Jurnalis Ogan Ilir Berterima kasih dengan Adanya Media Center DPRD OI

INDRALAYA--Sejumlah  Wartawan yang bertugas di kabupaten Ogan Ilir  sangat berterima kasih dengan Pimpinan DPRD dan Sekwan   Ogan Ilir atas fasilitas Media Center  atau Press Room yang disediakan.

Bagi wartawan Keberadaan pres room sangat bermanfaat untuk tugas wartawan, selain untuk menunaikan tugas jurnalis, press room juga tempat kongkow para jurnalis di kabupaten Ogan Ilir , apalagi di press room di sediakan wifi, komputer dan sangat nyaman dan sejuk karena disiapkan juga dua unit ac.

Hal ini diungkapkan Darul wartawan Kr sumsel, menuritnya  keberadaan pres room sangat membantu tugas jurnalis di kabupaten Ogan Ilir, apalagi di ruangan tersebut juga disiapkan komputer dan wifi, beserta fasilitas yang lainnya, ujar darul didampingi Edi wartawan Kr sumsel dan Arman.

Senada dengan darul, Beri ,wartawan mengucapkan banyak terima kasih kepada pimpinan DPRD dan Sekwan, atas fasilitas yang disediakan untuk para jurnalis, kami juga berharap kedepan kerjasama dan perhatian dapat lebih ditingkatkan", ujar beri. (Ber)
Share:

PLKB PALI Nyaris kena Jambret, Motor Pelaku Tertinggal

PALI -- Empat orang Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang bertugas di Desa Air Itam Kecamatan Penukal nyaris jadi korban jambret pada Selasa (25/8) sekitar pukul 09.00 WIB. 

Dikatakan Kepala DPPKBPPPA PALI Yenni Nopriani melalui Sekretaris DPPKBPPPA Lydwirawan bahwa empat PLKB itu ditugaskan untuk menghadiri lomba Pola Asuh Anak Remaja (PAAR) di Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal. 

"Mereka berempat, yaitu Maria Agustin,  Anita Yasmin, Mely Pransiska dan Martina. Mereka berangkat dari Air Itam menggunakan dua sepeda motor. Tetapi dari keterangan para korban, setibanya di jalan antara Air Itam dan Gunung Menang, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai Anita dipepet dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor dan berusaha merebut tas Anita," terang Sekdin PPKBPPPA PALI. 

Diakui Lydwirawan bahwa korban sempat tarik-tarikan dengan pelaku dalam mempertahankan tasnya. 

"Tarik menarik tas sempat terjadi, yang pada akhirnya sepeda motor pelaku terjatuh. Kemudian para korban berteriak meminta tolong dan berusaha menyerang dua pelaku yang telah terjatuh. Teriakan para PLKB itu terdengar warga yang tengah menyadap karet di kebun dan langsung mengejar pelaku, tetapi pelaku kabur ke arah hutan meninggalkan sepeda motornya," bebernya. 

Atas kejadian itu, dia berharap kepolisian mengungkap kasus tersebut. "Supaya kejadian itu tidak terulang, kami harapkan pelaku cepat tertangkap," harapnya. 

Sementara itu, Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran. 

"Kami sudah amankan sepeda motor pelaku yang ditinggalkan, dan saat ini pelaku masih kita kejar. Pelaku itu berusaha menjambret tetapi tidak berhasil. Mudah-mudahan pelaku bisa cepat kita tangkap," tandasnya. (sn) 
Share:

Dinsos PALI Bantu Korban Kebakaran Air Itam

PALI -- Keluarga Pendi, korban kebakaran pada Senin malam (24/8) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendapat bantuan dari Pemkab PALI melalui Dinas Sosial (Dinsos) PALI, Selasa (25/8).

"Kami bantu bahan makanan dan alat masak agar beban korban bisa sedikit ringan," kata Metty Etika, Kepala Dinsos PALI. 

Sebelumnya diberitakan bahwa  kebakaran terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan. Api mengamuk di Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Palu) menghanguskan rumah Pendi, salah satu warga setempat pada Senin malam (24/8) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Dari keterangan Ashar, salah satu warga setempat bahwa pertama kali api diketahui tidak lama setelah kumandang adzan isya. Api diketahui langsung membesar dari arah dapur.

"Penghuni rumah saat kejadian ada dalam rumah. Tapi mungkin tengah beristirahat atau sedang menonton televisi sehingga ada api dari arah dapur tidak mengetahuinya. Untuk penyebab belum diketahui," katanya. 

Mengetahui ada api berkobar, warga sekitar pun berhamburan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Tetapi api semakin membesar dan warga pun menghubungi pihak Damkar. 

"Beruntung tidak ada korban jiwa, namun rumah Pendi hangus," tukasnya. 

Sementara itu Ibrahim Cik Ading kepala Dinas Damkar Kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya menerjunkan 30 personil dan 2 mobil tangki air serta 2 unit mobil pemadam dibantu satu unit mobil tangki BPBD.

"Kekuatan kami penuh dalam memadamkan api di Air Itam agar tidak menjalar ke rumah warga lainnya," jelasnya. (sn/perry)
Share:

Daftarkan Paslon pada Pilkada PALI ke KPU Sebaiknya Parpol Pengusung Tidak Membawa Massa, Begini Penjelasannya

PALI -- Hingar bingar pesta demokrasi jelang pemilihan kepala daerah di Bumi Serepat Serasan sudah mulai terasa, sebagian besar partai politik sepertinya sudah menentukan dukungannya terhadap bakal pasangan calon yang akan bertarung pada Pilkada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Terlebih jelang pembukaan pendaftaran berkas pencalonan, suhu perpolitikan di PALI kian terasa. Karena sesuai tahapan, pengumuman persyaratan bakal paslon dilakukan pada tanggal 28 Agustus sampai 3 September 2020, sementara penerimaan berkas pendaftaran dimulai tanggal 4-6 September 2020.

Untuk persiapan pembukaan penerimaan berkas pencalonan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PALI pada Selasa (25/8) mengumpulkan seluruh partai politik untuk rapat koordinasi terkait pendaftaran pasangan calon.

Dalam rakor tersebut terkuak bahwa pada Pilkada kali ini lain dari yang lain. Pasalnya gelaran pesta demokrasi berada di tengah pandemi corona yang harus mengedepankan keselamatan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Termasuk saat mengantarkan pasangan calon saat mendaftar ke KPU. Dimana biasanya, parpol pengusung membawa massa mengantarkan kandidatnya. Tetapi kali ini Ketua KPU PALI, Sunario SE menyarankan sebaiknya hal itu tidak dilakukan dan memilih melalui virtual supaya pendukung lainnya bisa menyaksikan momen istimewa itu dari rumah supaya menghindari kerumunan agar penyebaran virus corona bisa dicegah.

"Sesuai PKPU no 6 tahun 2020, dimana setiap kegiatan dalam melaksanakan tahapan Pilkada harus mengutamakan protokol kesehatan. Untuk pendaftaran disarankan parpol pengusung tidak membawa masa dalam jumlah banyak, lebih baik melalui daring atau aplikasi lainnya sehingga pendukung bisa melihat dari rumah," terang Sunario saat rakor. 

Disamping mengedepankan protokol kesehatan, Sunario juga menjelaskan bahwa bahwa rakor jelang pembukaan penerimaan berkas pendaftaran sangat penting diikuti seluruh parpol. Pasalnya menurut Sunario bakal Paslon pada Pilkada PALI tidak ada dari independen. 

"Tentunya persiapan-persiapan jelang pendaftaran harus dilakukan supaya tercipta suasana damai agar menciptakan pilkada di PALI yang kedua dengan hasil yang baik, yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan untuk masyarakat PALI. Karena tidak ada calon dari perseorangan, Parpol yang mengusung bakal paslon harus memenuhi kriteria yakni harus memiliki 5 kursi di dewan, kalau belum memenuhi kriteria itu artinya parpol harus berkoalisi," jelasnya. (sn/perry)
Share:

Jasad Tak Bernyawa Ditemukan Warga di Pinggir Jalan Lintas Talang Bulang

PALI -- Warga Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan lintas pada Selasa pagi (25/8) sekitar pukul 06.15 WIB. 

Menurut Menriadi, Kepala desa setempat bahwa jasad tersebut diketahui bernama Karlina jenis kelamin perempuan, warga Beruge Darat Kecamatan Talang Ubi.

"Ada salah satu warga kami yang kebetulan melihat kejadian itu. Infonya korban terjun dari atas sebuah mobil pengangkut kayu yang ditumpanginya. Mobil itu melaju dari arah Belimbing menuju Simpang Tais," ungkap Kades. 

Tetapi mobil yang ditumpangi korban, lanjut Kades tidak berhenti ketika korban terjun dan hingga kini mobil itu tidak diketahui rimbanya. 

"Motifnya kami tidak mengetahui. Namun identitas korban infonya adalah pekerja pengumpul batu disalah satu pool batu dan pasir, seorang janda mempunyai anak dua. Saat ini korban sudah dievakuasi pihak kepolisian," tukasnya. 

Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadhi melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Yuliasnyah membenarkan kejadian itu. 

"Unit Reskrim Polsek Talang Ubi bersama dengan Tim Identifikasi Polres PALI elah mendatangi TKP. Sementara ini kasusnya masih dalam penyelidikan, dugaan sementara karena kecelakaan lalulintas," terang Yuliasnyah. 

Ditambahkan Kapolsek Talang Ubi bahwa dari keterangan saksi-saksi bahwa korban berangkat sendirian dari rumah di Desa Beruge Darat menuju ke depot batu di Talang Rimbo dengan berjalan kaki dan menyetop mobil kayu di simpang Desa Talang Bulang sekitar pukul 05.30 WIB. 

"Dari keterangan saksi lain bahwa sekira pukul 05.45 WIB, ketika sedang jaga malam di Depot Batu mendengar suara mobil kayu dan melihat korban berada didalam mobil kayu berteriak agar mobil itu berhenti. Namun saksi tidak melihat bagaimana cara korban turun dan saksi membenarkan bahwa korban bekerja di Depot Batu dan biasanya korban datang dengan menumpang mobil kayu MHP," tukasnya seraya mengatakan bahwa korban telah dievakuasi dan dilakukan visum. (sn/perry)
Share:

Api Ngamuk di Air Itam, Rumah Pendi Hangus

PALI -- Warga Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhamburan keluar rumah pada Senin malam (24/8) sekitar pukul 20.00 WIB lantaran terlihat ada api berkobar melahap rumah Pendi salah satu warga setempat.

Dari keterangan Ashar, salah satu warga setempat bahwa pertama kali api diketahui tidak lama setelah kumandang adzan isya. Api diketahui langsung membesar dari arah dapur.

"Penghuni rumah saat kejadian ada dalam rumah. Tapi mungkin tengah beristirahat atau sedang menonton televisi sehingga ada api dari arah dapur tidak mengetahuinya. Untuk penyebab belum diketahui," katanya. 

Mengetahui ada api berkobar, warga sekitar pun berhamburan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Tetapi api semakin membesar dan warga pun menghubungi pihak Damkar. 

"Beruntung tidak ada korban jiwa, namun rumah Pendi hangus," tukasnya. (sn/perry)


Share:

Masyarakat Ogan Ilir Harus Cerdas Memilih Calon Pemimpin

INDRALAYA--Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak. Khususnya di Kabupaten Ogan Ilir (OI) menjadi sorotan komunitas Rumah Juang Ogan Ilir yang diketuai Ferry Novriadi. Ia mengajak warga masyarakat Ogan Ilir harus cerdas dalam memilih sosok seorang pemimpin. Mengingat diketahui sejumlah nama-nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung mulai bermunculan menjadi penantang Petahana. Seperti mantan Bupati OI AW Nofiadi Mawardi - Ardhani, kalangan ulama KH Muslih Qorie yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Incumbent Bupati HM Ilyas Panji Alam, serta pengusaha muda Yusmah Reza Zaini. 

Dari beberapa nama bakal calon Bupati dan wakil Bupati yang akan bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan itu, tentu warga masyarakat Kabupaten OI mengharapkan calon pemimpin yang benar-benar orang kredibel, memiliki visi dan misi yang jelas untuk memimpin Kabupaten dalam jangka waktu lima tahun kedepan. "Dan yang pastinya orang yang tidak pernah tersandung permasalahan hukum, tidak pernah tersandung kasus narkoba," ucap Ferry Novriadi Ketua Rumah Juang Ogan Ilir, saat dibincangi Senin (24/8). Dijelaskan Ferry, dalam waktu dekat tahapan Pilkada masuk ke tahapan pendaftaran calon. Muncul dua nama calon yang kuat antara lain yakni Petahana HM Ilyas Panji Alam, dan AW Nofiadi Mawardi. 

Dari dua nama tersebut, semuanya tidak lebih baik. "Namun, dari dua nama tersebut, masyarakat Kabupaten OI tentu bisa membedakan untuk memilih salah satu calon Bupati yang lebih baik dari calon yang satunya pada Pemilukada nanti," terang Ketua Rumah Juang Ogan Ilir. Seperti contoh Petahana Bupati HM Ilyas, beliau saja diketahui baru genap tiga tahun menjabat Bupati OI defenitip. Tentu masih banyak pembenahan yang harus diselesaikan. Akan tetapi, Petahana dirasa lebih baik ketimbang bakal calon Bupati AW Nofiadi.

"Efek buruk dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang selama ini sudah banyak terjadi seperti yang ditayangkan di media massa baik cetak maupun elektronik," papar Ferry. Ia menjelaskan, bagaimana jadinya kalau yang demikian pernah tersandung narkoba untuk memimpin. "Tentu bukanlah orang yang tepat," paparnya seraya mengajak semua warga masyarakat Kabupaten OI untuk cerdas dalam menentukan dan memilih sosok seorang pemimpin Kepala Daerah," ajaknya.
Share:

Melalui BPC HIPMI, Bupati Ogan Ilir Berikan Pengobatan Bocah Penderita Infeksi Organ Hati

INDRALAYA--Guna meringankan beban seorang warga penderita infeksi organ hati, Bupati Ogan Ilir (OI) HM Ilyas Panji Alam melalui pengurus BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten OI memberikan batuan berupa akomodasi biaya pengobatan kepada Hikmah Wulandari. Hikma Wulandari balita berusia satu tahun warga Desa Tanjung Pinang Kecamatan Tanjung Batu diketahui terindikasi mengidap kelainan organ hati. Oleh sebab itu, sejak beberapa bulan terakhir puri bapak Supono ini, hanya bisa terbaring lemah dengan kondisi kesehatan yang kian menurun. 

Dikatakan Ketua BPC HIPMI Kabupaten OI Sadra Nugraha menyampaikan, bantuan yang diberikan sebagai wujud kepedulian dari Bupati HM Ilyas Panji Alam kepada warganya. "Bantuan yang kami berikan ini atas perintah dari Bapak Bupati, setelah beliau mendapat laporan bila ada balita yang membutuhkan pertolongan medis," ucap Sadra Nugraha, Minggu (23/8). Disebutkan Sadra, untuk sementara tindakan yang diberikan yakni dalam bentuk memberikan bantuan akomodasi seluruh biaya pengobatan secara gratis.

"Saat ini Hikmah Wulandari sudah kita berikan fasilitas rujuk ke RSMH Palembang, untuk dilakukan penanganan medis, seluruh biaya akomodasinya ditanggung oleh Bapak Bupati. Selanjutnya kita urus untuk biaya pengobatannya sesuai perintah dari Bapak Bupati," ucap Sadra Nugraha. Sementara diketahui, Hikmah Wulandari diketahui menderita infeksi organ hati bawaan sejak lahir, dengan perubahan fisik perut membuncit.(Ber)
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 24 Agustus 2020







Share:

HUT RI, Serikat Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tetap Tolak RUU Omnibus Law

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Meskipun saat ini indonesia tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75, namun bagi para pekerja mereka meras belum menemukan kemerdekaannya. Serikat pekerja sektor ketenagalistrikan tetap menolak Omnibus law RUU Cipta Karya dengan membentangkan poster penonalak, di halaman Pemkab Muara Enim, Senin (24/08/2020).

Adapun serikat pekerja/serikat buruh di sektor ketenagalistrikan tersebut adalah, Serikat Pekerja PLN Persero (SP PLN Persero), Persatuan Pegawai Indonesia Power (PPIP), Serikat Pekerja Pembangkit Jawa Bali (SP PJB), Serikat Pekerja Elektronik Elektrik – FSPMI (SPEE-FSPMI), dan Federasi Serikat Buruh Kerakyatan Indonesia (Serbuk).

Menurut Sekretaris Jenderal di Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Khamid Istakhori bahwa
Omnibus Law RUU Cipta Kerja justru akan membuat ekonomi masyarakat menjadi lebih terpuruk.

“Hal ini disebabkan karena di dalam omnibus law terdapat pasal-pasal yang berpotensi menyebabkan listrik dikuasai oleh pihak swasta/asing. Jika hal itu terjadi, sangat bertentangan dengan konstitusi dan dapat membahayakan kedaulatan Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Jika listrik tidak lagi di kuasai oleh negara, maka hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan tarif listrik, sehingga harga listrik akan mahal. “Oleh karena itu, dalam momentum hari kemerdekaan, kami mendesak agar pembahasan omnibus law dihentikan,” tegasnya.

Semua ini lanjutnya lagi, semata-mata untuk memastikan agar listrik sebagai cabang produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak tetap dalam penguasaan negara.

“Selain melakukan kampanye di media sosial, kami juga akan melakukan pemasangan spanduk dan baliho penolakan omnibus law di sejumlah titik strategis. Tujuannya adalah agar masyarakat sadar, jika omnibus law disahkan, maka rakyat akan mengalami kerugian,” tambahnya.

Adapun isi dari poster-poster yang dilaunching oleh serikat pekerja di sektor ketenagalistrikan antara lain
Jika Omnibus Law Disahkan : Tarif Listrik Berpotensi Naik = Listrik Mahal. Kemudian, Listrik Sebagai Harga DIri dan Kebaikan Bangsa, Listrik = Pasal 33 Ayat (2) UUD 1945, Omnibus Law Menyelingkuhi Putusan Mahkamah Konstitusi = Inskonstitusional dan Omnibus Law Menghidupkan Pasal Zombie.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts