Tingkatkan DID, Pemkot Prabumulih Maksimalkan Peluang Setiap SKPD

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya meningkatkan sumber dana insentif daerah (DID) dari pusat. Salah satunya dengan memanfaatkan peluang yang ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyerap sumber dana tersebut. 

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Prabumulih, Jauhar Fahri mengatakan pihaknya telah melakukan rapat dengan seluruh Kepala SKPD untuk membahas kemungkinan-kemungkinan sumber dana yang dapat diserap disetiap SKPDnya. 

"Seluruh SKPD dipanggil untuk menyampaikan apa yang bisa ditingkatkan. 

Ternyata, kata Jauhar, terdapat beberapa indikator yang masih bisa ditingkatkan lagi dari sejumlah SKPD. "Kalau serius ditangani bisa ditingkatkan lagi," ungkapnya. 

Diantaranya, lanjut Jauhar, ada di Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU PR), serta Perusahaa Daerah Air Minum (PDAM). 

"Seperti masalah sampah bisa kita maksimalkan karena ternyata banuak inovasi yang bisa dilakukan. Bagian sosial masalah kesehatan masyarakat," terangnya. 

Lebih lanjut, Jauhar menutur dana DID yang peroleh Pemerintah Kota Prabumulih menunjukkan tren positif setiap tahunnya. "2018 kita dapat sekitar Rp 17 M, kemudian tahun 2019 dapat Rp 20 M," tutur Jauhar sembari menjelaskan jika besaran DID yang didistribusikan kedaerah berdasarkan Kinerja.
Share:

Rugikan Negara Rp 400 Juta, Polres Prabumulih Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Parkir

PRABUMULIH, SININEWS.COM --  Polres Prabumulih terus menyelidiki dugaan kasus korupsi parkir yang dilaporkan ke Polres sejak 2016 lalu. Dari hasil audit investigas (AI) yang dilakukan BPK, ditemukan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah. 

"Dari hasil AI sudah ada kerugian didalamnya, kerugian mencapi Rp 400 juta," ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman, Rabu (12/6).

Dengan adanya kerugian negara, kata Kapolres, kasus dugaan korupsi parkir itu bisa naik ke proses selanjutnya dan penyidik bakal menetapkan status tersangka dalam kasus tersebut

"Nanti kita cari tahu siapa yang menyebabkan kerugian tersebut," ungkapnya.

Hingga saat ini, Polres Prabumulih sudah memanggil 31 orang yang dimintai keterangan terkait dugaan korupsi parkir di tahun 2015 tersebut. 

"Sudah kita panggil, baik itu pihak ketiga, pengurus, bendahara dan lainnya," terangnya.. 

Untuk diketahui, akhir tahun 2017 lalu unit pidkor Satreskrim Polres Prabumulih melakukan pengusutan kasus dugaan korupsi pengelolaan parkir di kota Prabumulih tahun anggaran 2015.

Hal itu menjadi temuan BPK lantaran target Rp 650 juta dari pengelolaan parkir gang dilelang Pemerintah, pihak pengelola parkir hanya membayarkan Rp220 juta.
Share:

Pemkab Muara Enim Gelar Halal Bihalal Bupati : Mari Tingkatkan Keimanan dan Akhlak

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Pemerintah Kabupaten Muara Enim menggelar halal bihalal Idul Fitri 1440 hijriyah bertempat di halaman Kantor Pemkab Muara Enim, Rabu pagi(12/6). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah, SH, Ketua PKK Kabupaten Muara Enim, Ir Hj Sumarni Ahmad Yani, MSi, unsur Muspida dan aparatur sipil negara(ASN) lingkup Pemkab Muara Enim.

Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemkab Muara Enim dirinya mengucapkan selanat hari raya idul fitri 1440 H. Dikatakan dia, selepas lebaran karena tidak semua mampu bersilaturahmi dan bertutup muka secara langsung, sehingga Pemkab menggelar acara halal bihalal. "Setelah dilaksanakan sebulan berpuasa dan pada hari raya kita dianjurkan bersilaturahmi dan kadang jarak yang jauh sehingga kerap tidak terjangkau karena banyaknya ASN dan jarak berjauhan," ungkap Yani. 

Dilanjutkannya, sebagai makhluk hubungan antara manusia dan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannas) tetap terjaga dan saling memaafkan. "Dalam islam dianjurkan berbuat baik selama hidup secara terus menerus. Dalam momen ini, saya menghimbau untuk meningkatkan keimanan dan akhlak setelah kita ditempa beribadah selama sebulan penuh," himbaunya.

Selanjutnya, kepada ASN, Bupati mengajak ASN untuk bekerja kembali setelah libur panjang idul fitri 1440 H sebagai abdi negara dan abdi masyarkat dan bersama-sama mewujudkan pembangunan Muara Enim dalam mencapai visi dan misi Pemkab Muara Enim yakni Muara Enim untuk rakyat yang Agamis, Berdaya saing, Mandiri, Sejahtera dan Sehat. Dalam acara itu menampilkan qoriah Evi Ariani dan ustad Bobby Herwibowo sebagai penceramah.
Share:

18 Perusahaan di PALI Belum Laporkan LKPM

PALI, SININEWS.COM -- Meski kerap disurati, rupanya masih saja ada perusahaan yang membandel dengan tidak menyerahkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Dari data DPMPTSP PALI bahwa hingga Juni 2019 ini sebanyak 18 perusahaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  belum juga menyerahkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PALI, Son Haji, bahwa ada 18 perusahaan yang masih saja membandel menyerahkan LKPM kepihaknya, baik pertriwulan, semester, dan tahunan.

"Dari data kita cuma dua perusahaan yang sudah menyerahkan LKPM yakni, PT Aburahmi yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dengan investasi modal sekitar Rp12 miliar," ujarnya kemarin.

Dan PT Felda Indo Rubber yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jual beli getah karet, yang terletak di Desa Modong, Kecamatan Tanah Abang, dengan nilai investasi modal sekitar Rp10 miliar.

"Jadi baru ada dua perusahaan yang pernah menyerahkan LKPM ke kita. Untuk PT Aburahmi merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN,red) dan PT Felda Indo Rubber merupakan Penanaman Modal Asing (PMA,red)," jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya telah beberapa kali menyurati pihak perusahaan untuk bisa segera menyerahkan LKPM, karena akan diteruskan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, tetap saja tidak diindahkan.

"Kami sudah beberapa kali melayangkan surat ke perusahaan ini, untuk menyerahkan LKPM tapi tetap tidak diindahkan. Malah perusahaan seperti main petak umpet," tegasnya
Share:

Mobnas Disporan Seruduk Motor Guru, Satu Tewas

MUARA ENIM, SININEWS.COM --Kecelakaan maut yang merenggut nyawa terjadi di jalan Proklamasi, Keluarahan Air Lintang, Kecamatan Kota Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Rabu (12/6), sekitar pukul 07.05 WIB.

                 Sebuah mobil dinas (Mobnas) milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), jenis  Daihatsu Luxio BG 1173 DZ, dikendarai Nina Deslina (35), pegawai Dispora Pemkab Muara Enim, warga Perumahan BSD, Kelurahan Air Lintang, Kota Muara Enim diduga menyeruduk sepeda motor honda revo BG 6088 OJ, dikemudian Eva Apriani (32), guru  SMPN 1 Muara Enim, warga Kompel Permata Hijau, Kelurahan Air Lintang, Kota Muara Enim yang  membonceng 2 orang anaknya.

                 Dalam kejadian itu, penumpang sepeda motor bernama Almira Nabilah (4) putri dari Eva Apriani, mengalami luka parah dan tewas setelah mendapatkan perawatan di RSU dr HM Rabain Muara Enim. Korban mengalami patah tangan kanan, luka dibagian nkepala, luka dibagian kaki.

              Sedangkan Aqila, putri Eva Apriani, yang masih balita yang ikut dibonceng naik sepeda motor tersebut selamat. Begitu juga Eva Apriani selamat, mengalami luka luka dan mendapatkan perawatan di RSU dr HM Rabain Muara Enim.

                Selain menyeruduk sepeda motor honda revo yang dikemudikan Elva Apriani, mobil tersebut juga sempat menabrak sepeda moto honda Beat BG 3750 DAB yang dikemudikan Firmansyah (37), warga Jl Proklamasi, Keluarahan Air Lintang, Kota Muara Enim. Serta sepeda motor yamaha fino BG 4119 DAC yang sedang terparkir di depan warung  makanan pinggir jalan lokai kejadian.

                Kemudian mobil tersebut menabrak warung makanan milik Yudi Gustian yang berada di pinggir jalan lokasi kejadian. Saat ini kejadian itu telah ditangani petugas Satlantas Polres Muara Enim. Petugas juga telah mengamankan mobil dinas dan sepeda motor yang mengalami kecelakaan tersebut untuk peroses penyidikan.

             Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian itu bermula dari,  korban Eva Aprinai (32) mengendarai sepeda motor honda revo dengan membonceng anaknya bernama Almira Nabilah (4)  Aqilah  yang masih bayi menuju tempatnya mengajar di SMPN 1 Muara Enim.

            Korban berjalan dari arah Jalan Proklamasi menuju simpang 3 Jalan Kirab Remaja. Pada saat itu korban diduga menyalip mobnas Daihatsu Luxio BG 1173 DZ yang dikendarai Nina Deslina (35).

               Ketika korban menyalip, membuat Nina Deslina menjadi kaget dan berupaya mengerem laju mobilnya. Karena posisi jalan tersebut sedikit menurun tebing.    

              Sialnya, Ketika Nina berupaya mengerem mobilnya, ternyata bukan pedal rem yang terpijak, melainkan malah pedal gas mobil tersebut yang terpijak. Sehingga mobil itu menjadi melaju kencang menyeruduk sepeda motor korban yang telah berada di depannya.

             Sangkingkan kerasnya serudukan itu, membuat korban bersama sepeda motornya sempat terseret sejauh sekitar 15 meter. Mobil tersebut juga sempat menabrak sepeda motor honda beat BG 3750 DAB  dikemudikan Firmansyah yang berajalan berlawanan arah dari depannya.

             Serta menabrak sepeda motor yamaha fino BG 4119 DAC yang tengah terparpir di depan warung. Mobil tersebut berhenti setelah menabrak bagian depan warung milik Yudi Gustian yang menjual makanan.

               Kejadian itu sempat menghebohkan warga sekitar. Para pegawai yang tengah melintas untuk berangkat kerja bersama warga sekitar berupaya menolong korban dengan membawanya ke RSU di HM Rabain Muara Enim.

                Tak lama kemudian petugas Satlantas Polres Muara Enim tiba dilokasi kejadian dengan mengamankan kendaraan yang mengalami naas tersebut serta melakukan oleh TKP.

                   Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Feby Febriana, ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (12/6) membenarkan kejadian tersebut. Namun dia belum mendapatkan laporan dari anggotanya secara lengkap. Dia juga mengaku bahwa dalam kejadian itu penumpang sepeda motor mengalami kritis.
Share:

Tiga Rumah Warga Danau Gerak Ludes Terbakar

MUARA ENIM, SININEWS.COM --Warga Desa Danau Gerak, Kecamatan Semende Darat Ulu, Muara Enim mengalami kepanikan, Rabu (12/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Itu terjadi akibat sebanyak 3 rumah warga berkontruksi kayu berbentuk panggung, ludes rata dengan tanah dilalap sijago merah.

               Dalam kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Namun seluruh harta benda korban tidak satupun yang berhasil terselamatkan. Sedangkan pemilik rumah maupun penyebab kebakaran masih dilakukan pendataan oleh Badan Penanggunalan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim  

                 Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada siang itu, kondisi dusun tersebut agak sepi, karena warga tengah bekerja ke kebun. Sehingga rumah warga yang terletak di dataran tinggi kaki bukit barisan itu sebagian bersar pada kosong.

            Belum diketahui penyebab yang pasti tiba tiba warga melihat kobaran api muncul dari salah satu rumah yang terbakar. Saat itu warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadannya.

         Tetapi karena kondisi cuaca panas dan ditambah angin kencang membuat api cepat membesar dan melalap rumah yang berada di sekitarnya. Warga juga berupaya menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Muara Enim.

             Hanya saja karena lokasi kebakaran cukup jauh dari Pemkab Muara Enim dengan jarak tempuh sekitar 3  jam, membuat api padam dengan sendirinya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian.

           Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, Jasman, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Memang benar ada 3 rumah yang terbakar, namun kita belum tahu rumah siapa saja, karena petugas masih melakukan pendataan,” jelas Jasman kepada awak media.

               Dia juga mengaku belum mengetahui asal muasal api terjadinya kebakaran itu. “Yang pastin tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

               Menurutnya, lokasi kebakaran tersebut sangat jauh, sehingga mobil pemdam kebakaran belum sampai ke lokasi kejadian, korban api telah padam dengan sendirinya.
Share:

Kronologi detik - detik tewasnya Sukirman, dibunuh di kawasan Anak Petai dan Dibuang ke Payuputat



PRABUMULIH, SININEWS.COM – Detik – detik korban Sukirman (27) Warga Jalan Penukal 1 Kelurahan Prabujaya dihabisi keenam korban telah direncanakan dengan sangat matang, kamis (12/6/19).

Dari hasil Rekontruksi dihalaman Polres Prabumulih, diketahui kronologis dan beberapa adegan yang membuat korban Sukirman Hatta tewas hingga ditemukan dilokasi perkebunan warga Kelurahan Payuputat.

Kejadian tersebut berawal setelah pelaku Topan kehilangan motor, yang menduga telah dicuri oleh korban. Kecurigaan itu setelah tanpa sengaja dirinya menunjukkan motor jenis NMAx miliknya yang hilang diparkiran depan rumahnya, kepada salah satu tamu yang masih anak kecil

Jawaban anak kecil itupun mengejutkan, dengan menyatakan jika motor mengarah kepada korban. “Aku telpon beberapa kali, tapi Sukir (korban) cak cuek nian dengan telpon aku,” kata Topan.

Topan yang kesal langsung menghubungi 5 rekannya yakni Mayen, Panja, Ongki dan Poniman dan Romsadi. Tak ingin menunda waktu, Topan minta Panja dan Romsadi untuk mendatangi kediaman korban untuk memastikan keberadaan korban. “Sampai dirumah Sukir, kami dapat SMS dari Topan ujinyo motor tejingok di jalan Garen (kelurahan Anak Petai).  Terus kami minta tolong Sukir bantu cari motor topan kesano,” ucap Romsadi.

Mendapati permintaan tersebut, akhirnya Sukir bersedia membantu dan ketiganya menuju jalan Garen  dengan menggunakan dua sepeda motor. Korban membonceng Panja dengan menggunakan motor miliknya.

Sesampai dilokasi,  sekitar pukul 20.00 WIB ketiganya bertemu dengan Ongki dan Mayen yang kemudian tak lama Topan dan Poniman juga tiba dilokasi. “Disano Sukir diiterogasi samo Topan dan Poniman. Tapi dak ngaku,” lanjutnya.

Kesal korban tak mengaku, Topan kalap mata dan langsung membeset leher korban hingga terluka dan mengeluarkan darah segar. Tak sampai disitu, Poniman juga memukul wajah korban hingga tersungkur. Korban yang sudah tersungkur tak membuat para pelaku iba, justru pelaku makin beringas.

Usai dihajar korban diseret beberapa meter kesemak-semak, hingga muka dan kepala berlumuran darah. Melihat kondisi korban sudah tak berdaya pelaku Romsadi mencoba menutup tubuh korban dengan karung namun karena tidak muat pelaku mencari karung yang lebih besar.

Melihat korban sudah tak bernyawa, Poniman berinisiatif untuk membuang tubuh korban kesungai Lematang, dengan menggunakan sepeda motor. Dimana korban dibawa oleh pelaku Romsadi dan Mayen dengen menunggangi sepeda motor.

Namun, belum sampai ke Sungai Lematang tubuh korban yang sudah tak bernyawa dan posisi didalam karung beberapa kali terjatuh dari motor. Lantaran kondisi jalan yang rusak parah. “Tigo kali motor campak terpeleset,  laju mayatnyo kami buang disitulah,” tukas Romsadi.

Usai membunuh korban para pelaku pulang kerumah masing – masing, sementara motor korban dibawa oleh Ongki dan Panja untuk dibuang di Jalan Pertamina. “Motor itu kami tutupi pakai daun,” ucap Ongki.(SN)


Share:

Pelaku pembunuhan di Payuputat diancam hukuman seumur hidup hingga hukuman mati?


PRABUMULIH, SININEWS.COM– Kasus penemuan mayat pria di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih beberapa waktu lalu yang menghebohkan warga setempat berhasil diungkap Timsus Polres Prabumulih, rabu (11/6/19)

Berawal dari penemuan mayat oleh tiga warga Kelurahan Payuputat saat sedang buang air kecil ditepi hutan kebun karet warga yang tak jauh dari jalan Pertamina yang menghubungkan Kabupaten PALI dan Prabumulih

Dari penemuan itu pihak kepolisian Polres Prabumulih mengendus keberadaan pelaku berawal dari keterangan keluarga korban yang saat kejadian melihat foto mayat terbunuh beredar dimedia sosial Facebook

Menurut keterangan 5 Pelaku Sukirman (27) dihabisi karena dituduh mencuri motor milik Topan (pelaku) didepan teras rumahnya saat hari lebaran beberapa waktu lalu, rabu (12/6/19)

Pelaku yang menghabisi nyawa Sukirman berjumlah enam orang dan Poniman salah satu tersangka masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian

Enam orang tersangka memiliki peran masing-masing dalam setiap adegan pembunuhan. Keenam tersangka diancam dengan hukum seumur hidup hingga hukum mati

“ada beberapa pasal yang kita kenakan kepada pelaku, untuk eksekutor utama Topan bisa kita kenakan pasal  340 KUHP dengan ancaman hukuman mati” terang Kapolres Prabumulih  AKBP Tito Hutauruk,SIK.MH  saat press realese si depan kantor Polres Prabumulih (sn)

Share:

PUBM PALI Rampungkan Sejumlah Akses Jalan

PALI, SININEWS.COM -- Masih adanya kondisi jalan poros yang alami kerusakan serta sulit dilalui terlebih saat penghujan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Etty Murniaty menyatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di tahun 2019 ini bakal menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan agar aktivitas warga lancar. 

Seperti di ruas jalan lingkar atau jalan baru penghubung PALI-Prabumulih yang melalui Modong, letaknya di Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang, dimana tahun 2018 lalu jalan tersebut dibangun namun baru tahap pengerasan, untuk tahun 2019 ini akan dilakukan pengecoran. 

"Tahun ini akan di cor beton, sehingga warga akan nyaman melalui jalan baru tersebut. Untuk jalur lama, yang masih dalam wilayah Desa Pandan, dimana saat ini sebagian badan jalan amblas karena longsor, tetap kita lakukan perbaikan, hanya saja sifatnya bukan permanen, karena kita akan fokuskan pengecoran jalan baru," ungkap Etty Murniaty.

Bukan hanya diruas jalan baru Desa Pandan, tetapi diakui Etty bahwa jalur poros penghubung PALI-Prabumulih via Tanjung Dalam juga bakal di cor beton. 

"Kita lalukan cor beton yang masuk wilayah PALI, jadi warga PALI yang hendak menuju Prabumulih bahkan langsung ke Palembang banyak pilihan dan tidak akan menemukan kendala," tambahnya. 

Disamping penyelesaian jalan yang masih belum dilakukan pengecoran, Etty juga menjelaskan bahwa tahun 2019 ini juga bakal dilakukan pengaspalan dibeberapa ruas jalan poros. 

"Untuk lebih meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman terhadap warga, jalan yang telah di cor juga akan diaspal, seperti jalur Jerambah Besi sampai ke Tanah Abang, dan ada beberapa titik lainnya. Dengan rampungnya jalur poros penghubung antar daerah diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat," tutupnya.
Share:

Isi Kekosongan Jabatan, Ridho Prioritaskan ASN yang Pintar Melobi

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya menyerahkan sepenuhnya pengisian jabatan kosong yang diisi penjabat maupun yang ditinggal pensiun kepada Wakil Walikota, H Adriansyah Fikri. 

"Kalau mutasi tanyakan ke pak Wawako," ujar Ridho, Senin (11/6). 

Namun, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini berharap pegawai yang akan mengisi jabatan yang kosong tersebut merupakan pejabat yang kreatif. 

"Jangan segalo-galo nak pak Wali," ungkapnya. 

Salah satunya, kata Ridho, Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu melobi Pemerintah agar anggaran yang ada pusat dan provinsi dapat diserap kedaerah. 

"Seperti bu Junaidah, itu dana perjalanan dinasnya Rp 300 juta, tapi untung Rp 2.5 Miliar dari dana pusat," terangnya.

Ridho menjelaskan selama ini Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya menyerap anggaran Pemerintah Pusat agar sejumlah program-program pusat dapat dibangun daerah. 

"Seperti tidak tercermin di DAK (Dana Alokasi Khusus) tidak ada SPBG, gas kota, PJU (penerangan jalan umum), roof top, sumur bor tapi ada di Kementerian dan ini tugas Kabid untuk mencari data informasi," bebernya.

Kedepan, lanjut Ridho, Seluruh pejabat harus memperluas jaringan sehingga pembangunan di kota prabumulih tetap berjalan meski anggaran daerah terbatas. 

"Biarlah kita tidak mengutang, pembangunan banyak dengan dana dari pusat," tambahnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts