulkan kerumunan massa, namun masih ada saja masyarakat di Kota Prabumulih yang membandel. 

Salah satunya para pemuda yang kerap nongkrong dikawasan Jalan Tebat Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih tepatnya di belakang Kantor DPRD Kota Prabumulih. 

Keberadaan para pemuda di kawasan itu membuat resah masyarakat sekitar. Tak hanya sekedar berkumpul, para pemuda ini kerap mabuk-mabukan. 
Menindaklanjuti keresahan warga, Tim Tantura Polres Prabumulih di bawah pimpinan Kanit Turjawali, Ipda Jhon Heri langsung turun ke lokasi untuk membubarkan sekelompok pemuda tersebut.

Petugas mendapati sekumpulan pemuda nongkrong di dua tempat berbeda. Satu berada di halte pangkalan ojeg dan satu rombongan lain berada di tangga TK YWKA. Sebelum dibubarkan paksa, satu persatu mereka diperiksa. Dari hasil pemeriksaan petugas mendapati lem aibon dan miras jenis tuak yang digunakan untuk mabuk-mabukan.

"Sudah beberapa hari ini mereka kerap berkumpul tidak jelas di lokasi itu. Warga sekitar juga merasa resah dan menghubungi Tim Tantura untuk membubarkan para remaja yang nongkrong di wilayah itu," ujar Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK, melalui Kanit Turjawali Ipda Jhon Heri, Sabtu (2/5).

Ipda Jhon Heri menuturkan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak dan membubarkan setiap aktifitas warga yang kerap berkumpul tidak jelas selama wabah corona melanda wilayah Kota Prabumulih. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan virus corona atau covid 19 di Kota Prabumulih, sesuai maklumat yang dikeluarkan Kapolri sebelumnya. 

"Termasuk berkumpul-kumpul tidak jelas di pinggir jalan maupun di warung kopi dan cafe-cafe. Tim Tantura Polres Prabumulih akan melakukan giat patroli rutin untuk meminimalisir adanya aktivitas warga yang berkumpul-kumpul dan nongkrong tizak jelas," tegasnya.(SN)
Share:

Plt. Bupati Instruksikan Dinas Terkait Normalisasi Persawahan Desa Siring Agung

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Plt. Bupati Muara Enim, H. Juarsah, S.H, Sabtu  (02/05) meninjau lokasi tanah longsor dengan disertai banjir lumpur yang menerjang persawahan di Pauh Hijang, Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu pada Jumat dini hari (01/05). 

Kejadian ini mengakibatkan 10 hektar sawah yang terdiri dari 35 petak milik 35 keluarga hancur tertimbun tanah dan dipastikan gagal panen.

Di lokasi kejadian, Plt. Bupati menginstruksikan Plt. Kadin PUPR yang turut serta mendampingi untuk segera menormalisasi area persawahan dan memperbaiki tanggul air yang hancur sehingga dapat mengaliri persawahan yang masih ada, termasuk membangun kembali jalan serta beberapa jembatan kecil yang hancur. 

Untuk pemulihan lahan persawahan, Plt. Bupati meminta Plt. Kadin Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) yang turut hadir di lokasi agar segera menginventarisir kerugian serta kebutuhan warga yang terdampak, tak lupa dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Longsor ini tidak hanya berdampak pada persawahan Desa Siring Agung saja, namun juga berimbas pada aliran air persawahan dan sumber air bersih di desa tetangga, yaitu Desa Aremantai dan Desa Pajarbulan. Kepada para warga yang terdampak dan gagal panen.

Plt. Bupati mengharapkan agar berbesar hati dan ikhlas menghadapi ujian ini. Ia meyakinkan bahwa Pemkab. Muara Enim akan membantu dan mendampingi warga untuk memulihkan kembali lahan persawahan.(sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 1 Mei 2020





Share:

Bawaslu Ingatkan Balon Bupati dan Wakil Bupati PALI Tidak Mempolitisasi Bantuan Covid-19

PALI -- Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengingatkan bakal calon Bupati dan wakil Bupati PALI yang sudah ditetapkan KPU sebagai calon kandidat yang bakal berkompetisi pada Pilkada PALI 2020 mendatang terhadap larangan untuk tidak memanfaatkan Bansos sebagai ajang kampanye ditengah pandemik Covid-19. 

"Ditengah pandemi wabah covid 19 yang bersamaan dengan persiapan menghadapi pilkada di Kabupaten PALI, Bawaslu menghimbau kepada seluruh pihak untuk tidaÄ· mempolitisasi  bantuan dari pemerintah,  memanfaatkan untuk kepentingan pribadi," ungkap ketua Bawaslu PALI H Heru Muharam melalui Divisi pengawasan, Iwan Dedi, S.Kom Sabtu (2/5).

Ditambahkan Iwan Dedi bahwa sumbangan yang sudah di tetapkan sesuai dengan penyebaran yang sudah diketahui data penerimanya merupakan hal yang wajib untuk di serahkan kepada yang menerimanya. 

Namun karena dikabupaten PALI termasuk salah satu kabupaten yang akan mengikuti pilkada untuk pemilihan Bupati/Wakil Bupati, Bawaslu PALI berharap tidak ada tindakan para bakal  calon yang nantinya akan maju di perhelatan pemilihan kepala daerah memanfaatkan kondisi dan situasi saat ini dengan mengatasnamakan diri pribadi padahal pemberian itu sebenarnya dari pemerintah dan merupakan sesuatu ketentuan yang sudah terukur.      

"Bawaslu tidak mengharapkan adanya indikasi politisasi Bansos di Kabupaten PALI, ketika ini terjadi tentunya melanggar Aturan dalam pasal 71 ayat (3) UU Pilkada bahwa dilarang membuat program atau kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Untuk itu, kita berharap jangan sampai terjadi di kabupaten PALI," harapnya. 

Diketahui bahwa Pilkada serentak 2020 akan digelar di 270 daerah, Pemungutan suara harusnya berlangsung 23 September 2020. Namun, Pemerintah akan menundanya menjadi 9 Desember 2020 akibat dampak Covid-19. (sn) 
Share:

Momentum Hardiknas "Pentingnya Literasi Digital"

SININEWS.COM - Sabtu, 2 Mei 2020 adalah Hari Pendidikan Nasional. Hari dimana kita mengenang dan memperingati bahwa republik ini dirintis dan didirikan oleh kaum terdidik. Mereka adalah generasi baru di zamannya yang merasakan pengajaran, pendidikan dan pencerahan. 

Mereka sangat sadar atas manfaat langsung pendidikan dan karena itulah mencerdaskan kehidupan bangsa mereka tetapkan sebagai sebuah amanah yang harus ditunaikan. Sebuah pesan tegas bahwa kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya melalui pendidikan. 

Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. 
Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. 

Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. 

Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan. Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. 

Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat. 

Dengan kemampuan membaca ini pula literasi dasar berikutnya (numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan) dapat ditumbuhkembangkan. Literasi digital dalam dunia pendidikan Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. 

Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Dalam pengertian yang lebih kompleks, literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Selain kemampuan dalam hal membaca dan menulis, literasi juga mencakup kemampuan untuk mengenali dan memahami ide -- ide yang disampaikan secara visual, yaitu dalam bentuk video ataupun gambar. 

 Oleh karena itu, momentum hari pendidikan nasional tahun 2020, di tengah wabah virus corona yang belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir harus kita jadikan landasan dan pijakan awal untuk menerapkan literasi digital secara komprehensif. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi, mengasah kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan media digital, dan memastikan informasi yang diberikan kepada peserta didik adalah benar. 

Jangan sampai literasi digital ini (pembelajaran daring) dalam dunia pendidikan hanya sekedar mememuhi tuntutan kewajiban belajar dari rumah, setelah wabah berakhir, maka berakhir pula model pembelajaran digital ini, sungguh sangat mengerihkan dan menyedihkan jikalau hal itu terjadi. Literasi digital dalam dunia pendidikan adalah keniscayaan. Saat ini tidak sedikit start up yang menawarkan dan memfasilitasi berbagai macam metode belajar dengan menggunakan teknologi. 

Masing-masing menawarkan keunggulan dan metode pembelajarannya masing-masing yang sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, buku-buku digital juga banyak tersedia di mesin pencari digital. Pembelajaran tatap muka saat ini tidak terhalang oleh rnuang dan waktu sebab tatap dapat dilakukan dari jarak jauh. Era digital membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dan efisien. 

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan oleh era digital di bidang pendidikan ini tentu era ini memberikan tantangan yang cukup besar terutama dalam penguatan karakter peserta didik. Orang tua dan guru perlu usaha yang lebih keras untuk mampu memberikan literasi digital agar peserta didik tidak menyalahgunakan perkembangan teknologi saat ini. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini anak-anak dalam kesehariannya tidak lepas dari internet. 

Pendidikan bukan sesuatu yang statis tetapi dinamis. Proses pendidikan mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang ada sehingga pendidikan tidak menjadi barang kuno dan antik. Tradisi keindonesiaan tentu harus terus dirawat dalam dunia pendidikan, dimana sopan santun, tata krama, akhlakul karimah ditinggikan. 

Namun pendidikan juga harus mampu merespon moderniasi, sebab peserta didik harus dipersiapkan untuk dapat berkembang sesuai dengan perkembangan di zamannya. Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. 

Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. 

Teknologi digital memungkinkan orang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, dunia maya saat ini semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik-praktik penipuan. 

Keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu. Oleh karena itu, jadilah literat digital yang dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk, termasuk menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. 

Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan membangun literasi digital merupakan salah satu indikator pencapaian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. (sn)

Oleh: Bayumie Syukri, AP., SE.,M. Si (Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts