Ketua KNPI PALI Dukung Launching Vaksinasi dan Siap Divaksin


PALI, SININEWS.COM - Ketua PD KNPI Kabupaten PALI, M. Anasrul menegaskan siap menyukseskan proses vaksinasi yang akan dilaunching di Bumi Serepat Serasan, Selasa (2/2/2021).

Hal itu dikatakan Bung Anas saat dihubungi media ini, Senin (1/2/2021).

"Prinsipnya adalah apapun program pemerintah yang sifatnya untuk kemaslahatan masyarakat dan rakyat. KNPI akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hal itu. Seperti halnya vaksinasi covid-19. Tentunya, vaksinasi sebagai langkah pemutus mata rantai penyebaran covid-19," terang Bung Anas. 

Pemerintah sudah berupaya maksimal dalam menghadapi penyebaran covid-19 di Bumi Pertiwi. Terkait isu yang beredar soal vaksin yang justru membahayakan, Bung Anas menilai itu hanyalah hoax.

"Mulai dari Presiden, Gubernur hingga pejabat publik lainnya sudah diberikan suntik vaksin, dan sejauh ini belum ada kejadian pasca vaksinasi. Untuk itu, saya tegaskan siap untuk disuntik vaksin di kabupaten PALI, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu," tutupnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI, Mudakir saat dikonfirmasi media ini menerangkan bahwa besok (Selasa 2/2) akan dilaunching vaksinasi Sinovac di Puskesmas Talang Ubi. 

Dijelaskan Mudakir bahwa pada vaksinasi pertama, selain pejabat publik ada sekitar 1335 tenaga kesehatan yang akan disuntik vaksin sinovac. 

"Sudah kita undang pejabat publik. Nantinya mereka yang akan disuntik vaksin sinovac akan dilakukan screening terlebih dahulu. Jika tidak lulus dari pemeriksaan, terpaksa tidak dilakukan suntik vaksin," tukasnya. (sn/perry)

Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 1 Februari 2021

 






Share:

Terkesan Mangkrak, Dinas Perkim PALI Bakal Putus Kontrak Kontraktor Pembangunan Gerbang Batas


PALI. SININEWS.COM -- Bangunan gerbang batas kabupaten di Desa Talang Bulang kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang seharusnya telah rampung dikerjakan pada akhir tahun 2020 lalu rupanya hanya sebatas dua tiang besar yang berdiri kokoh didua sisi jalan masuk kabupaten PALI. Kondisi itu karena pihak pelaksana belum selesai mengerjakan proyek pembangunan itu. 


Tentu saja, atas molornya pembangunan gerbang batas itu, Dinas Perkim Kabupaten PALI menerapkan denda sebesar 1/1000 dari bagian kontrak yang belum terselesaikan selama 50 hari sampai tanggal 19 Februari 2021 ini. 

Hal itu dikemukakan Plt Kepala Dinas Perkim PALI Ahmad Hidayat melalui Ardi Ferdian PPTK pembangunan gerbang tersebut, Senin (1/2/21).

"Pembangunan gerbang batas itu baru 60 persen dikerjakan. Memang batas akhir kontrak sampai akhir tahun 2020 lalu. Namun karena adanya beberapa kendala pihak pelaksana mengajukan adendum atau perpanjangan kontrak yang akhirnya disetujui dan diberi batas akhir hingga tanggal 19 Februari mendatang," jelas Ardi.

Ditegaskannya bahwa apabila hingga batas akhir kontraktor belum juga menyelesaikan pekerjaan itu, maka Dinas Perkim akan memutus kontak kerja. 

"Selama perpanjangan masa kontrak, pihak kontraktor di denda. Tapi kalau masih belum selesai maka kita putus kontraknya," tandasnya. 

Untuk itu, Ardi berharap pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan itu selagi masih ada waktu 18 hari kedepan. 

"Saat ini memang tidak terlihat adanya aktivitas kerja di lokasi pembangunan. Tapi dari keterangan pihak kontraktor, infonya mereka (kontraktor) mengerjakan bagian rangka gapura di pabrik, setelah selesai dirakit di pabrik langsung di pasang. Namun kami berharap pekerjaan ini tidak lagi mengalami kendala, karena proyek ini bukan lagi kesalahan pemerintah," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Minta Pertanggungjawaban, Dewan PALI Surati PT MHP


foto. doc


PALI. SININEWS.COM -- Dengan kondisi jalan poros Simpang Raja-Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi yang rusak cukup parah terutama pada jalur yang dilintasi angkut kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) membuat Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melayangkan surat panggilan terhadap pihak PT MHP. 


Hal itu disampaikan Irwanto anggota komisi II DPRD PALI, Senin (1/2/21). Menurut politisi partai Golkar tersebut  surat pemanggilan itu bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban pihak MHP yang memakai jalan poros tersebut. 


"Saya pribadi hampir setiap hari melalui jalan tersebut dan memang kondisinya memprihatinkan. Dengan kondisi seperti itu, tentu saja masyarakat terganggu," ujar Irwanto. 


Dengan dilayangkannya surat panggilan itu, Irwanto berharap pihak PT MHP bisa bekerjasama menjelaskan dan kesanggupan dari perusahaan dalam melakukan perbaikan. 


"Yang kami tekankan adalah pihak perusahaan membangun jalan sendiri, jangan ganggu jalan rakyat. Karena  jalan yang dipakai MHP juga tidak terlalu panjang. Memang saat ini perusahaan itu memperbaiki, tapi kualitasnya tidak akan lama karena dari kasat mata saja, perbaikan tidak sebanding dengan kapasitas angkutan kayu," tukasnya. 


Sementara itu, Iyan Adha, Head CD & PR PT MHP menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen selama masih menggunakan akses jalan tersebut akan selalu ada perbaikan setiap tahunnya.


"MHP tidak akan membiarkan jalan itu rusak, sebab selain demi kepentingan mobilisasi angkutan perusahaan juga supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu," katanya melalui pesan whatsapp.


Untuk perbaikan yang tengah dilakukan PT MHP, diakui Iyan Adha targetnya selesai akhir Februari 2021 ini. 


"Namun untuk pembuatan jalan sendiri, kami belum ada informasi dari pihak manajemen. Sekali lagi kami tegaskan bahwa MHP berkomitmen lalukan perbaikan selama memakai akses jalan tersebut," tandasnya. (sn/perry)

Share:

Sikapi Jalan Sp Raja-Jerambah Besi Rusak, Pihak PT MHP Angkat Bicara


PALI. SININEWS.COM -- Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat pengguna jalan yang biasa melintas di jalan poros Simpang Raja-Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi menuju kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang kondisinya rusak akibat mobilisasi angkutan kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP), pihak perusahaan pun angkat bicara. 

Melalui Iyan Adha, Head CD & PR PT MHP menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen selama masih menggunakan akses jalan tersebut akan selalu ada perbaikan setiap tahunnya.

"MHP tidak akan membiarkan jalan itu rusak, sebab selain demi kepentingan mobilisasi angkutan perusahaan juga supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu," katanya melalui pesan whatsapp, Senin (1/2/21).

Untuk perbaikan yang tengah dilakukan PT MHP, diakui Iyan Adha targetnya selesai akhir Februari 2021 ini. 

"Namun untuk pembuatan jalan sendiri, kami belum ada informasi dari pihak manajemen. Namun sekali lagi kami tegaskan bahwa MHP berkomitmen lalukan perbaikan selama memakai akses jalan tersebut," tandasnya. (sn/perry)




Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 31 Januari 2021

 






Share:

Nasib Jalan Poros Simpang Raja-Jerambah Besi



foto. doc



PALI. SININEWS.COM -- Rusaknya jalan poros Simpang Raja-Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi menuju Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terutama jalur yang dilalui angkatan kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) secara tegas tidak akan diperbaiki pemerintah kabupaten PALI lantaran akan percuma dilakukan perbaikan karena kapasitas angkutan perusahaan MHP jauh tidak sebanding dengan kekuatan jalan yang telah dibangun melalui APBD PALI. 


Hal itu dikemukakan Hilmansyah, kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten PALI beberapa waktu lalu. 

Menurut Hilmansyah bahwa perbaikan jalan yang saat ini kondisinya rusak sudah kewajiban perusahaan yang kerap lalulalang di jalur tersebut dalam hal ini yang paling bertanggung jawab adalah PT MHP. 

"Aktivitas angkatan kayu MHP cukup padat dan berat kendaraan serta muatannya diluar ambang batas atau overload. Jalan yang telah dibangun oleh pemerintah hanya kapasitasnya tidak lebih dari 8 ton, namun akibat dilalui kendaraan overload akhirnya rusak parah," Kata Hilmansyah. 

Diakuinya bahwa dari pantauan pihak PU memang PT MHP tengah memperbaiki beberapa titik jalan yang rusak hanya saja akan percuma karena perbaikan itu tidak akan lama kualitasnya. Hilmansyah juga menyebut tidak pernah dihubungi oleh PT MHP terkait perbaikan jalan yang seharusnya pemerintah tahu kapan pelaksanaannya, target, volume serta siapa pelaksananya. 

"Yang kami sayangkan tidak ada koordinasi dengan kami untuk lakukan perbaikan. Kalau secara teknis konstruksi, perbaikan yang tengah dilakukan pihak MHP hanya membuang-buang uang saja. Kecuali kualitas pengecoran volumenya seperti pengecoran untuk jalan tol, karena memang berat kendaraan serta muatan angkutan kayu lebih dari 40 ton," tandasnya. 

Hilmansyah juga menyarankan agar pihak PT MHP membangun jalan sendiri. "Solusinya membuat jalan sendiri. Panjangnya lebih kurang 2 km. Kalau kami dari pemerintah kabupaten PALI tidak akan memperbaiki jalan itu selama dipakai PT MHP," tegasnya. 

Sementara itu, pihak PT MHP belum memberikan klasifikasinya terkait perbaikan jalan. Namun sebelumnya Iyan Adha perwakilan PT MHP secara singkat mengatakan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan bagian konstruksi. (sn/perry)
Share:

Ponton Batubara Akan Lewati lagi Sungai Lematang?


foto. ilustrasi (net) 


PALI. SININEWS.COM -- Rencana batubara bakal melalui aliran Sungai Lematang di beberapa Kabupaten dalam provinsi Sumatera Selatan termasuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mencuat. Tentu hal itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Bumi Serepat Serasan. 

Banyak kalangan menyarankan pihak perusahaan angkutan batubara yang menggunakan jalur air harus memperhatikan lingkungan sekitar yang dilaluinya. 

Salah satunya diutarakan Yoka Akbar SH, ketua FAKAR Lematang Kabupaten PALI. Menurutnya, sebelum beroperasi, pihak perusahaan harus mensosialisasikan kepada masyarakat dan serap apa keinginan serta keluhan masyarakat. 

"Sah-sah saja angkutan batu bara melalui sungai Lematang. Kalau angkutan barubara beroperasi melalui sungai Lematang artinya sudah kali kedua hal itu dilakukan. Untuk itu sosialisasikan lebih dahulu sebelum bergerak, evaluasi dan dengarkan keinginan masyarakat. Jangan sampai ada masalah dikemudian hari," saran Yoka, Minggu (31/1/21).

Ketua FAKAR Lematang PALI juga mengingatkan pihak terkait terutama perusahaan angkutan untuk memperhatikan jalur lintasan. 

"Sudah banyak jembatan di bangun oleh pemerintah PALI. Jadi sebelum melintas perhatikan ketinggian air sungai dan kami sarankan lalukan pengerukan sungai Lematang secara berkala, tetapi harus memperhatikan nasib penambang pasir, jangan sampai imbas adanya mobilisasi batubara, banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian," tukasnya. 

Sementara itu, Amran, kepala Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang akui bahwa beberapa kepala desa yang wilayahnya terletak di sekitar sungai Lematang diajak pertemuan oleh salah satu perusahaan untuk melakukan pengerukan dan pemeliharaan sungai Lematang. 

"Kapan angkutan batubara melalui sungai Lematang akan beroperasi kembali, waktunya belum pasti. Hanya saja pada pertemuan itu dijelaskan rencana pengerukan dan pemeliharaan sungai Lematang sebagai prasarana angkutan batubara di beberapa daerah di Sumsel," terang Kades Sedupi.

Dibenarkan juga Adriand Edison, Camat Tanah Abang bahwa beberapa waktu lalu ada pertemuan membahas izin Amdal rencana pengerukan dan pemeliharaan sungai Lematang sebagai prasarana angkutan batubara. 

"Ada dua Kades yang mewakili kades-kades di jalur sungai Lematang di Kecamatan Tanah Abang PALI yang diundang termasuk dari Lahat, Muara Enim dan Prabumulih. Belum ada pembahasan kapan angkutan batubara melalui Sungai Lematang beroperasi. Saat pertemuan ada keberatan dari perwakilan Muara Enim karena ditakutkan adanya longsor. Dan saya secara pribadi juga menolak kalau angkutan batubara melalui sungai, cukup lewat darat saja karena kalau melalui air dampaknya akan banyak," tandas Camat. (sn/perry)


Share:

Sempat Viral Kisah Adi Usman, Lurah Gunung Ibul Ajukan Bedah Rumah dan Berikan Bantuan Sembako

BANTUAN : Sarutama, Lurah Gunu g Ibu Kecamatan Prabjmulih Timur datangi kelurga Adi Usaman yang sempat Viral dan memberikan bantuan berupa sembako, jumat (29/1)

PRABUMULIH,SININEWS.COM – Pihak Kelurahan Gunung Ibul bersama Camat Prabumulih Prabumulih Timur jumat (29/1) lalu datangi keluarga Adi Usman dan Faridah pasangan yang didiaknosa mengidap penyakit Hiperteroid dan suami yang cacat akibat tersengat listrik, minggu (31/1/21).

Sempat viral kisah pasangan suami istri dengan kondisi rumah berdinding kayu yang nyaris roboh yang berada di daerah Prunas Graha Lingkar Rt.04 Rw.09 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Sarutama, Lurah Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur mengaku telah mengetahui kisah warganya itu yang kini viral dimedia sosial yang dulu sempat mengalami kecelakaan serius akibat tersengat listrik pada tahun 2017 silam dan pihaknya telah berupaya mengusulkan bantuan bedah rumah kepada pemerintah melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

“Kemari (Jumat) sudah kami datangi kelokasi rumah Adi Usaman bersama pak Camat juga, sekaligus memberikan bantuan Tali Asih berupa sembako” ucap Sarutama saat dikonfirmasi.

Masih kata Sarutama, pihaknya telah mengajukan ke Pemerintah sebanyak 35 rumah tak layak huni (RTLH) untuk segera dibedah dan terkhusus rumah keluarga Adi Usman yang diprioritaskan untuk segera dibangun.

“ya sebanyak 35 rumah sudah kita ajukan kepemerintah melalui Perkim cuma setelah rapat langsung diambil Bapeda, karena langsung ditindak lanjuti tapi belum tau kapan pelaksanaannya” jelasnya. 

Hampir genap empat tahun sudah tragedi kecelakaan pada malam Jumat, 13 Maret 2017 silam yang merenggut ketangguhan pemimpin keluarga Adi Usman saat dirinya tersengat listrik diwaktu bekerja disalah satu Wedding Organizer (WO) di Prabumulih, kini meninggalkan kisah kelam.

Ayah dari dua orang putra dan putri yang tinggal di Graha Lingkar RT.04 RW.09 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur itu tak bisa berbuat banyak. Dengan berjalan terbata-bata, selangkah demi selangkah yang tak mampu lagi melangkah kuat Adi Usman mencoba membantu sang istri bekerja merumput kebun tetangga demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kejadian yang bermula saat dirinya bekerja dipelaminan dan melakukan pekerjaan diatas tenda, Adi tak sengajah tersengat aliran listrik yang membuat dirinya harus memulai dari awal, mulai dari berjalan, berdiri dan makan minum sekalipun harus dibantu sang istri Farida (26) karena dirinya nyaris cacat akibat panasnya arus listrik yang memakan tubuhnya waktu itu

“kita berharap pemerintah bisa bedah rumah kami, karena untuk makan kami dapat dari upah membuat lidi sate” terang Faridah.

Kini empat tahun telah dilewati, sang istri yang kini juga mengidap penyakit Hiperteroid tak mampu berbuat banyak. Penyakit hipertiroidisme atau hipertiroid adalah penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh.

Kondisi kelebihan hormon tiroid yang dapat menimbulkan gejala jantung berdebar, tangan gemetar, dan berat badan turun drastis yang menyerangnya sewaktu-waktu. Hal tersebut tak membuat keluarganya patah semangat dalam berjuang mencari nafkah walau saat ini rumah dengan dinding papan dengan ukuran kurang lebih 5 x 5 meter itu terdapat ribuan doa dan harapan dari kedua anaknya yang rindu akan tempat tinggal yang layak huni. (sn/tau)

Share:

Ingin Persalinan Sehat? Ikut Yoga Bumil Di RSUD Talang Ubi, Gratis


PALI. SININEWS.COM -- Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang ubi yang terletak di kelurahan Pasar Bhayangkara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bukan hanya menerima pasien yang hendak berobat saja, melainkan di awal tahun ini, RSUD meluncurkan pelayanan yoga secara gratis bagi ibu hamil atau Bumil.


Hal itu dikemukakan dr Tri Fitrianty, direktur RSUD PALI, Minggu (31/1/21). Meski pandemi namun pelaksanaan senam yoga untuk Bumil tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan memakai masker serta membatasi jumlah peserta hanya lima orang setiap kegiatan. 

"Yoga merupakan salah satu upaya menyehatkan Bumil menjelang persalinan. Selain itu, sebagai upaya memberdayakan diri ibu sejak masa kehamilan dengan olah fisik serta menyiapkan pikiran positif ibu untuk proses persalinan," terang dr Fitri.

Jadwal kegiatan yoga, dr Fitri menyebut bahwa tidak dilakukan setiap hari melainkan hanya satu minggu sekali yaitu hari Selasa dengan instrukrur dari pihak rumah sakit sendiri. 

"Semuanya gratis, hanya saja waktunya setiap hari selasa dan wajib terapkan protokol kesehatan. Jangan sampai peserta terlarut dengan mengabaikan prokes agar hasilnya nanti Bumil bisa menjalani kehamilan yang sehat serta persalinan yang nyaman dan menyenangkan," tukasnya. 

Dikemukakan dr Fitri bahwa sebelum peserta ikuti senam yoga, terlebih dahulu harus mendaftar melalui layanan whatsapp 0882-6049-4063 kemudian di data.

"Ini agar tertib dan saat pelaksanaanya nanti tidak menimbulkan kerumunan apabila pesertanya banyak, namun akan dilakukan beberapa sesi dibagi sekali senam lima orang. Karena selain physical distensing dalam menghindari penyebaran covid-19 juga keterbatasan ruangan. Mudah-mudahan dengan pelayanan ini bisa membantu masyarakat terutama Bumil yang pada akhirnya disamping orang tua sehat juga melahirkan generasi kuat dan cerdas," harapnya. (sn/perry)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts