Hj Sri Kustina Terus Genjot Kelompok Tani Tingkatkan Ekonomi Ditengah Pandemi


OKU Selatan. SININEWS.COM -- Ditengah Pandemi covid-19 yang hingga kini belum berakhir, tentunya banyak masyarakat juga pelaku usaha yang terdampak negatif menyebabkan menurunnya pendapatan perekonomiannya. Dalam mendorong masyarakat untuk bangkit dari dampak pandemi global tersebut, Ir Hj Sri Kustina anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari fraksi Nasdem terus bergerak tanpa lelah menyemangati masyarakat untuk tetap berkarya. 


Dengan terjun langsung ketengah-tengah masyarakat, anggota DPR-RI dari Dapil Sumatera Selatan II yang meliputi 11 kabupaten/kota itu terus menyerap aspirasi masyarakat, terutama keluhan atau kendala masyarakat kemudian mencari solusi agar permasalahan itu bisa terpecahkan. 



Seperti pada kunjungannya kali ini Sabtu (12/02/2022), istri dari Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM, mengunjungi Desa Pagar Dewa kecamatan Warkuk Ranau Selatan kabupaten OKU Selatan dengan mendatangi dan bertatap muka langsung bersama masyarakat setempat di tujuh titik. 


Yakni di Kantor Desa untuk bertemu pemerintah desa dan perangkatnya, kemudian di Posyandu, lalu menyempatkan diri bertemu ibu-ibu majlis Ta'lim pada Pengajian Al-Hidayah. Setelah itu mengunjungi Kelompok tani padi, lalu Kelompok tani Kopi dan kelompok tani Cabai. 


Dalam pertemuan itu, panitia menerapkan protokol kesehatan ketat, dalam mencegah penyebaran covid-19 juga antisipasi masuknya covid jenis baru yakni Omicron yang diketahui penyebaranya sangat cepat. 



Pada kunjungan ke Desa Pagar Dewa, seperti biasa, Hj Sri Kustina seperti biasa membagikan oleh-oleh berupa sembako dalam membantu masyarakat juga bantuan dana untuk menambah modal usaha kepada Kelompok tani serta benih ikan. 


"Kunjungan saya ke Desa Pagar Dewa adalah dalam rangka melaksanakan fungsi yang dimiliki oleh anggota DPR-RI yaitu fungsi pengawasan,  Legislasi dan penganggaran," ungkap Hj Sri Kustina yang saat ini dipercaya sebagai anggota Komisi IV yang mana ruang lingkupnya membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Kelautan.


Ditambahkan Hj Sri Kustina bahwa tujuan lain dalam mengunjungi warga Desa Pagar Dewa adalah untuk mendapat masukan dari masyarakat langsung, baik dari pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat maupun masyarakat umum lainnya. 



"Terkait jalannya program-program pemerintah, saya butuh masukan dari masyarakat. Saya juga akan tetap memperjuangkan program-program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat agar tetap berkelanjutan," tukasnya. 


Hj Sri Kustina juga mengingatkan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 ini harus tetap patuhi protokol kesehatan dan ikut program vaksinasi meskipun banyak yang terdampak ekonomnya akibat pandemi global ini. 


"Pandemi yang terjadi saat ini telah berdampak terhadap berbagai sektor ekonomi dalam masyarakat, saya berharap semoga masyarakat desa Pagar Dewa tidak banyak yang terdampak. Untuk atasi permasalahan yang terkena dampak pandemi, saya berharap kita bersama-sama bisa menemukan solusinya. Saya juga mengajak kepada perangkat desa juga seluruh masyarakat untuk bersatu padu  turut serta membangun desa dengan mengoptimalkan potensi desa yang ada dengan dikerjakan bersama-sama agar desa ini lebih makmur, maju dan sejahtera," ajaknya. (sn/perry)

Share:

Firdaus Hasbullah Nahkodai KORMI PALI


PALI. SININEWS.COM -- Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi terbentuk, Kamis (10/2/22).


Pengacara muda kelahiran Abab, yakni Firdaus Hasbulah SH secara aklamasi terpilih jadi ketua KORMI kabupaten PALI.

Terpilihnya FH melalui Musyawarah Daerah (Musda) perdana berlokasi di Aula Pertemuan Pemkab PALI yang dihadiri langsung oleh Korwil Sumsel, Drs Ahmad Yani SH DIPL IWuF.

Ahmad Yani berharap kepada KORMI  PALI, meskipun baru terbentuk dengan delapan induk organisasi olahraga harus berpacu hadapi Pornas di Kota Palembang pada Juli mendatang.

"Alhamdulillah, KORMI PALI sudah terbentuk, dengan diketuai Firdaus Hasbulah. Dengan delapan induk organisasi olahraga yang telah terbentuk, kami dari Provinsi berharap pada Pornas nanti PALI mampu ikut serta dan menyumbangkan medali," ungkapnya.

Korwil Sumsel juga menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 47 induk organisasi olahraga yang ada diSumsel, dan kota Palembang akan menjadi tuan rumah perhelatan Pornas.

"Pornas sebentar lagi dilaksanakan tahun 2022 ini pada bulan Juli mendatang. Dengan 47 induk organisasi olahraga yang ada di Sumsel tentunya akan siap. Untuk peserta selain dari Kota/kabupaten yang ada di Indonesia, juga akan di ikuti 11 negara asing," terangnya. 

Sementara, FH, ketua KORMI PALI yang baru saja terpilih secara aklamasi mengharapkan kepada kepengurusan yang nanti tergabung dalam KORMI PALI, untuk sama-sama bahu membahu dalam menciptakan tujuan terbentuknya KORMI ini.

"Alhamdulillah dan terimakasih, atas amanah dan kepercyaannya kepada saya untuk memimpin KORMI PALI. Tanggung jawab KORMI adalah untuk menjadi masyarakat Kabupaten PALI bugar, sehat, dan tentunya menjaga nilai olahraga tradisional yang ada di masyarakat," kata FH. 

Lebihlanjut, FH menjelaskan bahwa, tugas pertama KORMI PALI adalah untuk mempersiapkan atlit-atlit dalam menghadapi Pornas mendatang.

"Kita menyesuaikan jadwal provinsi untuk mempersiapkan pelantikan dan penjaringan atlit yang akan berlaga pada Pornan Juli mendatang dan KORMI PALI harus mengirim. Tentunya, dalam pembinaan atlit kita akan mendatangkan pelatih-pelatih dari provinsi dan nanti kita akan koordinasikan langsung," pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Diduga Mark Up,Penegak Hukum Diminta Telusuri Pengadaan Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Panang Enim*


MUARA ENIM, SININEWS.COM  -- Diduga ada selisih anggaran (mark up) di Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim terkait proyek pembangunan gedung puskesmas di Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim dengan kode tender 7711107 (PEMBANGUNAN PUSKESMAS KEC.PANANG ENIM) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Yang mana diketahui sebelum pemenang tender di umumkan,pada laman LPSE tertera nilai pagu paket proyek atau HVS adalah sebesar Rp.3.582.211,000,- (Tiga Miliar, Lima Ratus Delapan Puluh Dua Juta,Dua Ratus Sebelas Ribu Rupiah),namun setelah diadakan lelang terbuka dan dimenangkan oleh CV Tiga Muara dengan anggaran pelaksanaan menjadi sebesar Rp.2.939.399,- (Dua Miliar,Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta,Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

Terdapat selisih anggaran yang cukup signifikan pada pekerjaan proyek tersebut kalau di lihat dari nilai anggaran di HVS dan nilai anggaran pelaksanaan,dengan jumlah selisih sebesar Rp.642.812,- (Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta,Delapan Ratus Dua Belas Ribu Rupiah) atau selisih sebesar ± 18% dari nilai HVS.

Dari dugaan selisih yang cukup sangat signifikan tersebut besar dugaan telah terjadi Mark Up pada lelang proyek tersebut,dengan demikian tim media ini mencoba menelusuri kebenarannya dengan meninjau langsung proyek bangunan puskesmas tersebut,Selasa (08/02/2022) di Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.

Dari hasil tinjauan media ini dilapangkan, nampak dengan jelas di lokasi tersebut berdiri bangunan yang setengah jadi dengan desain pintu dan jendela yang terbuat dari kaca serta suda terpasang meteran listrik di bangun tersebut dan terlihat juga kalau dinding pada bangunan tersebut belum di plester,serta lantai dan plafon pada bangunan itu juga belum di ada penghalusan.

Menindak lanjuti hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim Selamet Oku mengatakan bahwasanya Proyek bangunan gedung Puskemas Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan tahap Awal yang mengunakan anggaran APBD 2021 sebesar Rp 2.939.399,- (Dua Miliar,Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta,Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) untuk tahap I (SATU) tersebut sudah selesai dan sudah sesuai tinggal melanjutkan ke tahap selanjutnya.

"Untuk proyek pembangunan gedung Puskemas tahap Awal tersebut suda selesai dan sudah sesuai,dan bahkan sudah diperiksa oleh para pihak pihak terkait."Paparnya

Terkait adanya dugaan selisih harga atau Mark Up senilai Rp.642.812,- (Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta,Delapan Ratus Dua Belas Ribu Rupiah) atau senilai ± 18% dari nilai HVS pada nilai proyek tersebut Selamet Oku menjelaskan bahwa dirinya tidak melihat adanya Mark Up dalam pengerjaan proyek tersebut hanya saja pada saat proses tender pihak pemenang tender memberikan penawaran ± 18% dibawah harga HVS.yaitu sebesar 

Rp 2.939.399,- (Dua Miliar,Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta,Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

"Saya suda sampaikan dan tegaskan kepada pihak pemenang lelang bahwasanya,dengan nilai penawaran yang sudah di tawarkan tersebut jangan sampai mengurangi mutu dan kwalitas dari bangunan tersebut."ujar Selamet Oku dengan tegas.

Kita bersyukur lanjut Selamet Oku, pemenang tender dari proyek pengerjaan gedung Puskemas Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan dengan menggunakan anggaran ± 18% lebih murah dari harga HVS tersebut adalah Putra daerah Kabupaten Muara Enim sendiri.

"Besar harapan Kita dengan dikerjakannya proyek pembangunan gedung Puskemas Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan tersebut oleh putra Daerah bisa dapat menciptakan Lapangan kerja dan menambah pendapatan masyarakat sekitar." Ujar Selamet Oku.

Terkait dugaan adanya Mark Up pada proyek pembangunan gedung Puskemas Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan tersebut Denni Kristian Aktivis Anti Korupsi Kabupaten Muara Enim meminta kepada pihak penegak hukum agar kiranya dapat menelusuri dan menindak tegas para pelaku yang terbukti melakukan dugaan adanya Mark Up senilai Rp.642.812,- (Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta,Delapan Ratus Dua Belas Ribu Rupiah) pada proyek pembangunan gedung Puskemas Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan tersebut.

"Jika memang terbukti dugaan tersebut,tangkap dan Adili agar bisa memberi efek jera kepada pihak lain agar tidak melakukan hal yang sama di kemudian harinya."Pungkas Denni. (Asep/SN)

Share:

Mantan Sekwan PALI DPO Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran TA 2017 Berhasil Ditangkap


foto. (dok) Arif Firdaus 


PALI. SININEWS.COM -- Dikabarkan Kejaksaan Agung menangkap DPO kasus korupsi pengelolaan belanja daerah di Sekretariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) senilai Rp6 miliar lebih.


DPO tersebut bernama Arif Firdaus. Arif merupakan terpidana dalam kasus korupsi di kabupaten PALI propinsi Sumatera Selatan. Ia ditangkap tim Kejagung di wilayah Jabar.

Dikutip dari media INILAH KORAN Bandung, bahwa Arif Firdaus ditangkap di wilayah kabupaten Purwakarta Jawa Barat. 

"Arif Firdaus diamankan di wilayah Purwakarta, kemarin," kata Dodi Gazali Emil, KasiPenkum Kejati Jabar, saat dihubungi via ponselnya, Rabu 9 Februari 2022.

Dodi mengatakan Arif Firdaus ditangkap tim Kejagung dibantu dengan tim intelijen Kejati Jabar. Oleh tim gabungan ia langsung di bawa ke Jakarta dan direncanakan untuk dibawa ke Sumsel, untuk menjalani penahanan.

"Terpidana akan diberangkatkan ke Sumatera Selatan guna dilaksanakan eksekusi," katanya.

Arif sendiri sudah mendapat vonis 15 tahun bui. Saat akan dieksekusi ia mangkir dan melarikan diri.

Selama pelariannya, ia bersembunyi di sebuah rumah Kampung Babakan Pameungpeuk, Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Di rumah itu pulalah ia akhirnya tertangkap.

Kasusnya sendiri, ia terbukti melakukan tindak korupsi dalam pengelolaan belanja daerah di Sekretariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Perbuatannya merugikan negara sebesar Rp 6.115.822.424. (sn) 
Share:

Polisi Sigap Tenangkan Keluarga Korban yang Ngamuk Saat Rekonstruksi Pembunuhan Talang Tumbur


PALI. SININEWS.COM -- Saat Unit Pidum Satuan Reskrim Polres PALI menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pada Rabu (9/2/22) yang dilakukan tersangka Diding (27) Warga Talang Baru kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI terhadap pasangan suami istri yang sudah lanjut usia warga Talang Tumbur yang disaksikan puluhan keluarga korban diwarnai sedikit insiden. 


Pasalnya, diduga tidak kuasa menahan emosi setelah menyaksikan 30 adegan yang digelar, salah satu cucu korban mengamuk dan berupaya menyerang tersangka. 

Namun, anggota polisi yang mengawal jalannya rekonstruksi langsung sigap menenangkan keluarga korban.


Selain diwarnai insiden itu, isak tangis juga pecah dari sejumlah keluarga korban yang tak kuasa menyaksikan adegan yang cukup sadis yang diperagakan tersangka. 

"Saya berharap pelaku dihukum berat atau hukuman mati," kata salah satu keluarga korban.

Tetapi keributan yang sempat terjadi tidak berlangsung lama karena berhasil ditenangkan anggota polisi. Tersangka pun langsung dibawa ke sel tahanan dengan menggunakan kursi roda karena luka tembak dibagian kakinya belum sembuh. (sn/perry)
Share:

Sadis, Lampiaskan Sakit Hatinya Diding Belah Perut Korban


PALI. SININEWS.COM -- Sadis, apa yang dilakukan Diding Arianto (27) warga Talang Baru kelurahan Talang Ubi Barat kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memang cukup sadis. 


Pasalnya, karena memiliki dendam akibat diomeli korban bernama Marsidi (80) warga Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat saat tersangka meminta rambutan, tersangka langsung merencanakan untuk menghabisi nyawa korban serta istrinya.

Rencana tersangka pun dilakukan pada Minggu malam (2/1/22) lalu. Yang sebelumnya tersangka mengintai sekeliling rumah lalu mencongkel dinding rumah bagian belakang korban dengan kayu. 

Setelah masuk ke bagian dapur rumah korban, tersangka menemukan sebilah kapak lalu menuju kamar korban yang tengah tertidur. 

Pertama sekali tersangka mendekati Sumini (65) istri dari Marsidi, Sumini saat itu tengah tertidur lelap dengan posisi miring arah kanan dikamarnya yang terpisah dengan kamar suaminya. 

Tersangka tanpa basa basi langsung membacok ke arah bagian leher dan kepala korban dengan kapak yang digenggamnya. 

Korban Sumini pun menggelapar didalam kamarnya, lalu tersangka mendatangi kamar Marsidi yang saat itu juga tengah tertidur lelap dengan posisi telentang. 

Tanpa pikir panjang lagi, tersangka membacok ke arah muka korban secara membabi buta karena pikirannya sudah tertutup dendam. 

Mengetahui korban Marsidi sudah terluka parah dan tidak berdaya, kemudian tersangka kembali mendatangi korban Sumini lalu menariknya ke ruang tengah. 

Setelah itu, tersangka juga menarik korban Marsidi ke ruang tengah disatukan dengan korban Sumini. 

Lagi-lagi, tersangka membacokan kapaknya kearah dada korban Marsidi lalu ditarik kebagian parut sehingga perut korban terbelah, padahal korban telah meninggal dunia. 

Adegan-adegan sadis itu terungkap saat unit Pidum Satuan Reskrim Polres PALI menggelar rekonstruksi pembunuhan yang sempat menggemparkan warga Bumi Serepat Serasan. 

Diketahui ada 30 adegan yang diperagakan dengan mengadirkan beberapa saksi dan sejumlah Keluarga korban. 

"Motifnya adalah dendam karena tersangka sakit hati lantaran tidak diberikan rambutan saat tersangka meminta rambutan kepada korban Marsidi. Dari pengakuan tersangka, korban juga mengomeli tersangka," ungkap Kapolres PALI AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim AKP Marwan didampingi Kanit Pidum Ipda Fahri Persada STRK, Rabu (9/2/22).

Setelah melakukan aksinya, kedua korban ditutup dengan kain dan hendak dibakar.

"Dari pengakuan tersangka, korban yang telah tidak bernyawa hendak dibakar, tetapi saat mencari korek api tidak ditemukan. Lalu tersangka mencari dan mengumpulkan barang-barang berharga dengan niat menghilangkan jejak agar korban meninggal seolah-olah akibat perampokan. Tersangka pun meletakan kapak didekat dinding rumah dengan sebelumnya melumuri lumpur agar tidak ditemukan sidik jari," terangnya. 

Akibat perbuatannya, ditegaskan Kasat Reskrim tersangka terancam hukuman mati atau seringan-ringannya kurungan penjara 20 tahun. 

"Aksi tersangka adalah pembunuhan berencana dengan hukuman mati atau 20 tahun penjara," tandasnya. 

Diketahui sebelumnya bahwa pasca kejadian berdarah pada Minggu (2/1/22), unit Pidum Satuan Reskrim Polres PALI berhasil menangkap pelaku kurang dari 2 X 24 jam, saat pelaku hendak melarikan diri ke wilayah Muba. Pelaku ditangkap di perbatasan PALI-Muba di wilayah Kecamatan Penukal Utara. 

Pelaku pun dihadiahi timah panas lantaran melawan anggota polisi saat hendak ditangkap. (sn/perry)
Share:

Susuri Aliran Air, Wabup dan Sejumlah OPD PALI Cari Solusi Banjir


PALI. SININEWS.COM -- Memecahkan permasalahan banjir dan longsor yang kerap terjadi di sejumlah titik dalam wilayah kecamatan Talang Ubi, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo melalui Wakil Bupati Drs H Soemarjono bersama kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Damkar, Dishub, Satpol-PP, Dinas PU, Dinas Perkim serta sejumlah OPD terkait lainnya turun ke lokasi mengecek dan mencari penyebab banjir.


Ada beberapa titik yang ditinjau Wabup serta rombongan, yakni Simpang Empat, Talang Miring Kelurahan Talang Ubi Timur, Talang Pipa kelurahan Talang Ubi Barat, Jembatan Sungai Abab samping Kantor Dinas Pendidikan, Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat dan terakhir di Rejosari kelurahan Talang Ubi Utara. 



Dalam mencari solusi banjir, Wabup bersama rombongan tak segan menyusuri anak sungai dan drainase untuk memastikan aliran air lancar dan ketika mendapati drainase kurang memadai, Wabup memerintahkan Dinas PU untuk mencatat dan mencarikan solusinya. 


"Kita hari ini meninjau sejumlah lokasi yang biasa terjadi banjir ketika musim penghujan dan mengajak sejumlah OPD terkait untuk mencarikan solusinya agar masyarakat terbebas dari banjir," ujar Wabup, Selasa (8/2/22).


Ditambahkan Wabup untuk penanganan banjir, pihak BPBD, Dinsos dan Dinkes serta OPD lainnya telah berupaya keras selalu siaga dilokasi banjir, namun untuk pemecahan masalahnya, secara teknis dari Dinas PU yang akan menjawabnya. 



"Insyaallah pada Jum'at mendatang kita akan rapat koordinasi dengan OPD terkait guna langkah apa yang akan diambil dalam menuntaskan masalah banjir juga longsor," tukas Wabup. 


Dari hasil pengecekan, Wabup akui ada dibeberapa titik terkendala drainase yang tidak mampu menampung dan mengalirkan air hujan.


"Contoh di Simpang Empat adalah kurang besarnya volume gorong-gorong dan drainase. Pasalnya, dari beberapa penjuru, air deras kala hujan turun ke arah Simpang Empat, sementara drainase serta gorong-gorong terlalu kecil," terangnya. 



Untuk pelaksanaan perbaikan saluran air atau kendala lainnya agar masalah banjir bisa diatasi, Wabup menyatakan bahwa diupayakan menggunakan anggaran perubahan atau melalui BanGub karena pada anggaran induk tidak memungkinkan. 


"Namun untuk pembersihan sungai, kita ajak perusahaan melalui CSRnya. Karena aliran sungai terlihat dangkal dan terdapat banyak sampah. Mudah-mudahan dengan keroyokan seperti ini permasalahan banjir bisa diatasi. Juga kepada masyarakat agar jaga lingkungan sekitar tetap bersih dan jangan buang sampah sembarangan terlebih ke dalam sungai agar aliran air lancar," tutupnya.(sn/adv)

Share:

Rencana Pembangunan tahun 2022, Komisi II DPRD PALI Sampaikan Beberapa Usulan


PALI. SININEWS.COM -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Mulyadi STP meminta pemerintah kabupaten PALI dalam pengelolaan anggaran tahun 2022 ini terutama pembangunan infrastruktur agar melaksanakan pembangunan skala prioritas.

Pasalnya ada sejumlah titik akses vital masyarakat yang saat ini alami kerusakan yang perlu segera dilakukan perbaikan atau dibangun. 



"Seperti jalan penghubung Desa Purun kecamatan Penukal dengan kecamatan Tanah Abang dan Jalan Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara menghubungkan ke desa Air Itam kecamatan Penukal," ujar Mulyadi, Senin (7/2/22).


Ditambahkan Mulyadi bahwa pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas PU juga dalam pelaksanaan pembangunan fisik harus mengacu pada RPJMD.


"Pada RPJMD tertera mengutamakan peningkatan jalan. Seperti jalan yang telah di cor beton ditingkatkan dengan mengaspal diatasnya dan apabila jalan itu masih tanah maka harus dicor beton agar akses masyarakat makin lancar," tukasnya. 



Selaku anggota Dewan yang berfungsi melakukan pengawasan, Mulyadi menyatakan siap mengawal setiap pelaksanaan pembangunan.


"Harapan kami setiap pembangunan terlaksana sesuai perencanaan dan pihak ketiga harus mengutamakan kualitas. Dan kepada dinas PU harus sering-sering memantau setiap pelaksanaan pembangunan agar uang negara yang dikeluarkan tidak disalahgunakan," harapnya. (sn/adv)

Share:

Komisi I DPRD PALI Ajak Warga Eks Desa Persiapan Tetap Dukung Program Pemerintah


PALI. SININEWS.COM -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari komisi I yang bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menyarankan desa persiapan yang gagal mekar untuk legowo dan tetap mendukung program-program pemerintah dan melanjutkan pembangunan yang saat ini tengah berjalan.


"Saya mendukung pemekaran desa agar terwujud pemerataan pembangunan serta memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi. Namun, dalam pelaksanaan usulan yang telah diajukan 26 desa persiapan dan telah mendapat nomor register dari pemerintah provinsi, rupanya syarat masih kurang setelah melalui evaluasi," ujar Aswawi, Senin (7/2/22).



Aswawi juga menyatakan tidak menutup kemungkinan desa persiapan untuk kembali mengajukan pemekaran asalkan usulan itu sudah memenuhi syarat.


"Kalau memenuhi syarat, sah-sah saja, desa persiapan yang saat ini gagal bisa kembali mengajukan usulan pemekaran. Dan saya juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan pengecualian pada desa persiapan yang letak geografisnya jauh dari desa induk, seperti desa Jerambah Besi, Simpang Solar, Batu Tugu dan Simpang Tiga Babat," tukasnya. 


Pasca pengembalian desa persiapan ke desa induk, disarankan Aswawi agar DPMD gerak cepat memantau atau mengarahkan desa induk terutama kepala desanya agar kembali merangkul desa persiapan supaya masyarakat tidak kebingungan dalam mengurus keperluannya. 



"Kades juga harus gerak cepat menunjuk kepala dusun supaya pemerintahan berjalan. Karena penunjukan Kadus mutlak wewenang Kades. Tetapi apabila ada penambahan Kadus, maka harus cepat diusulkan ke Camat atau DPMD," sarannya. 


Pasca dikembalikan lagi ke desa induk, dari 26 Desa Persiapan masih ada desa persiapan yang hingga saat ini belum ada pemerintahan tingkat dusun. Tentu saja hal itu membingungkan masyarakat lantaran bingung harus kemana ketika ada keperluan mengurus administrasinya. 


Seperti pada eks Desa Persiapan Jerambah Besi kecamatan Talang Ubi, yang saat ini dikembalikan ke desa Karta Dewa. Dimana diakui sejumlah mantan perangkat desa bahwa belum ada penunjukan dari kepala desa untuk memimpin di dusun tersebut. 


"Belum ada Kadus di sini (Jerambah Besi), padahal desa kami dikembalikan sejak pemberitahuan dari DPMD keluar. Warga pun masih ada yang datang ke kami untuk mengurus keperluannya, namun kami tolak dan kami arahkan ke desa induk," ujar salah satu mantan perangkat desa tersebut.


Sementara itu, Yan Amran Kepala Desa Karta Dewa mengatakan bahwa penunjukan Kadus di Dusun Jerambah Besi harus melalui persetujuan Camat dan DPMD mengingat ada empat Kadus yang akan diusulkan. 


"Sebelum mekar Jerambah Besi hanya ada satu Kadus  namun pasca pemekaran, ada penambahan jumlah kepala keluarga (KK), yakni ada 400 KK lebih. Dan sesuai jumlah KK itu kami usulkan 4 Kadus, tetapi usulan itu harus disetujui terlebih dahulu oleh Camat dan DPMD," kata Kades. 


Terpisah, Ari Mediansyah Kepala Desa Babat kecamatan Penukal mengaku Pemdes Babat telah menunjuk 10 Kadus di dua desa eks Desa Persiapan. 


"Ada dua desa persiapan di desa kami yang dikembalikan lagi ke desa induk. Tetapi untuk mengisi kekosongan itu kami tunjuk 10 kadus, dimana sebelum pemekaran hanya ada 8 Kadus. Penunjukan itu melalui musyawarah dan usulan ke camat serta DPMD," terangnya. (sn/adv)

Share:

Alhamdulillah, Insentif Imam Mudim Guru Ngaji di PALI Bulan Depan Caer


PALI. SININEWS.COM -- Kabar gembira bagi seluruh pengurus Masjid dan guru ngaji atau ustadz/ustadzah serta pendeta juga pengurus Gereja yang ada di Bumi Serepat Serasan, pasalnya sebentar lagi insentif bagi penggiat agama itu segera caer melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Hal itu disampaikan Kepala Bagian Kesra, Junaidi Senin (7/2/22). Menurut Junaidy bahwa pencairan insentif terhadap pengurus tempat ibadah dan guru agama akan langsung di transfer ke rekening masing-masing. 


"Untuk jumlah penerima ada 1.200 lebih, dan masing-masing menerima sebesar Rp 250 ribu per bulan dan akan kita cairkan selama tiga bulan, terhitung Januari, Februari dan Maret 2022," ungkap Junaidi.


Diakuinya untuk insentif tahun 2021 lalu mengalami refocusing karena adanya covid-19. "Anggaran untuk insentif pengurus tempat ibadah juga guru agama dialihkan untuk penanganan covid-19 tahun 2021 lalu. Tetapi tahun 2022 ini kembali kita salurkan ke penerima," tukasnya. 


Dengan adanya insentif ini, Junaidi berharap menjadi penyemangat penggiat agama dalam menyiarkan agama di Bumi Serepat Serasan dan mendidik generasi penerus dengan ilmu agama. 


"Meski tidak besar nominal yang diterima, tetapi harapan kami dapat membantu imam, mudim, guru ngaji serta pendeta juga pengurus gereja. Dan inilah bentuk kepedulian pemerintah kabupaten PALI terhadap siar agama di Bumi Serepat Serasan. Untuk penerima insentif ini, baru Imam, Mudim dan uztadz/ustadzah serta pengurus gereja, sementara pengurus agama lain belum ada yang mendaftar," terangnya. 


Sementara itu, Marzas, salah satu Imam di salah satu Masjid di kecamatan Talang Ubi memberikan apresiasinya terhadap kepedulian pemerintah terhadap pemuka agama. 


"Tentu saja menjadi penyemangat kami khususnya untuk terus meningkatkan ibadah. Serta harapan kami pemberian insentif ini terus berkesinambungan," harapnya. (sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts