Bupati Sebut Tahun 2021 Pemerintah PALI Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Ditengah Pandemi


PALI. SININEWS.COM -- Meski pun dampak adanya pandemi covid-19 menyasar hampir disemua sektor usaha yang menggoyahkan perekonomian kerakyatan, tetapi pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021, padahal pada tahun 2021 lalu merupakan puncak dari pandemi global covid-19. 


Capaian itu disampaikan Bupati PALI H Heri Amalindo saat menyampaikan nota pengantar Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati tahun anggaran 2021 dihadapan anggota DPRD PALI dalam rapat paripurna DPRD, Senin (11/4/22).

Capaian kinerja makro pemerintah daerah tahun 2021 dengan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu indeks Pembangunan manusia mencapai 64,88 poin meningkat sebesar 0,18 poin dari tahun 2020 sebesar 64,70 poin. Angka IPM kabupaten PALI masih dibawah rata-rata IPM propinsi Sumatera Selatan sebesar 70,24 persen. 

"Kemudian angka kemiskinan sebesar 12,92 persen meningkat sebesar 0,29 persen dari tahun 2020 dan merupakan dampak dari adanya wabah covid-19," terang Bupati. 

Ditambahkannya bahwa Pemkab PALI juga berhasil menurunkan angka pengangguran di tahun 2021.

"Angka pengangguran sebesar 3,61 persen turun sebesar 0,13 persen dari tahun 2020," imbuhnya. 

Selanjutnya Bupati menyampaikan capaian keberhasilan di bidang ekonomi yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 2,18 persen meningkat sebesar 1,90 persen dari tahun 2020.

"Juga Rasio GINI sebesar 0,331 turun sebesar 0,001 dari tahun 2020 yakni 0,332 dan masih dibawah provinsi sumatera selatan dengan nilai rasio GINI sebesar 0,34," tutupnya. (sn/perry)
Share:

Peternak di PALI Tidak Harus Beli Pakan, Ini Solusinya


PALI. SININEWS.COM -- Bagi masyarakat yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan yang menggeluti usaha sampingan sebagai peternak ikan atau ayam tidak lagi harus sepenuhnya menyediakan pakan ternaknya dengan cara membeli. Pasalnya, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo saat ini sudah memberikan contoh bahwa peternak bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada sebagai bahan pakan ternaknya. 


Upaya yang dilakukan Bupati PALI saat ini adalah membudidayakan maggot disekitar halaman rumahnya di kawasan Simpang Raja kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi. 


Maggot sendiri adalah organisme yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) dan dihasilkan pada metamorfosis fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang nantinya akan menjadi BSF dewasa.


"Menggeluti peternakan memang harus menyiapkan kebutuhan pakan sekitar 60 persen. Untuk siasati pengeluaran biaya pakan, kami coba kembangkan ulat maggot ini, dan rupanya cukup mudah," ujar Bupati, Senin (11/4/22).



Cara membudidayakan maggot dijelaskan Bupati sangat mudah dan tidak memerlukan tempat luas, hanya perlu memancing lalat BSF untuk datang dan bertelur dengan cara membuat pakan dari dedak padi halus dicampur bumbu masak, seperti kaldu ayam dan EM4 atau Yakult.


"Lalat BSF ada disekitar kita, tapi bukan lalat pemakan kotoran, namun lalat tentara hitam yang mencari tempat bertelur yang memiliki aroma permentasi sebagai makanan setelah telur BSF menetas menjadi maggot. Ketika kita memancing lalat BSF dengan aroma permentasi, mereka datang sendiri dan kita hanya menyiapkan baki atau tempat untuk berkembang biak. Siklus BSF menjadi maggot terbilang cepat kemudian menjadi pupa dan berubah kembali jadi lalat BSF,"  terangnya. 


Dengan cepatnya proses budidaya maggot itulah menjadi peluang peternak menghemat pengeluaran biaya pakan. Sebab, menurut Bupati maggot selain bisa dibudidayakan sendiri dengan bermodalkan dedak padi dipermentasi juga kaya protein dan lemak yang sangat dibutuhkan hewan ternak dalam masa pertumbuhannya. 


"Kalaupun dijadikan usaha juga bisa, karena maggot mempunyai nilai jual tinggi yang tentunya akan menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat,"ajaknya .(sn/perry)

Share:

Tangkal Budaya Negatif, Hj Sri Kustina Sosialisasikan 4 Pilar Kehidupan di Desa Babat PALI


PALI. SININEWS.COM -- Kemajuan teknologi saat ini memang membawa dampak bagi kemajuan dari berbagai sektor kehidupan, namun dibalik itu harus diantisipasi masuknya budaya negatif dari era globalisasi. Dimana saat ini semua informasi mudah dan cepat masuk disemua kalangan termasuk generasi muda. 


Untuk antisipasi masuknya budaya negatif itu, anggota MPR-RI Ir Hj Sri Kustina terjun ke tengah-tengah masyarakat guna mensosialisasikan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Pada kegiatan sosialisasi itu, Hj Sri Kustina mendatangi masyarakat Desa Babat kecamatan Penukal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) provinsi Sumatera Selatan pada Senin (28/3/22) dengan peserta terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang diwakili oleh kelompok pelajar, karang Taruna, kelompok pemuda dan olahraga, Ibu-ibu PKK, kelompok pengajian, perangkat desa dan tokoh masyarakat dan ulama.



Sebelum pemaparan sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang disampaikan narasumber, Hj Sri Kustina mengenalkan diri kepada peserta yang hadir bahwasanya dirinya sebagai anggota MPR-RI mempunyai tiga tugas utama, yakni memasyarakatkan ketetapan MPR, memasyarakatkan Pancasila dan UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika serta menyerap aspirasi masyarakat. 


"Oleh karena itu, sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dilaksanakan oleh saya dan anggap MPR-RI lainnya. Ini menunjukkan adanya tanggungjawab bersama dalam memberikan pemahaman tentang nilai-nilai luhur bangsa," ujar anggota MPR-RI dari Dapil Sumsel II yang meliputi 11 kabupaten/kota.



Pentingnya sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah pemilihan anggota MPR-RI, dijelaskan Hj Sri Kustina adalah dalam rangka membangun sumber daya daerah agar seluruh penyelenggara pemerintahan dalam proses membangun daerah dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa.


"Sebagaimana yang terdapat di dalam 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa, perlu kiranya ini terus disampaikan kepada penyelenggara pemerintahan juga kepada seluruh elemen masyarakat. Dan sosialisasi ini juga untuk menangkal budaya negatif yang masuk ke kalangan generasi bangsa. Oleh karena itu, saya harapkan kepada seluruh peserta untuk menyimak baik-baik apa yang disampaikan narasumber," pesan Hj Sri Kustina yang juga istri dari Bupati PALI H Heri Amalindo. (sn)

Share:

Satgas BBM Polres PALI Terus 'Pelototi' Distribusi Solar


PALI. SININEWS.COM  –  Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) terus meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan Pemerintah Daerah (Pemda). Khususnya, dalam upaya mengamankan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.


Adapun selisih yang tinggi menjadi salah satu pemicu konsumen solar non subsidi beralih ke solar subsidi. Sehingga hal ini berdampak pada kuota solar yang sudah ditetapkan pemerintah.


Satgas BBM Polres PALI lakukan pemantauan kendaraan yang antri Solar subsidi di semua SPBU di Kab PALI guna mencegah penyelewengan BBM jenis Solar. Senin (11/04/2022).


Kapolres PALI AKBP Efrannedy, S.I.K., M.A.P.  menegaskan, bahwa pihaknya akan menindak tegas kepada oknum-oknum yang melakukan penimbunan solar. “Jadi kalau di wilayah kita memang ada oknum yang melakukan penimbunan, maka kita akan melakukan penindakan,” jelasnya.


“Kita tetap lakukan pemantauan apabila nanti datang pengisian, kita akan tempatkan petugas-petugas kita di SPBU-SPBU untuk mengantisipasi adanya penyelewengan BBM jenis Solar” tambah Kapolres PALI. (sn) 

Share:

Bupati PALI Telah Prioritaskan Pembangunan di Tahun 2021, Apa Sajakah?


PALI. SININEWS.COM -- Pemerintah Daerah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah menetapkan prioritas pembangunan yang bertujuan untuk memfokuskan rencana pembangunan daerah dalam rangka mencapai visi misi kabupaten PALI sesuai indikator kinerja pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2016-2021.


Hal itu disampaikan Bupati PALI H Heri Amalindo saat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten PALI, Senin (11/4/22) dengan agenda membahas Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati PALI tahun anggaran 2021.


"Pada tahun 2021 telah ditetapkan prioritas pembangunan antara lain, percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan kapasitas dan daya saing ekonomi rakyat," ujar Bupati. 

Kemudian prioritas pembangunan lainnya disebutkan Bupati adalah percepatan Pengentasan Kemiskinan, peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

"Selanjutnya adalah pemerataan infrastruktur wilayah yang berwawasan lingkungan berkelanjutan. Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik," terangnya  

Sementara pada rapat paripurna DPRD PALI dipimpin langsung ketua DPRD PALI H Asri AG dihadiri 17 anggota dari 25 anggota dewan yang ada serta sejumlah kepala OPD dan Forkopinda dilingkup Pemkab PALI. (sn/perry)
Share:

PALI Ultah ke-9, Begini Penilaian Tokoh Muda Lematang


PALI. SININEWS.COM -- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebentar lagi memasuki usia ke-9, tepatnya tanggal 22 April. Dengan usia yang ke-9 tahun itu, pemerintah kabupaten PALI dibawah kepemimpinan H Heri Amalindo terus melakukan upaya percepatan pembangunan diberbagai sektor, baik fisik maupun Sumber Daya Manusia (SDM). 

Bentuk dari keseriusan pemerintah kabupaten PALI dalam menggenjot pembangunan untuk mengejar ketertinggalan tentu saja mendapat apresiasi dari tokoh muda Lematang, Aka Cholik Darlin S.Pdi SH MM.

"Dalam mewujudkan PALI cemerlang sangat terasa dari berbagai inspratruktur yang terus di bangun di bawah kepemimpinan H Heri Amalindo. PALI saya nilai sudah cukup maju dari sektor pendidikan , kesehatan dan pertanian," ungkap Aka Cholik yang juga ketua umum FAKAR Lematang Sumsel, Minggu (10/4/22).

Kemajuan itu terwujud dikarenakan didukungnya infrastruktur yang cukup baik, baik jalan maupun fasilitas gedung.

"Harapan kedepannya saya kira Pemkab PALI untuk segera menfokuskan bangun perkantoran terutama kantor Bupati dan OPD lainya. Selama ini kita bangga H Heri Amalindo mengutamakan jalan rakyat daripada kantor bupati, tetapi tahun depan perlu dianggarkan dan yang terpenting kedepannya berharap kepada Ormas, LSM , jurnalis, aktivis, pengusaha, politisi dan birokrasi mampu berkolaborasi dengan bijak mengedepankan kepentingan orang banyak daripada golongan atau pribadi. Intinya SDM kita perlu di tingkatan baik secara akademis maupun secara non akademis atau etika adab dalam mewujudkan kebersamaan untuk PALI kedepannya," harap Aka Cholik yang juga mantan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD PALI itu.  (sn/perry)

Share:

DADAR JIWO & SRIKAYA KETAN ” Edisi Kuliner bingen (Lamo) Palembang

(Mahasiswi Gizi FKM Unsri dan Penulis Buku Palembang Heritage Food: The Insider stories)

“ DADAR JIWO”

Perjalanan kami selama menjadi volunteer gerakan pelestarian makanan Bingen sangat  berkesan secara  mendalam dan sangat tak terlupakan bagi kami. Di beri kesempatan untuk mengetahui dan mempelajari salah satu makanan Bingen merupakan hal yang sangat kami apresiasi selama kegiatan volunteer gerakan pelestarian makanan Bingen berlangsung.  Bertemu dengan orang-orang hebat yang menjaga kelestarian makanan Bingen agar tetap eksis sampai dengan sekarang. Salah satu tokoh yang melestarikan makanan Bingen  yang kami jumpai kala itu adalah Wak Ibuk (Ibuk Luya) ia seorang pelestari makanan Bingen (lamo) 'Dadar Jiwo'. Wak Ibuk (Ibuk Luya) lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang dan sudah berjualan sejak ia masih muda. Ia juga berkata bahwa usahanya ini merupakan turun temurun di keluarga nya. Kami memulainya dengan membuat adonan Dadar jiwo dari tepung terigu dan telur kemudian di beri sedikit pasta  berwarna kuning agar tidak terlihat pucat, pembuatan isi dadar jiwa yaitu dari tumis pepaya muda  susai resep  Wak Ibuk (Ibuk luya). Penasaran gimana caranya, kami tak tunggu diam, Wak Ibuk (Ibuk Luya) dengan telatennya mengajari kami, ia berharap ada anak-anak muda yang bisa menjadi  penerus ilmu Wak Ibuk (Ibuk luya) dan Makanan Khas Bingen ini akan terus mengalami eksistensinya

Apa itu Dadar Jiwo ?

Dadar Jiwo merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari  tepung terigu dan isian tumis pepaya muda. Dadar jiwo ini cukup mirip bentuknya dengan dadar gulung yang biasa kita lihat namun dadar jiwo memiliki keunikan yaitu rasanya gurih, berwarna kuning dan isiannya menggunakan tumis pepaya seperti isian pempek pistel serta ditaburi bawang, daun kucai (gando) dan irisan 

cabai merah dipermukaannya. 

Dadar Jiwo dibuat dengan 2 Tahap :

1). Tahapan Pembuatan Kulit Dadar Jiwo :

- Masukan tepung terigu kedalam wadah beri sejumput garam, masukan telur dan minyak goreng secukupnya.

- Aduk sampai tidak ada gumpalan dan sedikit cair, kemudian beri pasta sampai warna kekuningan.

- Panaskan teflon dengan sedikit olesan minyak, kemudian tuang adonan kedalam teflon dengan rata dan tipis.

- Jika sudah matang angkat dan taruh di nampan.

2). Tahapan Pembuatan Isian:

- Kupas kulit pepaya muda dan cuci hingga bersih

- kemudian parut serut pepaya yang sudah dibersihkan

- siapkan santan kental

- Haluskan bawang putih lalu panaskan sedikit minyak, jika sudah panas tumis bawang putih yang sudah yang sudah dihaluskan

- Jika sudah tercium bau wangi, masukkan parutan pepaya muda kemudian tambahkan lada bubuk, penyedap rasa, sejumput garam, dan santan kental selanjutnya tumis hingga matang. 

Langkah selanjutnya yaitu pembentukan adonan yang sudah di bentuk tadi kemudian di beri isian kemudian di bentuk seperti proses pembentukan risol/roket.

Nilai Gizi Dadar Jiwo 

Dadar jiwo adalah makanan yang terbuat dari gandum,telur dan isian dari tumisan 

pepaya. Dadar jiwo hampir mirip dengan dadar gulung namun berbeda dari segi warna,rasa, dan isiannya. Dadar jiwo mengandung karbohidrat dan protein yang baik untuk kesehatan. Berikut adalah kandungan gizi yang terdapat pada dadar jiwo

Nutrition Fact 

Kamu bisa main ke Kampung Kuliner Bingen ,lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang  untuk ketemu Wak Ibuk (Ibuk Luya) untuk belajar pembuatan Dadar Jiwo.

“SRIKAYA KETAN ”

Pada kesempatan berikutnya kami bertemu dengan seseorang lagi yang turut menjaga kelestarian makanan Bingen agar tetap eksis sampai dengan sekarang. Ia memperkenalkan dirinya dengan sebutan Ibuk Cik (Ibuk Fatma) ia seorang pelestari makanan Bingen (lamo) 'Srikaya Ketan’. Ibuk Cik (Ibuk Fatma) tinggal di lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang dan sudah berjualan sejak ia masih muda. Ibu cik memulai usahanya dengan cara  menerima pesanan srikayaa ketan sudah sejak lama yaitu kisaran 20 tahun, beliau mendapatkan resep srikaya ketan dari orang tua dimana resep tersebut sudah turun menurun dari keluarganya. Kami memulainya dengan membasuh dan merendam ketan lalu mengukusnya, kami sangat penasaran dan antusias untuk mengetahui bagaimana cara proses pembuatannaya, hingga kami tak tunggu diam saja, Ibuk Cik (Ibuk Fatma) dengan telatennya mengajari kami, ia berharap ada anak-anak muda yang bisa menjadi  penerus nya sehingga ilmu dan Makanan Khas Bingen ini akan terus mengalami perkembangan. 

Apa itu Srikaya Ketan ?

Srikaya Ketan merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari ketan, santan, daun pandan, telur, dan gula. Srikaya Ketan memiliki ciri khas yaitu berbau pandan yang sangat menggugah selera.

Srikaya Ketan dibuat dengan 2 Tahap :

Tahap membuat Ketan:

Kukus beras ketan 15 menit di atas api sedang. 

Rebus santan, daun pandan, dan sambil diaduk sampai mendidih. 

Angkat dan tambahkan beras ketan. Aduk sampai meresap.

Kukus di atas api sedang 30 menit sampai matang ke dalam koyang dengan ukuran 22x22x3 cm yang sudah diberi alas plastik.  

Tekan-tekan sambil dipadatkan

2. Tahap membuat Srikaya:  

Aduk rata santan, garam, pasta pandan, dan gula pasir sampai larut. Saring.

Tambahkan maizena. Aduk rata. Sisihkan.

Kocok lepas telur. Masukkan campuran santan sedikit demi sedikit sambil

diaduk rata. Tuang ke atas ketan. 

Kukus di atas api kecil selama 40 menit hingga matang.

Nilai Gizi Srikaya Ketan

Srikaya ketan adalah makanan yang terbuat dari ketan, santan, tepung maizena dan telur. Ketan memiliki protein yang tinggi dan memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh salah satunya adalah meningkatkan metabolisme dan menyehatkan jantung. 

Nutrition Fact

Kamu bisa main ke Kampung Kuliner Bingen ,lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang  untuk  bertemu Ibuk Cik (Ibuk Fatmta)  untuk belajar pembuatan Srikaya Ketan.

Share:

Keren, AXS Muara Enim Peduli Sesama

MUARA ENIM, SININEWS.COM-- Kepedulian sosial terhadap sesama kembali ditunjukkan Komunitas Avanza Xenia Solution (AXS) Muara Enim. Pada Jum'at 8 April 2022, Mereka menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran Kemayoran Muara Enim Dan pasar baru Tanjung Enim yang terjadi Minggu lalu.

Mengetahui kejadian tersebut, Komunitas AXS Muara Enim melakukan pembukaan donasi, Berlangsung sejak 22 Maret 2022 hingga 30 Maret 2022, Total donasi yang terkumpul sebanyak Rp1.025.000 (Satu juta dua puluh lima ribu rupiah). Bantuan itu lalu disalurkan secara langsung oleh beberapa member AXS kepada korban di lokasi bencana kebakaran.

”Seluruh donasi yang terkumpul telah kami salurkan di dua lokasi, pertama di Kemayoran Muara Enim pada Jum'at 01 April 2022 dan yang kedua pasar baru Tanjung Enim pada hari ini Jum'at 08 April 2022” tutur om Asep, Admin AXS Muara Enim.

Ia berharap bantuan yang diserahkan dapat membantu mengurangi beban yang dialami korban kebakaran. “Dengan adanya bantuan yang diberikan ini, walaupun jumlahnya tidak seberapa, dapat membantu mengurangi beban korban” ucap om Asep.

Ali munsyir atau yang akrab disapa Wo Cha Ang Member AXS Muara Enim menyebut bantuan ini menjadi wujud nyata dari itikad Komunitas AXS untuk membantu sesama yang ditimpa musibah.

Pak Fideraini RW 02 pasar 1 muara Enim  dan Pak RT pasar baru Tanjung Enim Sebagai perwakilan penerima donasi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada komunitas AXS Muara Enim dan seluruh donatur,  “Terima kasih banyak bantuannya, Semoga Allah membalas kebaikan para donatur ” ujar Pak RT dan Pak RW dan beberapa korban , haru. (Asep)

Share:

Komitmen Bantu Masyarakat Lunas Jaya, PT Servo Serahkan Alkes ke Polindes


PALI. SININEWS.COM --  Menindaklanjuti hasil kesepakatan antara pihak PT Servo Lintas Raya (SLR)  dan masyarakat Lunas Jaya kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), perusahaan yang bergerak dibidang tambang serta angkatan batubara menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan kepada  Pos Kesehatan Desa (Polindes) desa Lunas Jaya pada (Jum'at (8/4/22).


Serah terima alat kesehatan diterima Kepala Puskesmas Tanah Abang dr Muhtazirin diserahkan langsung oleh Humas PT SLR Yayan Suhendri.

"Bantuan ini untuk menunjang fasilitas kesehatan masyarakat pada Polindes Lunas Jaya. Alat kesehatan tersebut adalah fasilitas yang dibutuhkan Polindes, selaras dengan hasil pertemuan antara perusahaan dan warga Lunas Jaya di ruang Sekda PALI pada tanggal 17 maret 22 lalu," ujar Yayan.

Dimana dijelaskan Yayan bahwa ada salah satu isi kesepakatan itu perusahaan bersedia membantu pelayanan fasilitas kesehatan masayarakat.

"Sesuai pada berita acara kesepakatan, yang pada intinya perusahaan siap membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Kami berharap bantuan alat kesehatan ini dapat bermanfaat bagi warga desa Lunas Jaya," harapnya. 

Sementara itu dr Muhtazirin memberikan apresiasinya terhadap komitmen perusahaan yang telah menepati janjinya.

"Tentu saja dengan apa yang telah dilakukan perusahaan kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan tersebut. Memang alat kesehatan itu ada disediakan pemerintah namun masih kekurangan. Dengan bantuan ini, kami akan memanfaatkannya untuk membantu masyarakat Lunas Jaya," katanya. (sn/perry)
Share:

Ribet, Pedagang di PALI Ogah Jual Minyak Goreng Curah


PALI. SININEWS.COM -- Sejumlah pedagang di pasar Inpres Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengaku enggan menjual minyak goreng curah bersubsidi lantaran ribet mengurus pasokan apabila ingin menjual minyak goreng murah tersebut. 


Pasalnya, mendatangkan minyak goreng curah, harus melalui beberapa persyaratan tertentu diantaranya pedagang harus memiliki NPWP belum lagi ongkos kirim harus ditanggung pedagang. 

"Mending jual minyak goreng kemasan premium. Pasokan selalu ada dan meski harga mahal tapi tidak ribet," ujar Jayari, salah satu pedagang Sembako di pasar Pendopo, Jumat (8/4/22).

Ditambahkannya bahwa selain ribet dan ongkos kirim ditanggung pedagang, modal dan penjualan tidak sebanding dengan keuntungan. 

"Harga harus ikuti aturan pemerintah kalau jual minyak goreng curah, sementara modalnya selisih tipis dengan harga penjualan, sementara kita harus mengeluarkan biaya tambahan selain ongkos kirim, contohnya biaya plastik pembungkus, kemudian harus menimbang yang tentunya perlu tenaga dan waktu. Untuk itu, saya pribadi enggan memjual minyak goreng curah," tukasnya. 

Sementara itu, dari penelusuran media ini di pasar pendopo, ada beberapa pedagang kecil menjual minyak goreng curah, tetapi harganya diatas Rp 20.000 per liter masih jauh dari harga anjuran pemerintah yang menetapkan Rp 14.000 per liter (sn/perry)




Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts