Lurah Gunung Ibul Kunjungi Rumah si Kembar yang Viral Tak Bisa Belajar Daring

Foto : Lurah Gunung Ibul Sarutama,SE kunjungi rumah si kembar Qila dan Asifa, rabu (5/8/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Lurah Gunung Ibul Kecamtan Prabumulih Timur Sarutama, SE kunjungi kediaman Asifa dan Qila (9) putri dari pasangan Andri Kurniawan dengan Siti Khadija yang viral karena tak mampu beli paket internet untuk belajar online dirumah kontrakan yang berdampingan dengan garasi mobil selama 10 tahun, rabu (5/8)

Dalam kunjungannya Lurah Gunung Ibul akan berusaha membantu keluarga Asifa dan Qila untuk terdaftar dijaminan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya. Sarutama, SE mengaku baru mengetahui keluarga tersebut dari berita yang sudah viral sejak senin kemarin 
SIMAK VIDEONYA KLIK
"baru tau saya pak, ini aku belum baca koran” seraya membaca berita kemiskinan Qila dan Asifa dikoran yang diletakan diatas meja

"coba kita tinjau langsung kerumahnya” ajaknya kepada sejumlah awak media 

Mengetahui keadaan itu lurah sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berharap RT dan RW segera melakukan pendataan yang akurat dan disampaikan ke Kelurahan untuk selanjutnya diteruskan ke Dinas Sosial dalam pendataan jaminan sosial (PKH,KIS,dan KIP) 

Masih kata Lurah, keluarga Asifa dan Qila sudah memenuhi kriteria keluarga tidak mampu untuk diajukan mendapat bantuan dari program sosial PKH dan pihaknya akan segera berusaha melakukan pendataan agar keluarganya mendapat bantuan dari pemerintah dan memberikan solusi jika untuk Belajar Daring pihak kelurahan telah menyediakan Wifi gratis bagi warganya

"Kalau tidak ada paket internet datang ke kantor lurah buk, disana ada Wifi internet gratis" himbaunya

Sementara itu, Siti Khadijah ibu dari anak kembar menceritakan kekurangan yang dialami keluarganya ke Lurah Gunung Ibul bahwa dirinya telah beberapa kali mengajukan persyaratannya ke Rukun Tetangga (RT) namun hingga kini belum juga ada tindak lanjut 

"sudah pak saya kumpul berkasnyo ke pak RT tapi belum turun bantuannyo”ungkap Siti Khadijah 

Sebelumnya diberitakan keluarga ini terpaksa membeli Telepon Genggam (HP) Android bekas pakai seharga Rp.100 ribu dari kerabat ayahnya untuk ketiga anaknya, namun hal itu masih menjadi masalah karena keluarga tersebut tak mampu membeli paket internet (tau/sn)     

Share:

Kebakaran Terjadi di Pemukiman Padat Bhayangkara

PALI -- Warga Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dihebohkan dengan adanya kebakaran di permukiman cukup padat di kawasan persis tidak jauh dari RSUD Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Rabu (5/8) sekitar pukul 12.30 WIB. 

Akibat kejadian itu, rumah milik Erlan warga RT 008 RW 005, hangus dan nyaris rata dengan tanah. Tetapi beruntung, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

Dari keterangan Akikah salah satu tetangga korban bahwa penyebab kebakaran belum diketahui dari mana asalnya. 

"Api diketahui langsung membesar dan membakar seisi rumah. Saat kejadian pemilik rumah tengah bekerja," ucap Akikah. 

Ditambahkan Akikah bahwa rumah yang terbakar dihuni dua keluarga. "Ada dua keluarga yang menghuni rumah itu. Tetapi semuanya tengah berada di luar rumah. Mengetahui ada api, warga setempat berhamburan berupaya memadamkan api dan menyelamatkan isi rumah kemudian menghubungi Pemadam kebakaran," tukasnya. 

Sementara itu, Ibrahim Cik Ading Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kabupaten PALI yang terjun langsung memimpin pemadaman api mengemukakan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan untuk dapat menaklukkan api. 

"Lokasi kebakaran cukup padat, kita berupaya keras agar api tidak menjalar ke rumah lainnnya. Kita turunkan seluruh armada dibantu pihak Pertamina dan alhamdulillah api tidak menjalar," katanya. 

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Meski api sudah tidak terlihat  tetapi asap masih mengepul diantara puing-puing bangunan yang terbakar. (sn) 
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 4 Agustus 2020








Share:

Untuk Kedua Kalinya, Ribuan Paket Bantuan Disebar Dinsos PALI

PALI -- Dalam meringankan beban masyarakat di Bumi Serepat Serasan yang terdampak wabah corona, dimana hingga saat ini wabah Covid-19 itu belum juga usai, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menyalurkan bantuan paket sembako berupa satu sak beras dan satu dus mie instan.

Pembagian bantuan paket sembako dilakukan bertahap di lima kecamatan yang dibagi lima tim di mulai Rabu (5/8).

"Tahap kedua ini ada 25.600 lebih paket yang dibagikan. Untuk data penerima telah dievaluasi dari tingkat desa yang diajukan ke Dinsos," ujar Metty Etika, Kepala dinsos PALI. 

Diakuinya bahwa meski jumlah bantuan tidak seberapa nilainya, tetapi diharapkan Metty bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat penerima ditengah pandemi corona. 

"Untuk penerima ada beberapa desa yang berkurang lantaran ada penerima sebelumnya terdaftar sebagai penerima bantuan lainnya. Tetapi penerima yang dikurangi dialihkan untuk warga yang belum sama sekali menerima bantuan. Dan kami harapkan, bantuan ini bisa membantu penerima, karena inilah bentuk perhatian pemerintah terhadap warganya," harapnya. 

Dalam menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran virus corona, pembagian bantuan dikemukakan Metty dilakukan door to door. 

"Kita keliling datangi rumah penerima agar tidak menimbulkan kerumunan. Dan pembagian ini secara bertahap yang setiap harinya ada beberapa desa yang kita datangi untuk menyalurkan bantuan. Kami juga mengajak masyarakat dalam menghindari serta memutus rantai penyebaran Covid-19, untuk tetap patuhi protokol kesehatan," tutupnya. (sn)  
Share:

Ada Pemutihan, Jumlah Wajib Pajak Urus PKB di PALI Meningkat

PALI -- Sejak diberlakukannya pemutihan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di provinsi Sumatera Selatan per tanggal 1 Agustus 2020, jumlah wajib pajak yang datangi kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meningkat.

Dari pantauan media ini di kantor Samsat PALI Rabu (5/8), nampak puluhan wajib pajak antri di loket pembayaran PKB. 

Dikatakan Tubagus, kepala Samsat PALI bahwa jumlah wajib pajak yang mengurus PKB meningkat lebih dari 100 persen. 

"Biasanya hanya ada 20 sampai 30 wajib pajak yang datang, tetapi sejak gubernur Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan pemutihan, jumlah yang mengurus PKB meningkat antara 40 sampai 50 wajib pajak. Hanya saja, masih banyak wajib pajak yang datang untuk bertanya besaran biaya yang harus dibayar," ungkap Tubagus. 

Dengan adanya pemutihan denda PKB, Tubagus mengajak wajib pajak yang masih menunggak untuk memanfaatkan momen itu. 

"Mumpung ada kebijakan ini, kami mengajak masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor tetapi masih menunggak untuk mengurus PKB. Sebab, dengan adanya pemutihan ini, denda keterlambatan dihapus, hanya membayar pajak saja," ajaknya. 

Tubagus juga mengingatkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini bakal lakukan razia untuk menertibkan dan mendongkrak pemasukan dari sektor PKB. 

"Kami bakal gelar razia PKB, nantinya wajib pajak yang masih menunggak kita tekankan bayar pajaknya langsung di lokasi razia. Ini selain sudah jadi arahan provinsi juga sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) PALI, sebab semakin warga tertib pajak, maka semakin besar PAD yang masuk," terangnya. (sn) 
Share:

Anggota Dewan ini Prihatin, Siswa Pinjam HP Bergantian Untuk Belajar Hingga Tak Mampu Beli Kuota


Foto: H.Alfa Sujatmiko wakil komisi satu DPRD Kota Prabumulih, selasa (4/8) digedung DPRD Kota Prabumulih
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Dua siswa kembar asal SDN 56 Prabumulih yang belajar daring bergantian dengan sang kakak karena tidak memiliki telepon selular (HP) Android warga Jalan Cendrawasi RT06 RW05 Kelurahab Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur mendapat perhatian dari sejumlah kalangan elit Kota Prabumulih, selasa (4/8) 

Perhatian itu datang dari salah satu anggota DPRD Kota Prabumulih H.Alfa Sujatmiko yang prihatin dengan dua anak kembar yang tak memiliki HP untuk belajar online dirumah 

“oh ya aku sempat baca beritanya ada siswa yang tidak bisa beli paket internet” ungkapnya kepada awak media saat dibincangi di kantor Dewan

Pria dengan tubuh tinggi yang memulai karir politiknya dengan partai PDI Perjuangan itu sangat prihatin dengan keadaan saat ini ditengah wabah virus corona yang memaksa masyarakat untuk lebih giat dalam mencari nafkah

“kami berharap ya agar pemerintah bisa menyediakan fasilitas wifi gratis bagi siswa yang tidak mampu beli kuota internet atau sediakan HP, kalau mau beli ya kita taulah masyarakat, perputaran uang ditengah pandemi pasti susah” jelasnya 
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA KLIK..

Wakil ketua Komisi satu yang membidangi pendidikan itu berharap semua pihak bisa memberikan solusi bagi siswa yang tidak mampu dan dalam waktu dekat pihaknya berencana akan melakukan kunjungan kerumah Asifa dan Qila 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih Kusron, S.Pd, M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SD Sri Sefti Wartini mengatakan saat ini pemerintah telah memberikan kebijakan pengalihan dana BOS sebesar 50% untuk keperluan belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19 

“ya dana BOS bisa dipakai juga untuk beli internet” tuturnya seraya mengatakan jika ada pihak sekolah lalai dalam membuat kebijakan akan segera memanggil pihak sekolah yang bersangkutan hingga pemberian surat peringatan dan sanksi 

Diketahui si kembar Asifa dan Qila yang masih duduk dikelas empat SDN 56 Prabumulih itu baru saja dibelikan satu unit HP bekas pakai oleh orang tuanya untuk ketiga anaknya belajar secara bergantian yang didapat dari kerabatnya seharga 100 ribu (tau/sn)  
Share:

Juarsah Harap BPHTB Tambah PAD

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Ikatan Notaris Indonesia Sumatera Selatan (Sumsel) dan Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten Muara Enim melakukan audiensi dengan Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Selasa (04/08/2020).

Hadir juga, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Sumsel, Akhmad Wasil, Kadin Bependa Muara Enim Reinldo SSTP MSi, Sekdin PMD Muara Enim Rahmad Noviar, Bappeda Muara Enim, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Sumsel Akhmad Wasil didampingi Penjabat Pembuat Akta Tanah Kabupaten Muara Enim yakni, Suhardi, Desi Puspa Asni, Affuroh, Nora Melyensi, Laluk B dan Bambang Hermanto.


Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim, H. Juarsah, SH atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menyambut baik atas terlaksanya audiensi dengan Ikatan Notaris Indonesia Sumatera Selatan (Sumsel) dan Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten Muara Enim.

Plt Bupati Muara Enim berharap dengn sinergi yang baik antara PPAT dengan Pemkab Muara Enim melalui peningkatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim.

"Atas nama Pemkab Muara Enim, saya mengucapkan terima kasih karena PPAT telah berkenan beraudiensi. Keinginan dan keberatan - keberatan yang jelas menjadi masukan dan pandangan kedepan," ucap Plt. Bupati.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Sumsel, Akhmad Wasil, SH, mengucapkan terima kasih telah diterima Plt. Bupati untuk bisa sedikit berdiskusi dan bertukar pikiran.

Wasil mengatakan bahwa, pihaknya telah beraudiensi dengan Gubernur Sumsel, H. Herman Deru dan sebagai tindak lanjut beberapa hal ditujukan kepada kepala daerah seperti dasar penetapan BPHTB agar tidak terjadi miskomunikasi dalam nilai jual.

Kemudian, Wasil juga menyampaikan,, masalah persentase upah pungut untuk notaris dari hasil BPHTB, sebab beberapa daerah sudah memberlakukan hal tersebut. Selain itu, pihaknya meminta kepastian harga tanah di Kabupaten Muara Enim untuk mempermudah menentukan BPHTB,” pungkasnya.
Share:

Pemdes di PALI Ini Bedah Puluhan Rumah Warganya

PALI, SININEWS.COM - Melihat masih adanya warga yang memiliki rumah tidak layak huni, pemerintah desa (Pemdes) Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memberikan bantuan stimulan untuk bedah rumah terhadap 15 unit rumah milik warga yang terlihat memprihatinkan. 

Bantuan yang berasal dari Dana Desa (DD) tahun 2020 itu dikatakan Kepala Desa Sedupi, Amran bahwa awalnya jumlah penerima bantuan bedah rumah ada 20 unit, tetapi karena adanya pemangkasan anggaran akibat wabah corona, jumlah itu berkurang menjadi 15 unit. 

"Bantuan itu berupa bahan bangunan senilai Rp. 17,5 juta yang dikerjakan secara gotong royong. Dengan bantuan itu kami berharap warga yang belum mampu memperbaiki rumahnya bisa terbantu," ucap Amran, Selasa (4/8).

Program bedah rumah tidak layak huni dari Dana Desa dikemukakan Kades akan dilanjutkan tahun berikutnya, tetapi sebelumnya akan dimusyawarahkan terlebih dahulu.

"Pengawasan akan dilakukan bersama Pemdes dan BPD dalam proses pekerjaan bantuan stimulan. Untuk antisipasi penyimpangan bahkan disalahgunakan penerima, kami membuat pernyataan yang isinya apabila bantuan tidak dibangunkan, maka sepenuhnya penerima yang bertanggung jawab," tukasnya. 

Pada penyaluran Dana Desa tahun 2020 ini, Kades menyebutkan bahwa selain membantu stimulan bedah rumah, Pemdes juga melakukan rehab terhadap 1.007 meter jalan rabat beton. 

"Untuk fisik kita hanya melakukan renovasi jalan setapak. Karena dana desa tahun ini banyak dialihkan untuk BLT-DD atasi permasalahan dampak pandemi corona. Dimana ada 100 KK yang menerima bantuan tunai itu yang saat ini sudah memasuki tahap ke 4," terangnya. 

Selain itu, dalam membangun SDM yang kuat, cerdas dan sehat, Pemdes merangkul PKK untuk bagikan makanan tambahan terhadap Anak.

"Ada pembagian makanan tambahan supaya anak-anak terhindar dari stunting serta menjadikan anak sehat juga cerdas. Bagi anak pelajar tingkat SMA kami berikan bea siswa untuk anak dari keluarga kurang mampu. dalam memberikan dasar agama kepada generasi di desa kami, guru ngaji atau ustadz diberikan insentif setiap bulan. Jadi pada dasarnya, berkat dana desa  selain infrastruktur publik dibangun juga SDM kita pupuk sejak dini," pungkas Kades. (sn)
Share:

PEDULI PEMBANGUNAN DESA, STAF KHUSUS BUPATI DAN DPMD TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN

PALI, SININEWS.COM - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (A. Gani Akhmad SH. MM) didampingi staf DPMD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir antara lain Sekretaris, Kepala Bidang dan Kepala Seksi telah melakukan paparan terhadap kemajuan dan perkembangan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020 yang saat ini sedang berjalan. 

Paparan tersebut di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir (Syahron Nazil, SH) dan dihadiri oleh Ketua Staf Khusus Percepatan Pembangunan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Staf Khusus Bupati) Bapak H. Nang Ali Solihin didampingi 12 orang staf khusus antara lain Eftiyani, SH, Mukhtar Jayadi, SH, Yuhairudin, SE, H. Zulkifli, AB, SE.,MM, KH. Yuristian, Ah, SH, Muhammad Nopriansyah, ST, Ir. Meisyal Aidil, CES, Aryanto Dina, SE., Ak, Drs. Irwansyah Djamal, H. Hasim, SE., M.Si, Kamirul, SE, Mulyadi, SH., MH , staf ahli Bupati (Sunardin), Ketua FK2D dan beberapa Kepala Desa Perwakilan dari masing-masing Kecamatan.

Kepala DPMD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam paparannya menyampaikan perkembangan kegiatan pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa dan Dana Desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Untuk penggunaan Alokasi Dana Desa tahun 2016-2020, 34% didominasi kegiatan pembangunan fisik desa, 30% berupa kegiatan pendukung penyelenggaraan pemerintah desa, 25% berupa kegiatan pembinaan masyarakat desa, dan 11% berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa. Sedangkan penggunaan Dana Desa tahun 2015-2020, 75% didominasi pembangunan fisik desa, 24% berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, dan 1% berupa kegiatan pendukung penyelenggaraan pemerintah desa.

Menanggapi paparan yang disampaikan Kepala DPMD, Ketua Staf Khusus Percepatan Pembangunan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Staf Khusus Bupati) H. Nang Ali Solihin mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam hal ini melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintah Desa yang telah berupaya secara maksimal melaksanakan kegiatan pembangunan di Desa baik yang berasal dari Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa. 

"Ini menunjukkan kepedulian Pemerintah Daerah terhadap masyarakat desa. Manfaat Dana Desa dan Alokasi Dana Desa sangat luar biasa untuk mensejahterakan masyarakat. Karena itu harus didukung dengan pengelolaan yang baik," kata Nang Ali Solihin.

Dalam kesempatan ini pula, sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan pembangunan di Desa, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir H. Heri Amalindo melalui Staf Khusus Percepatan Pembangunan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang beranggotakan 13 orang bersama Kepala DPMD melakukan kunjungan langsung ke Desa Tempirai Kecamatan Penukal utara dan Desa Air Itam Kecamatan Penukal untuk meninjau hasil kegiatan pembangunan sekaligus melihat potensi desa yang bisa diinovasi dan dikembangkan. 

Dalam kunjungannya di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, staf khusus dan Kepala DPMD disambut langsung oleh Kepala Desa Tempirai (Jonot). Kepala Desa Tempirai menyampaikan bahwa di Desa tempirai terdapat Danau Padang dengan luas ± 100 Ha yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah kawasan wisata sekaligus peternakan ikan yang diharapkan mampu meningkatkan dan mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Tempirai. Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke Muara Pangkalan Air Itam Desa Air Itam Kecamatan Penukal yang disambut oleh Kepala Desa Air Itam (Agus Salim). 

Kepala Desa Air Itam menyampaikan bahwa masyarakat sangat berharap kepada pemerintah kiranyan dapat dibangun dermaga dan pos penjagaan sungai di Muara Pangkalan Air Itam agar kelestarian ekosistem sungai dapat terjaga dan terhindar dari penangkapan ikan secara ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, mengingat disungai ini merupakan aset terbesar adalah dari penangkapan ikan.
      
Masukan dan saran yang disampaikan oleh Kepala Desa Tempirai dan Kepala Desa Air Itam disambut baik oleh staf khusus percepatan pembangunan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dan beliau akan segera menyampaikan kepada Bupati berupa rekomendasi untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah terkait. 

Nang Ali Solihin selaku Ketua Staf Khusus berharap mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir  akan di realisasikan karena saya sebagai mantan Bupati Muara Enim memahami betul dan tidak meragukan lagi terhadap kinerja Pak Heri Amalindo. 

"Kita tentunya sama-sama berdoa apa yang menjadi harapan kita bersama untuk kemajuan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dapat terwujud," pungkasnya.
Share:

Siswa kembar SDN 56 Mendapat Perhatian dari Kepala Sekolah


Foto : Kepala Sekolah SDN 56 Prabumulih Herlina Jali, S.Pd bersama staff mengunjungi siswa kembar yang tak mampu beli kuota internet
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Usai viral anak kembar Aqila dan Sifa (9) yang masih duduk dikelas 4 SD dan Diah Rahmawati (12) kelas 1 SMP itu kini mendapat perhatian dari Kepala Sekolah Negeri 56 Prabumulih, selasa (4/8) 

Sebelumnya diberitakan kedua anak kembar itu terpaksa bergantian memakai Handphone (HP) untuk melakukan Belajar Dalam Jaringan (Daring) secara online Hal itu membuat sang ayah Andri Kurniawan yang tinggal di RT 06 RW 05 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih harus banting tulang untuk melanjutkan sekolah ketiga anaknya

Dengan penghasilan seadaanya dari hasil ojek sang ayah terpaksa membagi kebutuhan hidup dengan kebutuhan ketiga putrinya 
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA KLIK


“setiap bulan bayar kontrakan 250 ribu pak, tapi tepaksa cari HP bekas untuk anak belajar” tuturnya seraya mengatakan rumah yang dikontraknya merupakan bekas Garasi mobil sang pemilik 

Kepala sekolah SDN 56 Prabumulih Herlina Jali, S.Pd mengaku kecolongan jika siswanya masih ada yang tidak bisa sekolah secara Daring

“Sebenarnya kita sudah ada pemberitahuan ke orang tua siswa jika tidak memiliki HP android bisa belajar melalui sambungan telepon, namun jika tidak punya HP sama sekali maka pihak sekolah akan mendatangi siswa yang bersangkutan atau orang tua siswa yang datang kesekolah untuk ambil tugas” jelasnya 

Masih kata Herlina, pihak sekolah tidak memaksakan membeli HP android untuk belajar, jika memang tidak mampu beli kuota Pihak sekolah akan memberikan paket internet namun dengan cara bergantian 

Melihat kondisi yang dialami keluarga Andri Kurniawan yang berpendapat rendah pihak sekolah pun langsung turun kelokasi untuk melihat kondisi siswanya yang kekurangan dan memberikan bantuan untuk membeli paket internet (sn/tau)   
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts