Awas! Tahu Mengandung Formalin dan Ayam Tiren Masih Beredar di Pasar Pendopo

PAL --  Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) lakukan sidak di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi, Rabu (27/11). Pada kegiatan tersebut, Disdagprin PALI mengandeng BPOM Sumsel serta sejumlah OPD terkait. 

Alhasil, saat sidak ke sejumlah pedagang ditemukan tahu mengandung fomalin dan ayam tiren atau ayam yang sudah mati terlebih dahulu sebelum disembelih. Kemudian, temuan tersebut diamankan selanjutnya dimusnahkan. 

Sementara pedagang yang kedapatan menjual tahu berformalin dan ayan tiren diharuskan membuat pernyataan untuk tidak menjual dagangannya yang mengandung bahan berbahaya. (sn)
Share:

Madrasah Bantu Siswa Kurang Mampu

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Enam siswa kurang mampu MTs Negeri 2 Muara Enim, mendapat perhatian dari madrasah. Keenamnya diberi bantuan melalui dana DIPA madrasah. Ini adalah bentuk kepedulian madrasah terhadap pendidikan siswa-siswinya.

Kepala MTs Negeri 2 Muara Enim, Abuddarda, S.Pd mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian madrasah kepada siswa-siswi yang kurang mampu. Penyerahan bantuan berlangsung di ruang guru madrasah setempat, Selasa (26/11/2019).

“Bantuan diberikan berupa uang tranportasi, alat-alat tulis, dan seragam sekolah. Adanya bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua siswa dalam menempuh pendidikan anak mereka.

“MTs Negeri 2 Muara Enin tetap akan berusaha memberikan bantuan ini di tahun-tahun berikutnya, agar siswa-siswi yang kurang mampu dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dengan lancar tanpa harus terbeban oleh biaya, sehingga dapat mengukir prestasi,” tukasnya.(SN)
Share:

Jaringan Seluler Belum Merata di PALI, Dewan Minta Diskominfo Cepat Tanggap

foto. salah satu warga tengah menggunakan telepon selulernya


PALI -- Warga disebagian wilayah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih mengeluhkan lemahnya sinyal seluler. Sebab, untuk menjangkau perkembangan dunia teknologi, warga masih kesulitan bahkan untuk menelepon saja, terkadang susah tersambung.

Seperti di wilayah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi, warga setempat terkadang harus mencari lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal seluler.

"Area kami jaringan internet dan sinyal seluler susah. Ini terjadi sejak lama. Permohonan untuk didirikannya tower telah dilayangkan, namun hingga saat ini belum ada tanggapan," ujar Herman, salah satu warga setempat, Selasa (26/11).

Sama halnya dikatakan Eko, warga Desa Semangus Kecamatan Talang Ubi bahwa saat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru berkunjung ke PALI beberapa waktu lalu yang memerintahkan kepada Pemkab PALI melalui Dinas Telekomunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendata area yang kesulitan mendapatkan sinyal seluler agar PALI bebas dari kosong jaringan seluler harus secepatnya ditindaklanjut pihak terkait.

"Harusnya Diskominfo cepat melakukan jemput bola agar di area kami bisa leluasa menggunakan seluler bahkan internetan. Namun hingga saat ini belum ada kabar kapan akan dibangun tower atau lainnya agar jaringannya bisa masuk ke wilayah desa kami," ucap Eko.

Sementara itu, Jodika anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI dari Partai Golkar mengaku bahwa bukan hanya di area Jerambah Besi dan Semangus saja yang kesulitan berselancar menggunakan telepon seluler, tetapi ada beberapa area juga yang perlu dibangun tower penguat jaringan. Untuk atasinya, Jodika menyarankan Diskominfo cepat tanggap.

"Seluruh kecamatan yang ada di PALI terdapat area yang belum terjangkau jaringan seluler. Hal ini harus diprioritaskan Diskominfo agar hak warga menikmati teknologi komunikasi bisa dirasakan. Karena saat ini seluruh keperluan masyarakat bisa diakses dalam satu genggaman melalui internet. Dan dengan kondisi jaringan seluler lelet jangan sampai warga PALI ketinggalan informasi," tandas Jodika.

Terpisah, Bertha Heriyanto Kabid Teknologi Komunikasi dan Informasi pada Diskominfo menyebut bahwa pihaknya telah menyampaikan data ke Pemprov Sumsel terkait area di PALI yang masih kosong sinyal seluler.

"Ada beberapa desa di empat kecamatan yang kami ajukan untuk diprioritaskan pembangunan tower. Bahkan kami telah temui beberapa provider untuk lakukan perbaikan jaringan dan mendirikan tower baru agar jaringan seluler bisa dijangkau ke seluruh wilayah PALI," katanya. (sn)
Share:

Minta OPD Keroyokan Cegah Stunting

MUARA ENIM, SININES.COM – Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah SH meminta seluruh Organisasi perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muara Enim untuk keroyokan melakukan pencegahan stunting. Soalnya untuk pencegahan dan mengurangi angka stunting di Muara Enim tidak bisa hanya ditangani satu OPD.
Penegasan itu disampaikan Juarsah saat membuka seminar cegah stunting menuju bangsa sehat, Muara Enim sehat yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Muara Enim, di gedung Putri Dayang Rindu, Senin (25/11).
Menurutnya,  pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi prioritas nasional, dan juga harus menjadi  prioritas  dari setiap tingkat pemerintahan, dalam penyusunan  rencana anggaran pembangunan  nasional maupun daerah.
Untuk  mencapai hasil yang optimal  dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, dilakukan konvergensi dalam program kegiatan dan sumber  pembiayaan pada lokasi  desa yang telah ditetapkan.
Kegiatan disemua tingkatan  pemerintah dengan melibatkan institusi  pemerintah yang terkait  dan institusi  non  pemerintah seperti swasta,  masyarakat madani dan komunitas.
Dijelaskannya, prevalensi stunting (pendek)  di Indonesia berdasarkan  hasil  survey Pemantauan Status  Gizi (PSG) tahun 2015 sebesar 29 persen,  tahun 2016 sebesar 27 persen,  tahun 2017 sebesar 29,6 persen.
Itu menunjukkan, lanjutnya selama 3 tahun  permasalahan stunting tidak  terjadi penurunan signifikan. Sedangkan permasalahan Balita gizi kurang (underweight) pada tahun 2015 sebesar 18,8 persen, 2016 sebesar 17.8 persen,  tahun 2017 sebesar 17,8 persen.
Hasil riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2013 dan tahun 2018 menunjukkan  terjadi penurunan prevalensi balita gizi kurang dan 19,6 persen menjadi 17,7 persen. Penurunan prevalensi balita  pendek dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen dan penurunan prevalensi balita gizi kurang dari 12,1 persen menjadi 10.2 persen.
Sementara itu, Kepada Dinas Kesehatan Muara Enim, Vivi Mariani, menjelaskan angka balita stunting di Muara Enim sebesar 14 persen dari 65 ribu  jumlah balita yang ada saat ini.
Menurutnya, pengukuran elektronik pengukuran stunting diakhir tahun 2018 terhadap semua anak yang berkunjung di Posyandu. Dari data. Setiap desa jumlah stunting berbeda beda. Untuk mengetahui stunting dari postur tubuh balita yang pendek.
Untuk penanggulangan bisa dilakukan di usia 1000 hari ke bawah atau usia 3 tahun ke bawah. Cegah stunting sudah dilakukan dari beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, dari  evaluasi yang dilakukan, jika penanganan stunting cuma dilakukan Dinas Kesehatan,  penurunannya hanya 30 persen. Sehingga perlu dilakukan keroyokan dari semua OPD. Karena permasalahannya komplek, mulai malah kemiskinan, pola asuh, air bersih, gizi, lingkungan dan  sanitasi.(SN)
Share:

Pilkada PALI 2020, Aka Cholik Optimis Maju Bareng Petahana

PALI -- Tokoh muda Lematang, Aka Cholik Darlin merasa optimistis bakal berdampingan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama H Heri Amalindo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang. 

Hal itu dikatakannya pasca mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Bupati PALI di partai Perindo, Senin (25/11). 

Dan saat pengambilan formulir tersebut, secara kebetulan, putra asli Tanah Abang tersebut bertemu langsung petahana Bupati PALI di sekretariat partai Perindo. 

"Saya tetap optimis untuk maju di Pilkada PALI ini sebagai mana dari awal saya komitmen untuk maju bersama H Heri Amalindo di Pilkada 2020. Sekali lagi saya tetap optimis," ungkap ketua umum Fakar Lematang tersebut. 

Diakuinya bahwa sebelum mengambil formulir pendaftaran di Perindo, telah ada beberapa parpol yang telah dijajakinya. 

"Komunikasi politik terus kita jalin, hampir semua parpol yang membuka penjaringan saya datangi untuk ambil formulir, bahkan sebagian formulir sudah dikembalikan," tukas mantan anggota DPRD PALI itu. 

Untuk mekanisme selanjutnya, Aka Cholik menyerahkan sepenuhnya pada partai politik bersangkutan.  

"Serta putusan akhir siapa yang bakal mendampingi petahana, saya serahkan kepada H Heri Amalindo, karena beliau adalah nahkoda. Dan saya akan setia kepada Nahkoda, karena Wakil Bupati itu adalah pembantu kepala daerah dalam mewujudkan PALI Cemerlang," tuturnya. (sn) 
Share:

Jadikan Candi Bumi Ayu Lebih Membumi, BPCB Jambi dan Disbudpar PALI Diskusi Bareng


PALI, SININEWS.COM - Keberadaan kawasan percandian Bumi Ayu yang terletak di Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah semakin membumi. Keterkenalan kawasan percandian Bumi Ayu sudah dibuktikan dengan mulai banyaknya kunjungan wisatawan dari luar daerah bahkan dari mancanegara. 

Pengenalan kawasan percandian Bumi Ayu dilakukan lintas sektoral agar keberadaannya bisa mendongkrak pengunjung, dimana pada akhirnya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. 

Seperti kali ini, dialog interaktif digelar Senin (25/11) di Gedung Pentas Seni Candi Bumi Ayu, atas kerjasama antara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI dengan tema membangun persepsi desa perintis pemajuan kebudayaan dalam bingkai pemanfaatan cagar budaya di kawasan percandian Bumi Ayu. 

Kepala BPCB Jambi, Iskandar Mulia Siregar menyebut bahwa tujuan dialog interaktif tersebut adalah untuk mengupayakan bagaimana mengembangkan keberadaan kawasan percandian Bumi Ayu untuk kemaslahatan warga sekitar. 

Sebab, tugas BPCB Jambi adalah melestarikan cagar budaya diwilayah kerjanya. Kemudian cagar budaya tersebut harus dilindungi dan dikembangkan kemudian dimanfaatkan.

"Wilayah kerja BPCB Jambi meliputi empat provisi, yakni Jambi, Sumsel Bengkulu dan Bangka belitung. Pelestarian dan pengembangan tidak bisa sendiri, harus seluruh elemen ikut serta," kata Iskandar. 

Iskandar menyarankan agar Pemkab PALI membuat peraturan daerah atau Perda untuk memantapkan pemajuan cagar budaya di kawasan percandian Bumi Ayu. 

"Memang saat ini belum ada retribusi, namun kedepan pemda bisa membuat peraturan atau Perda. Saat ini yang masuk retribusi kawasan percandian baru Jambi dan Bengkulu," sarannya. 

Dijelaskan Iskandar bahwa Kabupaten PALI patut berbangga dan harus bisa membaca peluang untuk mengembangkan kawasan percandian Bumi Ayu lantaran, Indonesia hanya menunjuk 8 desa sebagai desa perintis pemajuan kebudayaan, salah satunya Desa Bumi Ayu. 

"Potensi kebudayaan di PALI cukup beragam, dan ini bisa menjadi terobosan untuk menjadi salah satu contoh program pemerintah pusat memajukan kebudayaan yakni Indonesiana. Dan Mudah-mudahan PALI menjadi yang terdepan di tahun 2020 untuk menarik pengunjung datang," jelasnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar PALI, Yunimawati mengemukakan kalau potensi budaya cukup banyak dan salah satunya yang telah dikenal adalah candi Bumi Ayu.

"Bagaimana cara pemanfaatan cagar budaya untuk pariwisata, ada upaya yang perlu dilakukan, salah satunya pengemasan cagar budaya agar lebih menarik. Kemudian cara penyajian yang  imajinatif untuk lebih mendongkrak promosi supaya candi Bumi Ayu menjadi salah satu objek wisata yang dikunjungi wisatawan," terang Yunimawati. 

Kawasan Percandian Bumi Ayu diakui Yunimawati sudah masuk cagar budaya nasional, untuk lebih mengembangkannya, tinggal penataan serta melengkapi fasilitas.

"Sudah dibangun gedung pentas seni, gedung kuliner, gedung cindera mata dan fasilitas lainnya, itu semua dari DAK pusat. Dengan pembangunan terintegritas, kita berharap candi Bumi Ayu bisa semakin dikenal dan jadi tujuan wisata," jabarnya. 

Untuk retribusi, Yunimawati mengatakan pihaknya sudah membuat konsepnya. "Perlu kajian dan evaluasi sebelum diajukan dan disahkan menjadi Perda. Namun kami berpesan agar seluruh elemen masyarakat untuk mencintai, melestarikan dan mengembangkan budaya kita," tutupnya. 

Kegiatan dialog interaktif dibuka langsung Bupati PALI H Heri Amalindo melalui staf ahli Kusmayadi. Sebagai narasumber dari Asisten 2  PALI Husman Gumanti, Kepala BPCB Jambi, Plt Kepala Disbudpar PALI dan Kepala Desa Bumi Ayu, Safrin. (sn)
Share:

Dum truk dan Motor Bertabrakan di Sedupi, Satu Korban Meninggal

PALI, SININEWS.COM - Kecelakaan lalulintas terjadi pada Senin pagi (25/11) sekitar pukul 07.30 WIB antara mobil dum truk jenis colt diesel warna kuning BG  BG 8049 IA, yang di kendarai Sopian dengan sepeda motor jenis mio soul bewarna hitam nopol  BG 4743 PAA, yang di kendarai Nasrudin di jalan lintas Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Pada kejadian itu, pengendara sepeda motor, yakni Nasarudin (60)!diketahui warga  Dusun II Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Sementara pengendara mobil dum truk, atas nama Sopian (40) tercatat warga Desa Purun Kecamatan Penukal saat ini telah diamankan polsek Tanah Abang.

Dari keterangan Kapolsek Tanah Abang, Iptu Roni Hermawan, kejadian bermula dari pengendara sepeda motor yang di kendarai oleh Nasarudin dari arah Desa Pandan dan mobil dum truk warna kuning dari arah Desa Sedupi.

"Ada saksi melihat mobil Dum truk dan sepeda motor itu terlihat sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi, ketika dua kendaraan itu bertemu, kedua pengemudi sulit mengendalikan kendaraannya sehingga terjadila laka lantas tersebut," ungkap Roni.

Ditambahkan Kapolsek Tanah Abang bahwa dari penjelasan sejumlah saksi, sepeda motor itu menabrak bagian kanan kepala mobil, sehingga pengendaranya terjatuh dan bagian kepala terlindas roda belakang sebelah kanan mobil tersebut.

"Korban meninggal dunia ditempat kejadian. Kemudian korban langsung di bawa ke puskesmas Desa Sedupi, dan sopir mobil dum truk di amankan di Polsek Tanah Abang untuk di mintai keterangan," tukas Kapolsek. (sn)
Share:

Rayakan Hari Guru, Siswa Bagikan Coklat

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Berbagai cara bisa dilakukan anak didik dalam merayakan peringatan Hari Guru. Seperti halnya yang dilakukan siswa-siswi MAN 1 Muara Enim, peserta didik madrasah ini, merayakan Hari Guru dengan memberikan ucapan selamat. Namun bukan itu saja, mereka juga membagi-bagikan coklat kepada bapak dan ibu gurunya.

                Kegiatan bagi-bagi coklat ini berlangsung usai pelaksanaan upacara bendera, siswa secara langsung mendatangi guru mereka. Di sela membagikan coklat, mereka juga menyampaikan ucapan “Selamat Hari Guru Nasional”.

                “Kami merasa bahagia, meski hanya coklat saja yang bisa diberikan. Setidaknya ini telah menunjukkan rasa terima kasih yang besar kami kepada guru-guru yang telah membimbing dengan sebaik-baiknya dan sebagai orang tua kami di sekolah,” ucap salah satu siswi.

Usai membagikan coklat, mereka pun tak ingin kehilangan momen Hari Guru yang hanya diperingati satu tahun sekali tersebut. Mereka mengajak berswafoto para gurunya. “Ini momen istimewa dan spesial bagi guru, jadi harus didokumentasikan lewat foto bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Muara Enim, Deni Ariani, S.Ag melalui Waka Humas, Widiawaty, S.Pd, mengapresiasi usaha anak didiknya dalam merayakan Hari Guru Nasional tahun ini. “Hal ini sudah cukup untuk mewakili rasa sayang anak didik terhadap guru-guru mereka di madrasah,” ungkap Widia.(SN)
Share:

Tolak Stunting, TP.PKK PALI Rangkul Dinkes Bagi-bagi Obat Cacing

PALI -- Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis atau Stunting menjadi perhatian serius Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Terbukti pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Bumi Serepat Serasan, TP.PKK Kabupaten PALI bekerjasana Dinas Kesehatan (Dinkes) bagi-bagi obat cacing terhadap pelajar Sekolah Dasar (SD) di Desa Babat Kecamatan Penukal, Sabtu (23/11).

Bukan hanya pemberian obat cacing, TP.PKK juga memberikan makanan tambahan terhadap balita dan ibu hamil yang alami kekurangan energi kalori. Bahkan keseriusan dalam pencegahan Stunting, pada peringatan HKN tersebut ketua TP.PKK Kabupaten PALI, Hj Sri Kustina dikukuhkan sebagai duta tolak Stunting oleh Bupati PALI, H Heri Amalindo.

"Cacingan salah satu penyebab Stunting, karena asupan gizi yang masuk akan habis diserap cacing yang bersarang ditubuh anak akibatnya anak tersebut gagal tumbuh dan bisa kerdil," ungkap Hj Sri Kustina.

Sri Kustina mengaku bahwa Kabupaten PALI sudah lewat ambang batas, artinya PALI posisi aman untuk Stunting.

"Tentunya hal itu disebabkan oleh seringnya kami, TP PKK PALI memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam mencegah Stunting dengan cara pola hidup yang sehat, serta makan makanan yang bergizi saat hamil dan kepada balita,"dan kata Anggota DPR RI komisi IX itu.

Selain itu, untuk mencegah Stunting dirinya mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mensosialisasikan pencegahan Stunting di Bumi Serepat Serasan.

"Kita akan terus sosialisasi pencegahan Stunting, dengan mengajak Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintahan Desa untuk bersama-sama mengajak masyarakat mencegah Stunting dengan makanan yang bergizi, sehingga masyarakat PALI bisa sehat dari balita sampai remaja," tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI Muhammad Mudakir, S.Km MKes mengatakan bahwa untuk di kabupaten PALI kasus Stunting telah mengalami penurunan.

"Kasus Stunting terbagi menjadi dua kategori, anak di bawah usia dua tahun dimana di PALI terdapat 52 kasus Stunting dan balita dari usia 2 - 5 tahun yang berada di angka 112 kasus. Namun, proses penurunan angka Stunting tidak serta merta langsung menurun. Perlu proses, namun kami optimis kasus Stunting di kabupaten PALI akan berkurang dan PALI bisa bebas dari Stunting," jelas Mudakir.

Mudakir juga menambahkan, untuk tugas Duta cegah Stunting akan bertindak menjadi koordinator dari berbagai sektor untuk bersama mencegah Stunting di kabupaten PALI.

"Berdasarkan arahan dari Pak Gubernur, yang dinobatkan menjadi Duta Cegah Stunting yaitu ketua TP PKK, untuk di kabupaten PALI yaitu Hj. Sri Kustina. Tugas Duta Cegah Stunting diharapkan dapat memberikan contoh dan menjadi koordinator dari berbagai sektor di OPD yang berada di ruang lingkup Pemkab PALI, termasuk PKK PALI. Tujuan untuk mencegah Stunting di kabupaten PALI," tambahnya.

Ditempat sama, Bupati PALI mengapresiasi kinerja TP PKK PALI bersama pihak terkait yang selalu memberikan terobosan dan inovasi terhadap masyarakat kabupaten PALI.

"Tentunya sesuatu yang luar biasa, karena berkat penghargaan baik provinsi maupun nasional diraih oleh TP PKK PALI. PKK PALI juga mampu merangkul semua pihak terkait untuk bisa bersama-sama mencegah Stunting dan mencanangkan pemberian obat cacing ke anak SD dan balita," jelas Heri Amalindo.

Terkait atensi Presiden terhadap permasalahan Stunting, ketua HKTI Provinsi Sumatera Selatan itu juga mengaku tidak perlu khawatir, karena menurutnya Stunting bisa dicegah.

"Tidak perlu khawatir, kita berusaha terus untuk membawa kabupaten PALI bebas dari Stunting. Dengan cara memberi asupan gizi yang cukup, baik sejak proses kehamilan, hingga saat bayi itu lahir dan pertumbuhan balita, sehingga tumbuh kembang anak bisa normal. Pemkab PALI akan terus mendukung TP PKK untuk mensosialisasikan pencegahan Stunting hingga ke pelosok desa di kabupaten PALI," tutupnya. (SN/ADV) 
Share:

Adakan Simulasi Tahap Pertama

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Selama dua hari, Jumat dan Sabtu (22—23 November 2019) siswa-siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Muara Enim, mengikuti simulasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK). Simulasi dilaksanakan jelang pelaksanaan ujian nasional (UN) yang rencananya akan digelar pada April 2020 mendatang.

                Kepala MTs Negeri 2 Muara Enim, Abuddarda, S.Pd melalui Waka Kurikulum, Sundari, S.Pd mengatakan, simulasi tahap pertama yang berlangsung dua hari itu berjalan dengan lancar tanpa kendala.

                “Simulasi ini diadakan untuk memastikan sarana prasarana UAMBN-BK dalam kondisi baik, sehingga siap digunakan untuk ujian sesungguhnya April nanti,” jelasnya, Sabtu (23/11).

Lebih lanjut, kata Sundari, simulasi memberikan gambaran teknis, sistem, dan bentuk soal yang akan diujikan. Kemudian, lewat simulasi tersebut, diharapkan siswa-siswi kelas IX akan mampu mengerjakan soal-soal ujian melalui komputer dengan baik dan benar.

Di sisi lain, selama pelaksanaan simulasi UAMBN-BK, siswa kelas VII dan VIII tetap mengikuti proses belajar mengajar. Sehingga simulasi ini tidak menggangu pembelajaran di kelas. Apalagi, pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) tidak lama lagi akan diikuti semua siswa.

“Walaupun dilaksanakan simulasi untuk kelas IX, namun seluruh siswa kelas VII dan VIII tetap bisa melaksanakan KBM seperti biasa. Simulasi bukan alasan terhambatnya KBM,” lanjutnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts