Diusianya ke-9 PALI Tunjukkan Kemajuan, Gubernur Sumsel Pun Yakin PALI Akan Jadi Kabupaten Besar


PALI. SININEWS.COM -- Memiliki potensi yang cukup mendukung untuk dikembangkan, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru yakin kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan menjadi kabupaten besar dan lokasi yang strategis berada di tengah-tengah provinsi Sumatera Selatan bukan tidak mungkin impian menjadi Bruneinya Sumatera akan terwujud. 


Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan saat hadiri Rapat Paripurna DPRD PALI dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten PALI yang ke-9, Jum'at (22/4/22).

"Saya telah melihat betapa banyak potensi-potensi yang dimiliki kabupaten PALI ini, kalau dikembangkan saya yakin PALI akan menjadi kabupaten besar asalkan rukun dan solid. Menjadi Bruneinya Sumatera juga bukan tidak mungkin terwujud mengingat PALI berada pada segitiga emas provinsi Sumatera Selatan," ujar Gubernur. 


Atas capaian yang telah ditunjukkan pemerintah kabupaten PALI dibawah kepemimpinan H Heri Amalindo, Gubernur memberikan apresiasinya karena telah banyak perubahan yang dialami kabupaten pecahan dari kabupaten Muara Enim itu. 

"Keberhasilan ini adalah berkat capaian pemimpinnya dengan didukung seluruh elemen. Dan dari provinsi juga telah membantu kabupaten PALI. Bantuan itu bukan karena gubernur baik tapi memang sangat dibutuhkan masyarakat. Seperti contoh pembangunan jalan penghubung PALI-Musirawas, dimana jalur itu cukup strategis untuk meningkatkan perekonomian dua daerah itu," tambah Gubernur. 

Gubernur juga memuji pegawai yang bekerja di kabupaten PALI karena mereka rela menempati kantor yang masih menyewa karena mengutamakan pembangunan infrastruktur publik. 


"Terus terang saya terharu terhadap pegawai di PALI yang rela mengutamakan pembangunan infrastruktur ketimbang membangun perkantoran, terlebih lagi anggota dewan yang terhormat yang masih menempati kantor yang sederhana. Tetapi mudah-mudahan kedepan Pemkab PALI segera melaksanakan pembangunan perkantoran agar pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal," harapnya. 

Sementara itu Bupati PALI mengatakan bahwa pembangunan yang telah dicapai adalah berkat dukungan semua anggota DPRD, elemen masyarakat dan stakeholder. 

"Akan menjadi sangat istimewa ketika anggota DPRD, masyarakat dan stakeholder lainnya mampu selaras dalam mewujudkan PALI yang lebih baik. Kami juga sampaikan apresiasi terhadap semua lapisan masyarakat dan semua lembaga yang telah mendukung program pemerintah yang telah berjalan," kata Bupati. 

Diakui Bupati bahwa pembangunan yang telah berjalan juga tidak lepas dari bantuan Gubernur Sumatera selatan.

"Meski pandemi covid-19, gubernur Sumsel telah membantu pembangunan di kabupaten PALI, dimana tahun 
2020 gubernur telah membantu kabupaten PALI sebesar Rp 50 miliar lebih dan tahun 2021 sebesar Rp 80 miliar lebih. Tentunya kami masih berharap dibantu kembali untuk melanjutkan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah," tutup Bupati.


Terpisah, Ketua DPRD PALI H Asri AG ketua DPRD kabupaten PALI menyebut bahwa memang telah banyak kemajuan yang telah dirasakan masyarakat yang ada di kabupaten PALI. 

"Telah banyak kemajuan yang telah dicapai kabupaten PALI, antara lain  dibidang infrastruktur, bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya. Kemajuan itu tak lepas dari kinerja kepemimpinan H Heri Amalindo dan H Soemarjono serta dukungan masyarakat dan bantuan dari gubernur Sumatera Selatan. Untuk itu mari dukung agar PALI mandiri dan lebih maju lagi kedepannya," ucap H Asri AG. 

Dengan kemajuan yang telah dicapai kabupaten PALI dibawah kepemimpinan H Heri Amalindo dan Drs H Soemarjono mengundang apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dari kecamatan Tanah Abang, Aka Cholik Darlin. 


Mantan anggota DPRD PALI itu berujar bahwa sejak H Heri Amalindo ditunjuk menjadi Penjabat Bupati tahun 2013 lalu hingga dilantik menjadi bupati untuk kedua kalinya berpasangan dengan H Soemarjono terus memacu pembangunan di semua lini dengan target utamanya tahun 2022 ini tetap masih fokus pada pembangunan  infrastruktur publik. 

Terbukti, telah banyak terlihat di sana-sini bentangan jalan yang tadinya berlumpur ketika penghujan dan penuh debu apabila musim kemarau.Jalan-jalan tersebut kini seolah disulap menjadi jalan cor beton dan tak sedikit diatasnya dihampar aspal hitam hingga terlihat Kabupaten PALI kini tak seperti wilayah yang terbelakang.

Aktivitas masyarakat pun kini tak lagi terhalang akses jalan, hilir mudik kendaraan kian hari semakin ramai, menandakan perekonomian di Kabupaten yang berjuluk Bumi Serepat Serasan ini terus menggeliat meski kabupaten PALI adalah daerah baru. 

Pembangunan infrastruktur jalan tak hanya di fokuskan di dalam ibukota kabupaten PALI saja, yakni di wilayah Talang Ubi saja, melainkan hampir di seluruh pelosok yang dulunya belum pernah tersentuh pembangunan. Warga pedesaan yang rata-rata berprofesi sebagai petani karet, tak lagi susah untuk mengeluarkan atau menjual hasil panennya karena akses jalan yang kini mudah ditempuh.

Selain infrastruktur jalan, birokrasi pun terus dibenahi. Terbukti beberapa waktu lalu, Bupati merombak puluhan pejabat dari pejabat administrator, pengawas hingga kepala sekolah, sebagai upaya mencari formasi yang tepat guna percepatan pembangunan diwilayah Bumi Serepat Serasan.

"Banyak lagi langkah yang telah ditempuh H Heri Amalindo, pusat pelayanan kesehatan banyak berdiri di sana-sini termasuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang sedikit lagi rampung. Belum lagi sarana pendidikan bermunculan sampai ke pelosok desa demi membangun karakter anak bangsa untuk mencetak generasi sehat dan pintar. Atas capaian hingga usia Ke-9 ini, saya yakin kedepan PALI akan semakin maju," jabar Aka Cholik Darlin yang juga umum Fakar Lematang Sumsel itu. (sn/adv)
Share:

Terkait Lahan Karet Warga 'Tumpang Sari' Sawit PT GBS, Begini Tanggapan Perusahaan


PALI. SININEWS.COM -- Adanya kisruh antara Hajar warga Desa Betung kecamatan Abab kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merupakan pemilik lahan perkebunan karet yang berada di perbatasan antara kabupaten PALI dengan Sungai Rotan Muara Enim dengan PT GBS yang menanam kelapa sawit diantara tanaman karet milik Hajar ditanggapi pihak PT GBS. 


Melalui Humas GBS, Eduar Edison menyatakan bahwa lahan itu masuk dalan izin HGU yang dikeluarkan kabupaten Muara Enim tahun 2002 lalu. 

"Lahan itu berada di wilayah desa Pengabuan kecamatan Abab. Memang lahan itu ada ditumbuhi tanaman karet tetapi kami tetap mengizinkan warga yang menanam karet itu untuk menyadapnya dan kami juga rutin memanen kelapa sawit tanpa ada hambatan," ujar Eduar, Jum'at (22/4/22). 

Ditambahkannya bahwa kunci status lahan itu pada kepala desa Pengabuan, apabila lahan itu menurut Kades memang milik rakyat, maka pihak perusahaan akan melepas lahan itu. 

"Pada intinya perusahaan tidak pernah asal-asalan dalam menggarap lahan untuk perkebunan kelapa sawit, ada dasar izinnya yang dikeluarkan pemerintah. Namun kalau memang kepala desa Pengabuan menyatakan itu diluar izin PT GBS maka kami akan melepas lahan tersebut," tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya bahwa lahan seluas lebih kurang satu hektar milik Hajar yang lokasinya tersebut diatas terlihat janggal. Pasalnya, diantara tanaman karet milik Hajar ditumbuhi pohon kelapa sawit yang telah masuk usia produktif. 

Dari pengakuan Hajar bahwa lahan itu ia dapat dari membeli dengan dasar dokumen jual beli tahun 2002 yang langsung ia tanami pohon karet. Tetapi tidak lama kemudian pihak PT GBS juga menanam kelapa sawit diantara pohon karetnya. Hingga kini, pohon karet maupun kelapa sawit sudah dipanen oleh kedua belah pihak tanpa saling menghalangi. 

Upaya mediasi diakui Hajar sudah berulang kali dilakukan, namun belum kunjung membuahkan hasil. (sn/perry)
Share:

Peringati HUT PALI Ke-9, DPRD PALI Gelar Rapat Paripurna


PALI. SININEWS.COM -- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hari ini, Jumat (22/4/22) genap berusia 9 tahun. Seperti biasanya, dalam memperingati setiap  hari jadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten PALI menggelar rapat paripurna ke-7 dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten PALI ke-9.


Pada rapat paripurna tersebut, H Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan hadir didampingi Bupati PALI H Heri Amalindo. Jiga wakil bupati PALI Drs H Soemarjono, anggota DPR-RI Ir Hj Sri Kustina sekaligus Ketua Penggerak PKK kabupaten PALI. Serta sejumlah anggota DPRD provinsi dan kepala OPD dan Forkopinda dilingkup Pemkab PALI. 

Rapat paripurna dipimpin langsung ketua DPRD PALI H Asri AG diikuti seluruh anggota DPRD PALI. 

Dalam sambutannya, ketua DPRD kabupaten PALI menyebut bahwa kedatangan H Herman Deru menambah semangat bagi seluruh anggota DPRD dsn seluruh masyarakat kabupaten PALI. 


"Telah banyak kemajuan yang telah dicapai kabupaten PALI, antara lain  dibidang infrastruktur, bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya. Kemajuan itu tak lepas dari kinerja kepemimpinan H Heri Amalindo dan H Soemarjono serta dukungan masyarakat dan bantuan dari gubernur Sumatera Selatan. Untuk itu mari dukung agar PALI mandiri dan lebih maju lagi kedepannya," ucap H Asri AG. 

Namun diakui H Asri AG bahwa sebagai daerah baru tentunya masih banyak kekurangan dan kendala dalam menggenjot pembangunan. 

"Kami juga masih banyak membutuhkan dukungan dan bantuan dari pemerintah provinsi melalui Gubernur. Untuk itu kami berharap pak Gubernur untuk dapat membantu pembangunan di PALI agar cepat mengajar ketertinggalan, seperti pembangunan rumah sakit dan lainnya. Kami DPRD kabupaten PALI mendukung kepemimpinan H Heri Amalindo dan H Heri Amalindo," tukasnya. 

Sementara itu Bupati PALI mengatakan bahwa pembangunan yang telah dicapai adalah berkat dukungan semua anggota DPRD, elemen masyarakat dan stakeholder. 


"Akan menjadi sangat istimewa ketika anggota DPRD, masyarakat dan stakeholder lainnya mampu selaras dalam mewujudkan PALI yang lebih baik. Kami juga sampaikan apresiasi terhadap semua lapisan masyarakat dan semua lembaga yang telah mendukung program pemerintah yang telah berjalan," kata Bupati. 

Diakui Bupati bahwa pembangunan yang telah berjalan juga tidak lepas dari bantuan Gubernur Sumatera selatan.

"Meski pandemi covid-19, gubernur Sumsel telah membantu pembangunan di kabupaten PALI, dimana tahun 
2020 gubernur telah membantu kabupaten PALI sebesar Rp 50 miliar lebih dan tahun 2021 sebesar Rp 80 miliar lebih. Tentunya kami masih berharap dibantu kembali untuk melanjutkan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah," harap Bupati. 

Ditempat sama, Gubernur Sumatera Selatan menyatakan apresiasi terhadap kabupaten PALI yang pejabatnya rela tidak berkantor terlebih dahulu yang mengedepankan pembangunan infrastruktur. "Jujur ini saya sangat haru, terlebih anggota dewan yang terhormat menempati gedung yang sederhana ini," ujar gubernur. 

Diakui H Herman Deru bahwa memang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, pemerintah provinsi telah memberikan bantuan terhadap kabupaten PALI. 


"Kami memberi bantuan kepada kabupaten PALI bukan berarti kami baik tapi ini karena kebutuhan dan sangat dibutuhkan masyarakat. Seperti pembangunan akses jalan penghubung PALI-Musirawas, yang saat ini belum sepenuhnya rampung tetapi sudah bisa dilalui," terang Gubernur. 

Ditambahkan Gubernur bahwa dirinya yakin kabupaten PALI akan menjadi besar. 

"Kita sudah lihat hilalnya bahwa PALI akan besar asal kita rukun dan solid. Karena potensi-potensi yang dimiliki sangat mendukung untuk kemajuan PALI," imbuhnya. (sn/adv)

Share:

Gubernur Sumsel Terharu Melihat PALI Belum Miliki Kantor


PALI. SININEWS.COM -- Saat menyampaikan sambutannya pada rapat paripurna DPRD PALI memperingati hari jadi kabupaten PALI ke-9, Jum'at (22/4/22), Gubernur Sumatera Selatan menyatakan apresiasi terhadap kabupaten PALI yang pejabatnya rela tidak berkantor terlebih dahulu yang mengedepankan pembangunan infrastruktur. "Jujur ini saya sangat haru, terlebih anggota dewan yang terhormat menempati gedung yang sederhana ini," ujar gubernur. 


Diakui H Herman Deru bahwa memang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, pemerintah provinsi telah memberikan bantuan terhadap kabupaten PALI. 


"Kami memberi bantuan kepada kabupaten PALI bukan berarti kami baik tapi ini karena kebutuhan dan sangat dibutuhkan masyarakat. Seperti pembangunan akses jalan penghubung PALI-Musirawas, yang saat ini belum sepenuhnya rampung tetapi sudah bisa dilalui," terang Gubernur. 

Ditambahkan Gubernur bahwa dirinya yakin kabupaten PALI akan menjadi besar. 

"Kita sudah lihat hilalnya bahwa PALI akan besar asal kita rukun dan solid. Karena potensi-potensi yang dimiliki sangat mendukung untuk kemajuan PALI," imbuhnya. (sn/perry)
Share:

Gubernur Sumsel Hadiri Paripurna HUT PALI Ke-9


PALI. SININEWS.COM -- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hari ini, Jumat (22/4/22) genap berusia 9 tahun. Seperti biasanya, dalam memperingati setiap  hari jadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten PALI menggelar rapat paripurna ke-7 dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten PALI ke-9.


Pada rapat paripurna tersebut, H Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan hadir didampingi Bupati PALI H Heri Amalindo. Jiga wakil bupati PALI Drs H Soemarjono, anggota DPR-RI Ir Hj Sri Kustina sekaligus Ketua Penggerak PKK kabupaten PALI. Serta sejumlah anggota DPRD provinsi dan kepala OPD dan Forkopinda dilingkup Pemkab PALI. 

Rapat paripurna dipimpin langsung ketua DPRD PALI H Asri AG diikuti seluruh anggota DPRD PALI. (sn/perry)
Share:

HNU Lantik Dua Kades PAW

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- H. Nasrun Umar SH. MM., yakni Pj. Bupati Muara Enim Lantik dua orang Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) di Kecamatan Sungai Rotan, Kamis (21/04).

 Pj. Bupati Muaraenim, H. Nasrun Umar SH MM, melantik dua orang Pengganti Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sungai Rotan, Kamis (21/4/2022). Dua kades yang dilantik yakni Kades Sukadana dan Kades Penandingan.

Dua Kades tersebut yakni Kades Sukadana dan Kades Penandingan yang mana pelantikan tersebit dilaksanakan di Aula Kantor Camat Sungai Rotan Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Muaraenim meminta kedua Kades yang dilantik yaitu Asmara Hadi selaku Kepala Desa Penandingan dan Hasim Selaku Kepala Desa Sukadana agar menerima jabatan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas.

“Lakukan tugas dengan sebaik mungkin yang semuanya harus dipersembahkan kepada masyarakat,” kata HNU.

Sambung Nasrun, sebagai Kepala Daerah dirinya ingin melihat kinerja terbaik kades dalam memberikan pelayanan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang ada di desa.

“Hakikatnya keberhasilan seorang Kepala Daerah itu ditentukan oleh kinerja kepala-kepala desa yang ditugaskan di desa dimana dia berada. Oleh karenanya kerjakanlah tugas-tugas Kepala Desa dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim, Hadiono SH, Anggota DPRD Kabupaten Muaraenim, H. Rani Kodim SH, Camat Sumgai Rotan Abdul Haris S.Ip M.Si, Danramil 404-01/Gelumbang, Kapten Czi Abdullah, Kapolsek Sungai Rotan, Iptu Syamsu Harto SH, Kasat Pol PP Kabupaten Muaraenim, A.M. Musadeq, seluruh Kepala Desa dalam Kecamatan Sungai Rotan dan tamu undangan lainnya.

Share:

Luar Biasa! Diusia 25 Tahun Anak Pedagang Sayur Keliling Raih Gelar Doktor


PALEMBANG. SININEWS.COM --Dr. Nabila Aprianti, S.T. berhasil menyelesaikan Strata 3 (S3) di Magister Pengelolaan Lingkungan dan Doktor Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya (UNSRI), diusianya yang baru menginjak 25 tahun.


Wanita kelahiran 11 April 1997 ini, merupakan anak tunggal yang dibesarkan oleh ibu tunggal yang bernama Rohana ini, yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling. Hal ini, ternyata menjadi motivasi tersendiri bagi wanita berkaca mata ini.


Mengawali pendidikan di SD Negeri 50 Palembang di 2009, lalu dilanjutkan ke SMP Negeri 8 Palembang dan tamat di 2012, dan SMA Negeri 5 Palembang dan 2014. Berseragam abu-abu putih, Nabila panggilan kesehariannya ternyata hanya membutuhkan waktu dua tahun. Lantaran, melalui program percepatan atau akselerasi.


Untuk tingkat sarjana, dirinya mengawali pendidikan di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya dan lulus di tahun 2018 selama 3 tahun 8 bulan. Dan semua itu berkat beasiswa yang diperolehnya dari PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang.


Pada tahun yang sama, wanita berhijab ini berkesempatan untuk melanjutkan Studi di Pascasarjana Universitas Sriwijaya pada Magister Pengelolaan Lingkungan dan Doktor Ilmu Lingkungan tanpa harus menamatkan jenjang Magister. Hingga akhirnya wisuda pada Rabu, 20 April 2022 dan mengukir gelar Doktor di pangkal namanya.


Dan lagi-lagi itu dilaluinya berkat beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch 4 dari 2018 hingga 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dan selesaikan dalam waktu 2 tahun 7 bulan dengan predikat cumlaude (3.96).


"Untuk disertasi saya mengangkat permasalahan limbah tandan kosong kelapa sawit dan limbah fine coal (batubara halus) yang digunakan sebagai sumber energi melalui gasifikasi, untuk menghasilkan bahan bakar berbasis gas yang kaya akan hidrogen sebagai topik penelitian," ujarnya.


Untuk hasil penelitian menjadi sumbangsih dan rekomendasi kepada industri minyak kelapa sawit dan pertambangan khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan membuatnya menjadi Doktor Termuda dari Universitas Sriwijaya pada usia genap 25 tahun.


"Selama mengikuti program Doktor, saya melakukan penelitian dan menulis artikel ilmiah yang diterbitkan di Jurnal Nasional terakreditasi dan Jurnal Internasional Bereputasi. Artikel yang berkenaan dengan disertasi telah dan sedang dalam tahap publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi," lanjutnya.


Ditambahkanya, bahwa impian di dunia pendidikan tidak hanya berhenti disini. "Langkah saya kedepan ingin mengabdikan diri sebagai dosen dan meraih jabatan akademik tertinggi yakni guru besar (professor,red)," tutupnya. (sn) 

Share:

Korban Penyerobotan Tanah di PALI Desak APH Usut Tuntas


PALI. SININEWS.COM - Herianto Dahlan, warga Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, mengaku telah menjadi korban penyerobotan oleh oknum salah satu warga yang mengklaim lahan seluas lebih kurang 5 hektar milik Herianto dengan dasar surat atau dokumen kepemilikan yang diduga surat itu palsu.  

Ia menerangkan bahwa ada sekitar lima hektar lahannya diakui oleh terlapor yang saat ini dikabarkan terlapor itu telah diamankan pihak Polres PALI pada Rabu (21/4/22). Terlapor menyerobot lahan milik Herianto dengan dalil dokumen lama yang dicurigai palsu.

Dokumen yang dicurigai palsu karena menurutnya terdapat kejanggalan-kejanggalan, diantarannya tanda tangan camat yang diduga dipalsukan. Sebab nama camat dalam surat itu orangnya masih hidup dan pernah ditanyainya serta mengaku bahwa tanda tangan itu bukan goresan tangannya.  

"Jadi permasalahan itu bermula sejak 2019 lalu, dimana pelapor ini mengaku-ngaku lahan yang saya miliki adalah warisan dari orang tuanya. Padahal surat yang ditunjukkannya belum tentu keabsahannya. Serta diatas lahan itu telah berdiri bangunan booster PDAM yang dibangun Pemkab PALI, semestinya kalau mau mengklaim lahan itu, dari saat proses pembangunan bukan sudah selesai, padahal terlapor berdomisili di wilayah Simpang Raja yang tak jauh dari lokasi booster PDAM," jelas Heri dengan menunjukkan barang bukti yang dipegangnya.


Lebih lanjut, dirinya juga telah melakukan mediasi secara kekeluargaan untuk meluruskan persoalan tersebut, namum terlapor selalu saja menghindar ketika ditemui, hingga dirinya melaporkan perkara tersebut ke Mapolres PALI dengan nomor: STTP/01/II/2021/PolresPALI/Satreskrim. Serta telah melaporkan pemalsuan dokumen ke Polsek Talang Ubi. 


"Korban lainnya banyak, dan saya juga pernah untuk mediasi namun dia selalu menghindar. Jadi lahan itu diakuinya milik dia, dengan mengandalkan dokumen yang diduga palsu dan menanaminya, sebagai bukti itu tanah dia," ungkapnya


Dirinya juga berharap agar proses hukum ditegakkan seadil-adilnya. 

"Tegakkan keadilan dan hukum yang benar, sebelum ada permasalahan ini jelas jangan sampai pelaku ini berkeliaran," harapnya.


Sementara, dari pantauan sejumlah awak media di Mapolres PALI, dan informasi yang diperoleh terduga pelaku pelaku penyerobotan tanah memang telah diamankan. Namun, belum ada statemant resmi dari pihak kepolisian terkait permasalahan penyerobotan lahan itu.


Dengan diamankannya diduga pelaku penyerobotan tanah tersebut, permasalahan mangkraknya booster PDAM mulai menemukan titik terang, karena akibat belum dioperasikannya booster PDAM akibat masalah itu, air bersih dari intake Tanah Abang menuju ke rumah-rumah pelanggan PDAM Tirta PALI Anugerah tersendat. (sn/perry)

Share:

PHR Zona 4 Gelar Bukber Dengan Rekan Media Kota Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Zona 4 gelar Buka Bersama (Bukber) dengan rombongan wartawan yang ada di Kota Prabumulih, Rabu (20/04).

Tak lain, guna meningkatkan keakraban serta pererat silaturahmi acara gathering buka puasa bersama itu di adakan di gedung Patra Ria Komplek Pertamina (Komperta) Prabumulih.

Agus Aprianto, General Manager(GM) PHR Zona 4 ini menuturkan bahwa penugasan dirinya di Kota Nanas ini sangat di dukung oleh rekan media.
“Saya juga merasa dalam penugasan disini sekarang maupun sebelumnya, itu mendapat dukungan yang sangat baik dari teman-teman media massa dari pers yang ada di Prabumulih maupun Sumatera Selatan,” Jelas Agus saat di bincangi.
Dengan tema "Energi Untuk Istiqomah" Agus berharap agar rekan media terus menjadi sendi dari Tiga Pilar serta mengedukasi terkait pemberitaan lainya.

“Maksud kita menjalani kegiatan ini supaya kita semua, teman-teman media tetap menegakkan 3 pilar utama yaitu sendi kerjasama antara pemerintah daerah, antar perusahaan dan antar masyarakat. Ini yang saya harapkan bisa terjalin dengan baik supaya edukasi pemberitaan yang terkait dengan kegiatan pertamina, kalau pun kemudian harus dikoreksi atau ditingkatkan itu diterima masyarakat sebagai hal yang positif,”tambahnya

Lebih lanjut Agus Amperianto berharap, agar media massa dapat membantu pihaknya untuk dapat terus membina kerjasama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat termasuk media massa. 

Tak hanya, adapun jumlah bantuan Pemboran dari 6 (enam) Field yakni Pendopo 810, Prabumulih 300, Limau 100, Ramba -, Adera 300, OKRT 200 dan dengan jumlah keseluruhan yaitu 1760 Paket.

Di tambah total bantuan Sembako, Amplop dan santunan yakni jumlah keseluruhan 2537 Paket dimana Pendopo 100, Prabumulih 1302, Limau 20, Ramba 790, Adera 80, OKRT 5, serta Bazma 210.
Share:

Peringati Malam Nuzulul Qur'an, Pemkot Hadir Di Masjid Al-Ikhwan

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Masjid Al-Ikhwan Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara gelar acara memperingati malam Nuzulul Qur'an, Rabu (20/04).

Acara tersebut di hadir langsung oleh Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih yakni Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM., Wakil Walikota Prabumulih H. Andriansyah Fikri, SH., Sekda Kota Prabumulih Elman ST., MM.

Dengan tema "Al-Qur'an Sebagai Pedoman Dan Kesuksesan Dan Sumber Inspirasi Sukses Dalam Kehidupan," itu di hadiri oleh Kepala Opd dan Unsur Pemerintah Kota (Pemkot), Forkopimnda Kota Prabumulih, Perwakilan DPRD Kota Prabumulih, Kepala BSB Prabumulih dan lainya.

Kegiatan Islami ini di selenggarakan Usai menunaikan Ibadah Shakat Isya Dan Tarawih Berjamaah Di Masjid Al-Ikhwan Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara. 

Acara bersama penceramah ustadz Harun Rosyid M, Pd. I itu juga sekaligus membagikan Paket sembako dari Kepala Cabang Bank Sumsel Babel (BSB) Kota Prabumulih.

Dengan hal itu Wako Prabumulih Ridho Yahya mengatakan bahwa kagiatan tersebut selaras dengan program Pemkot Prabumulih.

"sejalan dengan program pemerintah Kito bahwa selama kita memimpin banyak program-program Islam nyo allahamdullilah semuanya terbukti kalo program banyak Islamnyo in shaa Allah pembanguan di kota Prabumulih juga begitu banya karna dalam Al-qur'an mengatakan dengan demikian," jelasnya usai hadiri acara memperingati Malam Nuzulul Qur'an Di Masjid Al-Ikhwan.
  
Selain itu, Ridho Juga mendesak agar para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) guna para pelajar di Kota Prabumulih 100% (Seratus Persen) dapat melaksanakan Baca Tulis Al-Qur'an.

"yang pokok masalah Kito inikan banya sekolah umum nah anak SD itu yang di desak lagi, kalo dio santri bearti sudah niat Dio Kito ni memikirkan yang sudah di suruh tapi masih dak mau, nah mau dak mau itu Kito hadang Dio di sekolah kalo Dio santri bearti sudah sadar Dio ni nah yang di suruh tapi dak mau ini," tegasnya (Ari/SN)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts