Usai Pilpres Harga Sawit Terpuruk

MUARA ENIM,----Pembuatan bio disel melalui program B-20 dan B 100 yang diklaim pemerintah bisa  meningkatkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani, ternyata tidak berpengaruh.

Terbukti usai pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg), harga TBS kelapa sawit petani yang sudah sempat merangkak naik menjadi Rp 1.100/kg di tingkat petani, kini kembali turun.

Sejak sepekan belakangan harga TBS kelapa sawit tinggal Rp 900- Rp 950/kg di tingkat petani. Kondisi itu membuat petani kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim menjadi menjerit.

Soalnya harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya memasuki bulan suci Ramadhan, telah mengalami kenaikan.

“Apa yang dikatakan pemerintah membuat B-20 dan B-100 sawit, ternyata sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap harga sawit petani, bahkan bertambah turun harganya,” jelas Wak Toh, salah seorang petani sawit di Muara Enim.

Sementara, harga kebutuhan pokok memasuki bulan suci Ramadhan telah mengalami kenaikan. “Kondisi petani sawit semakin terpuruk, karena harga sawit turun, sedangkan harga sembako melambung. Artinya ada kesan pemerintah tidak berperan untuk menstabilkan harga kelapa sawit maupun harga sembako,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang agen pengumpol TBS kelapa sawit petani, Silai, mengaku harga kelapa sawit turun. “Harga jual kita ke pabrik kelapa sawit juga turun, terpaksa kita menurunkan harga juga dalam memberi buah kelapa sawit petani,” jelas Lai, Sabtu (4/5).

Dia juga mengaku tidak tau apa penyebab turunya harga kelapa sawit tersebut. Selain harga sawit di pabrik turun, juga banyak sortir. “Kondisi harga kelapa sawit turun seperti ini, tidak saja petani yang menjerit, kami selaku agen pengumpul juga menjerit, karena pabrik banyak melakukan sortir, terutama buah yang masaknya tidak sempurna maupun tanda buah yang kecil kecil,” jelasnya. (sn)
Share:

Warga Muaraenim sambut Ramadhan dengan Pawai Obor, dan Syiarkan Islam

MUARA ENIM Menyambut Bulan Suci ramadhan, warga kota muara enim melaksanakan pawai obor mengelilingi kota muara enim. Kegiatan yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu ini akan dijadikan anggota rutin menyambut bulan suci ramadhan.

Salah seorang panitia, Mgs Umar SpdI mengatakan pawai obor sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu dua hari sebelum ramadhan. "Pawai keliling kota muara enim bersama seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak anak hingga orang tua," ujarnya.

Lanjutnya, selain menyambut bulan suck ramadhan, pawai obor ini juga dimaksudkan melaksanakan  syiar islam. "Karena saat pawai juga dengan bertakbir dan bershalawat, dan ini juga di lakukan di tiap daerah salah satunya di dusun muara enim dan kepur," bebernya.

Menurutnya, pawai obor memiliki makna cahaya di dalam kegelapan sebagaimana islam menerangi alam yang gelap gulita. "Dan sampai saat ini islam terus bercahaya sepanjang hidup manusia," imbuhnya.

Salah seorang warga, Yuli mengaku budaya pawai obor sangat dinanti masyarakat karena hanya ada sekali salam satu tahun. "Saya dengan anak anak sengaja tunggu depan rumah, ketika pawai datang kami pun ikut bergabung," ungkapnya

Menurutnya, pawai ini sangat baik dijadikan agenda rutin oleh pemerintah agar euforianya sampai ke daerah lain. "Karena ini syiar islam, sebagai umat muslim ini merupakan hal yang sangat baik," tukasnya. (sn)
Share:

12 Orang Dijadikan Tersangka Pasca Demo Rusuh di Bawaslu PALI


PALI - Aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (3/5) lalu yang berakhir ricuh serta melukai belasan petugas Kepolisian dan TNI berbuntut panjang.

Pasalnya, ada 25 orang ditangkap polisi karena dianggap menjadi penyulut rusuhnya aksi yang menuntut Bawaslu PALI merekomendasikan disejumlah TPS agar dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena dinilai ada pelanggaran dalam proses pemungutan suara pada Pemilu 17 April lalu.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kasubag Humas Polres Muara Enim Ipda Yarmi bahwa dari 25 orang yang ditangkap dan langsung diperiksa keterangannya.

"Setelah melalui pemeriksaan, akhirnya dari 25 orang, 12 diantaranya dijadikan tersangka," ungkapnya, Minggu (5/5).

Dikatakn Kasubag Humas Polres Muara Enim bahwa aksi unjuk rasa tersebut diduga ada calon legislatif yang menggerakkan masa.

"Nanti caleg bersangkutan yang diduga menggerakkan masa bakal dipanggil. Untuk sementara memang baru 12 orang ditetapkan jadi tersangka, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah," tandasnya.

Saat ini, ditambahkan Ipda Yarmi bahwa 12 tersangka masih diperiksa di Polres Muara Enim sementara 13 orang lainnya masih sebagai saksi.

"Diketahui bahwa ada 10 anggota kepolisian dari Polres Muara Enim dan satu anggota TNI terluka dan dirawat di rumah sakit, saat ini seluruh korban sudah diperbolehkan pulang. Polres Muara Enim akan terus mengembangkan kasus ini sampai tuntas," tegasnya.

Terpisah, Iptu Alpian, Kapolsek Penukal Abab yang terluka saat kerusuhan terjadi memberikan kesaksiannya bahwa masa saat itu melempari petugas menggunakan batu.

"Leher saya terkena batubata sampai bengkak dan saat ini masih terasa sakit, tetapi tidak lagi dirawat di rumah sakit. Saat kejadian, kami telah berupaya menenangkan masa, tetapi masa semakin beringas, kemudian terjadi kerusuhan itu," terangnya. (sn)
Share:

Pasca Rusuh, Aktivitas Bawaslu Kembali Normal Dibawah Pengamanan Kepolisian

"Situasi unjukrasa beberapa waktu lalu di depan kantor Bawaslu PALI yang sempat ricuh yang dijaga ketat oleh aparat keamanan"

PALI - Pasca aksi demo dilakukan oleh masa yang tergabung pada Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (Mantab) yang berbuntut pada aksi anarkis didepan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (3/5/2019) lalu, aktivitas Bawaslu sudah berjalan seperti biasa.

Dimana diketahui sebelumnya bahwa aksi unjuk rasa yang menuntut Bawaslu agar merekomendasikan Pemilihan Suara Ulang (PSU) dibeberapa TPS karena diduga ada pelanggaran berakhir rusuh yang mengakibatkan belasan anggota Kepolisian dan TNI terluka serta 25 orang pengunjuk rasa ditangkap.

"Aktivitas kembali berjalan seperti biasa. Sementara untuk tuntutan pengunjuk rasa, kita sarankan apabila ingin laksanakan PSU harus melalui Mahkamah Konstitusi (MK), karena PSU bisa dilakukan maksimal 10 hari setelah Pemilu," ungkap Iwan Dedi, anggota Bawaslu PALI, Minggu (5/5).

Meski demikian, diakui Iwan Dedi bahwa kantor Bawaslu masih dijaga anggota Kepolisian untuk antisipasi adanya aksi susulan.

"Saat terjadi kerusuhan, kita tengah lakukan mediasi dengan perwakilan pengunjuk rasa. Tetapi tiba-tiba ada yang melempari batu karena mereka (pendemo) diduga tidak sabar. Namun untuk permasalahan kericuhan itu menjadi wewenang pihak kepolisian, dan sampai saat ini pun, kantor kami masih dilakukan pengamanan untuk antisipasi masa susulan," terangnya.

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan mengatakan bahwa pihaknya tetap lakukan pengamanan. Bahkan bukan hanya di kantor Bawaslu tetapi di kantor KPUD PALI juga dilakukan penjagaan.

"Kita tetap jaga siang dan malam, namun pasca kerusuhan aksi unjuk rasa beberapa hari lalu, kondisi PALI aman dan terkendali," Okto. (SN)
Share:

Longsor, Akses PALI - Palembang Via Pandan Terhambat


PALI - Jalan poros penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuju Kota Prabumulih dan Palembang yang berada di wilayah Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI saat ini kondisinya kian memprihatinkan. Badan jalan semakin menyempit akibat lebih separuh bahu jalan longsor akibat tergerus aliran sungai Lematang.

Kondisi itu tentu menyulitkan masyarakat pengguna jalan, terlebih saat ini intensitas hujan masih tinggi membuat jalan licin yang tentunya mengintai keselamatan pengguna jalan.

Seperti dikeluhkan Romil warga Kecamatan Tanah Abang, bahwa pada titik jalan yang longsor kerap kendaraan roda empat yang hendak melintas terjebak lubang sehingga pengendara lain terhambat dan harus menunggu kendaraan yang terjebak bisa keluar.

"Memang ada jalan baru yang dibangun Pemkab PALI, tetapi kondisinya lebih parah dari jalan lama yang longsor itu. Tetapi kalau melewati jalan lama yang longsor itu, warga harus ekstra hati-hati karena jalan sudah sangat sempit dan licin kalau ditimpa hujan," ungkap Romil.

Terkadang diakui Tris,  warga lainnya asal Kecamatan Abab, bahwa apabila warga Kecamatan Tanah Abang, Abab dan Penukal yang hendak menuju Prabumulih atau Palembang sering terjebak apabila melintas di jalan itu.

"Kami pernah memutar arah melalui jalur Payu Putat, tetapi lagi-lagi jalur itu putus akibat banjir. Untuk itu kami berharap ada upaya cepat pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, karena jalur poros PALI-Palembang via Pandan dan Modong merupakan akses vital masyarakat," pintanya.

Terpisah, Etty Murniaty, kepada Dinas PUBM Kabupaten PALI saat dihubungi media ini, Minggu (5/5) mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan sementara untuk atasi longsornya jalur Pandan Modong.

"Dan untuk jalan baru di Desa Pandan sebagai pengganti jalan lama yang longsor, tahun ini kita akan lakukan pengecoran," terangnya. (SN)
Share:

Jelang Ramadhan Harga Kebutuhan Pangan di PALI melonjak naik


PALI - Jelang bulan suci Ramadan, bahan pangan disejumlah pasar di wilayah Bumi Serepat Serasan terus merangkak naik, yang paling signifikan adalah harga bawang putih, dimana pada Minggu (5/5) di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi, harga bawang putih mencapai Rp 70.000/kg dari harga sebelumnya pada minggu lalu yang hanya Rp 55.000/kg.

Bukan hanya bawang putih, kenaikan harga bahan pangan juga dialami bawang merah yang mencapai Rp 50.000/kg dari sebelumnya Rp 40.000/kg. Harga ayam potong pun ikut-ikutan naik, yang kini mencapai Rp 33.000/kg, ayam merah Rp 60.000 dan daging sapi Rp 130.000/kg. Sementara untuk harga cabe masih terpantau stabil.

"Kami juga tidak tahu penyebabnya, kenapa setiap jelang puasa selalu naik. Kalau kami jual sesuai harga pasar," ungkap Mista, salahsatu pedagang bahan pangan di pasar Pendopo.

Lain halnya dengan pembeli yang merasa beban pengeluaran untuk menutupi kebutuhan hidup semakin mencekik. Karena sebagian besar masyarakat bergantung pada hasil sadapan karet, yang meskipun harga getah mengalami peningkatan tetapi belum sebanding dengan melambungnya harga kebutuhan pokok.

Seperti dikeluhkan Intan, warga Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi. Dirinya berharap agar ada upaya pemerintah dari pusat untuk menekan harga bahan pokok agar tidak terjadi kenaikan saat jelang puasa atau jelang hari-hari besar.

"Saat ini beban hidup kami semakin tinggi, tidak sesuai dengan penghasilan. Terlebih jelang puasa dan mendekati lebaran. Pasti kebutuhan meningkat sementara penghasilan tetap rendah. Jalan terakhir menutupinya adalah berhutang," keluhnya.
Share:

Sesalkan Demo Ricuh, Aka Cholik Minta Polisi Bebaskan Pendemo Yang Ditangkap


PALI – Tuntutan para pendemo dihalaman Kantor Bawaslu Kabupaten PALI yang sempat ricuh dengan para petugas keamanan kemarin siang, karena menurut pengunjuk rasa proses pemungutan suara pada Pemilu 17 April 2019 lali diduga ada kecurangan dalam proses penghitungan suara, rupanya berbuntut panjang.

Kejadian yang berawal ketika ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (Mantab) melakukan unjukrasa didepan halaman kantor Bawaslu PALI yang awalnya berjalan lancar dan berakhir dengan aksi dorong-dorongan dengan petugas keamanan yang berada ditempat kejadian

Diketahui ratusan warga yang menuntut agar pihak Bawaslu melakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Warga yang datang dengan jumlah masa yang besar memaksa masuk kedalam kantor untuk menemui ketua Bawaslu, namun hal tersebut sempat terjadi kericuhan karena tidak diizinkan oleh petugas dengan alasan demi keamanan.

Akibat kejadian itu puluhan petugas TNI dan Polri yang berjaga-jaga dilokasi turut menjadi korban keberingasan warga yang menuntut agar pihak Bawaslu segera melakukan PSU didaerah yang diduga ada kecurangan.

Buntut dari kisruhnya aksi demo tersebut, sejumlah warga yang dianggap pihak kepolisian sebagai
provokator ditangkap.

Menyikapi masalah tersebut, tokoh masyarakat Lematang, Aka Cholik Darlin meminta kebijakan kepolisian agar warga yang ditangkap untuk segera dibebaskan.

"Menanggapi kejadian tersebut, saya juga turut prihatin dan menyesalkan aksi itu berakhir ricuh. Tetapi saya berharap kepolisian bisa bijak dengan mengeluarkan warga yang ditangkap," ujarnya, Sabtu (4/5).

Aka Cholik menilai apabila pihak keamanan dan pengunjuk rasa bisa menahan diri, kerusuhan tidak akan terjadi. (sn)
Share:

Karena Api Cemburu, Ilham Bacok Ustra


MUARA ENIM,----Diduga karena cemburu akhirnya parang yang berbicara. Itulah yang dilakukan Ilham Sapratama (21), warga Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.

Diduga karena cemburu, dia nekat membacok tubuh Ustra Apriadu (24), warga desa yang sama menggunakan sebilah parang. Peristiwa itu terjadi di jalan Kamboja, Desa TegalRejo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Senin (29/4) sekitar 01.00 WIB.

Akibatnya korban mengalami luka bacok pada lengan tangan sebelah kirinya. Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Lawang Kidul dengan LP/B-24/V/2019/Sumsel/Res M Enim.

Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas berhasil membekuk pelaku Kamis (2/5) sekitarpukul 12.00 WIB, saat berada di rumah temannya di Desa Tegal Rejo.

Kejadian itu bermula dari korban datang ke rumah saksi Ardiana di Desa Tegal Rejo. Lalu datang pelaku kerumah tersebut. Saat itu pelaku menaruh wajah tidak senang kepada korban, karena cemburu.

Sebab, pelaku mengaku bahwa Adriana adalah pacarnya. Sehingga antara pelaku dan korban sempat terlibat keributan mulut. Pada saat terlibat keributan, pelaku mengambil sebilah parang di dapur rumah saksi dan membacokannya ke arah tangan korban.

Saksi sempat melerai keduanya berkelahi, dan korban berhasil melarikan diri dengan kondisi tangannya yang terluka. Korban langsung mendapatkan perawatan di RSU HM Rabain Muara Enim.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwaqn Andeta, ketika dikonfirmasi, Jumat (3/5) membenarkan kejadian itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya. (sn)
Share:

Sembilan Bulan Menjabat, Bupati Lantik Ratusan Pejabat


MUARA ENIM,-- Guna merealisasikan visi dan misi untuk memajukan pembangunan di Muara Enim,  Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, telah melantik “Kabinet” Merakyat. Kabinet merakyat yang dilantik tersebut  264 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Muara Enim berlangsung di Balai Agung Serasan, Jumat (3/5).

Pelantikan itu disaksikan juga Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanudin MSI, Asisten III Pemkab Muara Enim, Ir H Abdul Nadjib MM, serta para dinas kepala badan di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari 1 orang pejabat eselon II b, 24 orang pejabat eselon III a, 63 orang pejabat eselon III B, 169 orang pejabat eselon IV a dan 5 orang pejabat eselon IV b serta 2 orang pejabat fungsional madya.

Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, tujuan diadakannya pelantikan  dikarenakan adanya kekosongan dibeberapa  jabatan yang ada di organisasi perangkat daerah yang disebabkan pejabat yang memasuki usia pensiun.

Kemudian, lanjutnya, ada juga pejabat yang dilakukan rotasi. “Ini kita lakukan tidak lain  hanya untuk penyegaran terhadap jabatan yang diemban dan ada juga pegawai  yang promosi, baik itu menduduki jabatan administrator, maupun jabatan pengawas serta beberapa perangkat daerah yang mengalami perubahan nama jabatan dan pembentukan perangkat daerah baru seperti Dinas Pariwisata,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu telah dilakukan uji kesesuaian terhadap 10 orang pejabat pimpinan  tinggi pratama. Hal itu lanjutnya, telah dikordinasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara(KASN) di Jakarta.

“Saya berharap  setelah selesai pelantikan ini, saudara saudara dapat memulai melaksanakan tugas sebagaimana  yang telah diamanahkan  kepada saudara,” tegasnya.

Dia berharap, agar pejabat yang dilantik supaya lebih bersemangat dalam bekerja dan bertanggungjawab dalam  tugas yang diamanahkan. Sehingga dapat melaksanakan visi dan misiKabupaten Muara Enim yang merakyat, agamis, berdaya saing, mandiri sehat dan sejahtera. (sn)
Share:

Intensifkan Monitoring Pasar Cegah Lonjakan Harga


MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten Muara Enim intensif melakukan pemantauan harga beserta stonya disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Muara Enim. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) selama bulan ramadhan hingga lebaran.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi anggota TPID dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pangan menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Jumat (3/5).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muara Enim, Drs. Syarpudin mengatakan Pemkab Muara Enim siap mengintensifkan monitoring pasar guna menghindari gejolak kenaikan harga selama bulan suci. Bila selama ini tiga bulan sekali , maka monitoring harga kini dilakukan setiap hari.

"Selain monitoring, Pemkab Muara Enim juga siap mengadakan pasar murahm, sebelumnya pasar murah telah kita selenggarakan di Kecamatan Semendo Darat Laut 29 April dan 30 April di Kecamatan Gunung Megang,"kata Syarfudin disela rapat.

Lanjutntya, operasi pasar murah juga rencananya digelar jelang Idul Fitri 1440 Hijriah di dua Kecamatan meliputi Gunung Megang dan Rambang Dangku.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Muara Enim, Sukerik, SE, mengatakan sejauh ini patokan bahan pangan penyebab inflasi sejauh ini tercatat pada angka 0,44 persen yang masuk angka normal.

"Sedangkan bahan pangan acuan inflasi yang bisa terjadi sehingga harga pasaran naik yaitu bawang merah, bawang putih, jeruk dan daging ayam ras,"ungkapnya

Sementara itu, Perwakilan Bulog Regional Lahat, Arief Alhadiat, mengatakan cadangan stok beras untuk Kabupaten Muara Enim sebanyak 1.644 ton, daging 3 ton, gula 8 ton dan terigu 1 ton yang kesemua bahan pangan ini masuk kategori aman untuk kebutuhan bulan Mei hingga Juni tahun 2019.

"Gejolak beras menjadi mahal bila tidak cepat membagikan beras rastra, Bulog juga melakukan pasar murah guna mengantisipasi harga pasar,"kata Arief.

Wakil Bupati Muara Enim H Juarsah mengatakan  ketersediaan pangan beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, BBM, LPG, bawang merah, dan bawang putih di pasar - pasar Kabupaten Muara Enim harus terjaga aman dan harga terkendali.

"Secara umum tidak ada masalah mengenai penanganan bahan pangan dari hasil rapat koordinasi ini, stok pangan aman dan harga terkendali menghadapi bulan Ramadhan," kata Wabup.

Wabup berharap kondisi tersebut bisa terus bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. "Dengan pasar terjaga stok pangan dan harga pangan normal, masyarakat bisa tenang menghadapi Ramadhan," ujar Wabup. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts