Dukcapil PALI Grebek Mempelai Diatas Pelaminan, Tamu Undangan Kaget


Caption. Dukcapil PALI saat grebek mempelai pengantin dalam rangka menyerahkan dokumen kependudukan 


PALI. SININEWS.COM -- Ratusan tamu undangan pada sebuah acara resepsi pernikahan kaget.


Pasalnya, puluhan pegawai dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten PALI mendadak datangi acara pesta pernikahan Teri dan Monica salah satu pasangan mempelai pengantin di Jerambah Besi Desa Karta Dewa kecamatan Talang Ubi, Rabu 28 September 2022.


Yang lebih membuat heran tamu undangan adalah tak lama setelah kedatangannya, puluhan pegawai Dukcapil PALI langsung naik keatas pelaminan.


Saat diatas pelaminan, barulah diketahui bahwa tujuan kedatangan tim Dukcapil adalah untuk menyerahkan data kependudukan untuk kedua mempelai yang baru saja melangsungkan pernikahan.


"Kami datang untuk menyerahkan dokumen kependudukan untuk mempelai pengantin. Yang tadinya jejaka atau gadis sekarang sudah berumahtangga," ujar Kepala Dinas Dukcapil Rismaliza diwakili sekretaris Samsul Azhari. 


Penyerahan dokumen kependudukan kepada mempelai pengantin dikemukakan Sekdin Dukcapil PALI merupakan terobosan baru dalam pelayanan pada Dukcapil. 


"Ini adalah inovasi Kandaku rindu (Pernikahan Dapat Data kependudukan diantar Dukcapil), merupakan terobosan pelayanan di Dukcapil PALI dalam mempermudah masyarakat mengurus data kependudukannya," terangnya. 


Adapun data kependudukan yang diserahkan dijelaskan Samsul Azhari adalah KTP elektronik dan Kartu Keluarga. 


"Kita bekerja sama dengan Kemenag untuk mengetahui data pasangan calon pengantin, jadi ketika ada pasangan calon pengantin melangsungkan pernikahan, kita datangi dan langsung kita serahkan KTP dan KK," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Bawaslu PALI Komitmen Penjaringan Calon Panwaslucam Secara Transparan

Caption. Ketua Pokja penerimaan calon Panwaslucam, Basrul SAP didampingi Kasek Bawaslu PALI tinjau lokasi tempat tes tertulis 


PALI. SININEWS.COM -- Bawaslu kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meyakinkan kepada seluruh pelamar yang telah menyerahkan berkas pendaftaran calon Panwaslucam yang berakhir kemarin, 27 september 2022 bahwa proses penjaringan akan dilakukan secara profesional dan transparan.


Sebab, setelah tahapan pendaftaran, Bawaslu PALI akan melakukan verifikasi berkas. 


Selanjutnya, bagi yang berkas lengkap dan memenuhi syarat, Bawaslu akan mengumumkan nama-nama calon Panwaslucam untuk ikuti tahapan selanjutnya, yaitu tes tertulis berbasis komputer atau sistem Computer Assisted Test (CAT). 


Transparansi tahapan penjaringan calon Panwaslucam dikemukakan ketua Bawaslu PALI H Heru Muharam didampingi anggota Bawaslu Iwan Dedi disampaikan Basrul SAP sekaligus ketua Pokja penerimaan calon Panwaslucam, Rabu 28 september 2022.


"Tes tertulis sistem CAT ini rencananya akan digelar pada tanggal 14-16 oktober 2022 di SMAN 1 Talang Ubi," ujar Basrul. 


Dijabarkan Basrul bahwa tes tertulis melalui sistem CAT yang mana semua calon pelamar mempunyai kesempatan yang sama.


"Dimana CAT ini nanti akan dilakasanakan dengan pendampingan dan pengawasan tim dari Bawaslu provinsi, yang hasil nilainya berada peringkat 1 sampai 6 berhak mengikuti tahapan wawancara," beber Basrul. 


Basrul juga meyakinkan kepada calon Panwaslucam yang telah memasukkan berkas lamarannya bahwa penjaringan ini dilaksanakan secara profesional. 


"Percaya diri dan ikuti semua tahapan kalau mau lolos. yakinlah kepada calon pelamar dan masyarakat pada umumnya proses perekrutan dengan mengunakan metode CAT dan sistem gugur pada tahapan tersebut merupakan upaya bawaslu mewujudkan proses yang transparan dan akuntabel," jelasnya lagi. 


Sehingga calon pelamar yang berada di  6 besar ditegaskan Basrul adalah berdasarkan kemampuan secara akademik bukan titipan dari pihak manapun.


"Pastinya yang lolos adalah yang mempunyai kemampuan bukan titipan," tandasnya. 


Sebelumnya diketahui bahwa hingga batas akhir pendaftaran calon Panwaslucam berakhir, ada 126 pelamar yang telah menyerhkan berkas pendaftaran. 


Tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas, yang lolos akan diumumkan untuk ikuti tes tertulis sistem CAT. 


Pada tes tertulis, diambil 6 besar pada masing-masing kecamatan untuk ikuti tes wawancara, kemudian uji publik. 


Pada akhirnya, akan diambil 3 orang yang akan menjadi anggota Panwaslucam untuk bertugas pada Pemilu 2024 mendatang sesuai Tupoksi sebagai Panwaslucam. (sn/perry)

Share:

Pendaftaran Calon Panwaslucam Ditutup, Bawaslu PALI Sebut Ratusan Berkas Pelamar Masuk


Caption. Anggota Bawaslu PALI, Basrul SAP saat pantau tahapan pendaftaran calon Panwaslucam kemarin 


PALI. SININEWS.COM -- Setelah pendaftaran penerimaan berkas pendaftaran calon Panwaslucam berakhir kemarin, Selasa 27 september 2022, ada 126 berkas dari pelamar masuk ke Bawaslu kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 


Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu PALI H Heru Muharam didampingi anggota Bawaslu Iwan Dedi yang disampaikan Basrul, S.AP sekaligus ketua Pokja penerimaan calon anggota Panwaslucam, Rabu 28 september 2022.


"Setelah dibuka pendaftaran sejak tanggal 21 september 2022, antusias masyarakat cukup tinggi. Hampir setiap hari ada warga mendaftar," ujar Basrul. 


Ditambahkan Basrul bahwa hingga batas akhir pendaftaran, sudah masuk 126 berkas. 


"126 pelamar sudah menyerahkan berkas pendaftarannya, terdiri dari kecamatan Talang Ubi ada 36 pelamar, Penukal ada 26, Penukal Utara ada 23, Tanah Abang ada 22 dan Abab ada 19," terangnya. 


Jenjang pendidikan pelamar diakui Basrul cukup lengkap dari tingkat SLTA  D1, D3, S1 bahkan ada dari S2.


"Ada dua orang dari S2 dan 70 orang dari S1. Ini tentu menambah ketat persaingan calon Panwaslucam," ucapnya. 


Selanjutnya dari 126 pelamar, akan diambil 3 orang calon Panwaslucam di masing-masing kecamatan, tetapi sebelumnya disebutkan Basrul seluruh pelamar harus melalui tahapan seleksi selanjutnya. 


"Ada beberapa tahapan lagi yang harus dilalui pelamar, dimana pada akhirnya akan diambil 15 orang terbagi di 5 kecamatan. Artinya ada 3 orang per kecamatan yang menjadi anggota Panwaslucam," imbuhnya. 


Dijelaskan Basrul tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas pelamar. 


"kita akan verifikasi berkas. Kemudian yang lolos akan mengikuti tes tertulis, lalu uji publik dan terakhir tes wawancara," jelasnya. 


Untuk lokasi tes tertulis, Basrul menyatakan pihaknya telah menentukan tempat. 


"Kami sudah cek lokasi rencana tempat tes tertulis berbasis komputer, yakni di ruang Lab Komputer SMA Negeri 1 Talang Ubi. Kegiatan tes tertulis rencananya akan dilaksanakan pada rentang waktu tanggal 14 Oktober sampai dengan 16 Oktober 2022," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Kursi DPRD dan Dapil di PALI Bertambah pada Pemilu 2024? Dewan PALI Ini Angkat Bicara

Caption. Edi Eka Puryadi 


PALI. SININEWS.COM -- Bergulirnya isu penambahan kuota kursi DPRD dan Dapil di kabupaten PALI pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang selain ditanggapi Bawaslu kabupaten PALI juga dikomentari anggota dewan, Edi Eka Puryadi S.Sos.


Menurut politisi PKS itu bahwa isu penambahan jumlah kursi dewan dan Dapil berdasarkan bertambahnya jumlah penduduk di PALI berdasarkan surat resmi dari DUKCAPIL PALI yang jumlahnya 202.062 jiwa.


"Dengan jumlah penduduk tersebut, maka berdasarkan UU No.7 tahun 2017 akan ada penambahan kursi DPRD," ujar Edi Eka, Selasa 27 September 2022.



Dewan kelahiran Air Itam Penukal itu menyebut bahwa dari beberapa referensi yang telah diambil, seperti KPU Kota Bogor, KPU kota Depok dan terakhir KPU RI.


"Jika data penduduk sebagaimana  dikeluarkan oleh DUKCAPIL PALI sama (on line) ke Dirjen Kependudukan Kemendagri sama maka secara autimatis UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu tersebut berlaku untuk kabupaten PALI," imbuh anggota komisi I DPRD PALI itu. 



Juga dikemukakan Edi Eka bahwa dari hasil beberapa wacana yang ada untuk memenuhi persyaratan penambahan kursi dari 25 menjadi 30 (tambah 5 kursi) harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang wajib dilalui.


"Salah satunya uji publik terhadap rencana penambahan kursi tersebut," ucapnya. 



Diakuinya bahwa salah satu rencana berdasarkan prinsip pemerataan penyebaran suara dan nilai suara per kursi dewan, maka untuk sementara ini baru ada wacana  sebagai berikut :


1.DAPIL 1 menjadi 13 kursi

2.DAPIL 2 , 8 Kursi

3.DAPIL 3, 9 Kursi


Sebagimana dimuat didalam UU no 7 th.2017 bahwa kursi minimal  dalam suatu DAPIL adalah 3 dan kursi maksimal adalah 12 kursi. 


"Dengan demikian untuk DAPIL 1 (Talang Ubi) melebihi kuota 12 kursi sebagaimana diatur didalam UU tentang Pemilu. Melihat hal tersebut untuk DAPIL 1 Talang Ubi akan dipecah menjadi 2 DAPIL yakni DAPIL Talang Ubi I dan DAPIL Talang Ubi II," jabarnya. 



Edi Eka juga memaparkan untuk memenuhi semua persyaratan penambahan kursi maka akan dilaksanakan beberapa langkah diantaranya uji publik perihal penambahan kursi.


"Uji publik dengan melibatkan DUKCAPIL, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Partai Politik, dan yang perannya sangat besar dalam hal ini adalah Pemda Kabupaten PALI," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Berawal dari Facebook, Nyawa Paridin Melayang

Caption. Istri tersangka saat dibonceng korban ketika rekonstruksi kasus pembunuhan di Guci

PALI. SININEWS.COM - Kejadian berdarah di Guci Beracung kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI pada Kamis 15 September 2022 tengah malam lalu rupanya berawal dari media sosial facebook. 


Kejadian berdarah yang menewaskan Paridin warga Simpang Tais kecamatan Talang Ubi ditangan Noprianto warga Bhayangkara Pendopo rupanya berawal dari perkenalan korban Paridin dengan istri tersangka bernama Leni dari facebook. 


Hal itu terungkap saat rekonstruksi kasus pembunuhan yang menggemparkan warga PALI pada Selasa 27 September 2022 yang digelar Polres PALI di halaman belakang Mapolres pimpinan AKBP Efrannedy SIK. 


Dari pengakuan Leni (istri tersangka Noprianto) bahwa baru sekali dirinya bertemu korban Paridin melalui perkenalan di facebook. 


"Baru ketemu sekali dan langsung ngajak keluar," ujar Leni. 


Leni akui bahwa saat bertemu, dirinya dijemput korban di rumahnya. 


"Dia (korban) menjemput pakai sepeda motor ke rumah," ucapnya lagi. 


Saat dijemput itu, Leni tidak mengetahui suaminya (Noprianto) melihatnya. 


"Aku masih sah istri Noprianto. Tapi aku tidak bisa menolak ajakan Paridin karena sudah janjian. Saat dijemput, suami aku ada di rumah," imbuhnya. 


Ketika kejadian berdarah, Leni memang tengah dibonceng korban. 


"Saat itu kami tengah boncengan, lalu berpapasan dengan suami aku. Saat itulah kejadian tersebut berlangsung," akunya lagi. 


Diketahui bahwa saat rekonstruksi, ada 36 adegan yang diperagakan, baik oleh tersangka dan para saksi. 


Pada adegan ke-28 dan 31 tersangka menghabisi nyawa korbannya menggunakan sebilah pisau. 


Apabila memenuhi unsur pasal 340 KUHP,  menurut Munawir SH JPU Kejari PALI yang mengikuti rekonstruksi, tersangka terancam hukuman seumur hidup atau maksimal hukuman mati. (sn/perry)

Share:

Tanggapi Isu Penambahan Kursi Dewan dan Dapil di PALI, Begini Tanggapan Bawaslu


Caption. Tiga komisioner Bawaslu PALI tengah rapat internal 


PALI. SININEWS.COM -- Mencuatnya isu penambahan kursi DPRD dan jumlah Dapil di kabupaten PALI seiring bertambahnya jumlah penduduk di kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan yang saat ini mencapai 200 ribu jiwa lebih ditanggapi Bawaslu kabupaten PALI. 


Ditemui dikantor Bawaslu PALI, Selasa 27 september 2024, Ketua Bawaslu H.Heru Muharam didampingi dua Komisoner Bawaslu Iwan Dedi,S.Kom,SH dan Basrul S.A.P menerangkan bahwa pihaknya sudah mencermati dalam rangka persiapan pengawasan penataan Dapil.


Pengawasan penataan Dapil menurut ketua Bawaslu PALI sesuai PKPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang  tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024.

Dimana penataan Dapil itu di laksanakan di bulan Oktober tahun 2022.


"Bawaslu PALI menganalisis dari penambahan jumlah penduduk saat ini di kabupaten PALI berdasarkan data dari Disdukcapil bahwa penduduk di PALI  berjumlah 202.062 jiwa," ujar H Heru Muharam. 


Berdasarkan DKB I tahun 2022 dan PKPU nomor 16 tahun 2017 tentang penataan daerah Pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD kabupaten /Kota dalam Pemilu memungkinkan bertambah Dapil dan alokasi kursi.


"Artinya Dapil PALI yang saat ini 3 Dapil bisa menjadi lebih dan alokasi kursi dari 25 kursi saat ini bisa juga menjadi lebih," tukas ketua Bawaslu PALI. 


Ditambahkan ketua Bawaslu PALI bahwa dalam penyusunan pemetaan Dapil sesuai pasal 14 ayat 2 PKPU nomor 16 tahun 2017.


"KPU kabupaten/kota melakukan pembahasan melibatkan unsur pemerintah daerah, Partai politik tingkat kabupaten/kota, pemantau Pemilu, pemangku kepentingan lainnya untuk itu Bawaslu PALI akan mengambil peran sesuai dengan tupoksinya," imbuhnya. 


Saat ini diakui H Heru Muharam bahwa pihaknya mendengar informasi KPU PALI telah melakukan konsultasi terkait hal dimaksud bersama anggota legislatif kabupaten PALI juga Badan Kesbangpol PALI ke KPU RI. 


"Menurut pendapat Bawaslu PALI, terkait  konsultasi tersebut KPU PALI sebaiknya melakukan konsultasi secara internal terlebih dahulu, mengingat tahapan itu di bulan Oktober tahun 2022, karena kita ketahui bersama saat ini adalah jadwal tahapan vermin dan verfak Partai politik yang masih berjalan  agar tidak ada kecurigaan  dari masyarakat adanya 'Conflict of interest' dalam penentuannya," saran Ketua Bawaslu PALI. 


Sebelumnya diketahui bahwa KPU bersama DPRD dan Badan Kesbangpol kabupaten PALI tengah konsultasi ke KPU RI terkait penambahan jumlah kursi legislatif dan penambahan jumlah Dapil. 


Bukan hanya ke KPU RI, konsultasi terkait permasalahan itu KPU, DPRD dan Kesbangpol PALI mendatangi Kementerian Dalam Negeri. (sn/perry)

Share:

Jumlah Penduduk PALI Meningkat, Kursi DPRD PALI 2024 Bertambah?


Caption. KPU, DPRD dan Kesbangpol PALI saat berada di KPU RI


PALI. SININEWS.COM -- Jumlah penduduk di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini bertambah, dari data terakhir yang didapat sudah mencapai 200 ribu jiwa lebih. 

Hal ini membuka peluang bertambahnya jumlah kursi wakil rakyat saat Pemilu 2024 mendatang. 

Bukan hanya jumlah kursi, peluang lain adalah bertambahnya jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) yang tadinya hanya 3 kemungkinan bertambah lebih dari itu. 

Dua kemungkinan peluang bertambahnya kursi DPRD PALI dan jumlah Dapil dikemukakan ketua KPU kabupaten PALI, Sunario SE. 

Menurut Sunario yang saat dikonfirmasi media ini tengah berada di KPU RI mengaku bahwa perlu pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu melakukan konsultasi dengan KPU RI. 

"Seiring bertambahnya jumlah penduduk di kabupaten PALI, maka KPU kabupaten melakukan konsultasi dengan KPU RI," ujar Sunario Selasa 27 september 2022.

Ditambahkan Sunario bahwa kedatangan KPU PALI ke KPU RI bersama ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD PALI. 

"Kita bersama DPRD juga Kesbangpol kabupaten PALI konsultasi ke KPU RI," tukasnya. 

Untuk penambahan kursi dan jumlah Dapil, diakui Sunario sangat berpeluang.

"Ada kemungkinan dua peluang itu terjadi di Pemilu 2024 mendatang, namun untuk saat ini kami baru sebatas konsultasi," terangnya.

Selain ke KPU RI, Sunario menyebut pihaknya juga mendatangi Kementerian Dalam Negeri. 

"Kami juga datangi Kemendagri terkait konsultasi jumlah penduduk di kabupaten PALI. Mudah-mudahan, hasil konsultasi ini membawa manfaat bagi masyarakat PALI," harapnya. (sn/perry)


Share:

Terungkap! Sebilah Pisau Jadi Pencabut Nyawa Paridin di Guci

Caption. Adegan ke-28 pada rekonstruksi kasus pembunuhan di Guci 


PALI. SININEWS.COM -- Nyawa Paridin, warga Simpang Tais kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meregang akibat sebilah pisau yang dihunuskan tersangka Noprianto warga Bhayangkara kecamatan Talang Ubi ke arah leher dan perut serta dadanya. 


Bukan hanya sekali hujaman pisau yang dibawa tersangka Noprianto ke arah bagian leher, perut dan dada almarhum Paridin, tetapi dilakukan berkali-kali sehingga korban jatuh bersimbah darah.


Setelah korban tak berdaya, tersangka Noprianto meninggalkan pisau tersebut tak jauh dari korban lalu meninggalkan korban yang tergeletak dipinggir jalan. 


Adegan itu diketahui saat Polres PALI menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang sempat menggemparkan warga PALI pada Kamis 15 september 2022 sekitar pukul 22.30 WIB lalu dengan lokasi di jalan cor beton Guci Beracung kecamatan Talang Ubi. 


Pada rekonstruksi yang digelar Selasa 27 september 2022 di halaman Mapolres PALI, ada 36 adegan yang diperagakan, dan pada adegan ke-28 dan 31 tersangka menghabisi nyawa korban dengan menusukkan pisau yang dibawanya ke arah leher, perut dan dada korban.


"Kegiatan ini dalam rangka melengkapi data berkas perkara dan mencocokkan hasil pemeriksaan," ujar Kapolres PALI AKBP Efrannedy SIK melalui Kasat Reskrim AKP Marwan SH usai rekonstruksi. 


Ditambahkan Marwan bahwa rekonstruksi itu pihaknya bekerjasama dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 


"Kita bekerjasama dengan JPU menggelar rekonstruksi ini," tukasnya. 


Setelah menggelar rekonstruksi, Kasat Reskrim akui sudah masuk unsur pasal 340 KUHP tentang pembubuhan berencana. 


"Dari keterangan saksi-saksi dan pengakuan tersangka serta hasil rekomendasi, kita simpulkan sudah masuk unsur 340. Meski demikian kita masih terus dalami," terangnya. 


Sementara itu, Munawir SH JPU Kejari PALI menyebut pihaknya akan memperlajari terlebih dahulu hasil rekonstruksi. 


"Kita pelajari lagi hasil rekonstruksi ini. Kalau masuk unsur 340, maka ancamannya seumur hidup atau hukuman mati," tandasnya.


Diketahui sebelumnya bahwa kasus pembunuhan yang menggemparkan warga PALI itu didasari karena sakit hati karena istri tersangka dibawa korban yang dijemput dari rumah tersangka yang terlihat dengan mata kepalanya sendiri. 


Tersangka sempat mencari korban dan istrinya ke sebuah cafe di kawasan Beracung. 


Tetapi tidak bertemu karena diduga korban dan istrinya tengah berada disebuah kamar cafe Beracung. 


Namun ketika di jalan cor beton Guci (TKP), tersangka berpapasan dengan korban yang tengah membonceng istrinya. 


Tersangka berupaya menghentikan laju kendaraan korban, tetapi korban tidak menggubrisnya.


Tersangka pun mengejar korban dan istrinya. Saat kendaraan tersanga dan korban dekat, tersangka memukul korban kearah wajah mengakibatkan korban terjatuh. 


Lalu tersangka menghujamkan pisau yang dibawanya ke arah leher, perut dan dada korban sehingga korban tersungkur bersimbah darah. (sn/perry)

Share:

Sembako Murah Nyasar ke Penukal Utara, Ratusan Warga 'Duduki' Kantor Camat


Caption. Ratusan warga tampak duduk di halaman kantor Camat Penukal Utara untuk mendapatkan paket sembako murah 


PALI. SININEWS.COM -- Kantor camat Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin 26 September 2022 ramai diserbu ratusan warga kecamatan pimpinan Makagiansar SH.


Ternyata, ramainya ratusan warga kecamatan Penukal Utara itu untuk antre mendapatkan paket sembako murah yang digelar Pemerintah kabupaten PALI melalui dinas perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI dalam kegiatan operasi pasar. 


Operasi pasar tersebut dipusatkan di kantor camat Penukal Utara yang sengaja digelar Pemkab PALI dalam meringankan beban masyarakat pasca harga BBM naik yang diikuti harga bahan pokok juga ikut naik. 


Pada operasi pasar ini, Disdagprin PALI menyerahkan paket  sembako secara simbolis diperuntukkan 16 desa di Kecamatan Penukal dan Kecamatan Penukal.Utara.


Penyerahan secara simbolis paket sembako ini diberikan Bupati Kabupaten PALI diwakili Staf ahli Bupati bidang Ekonomi Drs, Agen Aledi didampingi Kadin Perdagangan dan Perindustrin Teguh Eko Sutrisno, OPD terkait serta unsur Muspika Kecamatan Penukal Utara.


Dalam arahanya Drs, Agen Aledi, menjelaskan bahwa pembagian sembako murah ini merupakan upaya Pemda PALI untuk membantu masyarakat atas dampak kenaikan harga BBM baru-baru ini.


Dimana  harganya lebih murah atau separuh dari harga pasaran, yakni hanya Rp62.250 per paket berupa beras, minyak goreng, gandum, gula dan mie goreng.


"Dengan harapan bantuan sembako murah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu ditengah kondisi harga sembako yang tidak stabil," ujar Agen. 


Ditempat yang sama, Ketua Forum Kades se Kabupaten PALI (FK2D) Abul Rustoni, Sip mengapresiasi respon cepat Pemda PALI melalui Dinas Perdagangan dan perindustrian menggelar operasi pasar reguler sembako murah.


"Warga desa yang kurang mampu ditengah anjloknya harga Karet dapat terbantu," ucap Abul. 


Sebelumnya disampaikan Plt Kepala Disdagprin PALI Teguh Eko Sutrisno bahwa pada operasi pasar itu, Disdagprin PALI menyediakan 10.000 paket sembako yang sudah disebar di puluhan desa di kabupaten PALI. 


"Kita telah laksanakan operasi pasar di 15 desa. Paket sembako bisa dibeli murah oleh masyarakat dengan harga 50 persen dibawah pasaran," ujar Teguh.


Ditambahkan Teguh bahwa yang berhak membeli paket sembako pada operasi pasar adalah masyarakat kurang mampu. 


"Untuk data penerima kami berkoordinasi dengan kepala desa. Yang kami utamakan adalah masyarakat kurang mampu," tukasnya. 


Kegiatan itu juga dijelaskan Teguh sebagai upaya menekan harga-harga bahan pokok dipasaran. 


"Mudah-mudahan saja, dengan hadirnya operasi pasar selain membantu masyarakat juga diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok," harapnya.(sn/bungharto)

Share:

Dongkrak Harga dan Penjualan, Petani Padi Organik Butuh Kemasan dan Pasar

Caption. Salah satu petani pola tanam organik di PALI tengah membajak sawah 


PALI. SININEWS.COM -- Semangat petani padi di kabupaten PALI dengan pengelolaan non kimia, baik pupuk maupun pestisida saat ini tengah menggebu-gebu.


Pasalnya, petani telah berhasil mengubah pola tanam mereka yang biasanya konvensional beralih sistem organik tanpa mengurangi hasil panennya. 


Malah diakui sejumlah petani padi organik bahwa produksi gabah maupun beras meningkat.


Artinya, produksi petani dengan pola tanam organik tidak kalah dengan hasil panen padi sistem konvensional. 


Hanya saja pengelolaan pola tanam padi organik sedikit menguras tenaga, lantaran penyediaan pupuk harus diolah terlebih dahulu hingga pupuk organik benar-benar siap pakai. 


Belum lagi cara penyemaian benih padi meski hemat tapi perlu perlakuan ekstra. 


Disamping itu, petani padi organik yang sebagian besar mengelola lahan tidur milik Pertamina Pendopo di wilayah Rejosari kelurahan Talang Ubi Utara kesulitan mencari pasar. 


Sebab, hingga saat ini, petani padi organik hasil panennya berupa beras masih dihargai sama dengan beras biasa bahkan kesulitan dalam menjual beras skala banyak. 


Aji salah satu petani padi organik asal Pendopo mengaku bahwa setiap panen padi, sedikitnya dia menghasilkan 1ton beras. 


Tetapi menurut Aji bahwa saat menjual beras dengan skala banyak, tidak ada penampung yang mau menerima beras mereka. 


"Tidak ada penampung beras organik, kalau pun ada harganya sama dengan beras biasa bahkan ada dibawah harga," ujar Aji, Senin (26/9/22).


Padahal dikatakan Aji bahwa kualitas beras organik jauh lebih sehat dari pada beras konvensional yang banyak dijual di pasar-pasar. 


"Beras kami lebih sehat dan saat ini tengah diteliti kandungannya. Harusnya ada penampung yang berani menerima beras dari kami dengan harga lebih. Kami minta harga lebih karena pengelolaan padi organik cukup menguras tenaga," harapnya. 


Dalam mengangkat harga beras, Aji menyebut petani butuh kemasan atau wadah yang layak dan menarik. 


"Kalau kemasan bagus, mudah-mudahan harga beras kami meningkat. Pasalnya, kami kesulitan menyediakan kemasan karena harganya cukup tinggi. Untuk itu kami minta bantu dari pemerintah," pintanya. 


Sementara itu, Rahmat pendamping petani organik menyatakan dirinya fokus untuk mendampingi petani meningkatkan produksi padi. 


"Manfaat kelola padi tanpa bahan kimia sudah mulai dirasakan petani. Memang perlu proses dan ketelatenan, namun nilai lebihnya biaya pengelolaan lebih hemat dan hasil panen lebih sehat," ujar Rahmat. 


Terpisah, Teguh Eko Sutrisno Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI menyatakan pihaknya siap membantu petani dalam penjualan padi organik. 


Tetapi Teguh menyarankan petani padi organik di PALI masuk pendataan di Disdagprin PALI supaya terdaftar agar kedepan bisa ikut program-program lanjutan baik jangka pendek maupun jangka panjang. 


"Saat ini kita tengah pendataan Industri Kecil Menengah (IKM), harapan kami petani padi organik masuk data itu sehingga bisa diikutsertakan pada program selanjutnya. Untuk pemasaran, kita akan bawa sampel produk petani setiap ada event atau pameran baik tingkat provinsi maupun nasional apabila petani sudah terdata," ungkap Teguh. 


Sama halnya disampaikan Raden Abdurrohman, Kepala Dinas Koperasi dan UKM kabupaten PALI yang juga siap membantu packaging atau kemasan. 


"Kita siap bantu penyediaan kemasan untuk padi organik. Kita data terlebih dahulu berapa jumlah petani padi organik di PALI, kapasitas hasil panennya berapa. Nanti kalau sudah didata, kita arahkan untuk membentuk koperasi sehingga ada wadah petani," kata Kadis Koperasi dan UKM PALI. 


Untuk biaya pembentukan koperasi, dikemukakan Abdurrohman pihaknya menggratiskan biaya akta notaris. 


"Tahun depan kita siapkan anggaran untuk biaya akta notaris pembentukan koperasi bagi petani atau masyarakat. Supaya ada wadah bagi petani dalam mengembangkan usahanya melalui koperasi," terangnya. (sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts