Jalan Rusak Akan Segera Diperbaiki

BATURAJA - Viral di media sosial (Medsos) foto beberapa anak muda berfoto di dalam kubangan lumpur dalam lubang jalan di wilayah Batumarta Ogan Komering Ulu (OKU). Kondisi ini memperlihatkan kritis dan pedulinya pemuda-pemudi di zaman millenial ini terhadap insfratruktur yang ada di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang tersebut.

Sekretaris PU PR Kab OKU, Chandra Dewana saat dikonfirmasi terkait hal tersebut,bRabu (27/2) membenarkan jika lokasi tersebut mengalami kerusakan jalan. Jalan itu rencananya memang akan segera diperbaiki tahun 2019 ini.

"Kita dapat dana aspirasi. Dana itulah akan digunakan untuk perbaikan jalan rusak. Berapa panjangnya jalan yang akan diperbaiki kita belum tahu," kata Chandra.

Disamping itu Chandra menjelaskan, kerusakan jalan tersebut dampak tingginya serapan air dampak dari hujan deras. Sementara kiri kanan jalan tidak memiliki saluran pembungan air. Resapan air yang tinggi akan mempercepat kerusakan jalan.

"Kiri kananya kebun warga tidak ada pembuangan air, sehingga curah air yang tinggi tergenang kejalan dan menyebabkan resapan air ke aspal. Inilah salah satu penyebab rusaknya jalan," kata Chandra sembari mengatakan di wilayah tersebut banyak kendaraan besar atau mobil angkutan karet yang melintas. Hal ini juga menyebabkan jelan jurak.

Untuk penganggaran menggunakan APBD kata dia, pastinya ada. Tapi yang jelas realisasinya melihat skala prioritas pembangunan. Lagi pula untuk pembangunan atau perbaikan tidak bisa spontan, harus ada proses. Misalnya setelah penganggaran atau sebelum pembangunan harus dilakukan lelang terbuka terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa dilakukan pembangunan.

"Jalan rusak akan diperbaiki. Sekali lagi memang butuh waktu karena ada proses yang harus dilalui dalam menggunakan anggaran," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas PU PR, Helman menjelaskan, ada lebih kurang 1.031 Kilometer (KM) jalan rusak tersebar di wilayah OKU. Mulai dari kerusakan ringan sampai dan kerusakan sedang.

"Disamping itu ada 70 persen jalan di OKU yang mantap atau bagus. Untuk perbaikan jalan rusak sekarang ini masih dalam proses," ucapnya. (Win)
Share:

Pinjam Motor Enggan Kembalikan, Iman Santoso Dicokok Tim Tapak Rimau

PALI--Tim Tapak Rimau jajaran Polsek Tanah Abang pimpinan AKP Sofyan Ardeni pada Rabu (27/2) sekira pukul 23.30 WIB berhasil mengungkap kasus tindak pidana "Penggelapan" sebagaimana di maksud dalam pasal 372 KUHP yang mana lokasi tidak kriminal tersebut dilakukan di Dsn I Desa Sukaraja Kec. Tanah Abang Kabupaten PALI.

Kepolisian mengungkap kasus tersebut berdasarkan laporan korbannya dengan bukti LP / B / 12 / II /2019 / Sumsel/ Res ME / Sek Tanah Abang tgl 27 Februari 2019, dimana pelapornya adalah Wis Saputra (30) warga Dusun II Desa Tanah Abang Jaya kec Tanah Abang.

Pada ungkap kasus tersebut, jajaran Polsek Tanah Abang berhasil meringkus
Iman Santoso (22) warga Dsn II Desa Sukaraja.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa kejadian itu pada Senin (25/2) sekira pukul 21.00 WIB dimana saat kejadian korban bersama temannya sedang bersilaturahmi ke rumah saudaranya. 

Tiba-tiba datang pelaku menghampiri korban untuk meminjam sepeda motor yang dikendarai korban. Karena saling mengenal, kemudian korban meminjamkan sepeda motor tersebut. Namun setelah dipinjamkan, pelaku tidak kunjung mengembalikan sepeda motor korban hingga dua hari.

"Karena merasa tertipu, korban melapor ke Mapolsek Tanah Abang," ungkap Sofyan, Kamis (28/2).

Dikatakannya bahwa setelah mendapat laporan korban, pihaknya langsung lakukan penyelidikan. Dan didapat informasi bahwa pelaku tengah berada disebuah rumah warga di Desa Sukaraja bersama temannya yang ikut menjual motor korban.

"Kita langsung ke lokasi yang diinfokan warga bersama Kanit Reskrim beserta jajaranya untuk melakukan penangkapan. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolsek bersama teman pelaku," tandasnya.(SN) 
Share:

Dua Beradik Saling Gugat, Sebuah Toko di Pasar Pendopo Dieksekusi

PALI--Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim lakukan eksekusi sebuah toko di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI berdasarkan putusan PN Muara Enim nomor 26/Pdt.G/2016/PN Mre 31 Mei 2017, pada Kamis (28/2).

Pelaksanaan eksekusi sempat bersitegang antara Sofyan dan anggota keluarganya selaku tergugat yang kalah dalam perkara tersebut dengan petugas PN Muara Enim, karena pihak Sofyan meminta tenggang waktu untuk mengosongkan tempat yang dijadikan toko peralatan rumah tangga itu.

Namun, setelah alot bernegosiasi, akhirnya pihak keluarga sofyan bersedia mengosongkan toko yang telah ditempatinya selama puluhan tahun tersebut hingga batas yang diberikan petugas PN yang dibantu kepolisian dan TNI.

SIMAK VIDEONYA :



Darmawati SH, Panitera PN Muara Enim menjelaskan bahwa perkara saling gugat antara Rozali (pihak penggugat yang memenangkan perkara) dengan Sofyan (pihak tergugat) sejak tahun 2016 lalu. Dan setelah melalui proses, akhirnya saat ini PN lakukan eksekusi karena pihak tergugat hingga batas waktu yang ditentukan tidak juga mengosongkan tempat yang diperkarakan.

"Sudah tiga kali kami layangkan surat, tetapi tergugat masih bertahan ditempat itu. Eksekusi ini kita lakukan karena sudah kasasi dari MA," ungkap Darmawati.

Sementara itu, Aida (50) adik kandung Sofyan mengatakan bahwa antara pengugat dan tergugat merupakan satu keluarga bahkan satu bin artinya satu ayah. Hanya saja, ayah kandung Rozali dan Sofyan memiliki dua istri.

Dijelaskan Aida bahwa Rozali anak dari istri tua ayahnya dan Sofyan serta dirinya dengan jumlah 9 bersaudara anak dari istri muda.

Aida menganggap bahwa putusan tersebut tidak adil, pasalnya pihak tergugat dinilainya telah memanipulasi data dengan memalsukan SPPHAT.

"Tanah dan bangunan ini memang warisan dari ayah kami untuk 9 anaknya. Tetapi yang digugat cuma kak Sofyan. Memang tidak ada surat wasiat tetapi ini merupakan hak kami karena dari keluarga istri tua ayah kami telah dibagi warisan. Rozali telah membuat SPPHAT palsu dan kasus itu sudah kami laporkan ke polisi," jelas Aida.

Pasca dieksekusi, Aida dan Sofyan serta anggota keluarga lainnya masih bingung mencari tempat untuk melanjutkan usahanya. "Awalnya kami minta tempo dua atau tiga hari untuk mengosongkan toko ini sembari mencari lokasi lain, tetapi pihak PN maksa harus hari ini. Kami terima, tetapi kami tidak diam, karena kami masih lakukan upaya hukum," tuturnya. (SN) 
Share:

Sempat Kejar-kejaran, Dua Begal Ini Keok Dipelor Tim Elang

PALI--Saburni (45) dan Tono (40) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keduanya mendapat bonus timah panas dibagian kakinya dari tim elang unit Reskrim Polsek Talang Ubi lantaran nekat begal dua siswi SMAN 1 Talang Ubi yang hendak berangkat ke sekolah di jalan perbatasan antara Setuntung Desa Suka Maju dengan Talang Ojan Kelurahan Talang Ubi Utara pada Kamis pagi (28/2) sekitar pukul 06.30 WIB.

Herni (17) dan Delfa (17) pelajar kelas XII SMAN 1 Talang Ubi warga Sungai Ibul yang menjadi korban kedua pelaku tersebut mengaku bahwa mereka saat hendak pergi sekolah menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat dibuntuti pelaku yang menggunakan sepeda motor, saat di TKP korban dihadang pelaku yang langsung menodongkan senjata api rakitan.

SIMAK VIDEONYA :



Karena ketakutan, akhirnya korban menyerahkan sepeda motornya. "Setelah pelaku itu merampas sepeda motor, kami langsung berlari dan meminta tolong. Kemudian ada warga yang melintas dan langsung mengumpulkan warga lainnya untuk mengejar pelaku," cerita Herni salahsatu korban saat di Mapolsek Talang Ubi.

Terpisah, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat info dari masyarakat adanya aksi Curas diwilayahnya. Kemudian dikatakan M Arafah bahwa tim elang langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pengejaran.

"Dari TKP dan dari lokasi penangkapan sekitar 2 kilometer. Diwarnai kejar-kejaran, dan pelaku juga sempat menabrak motor warga. Meski sudah dikepung anggota kita, pelaku berusaha melawan dengan senpi dan pisau. Maka kita lakukan tindakan tegas terukur mengenai kaki kedua pelaku," ungkap Arafah.

Setelah dilumpuhkan, kedua pelaku dan barang bukti berupa sepeda motor korban dan sepeda motor yang digunakan pelaku diboyong ke Mapolsek Talang Ubi. "Pistol yang digunakan pelaku rupanya hanya mainan anak-anak, saat ini pistol mainan tersebut jadi barang bukti beserta sebilah pisau dan dua unit sepeda motor. Pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal 9 tahun," tandasnya.(SN)


Share:

Polisi berhasil bekuk 2 pemuda pembobol Indomaret Panang Jaya



MUARA ENIM,---Petugas Polsek Gunung Megang, akhirnya berhasil membekuk dua pelaku pembobol minimarket Indomaret di Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, pada Sabtu (23/2) sekitar pukul 06.30 WIB lalu.

Kedua pelaku diketahui bernama Dodi (32), warga Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim dan Dwi Saputra (23), warga Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

Kedua pelaku ditangkap dirumahnya masing masing pada Selasa (26/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Kini kedua pelaku bersama barang buktinya berupa 1 slop rokok Marlboro, 1 slop rokok LA Filter, 1 slop rokok Djsamsoe super premium, 1 slop rokok gudang garam,  12 bungkus rokok djarum, 2 bal pempes,  1 kotak susu 50 buah korek api dan sejumlah barang lainnya diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani pemeriksaan.

Aksi pembobolan itu dilakukan pelaku dengan cara pelapon minimarket tersebut. Pembobolan itu diketahui karyawan minimarket Wahjudi dan Darmasyah ketika dia membuka pintu rollingdor minimerket itu.

Pada saat dia masuk ke dalam dilihatnya, plapon minimarket telah jebol dan barang barang yang berada di dalamnya sudah pada hilang dan berantakan. Kasus itu langsung dilaporkan ke Polsek Gunung Megang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Unit Reskrim Polsek Gunung Megang melakukan penyelidikan, hingga akhirnya kedua pelaku berhasil dibekuk.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (27/2) membenarkan kejadian itu. “Kedua pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 363 KUHP  pencurian dengan pemberatan,” jelasnya. (SN)
Share:

Masyarakat Manunggal Jaya Keluhkan Jalan yang Hancur Lebur


MUARA ENIM,---Masyarakat Desa Manunggal Jaya dan Desa Muara Emburung, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim mengeluhkan sikap Pemkab Muara Enim. Soalnya jalan penghubung kedua desa tersebut saat ini mengalami rusak parah alias hancur lebur.

Kerusakan badan jalan tersebut diperparah lagi selama musim penghujan yang terjadi saat ini. Hampir seluruh aspal badan jalan desa itu pada pecah dan terdapat lubang menganga digenangi oleh air hujan.

Keluhan itu disampaikan warga kepada anggota DPRD Muara Enim, dapil Rambang Dangku, H Umam Fajri S.Sos pada acara Istigosah dan dzikir bersama dalam rangka HUT Desa Manunggal Jaya, selasa (27/2)

Kehadiran wakil rakyat ini ke desa tersebut tidak saja sekedar menyerap aspirasi masyarakat, tetapi dia juga memberikan tausiah ceramah agama dihadapan ratusan warga tersebut.

Pada acara tersebut dilaksanakan juga acara melemang bersama masyarakat dengan jumlah 2.300 batang lemang. Setiap satu orang warga menyiapkan satu batang lemang.

Kemudian diisi juga kegiatan lainnya, seperti pencak silat dan pidato berbahasa Inggris dan arah oleh para siswa SMA setempat.

Kepala Desa Manunggal Jaya, Sukari, pada acara itu mengucapkan terima kasih atas kehadiran anggota DPRD Muara Enim pada HUT Desa Manunggal Jaya yang digelarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pak H Umam Pajri yang selama ini telah mengawal semua usulan masyarakat Desa Manunggal Jaya,” jelas Sukari.

Meski demikian, dia memohon agar Pemkab Muara Enim segera memperbaiki jalan penghubung Desa Manunggal Jaya dengan Desa Muara Emburung yang saat ini kondisinya rusak

Begitu juga, lanjutnya, jalan Desa Manunggal Jaya menuju Manunggal Makmur yang kondisinya juga rusak parah. Karena jelan tersebut merupakan akses masyarakat maupun para siswa untuk menuju ke sekolah SMA.

Dia juga mengharapkan kiranya Pemkab Muara Enim dapat segera mengelola potensi wisata yang ada di Desa Manunggal Jaya dengan menjadikan danau di desa tersebut menjadi destinasi wisata baru

Menanggapi permintaan Kades tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Muara Enim, H Umam Pajri S.Sos, pada acara itu mengatakan, bahwa dia mempunyai kewajiban  memperjuangkan apa yang memjadi impian masyarakat Manunggal Jaya.

“Saya juga sangat prihatin melihat kondisi infrastruktur jalan Desa Manunggal Jaya  yang rusak parah. Saya berkomitmen mengawal pembangunan jalan desa itu dalam pembahasan anggaran APBD nanti,” jelas Umam disambut terpuk tangan warga.

Menurutnya, apa yang disampaikan Kades, sudah sepatutnya diperjuangkan. Apalagi Desa Manunggal Jaya salah satu desa  yang paling taat membayar pajak PBB, sehingga pada tahun 2018 lalu mendapatkan penghargaan dari Pemkab Muara Enim. (SN)
Share:

Banyak Daerah Abaikan Ombudsmen, Muara Enim Zona Merah

MUARA ENIM,---Saat ini masih banyak Kabupaten di Sumsel yang tidak merespon nilai hasil survei yang dilakukan Ombudsman terhadap pelayanan standar publik. Soalnya hasil penilaian yang disampaikan Ombudsman kepada kabupten tersebut, ternyata tidak direspon kepala daerahnya.

“Banyak Kabupaten yang disurvei Ombudsman tetapi tidak mendapat respon dari Kepala Daerahnya,” jelas Anggota Ombudsman Cabang Palembang, Asra Gunawan, Rabu (27/2).

Penegasan itu disampaikannya ketika menjadi pembicara pada acara pendampingan penerapan hasil kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai  UU nomor 25 tahun 2009 berlangsung di ruang rapat Bappeda Pemkab Muara Enim.

Acara itu dibuka Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM bersama PLh Sekda Muara Enim, Ir H Abdul Nadjib MM diikuti Kepala OPD, camat dan pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muara Enim yang telah memberikan respon terhadap hasil survei penilaian yang dilakukan Ombudsman terhadap standar pelayanan publik di Muara Enim.

Menurutnya, suvei yang dilakukan Ombudsman bertujuan untuk mendorong  kepatuhan terhadap standar pelayanan publik  dalam rangka mempercepat meningkatkan kwalitas pelayanan publik. Kemudian untuk perbaikan peningkatan kwalitas pelayanan publik.

“Untuk Muara Enim target tahun 2019 ini bukan lagi standar pelayanan publik tetapi tingkat kepuasan pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, menegaskan, penyelenggaraan pelayanan publik merupakan perwujudan pelayanan kepada masyarakat. Baik perupa  pelayanan administrasi, pelayanan barang maupun pelayanan jasa yang dilaksanakan dalam upaya pemenuhan masyarakat maupun pelaksanaan ketentuan perundang udangan guna meningkatkan kesejahteraan  masyarakat.

Dijelaskannya, sebagai  rangkaian kegiatan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik, ombudsman RI pada tahun 2018  telah melakukan penilaian kepatuhan  terhadap standar pelayanan publik sesuai UU nomor 25 tahun 2009 di Kabupaten Muara Enim.

Menurutnya, penilaian yang dilakukan terhadap 57 produk layanan administrasi di 7  Dinas di Kabupaten Muara Enim. Dari hasil penilaian ini, lanjutnya, Muara Enim mendapatkan nilai 44,17  dan masuk  dalam zona merah.

“Ini menunjukkan masih rendahnya  kepatuhan pemerintah  Muara Enim terhadap imlementasi  standar pelayanan  publik  dalam berbagai bentuk,” jelas bupati.

Diantaranya, lanjutnya, ketidak jelasan  proses dan  prosedur,  ketidak pastian jangka  waktu pelayanan, kurangnya sarana dan prasarana penunjang  serta belum adanya pengelola pengaduan.

Kondisi ini, lanjut bupati, dapat berdampak pada pelayanan publik yang buruk, serta potensi perilaku koruptif bahkan mengakibatkan menurunnya kewibawaan pemerintah. “Hasil penilaian ini harus segara kita sikapi secara positif dengan upaya  melakukan perbaikan  dan  komitmen bersama, yang terprogram secara sistimatis dan  mandiri,” jelasnya. (SN)
Share:

Ternyata! Lagu Ku Tak Ingin Merupakan Pengalaman Galuh Adiwinata Sendiri


PRABUMULIH - Penampilan Galuh Adiwinata dalam launching album "18" dengan single "Ku Tak Ingin" di gedung Patra Ria Komplek Pertamina Selasa Malam (26/2) mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dibincangi seusai acara, Galuh mengaku senang karena bisa menghibur teman, kerabat serta masyarakat Kota Prabumulih. "Mendengar saya diapresiasi, saya sangat berterimakasih sama masyarakat Prabumulih karena mau mendengarkan karya saya," ujar Galuh.

Galuh menceritakan single berjudul "Ku Tak Bisa" tersebut menceritakan tentang seorang laki-laki yang tidak mau berpisah ditinggal sang kekasih.

"Single saya nulisnya menurut hati saya. Bisa dibilang pengalaman pribadi," ungkapnya sembari tersenyum malu.

Disinggung mengenai dipilihnya genre Pop Jazz  sebagai aliran musiknya, Galuh menuturkan jika dirinya sangat menyukai aliran musik tersebut sejak masih kecil.

"Saya tidak memilih-milih sebenarnya, saya menyukai segala jenis musik. Namun saya pilih yang paling saya suka," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Galuh Adiwinata menjadi artis pendatang baru hadir dengan single perdananya berjudul “Ku Tak Ingin” dibawah naungan musik distribusi Stoodio Indonesia.

Lagu bernuansa pop jazz akustik yang diberi judul “Ku Tak Ingin” diciptakan oleh Galuh sendiri untuk lirik dan nada, bekerja sama dengan Harry Toledo untuk aransemennya dan diambil dari debut album Galuh yang berisi 7 lagu berjudul ‘18’. Lagu “Ku Tak Ingin”  menceritakan tentang hubungan pasangan yang tidak ingin berpisah dan takut saling takut kehilangan.

Nama Harry Toledo yang menjadi music director album ‘18’ sudah sangat dikenal di industri musik Indonesia dan juga internasional. Pemain bass dari band Cherokee ini pernah bekerja sama dengan grup musik dan musisi nasional dan internasional antara lain Ireng Maulana n' Friends, Cherokee, Bali Longe 1 & 2, Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito dan Akira Jimbo.

Galuh Adiwinata yang kelahiran Prabumulih, 27 Juni 2000 ini sudah mempunyai banyak pengalaman tampil di berbagai acara dan event di Sumatera Selatan terutama di kota kelahirannya, Prabumulih. Bahkan terakhir dia bernyanyi disalah satu venue jazz terkemuka Motion Blue Jakarta.

Saat ini Galuh yang mengidolakan penyanyi Kunto Aji dan John Mayer ini sedang menjalani pendidikan di BINUS University Jakarta, jurusan Game Application and Technology. Alasan Galuh mengambil jurusan ini karena dirinya menyukai games dan desing-design animasi.
Semoga single perdana Galuh Adiwinata “Ku Tak Ingin” bisa diterima dengan baik oleh media-media dan juga para pendengar musik Indonesia.(SN)
Share:

Penampilan Galuh asal Prabumulih singkirkan jutaan pesaing yang masuk IBF


PRABUMULIH - Menjadi penyanyi pendatang baru sepertinya sudah menjadi suratan takdir Galuh Adiwinata. Pasalnya, bisa bertemu dan bekerjasama dengan Music Director ternama sekelas Harry Toledo seolah mimpi baginya.

Harry Toledo menjelaskan bahwa pertemuannya dengan putra asli Kota Prabumulih tersebut merupakan kebetulan alias tanpa direkayasa maupun disengaja.

"Sebenarnya terjadi tidak sengaja," Ujar Harry.

Menurut Harry lebih dari 1 juta karya musik yang masuk ke email Indonesia Bass Famili (IBF) pusat per hari dan untuk sampai ketangan seorang Harry Toledo lagu-lagu tersebut paling cepat sampai 6 bulan dan paling lambat 2 tahun.

"Karena lagu-lagu tersebut masih di seleksi oleh Joshua staf saya, nantinya paling 16 lagu yang sampai ketangan saya," ungkap Harry.

Namun, kata Harry, Yudi anggota IBF Kota Prabumulih memberanikam diri langsung kirim rekaman lagu milik Galuh Adiwinata ke emailnya yang secara AD/ART hal tersebut merupakan pelanggaran lantaran secara aturan lagu-lagu tersebut harus melewati tahapan mulai dari tingkat Kota, Provinsi dan barulah tingkat Pusat.

"Seharusnya melalui Gubernur IBF Sumsel. Pada saat itu saya sedang ada kegiatan di luar negeri, pesawat saya transit di singapura dan mengalami delay. Kemudian saya ambil salah satu hp saya, dibuka begitu saya dengarin loh ini bagus banget siapa yang kirim. Jarang-jarang saya dengar demo, biasanya melalui staf saya," terangnya.

Setelah itu, kata Harry, ia kemudian menghubungi Yudi untuk mempertanyakan penyanyi dalam demo yang dikirim tersebut. "Tapi mas Yudi langsung berkata siap dipecat dan minta ampun. Saya sampai tidak dikasih kesempatan bicara. Mungkin karna dia sudah menyalahi aturan kali ya," jelasnya.

Melihat talenta besar yang ada di diri seorang Galuh, pada akhirnya Harry bersedia untuk membuat aransemen baru lagu yang diciptakan oleh Galuh sendiri.

"Kebetulan Galuh adalah anggota IBF di Prabumulih. Saya sebagai produser juga sebagai presiden IBF indonesia sudah menjadi kewajiban kami mendukung segala aktifitas kesenian yang dikaryakan Galuh. Semoga ini jadi pemicu di Sumsel ada Galuh lain diajang musik nasional insya Allah Internasional," tuturnya.

Sementara Asep Suparman, ayah Galuh tidak menyangka anaknya bisa menjadi artis seperti saat ini. Terlebih, Galuh didukung oleh music direktor terkenal sekelas Harry Toledo dan Agung selaku distributor Album.

"Galuh memang hobi nyanyi dirumah tapi tidak seperti ini. Saya tidak menyangka apalagi sampai ditangani oleh mas Harry dan mas Agung," kata Asep.

Asep berharap meski sudah menjadi artis Galuh tetap rendah hati dan tidak sombong. "Walau jadi artis jangan berubah tetaplah menjadi Galuh anak kami," tukasnya. (SN)
Share:

Launching Album perdana Galuh, 63 Radio seluruh Indonesia siarkan serentak


PRABUMULIH - Galuh Adiwinata penyanyi pendatang baru asal Kota Prabumulih kini menyita perhatian sejumlah pecinta musik di Indonesia.

Sejumlah tawaran untuk visit atau interview dari sejumlah radio di Jawa Barat mulai masuk dengan menghubungi angga selaku Distributor Album.

"Alhamdulillah.  Tadi sore saya dapat telpon dari sejumlah radio dari Jawa Barat mengharapkan Visit atau interview ke teman-teman radio disana. Setelah sampai di Jakarta nanti bakal kita respon," Ujar Agung.

Pria yang kerap disapa Angga ini menuturkan telah menghubungi seluruh stasiun radio di Indonesia. "tidak semua stasiun Radio yang bisa menyiarkan launching single Galuh karena terganjal jadwal siar," ungkapnya.

Namun, kata Angga, tak sedikit stasiun Radio yang merespon positif kemudian melakukan siaran serentak album "18" dengan single "Ku Tak Bisa" tersebut.

"Kemarin kita adakan siaran serentak di 63 radio. Alhamdulillah benar-benar tak terduga," terang Angga.

Menurut Angga, dari informasi yang didapat single lagu tersebut mendapat respon positif dari pencinta musik Indonesia bahkan lagu Galuh masih diputar sampai jam 11 malam disejumlah stasiun Radio.

"Artis baru jadi alhamdulillah lancar, mulai jam 6 pagi sampai jam 11 malam masih disiarkan di radio," beber pemilik studio.id tersebut (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts