-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
Penertiban APK Terkendala Anggaran
Membangun Generasi Pembelajar Melalui Gerakan Literasi
SININews - Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.
Dalam rangka menyiapkan bangkitnya generasi pembelajar Indonesia diperlukan pembangunan pendidikan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.
Dalam konteks demikian, pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas, salah satunya adalah menyiapkan generasi pembelajar melalui gerakan literasi.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.
Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan kemampuan membaca ini pula literasi dasar berikutnya (numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan) dapat ditumbuhkembangkan.
Generasi Pembelajar
Generasi pembelajar adalah generasi yang bukan saja mendapatkan pengetahuan namun juga pemahaman. Generasi ini lebih baik belajar mengerti agar lebih bijak pula dalam memahami. Menjadi pribadi dengan pemikiran penuh keterbukaan, bukan penghafal diktat yang sekedar taat. Terus belajar dan mencari selagi muda, tidak hanya ikut dengan cuma-cuma dan tanpa bertanya.
Generasi pembelajar menjadi sorotan karena di tangan seorang pembelajar inilah akan membawa perubahan dan kemajuan dunia. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia akan terus dihadapkan pada tantangan yang juga besar. Persaingan sumber daya akan semakin tinggi. Bila kita memiliki semangat sebagai seorang pembelajar, maka kita takkan terpuruk.
Ki Hajar Dewantara, pernah berkata,
“Kemerdekaan tidak akan terwujud tanpa ilmu”. Ilmu adalah jalan terang untuk menjawab berbagai pertanyaan yang hadir sepanjang perjalanan hidup manusia. Bagi para generasi pembelajar, ilmu seolah menjadi nafas, yang dibutuhkan setiap saat, sepanjang hayat. Orang yang sukses dan terkenal tidak terjadi secara tiba-tiba dan instan, mereka telah melalui lika-liku perjuangan dan pasang surut dalam menuntut ilmu. Bekal utama mereka dalam meniti karirnya adalah ilmu, ilmu bisa didapatkan bila kita mau terus belajar dan inilah yang disebut dengan seorang pembelajar.
Generasi pembelajar adalah generasi yang haus akan ilmu pengetahuan, informasi dan berbagai hal yang memberikan spirit hidup positif. Untuk turut berpartisipasi dan berkiprah pada abad ke-21 diperlukan penguasaan keterampilan yang berupa literasi dasar, kompetensi, dan kualitas karakter. Dengan berbagai karakteristik yang ada pada abad 21, generasi pembelajar harus mampu untuk dapat bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ada 3 hal pokok yang harus dimiliki generasi abad-21 agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman dan mampu bersaing dengan orang lain dan bangsa lain dalam berbagai bidang termasuk teknologi dan ekonomi,yaitu :
1. Karakter
Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Ada
2 jenis karakter yang harus dimiliki,yaitu : a). Karakter Moral adalah watak atau kepribadian individu yang datang dari dalam diri dan menjadi ciri individu tersebut. seperti keimanan dan ketakwaan terhadap agama, Kejujuran, rendah hati, Tanggung Jawab, Kemandirian, Menghargai, Kesederhanaan, Berbagi. b). Karakter Kinerja adalah watak atau kepribadian individu yang ia tampilkan sebagai sikapnya dalam melakukan pekerjaan dan menjadi ciri individu tersebut. seperti kerja keras,kerja cerdas,kerja tuntas,tanggung jawab, ulet, tangguh dan tak mudah menyerah.
2. Kompetensi
Kompetensi abad 21 adalah komptensi atau kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang individu untuk dapat menjalani kehidupannya dengan baik di abad 21 ini. Kompetensi tersebut meliputi : 1). Creativity and Innovation 2). Critical Thinking and Problem Solving 3). Communication dan 4). Collaboration
3. Literasi (keterbukaan wawasan)
Secara umum Literasi adalah kemampuan individu mengolah dan memahami informasi saat membaca atau menulis maupun dari berbagai media lainnya. Artinya dengan literasi manusia abad-21 diharuskan untuk selalu Belajar dan mengikuti perkembangan zaman yaitu dengan keterbukaan wawasan.
Gerakan Litetasi
Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk kelompok kerja Gerakan Literasi Nasional untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan literasi yang dikelola unit-unit kerja terkait. Gerakan Literasi Masyarakat, misalnya, sudah lama dikembangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas), sebagai tindak lanjut dari program pemberantasan buta aksara yang dikembangkan UNESCO
Bersamaan dengan itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah untuk meningkatkan daya baca siswa dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggerakkan literasi bangsa dengan menerbitkan buku-buku pendukung bagi siswa yang berbasis pada kearifan lokal. Tahun 2017, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) menggagas Gerakan Satu Guru Satu Buku untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru dalam pembelajaran baca dan tulis.
Gerakan Literasi Nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.
Gerakan ini akan dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak, mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Meningkatkan literasi bangsa perlu dibingkai dalam sebuah gerakan nasional yang terintegrasi, tidak parsial, sendiri-sendiri, atau ditentukan oleh kelompok tertentu. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan publik dalam setiap kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan peningkatan daya saing bangsa.
Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun, Deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003).
Deklarasi UNESCO itu juga menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuankemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, dan itu bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.
Sedangkan pengertian Literasi Sekolah dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
Gerakan Literasi Sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen.
Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif menyonsong kehidupan abab 21.
Kehidupan di abad-21 akan ada banyak tantangan yang harus di hadapi. Kemajuan teknologi yang terus berkembang secara dinamis dan semakin pesat membuat manusia harus terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman secara global. Oleh sebab itu, mau tidak mau kita HARUS MAU menghadapinya, sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk hidup di abad-21. UNESCO telah membuat 4 (empat) pilar pendidikan untuk menyongsong abad 21, yaitu: Learning to how (belajar untuk mengetahui), Learning to do (belajar untuk melakukan), Learning to be (belajar untuk mengaktualisasikan diri sebagai individu mandiri yang berkepribadian), Learning to live together (belajar untuk hidup bersama)
Oleh karena itu pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan manusia yang berlangsung sepanjang hayat.
Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. “Semua kita adalah guru, semua tempat adalah sekolah dan semua waktu adalah pelajaran” (sn)
Oleh: BAYUMIE SYUKRI AP., SE., M. Si
(Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, tinggal di Palembang
Atlet KKI OKU Raih 11 Medali Emas di Kejurda 10
BATURAJA - Tak sia-sia perjuangan pengurus KKI OKU dan orangtua atlet memberangkatkan 36 karateka mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) KKI tingkat Provinsi Sumsel ke-10 dan Open Turnamen Piala Abdul Aziz ke-2 yang diselenggarakan di GOR Dempo Jakabaring Palembang 6 - 7 April 2019.
Meski berangkat dengan patungan dana orangtua dan pengurus, para karateka Kontingen Polres OKU tersebut berhasil memboyong dan membawa pulang 11 medali emas.
Selain itu juga para karateka yang turun di kelas berbeda mampu mempersembahkan delapan perak dan 13 perunggu. Kesebelas medali emas tersebut disabet atlet yang turun di Kejurda dan Festival dari katagori usia dini dan pemula. Terdiri dari sembilan emas diraih di ajang festival dan dua emasnya lagi di Kejurda.
"Yang membanggakan kita, ada empat atlet asal kontingen OKU bisa masuk kontingen KKI Sumsel untuk mengikuti open turnamen. Jadi mereka bukan lagi membawa nama KKI OKU saat tampil melainkan atlet Kontingen KKI Sumsel. Dikarenakan mereka menjadi juara pertama dan kedua atau dapat medali emas dan perak saat turun di Kejurda," terang Ketua Umum KKI OKU, AKP Adi Sapril HS SH MH, Senin (8/4).
Adapun keempat karateka KKI OKU yang tampil di bawah bendera KKI Sumsel dalam Open Turnamen yang digelar usai Kejurda tersebut, yakni Amanda Jessy Carisa, Araftyo Malikal Zukhrufi, Agatha, dan Reyhan.
Hanya saja karena keempatnya belum memiliki pengalaman bertanding atau jam terbang tinggi, saat tampil di open turnamen melawan musuh-musuhnya yang rata-rata sudah berpengalaman di tingkat regional dan nasional, mereka harus mengakui keunggulan lawan-lawannya tersebut.
Dari even ini tidak ada medali emas yang direbut. Hanya 1 perak dan dua perunggu. "Open turnamen bukan saja diikuti karateka Sumsel tapi juga ada yang dari Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Sekali lagi ini bisa memnambah pengalaman bertanding atlet KKI OKU yang memiliki potensi masa depan. Jadi meski belum bisa berbicara banyak di open turnamen, setidaknya mereka sudah memulai mencicipi pertandingan-pertandingan dengan lawan yang berkelas," tambah Ketua Majelis Sabuk Hitam KKI Sumsel ini.
Kemudian, penyandang Dan V Internasional ini berharap dengan perolehan medali tahun ini bisa membangkitkan dunia karate di OKU makin bergairah lagi. Kedepannya, KKI Polres OKU akan mengevaluasi dari hasil yang sudah dicapai, serta mempersiapkan jauh-jauh hari untuk pemberangkatan kejuaraan-kejuaraan di luar daerah.
"Terimakasih atas kerjasama jajaran pengurus, official dan orangtua atlet yang sudah bekerja keras dan mengmpulkan sumbangan pribadi sehingga atlet KKI OKU bisa berangkat bertanding. Hasilnya kita bisa membawa pulang puluhan medali ke OKU. Yang terpenting even tahun ini telah banyak memberi pelajaran kepada kita tentang kerjasama dan perjuangan untuk meraih pengalaman dan prestasi di tingkat lebih tinggi," pungkas mantan Kasat Intel Polres Prabumulih ini.
Sementara itu, Ari Firnando salah seorang official Kontingen KKI OKU, menjelaskan, usai mengikuti seluruh rangkaian pertandingan mulai dari festival, kejurda, dan open turnamem, mereka langsung bertolak pulang ke Baturaja Minggu malam.
"Kami mampir dulu di tempat menginap atlet dan official di rumah Shines Adi Sapril. Sekitar jam 22.30 WIB langsung bertolak ke Baturaja dan sampai sekitar pukul 04.30 WIB," terangnya.
Usai mengikuti Kejurda di Palembang, pihaknya akan langsung menggenjot beberapa atlet yang diproyeksikan mengikuti 02SN tingkat SMP. Dimana kata Ari, 02SN tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka mencari bibit berprestasi untuk dikirim ke tingkat Provinsi Sumsel.
"Ada beberapa atlet KKI OKU yang berstatus pelajar SMP. Mereka kami nilai punya bakat dan potensi untuk meraih prestasi di ajang O2SN. Meski masih dalam kondisi lelah, mudah-mudahan atlet yang kami persiapkan bisa cepat segar untuk kembali bertanding," terangnya. (sn)
Ratusan Siswa Ikuti O2SN Kecamatan Muara Enim Wakil Di Provinsi
Seperti yang dikatakan oleh Ketua Panitia,Abi Nurwardani M Or bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 kecamatan dalam Kabupaten Muaraenim.
" Untuk kegiatan gala siswa digelar sejak 22 Februari- 8 Maret 2019 dan untuk O2SN akan di laksanakan selama tiga hari,8-10 April 2019," katanya.
Sementara itu menurut Bupati Muaraenim melalui Asisten III, Teguh Jaya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk kegiatan Olimpiade ini untuk meningkatkan kondisi kesehatan dalam rangka menunjang kualitas akademis dan terjaringnya bibit-bibit atlet berbakat dalam bidang olahraga untuk dibina dan dikembangkan lebih terarah dan berkelanjutan.
" sehingga menghasilkan siswa terbaik di masing-masing cabang olahraga yang mampu berprestasi mengharumkan nama daerah terutama Kabupaten Muara Enim,"katanya.
Menghimbau kepada seluruh peserta agar dapat bermain dengan sebaik-baiknya serta menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding.
" saya juga mengajak semua pihak untuk memimpin setiap pertandingan secara profesional objektif dan menjunjung tinggi norma serta kehormatan Wasit dan kepada para guru dan Pembina olahraga Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai sarana evaluasi atau proses pembinaan prestasi anak-anak Didik kita untuk lebih baik dan berprestasi,"pungkasnya.
Untuk tim sepakbola wakil dintingkat Provinsi, Kabuoaten Muara Enim diwakilkan oleh Kecamatan Muara Enim yang berhasil mengalahkan Kecamatan Gelumbang dengan skor 4-1. (Sn)
Laporan KPU, Surat Suara DPRD Kabupaten Masih Kurang
Lalai Saat Mengemudi, Cold Diesel Hantam Carry, Tiga Luber
Kejadian ini terjadi pada, Sabtu (6/4) sore sekitar pukul 15.00 wib di jalan lintas Muara Enim - Prabumulih, tepatnya di Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanma Kabupaten Muara Enim.
Akibat kejadian ini, tiga penumpang carry yang mengalami luka berat yakni Deski (31) warga Muara Lawai dengan luka robek pada lengan kanan dan kiri, luka robek pada kaki kanan dan kiri, kemudian luka dalam berupa patah tulang pada kaki kiri.
Selanjutnya, Sasnawati (53) warga Kampung IV, Desa Ujanmas Baru mengalami luka tertutup pada bahu kanan luka lecet pada wajah sebelah kanan, kemudian luka patah tertutup pada paha kaki sebelah kanan.
Terakhir, Herdiansyah (18) yang juga warga Desa Ujanmas Baru mengalami luka patah tertutup tangan sebelah kanan, luka lecet bagian kening sebelah kanan, Luka Lecet pada kaki bagian Kanan dan kesmua korban di bawa ke RS Rabain Muara Enim.Sementara sopir truk beserta penumpang tidak mengalami luka luka.
Kejadian Lakalantas ini berawal sewaktu mobil Truk Colt Diesel BG 8258 E yang dikemudikan oleh Friska yang berjalan dari arah Prabumulih menuju arah Muara Enim berjalan dengan kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan kendaraan yang berada didepannya.
Setibanya di tempat kejadian, pada saat bersamaan, datang dari arah berlawanan mobil Suzuki Carry BG 9914 DI yang dikemudikan Deski sehingga terjadilah kecelakaan yang menyebabkan korban mengalami luka - luka dan dibawa ke RS Rabain Muara Enim.
Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono melalui Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Feby Febriyana, Senin (8/4) saat dikonfirmasi di ruangannya membenarkan telah terjadinya kecelakaan lalulintas di Desa Ujanmas Baru.
“Anggota kita sudah meluncur ke lokasi dan mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang sudah rusak berat. Selain itu kita juga sudah meminta keterangan kepada saksi saksi dilapangan juga sudah memberi garis polisi. Sementara korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit,” terang Kasat.
Sementara itu, lanjut Feby, sopir truk sudah kita amankan untuk dilakukan proses lebih lanjut. “Karena sudah ada laporan polisi dan saat ini sudah ada surat rekomendasi pengurusan jasaraharja maka sopir kami tahan untuk proses lanjutan,” pungkasnya.
Warga Usulkan Jembatan Penghubung PALI-MUBA, Begini Tanggapan Dewan PALI
PALI--Permudah akses masyarakat antara dua Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) khususnya warga Kecamatan Penukal dan Abab dengan Kabupaten MUBA menuju Palembang, sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten PALI cetuskan usulan pembangunan jembatan penghubung di dua Kabupaten tersebut.
Seperti diutarakan Ashar, tokoh masyarakat Air Itam Kecamatan Penukal, menurutnya jembatan penghubung PALI-MUBA yang memotong sungai Musi akan menambah meningkatnya geliat ekonomi masyarakat dua Kabupaten tersebut.
"Kami mengusulkan agar pemerintah pusat atau pemerintah provinsi Sumatera Selatan dapat membangunkan Jembatan Musi yang menghubungkan Kabupaten MUBA dengan Kabupaten PALI melalui akses jalan Wilayah Desa Air itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Karena di wilayah desa Air itam tersebut sudah ada jalan Perkebunan Sawit PT. Aburahmi yang sudah tembus sampai ke tepi sungai Musi," usulnya.
Dengan sudah adanya jalan perusahaan tersebut diakui Ashar mempermudah pembangunan.
"Masyarakat sangat mengharapkan sekali agar jalan tersebut di bangunkan jembatan musi supaya jarak tempuh dari Kabupaten PALI ke Kota Palembang semakin dekat dan semakin cepat. Dan dengan jalan tersebut diharapkan pula agar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di kedua wilayah kabupaten tersebut," imbuhnya.
Terpisah, Edi Eka Puryadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI asal Desa Air Itam saat dikonfirmasi media ini, Senin (8/4), mengaku bahwa dirinya telah menyampaikan usulan tersebut ke Pemkab PALI untuk selanjutnya diteruskan ke Pemprov Sumsel.
"Insyaallah usulan pembangunan jembatan penghubung PALI-Muba dari Talang Air Itam bisa terwujud. Saat ini, kami telah sampaikan ke Pemprov melalui Pemda PALI," terangnya.(SN)
Pesta Narkoba di Desa Tanjung Telang, 4 Pria diamankan polisi
"Pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan tim opsanal Polres Prabumulih minggu malam"
Rekomendasi Diberikan DPRD Terhadap Pemerintah PALI, Berikut Isinya
PALI--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lanjutakan rapat paripurna IV dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati PALI tahun 2018, Senin (8/4).
Tak Kunjung Diambil, Ribuan KTP El Numpuk di Kantor Disdukcapil
Bahkan, guna mempercepat proses pencetakkan, Disdukcapil Prabumulih melemburkan pegawainya untuk bekerja dihari Sabtu dan Minggu.
Alih-alih mempercepat pelayanan. Setelah dilakukan pencetakkan KTP El, hingga saat ini belum juga diambil pemiliknya. Untuk itu, Disdukcapil Prabhmulih akan mendistribusikan KTP El ke kantor Kelurahan Desa masing-masing.
"Besok (Selasa) akan kami bagikan ke kelurahan desa, selanjutnya pihak Kelurahan Desa yang akan membagikan kepada warga," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Amilton, melalui Kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan Yudhi Apriadi, Senin (8/4).
Yudhi menerangkan, KTP EL yang sudah dicetak namun tak kunjung diambil itu sudah mencapai 3 Ribu keping. "kami memang selalu berupaya merampungkan data KTP EL yang sudah siap cetak," terangnya.
Yudhi mengimbau warga untuk segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan desa setempat guna mengambil KTP El yang sudah dicetak.
"Mengenai mekanismenya kami serahkan kepada masing-masing Lurah dan Kades,” ungkapnya.
Selain itu, Yudhi berharap agar kiranya RT RW juga aktif dalam percepatan penyaluran KTP EL kepada warga. "RT RW juga diharapkan berperan serta, karena biasanya melalui kelurahan RT RW lebih tau warganya," tambahnya.










