Sidang Tertutp, Keluarga Korban Kecewa, Pembunuhan Mahasiswi UIN


MUARA ENIM, SININews.com- Sidang lanjutan kasus pembunuhan dan pemerkosaan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Fatmi Rohanayanti (20) dengan terdakwa Upuzan alias Sirun (33) kembali digelar di PN Muara Enim, Rabu (19/6).  Sidang kedua dengan agenda keterangan saksi-saksi tersebut digelar tertutup dan dijaga ketat aparat kepolisian.

Terdakwa Sirun duduk dikursi pesakitan dihadapan majelis hakim yang ketuai Artisol SH dan didampingi hakim Rio Nazar SH MH serta Agus Kurniawan  SH MH. Adapun Jaksa penuntut umum (JPU) yang bertugas yakni Ester Marisa SH MH.

Dalam sidang ini, mejalis hakim memberlakukan sidang tertutup. Para pewarta yang datang tak diizinkan meliput jalannya sidang , namun hanya diperbolehkan mengambil foto atau gambar selama 5 menit sebelum sidang dimulai. Bahkan sebagian anggota keluarga korban yang datang juga tak diperkenankan masuk ruang sidang. Majelis hakim hanya memperbolehkan dua orang anggota keluarga saja masuk ruang sidang sebagai saksi persidangan.

Meski demikian salah satu anggota keluarga korban Sofai (68) mengaku tak keberatan harus menunggu diluar ruang sidang. "Aku nih neneknyo Fatmi, tadi sempat masuk ruang sidang tapi disuruh keluar kareno cuma wong duo bae yang boleh masuk, padahal kami wong tujuh datang kesini,"katanya.

Sofai menuturkan, dirinya datang bersama anggota keluarga jauh dari desa Dusun VI Desa Menanti, Kecamatan Kelekar datang ke kota Muara Enim hanya untuk memastikan sidang berlangsung adil terhadap terdakwa yang telah membunuh dan memperkosa secara keji cucu kesayangannya.

"kami nunggu diluar dak apo-apo, asal sidang berlangsung aman dan pelaku pembunuh cucuku akhirnyo dihukum seberat-beratnya,"ucapnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Muara Enim, Arpisol SH mengatakan jalannnya sidang kasus pembunuhan dan pemerkosaan atas terdakwa Upuzan memang diagendakan tertutup karena mengandung aspek kesusilaan.

"Karena ada unsur pemerkosaan atau kesusilaan sidang digelar tertutup untuk umum, kami mohon maaf, rekan-rekan wartawan hanya diperbolehlan mengambil foto sebelum sidang dimulai,"tukasnya.(sn)
Share:

Begal Motor Dibekuk, Satu Masih Dicari


MUARA ENIM,---Dalam kurun waktu satu minggu, petugas Polsek Rambang Lubai akhirnya berhasil membekuk satu dari dua pelaku begal sepeda motor HP dan dompet terhadap korban bernama Juanidi (26), warga Desa Karang Mulia, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim yang terjadi pada 11 Juni 2019 sekitar pukul 17.30 WIB.

                Aksi begal itu dilakukan pelaku bersama temannya di jalan Senuling, Desa Sumber Mulia, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim. Pelaku diketahui bernama Erlubis Saputra (28), warga Dusun I Desa Sumber Mulia, Kecamatan Kubai Ulu, Muara Enim.

                 Pelaku ditangkap petugas pada Selasa (18/6) sekitar pukul 18.30 WIB dirumahnya. Kini pelaku bersama barang buktinya 1 unti sepeda motor semezh, satu lembar sebo dan sisa uang hasil kejahatan Rp 45 ribu telah diamankan di Mapolsek Rambang Lubai untuk menjalani proses hokum.

                 Aksi begal itu dilakukan pelaku bermula dari korban pulang dari kerja mengendarai sepeda motor Yamaha vixion BG 3266 KAH, bersama temannya bernama Amir Habibi.

                  Ternyata pelaku bersama temannya telah menunggu korban saat melintas di lokasi kejadian jalan Senuling Desa Sumber Mulia yang dalam kondisi rusak. Saat itu pelaku langsung menodongkan  pisau kearah korban sambil berkata meminta korban menghentikan kendaraannya.

               Lalu pelaku menodongkan pisau tersebut kea rah perut korban. Kemudian pelaku menggeledah tubuh korban dan mengambil Hand phon dan dompet dari saku celana korban. Kemudian pelaku bersama temannya membawa kabur sepeda motor korban.

                   Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Rambang Lubai. Menindak lanjuti laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku.

                    Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (19/6) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan, sedangkan satu pelaku lagi masih dilakukan pengejaran dan ditetapkan sebagai DPO. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 263 KHUP,” jelasnya. (sn)
Share:

PAN-Demokrat Soroti BUMD


MUARA ENIM, SININews.com--Fraksi PAN dan Demokrat DPRD Muara Enim telah menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk Pemkab Muara Enim. Pasalnya keberadaan BUMD tersebut kini telah menjadi keuangan APBD Muara Enim.

Padahal tujuan dibentuknya BUMD tersebut berorientasi pada keuntungan (profit oriented). “Mencermati sajian laporan keuangan (laba/rugi) BUMD milik Pemkab Muara Enim terutama BUMD yang  beririentasi profit oriented terutama Perusda Sarana Pembangunan Daerah Muara Enim (PD SPME). BUMD ini didirikan ditujukan untuk menambah pendapatan daerah,” jelas juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Ariyoca Setiaji SH, pada rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD, Aries HB SE, Rabu (19/6).

Rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum anggota dewan atas nama fraksi terhadap nota penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Muara Enim tahun 2018 itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH.

Kemudian hadir juga Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, para pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Menurut  Ariyoca Setiaji SH, keberadaan BUMD saat ini justru menjadi beban  daerah. “Kami meminta  bupati, kiranya  dapat mengevaluasi  keberadaan BUMD tersebut. Demikian juga keberadaan Perusda Groya Serasan, walaupun sudah dapat memperoleh profit, akan tetapi fisik yang ada untuk jangka panjang akan sulit bersaing dengan hotel bintang lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Juru bicara Fraksi PAN, Izudin Efendi, mengatakan, keberadaan BUMD belum memenuhi harapan ideal rakyat Kabupaten Muara Enim. Terbukti masih banyak persoalan pelayanan kesehatan yang dikeluhkan masyarakat Kabupaten Muara Enim di RSUD HM Rabain seperti tindakan medis, lingkungan sarana dan prasarana yang tidak berfungsi.

Begitu juga, lanjutnya dengan PD SPME yang sampai saat ini tidak jelas fungsi dan eksistensi  usaha yang dilakukan. Seperti, lanjutnya, bagaimana nasib kerjasama perkebunan kelapa sawit dengan PT Agro Lestari, kerjasama dengan Migas, Tambang Batubara dan panas bumi serta MoU dengan perusahaan lainnya.  

"Perusda hotel Griya Serasan  sejak ditetapkannya Perda  sampai sekarang kegiatan Perusda  dibidang ini masih belum menunjukan program yang baik,” tegas Izudin.

Menurutnya, terhadap Perusda yang ada belum satupun yang memberikan kontribusi pendapatan daerah dan cendrung membebani keuangan daerah.

 Melihat kenyataan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Perusahaan Daerah, lanjutnya, pihaknya mempertanyakannya kepada bupati sampai kapan  kondisi BLUD dan Perusahaan Daerah Muara Enim memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan kontribusi kepada daerah.(sn)
Share:

Bupati PALI Bakal Terima Abdi Bhakti Tani Nelayan

Foto: Ahmad Jhoni saat berikan perlengkapan kontingen KTNA PALI

PALI, SININews.com - Berkat kegigihan serta kepedulian akan pembangunan di bidang pertanian, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) direncanakan bakal meneima penghargaan dari pemerintah pusat berupa Abdi Bhakti Tani Nelayan, dimana penghargaan ini diberikan kepada pimpinan daerah yang menunjukkan kepedulian dalam pembangunan pertanian.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni saat rapat persiapan kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) PALI, Rabu (19/6), dalam menghadapi Pekan Daerah (PEDA) XIII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sumatera Selatan bakal digelar di Kabupaten Musi Banyuasin (muba) pada 24-28 Juni 2019 mendatang.

"Verifikasi sudah dilakukan, dan sudah ada konfirmasi ke kita bahwa pada kegiatan PEDA XIII KTNA yang rencananya bakal dibuka Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, pak Bupati bakal terima penghargaan bersama daerah lain diantaranya Muba," ungkap Ahmad Jhoni.

Adapun untuk hadapi PEDA KTNA di Muba, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah mempersiapkan 150 pesera yang bakal ikuti kegiatan akbar dunia pertanian tersebut.


"Adapun peserta terdiri dari 75 orang peserta utama, 25 orang pendamping dan 50 orang pemantau. Seluruhnya sudah siap berangkat," ungkap Ahmad Jhoni, Rabu (19/6) saat rapat persiapan ikuti PEDA KTNA XIII.

Untuk keberangkatan, dijelaskan Ahmad Jhoni, kontingen KTNA PALI bakal bertolak pada 23 Juni. Ditambahkan Ahmad Joni bahwa Dinas Pertanian PALI telah booking beberapa hotel dan penginapan. Nantinya kontingen PALI bakal ikuti pameran, dimana ada beberapa produk dari PALI yang bakal dipajang pada stand yang disiapkan.

"Ajang PEDA merupakan momen pertukaran informasi disektor pertanian. Untuk itu manfaatkan momen itu untuk pengembangan agro bisnis di Kabupaten PALI," tukasnya.

Sementara itu, Husman Gumanti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang mewakili Bupati PALI berpesan agar kontingen KTNA PALI untuk menjaga nama baik PALI.

"Meski daerah kita masih baru, tapi tunjukan kemampuan kita di bidang pertanian, agar nama daerah kita terangkat. Perlu kerjasama dengan dinas terkait agar pertanian kita lebih maju, tinggalkan ego sektoral, karena tanpa kerjasama tidak akan berhasil," pesannya.(sn)
Share:

Gedung Sekolah Ini Bakal Dialih Fungsikan


PALI, SININews.com - Gedung yang terletak di Kelurahan Handayani Mulya itu merupakan salahsatu bangunan fisik yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten PALI dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PALI tahun Anggaran 2016 yang seyogyanya diperuntukkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI kini tidak lama lagi akan beralih fungsi dan bakal digunakan oleh Dinas Pertanian kabupaten PALI.


Gedung sekolah yang terdiri atas empat lokal kelas tampak sudah dikelilingi rumput ilalang yang sudah tinggi-tinggi. Bahkan, tampak beberapa bagian plafon dan jendela sudah rusak dan pecah. Terlihat di dinding bangunan ada tulisan Bangunan Ini Dibangun Dengan Dana APBD Kab. PALI Tahun 2016.

Kondisi tersebut diperparah dengan lokasi bangunan yang sangat sepi, dan jauh dari pemukiman penduduk. Tampak, hanya ada beberpa unit rumah dalam sebuah komplek perumahan di sekitar bangunan yang itupun tidak berpenghuni.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI Kamriadi mengatakan bahwa bangunan tersebut dibangun pada tahun Anggaran 2016 lalu. Memang diakuinya saat ini, lokasi gedung tersebut sangat sepi dan jauh dari pemukiman masyarakat. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam untuk gedung SMP N. 9 Talang Ubi.

"Makanya, saat ini kami berinisiatif bahwa bangunan tersebut akan digunakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten PALI untuk tempat semacam pembibitan benih. Hal itu sudah dibicarakan beberapa bulan yang lalu. Dan mereka (Dinas Pertanian, red) sudah siap untuk menggunakan bangunan tersebut," beber Kamriadi, kemarin (18/6) di kantornya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan untuk saat ini SMP N. 9 gabung dengan SD Negeri 14 Talang Ubi. "Mungkin akan kami kaji lagi secara teknis terkait bangunan gedung untuk SMP N. 9. Bisa jadi akan dicarikan lokasi yang dekat dengan pemukiman masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, Haironi, SE tokoh masyarakat kelurahan Handayani Mulya mengatakan bahwa dirinya meminta agar pihak terkait segera melengkapi sarana dan prasarana SMP N. 9 yang terletak di Kelurahan Handayani Mulya itu. "Bagaimana kami para wali murid mau menyekolahkan anak kami disana, sementara bangunan tersebut juga sudah tiga tahun ini tidak terpakai. Karena belum ada sarana dan prasarana sekolah yang lengkap. Sementara lokal SMP N. 9 sendiri masih gabung lokal dengan SDN 14," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ahmad Jhoni saat dihubungi via telpon membenarkan bahwa pihaknya sudah ada kesepakatan dengan Dinas Pendidikan PALI untuk menggunakan bangunan tersebut.
"Rencananya akan kami gunakan untuk tempat Sumber Benih Kedelai dan Jagung. Karena lokasi disana cukup tepat dan efektif untuk pembenihan Kedelai dan Jagung. Apalagi, sudah ada bangunan gedung," terangnya.


Ia juga mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera menempati bangunan tersebut. "Dalam waktu dekat bakal kita tempati, kalau tidak salah ketika kami tinjau beberapa waktu lalu luas lahannya sekitar satu hektare. Untuk saat ini, kami sedang menyiapkan sarana dan prasarana sumber benihnya, karena memang prosesnya bertahap," pungkasnya.(sn)
Share:

Selamat Tinggal Gubuk Reot Jamudin

PALI, SININEWS.COM -- Keluarga Jamudin (40) warga Desa Persiapan Simpang Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang sempat diberitakan menghuni gubuk yang nyaris rubuh, saat ini sudah bernapas lega lantaran melalui swadaya masyarakat, keluarga Jamudin bisa tempati rumah layak huni. 

Dikatakan Dito Herman, Kepala Desa Persiapan Simpang Babat bahwa pembangunan rumah keluarga Jamudin berasal dari sumbangan warga yang digagas dan dikoordinir, Edwin, warga setempat.

"Banyak warga tersentuh dengan kondisi Jamudin dan Istrinya, Santi. Kemudian warga bergotong royong menyumbang yang dikoordinir salahsatu warga setempat. Dan alhamdulillah, saat ini bangunan rumah semi permanen telah berdiri dan sudah siap dihuni," kata Dito, kemarin (18/6). 

Diakui Dito bahwa pembangunan rumah Jamudin murni swadaya, tidak ada bantuan pemerintah. "Terkendala kepemilikan lahan, karena keluarga Jamudin tidak miliki lahan dan kediaman keluarga itu selama ini menumpang diatas lahan warga lain. Dan saat ini pun, rumah yang dibangun masih berada diatas lahan warga lain," tukas Kades. 

Terpisah, Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI membenarkan bahwa pihaknya kesulitan membantu keluarga Jamudin, namun demikian, pihaknya telah melihat secara langsung kondisi keluarga Jamudin dan telah memberikan bantuan paket Sembako. 

"Soal kepemilikan lahan yang menjadi kendala," ungkapnya.
Share:

Security Bandar Narkoba diringkus petugas, puluhan paket diamankan

"Tersangka penyalagunaan narkoba Tesy Angurah (24) saat diamankan tim Opsnal Satres Narkoba Polres Prabumulih"

PRABUMULIH, SININews.com – Tedy Anugrah (24) warga Jalan Kopral A wahab  Kelurahan Muntang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih harus berurusan dengan polisi akibat keterlibatannya dengan penggunaan dan penyalagunaan narkoba, selasa (18/6/19)

Anggota Security di salah satu perusahaan itu diduga merupakan bandar narkotika jenis sabu seberat 7,98 gram (bruto), tak tanggung setelah dilakukan penangkapan petugas menggeledah kamarnya dan ditemukan 33 paket sabu siap jual
"Barang bukti paket narkoba berhasil diamankan dari tangan tersangka dirumahnya"

Dari dasar laporan polisi Lp/A - 69 / V / 2019 / Sumsel / Sat Resnarkoba Pbm, Tgl 18 Juni 2019 Penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan sering terjadi transaksi narkoba di Depan SMP Negeri 1 Prabumulih

Informasi tersebut ditelusuri dan berhasil mengamankan pelaku penyalagunaan narkotika dan langsung diamankan petugas tanpa perlawanan

“kita telah mengamankan pelaku penyalagunaan narkoba dirumahnya beserta barang bukti lainnya” terang Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk saat dikonfirmasi

Pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Prabumulih guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. (Sn)

Share:

Jalan Desa Karangan Rusak Berat, Wako Prabumulih Angkat Tangan


PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Lambannya respon Pemerintah Kota Prabumulih dalam melakukan perbaikan jalan Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) dikeluhkan warga.

Warga yang sudah terlalu lama bersama inipun kemudian melorkan kejadian itu kepada Ganjar Iman anggota DPRD Prabumulih, dengan harapan keluhan masyarakat tersebut dapat sampai ketelinga orang nomor satu di Kota Prabumulih tersebut.

Nah, dalam rapat paripurna dengan agenda tanggapan walikota terhadap pandangan fraksi terkait raperda LPJ 2018, Ganjar Iman langsung menyampaikan aspirasi warga tersebut ke Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya.

"Jadi kami sampaikan aspirasi masyarakat itu terkait jalan di Desa Karangan atau kami sebut kawasan Selasa," ujarnya, Selasa (18/6).

Menurut Ganjar, timbulnya sebutan nama jalan selasa karena jalan yang dibangun tersebut hanya dapat bertahan selama satu tahun saja, kemudian mengalami kerusakan cukup parah.

"Itu baru dibangun pada 2018, namun pada 2019 sudah mengalami kerusakan sangat parah," ungkapnya.

Sementara, Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya menyampaikan sebelumnya dirinya telah meminta seluruh proyek diperiksa oleh BPK dan inspektorat agar kondisi jalan dapat dibangun dengan baik.

"Dari hasil pemeriksaan BPK ada sejumlah kegiatan yang 15 sampai 30 persen tidak dibayarkan, kita tidak tahu apakah itu termasuk atau tidak," terangnya.

Lebih jauh, Ridho menuturkan pembangunan jalan tersebut terjadi pada masa jabatan PJ Walikota Prabumulih. Sehingga dirinya tidak tahu pasti permasalahan jalan di Desa Karangan itu.

"Siapa pemborong? jalan dimana berapa ukuran? itu pada masa Pj Walikota dulu bukan masa kita jadi kita tidak berhak jawab terlalu jauh," tuturnya.
Share:

Gegara Pompa Tua dan Kecil, Tiga Minggu Warga Tak Dilayani

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Pelayanan PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak beberapa waktu lalu PDAM tak kunjung mengalirkan air kerumah-rumah beberapa pelanggan. 

Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Perwira Kecamatan Prabumulih Barat. Warga mengeluhkan air PDAM tidak mengalir dari sebelum lebaran hingga saat ini. 

"Bingung kami. Tempat wong ngalir, sementaro di kami idak," Ujar salah satu Warga. 

Tak sampai disitu, selama air tak mengalir wargapun terpaksa mengambil air kesumur warga lainnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Terpakso ngambek kesumur tetanggo. Kalo dak cakitu cakmano nak mandi, masak san aktifitas lainnyo," cetusnya.

Sementara, Plt Direktur PDAM Fajar Ardhana mengatakan jika terganggunya penyaluran air kerumah-rumah pelanggan disebabkan kerusakan pompa. 

"Memang pompa kita sudah tua, harus diganti langsung dari pabrikan, dan itupun lama dicukai. Dirakit dulu sebelum dimasukkan kesungai. Tapi sekarang sudah normal lagi, sudah kembali hidup," terangnya. 

Dengan mengandalkan pompa tua tersebut, kata Fajar pendistribusian air tida tersalur sepenuhnya keseluruh pelanggan. "Kondisinya juga kecil, jadi yang harusnya kapasitas 7-8 jam, karena pompa kecil jadi hanya 3 – 4 jam sehari," tuturnya.
Share:

Pembobol Indomaret Desa Cinta Kasih Dibekuk Polisi


MUARA ENIM, SININews.com ,---Petugas Polsek Gunung Megang, akhirnya berhasil membekuk Alba alias Abok (20), warga Dusun V, Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, Senin (17/6) sekitar pukul 11.30 WIB.

                     Pelaku ditangkap terlibat kasus pembobolan minimarket Idomaret yang berlokasi di Dusun V, Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, pada Minggu (26/5) lalu sekitar pukul 06.48WIB.

                  Dalam aksinya pelaku berhasil mengambil sejumlah barang yang berada di Indomaret tersebut diantaranya celana dalam peria dengan nilai kerugian mencapai Rp 42 juta. Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum.

                    Aksi pembobolan diketahui karyawan toko Idomaret saat membuka tokonya. Saat itu barang barang di dalam toko sudah diacak acak dan hilang. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Gunung Megang hingga akhirnya petugas berhasil membekuk pelaku.

                 Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (18/6) membenarkan penangkapan itu.

                “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 363 KUHP,” jelasnya. (Sn
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts