Perkembangan Covid-19 di PALI Pertanggal 3 September 2020


Share:

Pengurus Cabang PGRI se-PALI Resmi Dikukuhkan

PALI --  Ketua PGRI Kabupaten PALI, Jainul Abidin, S.pd M.Pd secara resmi mengukuhkan Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan se-kabupaten PALI periode 2019-2024, Kamis (4/9/2020) di halaman Pendopo 2, Bumi Perkemahan Simpang Raja, kelurahan Handayani Mulya. 

Pelantikan berlangsung khidmat, dengan dihadiri langsung Bupati PALI diwakili oleh Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kusmayadi, Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Zulinto, Polres PALI, Kejari kabupaten PALI, Ketua Dewan Pendidikan PALI, H. Sedi Suhardi, dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab PALI. 

Dalam sambutannya, Jainul Abidin mengucapkan terimakasih kepada Bupati PALI H. Heri Amalindo yang telah memberikan perhatian terhadap nasib guru yang ada di Bumi Serepat Serasan. 

"Melalui program insentif transport untuk guru, pak Heri Amalindo telah membuktikan diri sangat memperhatikan nasib guru-guru di PALI. Oleh karena itu, PGRI siap membantu dan menyukseskan program Bupati PALI," ucapnya. 

Senada, Ahmad Zulinto, ketua PGRI Sumsel pun mengucapkan terimakasih kepada Bupati PALI yang telah peduli dan memberikan perhatian penuh terhadap guru-guru di kabupaten PALI. 

Bahkan, Ahmad Zulinto mengaku sangat menyukai sosok Heri Amalindo sebagai pimpinan daerah yang peduli terhadap pendidikan. 
"Pak Heri Amalindo merupakan pimpinan daerah yang sangat peduli terhadap pendidikan, selain memberikan insentif sebesar Rp 800 ribu, juga memberangkatkan guru-guru menunaikan ibadah umroh. Artinya pak Bupati sangat dekat dengan guru-guru," jelasnya. 

"Oleh karena itu, Apabila pimpinan daerah dekat dengan guru, baik dengan guru, wajib kita untuk membalas kebaikan itu," tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengucapkan selamat kepada PC PGRI se-kabupaten PALI yang sudah di lantik. Ia berharap agar dapat menjaga marwah dan Wibawa PGRI. 

"Ini adalah amanah yang diberikan oleh para guru dan pemerintah setempat dan amanah dari Tuhan YME. Patuhi AD/ART PGRI dan visi misi PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan," pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati melalui Staf Ahli Kusmayadi akan terus memberikan perhatian kepada guru-guru di kabupaten PALI. 

"Ini program mulia dari Bupati dalam membangun dunia pendidikan di kabupaten PALI. Tentunya, program mulia ini harus dilanjutkan," tukasnya. (sn/perry)
Share:

Pendaftaran Paslon di KPU, Bawaslu PALI Ajak Pendukung Saksikan Melalui Streaming

PALI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengingatkan bakal pasangan calon Bupati dan wakil bupati PALI serta partai pengusung serta pendukungnya untuk tidak mengerahkan massa saat mengantarkan paslon untuk daftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) PALI.

Pesan itu disampaikan ketua Bawaslu PALI Heru Muharam didampingi Iwan Dedi Divisi Pengawasan dan Basrul SAP, Divisi SDM Bawaslu PALI bahwa saat pandemi corona ini, seluruh kegiatan mengumpulkan massa untuk dihindari agar penyebaran covid-19 bisa diputus.

"Bawaslu PALI telah menyurati seluruh parpol untuk mengedepankan keselamatan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan. Dan saat penyerahan berkas pendaftaran besok sampai hari terakhir pendaftaran dibuka, yang diperbolehkan masuk ke area KPU adalah ketua dan sekretaris parpol pengusung serta paslon bersangkutan," ujar Heru Muharam, Kamis (3/9).

Untuk pendukung, Ketua Bawaslu PALI menyarankan agar tetap di rumah dan menyaksikan momen tersebut melalui streaming.

"Kami telah menyarankan KPU untuk menyiarkan secara langsung momen pendaftaran paslon dengan memanfaatkan kemajuan teknologi atau melalui sosial media. Jadi para pendukung bisa menyaksikan dari rumah secara streaming," tukasnya. 

Pada pengawasan pendaftaran nanti, dikatakan Ketua Bawaslu PALI bahwa Bawaslu menyiapkan satu komisioner dan satu staff dalam pendampingan. 

"Insyaallah hari pertama pendaftaran calon bupati dan wakil bupati saya sendiri dalam pendampingan pengawasan di KPU," ucapnya.  

Sementara dalam pengawasan syarat pendaftaran, dikemukakan Heru Muharam bahwa pihaknya juga tetap memantaunya. Dimana ada dua kategori persyaratan, yakni persyaratan pencalonan dan persyaratan calon. 

"Kalau persyaratan pencalonan itu wajib ada dan harus ada saat pendaftaran yakni B KWK dan B1 KWK. Kalau persyaratan calon wajib ada tapi bisa diperbaiki, seperti surat LHKPN, SKCK atau yang lainnya. Dan hal itu harus diperhatikan KPU, jangan sampai langsung mengembalikan berkas apabila ada persyaratan calon kurang," terangnya. (sn/perry) 





Share:

1.000 Hektare Lahan di Tempirai Barat Bakal Dibuka Untuk Program Transmigrasi

PALI -- Program transmigrasi yang bakal dibuka di wilayah Bumi Serepat Serasan tepatnya masuk dalam lingkup Desa Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara dengan luas lahan kurang lebih 1.000 hektare kembali dibahas dalam kegiatan expose laporan sementara  Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP), Kamis (3/9) di aula kantor bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kegiatan tersebut dibuka Bupati PALI melalui Sekda PALI Syahron Nazil yang dihadiri dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan, Disnakertrans PALI, pihak konsultan serta OPD terkait juga perwakilan masyarakat Desa Tempirai Barat.

"Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana pembukaan lahan transmigrasi. Sebab salah satu upaya mempercepat pengembangan suatu wilayah adalah dengan cara menempatkan pemukiman transmigrasi. Dan telah banyak bukti, dimana wilayah yang ada pemukiman transmigrasi lebih cepat maju karena adanya perbauran dan transfer budaya, transfer keahlian dan sebagainya," jelas Sekda PALI.

Sementara itu, Ir Sehat Sembiring, direktur CV Erselia Cipta Persada memaparkan bahwa setelah pihaknya survei dilapangan, rencana pemetaan lahan transmigrasi di Desa Tempirai Barat adalah lahan basah dengan luas 1.000 hektare yang rencananya bisa menampung 300 KK.

"Penempatannya tetap 40 persen transmigran dari luar dan 60 persen transmigran lokal. Jenis rumah panggung dengan tinggi 2 meter, supaya ketika musim penghujan air tidak merendam rumah. luas rumah  3 X 6 meter bahan dari batako, tiang beton dan atap seng, beda dengan lokasi SP 1 Di Desa Tempirai Selatan," papar Ir Sehat Sembiring.

Ditambahkan Sehat Sembiring bahwa untuk pemilikan lahan, 0,5 hektar untuk lahan pekarangan, lahan usaha I,  0,75 hektare dan lahan usaha II seluas  1 hektar.

"Setelah kita survei terdapat lahan karet produktif dalam lingkup lahan transmigrasi. Solusinya, ajak pemilik kebun karet menjadi warga transmigrasi dan lahan karet produktif tetap menjadi milik yang bersangkutan. Pada laporan RTSP ini kita akan meminta saran pendapat dari warga setempat juga pemerintah Kabupaten PALI untuk selanjutnya kita expose RTSP di pusat," tambahnya.

Terpisah, Usmandani Kepala Disnakertrans PALI menyebut bahwa program transmigrasi di PALI seharusnya telah direaliasasikan tahun 2020 ini, namun karena adanya wabah corona, program ini ditangguhkan.

"Insyaallah tahun 2021 pembukaan lahan transmigrasi dimulai. Lahan yang bakal dibuka di Desa Tempirai Barat seluas 1.000 hektare yang akan menampung 300 KK," terangnya. (sn/perry)
Share:

Pertamina Pendopo Temukan 30 Titik Ilegal Tapping

PALI --  PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menemukan adanya pencurian air bersih oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara melubangi pipa air bersih milik perusahaan itu lalu mengalirkannya ke rumah oknum bersangkutan.

Hal itu diketahui ketika pihak pertamina pendopo melakukan penyisiran pada land pipa air bersih dan ditemukan 30 titik ilegal tapping.

"Akhir-akhir ini pasokan air bersih ke sejumlah tempat dalam Komplek Pertamina Pendopo terganggu. Setelah kita telusuri ditemukan 30 titik pipa kita dilubangi," ungkap Ferry Prasetyo Wibowo, Astman Pertamina Pendopo, Kamis (3/9).

Atas kejadian itu, Ferry akui bahwa selain berkoordinasi dengan kepolisian pihaknya juga turun tangan mensosialisasikan ke masyarakat agar bersama-sama menjaga aset negara. 

"Yang menggunakan air bersih dari Pertamina Pendopo bukan hanya lingkup pertamina saja, melainkan juga mengaliri rumah Bupati PALI, kantor DPRD dan Mako Brimob serta sejumlah perumahan pejabat negara. Jadi kami ajak masyarakat untuk jaga aset negara. Untuk pelaku yang kedapatan melakukan ilegal tapping, jalan akhir yang ditempuh adalah jalur hukum," tukasnya. 

Ferry juga menawarkan bantuan air bersih ke masyarakat tetapi harus melalui surat resmi yang diketahui pemerintah setempat.

"Silahkan surati kami, siapkan mobil tangki dan ambil langsung ke water plant Teluk Lubuk dan jangan melubangi pipa air bersih. Sebab yang terganggu bukan hanya pertamina tetapi fasilitas lainnya yang bergantung pada aliran air bersih dari pipa pertamina, apabila aliran air bersih dicuri," terangnya.  (sn/perry) 

Share:

Lalai, Pekerja Proyek Pelebaran Bahu Jalan di Gunung Kemala Keruk Pipa Gas Hingga Bocor

Foto : Pekerja proyek pelebaran bahu jalan diwilyah kelurahan Gunung Kemala, rabu (2/9)
PRABUMULIH, SININEWS.COM - Kelalaian Pengerjaan pelebaran bahu jalan di Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat sempat mengganggu Jalur Jaringan Gas (Jargas) Kota Prabumulih di empat wilayah Prabumulih Barat, rabu (2/9)

Exavator milik perusahaan yang belum diketahui namanya itu mengeruk tanah hingga memutuskan jalur gas rumah tangga pipa PE90 milik PD Petro Prabu

Kejadian berawal Sekira pukul 15.20 wib saat pekerja melakukan pengerukan pelebaran bahu jalan disepanjang jalan Gunung Kemala menuju Payuputat dan pengerukan mengenai pipa PE90 hingga robek beberapa senti meter dan mengeluarkan bau gas yang menyengat
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA KLIK DIBAWAH :
Akibat kejadian tersebut jalur pipa gas milik PD Petro Prabu mengalami gangguan seperti kecilnya hembusan api yang menyala di empat wilayah yakni Gunung Kemala, Payuputat, Patih Galung dan Desa Tanjung Telang

Witri salah satu warga Kelurahan Gunung Kemala mengaku sempat kaget jalur pipa gas dirumahnya mengecil 

"Tadi waktu aku masak api kompornyo kecil, tapi dak lamo apinyo besar lagi" ungkapnya

Sementara itu, Dirut PD Petro Prabu H.Azhari Harun saat meninjau langsung ke lokasi kejadian mengaku mengetahui kejadian tersebut sekira pukul 15.20 wib dan langsung membawa tim untuk menutup jalur pipa gas yang bocor

"Pipa gas PE90 bocor akibat terkeruk exavator  yang sedang perbaikan jalan, tapi sudah kita tangani beberapa menit lah tidak sampai sejam" ungkapnya 

Pihak PD Petro Prabu hingga kini sudah menangani masalah kebocoran pipa gas PE90 dengan menutup pipa yang bocor, namun dari pantauan media ini pihak Petro Prabu masih akan melakukan perbaikan dengan menanam dikedalaman hingga satu meter (tau/sn)
Share:

Perkembangan Covid-19 di PALI Pertanggal 2 September 2020


Share:

Akhirnya Pelanggan PDAM PALI Anugerah Tidak Lagi Kekurangan Air Bersih

PALI --  Upaya Dinas Perkim Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk mengalirkan air bersih dari intake Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang yang dikelola pihak PDAM Tirta PALI Anugerah akhirnya bisa terealisasi dan saat ini telah bisa dinikmati ribuan pelanggannya.

Mengalirnya air bersih yang bersumber dari intake yang baru saja selesai pembangunannya melalui APBD Kabupaten PALI disampaikan Plt Kepala Dinas Perkim PALI, Ahmad Hidayat didampingi PPK pembangunan jaringan PDAM, Junaidi, Rabu (2/9).

"Alhamdulillah sudah mengalir sejak Rabu pagi. Untuk pengelolaan atau pendistribusian air bersih tetap diserahkan ke pihak PDAM," ungkap Ahmad Hidayat. 

Setelah mengalirnya air bersih, Ahmad Hidayat akui pihaknya terus akan evaluasi agar aliran air normal dan bisa setiap hari mengalir ke rumah pelanggan. 

"Kendala belum normalnya aliran air bersih karena pembangunan jaringan belum sepenuhnya rampung. Tetapi sementara ini kita maksimalkan jaringan yang ada dan kita terus pantau agar masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM tidak lagi kesulitan air bersih," tandasnya. 

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah, Puryadi menyebut bahwa untuk saat ini pendistribusian air bersih masih digilir, mengingat aliran air belum begitu normal. 

"Masih tahap uji coba. Dan masih bertahap untuk mengalirkan air bersih. Ada 4 wilayah yang harus dialiri PDAM PALI Anugerah meliputi 3 ribu lebih pelanggan dalam kota Pendopo.  Diupayakan setiap hari air bersih mengalir untuk satu wilayah, namun tetap melihat kondisi di lapangan. Kalau memang memadai  sehari kita upayakan mensuplai air bersih di dua wilayah," terangnya. (sn/perry)


Share:

Pendaftaran Cakada PALI Dua Hari Lagi, KPU Gelar Simulasi

PALI --  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar simulasi tata cara pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten PALI, Rabu (2/9) di kantor KPU PALI. Simulasi tersebut dalam rangka memperlancar proses pendaftaran yang akan digelar pada tanggal 4 sampai 6 September 2020 mendatang. 

Kegiatan simulasi sendiri diikuti seluruh partai politik dibawah pengawalan ketat Polres PALI yang langsung dikomadoi Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadhi. Disamping dari pihak kepolisian dan TNI, Pemkab PALI juga menerjunkan Dinas Perhubungan serta Satpol.PP untuk mengawal proses pendaftaran cabup dan cawabup PALI. 

Pada kegiatan itu diketahui bahwa setiap pendaftar calon bupati dan wakil bupati kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beserta pengantarnya yang datangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PALI untuk menyerahkan berkas pendaftaran diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid-19. 

Pendaftar ketika masuk area KPU wajib cuci tangan yang telah disiapkan, kemudian dicek suhu tubuhnya selanjutnya mengisi daftar tamu. Rombongan calon juga harus memperhatikan jarak serta menghindari kerumunan.

Dijelaskan Sunario SE, ketua KPU PALI bahwa pendaftaran cabup dan cawabup PALI, KPU memperketat protokol kesehatan dengan tidak memperbolehkan banyak massa masuk area KPU. 

"Dari awal kami tegaskan tidak boleh ada arak-arakan, jadi yang diperbolehkan masuk area KPU adalah pasangan calon bersangkutan, dua orang perwakilan masing-masing parpol pendukung dan yang menyerahkan berkas," ungkap Sunario. 

Ditambahkannya bahwa pasangan bakal calon juga wajib ikuti swab test. Sesuai edaran dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa bakal calon harus lalui swab sebelum melaksanakan tes kesehatan. Dimana pada hari pertama swab dilakukan bakal calon Heri Amalindo, hari kedua Devi Haryanto dan Darmadi Suhaimi serta hari terakhir oleh Soemarjono. 

"Lokasi swab di BBLK Palembang, sedangkan tes kesehatan di RSMH. Kalau hasil swab positif, maka yang bersangkutan harus lakukan isolasi sesuai standar covid-19 dan setiap proses tahapan pendaftaran bisa diwakilkan selama isolasi," tandasnya.

Untuk persyaratan maju pada Pilkada PALI, Sunario mengingatkan bahwa yang wajib dilengkapi adalah jumlah dukungan. 

"Kepada tim penghubung atau Liaison Officer (LO), kami mengingatkan syarat mutlak mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati PALI adalah jumlah dukungan, kalau itu kurang maka berkasnya akan kami kembalikan," terangnya.  

Sementara itu Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadhi menyebutkan pihaknya menurunkan sedikitnya 89 personelnya. 

"Dengan adanya simulai ini, diharapkan masing-masing calon mengetahui tata cara pendaftaran. Terlebih saat ini kita masih dalam suasana pandemi corona yang harus memperhatikan keselamatan dan mencegah penyebaran covid-19 agar mata rantainya bisa diputus," harap Kapolres. (sn/perry) 
Share:

Tak Laksanakan Survei, DPD Demokrat Sumsel Diminta Kembalikan Dana

INDRALAYA--Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati HM Ilyas Panji Alam meminta kepada Marhaili Sutomo selaku pengurus DPD partai Demokrat Sumsel untuk segera mengembalikan dana senilai Rp 125 juta yang telah disetorkan kepada DPD Demokrat Sumsel melalui pengurus Marhaili Sutomo.

Menurut Gusti Ko'ong selaku Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati HM Ilyas Panji Alam menyebutkan, dana senilai Rp 125 juta yang telah diserahkan kepada Marhaili Sutomo seyogyanya untuk dipergunakan melaksanakan survei elektabilitas bakal calon Bupati HM Ilyas Panji Alam. "Akan tetapi, sampai dengan saat ini, survei yang dimaksud sama sekali tidak dijalankan oleh mereka," kata Gusti Ko'ong, Selasa (1/9) di kantor DPC PDIP Kabupaten OI. 

Dijelaskan Gusti, hal ini diperkuat setelah pihaknya mengkonfirmasi ke DPP Demokrat pusat melalui Wahyu dan Andi Arif. "Menurut pak Wahyu dan Arif, tidak ada dana setoran yang masuk ke DPP Demokrat," papar Gusti. Diceritakan Gusti Ko'ong pada Maret lalu, dirinya diminta oleh Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati HM Ilyas untuk menyerahkan dana senilai Rp 125 juta kepada DPD Demokrat Sumsel melalui Marhaili Sutomo.

Dengan perjanjian, dana yang telah diserahkan tersebut nantinya akan dipergunakan  survei internal parpol Demokrat terhadap elektabilitas bakal calon Bupati HM Ilyas Panji Alam. "Namun ternyata, sampai dengan saat ini, kami menilai dan menganggap survei dimaksud tidak dilaksanakan. Jadi kami mempertanyakan kemana dana yang telah disetorkan itu," tandas Gusti Ko'ong. 

Gusti menambahkan, kalau pun mereka beralasan itu terkendala pandemi covid-19. Namun kenyataannya saat ini sudah beralih ke tahapan "New Normal". Sedangkan, survei yang harusnya mereka lakukan itu, jauh sebelum Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil resmi terkait elektabilitas bakal calon Bupati dan bakal calon Bupati Kabupaten OI yang akan bertarung pada Pemilukada Desember nanti.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui via telepon selluler, Marhaili Sutomo membenarkan bila telah menerima dana senilai Rp 125 juta. Akan tetapi ia membantah bila dana tersebut tidak disetorkan ke DPP Demokrat. 

Melainkan dana tersebut telah diserahkan kepada lembaga survei "Charta Politica" yang akan melaksanakan tugas dan fungsinya untuk melaksanakan elektabilitas survei bakal calon Bupati HM Ilyas Panji Alam.

"Namun, pada waktu itu terkendala mewabahnya pandemi covid-19. Jadi tidak bisa dilaksanakan," ucap Marhaili Sutomo. Ia menambahkan, sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari lembaga survei Charta.(Ber)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts