Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur amankan pelaku penganiayaan


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di SD N 13 Prabumulih jalan Kapten Abdullah Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih beberapa waktu yang lalu.

Pelaku yakni Joni (36 tahun) warga Jalan A Roni RT 02 RW 03 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Penangkapan pelaku atas laporan korbannya Berry Messa (35 tahun) warga jalan Baru RT 002 RW 001 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Dalam laporannya kepada petugas kepolisian korban mengatakan bahwa dirinya telah menjadi korban penganiayaan oleh pelaku saat korban sedang bekerja di SD N 13 Prabumulih Jalan Kapten Abdullah Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Mendapat laporan tersebut Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur melakukan penyelidikan dan mendapat informasi keberadaan pelaku di rumahnya kemudian anggota anggota Opsnal Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin kanit reksrim langsung menuju rumah pelaku dan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H membenarkan penangkapan pelaku Joni.

" Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya pelaku kita jerat dengan pasal 351 KUHP dan saat ini pelaku sudah kita amankan di Polsek Prabumulih Timur",Tegasnya.
Share:

Petahana Dipastikan Nyalon Lagi, Heri Amalindo Sebut Calon Pendampingnya

PALI, SININEWS.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal digelar serentak seluruh Indonesia tahun 2020 mendatang yang bakal diikuti 270 daerah termasuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), nuansanya sudah terasa di Bumi Serepat Serasan.

Sebab pasca dibukanya penjaringan bakal calon Bupati dan wakil Bupati untuk hadapi Pilkada nanti oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten PALI, membuka peluang bagi para tokoh untuk ikut berkompetisi pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

Dan menariknya, petahana menjadi orang pertama yang melakukan pengambilan berkas pendaftaran, yang datang langsung ke sekretariat PDI-P PALI, Rabu (11/9). Ini menjawab teka teki yang dipastikan Heri Amalindo bakal maju kembali pada Pilkada PALI 2020 mendatang.

"Kami datang kesini untuk mengambil berkas pendaftaran yang harus kami isi dan kami lengkapi sebagai syarat maju untuk menjadi calon Bupati PALI periode berikutnya melalui PDI Perjuangan," ujar Heri Amalindo yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati PALI.

Ditanya siapa yang bakal menjadi pendampingnya nanti,  Heri Amalindo berseloroh bahwa semua orang berpeluang menjadi calon wakil Bupati. Bahkan Heri Amalindo menyerahkan kepada para awak media yang mewawancarainya untuk memilihkan calon pendampingnya.

"Kamu-kamu itulah yang milih. Kalau kami masih tetap setia," selorohnya kepada awak media sambil tertawa.

Sementara saat ditanya visi misinya kedepan, Heri menjawab bahwa dipastikan visi misinya pro rakyat.

"Ya tentu harus pro rakyat, memajukan daerah kita serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Terpisah, Ketua DPC PDI-P PALI Ferdian Andreas Lacony melalui Sekretarisnya Ardani mengaku bahwa selama dibuka pendaftaran, PDI-P baru kedatangan Heri Amalindo untuk mengambil berkas.

"Kalau yang melalui pesan whatsapp sudah ada tiga orang, namun yang memperlihatkan keseriusan baru pak Heri yang langsung datang sendiri untuk mengambil berkas pendaftaran. PDI-P masih membuka peluang bagi para tokoh masyarakat serta masyarakat luas, baik dari internal partai ataupun dari luar untuk mendaftar," terang Ardani. (sn)
Share:

Setelah di Talang Subur Api Bakar Lahan di Talang Bulang, Seluas 4 Hektar Kebun Karet dan Semak Hangus

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran lahan kembali terjadi pada Rabu (11/9) di wilayah Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kali ini melanda kebun karet milik warga Desa Talang Bulang sekitar pukul 11.00 WIB.

Dengan cuaca kering dan angin cukup kencang, api dengan cepat menghanguskan sedikitnya 4 hektar lahan perkebunan karet warga serta atas kejadian tersebut membuat kewalahan Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK) Kabupaten PALI.

Dari keterangan Menriadi, warga setempat bahwa asal api belum diketahui dari mana, sebab api diketahui sudah membesar.

"Kemudian kami melapor ke BPBD dan Dinas Damkar. Tidak begitu lama armada Damkar datang dan langsung melakukan pemadaman dibantu warga setempat," ujar dia.

Terpisah, Ibrahim Cik Ading, Kepala DPBK menyebut bahwa pihaknya mengerahkan seluruh armadanya. Sebab saat kejadian kebakaran di Talang Bulang hampir bersamaan kejadiannya dengan kebakaran lahan di Talang Subur.

"Setelah di Talang Subur apinya mati, kami mendapat laporan lagi ada lahan terbakar di Talang Bulang. Kemudian kami meluncur ke lokasi," kata Ibrahim.

Diakuinya, untuk kejadian hari ini, ada tiga kali kebakaran.

"Pagi tadi di Sungai Limpah, disusul Talang Subur kemudian Talang Bulang. Untuk pemadaman kami bekerjasama dengan BPBD, pihak TNI dan Polisi," katanya. (sn)
Share:

Lahan Kosong Terbakar, Pemukiman Warga Talang Subur Dikepung Api

PALI,SININEWS.COM -  Lahan kosong di wilayah Talang Subur Ujung Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar pada Rabu (11/9). Kebakaran tersebut membuat panik warga setempat, lantaran lokasinya terletak ditengah pemukiman penduduk.

Menurut Susman (55) warga setempat bahwa api tidak diketahui dari mana asalnya, sebab saat kejadian banyak warga tengah beraktivitas bekerja.

"Kami tengah bekerja, kemudian ada kabar disuruh pulang karena kobaran api sudah dekat dengan rumah kami. Dan setelah pulang benar saja, api sudah mengelilingi rumah penduduk," kata Susman.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa pihaknya bersama Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran langsung meluncur ke lokasi.

"Kita kerahkan anggota kita untuk membantu warga memadamkan api agar tidak menjalar ke pemukiman," ujarnya.

Diakuinya bahwa kejadian kebakaran pada Rabu (11/9) bukan hanya di Talang Subur, melainkan di Sungai Limpah Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi juga mengalami hal sama.

"Tim kita juga meluncur ke Sungai Limpah," tutupnya. (sn)
Share:

Selalu Abai dengan pembangunan diwilayah sekitar Tambang, Warga Gunung Raja ancam Aksi tutup Jalan

 Foto : Pintu gerbang PT.GHEMMI di Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT.GHEMM Indonesia kembali menimbulkan masalah bagi warga sekitar tambang, bukan hanya karena limbah yang dihasilkan perusahaan tambang batubara namun juga tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim terabaikan, selasa (10/9/19)

Hal tersebut diungkap Marwadi salah satu pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bumi Sejahterah (FBS) Desa Gunung Raja, Kabupaten Muara Enim yang merasa wilayahnya diabaikan dibidang pembangunan oleh pihak perusahaan 

“pihak perusahaan selalu memiliki alasan untuk tidak merealisasikan tuntutan kami sebelumnya, dalam perjanjian PT.GHEMMI bersedia melakukan pengerasan jalan” terang Kojek sapaan akrabnya itu

Diketahui, dalam surat perjanjian sebelumnya lembaga FBS telah mendapati kesepakatan dengan perusahaan jika di tanggal 14 Maret 2019 lalu perusahaan diwajibkan menyelesaikan tuntutan warga

“kami akan terus melawan, sesegera mungkin kami akan melakukan aksi penutupan akses jalan yang digunakan oleh perusahaan di Desa Gunung Raja, surat aksi juga sudah kami buat” tegasnya

Sementara itu, General Manager PT.GHEMM Indonesia Richard tidak bisa ditemui dikantornya saat ingin dikonfirmasi oleh awak media mengenai polemik yang beberapa tahun terakhir tak pernah selesai

“Aku masih menunggu konfirmasi terkait Berita Acara yang disepakati 14 Maret 2019 lalu” jelas Richard yang dicoba dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp

Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah, SH.MSi saat dikonfirmasi mengenai aksi penutupan jalan Perusahaan yang akan digelar warga Desa Gunung Raja mengatakan saat ini belum ada pemberitahuan mengenai surat aksi tersebut

“ untuk saat ini kita belum menerima surat resmi dari mereka, nanti jika benar kita akan usahakan berkomunikasi dengan pihak perusahaan dan Kepala Desa Gunung Raja, dan kita akan coba melakukan pendekatan persuasive untuk mencari jalan keluarnya” terangnya (sn)


Share:

Satpol.PP Sumsel Razia Izin Genset Perusahaan di PALI, Ternyata

PALI,SININEWS.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Provinsi Sumatera Selatan merazia perusahaan dan tempat hiburan, hotel serta penginapan yang beroperasi di wilayah Bumi Serepat Serasan yang menggunakan genset kapasitas diatas 200 KVA untuk dicek perizinannya, Selasa (10/9).

Kedatangan Satpol.PP Sumsel ini didampingi Satpol.PP Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan mendatangi perusahaan PT A yang bergerak dibidang perkebunan sekaligus pengolahan kelapa sawit serta tempat hiburan dan sejumlah hotel.

Alhasil, dari kegiatan tersebut, diakui M Yanuar, Kasi Penegak Peraturan, Perda dan Pergub Satpol.PP Provinsi Sumatera Selatan menemukan bahwa rata-rata genset yang digunakan perusahaan dan pengusaha tempat hiburan tidak berizin.

"Kedatangan kita ke PALI ditugaskan untuk mensosialisasikan sekaligus menegakakan Perda no 8 tahun 2015 tentang ketenaga listrikan. Dan dari kegiatan kali ini, memang ditemukan genset belum berizin, namun kita beri tenggang waktu selama 15 hari agar manajemen perusahaan atau pengusaha agar mengurus perizinannya," ungkap Yanuar.

Apabila dalam jangka waktu 15 hari kedepan tidak ada itikad baik pengusaha maupun pihak perusahaan, maka ditegaskan Yanuar bahwa pihaknya bakal melalukan penyegelan terhadap genset yang digunakan perusahaan bersangkutan.

"Ada tindak pidana apabila genset tidak berizin kemudian menimbulkan kebakaran. Dendanya cukup lumayan kurungan 5 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 5 M," tandasnya.

Dalam penegakan aturan ini, Yanuar menyebut pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satpol.PP PALI dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PALI.

"Ini bertujuan meningkatkan PAD, artinya dari sektor perizinan genset, memang yang mengeluarkan pemerintah provinsi, namun ada bagi hasil fifty fifty untuk pemerintah kabupaten atau kota dari sektor pajak perizinan genset," terangnya.

Sementara itu, Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pengecekan izin genset.

"Kita dukung sepenuhnya, karena apabila ini tertib, yang untung adalah daerah kita,  sebab secara otomatis PAD kita meningkat untuk menunjang pembangunan," ujar Zulkopli. (sn)
Share:

Meski Jadi Tercepat Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati PALI Sebut Tingginya Angka Kemiskinan dan Rendahnya IPM Dampak Masa Lalu

PALI, SININEWS.COM - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo akui bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten PALI menjadi yang tercepat dalam menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 17 kabupaten/kota dalam provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan belum lama ini. Menurut Bupati bahwa memang dari data BPS angka kemiskinan di PALI tahun 2015 sebesar 14,88 persen turun menjadi 14,26 persen di tahun 2016.

"Namun tahun 2017 naik kembali menjadi 14,53 persen. Itu akibat dampak adanya PHK pada perusahaan dan turunnya harga karet," ungkap Bupati.

Namun selanjutnya, di tahun 2018 Bupati menyebut bahwa angka kemiskinan berhasil diturunkan kembali menjadi  13,81 persen.

"Angka kemiskinan di PALI saat ini menduduki peringkat ke tujuhbelas yaitu 63,49 persen," tukasnya.

Namun demikian, Bupati menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan dan peningkatan IPM, PALI menjadi yang tercepat di provinsi Sumatera Selatan.

"Yang harus kita pahami adalah tingginya angka kemiskinan dan rendahnya IPM merupakan dampak masa lalu sebelum pemekaran," pungkas Bupati. (sn)



PALI,SININEWS.COM - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo akui bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten PALI menjadi yang tercepat dalam menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 17 kabupaten/kota dalam provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan belum lama ini. Menurut Bupati bahwa memang dari data BPS angka kemiskinan di PALI tahun 2015 sebesar 14,88 persen turun menjadi 14,26 persen di tahun 2016.

"Namun tahun 2017 naik kembali menjadi 14,53 persen. Itu akibat dampak adanya PHK pada perusahaan dan turunnya harga karet," ungkap Bupati.

Namun selanjutnya, di tahun 2018 Bupati menyebut bahwa angka kemiskinan berhasil diturunkan kembali menjadi  13,81 persen.

"Angka kemiskinan di PALI saat ini menduduki peringkat ke tujuhbelas yaitu 63,49 persen," tukasnya.

Namun demikian, Bupati menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan dan peningkatan IPM, PALI menjadi yang tercepat di provinsi Sumatera Selatan.

"Yang harus kita pahami adalah tingginya angka kemiskinan dan rendahnya IPM merupakan dampak masa lalu sebelum pemekaran," pungkas Bupati. (sn)
Share:

Makin Kering, Petani Karet Kian Tercekik

PALI,SININEWS.COM - Derita petani karet di Bumi Serepat Serasan kian bertambah akhir-akhir ini, lantaran selain harga getah yang tidak kunjung meningkat diperparah dengan musim kemarau yang dirasa cukup panjang menyebabkan produksi karet jauh menurun yang berimbas semakin berkurangnya penghasilan petani.

Seperti dikeluhkan Piko, petani asal Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahwa dari hari ke hari getah yang keluar semakin sedikit.

"Kalau normal penghasilan kami dalam satu hektar lahan bisa mencapai 100 kilogram, namun akibat kemarau panjang ini paling banyak hanya 45 kilogram dalam satu minggunya," ungkap Piko, Selasa (10/9).

Diakuinya bahwa getah kering dan harga tak kunjung meningkat juga kebutuhan pokok yang harganya jauh tidak sebanding dirasa semakin memperberat beban hidup petani karet.

"Kalau seperti ini lengkap sudah penderitaan kami, hanya pasrah dan berharap hujan cepat turun agar kondisi ini cepat berlalu. Kami juga ingin ada upaya pemerintah untuk memberikan penyuluhan terkait mempertahankan produksi getah ketika kemarau tiba," harapnya.

Sama halnya dikeluhkan Herman, petani karet asal Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi. Menurutnya, harga getah saat ini hanya dikisaran Rp 7.000/kg untuk kualitas mingguan, dan harga tersebut apabila normal memang sudah bisa menutupi kebutuhan hidup petani.

"Namun akibat kering, pastilah penghasilan kami jauh menurun dan jalan satu-satunya harus mencari tambahan lain. Bahkan banyak diantara petani meninggalkan desa untuk merantau ke kota menjadi kuli bangunan untuk bisa menyambung hidup," terangnya.

Sebelumnya Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyarankan untuk mempertahankan produksi getah saat kemarau, petani harus rutin melakukan pemupukan dan perawatan berkala terhadap tanaman karetnya.

"Kalau kemarau pasti produksi getah menurun, itu sudah proses alam tidak bisa kita hindari. Namun agar tidak begitu anjlok produksinya, petani harus merawat tanaman dan rutin memupuk secara berkala," saran Ahmad Jhoni. (sn)
Share:

Jelang Pilkada 2020, Golkar PALI Segera Jaring CaBup dan Wabup

PALI,SININEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal membuka penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berkompetisi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal digelar serentak pada 23 September 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Irwan ST, Ketua DPD Partai Golkar PALI saat dibincangi media ini, Selasa (10/9) di ruang kerjanya.

"Kita bakal membuka peluang lebar bagi seluruh warga Bumi Serepat Serasan yang berminat maju pada Pilkada PALI yang ingin diusung dan didukung partai Golkar," ungkap Irwan ST.

Untuk persyaratan, dikatakan Irwan partai Golkar tidak memberikan syarat khusus.

"Yang penting ada keseriusan untuk mencalonkan diri, serta kita tidak membatasi pendaftar baik itu dari internal partai maupun dari kalangan umum," tukasnya.

Untuk proses penjaringan, diakui Irwan bahwa DPD Golkar PALI hanya menerima pendaftaran, sementara untuk keputusan tatap pada DPD provinsi dan DPP.

"Yang berminat, silahkan persiapkan persyaratan umum, dan apabila ada yang kurang jelas, sekretariat DPD Golkar terbuka untuk menerima konsultasi dari warga yang berminat," tandasnya. (sn)
Share:

Bobol Ruko koko Liem Kim Liem, Alexander diancam hukuman 5 tahun penjara


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Alexander (38) warga Jalan Nusa Rt.03 Rw.02 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih berhasil diamankan Polisi, dirinya diamankan akibat ulahnya membobol ruko milik Liem Kim Lim, senin (9/9/19)

Korban Liem Kim Liem (43) warga Jalan Kopral Toya Rt.06 Rw.04 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Barat Itu melaporkan kejadian pencurian didalamn Ruko miliknya oleh pelaku Alexander

Dalam laporan polisi Lp/B-  12  / III / 2019 / Sumsel / Pbm / Sek Pbm Barat Tanggal Rabu 06 Maret 2019 pelaku pencurian dengan pemberatan berhasil diringkus Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Darwan, SH

Penangkapan pelaku sekitar pukul 15.30 wib yang dibantu tin Opsnal Polsek Rambang Kapak Tengah (RKT) setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku di berada dirumah mertuanya dijalan Talang Jimar Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Timur

Tanpa perlawanan pelaku pembobol ruko ini tak berkutik setelah dikepung polisi dan dilakukan penangkapan akibat ulahnya yang disebuah ruko warga keturunan tiong hoa

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, Sik.MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi membenarkan telah terjadi penangkapan pelaku pembobol ruko

“benar pelaku sudah kita amankan, dan saat ini masih kita mintai keterangan” tegasnya

Akibat perbuatannya pelaku digiring ke Polsek Prabumulih Barat dan diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama lima tahun penjara (sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts