Banyak Daerah Abaikan Ombudsmen, Muara Enim Zona Merah

MUARA ENIM,---Saat ini masih banyak Kabupaten di Sumsel yang tidak merespon nilai hasil survei yang dilakukan Ombudsman terhadap pelayanan standar publik. Soalnya hasil penilaian yang disampaikan Ombudsman kepada kabupten tersebut, ternyata tidak direspon kepala daerahnya.

“Banyak Kabupaten yang disurvei Ombudsman tetapi tidak mendapat respon dari Kepala Daerahnya,” jelas Anggota Ombudsman Cabang Palembang, Asra Gunawan, Rabu (27/2).

Penegasan itu disampaikannya ketika menjadi pembicara pada acara pendampingan penerapan hasil kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai  UU nomor 25 tahun 2009 berlangsung di ruang rapat Bappeda Pemkab Muara Enim.

Acara itu dibuka Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM bersama PLh Sekda Muara Enim, Ir H Abdul Nadjib MM diikuti Kepala OPD, camat dan pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muara Enim yang telah memberikan respon terhadap hasil survei penilaian yang dilakukan Ombudsman terhadap standar pelayanan publik di Muara Enim.

Menurutnya, suvei yang dilakukan Ombudsman bertujuan untuk mendorong  kepatuhan terhadap standar pelayanan publik  dalam rangka mempercepat meningkatkan kwalitas pelayanan publik. Kemudian untuk perbaikan peningkatan kwalitas pelayanan publik.

“Untuk Muara Enim target tahun 2019 ini bukan lagi standar pelayanan publik tetapi tingkat kepuasan pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, menegaskan, penyelenggaraan pelayanan publik merupakan perwujudan pelayanan kepada masyarakat. Baik perupa  pelayanan administrasi, pelayanan barang maupun pelayanan jasa yang dilaksanakan dalam upaya pemenuhan masyarakat maupun pelaksanaan ketentuan perundang udangan guna meningkatkan kesejahteraan  masyarakat.

Dijelaskannya, sebagai  rangkaian kegiatan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik, ombudsman RI pada tahun 2018  telah melakukan penilaian kepatuhan  terhadap standar pelayanan publik sesuai UU nomor 25 tahun 2009 di Kabupaten Muara Enim.

Menurutnya, penilaian yang dilakukan terhadap 57 produk layanan administrasi di 7  Dinas di Kabupaten Muara Enim. Dari hasil penilaian ini, lanjutnya, Muara Enim mendapatkan nilai 44,17  dan masuk  dalam zona merah.

“Ini menunjukkan masih rendahnya  kepatuhan pemerintah  Muara Enim terhadap imlementasi  standar pelayanan  publik  dalam berbagai bentuk,” jelas bupati.

Diantaranya, lanjutnya, ketidak jelasan  proses dan  prosedur,  ketidak pastian jangka  waktu pelayanan, kurangnya sarana dan prasarana penunjang  serta belum adanya pengelola pengaduan.

Kondisi ini, lanjut bupati, dapat berdampak pada pelayanan publik yang buruk, serta potensi perilaku koruptif bahkan mengakibatkan menurunnya kewibawaan pemerintah. “Hasil penilaian ini harus segara kita sikapi secara positif dengan upaya  melakukan perbaikan  dan  komitmen bersama, yang terprogram secara sistimatis dan  mandiri,” jelasnya. (SN)
Share:

Ternyata! Lagu Ku Tak Ingin Merupakan Pengalaman Galuh Adiwinata Sendiri


PRABUMULIH - Penampilan Galuh Adiwinata dalam launching album "18" dengan single "Ku Tak Ingin" di gedung Patra Ria Komplek Pertamina Selasa Malam (26/2) mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dibincangi seusai acara, Galuh mengaku senang karena bisa menghibur teman, kerabat serta masyarakat Kota Prabumulih. "Mendengar saya diapresiasi, saya sangat berterimakasih sama masyarakat Prabumulih karena mau mendengarkan karya saya," ujar Galuh.

Galuh menceritakan single berjudul "Ku Tak Bisa" tersebut menceritakan tentang seorang laki-laki yang tidak mau berpisah ditinggal sang kekasih.

"Single saya nulisnya menurut hati saya. Bisa dibilang pengalaman pribadi," ungkapnya sembari tersenyum malu.

Disinggung mengenai dipilihnya genre Pop Jazz  sebagai aliran musiknya, Galuh menuturkan jika dirinya sangat menyukai aliran musik tersebut sejak masih kecil.

"Saya tidak memilih-milih sebenarnya, saya menyukai segala jenis musik. Namun saya pilih yang paling saya suka," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Galuh Adiwinata menjadi artis pendatang baru hadir dengan single perdananya berjudul “Ku Tak Ingin” dibawah naungan musik distribusi Stoodio Indonesia.

Lagu bernuansa pop jazz akustik yang diberi judul “Ku Tak Ingin” diciptakan oleh Galuh sendiri untuk lirik dan nada, bekerja sama dengan Harry Toledo untuk aransemennya dan diambil dari debut album Galuh yang berisi 7 lagu berjudul ‘18’. Lagu “Ku Tak Ingin”  menceritakan tentang hubungan pasangan yang tidak ingin berpisah dan takut saling takut kehilangan.

Nama Harry Toledo yang menjadi music director album ‘18’ sudah sangat dikenal di industri musik Indonesia dan juga internasional. Pemain bass dari band Cherokee ini pernah bekerja sama dengan grup musik dan musisi nasional dan internasional antara lain Ireng Maulana n' Friends, Cherokee, Bali Longe 1 & 2, Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito dan Akira Jimbo.

Galuh Adiwinata yang kelahiran Prabumulih, 27 Juni 2000 ini sudah mempunyai banyak pengalaman tampil di berbagai acara dan event di Sumatera Selatan terutama di kota kelahirannya, Prabumulih. Bahkan terakhir dia bernyanyi disalah satu venue jazz terkemuka Motion Blue Jakarta.

Saat ini Galuh yang mengidolakan penyanyi Kunto Aji dan John Mayer ini sedang menjalani pendidikan di BINUS University Jakarta, jurusan Game Application and Technology. Alasan Galuh mengambil jurusan ini karena dirinya menyukai games dan desing-design animasi.
Semoga single perdana Galuh Adiwinata “Ku Tak Ingin” bisa diterima dengan baik oleh media-media dan juga para pendengar musik Indonesia.(SN)
Share:

Penampilan Galuh asal Prabumulih singkirkan jutaan pesaing yang masuk IBF


PRABUMULIH - Menjadi penyanyi pendatang baru sepertinya sudah menjadi suratan takdir Galuh Adiwinata. Pasalnya, bisa bertemu dan bekerjasama dengan Music Director ternama sekelas Harry Toledo seolah mimpi baginya.

Harry Toledo menjelaskan bahwa pertemuannya dengan putra asli Kota Prabumulih tersebut merupakan kebetulan alias tanpa direkayasa maupun disengaja.

"Sebenarnya terjadi tidak sengaja," Ujar Harry.

Menurut Harry lebih dari 1 juta karya musik yang masuk ke email Indonesia Bass Famili (IBF) pusat per hari dan untuk sampai ketangan seorang Harry Toledo lagu-lagu tersebut paling cepat sampai 6 bulan dan paling lambat 2 tahun.

"Karena lagu-lagu tersebut masih di seleksi oleh Joshua staf saya, nantinya paling 16 lagu yang sampai ketangan saya," ungkap Harry.

Namun, kata Harry, Yudi anggota IBF Kota Prabumulih memberanikam diri langsung kirim rekaman lagu milik Galuh Adiwinata ke emailnya yang secara AD/ART hal tersebut merupakan pelanggaran lantaran secara aturan lagu-lagu tersebut harus melewati tahapan mulai dari tingkat Kota, Provinsi dan barulah tingkat Pusat.

"Seharusnya melalui Gubernur IBF Sumsel. Pada saat itu saya sedang ada kegiatan di luar negeri, pesawat saya transit di singapura dan mengalami delay. Kemudian saya ambil salah satu hp saya, dibuka begitu saya dengarin loh ini bagus banget siapa yang kirim. Jarang-jarang saya dengar demo, biasanya melalui staf saya," terangnya.

Setelah itu, kata Harry, ia kemudian menghubungi Yudi untuk mempertanyakan penyanyi dalam demo yang dikirim tersebut. "Tapi mas Yudi langsung berkata siap dipecat dan minta ampun. Saya sampai tidak dikasih kesempatan bicara. Mungkin karna dia sudah menyalahi aturan kali ya," jelasnya.

Melihat talenta besar yang ada di diri seorang Galuh, pada akhirnya Harry bersedia untuk membuat aransemen baru lagu yang diciptakan oleh Galuh sendiri.

"Kebetulan Galuh adalah anggota IBF di Prabumulih. Saya sebagai produser juga sebagai presiden IBF indonesia sudah menjadi kewajiban kami mendukung segala aktifitas kesenian yang dikaryakan Galuh. Semoga ini jadi pemicu di Sumsel ada Galuh lain diajang musik nasional insya Allah Internasional," tuturnya.

Sementara Asep Suparman, ayah Galuh tidak menyangka anaknya bisa menjadi artis seperti saat ini. Terlebih, Galuh didukung oleh music direktor terkenal sekelas Harry Toledo dan Agung selaku distributor Album.

"Galuh memang hobi nyanyi dirumah tapi tidak seperti ini. Saya tidak menyangka apalagi sampai ditangani oleh mas Harry dan mas Agung," kata Asep.

Asep berharap meski sudah menjadi artis Galuh tetap rendah hati dan tidak sombong. "Walau jadi artis jangan berubah tetaplah menjadi Galuh anak kami," tukasnya. (SN)
Share:

Launching Album perdana Galuh, 63 Radio seluruh Indonesia siarkan serentak


PRABUMULIH - Galuh Adiwinata penyanyi pendatang baru asal Kota Prabumulih kini menyita perhatian sejumlah pecinta musik di Indonesia.

Sejumlah tawaran untuk visit atau interview dari sejumlah radio di Jawa Barat mulai masuk dengan menghubungi angga selaku Distributor Album.

"Alhamdulillah.  Tadi sore saya dapat telpon dari sejumlah radio dari Jawa Barat mengharapkan Visit atau interview ke teman-teman radio disana. Setelah sampai di Jakarta nanti bakal kita respon," Ujar Agung.

Pria yang kerap disapa Angga ini menuturkan telah menghubungi seluruh stasiun radio di Indonesia. "tidak semua stasiun Radio yang bisa menyiarkan launching single Galuh karena terganjal jadwal siar," ungkapnya.

Namun, kata Angga, tak sedikit stasiun Radio yang merespon positif kemudian melakukan siaran serentak album "18" dengan single "Ku Tak Bisa" tersebut.

"Kemarin kita adakan siaran serentak di 63 radio. Alhamdulillah benar-benar tak terduga," terang Angga.

Menurut Angga, dari informasi yang didapat single lagu tersebut mendapat respon positif dari pencinta musik Indonesia bahkan lagu Galuh masih diputar sampai jam 11 malam disejumlah stasiun Radio.

"Artis baru jadi alhamdulillah lancar, mulai jam 6 pagi sampai jam 11 malam masih disiarkan di radio," beber pemilik studio.id tersebut (SN)
Share:

Korupsi Dana Desa, Kades ini habiskan uang hingga Rp. 481 juta


BATURAJA - Zulfikri Umar (42) Kepala Desa Ulak Lebar non aktif di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hanya bisa tertunduk lesu saat ia ditahan di Mapolres OKU atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

Tak tanggung- tanggung Kades non aktif melakukan tindak pidana korupsi mencapai Rp481.057.200.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian dalam press rilisnya menyatakan, modus pelaku melakukan tindak pidana korupsi ini yakni melakukan pencairan dana desa tahap pertama sebesar Rp481.057.200.

“Pencairan ini dilakukan oleh pelaku sendiri tanpa melibatkan perangkat desa selaku PTPKD,” Kata Kapolres, Selasa (26/2).

Dana desa yang dicairkan lanjut Kapolres, digunakan pelaku untuk keperluan pribadi yakni membeli satu unit mobil Toyota Avanza seharga Rp150 Juta, untuk keperluan istri melahirkan dan keperluan pribadi lainnya. “Kasus ini kita ungkap sejak adanya laporan pada April 2018 lalu,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka Polres OKU menyita barang bukti berupa satu unit mobil pribadi jenis Toyota Avanza seharga Rp150 Juta, serta melakukan penyitaan terhadap rekening pribadi tersangka di Bank Sumsel Babel Baturaja dan melakukan pembekuan rekening tersangka sebesar Rp96 Juta.

“Atas dugaan tindak pidana korupsi ini negara mengalami kerugian sebesar Rp481.057.200,” ungkapnya.

Tersangka lanjut Kapolres, dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancamannya hukumannya diatas 5 tahun,” tegas Kapolres. (SN)
Share:

Galuh Adiwinata, warga Prabumulih bersuara emas yang ditemukan Musisi Terkenal Harry Toledo


PRABUMULIH – Galuh Adiwinata putra kedua dari pasangan Asef Suparman dan Totin Hartati yang memiliki suara dengan ciri khas yang beda dengan penyanyi kebanyakan yang ber Genre Pop Jazz itu menjadi buah bibir dikalangan anak muda generasi milenial saat ini. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Harry Toledo yang mendengar suara emas putra asli Prabumulih melalui rekaman video bernyanyi disalah satu Caffe

Galuh yang dikenal suka bernyayi sejak masih kecil itu sudah beberapa kali mengikuti kompetisi dan manggung dibeberapa tempat hiburan seperti caffe, dan tak hanya itu pria yang berasal dari sekolah SMA Negeri 1 Prabumulih yang juga merupakan satu sekolah dengan penyanyi dangdut Rara LIDA itu kini menjadi idola baru bagi pencinta musik khususnya warga Prabumulih.

SIMAK VIDEONYA :



Lounching Album Perdana dengan Judul “18” dengan lagu single andalan “Ku tak ingin” yang digelar di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina Asset 2 Prabumulih selasa malam ramai dikunjungi oleh anak muda, selasa (27/2/19)

Acara yang digelar sekitar pukul 19.00 wib merupakan awal peluncuran album perdananya dengan tujuh lagu yang diciptakannya yang mengambil dari cerita pengalaman hidup pribadinya

“saya sangat berterima kasih lagu saya diterima oleh penggemar saya di Prabumulih, mungkin ilmu dan pengalaman masih sedikit tapi saya tetap berusaha menampilkan yang terbaik buat warga Prabumulih” ucap Galuh saat diwawancarai oleh awak media disela istirahat Lounching Albumnya tadi malam

"Perfome Galu Adiwinata di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina Prabumulih"


Tak hanya bisa bernyanyi di genre musik Pop Jazz pria yang tahun lalu duduk dibangku kuliah dengan jurusan Game Application And Technology di Univeraitas BINUS Jakarta itu juga mahir dalam memainkan Gitar

Dalam naungan Musik Distribusi Stoodio Indonesia Galuh menitih karirnya dengan sentuhan tangan dingin seorang Harry Toledo yang juga merupakan Produser, yang pernah menghantarkan penyanyi Indonesia sekelas Tompi kepuncak kejayaan

“saya hanya iseng saja buka kiriman video dari rekan kerja, biasanya puluhan video rekaman yang diajukan kesaya, saya terkejut kok bagus banget suara ini anak” Ucap Musisi Indonesia Harry Toledo saat konferensi pers tadi malam diruangan gedung Patra Ria Komplek Pertamina

Presiden Indonesian Bass Family (IMF) Harry Toledo juga mengatakan sangat tertarik dengan ciri khas suara anak muda asal Prabumulih itu.

“rekan kerja saya minta maaf ke saya karena biasaya kalau mau kirim sesuatu (video galuh) itu harus melalui Prosedur, dia sampai rela dipecat” terangnya menceritakan proses pengenalan Penyanyi Pop Jazz itu

Dirinya sepulang dari luar negeri mengaku kaget mendengarkan lagu yang dinyanyikan Galu Adiwinata disalah satu Caffe

Hingga kini Galuh dengan sentuhan musisi terkenal indonesia itu akan menggelar Lounching Album di tiga tempat yakni Prabumulih, Palembang dan terakhir di Jakarta (SN)
Share:

Pemkab PALI Bangun Pos Terpadu, Polres Dukung dan Siap Bantu

PALI-- Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono menyatakan pihaknya akan menugaskan beberapa anggotanya untuk bantu menunggu pos terpadu yang telah dibangun pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibeberapa titik tempat rawan aksi kejahatan di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Hal itu dikatakannya untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten PALI. "Kita akan bantu Satpol.PP PALI untuk monitoring penjagaan pos terpadu," ungkap Kapolres belum lama ini.

Dengan adanya pos terpadu, Kapolres akui bahwa pihaknya terbantu dalam meminimalisir tindak kriminal. "Meski saat ini belum dioptimalkan dalam penjagaan, tetapi kami sangat mendukung adanya pos terpadu. Untuk saat ini memang kita fokus pengamanan Pemilu, namun usai gelaran pesta demokrasi, kita akan bantu monitoring penjagaan di pos-pos terpadu yang telah dibangun," tukasnya.

Disamping penempatan anggota kepolisian di pos-pos terpadu, Kapolres juga sebut bahwa pihaknya juga bentuk Polisi air (Polair) apabila Polres PALI telah berdiri.

"Kalau Polres PALI berdiri, bakal ada Satuan Polair. Gunanya untuk memantau aktivitas warga di perairan. Adanya satuan Polair juga mempersempit ruang gerak peredaran narkoba melalui jalur air. Untuk penempatan satuan Polair bisa di pelabuhan Desa Prambatan Kecamatan Abab," tandasnya.

Terpisah, Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI mengapresiasi dukungan dari Kapolres. Zulkopli juga menjelaskan bahwa untuk penjagaan pos terpadu optimalnya diperkirakan bulan Maret 2019.

"Kita masih menunggu dinas PU untuk memasang penerangan. Untuk penjagaan, kami apresiasi pihak kepolisian atas dukungannya. Disamping itu, kita juga libatkan anggota Linmas setempat agar warga yang biasa beraktivitas disekitar lokasi rawan tindak kriminal bisa mudah dikenali," ucapnya.(SN) 
Share:

Cukup KK dan KTP PALI, Bupati Jelaskan Program UHC Tidak Batasi Jenis Penyakit

PALI- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo mempersilahkan masyarakat Bumi Serepat Serasan untuk berobat melalui Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi dengan cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik serta Kartu Keluarga (KK).

Karena, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah mengeluarkan program UHC (Universal Health Comperage).

"Kita bekerjasama dengan BPJS kesehatan yang dibantu UHC, artinya bagi masyarakat yang belum terdaftar di BPJS atau yang sudah terdaftar tetapi tidak mampu bayar iurannya di BPJS bisa pakai KTP atau KK untuk berobat," ujar Bupati, Selasa (26/2).

Untuk jenis penyakit yang dijamin, Bupati menjelaskan bahwa tidak ada batasan  penyakit yang dijamin pada program UHC. "Tidak semua masyarakat yang memiliki penyakit berat. Kadang ada pasien yang dua atau tiga hari sembuh, kadang juga ada yang memerlukan perawatan lama. Seperti ada anak Balita belum lama ini mengalami bocor jantung, yang perlu penanganan khusus dan kita kirim ke Jakarta. Artinya dengan asuransi ini, tidak ada jenis penyakit yang dibatasi atau tidak masuk dalam program ini, namun masyarakat PALI bisa berobat secara gratis hanya bawa KTP atau KK," jelas Bupati.

Sebelumnya, kepala Dinas Sosial (Dinsos) PALI, Metty Etika menjelaskan program UHC. "Ini program pak Bupati PALI untuk menjamim kesehatan masyarakat Bumi Serepat Serasan. Jadi, bagi warga yang sakit, silahkan dibawa ke rumah sakit dengan KK dan KTP," ungkap Metty.

Untuk memastikan identitas kependudukannya terdaftar pada program tersebut, Metty menyarankan agar msyarakat untuk mengecek di Pukesmas masing-masing kecamatan.

"Jika belum terdaftar silahkan bawa fotocopy KTP dan KK ke Dinsos PALI untuk menjadi anggota BPJS program Jamkesda yang iurannya dibayar pemerintah. Tetapi bagi masyarakat yang pernah masuk BPJS mandiri kemudian tidak mampu membayarnya lagi, silahkan membuat surat  pernyataan diatas materai untuk keluar dari kepesertaan BPJS mandiri kemudian dimasukan keprogram pemerintah Jamkesda," jelas Metty.

Dalam hal ini, Metty mengaku bahwa pihak Dinsos hanya melakukan pendataan saja. "Kita hanya melakukan pendataan," pungkasnya. (SN)
Share:

Balita di PALI Nyaris Tewas Tenggelam di Tengah Banjir

PALI--Sabil anak yang baru berusia 3 tahun asal Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) nyaris saja meregang nyawa karena lepas dari pengawasan kedua orang tuanya sebab tenggelam ditengah banjir yang melanda desa tersebut.

Beruntung, nyawa anak pasangan dari Kari (55) dan Ani (45) bisa diselamatkan setelah dua jam tidak sadarkan diri, karena cepat diketahui kedua orang tuanya.

"Aku tengah nyadap pak, dan istri aku sedang mencari kayu bakar. Saat kejadian, anak kami sedang bermain dengan kakaknya yang baru berumur 7 tahun di pondok. Kondisi pondok tergenang banjir," ujar Kari, kepada media ini, Selasa (26/2) saat di ruang UGD RSUD RSUD Talang Ubi.

Saat bermain, diceritakan Kari diduga kedua anaknya turun dari pondok. "Saat diketahui, anak kami yang kecil (Sabil) sudah terkulai lemas, dan dipeluk kakaknya diangkat dari air. Kami pun langsung berlari untuk menyelamatkannya," tuturnya.

Korban sempat tidak sadarkan diri lebih kurang dua jam, tetapi diakui Kari bahwa dirinya tidak menyerah. Setelah beberapa kali badan korban dibalik, lalu keluar air dari mulutnya, kemudian Kari melarikan anaknya ke Puskesmas Tanah Abang dibantu warga lainnya.

"Setelah di Puskesmas baru anak kami sadar dan muntah air. Saat dibawa dari kebun sampai Puskesmas, posisi anak kami tidak sadarkan diri. Kami sempat putus asa dan tidak menyangka akan hidup lagi. Setelah sadarkan diri, pihak puskesmas merujuk anak kami ke RSUD Talang Ubi," kenangnya.

Sementara itu, salahsatu petugas puskesmas Tanah Abang mengatakan bahwa korban diduga tenggelam selama dua atau tiga menit. "Beruntung cepat diketahui, lambat sedikit saja, bukan tidak mungkin nyawa korban tidak bisa diselamatkan," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kabupaten PALI, Junaidi Anuar menyampaikan himbauan agar warga mengawasi anak-anaknya agar tidak mandi atau bermain ditengah banjir. "Meski warga Desa Curup sudah terbiasa banjir, tetapi tetap waspada untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Karena kedalaman air cukup tinggi dan arus banjir lumayan deras. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," sarannya.(SN) 
Share:

DPRD PALI Bahas 8 Raperda

PALI -- Pembahasan 8 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kembali digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui rapat paripurna II, Selasa (26/2) dihadiri 17 anggota dewan dari 25 anggota dewan yang ada.

Rapat paripurna dengan agenda penyampaian hasil laporan kerja Pansus, Permintaan persetujuan dari anggota dewan secara lisan, Penandatanganan Keputusan bersama 8 Raperda serta  Sambutan Bupati dipimpin langsung ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono yang dihadiri Bupati PALI H Heri Amalindo.

Hasil laporan kerja Pansus dibacakan ketua Pansus, H Asri AG. "DPRD hanya membentuk satu Pansus, semuanya terlibat langsung dalam membahas, mengkaji dan menelaah 8 Raperda tahun 2019," kata H Asri.

Walaupun dengan waktu yang singkat, dibacakan H Asri bahwa Pansus berusaha memberi masukan dengan melalui rapat koordinasi, kunjungan kerja dan konsultasi di beberapa kementerian.

Dalam membacakan hasil laporan kerja Pansus, H Asri menyebutkan beberapa masukan terhadap 8 Raperda yang diajukan Pemkab PALI, diantaranya menyoroti mahalnya tarif kelas 3 RSUD Talang Ubi.

"Setelah kami sandingkan dengan beberapa rumah sakit, ternyata tarif di RSUD Talang Ubi cukup mahal. Ini perlu pembenahan administrasi dengan tidak mengenyampingkan pelayanan," tukasnya.

Adapun 8 Raperda yang dibahas adalah
1.Penyelenggaraan PPPA,
2 . Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
3.Pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.
4.Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
5. Rencana Induk Pembangunan pariwisata daerah
6.Pengelolaan Keuangan Daerah
7.Perubahan atas perubahan Perda nomor 5 tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah.
8.tarif pelayanan kelas 3 RSUD Talang Ubi.

Setelah paparan hasil laporan kerja Pansus, selanjutnya pimpinan paripurna meminta persetujuan dari anggota dewan secara lisan. Dan secara bulat, seluruh anggota dewan yang hadir menyetujui pembahasan 8 Raperda yang diajukan Pemda PALI.

Sementara itu, Bupati PALI mengapresiasi DPRD PALI yang telah menyetujui 8 Raperda. "Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi terhadap DPRD PALI  yang telah membasas dan memberi masukan serta kritik terhadap 8 Raperda. Hasil pembahasan ini akan kami sampaikan ke Gubernur untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda," terang Bupati
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts