MPPDT Meminta Bupati PALI, Memberikan Perlindungan Hukum Atas Tanah Hak Milik Adat Warga Tempirai Di Lokasi Transmigrasi


MPPDT Meminta Bupati PALI, Memberikan Perlindungan Hukum Atas Tanah Hak Milik Adat Warga Tempirai Di Lokasi Transmigrasi

Oleh Tim Media MPPDT 


Sebagaimana kita pahami bahwa Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap dikawasan Transmigrasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, hal ini sesuai UU  No. 29 Th 2009 tentang Perubahan Atas UU No.15 Th 1997 tentang Ketransmigrasian. 


Program Transmigrasi yang dilaksanakan di Desa Tempirai dengan lokasi lahan tanah persawahan dan tanah renah (daerah yang terkena air pasang surut) ditataran Sungai Jelike dan sekitarnya mulai dari Sepentil sampai dengan Sungai Mengkuang dengan taksiran luasnya sekitar 900 Ha, yang masuk wilayah hukum Desa Tempirai Selatan dan sebagian Desa Persiapan Tempirai Barat, Tanah tersebut merupakan Tanah Hak Milik Adat warga Desa Tempirai yang telah dikuasai secara turun temurun dari leluhurnya. Karena permasalahan hama seperti hama : tikus, pipit, wereng,binatang liar seperti babi hutan, berang-berang, beruang termasuk harimau dan lain-lain sebagainya, maka tanah sawah dan hutan renah yang ada kesannya tidak terurus hal ini karena minimnya sumber daya warga Desa Tempirai untuk pengelolaan lahan. 


Seiring waktu pada tahun 2016 ada ide lahan tersebut dijadikan lokasi Transmigrasi Regional kerja sama PemKab PALI dengan PemProv Jateng. 

Secara umum program Transmigrasi memberikan kontribusi positif untuk merangsang pertumbuhan dan pembangunan daerah Tempirai dan PALI yaitu sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) manfaat besar yang didapat antara lain : 

1).Optimalisasi lahan pertanian yang kurang Produktif agar menjadi basis produksi hasil Pertanian untuk kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga lahan pertanian lebih produktif, yang menjadi daya ungkit perekonomian Desa Tempirai  dan PALI. 

2).Terjadi transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman cara pengelolaan lahan pertanian dari petani Transmigran asal Jateng yang sudah biasa pola lahan tetap, dengan petani Desa Tempirai yang memiliki tradisi ladang berpindah-pindah. 

3).Memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI dengan proses pembauran warga transmigran dengan warga Tempirai. 


Tujuan transmigrasi dengan nilai-nilai filosofi yang baik tersebut diatas bisa tercapai dengan efektif jika program Transmigrasi di Desa Tempirai mulai dari proses perencanaan sampai pelaksanaannya dilaksanakan secara terbuka dengan warga Tempirai sebagai pemilik lahan pertanian Hak Milik Adat, hal ini guna menghindari kesalahan pahaman yang dapat menimbulkan konflik agraria yang berkepanjangan antara warga Desa Tempirai dengan warga Transmigran yang merugikan semua pihak, seperti terjadi  didaerah Mesuji, Ogan dan lain-lain sebagainya. 


Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas kami pengurus MPPDT mewakili masyarakat Desa Tempirai meminta kepada Bupati PALI sebagai pihak yang berkewajiban melindungi kepentingan warga Desa Tempirai sebagai pemilik lahan pertanian Hak Milik Adat, agar Warga Desa Tempirai yang sejak awal mempunyai tanah diatas lahan yang akan digunakan sebagai kawasan Transmigrasi tetap diberikan hak-hak nya, hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bahwa Tanah Hak Milik Adat wajib diberikan perlindungan oleh Pemerintah.


Dalam rangka membantu Bupati PALI dalam pelaksanaan program Transmigrasi di Desa Tempirai, sebagaimana peran dan fungsi MPPDT memberikan edukasi publik dan advokasi kebijakan publik, maka MPPDT bisa menjadi mitra untuk menyalurkan aspirasi warga Tempirai pemilik anah Hak Adat diatas lahan via Pengurus BP MPPDT, demikian yang disampaikan oleh Subiyanto Pudin, S.Sos., SH., MKn-Ketua Umum MPPDT. 


Kita sama-sama berharap agar program pembangunan Transmigrasi di Desa Tempirai ini bisa segera terealisasi dengan baik dan tepat waktu.

Share:

Mulai Dibuka, Wabup PALI Harapkan Seluruh Elemen Dukung Program Transmigrasi di Tempirai


PALI. SININEWS.COM -- Pembangunan pada lokasi bakal lahan transmigrasi di Desa Tempirai kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah dimulai namun secara bertahap. Untuk tahun ini, tahap awal pembukaan jalan dan jembatan.


Memantau pelaksanaan pembangunan infrastruktur lahan transmigrasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  melalui Wakil Bupati H. Drs. Sumarjono melakukan kunjungan kerja pada lokasi transmigrasi tersebut pada Selasa (19/10/21).

Dalam kujungan itu, wakil Bupati didampingi Kapolres PALI diwakili Kasat Intel AKP. Andi Syapril, SH. MH dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Disnakertrans PALI diwakili sekretaris Dinas Muslim, 


Dalam arahan wakil Bupati mendorong Pemerintahan Desa dan masyarakat se Tempirai Raya untuk dapat mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan pemukiman Tranmigrasi Ragional itu yang saat ini sedang pembuatan jalan pemukiman sepanjang 1.400 meter pada tahap awal,  sehingga akan berkelanjutan berbagai pembangunan di tahun mendatang. 


Terkait adanya keluhan warga pengemin sungai atas dampak limbah pengerukan tanah oleh alat berat sehingga menimbulkan air keruh dan sampah potongan kayu pada 4 objek lelang lebak lebung ( sungai Jelike, sungai baung, sungai Mangkuang dan sungai terusan rangge) yang berbatasan langsung dengan lahan Transmigrasi Ragional, Wakil Bupati yang pernah menjabat Ketua DPRD PALI ini, memberikan arahan dan bimbingan pada Pemerintahan Desa, pihak pengemin Sungai, dan pihak Perusahaan (Vendor) CV. Bumi Kita sebagai Pelaksana kegiatan agar duduk bersama bermusyawarah secara arif dan bijaksana sehingga, berbagai kendala dalam menyukseskan pembangunan Tranmigrasi ini dapat berjalan lancar dan baik. 


"Terlaksananya pembukaan lahan transmigrasi ini tentu saja melalui banyak proses dan memakan waktu lama dan tentunya ada dukungan penuh dari bupati yaitu H Heri Amalindo. Untuk itu mari dukung bersama. Apabila ada permasalahan kecil di lapangan, silahkan selesaikan dengan duduk bersama. Dengan adanya lokasi transmigrasi ini patut disyukuri kita semua karena  Pemerintah pusat telah mempercayakan meletakan lokasi Tranmigrasi Ragional ini berada di Desa Tempirai Selatan juga Tempirai barat, sebagai Tranmigrasi percontohan di Kabupaten PALI bahkan di provinsi Sumatera Selatan," jabar Wabup. 


Sementara itu, Dedy Handayani didampingi Kades Tempirai Barat persiapan Uzen H. Ujang,  salah satu pengemin sungai,  mengucapkan terima kasih pada wakil Bupati atas respon cepat kepedulian Pemda PALI membantu dan menfasilitasi Masyarakat menyelesaikan masalah itu. (an/suharto)

Share:

Wabup dan Dinas PU PALI Tinjau Jalan Amblas Desa Tempirai



PALI. SININEWS.COM -- Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs H Soemarjono didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten PALI Sephy Hendika juga sekretaris Dinas PU Hilmansyah tinjau jalan yang amblas di Desa Tempirai kecamatan Penukal Utara, Selasa (19/10/21).

Diketahui bahwa jalan yang amblas itu merupakan jalan penghubung dua kecamatan yakni Penukal Utara dan Penukal, dan sudah dua pekan ini kondisinya nyaris putus tetapi beberapa hari lalu untuk bisa dilalui warga beraktivitas, masyarakat setempat melakukan gotong royong membuat jembatan sementara dari kayu. 

Saat meninjau lokasi amblasnya jalan Tempirai menuju Desa Air Itam kecamatan Penukal, Wabup menginstruksikan kepada Dinas PU supaya akses jalan itu dapat berfungsi untuk segera dibuatkan jembatan darurat berbahan plat besi dengan tonase beban kendaraan roda 4 dibatasi sesuai kapasitas kekuatan jembatan darurat.

"Terkait adanya jalan amblas ini, sudah dibahas pada rapat Paripurna DPRD bulan Oktober tahun 2021 ini. Meskipun kondisi anggaran Kabupaten PALI mengalami defisit atas dampak covid-19, namun demi kepentingan masyarakat pembangunan jalan ini tetap diprioritaskan. Tetapi sementara menunggu anggaran, saya minta kepada dinas PU agar membangun jembatan darurat supaya akses masyarakat tetap berjalan lancar," ujar Wabup. 

Senada dikatakan Plt Kadin PU Sephy Hendika bahwa pihaknya siap melaksanakan arahan Wabup. "Plat besi yang dititahkan pak Wabup akan meminta bantuan dari perusahaaan. Instruksinya kami segera untuk merumuskan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Tim sudah turun dan hasilnya akan kami evaluasi dan koordinasikan kembali dengan pak Bupati dan Wabup," kata Kadin PU. 


Untuk penanganan bersifat darurat, Sephy Hendika meminta masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat bermuatan berat atau kendaraan dengan beban berat untuk sementara waktu tidak boleh melintas diatas lokasi jalan yang longsor sampai jalan itu benar-benar diperbaiki permanen, kalau hal itu tidak diindahkan maka kerusakan bisa semakin parah.


"Namun kami mengharapkan kepada masyarakat agar bersabar,  pada waktunya nanti akan diselesaikan dengan baik, demi kepentingan masyarakat PALI. Yang pastinya kami akan bekerja semaksimal mungkin," tandas Kadin PU. (sn/suharto)
Share:

Pipa Minyak Milik Adera Pecah di Purun


PALI. SININEWS.COM -- Pipa minyak mentah milik Pertamina Adera Field yang ada di desa Persiapan Purun Selatan kecamatan Penukal kabupaten PALI pecah diduga korosi. Titik pipa pecah tersebut berada di bawah jalan beton desa tersebut dan minyak mentah mengalir ke parit dan mengarah ke Sungai Sebagut yang merupakan sungai ikon desa Purun Penukal. 


Dari pantauan media ini dilapangan bahwa kejadian bocornya pipa itu diketahui Selasa (19/10/21) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Awalmya ada bau minyak menyengat dan setelah ditelusuri, keluar minyak dari bawah gorong-gorong dan mengalir ke parit. Lokasi persis depan rumah kami yang berada di tengah permukiman padat penduduk," ujar Jamiri, warga setempat. 

Jamiri meninta pihak Adera secepatnya menangani permasalahan itu sebab kalau lambat ditangani, limbah minyak dikhawatirkan mengalir ke sungai.

Sama halnya dikatakan Kades Persiapan Purun Selatan Reza Pahlevi bahwa hingga berita ini diturunkan  pihak adera belum menemukan titik pipa yang bocor.

"Diduga korosi karena titiknya dibawah jalan beton dan dibawah tanah. Adera sudah ada di lokasi namun belum bisa menemukan titik yang bocor meski telah menurunkan alat berat dan mobil vakum. Tentu saja dengan adanya kejadian ini, warga merasa resah dan aktivitas warga terganggu karena takut menghidupkan api. Harapan kami, segera lakukan perbaikan, untuk kompensasi kita akan rembukan lagi dengan masyarakat langkah apa yang akan dilakukan warga yang terdampak," tandas kades. 


Ditempat sama, Tuti Ilsan, anggota DPRD PALI yang meninjau lokasi kejadian menegaskan dewan akan memanggil pihak adera untuk meminta penjelasan terkait penyebab kejadian itu. 


"Lokasi berada di tengah pemukiman padat penduduk, dan ini harus cepat ditangani. hari Senin ini akan kita panggil pihak Adera," tegas anggota dewan kelahiran Purun itu. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak adera masih berjibaku mencari titik pipa bocor. "Pipa berada dibawah tanah, dan kami belum menemukan titik yang bocor. Untuk penyebab bocor, kami juga belum mengetahuinya," ujar salah satu petugas dari Adera. (sn/perry)
Share:

Jembatan Babat dan Dua Jembatan lainnya Rampung Tahun ini


PALI. SININEWS.COM --  Pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) di tahun 2021 ini merampingkan tiga jembatan dalam memperlancar akses masyarakat dalam beraktivitas. Tiga jembatan dimaksud adalah jembatan desa Babat kecamatan Penukal, jembatan Sumberejo kecamatan Talang Ubi dan jembatan Pandan kecamatan Tanah Abang. 


Informasi itu disampaikan Plt kepala Dinas PU PALI, Sephy Hendika Senin (18/10/21) di ruang kerjanya. 


Menurut Hendi, sapaan kepala PU PALI bahwa dari tiga Jembatan itu, dua diantaranya bersumber dari bantuan gubernur Sumatera Selatan, yaitu pembangunan jembatan Sumberejo dan Babat. 


"Total keseluruhan anggaran yang dipergunakan untuk membangun tiga jembatan itu lebih kurang sebesar Rp 20 miliar," ujar Handi. 


Ditambahkannya bahwa yang bersumber dari APBD PALI hanya penyelesaian jembatan Pandan yang tahun ini tahap finishing.


"Jembatan Pandan yang menghubungkan kabupaten PALI dan Muara Enim tahun ini sudah bisa dilalui masyarakat. Dan kami berharap dengan dibangunnya tiga  jembatan itu bisa lebih menghidupkan perekonomian masyarakat," harapnya. 


Sementara untuk jembatan lainnya yang ada di kabupaten PALI yang alami kerusakan atau butuh perbaikan, Hendi menyebut pihaknya akan semaksimal mungkin mengupayakan perbaikan di tahun depan. Seperti pada jembatan Desa Sukadamai kecamatan Talang Ubi menuju Desa Kota Baru kecamatan Penukal Utara. 


"Kita upayakan penganggarannya di tahun depan bagi jembatan lain yang saat ini kondisinya rusak atau butuh perbaikan," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Dewan PALI Dapil II Reses di Babat dan Penukal Utara


PALI. SININEWS.COM -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi dua kecamatan yakni Penukal dan Penukal Utara lakukan reses di Kecamatan Penukal Utara dan kecamatan Penukal, Selasa (19/10/21). Reses sendiri dipimpin langsung H Asri AG, ketua DPRD PALI diikuti anggota dewan lainnnya dari Dapil tersebut, yaitu Edi Eka Puryadi, Tuti Ilsan, Suarno, H Amran, Basuki Rahmat juga Jodika.

Ari Mediansyah, kepala desa Babat menyampaikan keinginan kepala desa ketika digelar reses di kantor Camat Penukal agar dewan mendukung adanya pelatihan kepemimpinan untuk kepala desa. Karena menurut Kades Babat bahwa kepala desa saat ini belajar memimpin secara otodidak.

"Sejak kami dilantik tahun 2019 lalu belum pernah ada kegiatan pelatihan kepemimpinan yang bisa diterapkan atau diaplikasikan di desanya masing-masing. Karena latar belakang pendidikan Kades tidak sama, mulai dari SMP sampai sarjana, Diklat perlu dilakukan dalam menambah pengetahuan kepala desa untuk memajukan desanya. Untuk itu kami minta dewan mendukung kegiatan pelatihan bagi kepala desa," ujar Ari. 

Kades Babat juga menyampaikan permintaan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) skala kecamatan dalam menanggulangi sampah yang ada di kecamatan Penukal. 

"TPA ini perlu dibangun karena selama ini belum ada tempat pembuangan sampah akhir menyebabkan warga banyak membuang sampah dipinggir jalan," tukasnya. 

Kades juga meminta agar dibangun jalan penghubung antar desa untuk memperlancar akses ekonomi masyarakat. 

Menanggapi keinginan masyarakat, H Asri mengatakan bahwa terkait permintaan pelatihan kepala desa, dewan sudah beberapa kali mengusulkan digelarnya Diklat, namun hingga saat ini belum direalisasikan Pemkab PALI. 

"Tujuan turunnya anggota dewan ketengah-tengah masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi sebagai kewajiban dewan dalam menjalankan fungsinya. Tugas anggota dewan salah satunya adalah melakukan pengawasan. Dalam melakukan pengawasan, dewan hanya mengawasi anggaran yang sudah disetujui direalisasikan atau tidak. Kemudian dalam menyerap aspirasi, kami harus turun ke masyarakat mendengarkan juga menyampaikan keinginan serta kebutuhan masyarakat kepada pemerintah. Terkait keinginan Diklat, sudah kami sampaikan beberapa kali," ujar H Asri. (sn/perry)


Share:

DINAS PMD PALI DORONG PEMDES AKTIFKAN PAMSIMAS UNTUK CIPTAKAN PENDAPATAN DESA



PALI. SININEWS.COM -- Dalam rangka meningkatkan daya guna sarana air minum (Pamsimas)  di Desa dan menciptakan Pendapatan asli Desa (PAD). 


Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan  Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  Provinsi sumatera selatan Senin (18/10/2021), menggelar Rapat Koordinasi Pemerintah Desa dan Koordinator pengurus Pamsimas 11 Desa se Kecamatan Penukal Utara, 


Acara yang dipusatkan aula Kantor Camat Penukal utara ini dihadiri para Kepala Desa, Pendamping Desa, Konsultan Pamsimas dan jajaran Pengurus/Pengelola Pamsimas berjalan tertib dengan standar protokol kesehatan. 


Dalam arahannya Kadin PMD PALI A Gani Akhmad diwakili Kasie Pemberdayaan Alfidldlotama, SIP menjelaskan Bahwa untuk mendayagunakan Pasimas di Desa perlu adanya skema baru yaitu aset Pasimas akan dilimpahkan ke Pemerintahan Desa sehingga kedepan untuk peningkatan operasional Pamsimas akan dapat didorong melalui APBDes setiap tahun anggaran. 


Sehingga bila pengelolaannya tertata dengan baik tentunya  akan melahirkan Pendapatan Asli Desa ( PAD). Disamping bagian prasana dasar Pembangunan Desa, 


Pamsimas juga dapat menyerap tenaga kerja di Desa, dan pelayanan air bersih untuk Masyarakat secara optimal. 


Dilanjutkan Suloyono Koordinator Pamsimas Kabupaten PALI didampingi Dedy Chandra sebagai Pendamping Desa (PD)  Kecamatan Penukal Utara, 


Memaparkan secara rinci tentang juknis pengelolaan Pamsimas berkelanjutan sehingga Pamsimas di Desa akan menjadi sarana air bersih yang dibutuhkan Masyarakat. 


Dalam kesempatan ini Mas Suloyono panggilan akrabnya,  memberikan sinyal bahwa dari 60 Pasimas sekabupaten PALI akan mendapat bantuan filter (saringan)  pembersih air dan lainya, yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat. 


Camat Penukal Utara Maka giansar, SH melalui Kasie Pemerintahan Suparmin jaoni,  menyambut baik atas pelimpahan aset Pamsimas ke Pemerintahan Desa,  dan pihak Kecamatan secara kelembagaan akan siap membina dan mendampingi untuk kemajuan Pasimas. 


Senada Arisman Plt. Kades Karang Tanding, bila Pamsimas sudah dijadikan aset Desa,  tentunya Pemerintahan Desa berkewajiban merawat dan mengelola Pamsimas secara bekelanjutan dan berdayaguna di Desa. ungkap Arisman usai Rakor pada awak Media ini. 


(Bungharto/SN)

Share:

Panitia Pilkades Raja Mangkir pada Sidang Pertama PTUN



PALI. SININEWS.COM -- Jadwal sidang pertama PTUN gugatan bakal calon kades terhadap panitia Pilkades Raja kecamatan Tanah Abang kabupaten PALI yang dilayangkan Balon Kades Salpa Rabi dan Nurdin pada tanggal 14 Oktober 2021 rupanya tidak dihadiri tergugat tanpa alasan sementara melalui penasehat hukumnya pengugat Salpa Rabi dan Nurdin hadir tepat waktu.

Salpa Rabi menyampaikan sebagai warga negara yang baik harus komitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum sampai inkrah (Final), 

"Jika mereka tidak hadir tidak menjadi masalah justru itu lebih baik. Proses sidang tetap berjalan. Saya berkeyakinan bahwa gugatan saya dikabulkan hakim," ujar mantan Kepala Desa Raja Selatan yang juga mantan sekretaris BPD Desa Raja ini, Kamis (18/10/21).

Senanda dikatakan Nurdin yang mengungkapkan bahwa tanggal 26 Oktober ini akan ada sidang pertama di PN Muara Enim.

"Tentu saja kita lihat proses hukum ini sampai akhir, saya berkeyakinan bahwa panitia Pilkades Raja takut hadir karena tidak punya bahan, yang tentunya jelas ini melanggar hukum. Untuk hasil akhir kita serahkan kepada hakim saja. Saya yakin 95 % gugatan kami dikabulkan hakim nantinya , biarlah proses Pilkades berlanjut namun dipastikan akan sia sia saja ketika gugatan kami di terima," ujar Nurdin yang merupakan Calon kades suara terbanyak ke 2 pada Pilkades 6 tahun yang lalu.

Terpisah melalui pesan whatsapp, tokoh masyarakat Lematang Aka Cholik Darlin membenarkan info tersebut.

"Panitia Pilkades Raja tidak hadir itu hak mereka. Sebelumnya kita juga mohon maaf kepada masyarakat Desa Raja, BPD , Kades juga Perangkat Desa bahwa ini sudah masuk ranah hukum kita serahkan saja akhirnya pada putusan Pengadilan di PTUN dan PN. Saya yakin proses ini paling cepat 2 Tahun di pengadilan dan Bupati PALI pada saat penetapan SK pelantikan Kades terpilih pasti akan menunggu putusan hakim yang bersifat inkrah. Kita lihat saja endingnya agar menjadi pembelajaran hukum untuk semua masyarakat desa sementara untuk roda pemerintah desa Raja tetap berjalan normal dinahkodai Pjs Sugianto sampai putusan final," tutup mantan wakil Ketua Komisi 1 DPRD PALI ini. (sn/perry)
Share:

HD Hadiri Acara Puncak HUT Kota Prabumulih Ke - 20 Tahun

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Orang nomor satu di Sumatera Selatan yakni H. Herman Deru, SH., MM., hadiri acara puncak HUT Kota Prabumulih yang Ke-20 Tahun.

Sebelum di gelar nya acara puncak yakni rapat paripurna istimewa HUT Kota Prabumulih ke - 20 pihak Pemkot dan DPRD Kota Prabumulih menyambut hangat Rombongan Gubernur Sumatera Selatan dengan mengalungkan Bunga serta di iringi tarian adat sekapur sirih.

Dalam rangkaian puncak HUT Kota Prabumulih Ke - 20 tahun itu Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan di dampingi oleh Wako Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM., Wawako Prabumulih H. Andriansyah Fikri, SH., Ketua DPRD Sutarno, SE., beserta Kepala OPD serta jajaran Anggota DPRD kota Prabumulih.
 
Rangkaian Acara Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru dimulai dengan Rapat Paripurna DRPD Kota Prabumulih, dilanjutkan dengan peresmian Rumah Komunitas Kebersihan di kelurahan Anak Petai, Pemberian insentif di Pendopoan Rumah dinas Walikota, Peresmian Laboratorium PCR di RSUD dan Pembukaan Turnamen Badminton Gubernur Cup di GOR Harmonis.

Gubernur Sumatera Selatan memberikan Apresiasi dan Penghargaan kepada Pemerintah Kota Prabumulih atas berbagai inovasi, prestasi dan kemajuan pembangunan di Kota Prabumulih.

Menurut Herman Deru yang menjadi tolak ukur kesusksesan seorang kepala daerah adalah tercapainya kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan turunnya angka kemiskinan.

“Saya ingin kita samakan persepsi. Tolak ukur kesuksesan suatu daerah bukan hanya pembangunan fisik saja, tetapi juga data non fisik yakni turunnya angka kemiskinan,” tegasnya, saat menghadiri sidang peringatan HUT ke 20 Kota Prabumih, yang digelar dalam Paripurna Istimewa DPRD Kota Prabumulih, Minggu (17/10/2021).

Lanjut Gubernur Hari jadi Kota Prabumulih ke 20, merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, apa saja yang telah, sedang dan akab diperbuat selama 20 tahun terakhir.

“Dalam kurun 20 tahun tersebut, tentu ada yang membanggakan. Namun ada juga yang belum terealisasi. Kesempatan kita jadikan momen untuk lebih baik lagi dalam membangun daerah yang bermuara pada kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Herman Deru menegaskan, jika bicara terkait dengan kesejahteraan rakyat tidak dapat dipisahkan dengan kondisi ekonomi. Karena itu yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan pendapatan masyarakat.

“Wali Kota Prabumulih sudah berusaha keras untuk menjadikan Prabumulih memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai upaya mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur, Herman Deru menyebut pembangunan infrastruktur yang baik juga tidak bisa dilepaskan sebagai faktor penting dalam mensejahterakan masyarakat.

“Infrastruktur akan memberikan kemudahan akses masyarakat. Sehingga masyarakat dimudahkan dalam melakukan aktivitas perekonomian,” ucapnya.

Dia juga mengajak Pemda untuk tidak pernah jemu untuk terus mengingatkan masyarakat jangan menjadi masyarakat yang konsumtif. Karena itu dia meminta peran serta Pemkab/Pemkot untuk mendukung terwujudnya Sumsel Mandiri Pangan (SMP) sehingga bermuara berkurangnya kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ucapkan selamat HUT ke 20 Kota Prabumulih. Prestasi Kota Prabumulih sudah sangat baik. Provinsi siap untuk ada dan membantu terutama untuk peningkatan infrastruktur dan mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya mengatakan, peringatan HUT ke 20 tahun Kota Prabumulih dilakukan dalam situasi pandemi COVID-19 dengan prokes ketat. Peringatan ini sebagai bentuk syukur diusia 20 tahun.

“Kota Prabumulih membutuhkan dukungan seluruh komponen agar menjadi lebih baik di masa mendatang,” ucapnya.

Dijelaskannya, ada 14 program unggulan Pemkot Prabumulih seperti pembangunan rumah tak layak huni, pembangunan rumah komunitas, penolakan eksplorasi batubara, pembangunan jaringan gas rumah tangga, PEP Akamigas, pengembangan UKM dan pelatihan, pembekalan dan bantuan alat usaha.

“Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, wajib baca, tulis dan baca Qur’an, khitanan ke rumah masyarakat, mobil jenazah gratis, isbat nikah, pemberian insentif pekerja sosial dan kota 1.000 Biofloc,” imbuhnya. 
Share:

Talud Ambrol, Ridho Tinjau Langsung Dan Kelurakan Dana Tanggap Darurat


 PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Akibat meluapnya air sungai Keleka menyebabkan talud yang berada di sekitar jembatan jalan Tenggamus Kelurahan Muara dua menjadi ambrol, Kamis (16/10).

Dam hal itu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengeluarkan dana tanggap darurat untuk memperbaiki talud tersebut.

“Inikan akibat bencana banjir yang terjadi karena pendangkalan sungai dan banyaknya warga yang buang sampah ke Sungai, yang menyebabkan terjadinya erosi dipinggir jembatan,”jelas Wako Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM usai melaksanakan peninjauan talud tersebut.

Dalam penanggulangan talud tersebut pihaknya terpaksa mengeluarkan dana tanggap darurat guna cepat memperbaiki talud agar kerusakan tak semakin parah

Kalau nak nunggu anggaran, terpaksa kita laksanakan di 2022. nunggu 2022 kan masih lama sekitar 4-5 bulan lagi, mau tak mau kita menggunakan bencana alam,” tuturnya.

Dijelaskannya pula, dengan menggunakan dana bencana alam maka pengerjaan talud dapat dilakukan secara swakelola oleh masyarakat setempat. “Bisa ditangani swakelola oleh warga, ditengah pandemi covid ini paling tidak ada tambahan bagi warga sambil gotong royong,” ucapnya.

Dengan pembangunan swakelola itu Ridho berharap, pembangunannya dilaksanakan dengan baik. “Dengan swakelola warga ada rasa memiliki, ini Muara Dua yang menikmati orang Muara Dua itulah paling tidak dia kerjanya lebih bagus dan bisa menambah pendapatan warga para tukang di Muara Dua ini,” imbuhnya.

Ditanya berapa besar anggaran perbaikan talud yang ambrol itu, Walikota dua periode itu menuturkan dana yang dikeluarkan dinas sosial sebesar Rp20 juta. “Kan dana darurat bencana jadi cuma 20 jutaan,” tukasnya.

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts