Mau Sekolah Di SMA 1 Ujan Mas, Calon Siswa Dites Baca Al Quran

Muara Enim - Calon siswa yang akan masuk ke SMA Negeri 1 Ujan Mas tahun akademik 2019/2020, akan menjalani tes membaca Al Quran. Meski tidak menjadi penentu diterima atau tidaknya calon siswa itu, namun tes baca Al Quran dilakukan sebagai bentuk sekolah mendukung terwujudnya visi Muara Enim untuk Rakyat yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat, dan Sejahtera.

“Selain wajib mengikuti tes tertulis dan serangkaian tes lainnya. Calon siswa yang akan masuk ke sekolah ini juga akan diuji secara langsung membaca Al Quran oleh guru agama pada saat pendaftaran. Ini merupakan bentuk kita mendukung terwujudnya visi Muara Enim terutama Agamis,” jelas Kepala SMA Negeri 1 Ujan Mas, Penderizal Spd MM, Jumat (17/5).

Apalagi, sambung Penderizal, setiap pagi sekitar 10 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai. Sekolah mengadakan tadarus Al Quran. Dengan proses tes baca Al Quran itu, akan diketahui siapa saja yang belum bisa membaca Al Quran. Dengan begitu, sekolah akan lebih mudah mengetahui anak didik yang tidak bisa baca Al Quran. Kemudian, mereka bisa lebih intensif mendapat pendidikan baca Al Quran dari guru agama.

“Karena kita ingin memberantas buta baca Al Quran. Selain itu, tes ini juga sesuai dengan visi misi sekolah, yakni mempunyai budi pekerti yang luhur,” bebernya.

Di sisi lain, dijelaskannya pula, bahwa SMA Negeri 1 Ujan Mas pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 bakal menampung siswa sebanyak 252 orang, sesuai dengan jumlah siswa kelas XII yang lulus. “Kita siapkan tujuh kelas untuk siswa baru ini,” tuturnya.

Sesuai dengan zonasi, SMA Negeri 1 Ujan Mas bakal menampung siswa yang bertempat tinggal di sekitar sekolah atau lulusan dari enam SMP, seperti SMP Negeri 1 Ujan Mas, SMP Negeri 5 Gunung Megang, SMP Negeri 1 Benakat, SMP Abdi Persada, SMP Pandetenasia Cifu, dan SMP YPDP Lubuk Bata.

 “Sesuai dengan Juknis Dinas Pendidikan Provinsi, pendaftaran mulai dibuka pada 14-19 Mei 2019,” ulasnya. 

Setelah itu, pada 25 Mei dilakukan tes tertulis. Sedangkan pengumuman hasil seleksi dilaksanakan tanggal 28 Mei. “Bagi siswa yang lulus wajib daftar ulang pada tanggal 29 sampai 31 Mei 2019,” tukasnya.
Share:

Antisipasi Cacar Monyet, Dinkes Prabumulih Sebar Informasi ke Seluruh Layanan Kesehatan

PRABUMULIH--Meskipun penyakit monkeypox atau cacar monyet belum masuk Indonesia, namun sejumlah antisipasi dan pencegahan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Prabumulih. 

Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo Sumali MPh melalui dr Hj Hesti Widyaningsih MM mengatakan pihaknya sudah menyebar informasi ke semua layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tentang kewaspadaan importasi penyakit monkeypox atau cacar monyet. 

"Ini juga menindaklanjuti surat yang telah dilayangkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ke seluruh kabupaten kota yang ada di Indonesia," ujar Hesti, Jumat (17/5). 

Apalagi, kata Hesti, letak kota Prabumulih sebagai perlintasan tentunya banyak para pekerja asal sumsel diluar negeri maupun di batam yang melintas disini saat hendak pulang ke kampung halaman.

"Memang belum ada di Indonesia, tapi harus tetap diwaspadai," ungkapnya.

Hesti menjelaskan gejala monkeypox mirip dengan cacar namun lebih ringan. Adapun gejala yang dialami oleh si penderita berupa demam, sakit kepala, pembesaran getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. 

"Ruam pada kulit, wajah yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya," terangnya. 

Penularan penyakit monkeypox ini melalui hewan pengerat yang mengandung virus monkeypox. Penularan terjadi melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah atau memakan daging yang tidak dimasak dengan benar.

"Virus Monkeyfox sebagian besar ditularkan kemanusia dari berbagai binatang liar seperti tikus, dan primata (kera)," tuturnya sembari menambahkan tikus hutan dan tupai menjadi penyebab terbesar penularan virus.
Share:

Kades Tempirai Barat Yakinkan Status Bakal Lahan Transmigrasi Aman

              foto. ilustrasi



PALI - Keinginan warga Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk dijadikan lokasi transmigrasi pada lahan tidur yang terdapat dalam wilayah dua desa tersebut seluas lebih 2.000 hektar begitu tinggi.

Karena disamping ingin mengulang kembali kejayaan desa tersebut menjadi lumbung padi, juga mengembangkan wilayah tersebut menjadi kawasan perkotaan baru. Karena apabila lokasi sudah dibuka dan ditempatkan ratusan kepala keluarga, secara otomatis pertumbuhan penduduk meningkat dan pastinya dibarengi perputaran ekonomi yang akan terus menggeliat.

Keseriusan warga dua desa Tempirai itu dibuktikan dengan penyerahan lebih 2.000 hektar lahan tidur yang sejak tahun 1980an tidak dikelola lagi oleh penduduk setempat ke pemerintah untuk dijadikan lahan transmigrasi.

"Pemerintah pusat atau warga calon transmigran, tidak usah sangsi lagi atas status lahan untuk lokasi transmigrasi. Sebab, warga menyerahkan sepenuhnya lahan miliknya untuk dibuka dengan dibuktikan surat pernyataan," ungkap Dedi Handayani, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, Kamis (16/5).

Selanjutnya, untuk syarat lain memenuhi kriteria menjadi lokasi transmigrasi, diakui Kades diserahkan ke Pemda PALI melalui Disnakertrans.

"Informasi proses pelaksanaan pembukaan lahan transmigrasi sudah berjalan, bahkan sudah ada dua provinsi di pulau jawa meninjau ke lokasi bakal lahan transmigrasi. Dan kami berharap, pelaksanaan pembukaan lokasi transmigrasi bisa segera terealisasi," harapnya.

Sementara itu, Usman Dani Kepala Disnakertrans PALI mengemukakan bahwa memang rencana awal pembukaan lokasi transmigrasi di Tempirai seluas 900 hektar.

"Mudah-mudahan ditahun 2020, pelaksanaan pembukaan lahan sudah bisa dimulai. Dua provinsi, yakni DIY dan Jawa Tengah sudah lakukan penjajakan ke lokasi bakal lahan transmigrasi karena mereka ingin warganya menjadi transmigran ke PALI," urainya. (sn) 
Share:

Diduga Cemburu Istrinya Dibonceng Pria Lain, Nila Nekat Bunuh Fredy

"Korban Fredy yang bersimbah darah seetelah mengalami luka tusuk dibagian punggung dan leher"
BATURAJA– Nila Saputra (28), warga Gotong Royong Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, nekat menghabisi nyawa Fredy Setiawan (25), warga Sukajadi.

Nila diduga terbakar api cemburu terhadap korban Fredy, yang tak lain diduga adalah pasangan selingkuh istrinya.

Korban Fredy dihabisi dengan cara ditikam menggunakan pisau sebanyak dua lubang di bagian leher sebelah kiri dan dada sebelah kanan, Rabu (15/5) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan STM Badaruddin II, persis di depan Resto Kopi Tiam tempat istri pelaku bekerja.

Korban sempat dilarikan ke UGD RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dan dilakukan perawatan intensif. Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan dan meregang nyawa sekitar pukul 03.00 WIB.
"Pelaku berhasil diamankan petugas kepolisian" 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika korban datang untuk menjemput istri pelaku pulang kerja sekitar pukul 22.20 WIB.

Saat itu, ternyata pelaku sedang makan pecel lele yang tak jauh dari tempat istrinya kerja. Melihat hal itu, pelaku langsung menghampiri korban dari belakang dan menghujamkan pisau ke leher korban.

Saat kejadian, korban dan istri pelaku sudah berada di atas sepeda motor dan siap-siap hendak pulang.

“Katanya dia (pelaku) keluar dari pecel lele sudah bawa pisau, datang-datang langsung nujah (nusuk pakai pisau). Setelah nujah langsung ditangkap dibawa masuk ke Kopi Tiam. Sementara korban jatuh sambil dipangku cewek itu,” kata narasumber yang enggan dikutip namanya.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kasatreskrim, AKP Alex Andrian, membenarkan adanya tindakan pembunuhan yang dilakukan Nila Saputra.

Pelaku sudah diamankan di Mapolres OKU untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau milik pelaku Nila.

“Kita masih menunggu LP dari pihak korban. Terduga pelaku sendiri dikenakan pasal 338 KUHP atau 351 ayat 3 penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” tuturnya. (sn)
Share:

Laporan 3 Caleg Maney Politik Lamban Proses, Massa Minta Ketua Bawaslu Prabumulih Dicopot

PRABUMULIH--Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Caleg DPRD kota Prabumulih anti money politik mendatangi kantor Bawaslu kota Prabumulih, Kamis (16/5) sekitar pukul 10.00 wib. 

Massa menuntut agar Bawaslu segera menindaklanjuti laporan 3 Caleg yang diduga melakukan money politik dalam pemilu legislatif beberapa bulan lalu. "proses laporan terhambat dan tidak ditindaklanjuti," ujar Indarto, Koordinator Lapangan.

Selain itu, massa juga meminta agar dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) lantaran adanya kecurangan money politik yang dilakukan sejumlan caleg. 

"25 Caleg terpilih ada indikasi money politik. Kami usul PSU untuk legislatif supaya caleg tidak money politik dapat kursi di parlemen," ungkapnya.

Indarto menjelaskan besarnya cost politik yang dikeluarkan oleh oknum caleg tentunya akan berdampak dengan kinerja caleg itu sendiri kedepannya. 

"Pembangunan akan terhambat karena cenderung punya target mengembalikan modal dan akhirnya korupsi," terangnya.

Tak hanya itu, massa juga meminta agar Ketua Bawaslu dicopot dari jabatannya lantaran dianggap tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya penanganan laporan dugaan money politik yang telah dilaporkan beberapa waktu lalu.

"Tuntutan kami hanya dijawab PMS dan suratnya tidak bernomor dan tidak menjelaskan risalah rapat," tuturnya. 

Sementara, Ketua Bawaslu kota Prabumulih, Herman Julaidi mengatakan pihaknya sudah melakukan kajian dan pendapat hukum terkait 3 caleg yang dilaporkan tersebut. 

"Laporannya sudah melewati hari kerja sebelum kejadian peristiwa, makanya dengan dasar itu PMS alias tidak memenuhi syarat," bebernya.
Share:

Diisukan Berpolitik Praktis Oleh Puluhan RT/RW, Warga RT 03 Kelurahan Muara Dua Siap Dukung Jauhari

PRABUMULIH--Permintaan untuk tidak memperpanjang jabatan Ketua RT03 Kelurahan Muara Dua Kota Prabumulih oleh puluhan RT/RW kepada Lurah Muara Dua, Muslim membuat warga RT 03 bingung.

"Kami jadi bingung, RT kami yang pakai, kami yang jadi warganya. Kok ada RT lain yang nuntut RT kami diganti. Yang tau bagus tidaknya RT itu ya warganya, bukan RT lain," Ujar salah satu warga berinisial RD, Kamis (16/5).

RD mengaku upaya untuk tidak memperpanjang jabatan Ketua RT 03 oleh puluhan RT/RW lain tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi warga setempat. Terlebih, selama ini Jauhari memikiki kinerja bagus dilingkungannya serta tidak memiliki masalah apapun. 

"Sehingga kita bingung. Mereka menciptakan isu ini buat apa? Kami yang lebih tahu baik buruknya RT kami, bukan ketua RT lain," ungkap RD. 

Setelah diusut, kata RD ternyata RT 03 dituduh ikut berpolitik dengan beredarnya surat bahwa Ketua 03 menjadi koordinator dalam Pilkada tahun lalu. "Tidak benar itu. Kalau tidak benar artinya pencemaran nama baik," bebernya.

RD menegaskan apabila dikemudian hari disposisi Walikota Prabumulih yang telah diperoleh RT 03 dicabut dan jabatan Ketua RT 03 tidak diperpanjang, warga RT 03 akan mengambil tindakkan. 

"Tanda tangan pak Walikota itu yang tertinggi, Lurah harus pertimbangkan itu. Kalau nanti ternyata ada perubahan dan RT kami diganti. Kami akan gelar petisi dan mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan kami ke pak Jauhari," terangnya. 

Sementara, Ketua RT 03 Jauhari saat dibincangi merasa difitnah dengan adanya tuduhan tersebut. Ia tidak mengetahui dan tidak pernah menjadi koordinator dalam pilkada tahun lalu seperti yang dituduhkan para Ketua RT/RW tersebut. 

"Saya juga telpon nama yang ada dalam koordinator itu. Dan dia terkejut karena merasa tidak ikut dan juga waktu pemilihan itu saya bertugas sebagai Wakil Ketua di TPS 2 sementara disurat itu TPS 4 jadi sangat tidak benar," tuturnya.

Jauhari mengaku seperti dijadikan bola mainan lantaran ada upaya untuk menjatuhkan dirinya dengan melakukan pencemaran nama baik oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Waktu itu katanya ada masalah diatas, setelah temui pak Wali alhamdulillah di acc. nah sekarang ini saya dibilang tidak rajin ikut kerja bakti, padahal saya rutin hadir. Tidak taulah setelah ini apalagi yang akan dipermasalahkan," jelasnya menambahkan.
Share:

429 lampu jalan mati, Perkim PALI kebut Perbaikan

"Foto : Ilustrasi Pekerja PLN saat melakukan perbaikan / sumber : internet "
PALI - Lampu jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat Bumi Serepat Serasan karena banyak yang padam, saat ini sudah dalam tahap perbaikan, dan sebagian telah menyala kembali.

Hal itu dikemukakan Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Irwan, melalui Kabid Perumahan, Ahmad Hidayat, Kamis (16/5).

Menurutnya, dari pendataan Dinas Perkim, ada 429 buah lampu jalan mati karena beberapa faktor, tersebar di lima kecamatan. Tetapi saat ini sudah ada 207 buah yang sudah menyala kembali.

"Perbaikan lampu jalan saat ini difokuskan di Kecamatan Penukal dan Penukal Utara. Di dua kecamatan itu, sudah ada 207 buah lampu jalan yang diperbaiki dan telah menyala kembali," ungkap Kabid Perumahan.

Diakuinya, bahwa perbaikan terus dikebut agar masyarakat bisa menikmati, dan dengan menyala kembali lampu jalan bisa meminimalisir kejahatan jalanan saat malam hari.

"Ditargetkan akhir tahun ini selesai, petugas kita bekerja siang dan malam. Untuk jenis perbaikan, seluruh lampu jalan yang mati kita perbaiki bahkan ada yang diganti," imbuhnya.

Dinas Perkim juga mengajak masyarakat terutama kepala desa agar segera melaporkan setiap ada lampu jalan yang rusak atau mati.

"Supaya segera diperbaiki, kami minta warga atau Kades melaporkan ke kami adanya lampu jalan yang mati," pungkasnya.(sn
Share:

Kursi Ketua Dewan PALI Dipastikan Milik PDI-P


PALIPerolehan suara Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diketahui pasca rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang terbanyak, yakni dari data yang ada yang dipegang PDI-P mencapai 18.186 suara atau 16,79 persen.

Dengan perolehan tersebut, PDI-P berpeluang besar menduduki kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI, karena dipastikan empat kursi dewan jadi milik PDI-P.

Dari data yang dimiliki, Dewan Pimpinan Cabang PDI P, telah menyiapkan beberapa nama calon yang bakal menjadi Ketua DPRD kabupaten PALI untuk periode 2019 hingga 2024.

"Kami telah mendapatkan laporan data KPU, hasil rekap DA1, mudah-mudahan ada 4 caleg yang duduk di kursi anggota DPRD PALI, adapun Dapil 1 Kristian dan Hoirillah, Dapil 2 H Asri Ag,  Dapil 3 Mulyadi STP, " ungkap Bruseli, Sekretaris DPC PDI-P PALI, Kamis (16/5).

Menanggapi siapa yang akan diprioritaskan menjadi ketua DPRD, Bruseli mengungkapkan semua kandidat yang lolos di DPRD dari partai PDI-P sama-sama berpeluang, tetapi untuk penjaringan, PDI-P mempunyai mekanisme, yakni calon ketua DPRD harus melalui fit dan proper test, dengan melalui tes wawancara dan tertulis serta psiko test.

"Mekanismenya, setelah pelantikan, tidak langsung ditunjuk ketua DPRD, tetapi harus Pjs terlebih dahulu. Biasanya tiga bulan setelah pelantikan, baru keluar arahan dari DPP untuk dilakukan penjaringan. Tetapi dari informasi kita dapatkan, Tatib DPRD PALI bahwa yang harus menjadi ketua DPRD terlebih dahulu sudah menjabat satu periode," terangnya.

Dari informasi itu, diakui Bruseli bahwa ada dua nama yang sudah satu periode menjabat sebagai anggota DPRD PALI.

"Akan kita telusuri terlebih dahulu kebenaran info Tatib DPRD PALI itu. Apabila benar, maka hanya Asri AG dan Mulyadi saja yang berpulang menjadi ketua dewan. Namun, kita ingin ke-empat Caleg yang terpilih diajukan menjadi calon ketua DPRD PALI," imbuhnya.

Saat ini, PDI.P dikatakan Bruseli masih menunggu pengumuman dari KPU. "Untuk saat ini kita masih menunggu rapat pleno dari KPU kabupaten PALI, tanggal 22 Mei tentang DA1, sifatnya resmi seluruh publik bisa melihat dan mendengarkan keputusan bersama, " tutupnya.
Share:

Ajang BGP Dibuka Lagi, Yang Berminat Simak Syaratnya Berikut Ini

PALI - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memanggil putra putri asal Bumi Serepat Serasan untuk berpartisipasi ikuti ajang pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) yang saat ini pendaftarannya telah dibuka.


Dijelaskan Plt Kepala Disbudpar PALI, Yunimawati melalui Kabid Kebudayaan Filomina Emawati bahwa pihaknya memanggil putra putri berpotensi dan berbakat untuk menjadi duta wisata melalui ajang BGP tahun 2019.

"BGP bukan hanya simbol saja, melainkan menjadi pilar terdepan mengenalkan potensi alam dan wisata di PALI. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, menjaring bujang serta gadis yang diutamakan asli kelahiran PALI menjadi duta wisata," ujar Emawati, Kamis (16/5).

Untuk pendaftaran sendiri diakui Emawati, telah dibuka sejak 1 Mei 2019 sampai 18 Juni 2019. "Sejak dibuka sudah ada beberapa orang yang mendaftar, tetapi belum begitu banyak, mungkin sudah lebaran akan banyak putra putri PALI yang mengajukan pendaftaran, sebab telah banyak yang mengkonfirmasi dan mengambil formulir di panitia," tukasnya.

Adapun syarat ikuti kontestan BGP, dijabarkan Emawati adalah harus WNI, usia 17-24 tahun dan belum menikah, warga/KTP PALI atau memiliki darah keturunan PALI dan dibuktikan dengan surat keterangan dari camat dan foto copy tanda pengenal diri.


Juga memiliki tinggi badan minimal bujang 165 cm dan Gadis 160 cm, sehat jasmani dan rohani serta bebas NAPZA, berkepribadian dan berpenampilan menarik serta berdedikasi tinggi terhadap kemajuan pariwisata, pendidikan, dan seni budaya.

"Syaratnya harus mengisi formulir pendaftaran yang dapat diambil dari kantor dinas kebudayaan dan pariwisata PALI atau di masing-masing kantor kecamatan di Kabupaten PALI. Sertakan juga pas photo ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar serta melampirkan copy piagam penghargaan/prestasi jika ada," beber Emawati.

Kompetisi BGP dijelaskan Emawati akan dilakukan seleksi, di lima kecamatan dan untuk mendapatkan kandidat perwakilan dari kecamatan masing-masing.Dari perwakilan kandidat tersebut kemudian akan di seleksi lagi di Tingkat kabupaten maka akan terpilih 13 pasang finalis BGP.

"Setelah terpilih, finalis akan mengikuti karantina selama kurang lebih 3 hari sebelum malam grand final. Pada ajang kompetisi BGP tahun ini akan hadir juri tamu, Berliana Permatasari Runner Up IV Putri Indonesia tahun 2018," pungkasnya.(sn)
Share:

Bakal lahan transmigrasi di PALI. Kades : 39 tahun lalu tanah ini menjadi lumbung padi

PALI - Bakal lahan transmigrasi yang ada di Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) rupanya di tahun 1970an sempat menjadi lumbung padi di wilayah tersebut. Karena pada saat itu menurut Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, Dedi Handayani, warga setempat belum mengenal tanaman karet, dan secara serentak membuka lahan tersebut untuk pesawahan.

"Saat itu pernah mencapai 6 sampai 7 ton/hektar padi, untuk itu warga setempat menyerahkan lebih 2.200 hektar lebih  ke pemerintah untuk dibuka menjadi lahan transmigrasi," ungkap Dedi Handayani, Rabu (15/5).

Hanya saja, diakui Kades bahwa sekitar tahun 1980an, hama burung menyerang tanaman padi petani, membuat lahan tersebut ditinggalkan dan hingga kini jadi lahan tidur.

"Apabila dibuka jadi lahan transmigrasi, dan harapan kami dikabulkan untuk pesawahan, kemudian banyak warga luar PALI atau dari pulau jawa yang biasa bertani padi datang bertransmigrasi ke sini, maka dipastikan, kejayaan Desa kami sebagai lumbung padi bisa bangkit kembali," terangnya.

Dipaparkan Kades, bahwa saat ini lahan yang bakal dibuka untuk lahan transmigrasi tahap pertama seluas 900 hektar yang bakal menampung lebih kurang 400 kepala keluarga, dimana ada pembagian 40 persen trasmigran luar PALI dan 60 persen transmigran lokal.

"Disitu bakal ada perbauran antara transmigran datangan dan lokal dalam mengelola lahan transmigrasi. Untuk mewujudkan itu, kami berharap, rencana buka lahan transmigrasi di desa kami bisa cepat direalisasikan oleh pemerintah pusat," harapnya.

Terpisah, Usman Dani,  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI membenarkan 900 hektar lahan di Desa Tempirai bakal dibuka untuk lahan transmigrasi.

Bahkan sudah ada beberapa daerah di pulau jawa yang telah melakukan penjajakan.

"Ada dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Semarang Jawa Tengah yang datang ke PALI meninjau bakal lahan transmigrasi, mereka tertarik untuk mengirim warganya untuk bertransmigrasi ke PALI," terangnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts