Tingkatkan Kinerja Dan Pelayanan Pemkab Muara Enim Kerja Sama Dengan BSI


 MUARA ENIM, SININEWS.COM – Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melakukan penjajakan kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Muara Enim.

Hal tersebut terungkap dalam Paparan dan Rapat Pembahasan Rencana Kerjasama antara Pemkab Muara Enim dengan Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Muara Enim di ruang rapat Serasan Sekundang Muara Enim, Selasa (12/4).

Dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Riswandar, Asisten Administrasi Umum Maryana, Kabag Kerjasama Husin dan para pejabat serta OPD terkait lainnya. Sedangkan dari BSI dihadiri langsung oleh Branch Manager BSI KCP Muara Enim Marta Adinata bersama stafnya.

Menurut Branch Manager BSI KCP Muara Enim Marta Adinata bahwa PT Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Muara Enim menawarkan kerjasama dalam program pengembangan keuangan syariah di Indonesia dengan ruang lingkup kerja sama bermacam-macam tergantung kebutuhan Pemda Muara Enim saat ini.

Setidak ada delapan produk yang akan ditawarkan, lanjut Marta yakni Layanan produk deposito, giro dan tabungan, Pembayaran Payroll gaji dan/atau tunjangan Pegawai, Pembayaran Jasa Medis Tenaga Kesehatan dan Non Tenaga Kesehatan, Fasilitas pembiayaan pegawai, Fasilitas BSI Cash Management System, Fasilitas Pembiayaan Talangan Piutang BPJS Kesehatan bagi Rumah Sakit, Fasilitas Pemberian Pembiayaan Talangan Covid-19 dan Layanan pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. “BSI ini adalah Bank Syariah milik pemerintah, sehingga tidak perlu ragu,” tutupnya.                    Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Riswandar, pada intinya sangat menyambut baik atas paparan dan rencana kerjasama yang ditawarkan BSI Muara Enim kepada Pemkab Muara Enim.

Dan jika melihat dari beberapa program yang ditawarkan BSI, tentu harus dipelajari lagi dan akan dirapatkan kembali dengan instansi terkait sehingga kedepan program tersebut benar-benar bermanfaat dan saling menguntungkan untuk kesejahteraan masyarakat serta tidak menyalahi aturan yang berlaku.

Untuk itu, sambung Riswandar, kepada TKKSD dan peserta rapat untuk memberikan saran dan pendapat terhadap rencana kerja sama tersebut dengan mempertimbangkan kesesuaian rencana KSDPK dengan RPJMD dan Renstra sektor terkait, Keterkaitan antar sektor, Kelayakan biaya dan manfaat, Dampak terhadap pembangunan daerah dan hal lainnya yang dianggap perlu dibahas.

Ditambahkan Kabag Kerjasama Husin, memang ada beberapa program yang ditawarkan BSI Muara Enim, namun ada beberapa program yang cukup menarik seperti Fasilitas Pembiayaan Talangan Piutang BPJS Kesehatan bagi Rumah Sakit yang selama ini sering menjadi kendala di rumah sakit.

Namun hal tersebut, kata dia, perlu pengkajian lebih lanjut seperti prosedurnya dan mekanismenya bagaimana. “Sering BPJS Kesehatan agak lambat dalam pembayaran ke rumah sakit, sedangkan rumah sakit perlu uang untuk operasional. Jadi dengan program tersebut BSI mungkin bisa menalanginya. Makanya kita harus rapat kembali untuk membahasnya secara detil,” kata Husin.(ozi)

Share:

Irmas Nurul Huda Bakal Gelar Pesantren Ramadhan

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Takmir Masjid melalui anak-anak Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Nurul Huda Kelurahan Majasari bakal gelar Pesantren Kilat Ramadhan 2022.

Seperti kita ketahui, kegiatan Pesantren Kilat tersebut guna mengisi ruang anak-anak yang melaksanakan ibadah puasa dengan tenang dan menyenangkan.

Adapun pelaksanaannya akan di gelar di Masjid Nurul Huda Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan pada tanggal 22-25 April 2022.

Dengan tema "Menjalankan ibadah ramadhan dengan penuh ketaqwaan dan mempererat silaturahmi" pendaftaran kegiatan tersebut mulai dari 18-20 April 2022.

Hari Budiman Ketua Irmas Nurul Huda mengatakan bahwa kegiatan yang di selenggarakan pihaknya ini merupakan kegiatan perdana.

"Ini kegiatan awal, sebelumnyo emang belom Ado kegiatan lomba-lomba, oleh diskusi Samo kawan-kawan yang lain Samo minta izin dengan pengurus dan ketua masjid, jadi fiks ntuk ngadoke kegiatan ini," terang Hari pada awak media ini, Rabu (13/02)

Tak hanya itu, untuk peserta hari juga mengatakan hanya di lingkup RW 04 Kelurahan Majasari saja.

"Oleh perdana, jadi peserta Yo Kito undang TPA dan tamat pengajian di Wilayah RW 04 dulu, Ado untuk umum namun kuota terbatas," pungkasnya.

Walaupun kegiatan tersebut perdana, Hari dan pihaknya kini sudah menyiapkan semua dengan matang. (Ari/SN)


Share:

Pupuk Kimia Mahal, Bupati PALI Sarankan Petani Pakai Pupuk Organik


PALI. SININEWS.COM -- Menyikapi minimnya ketersediaan pupuk kimia bersubsidi dan mahalnya harga pupuk kimia non Subsidi yang terjadi dihampir seluruh wilayah Indonesia, Bupati PALI H Heri Amalindo menyarankan petani yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk beralih menggunakan pupuk organik. 


Ajakan itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan saat membuka sosialisasi pupuk organik super aktif bersama PT BEST yang digelar Dinas Pertanian kabupaten PALI, Rabu (13/4/22) di kebun buah Simpang Raja kecamatan Talang Ubi.  

"Pupuk organik juga bisa dipergunakan untuk tanaman keras, seperti kelapa sawit dan karet. Dimana sebagian besar masyarakat PALI berprofesi sebagai petani karet. Untuk itu, pola ini menjadi solusi terjadinya kelangkaan pupuk kimia subsidi, dan harga mahal dari pupuk kimia non subsidi," kata Bupati. 

Dengan penggunaan pupuk organik, dikatakan bupati apabila sesuai formulanya akan mampu meningkatkan produksi perkebunan. 

"Kali ini ada narasumber dari PT BEST asal Bandung. Yang mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan petani untuk dapat menjadikan produksi perkebunan lebih meningkat," harapnya. 

Sementara itu, Ahmad Jhoni, Plt Kepala Dinas Pertanian kabupaten PALI menyebut bahwa tujuan sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani dalam mengelola lahan pertanian atau perkebunan  dengan menggunakan pupuk organik. 

"Peserta dari penyuluh dan petani yang tergabung pada Gapoktan atau kelompok tani. Kegiatan ini juga kami harapkan menjadikan solusi bagi petani dalam penyediaan pupuk kimia yang saat ini langka," terang Ahmad Jhoni. (sn/perry)

Share:

Dinilai Telah Berjasa, Bupati PALI Masuk Nominasi Penerima Satyalancana


PALI. SININEWS.COM -- Kinerja Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM yang terus bergerak melakukan pembangunan di wilayah Bumi Serepat Serasan rupanya mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Terbukti pada Rabu (13/4/22), tim verifikasi Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya tiba di kabupaten PALI.


Kedatangan tim verifikasi terdiri dari Sekretariat Militer Presiden (SETMILPRES), BKKBN Pusat dan Perwakilan BKKBN provinsi untuk melakukan peninjauan lapangan/uji petik calon penerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dari presiden RI tahun 2022 kepada Bupati PALI.


"Kami datang kesini ingin mecocokan data terhadap surat yang diusulkan BKKBN, dimana Bupati PALI yang diusulkan sebagai calon penerima Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya bidang keluarga berencana," ujar Dwi Daryanto, Arsiparis Madya SETMILPRES yang memimpin tim verifikasi. 



Dijelaskan Dwi Daryanto bahwa syarat menjadi calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya adalah telah berjasa kepada negara dan masyarakat. 


"Karena ini bidang Keluarga Berencana dan mendukung program Bangga Kencana, maka yang menjadi kriteria, salah satunya adalah telah membangun Kampung KB serta pendukung lainnya sesuai program Bangga Kencana," terangnya.


Untuk calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya, disebutkan Dwi Daryanto ada 26 kepala daerah di Indonesia, salah satunya Bupati PALI. 


"Ada 2 kepala daerah di provinsi Sumatera Selatan yang masuk penilaian calon penerima Satyalancana Pembangunan, yakni PALI dan Lubuk Linggau. Setelah verifikasi ini kita akan sampaikan hasilnya secara internal, nantinya keluar memorandum. Untuk penganugerahan Tanda Kehormatan ini rencananya akan dilaksanakan saat peringatan Harganas," imbunya. 



Sementara itu, Bupati PALI menyatakan bahwa capaian yang dinilai tim verifikasi adalah berkat dukungan semua lapisan masyarakat. 


"Alhamdulillah berkat dukungan semua elemen masyarakat, dari awalnya PALI daerah tertinggal saat ini mampu setara dengan daerah lain. Aktivitas warga lancar, perekonomian, pelayanan kesehatan, pendidikan meningkat, serta kondisi keamanan kondusif," terangnya. 


Untuk capaian dibidang keluarga berencana, Bupati menyampaikan bahwa saat ini kabupaten PALI telah membentuk 15 kampung KB, dan target diakhir jabatannya satu desa harus ada satu kampung KB. 


"Kampung KB merupakan Satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis. Selain itu, manfaat Kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Untuk itu, target kedepan kami akan bentuk satu desa satu Kampung KB," imbuhnya.


Pada kegiatan Peninjauan itu, tim verifikasi mendatangi sejumlah fasilitas publik untuk dilakukan penilaian, seperti SMAN 1 Talang Ubi, Puskesmas Talang Ubi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kampung KB Desa Babat kecamatan Penukal dan  Kampung KB Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang. (sn/adv)

Share:

9 Tahun Berdiri Belum Ada Kantor, Bupati PALI: Bukan Tidak Ingin Membangun Tapi Percuma Kalau Jalan Masih Rusak


PALI. SININEWS.COM -- Meski pun telah memasuki usia ke-9 kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berdiri tetapi belum ada perkantoran pemerintahan memang sengaja dilakukan pemerintah kabupaten PALI karena mengedepankan pembangunan infrastruktur publik. 


Keterangan itu disampaikan Bupati PALI H Heri Amalindo dihadapan tim verifikasi Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan dan Satya lencana Wira Karya, Rabu (13/4/22). 

"Bukan kami tidak mau membangun perkantoran, tapi percuma kalau jalan masih rusak, rumah sakit masih buruk, pendidikan masih tertinggal dan perputaran ekonomi masyarakat masih terhambat," ujar Bupati. 

Dengan telah dibangunnya infrastruktur publik, seperti jalan, rumah sakit, sekolah-sekolah dan Polres, Bupati menyatakan akses masyarakat lancar, karena hampir seluruh jalan-jalan yang ada di PALI sudah bisa dilalui. 

"Alhamdulillah berkat dukungan semua elemen masyarakat, aktivitas warga lancar, perekonomian, pelayanan kesehatan, pendidikan meningkat, serta kondisi keamanan kondusif," terangnya. 

Diceritakan Bupati bahwa sebelum capaian yang telah dilakukan pemerintah kabupaten PALI, ketika dirinya dipanggil gubernur Sumatera Selatan tahun 2013 saat itu masih H Alex Noerdin, dimana dirinya ditunjuk sebagai Penjabat Bupati PALI, mendengar nama PALI saja sudah takut.

Pasalnya, saat masuk PALI jalan-jalan rusak, lampu jalan tidak ada, rumah sakit buruk, pendidikan sangat jauh dari kata layak dan hampir setiap hari ada kejadian pembegalan. 

"Pernah ada warga yang menggendong bayi yang sakit menuju rumah sakit tidak tertolong lagi karena akses jalan buruk, sehingga jarak tempuh lama. Keamanan cukup rawan, pembegalan hampir tiap hari terjadi. Tapi alhamdulillah saat ini setelah dibangun jalannya, dibangun rumah sakit dan polres kejadian itu menjadi cerita masa lalu bagi masyarakat PALI," kenangnya.(sn/perry)
Share:

Berhasil Lakukan Pembangunan, Heri Amalindo Masuk Nominasi Calon Penerima Satyalancana


PALI. SININEWS.COM -- Dinilai telah berhasil melakukan pembangunan bidang Keluarga Berencana, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo menjadi salah satu pemimpin daerah yang masuk penilaian sebagai calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI. 


Hal itu diketahui saat tim verifikasi  Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya tiba di kabupaten PALI sejak kemarin Selasa (12/4/22) dilanjutkan Rabu (13/4/22) untuk melakukan Peninjauan Lapangan / uji petik calon penerima tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan dari presiden RI tahun 2022 kepada Bupati PALI oleh tim Setmilpres, BKKBN pusat dan perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan. 

"Kami datang kesini ingin mecocokan data terhadap surat yang diusulkan BKKBN, dimana Bupati PALI yang diusulkan sebagai calon penerima Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya bidang keluarga berencana," ujar Dwi Daryanto, Arsiparis Madya SETMILPRES yang memimpin tim verifikasi. 

Dijelaskan Dwi Daryanto bahwa syarat menjadi calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya adalah telah berjasa kepada negara dan masyarakat. 

"Karena ini bidang Keluarga Berencana dan mendukung program Bangga Kencana, maka yang menjadi kriteria, salah satunya adalah telah membangun Kampung KB serta pendukung lainnya sesuai program Bangga Kencana," terangnya. (sn/perry)
Share:

Tiba di PALI, Tim Penilai Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Disambut Bupati


PALI. SININEWS.COM -- Sejumlah pejabat dari Sekretariat Militer (SETMIL), BKKBN Pusat dan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan yang tergabung dalam tim verifikasi Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya tiba di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Selasa (12/4/22).


Kedatangan tim verifikasi disambut langsung Bupati PALI H Heri Amalindo didampingi kepala DPPKBPPPA PALI Dra Hj Yenni Nopriani di rumah dinas Bupati PALI. 

Dikatakan Yenni Nopriani bahwa kedatangan tim verifikasi itu sebagai tindaklanjut surat Deputi Bidang advokasi Pergerakan dan informasi BKKBN nomor 231/HL.01/G2/2022 tanggal 8 maret 2022 tentang pemberitahuan jadwal uji petik tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya. 

Dengan selesainya proses verifikasi berkas terhadap usulan calon penerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan (SP)  dan Satyalancana Wira Karya berdasarkan ketentuan mekanisme yang telah ditetapkan dalam peraturan kepala BKKBN nomor 62/PER/G2/2016 dan standar operasional prosedur kegiatan verifikasi tanda kehormatan sekretariat militer presiden, maka akan dilakukan peninjauan lapangan/uji petik terhadap usulan calon penerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya untuk memperoleh informasi pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) secara objektif. 

"Peninjauan lapangan akan dilakukan tim yang terdiri dari unsur sekretariat militer (Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda kehormatan) dan tim BKKBN pusat juga Perwakilan BKKBN provinsi. Pelaksanaannya besok (Rabu), setelah pemaparan dari pak bupati, dilanjutkan peninjauan ke sejumlah tempat di kabupaten PALI," terang Yenni Nopriani. (sn/perry)
Share:

Cegah Mafia Tanah, Camat Talang Ubi Tertibkan Pengurusan SPPHT


foto. net


PALI. SININEWS.COM -- Camat Talang Ubi, Hj Emilya saat ini terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat termasuk menertibkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) karena sebagai ibukota kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) RTRW harus benar-benar ditata wilayah kecamatan Talang Ubi bisa berkualitas. 


"Dalam mewujudkan keterpaduan pembangunan dalam wilayah serta mewujudkan keserasian pembangunan harus sinkron dalam menjamin terwujudnya tata ruang wilayah kecamatan yang berkualitas perlu adanya pembenahan RTRW," ujar Camat Talang Ubi, Selasa (12/4/22)


Juga yang saat ini diupayakan Camat Talang Ubi adalah penertiban pengurusan surat kepemilikan lahan untuk mencegah tumpang tindih surat kepemilikan hak atas tanah. 


"Kita bukan mempersulit masyarakat yang ingin mengurus Surat Pernyataan Pelepasan Hak atas Tanah (SPPHT), namun ini dilakukan untuk menghindari adanya mafia tanah yang memanfaatkan kelonggaran dalam mengurus surat tersebut sehingga pada saat timbul masalah, SPPHT ada yang ganda atau tumpang tindih," tukasnya. 


Dalam mengurus SPPHT, Camat Talang Ubi menegaskan hanya ingin melihat secara langsung penandatanganan kedua belah pihak, yakni antara pemilik lahan yang lama dan pemilik lahan yang baru, baik itu dilakukan secara jual beli ataupun hibah. 


"Artinya saat mengurus SPPHT, kedua belah pihak hadir, atau kalau memang mendesak saya siap turun ke lapangan. Namun sebelum mengajukan SPPHT, lahan harus diukur dengan melibatkan pemerintah desa atau kelurahan setempat. Jangan nembak atau mengira-ngira. Untuk biaya SPPHT, pihak kecamatan tidak memungut biaya, hanya saja kalau warga memberi petugas atau perangkat desa yang ikut mengukur lahan kami tidak melarang," tandasnya. 


Agar ada payung hukum dalam menata RTRW juga pengurusan SPPHT, Camat Talang Ubi menyebut pihaknya telah merancang regulasinya untuk diajukan ke Bupati supaya dijadikan Perbup. 


"Semoga saja, dengan keluarnya Perbup, pelayanan kami dapat maksimal dan masyarakat tertib," harapnya. (sn/perry)

Share:

Perang Sarung di Pendopo PALI Picu Tawuran, Warga Resah


PALI. SININEWS.COM -- Kebisaan remaja yang ada di kota Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada bulan puasa saat setelah menjalankan makan sahur hingga fajar menyingsing yang kerap melakukan aksi perang sarung antar kelompok membuat resah warga sekitar. 


Pasalnya, perang sarung yang awalnya  dijadikan ajang bermain antar kelompok remaja rupanya memicu tawuran. Karena saat aksi itu bukan lagi tawa ceria remaja yang terdengar namun suara gaduh akibat saling kejar-kejaran dan saling sabet menggunakan sarung yang dibawa remaja sehingga tak jarang menimbulkan luka memar pada bagian tubuh yang terkena sabetan sarung. 

Menurut warga setempat, ada beberapa titik yang kerap dijadikan ajang perang sarung, yaitu di Talang Subur depan Kantor Samsat, Simpang Empat juga di kawasan Gelora Komplek Pertamina Pendopo.

"Setiap bulan puasa memang hal itu sudah menjadi kebiasaan remaja, tapi sekarang bukan lagi ajang bermain tapi sudah mengarah ke tawuran. Kami warga yang dekat dengan lokasi yang biasa dijadikan ajang perang sarung merasa terganggu dan khawatir kalau dibiarkan akan merajalela dan timbul korban," ujar Ari, salah satu warga Talang Subur, Selasa (12/4/22).

Ditambahkan juga Agus, warga lainnya yang mengaku telah melaporkan aksi itu ke kelurahan serta ke pihak kepolisian agar melakukan patroli rutin saat subuh. 

"Sudah dua malam ini polisi lakukan patroli, dan aksi remaja itu mulai sepi. Harapan kami, kepolisian dibantu Satpol-PP untuk rutin patroli meski sudah sepi," pintanya. 

Sementara itu, Camat Talang Ubi Hj Emilya menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan aksi yang dilakukan remaja dan langsung menyampaikan surat resmi ke kepolisian juga Satpol.PP untuk mencegah aksi tawuran itu meluas. 

"Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar mengawasi anaknya dalam bergaul. Kalau memang tidak ada keperluan penting, jangan izinkan anaknya keluar rumah setelah sahur kecuali untuk beribadah ke masjid. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan," himbaunya. (sn/perry)
Share:

Lawan Sifat Malas Kalau Ingin Sejahtera




PALI. SININEWS.COM -- Program pemerintah sebagus apapun dalam mendongkrak ekonomi kerakyatan tidak akan berjalan apabila masyarakatnya masih bekutat pada pekerjaan itu-itu saja atau bahkan memelihara sifat malas yang tentunya selain mempengaruhi tatanan ekonomi warga yang bersangkutan juga berdampak pada mandegnya pertumbuhan ekonomi. 


Pasalnya, tanah Indonesia termasuk di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dianugerahi kesuburan untuk dikelola sebagai lahan pertanian berbagai macam jenis tanaman selain karet dan kelapa sawit serta masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan.

Untuk itu, Bupati PALI H Heri Amalindo mengajak masyarakat yang ada di Bumi Serepat Serasan agar mengelola lahan tidur atau lahan pekarangan untuk tidak ditelantarkan. 

Menurut Bupati PALI yang meskipun dasar pendidikannya dari Teknik Sipil tetapi dirinya telah menggeluti dunia pertanian karena hobi. Saat ini, orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan  telah merasakan manfaat bercocok tanam dari lahan yang sempit hingga mengelola lahan cukup luas dengan berbagai macam komoditi. 

"Masih banyak petani kita yang memiliki lahan perkebunan karet atau kelapa sawit, namun saat harga kebutuhan pangan melambung mereka menjerit dan menyalahkan pemerintah. Padahal kalau kita mau tanam tanaman yang menjadi kebutuhan dasar di lahan yang ada atau kalau tidak memiliki lahan luas bisa di pekarangan rumah, tentunya tidak akan ada lagi permasalahan tersebut," ucap Bupati, Senin (11/4/22).

Solusi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi saat ini diterangkan suami dari Ir Hj Sri Kustina itu adalah masyarakat harus mampu melawan sifat malas. 

"Kalau kita ingin kebutuhan hidup tercukupi atau sejahtera, kita harus mampu lawan sifat malas. Dalam artian, apabila sepulang beraktivitas dari kebun, coba bercocok tanam seperti cabai, jahe, kunyit serta tanaman jenis sayuran lainnya. Pastinya, apabila tanaman kita dirawat dengan baik dan menghasilkan, akan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus membeli," imbuhnya. 

Atau apabila ingin mengembangkan menjadi usaha tambahan, Bupati menyarankan masyarakat PALI untuk memanfaatkan lahan diantara tanaman karet atau kelapa sawit. 

"Banyak tanaman bernilai ekonomi tinggi bisa ditanam dengan cara tumpang sari diantara tanaman karet atau kelapa sawit. Yang tentunya  selain masyarakat memiliki penghasilan dari getah karet juga ditopang dengan adanya tanaman tumpang sari tersebut," ajaknya. 

Artinya diungkapkan Bupati bahwa untuk keluar dari kesulitan ekonomi atau mendongkrak perekonomian harus ada kemauan dari masyarakat itu sendiri karena banyak cara bisa dilakukan untuk bisa meningkatkan taraf hidup.  

"Kalau seluruh masyarakat bergerak, walaupun masih banyak yang tidak memiliki lahan luas, pastinya akan sejahtera. Seperti contoh daerah  Indramayu, yang terkenal dengan mangganya. Padahal daerah tersebut tidak ada kebun mangga yang luas, tetapi karena masyarakatnya kompak dan mau menanam mangga di halaman rumah masing-masing, mereka mampu terkenal dan bisa memasok mangga ke daerah-daerah lainnya," jelasnya. (sn/perry)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts