Kebakaran di PALI Hanguskan Tiga Rumah, Satu Orang Meninggal Dunia

PALI - Warga Talang Jawa Kelurahan Talang Ubi Barat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan adanya kobaran api yang keluar dari rumah milik Gusti (40) yang langsung membesar dan merembet ke rumah tetangganya, pada Minggu (19/5).

Kebakaran tersebut menghanguskan tiga rumah, yakni milik Gusti yang dihuni empat orang, rumah Rizal dan Herman.

Pada kebakaran tersebut menelan korban satu jiwa. Sukandar (70) yang menghuni rumah Gusti meninggal dunia diduga terkurung didalam kamarnya saat masih tertidur ketika api berkobar.

Dari keterangan Jaroni, warga setempat saat diwawancarai media ini dilokasi kebakaran mengatakan kesaksiannya bahwa api pertama kali terlihat disamping rumah Gusti, persisnya di ruang tamu,  kemudian membesar dan menjalar menghanguskan dua rumah warga lainnya yang posisinya berdekatan.

Saat kejadian, pemilik rumah, Gusti berada didalam rumahnya bersama anggota keluarga lainnya, tetapi diduga seluruh penghuni tengah tertidur.

"Kejadiannya lebih kurang jam 08.30 WIB. Saat itu saya mendengar teriakan Gusti yang meminta tolong ada api di rumahnya. Kemudian aku keluar rumah, dan benar saja, api telah membesar dari arah ruang tamu rumah Gusti," ungkap Jaroni.

Kemudian warga lainnya yang keluar rumah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, tetapi api tidak bisa dikendalikan.

"15 menit kemudian baru datang mobil Damkar dari Pertamina disusul Damkar dari Pemkab. Api berhasil dipadamkan setengah jam kemudian. Tetapi tiga rumah tidak bisa diselamatkan, rata dengan tanah tinggal puing-puingnya saja," tukasnya.

Setelah api padam, warga pun dikejutkan kembali dengan penemuan sesosok jasad didalam kamar.

"Diketahui jasad tersebut masih kerabat Gusti, bernama Sukandar yang saat kejadian diduga masih tertidur dan terjebak api. Kemudian jasad korban dilarikan ke RSUD Talang Ubi," kata Jaroni.

Sementara ini, lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi, dan masih jadi tontonan warga sekitar. Pemilik rumah lainnya yang ikut terbakar, masih mencari barang berharga ditengah puing-puing bangunan yang telah hangus terbakar.(sn)
Share:

Dewan OKU Sampaikan Pandangan Umum LKPJ Bupati OKU 2018


BATURAJA - DPRD OKU menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati OKU tahun 2018. Kegiatan berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD OKU dipimpin Ketua DPRD Kabupaten OKU, Zaplin Ipani, SE didampingi Wakil Ketua Ferlan ID Murod, Selasa (14/05).

Hadir Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis, Sekda OKU Dr. Drs. H. Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, MH, Sekwan A. Karim, MT, unsur Forkopimda Kabupaten OKU, Kepala OPD, Para Anggota Dewan, Ketua partai politik, dan tamu undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Golkar dengan juru bicara Ir. H. Syaifuddin, AB menyampaikan pandangannya tentang realisasi pendapatan daerah sebesar Rp. 1.412.521.219,21, realisasi belanja daerah sebesar Rp. 1.216.923.485.307,98, transfer bantuan keuangan sebesar Rp. 202.250.207.010,- serta pembiayaan netto sebesar Rp. 94.775.750.462,58,- berdasarkan urai tersebut di atas, secara keseluruhan komponen APBD Kabupaten OKU Tahun anggaran 2018 telah terealisasi dengan baik, sehingga menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp. 88.123.967. 363,81,-

Fraksi Golkar menyampaikan usul dan saran dan mengharapkan kepada Pemkab OKU melalui dinas terkait untuk menambah kendaraan pengangkut sampah untuk mengatasi penumpukan sampah yang saat ini masih terkendala. Farksi Golkar juga mengusulkan penerangan lampu jalan disepanjang jalan di kota Baturaja. Forum masyarakat Sukajadi bersatu mengharapkan perusahaan PT Semen Baturaja menjadikan Kota Baturaja menjadi kantor pusat dan juga meminta CSR terhadap ring satu khususnya kelurahan Sukajadi serta saat penerimaan tenaga kerja mengutamakan warga ring 1

Fraksi Demokrat dengan juru bicara Yopi Sahrudin, SSos mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab OKU untuk meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan kemampuan keuangan daerah merupakan upaya yang harus senantiasa dilakukan, sejalan dengan kebijakan otonomi daerah yang semakin luas, nyata, dinamis, serasi, dan bertanggungjawab.

Fraksi Demokrat sangat mengapresiasi Pemkab dalam pengelolaan Anggaran Daerah,  menekankan kepada Pemkab agar tetap mempertahankan opini yang dicapai dan terus menyempurnakan pengelolaan keuangan daerah untuk tahun anggaran yang akan datang.


Sedangkan Fraksi PDI Perjuangan dengan juru bicaranya H, Azuzandri,SH menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi kepada Pemkab OKU atas pencapaian laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) OKU tercepat ke dua se-Indonesia dan kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  untuk ke empat kalinya dari BPK RI perwakilan Sumsel. Perestasi ini merupakan kebanggaan dan capaian prestasi senergitas antara eksekutif dan legislatif  secara akuntabel dan kredibel perlu dijaga dan dipertahankan.

Fraksi PDIP menyampaikan tanggapan, mengusulkan dan saran terkait pandangan umumnya, Pertama, Sektor PAD khususnya pajak daerah yang realisasinya hanya sebesar hanya 97,68 % atau tercapai sebesar Rp 43.504.672.972,00 sektor ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun anggaran 2017 yaitu 114,46 % dari target, ini menjadi perhatian bersama untuk ditingkatkan pada tahun mendatang. Fraksi PDIP juga menyoroti tentang pembangunan gedung rumah sakit Ibnu Soetowo yang sampai saat ini belum ada informasi mengenai kapan akan dilaksanakan pembangunannya, apalagi gedung yang sebelumnya sudah dirobohkan, kiranya menjadi perhatian serius pemerintah.

Fraksi PKS, Nasional Demokrat dan PKB menyoroti LKPJ Bupati tahun 2018, terkait aspek pendapatan yang berdasarkan Peraturan Daerah No 7 tahun 2018 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten OKU tahun anggaran 2018. Ketiga Fraksi menyayangkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih kecil terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak sesuai dengan target yang diinginkan.

Namun, secara keseluruhan pihaknya menilai LKPJ Bupati OKU 2018 sudah cukup baik, dan berharap Pemkab OKU melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait aspek APBD pada periode yang akan datang guna meningkatkan pencapaian pembangunan di Kabupaten OKU. Selain itu, apresiasi disampaikan oleh mayoritas Fraksi atas kerja keras dan upaya maksimal yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten OKU selama tahun anggaran 2018. Menurut mereka pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Apresiasi juga diberikan atas seluruh capaian dan penghargaan WTP ke empat kalinya secara berturut-turut dari dari BPK RI perwakilan Sumsel dan pelaporan keuangan pemerintah daerah tercepat ke dua se-Indonesia yang diraih Pemerintah Kabupaten OKU selama tahun 2018.  Fraksi PKB menambahkan permasalahan yang berkembang dimasyarakat yakni berkaitan tentang perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan kabupaten, juga pelayanan PDAM yang tidak berkualitas dimana air yang dihasilkan keruh dan berbau. PDAM terkesan kerjanya asal-asalan tidak berkompeten, diharapkan kedepannya ada perbaikan kenerja Direksi dan Staf PDAM OKU.  (Adv/Windra)
Share:

Jalur Mudik PALI-Sekayu Rusak, Warga Tagih Janji Gubernur

PALI-Warga Bumi Serepat Serasan mengeluhkan jalan lintas PALI-Sekayu Muba yang saat ini banyak mengalami kerusakan, padahal berulang kali Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru menjanjikan bakal memperbaiki jalan tersebut untuk memperlancar aktivitas dan perekonomian masyarakat.

"Ini sudah mau lebaran, dan jalan lintas ini sering dipakai jalur mudik warga. Kalau sampai saat ini belum kunjung diperbaiki, dipastikan, mengurangi kenyamanan mudik warga," ungkap Ayu, salahsatu pengguna jalan, Sabtu (18/5).

Terlebih dibeberapa titik pengguna jalan harus ekstra hati-hati, seperti di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi yang dikatakan Ayu bahwa ada gorong-gorong jebol dan saat ini hanya dipasang kayu batang kelapa.

"Jembatan itu belum juga diperbaiki, hanya dipasang kayu batang kelapa. Belum lagi di wilayah Desa Sinar Dewa, dimana bibir jalan alami longsor. Serta di wilayah Desa Gunung Menang yang terdapat banyak lubang dimana-mana," terangnya. 

Terpisah, Asgianto, anggota DPRD provinsi Sumatera Selatan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas PU provinsi. 

"Tadi sudah koordinasi dengan PUBM provinsi, jawaban dari mereka (PUBM provinsi) akan segera di perbaiki dan ditindak lanjuti," kata Asgianto. (sn)
Share:

Spesialis Pembobol Rumah Diringkus Dirumah Emak



MUARA ENIM - Polsek Sungai Rotan berhasil mengamankan tersangka Bayu Antoni (18) setelah pencurian yang dilakukannya di rumah milik korban Tikadin (32). Tersangka dibekuk di kediaman ibunya yang berada di Desa Penandingan muara enim. 

Penangkapan dilakukan tim Polsek sungai rota pada kamis malam sekitar pukul 22.30 WIB di kediaman ibu tersangja yang berada di desa penandingan. Hal tersebut berdasarkan laporan dari korban Tikadin yang kehilangan barang berharganya di rumahnya desa danau rata kecamaran sungai rotan. 

Informasi di himpun kejadian tersebut dilakukan pada kamis (7/4) sekitar pukul 05.30 dimana korban yang terkejut saat melihat pintu dan jendela depan sudah terbuka. Sepeda motor smash yang diparkirkan di ruang tamu sudah hilang dan setelah di periksa hp samsung J2, hp Advance, hp maxtron beberapa rokok dan tas Virce sudah hilang, dimana total kerugian ditaksir senilai Rp 10 juta. 

Berdasarkan perkembangan penyelidikan terhadap pelaku,  diketahui pelaku berada di rmh ibunya di desa penandingan. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dan selain mengamankan tersangka juga diamankan barang bukti lain seperti satu Hp maxtron. 

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta mengatakan selain tersangka masih ada pelaku lain yang masih dalam pengejaran. "Identitas pelaku lainnya sudah kami kantongi dan kini statusnya DPO," tegasnya.

Tersangka Bayu juga mengakui tidak melakukan oencurian sendiri melainkan bersama satu orang temannya. "Memang sudah di incar dan hasil pencurian kami bagi dua," bebernya.
Share:

Mau Sekolah Di SMA 1 Ujan Mas, Calon Siswa Dites Baca Al Quran

Muara Enim - Calon siswa yang akan masuk ke SMA Negeri 1 Ujan Mas tahun akademik 2019/2020, akan menjalani tes membaca Al Quran. Meski tidak menjadi penentu diterima atau tidaknya calon siswa itu, namun tes baca Al Quran dilakukan sebagai bentuk sekolah mendukung terwujudnya visi Muara Enim untuk Rakyat yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat, dan Sejahtera.

“Selain wajib mengikuti tes tertulis dan serangkaian tes lainnya. Calon siswa yang akan masuk ke sekolah ini juga akan diuji secara langsung membaca Al Quran oleh guru agama pada saat pendaftaran. Ini merupakan bentuk kita mendukung terwujudnya visi Muara Enim terutama Agamis,” jelas Kepala SMA Negeri 1 Ujan Mas, Penderizal Spd MM, Jumat (17/5).

Apalagi, sambung Penderizal, setiap pagi sekitar 10 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai. Sekolah mengadakan tadarus Al Quran. Dengan proses tes baca Al Quran itu, akan diketahui siapa saja yang belum bisa membaca Al Quran. Dengan begitu, sekolah akan lebih mudah mengetahui anak didik yang tidak bisa baca Al Quran. Kemudian, mereka bisa lebih intensif mendapat pendidikan baca Al Quran dari guru agama.

“Karena kita ingin memberantas buta baca Al Quran. Selain itu, tes ini juga sesuai dengan visi misi sekolah, yakni mempunyai budi pekerti yang luhur,” bebernya.

Di sisi lain, dijelaskannya pula, bahwa SMA Negeri 1 Ujan Mas pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 bakal menampung siswa sebanyak 252 orang, sesuai dengan jumlah siswa kelas XII yang lulus. “Kita siapkan tujuh kelas untuk siswa baru ini,” tuturnya.

Sesuai dengan zonasi, SMA Negeri 1 Ujan Mas bakal menampung siswa yang bertempat tinggal di sekitar sekolah atau lulusan dari enam SMP, seperti SMP Negeri 1 Ujan Mas, SMP Negeri 5 Gunung Megang, SMP Negeri 1 Benakat, SMP Abdi Persada, SMP Pandetenasia Cifu, dan SMP YPDP Lubuk Bata.

 “Sesuai dengan Juknis Dinas Pendidikan Provinsi, pendaftaran mulai dibuka pada 14-19 Mei 2019,” ulasnya. 

Setelah itu, pada 25 Mei dilakukan tes tertulis. Sedangkan pengumuman hasil seleksi dilaksanakan tanggal 28 Mei. “Bagi siswa yang lulus wajib daftar ulang pada tanggal 29 sampai 31 Mei 2019,” tukasnya.
Share:

Antisipasi Cacar Monyet, Dinkes Prabumulih Sebar Informasi ke Seluruh Layanan Kesehatan

PRABUMULIH--Meskipun penyakit monkeypox atau cacar monyet belum masuk Indonesia, namun sejumlah antisipasi dan pencegahan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Prabumulih. 

Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo Sumali MPh melalui dr Hj Hesti Widyaningsih MM mengatakan pihaknya sudah menyebar informasi ke semua layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tentang kewaspadaan importasi penyakit monkeypox atau cacar monyet. 

"Ini juga menindaklanjuti surat yang telah dilayangkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ke seluruh kabupaten kota yang ada di Indonesia," ujar Hesti, Jumat (17/5). 

Apalagi, kata Hesti, letak kota Prabumulih sebagai perlintasan tentunya banyak para pekerja asal sumsel diluar negeri maupun di batam yang melintas disini saat hendak pulang ke kampung halaman.

"Memang belum ada di Indonesia, tapi harus tetap diwaspadai," ungkapnya.

Hesti menjelaskan gejala monkeypox mirip dengan cacar namun lebih ringan. Adapun gejala yang dialami oleh si penderita berupa demam, sakit kepala, pembesaran getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. 

"Ruam pada kulit, wajah yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya," terangnya. 

Penularan penyakit monkeypox ini melalui hewan pengerat yang mengandung virus monkeypox. Penularan terjadi melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah atau memakan daging yang tidak dimasak dengan benar.

"Virus Monkeyfox sebagian besar ditularkan kemanusia dari berbagai binatang liar seperti tikus, dan primata (kera)," tuturnya sembari menambahkan tikus hutan dan tupai menjadi penyebab terbesar penularan virus.
Share:

Kades Tempirai Barat Yakinkan Status Bakal Lahan Transmigrasi Aman

              foto. ilustrasi



PALI - Keinginan warga Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk dijadikan lokasi transmigrasi pada lahan tidur yang terdapat dalam wilayah dua desa tersebut seluas lebih 2.000 hektar begitu tinggi.

Karena disamping ingin mengulang kembali kejayaan desa tersebut menjadi lumbung padi, juga mengembangkan wilayah tersebut menjadi kawasan perkotaan baru. Karena apabila lokasi sudah dibuka dan ditempatkan ratusan kepala keluarga, secara otomatis pertumbuhan penduduk meningkat dan pastinya dibarengi perputaran ekonomi yang akan terus menggeliat.

Keseriusan warga dua desa Tempirai itu dibuktikan dengan penyerahan lebih 2.000 hektar lahan tidur yang sejak tahun 1980an tidak dikelola lagi oleh penduduk setempat ke pemerintah untuk dijadikan lahan transmigrasi.

"Pemerintah pusat atau warga calon transmigran, tidak usah sangsi lagi atas status lahan untuk lokasi transmigrasi. Sebab, warga menyerahkan sepenuhnya lahan miliknya untuk dibuka dengan dibuktikan surat pernyataan," ungkap Dedi Handayani, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, Kamis (16/5).

Selanjutnya, untuk syarat lain memenuhi kriteria menjadi lokasi transmigrasi, diakui Kades diserahkan ke Pemda PALI melalui Disnakertrans.

"Informasi proses pelaksanaan pembukaan lahan transmigrasi sudah berjalan, bahkan sudah ada dua provinsi di pulau jawa meninjau ke lokasi bakal lahan transmigrasi. Dan kami berharap, pelaksanaan pembukaan lokasi transmigrasi bisa segera terealisasi," harapnya.

Sementara itu, Usman Dani Kepala Disnakertrans PALI mengemukakan bahwa memang rencana awal pembukaan lokasi transmigrasi di Tempirai seluas 900 hektar.

"Mudah-mudahan ditahun 2020, pelaksanaan pembukaan lahan sudah bisa dimulai. Dua provinsi, yakni DIY dan Jawa Tengah sudah lakukan penjajakan ke lokasi bakal lahan transmigrasi karena mereka ingin warganya menjadi transmigran ke PALI," urainya. (sn) 
Share:

Diduga Cemburu Istrinya Dibonceng Pria Lain, Nila Nekat Bunuh Fredy

"Korban Fredy yang bersimbah darah seetelah mengalami luka tusuk dibagian punggung dan leher"
BATURAJA– Nila Saputra (28), warga Gotong Royong Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, nekat menghabisi nyawa Fredy Setiawan (25), warga Sukajadi.

Nila diduga terbakar api cemburu terhadap korban Fredy, yang tak lain diduga adalah pasangan selingkuh istrinya.

Korban Fredy dihabisi dengan cara ditikam menggunakan pisau sebanyak dua lubang di bagian leher sebelah kiri dan dada sebelah kanan, Rabu (15/5) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan STM Badaruddin II, persis di depan Resto Kopi Tiam tempat istri pelaku bekerja.

Korban sempat dilarikan ke UGD RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dan dilakukan perawatan intensif. Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan dan meregang nyawa sekitar pukul 03.00 WIB.
"Pelaku berhasil diamankan petugas kepolisian" 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika korban datang untuk menjemput istri pelaku pulang kerja sekitar pukul 22.20 WIB.

Saat itu, ternyata pelaku sedang makan pecel lele yang tak jauh dari tempat istrinya kerja. Melihat hal itu, pelaku langsung menghampiri korban dari belakang dan menghujamkan pisau ke leher korban.

Saat kejadian, korban dan istri pelaku sudah berada di atas sepeda motor dan siap-siap hendak pulang.

“Katanya dia (pelaku) keluar dari pecel lele sudah bawa pisau, datang-datang langsung nujah (nusuk pakai pisau). Setelah nujah langsung ditangkap dibawa masuk ke Kopi Tiam. Sementara korban jatuh sambil dipangku cewek itu,” kata narasumber yang enggan dikutip namanya.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kasatreskrim, AKP Alex Andrian, membenarkan adanya tindakan pembunuhan yang dilakukan Nila Saputra.

Pelaku sudah diamankan di Mapolres OKU untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau milik pelaku Nila.

“Kita masih menunggu LP dari pihak korban. Terduga pelaku sendiri dikenakan pasal 338 KUHP atau 351 ayat 3 penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” tuturnya. (sn)
Share:

Laporan 3 Caleg Maney Politik Lamban Proses, Massa Minta Ketua Bawaslu Prabumulih Dicopot

PRABUMULIH--Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Caleg DPRD kota Prabumulih anti money politik mendatangi kantor Bawaslu kota Prabumulih, Kamis (16/5) sekitar pukul 10.00 wib. 

Massa menuntut agar Bawaslu segera menindaklanjuti laporan 3 Caleg yang diduga melakukan money politik dalam pemilu legislatif beberapa bulan lalu. "proses laporan terhambat dan tidak ditindaklanjuti," ujar Indarto, Koordinator Lapangan.

Selain itu, massa juga meminta agar dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) lantaran adanya kecurangan money politik yang dilakukan sejumlan caleg. 

"25 Caleg terpilih ada indikasi money politik. Kami usul PSU untuk legislatif supaya caleg tidak money politik dapat kursi di parlemen," ungkapnya.

Indarto menjelaskan besarnya cost politik yang dikeluarkan oleh oknum caleg tentunya akan berdampak dengan kinerja caleg itu sendiri kedepannya. 

"Pembangunan akan terhambat karena cenderung punya target mengembalikan modal dan akhirnya korupsi," terangnya.

Tak hanya itu, massa juga meminta agar Ketua Bawaslu dicopot dari jabatannya lantaran dianggap tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya penanganan laporan dugaan money politik yang telah dilaporkan beberapa waktu lalu.

"Tuntutan kami hanya dijawab PMS dan suratnya tidak bernomor dan tidak menjelaskan risalah rapat," tuturnya. 

Sementara, Ketua Bawaslu kota Prabumulih, Herman Julaidi mengatakan pihaknya sudah melakukan kajian dan pendapat hukum terkait 3 caleg yang dilaporkan tersebut. 

"Laporannya sudah melewati hari kerja sebelum kejadian peristiwa, makanya dengan dasar itu PMS alias tidak memenuhi syarat," bebernya.
Share:

Diisukan Berpolitik Praktis Oleh Puluhan RT/RW, Warga RT 03 Kelurahan Muara Dua Siap Dukung Jauhari

PRABUMULIH--Permintaan untuk tidak memperpanjang jabatan Ketua RT03 Kelurahan Muara Dua Kota Prabumulih oleh puluhan RT/RW kepada Lurah Muara Dua, Muslim membuat warga RT 03 bingung.

"Kami jadi bingung, RT kami yang pakai, kami yang jadi warganya. Kok ada RT lain yang nuntut RT kami diganti. Yang tau bagus tidaknya RT itu ya warganya, bukan RT lain," Ujar salah satu warga berinisial RD, Kamis (16/5).

RD mengaku upaya untuk tidak memperpanjang jabatan Ketua RT 03 oleh puluhan RT/RW lain tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi warga setempat. Terlebih, selama ini Jauhari memikiki kinerja bagus dilingkungannya serta tidak memiliki masalah apapun. 

"Sehingga kita bingung. Mereka menciptakan isu ini buat apa? Kami yang lebih tahu baik buruknya RT kami, bukan ketua RT lain," ungkap RD. 

Setelah diusut, kata RD ternyata RT 03 dituduh ikut berpolitik dengan beredarnya surat bahwa Ketua 03 menjadi koordinator dalam Pilkada tahun lalu. "Tidak benar itu. Kalau tidak benar artinya pencemaran nama baik," bebernya.

RD menegaskan apabila dikemudian hari disposisi Walikota Prabumulih yang telah diperoleh RT 03 dicabut dan jabatan Ketua RT 03 tidak diperpanjang, warga RT 03 akan mengambil tindakkan. 

"Tanda tangan pak Walikota itu yang tertinggi, Lurah harus pertimbangkan itu. Kalau nanti ternyata ada perubahan dan RT kami diganti. Kami akan gelar petisi dan mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan kami ke pak Jauhari," terangnya. 

Sementara, Ketua RT 03 Jauhari saat dibincangi merasa difitnah dengan adanya tuduhan tersebut. Ia tidak mengetahui dan tidak pernah menjadi koordinator dalam pilkada tahun lalu seperti yang dituduhkan para Ketua RT/RW tersebut. 

"Saya juga telpon nama yang ada dalam koordinator itu. Dan dia terkejut karena merasa tidak ikut dan juga waktu pemilihan itu saya bertugas sebagai Wakil Ketua di TPS 2 sementara disurat itu TPS 4 jadi sangat tidak benar," tuturnya.

Jauhari mengaku seperti dijadikan bola mainan lantaran ada upaya untuk menjatuhkan dirinya dengan melakukan pencemaran nama baik oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Waktu itu katanya ada masalah diatas, setelah temui pak Wali alhamdulillah di acc. nah sekarang ini saya dibilang tidak rajin ikut kerja bakti, padahal saya rutin hadir. Tidak taulah setelah ini apalagi yang akan dipermasalahkan," jelasnya menambahkan.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts