Kemarau Panjang, BPBD PALI Salurkan Air Bersih

PALI,SININEWS.COM - Kemarau diprediksi masih akan berlanjut hingga bulan Oktober mendatang, termasuk di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), imbasnya sejumlah daerah di wilayah Bumi Serepat Serasan telah banyak mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk atasi krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) secara rutin memberikan bantuan air bersih terhadap warga yang terdampak kemarau panjang itu.

"Ya, kita bantu suplai air bersih dibeberapa wilayah menggunakan mobil tangki air. Ini kita lakukan agar bisa meringankan kesulitan warga," ucap Junaidi Anuar Kepala BPBD PALI, Selasa (27/8).

Namun Junaidi menyarankan setiap permintaan air bersih harus melalui pemerintah desa setempat atau minimal melalui RT.

"Jadi apabila melalui permintaan resmi dari pemerintah setempat, kita bisa melakukan pemetaan daerah mana saja yang benar-benar kekurangan air bersih," tambahnya.

Terpisah, Herry, kepala Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengajukan permintaan bantuan air bersih ke Pemkab PALI.

"Kami belum meminta bantuan, karena meski jauh, ada sumber mata air yang masih menyimpan cadangan air bersih dan warga masih bersedia mengambil air pada sumber mata air itu. Namun untuk yang mampu, mereka membeli air isi ulang ketika memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan memasak atau minum," ungkap Herry.

Sementara untuk keperluan mandi dan cuci, sebagian besar warga Desa Sinar Dewa memanfaatkan air dalam kolam yang tidak jauh dari pemukiman warga.

"Danau atau kolam itu memang saat ini sudah surut dan airnya berubah warna, namun apa boleh buat, warga memakai air tersebut untuk mandi dan cuci. Karena kalau harus menunggu bantuan Pemkab, salah satu alasan kami tidak akan maksimal. Hanya satu permintaan kami adalah meminta percepatan pembangunan PDAM yang saat ini tengah dilaksanakan agar warga bisa menggunakan air bersih dari PDAM itu," terang Kades. (sn)
Share:

Masih Soal Pilkades, Puluhan Warga Sungai Baung Gruduk Kantor Dewan PALI

PALI, SININEWS.COM - Lagi-lagi, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dijadikan tempat aksi unjuk rasa. Kali ini puluhan warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) datang ke kantor dewan pada Selasa (27/8) yang menginginkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desanya agar diundur.

Karena menurut pengunjuk rasa, ada tindakan diskriminasi terhadap salah satu calon Kades yang digugurkan secara sepihak oleh mantan panitia Pilkades yang sebelumnya memang  telah mengundurkan diri.

Pada aksi kali ini, wakil ketua DPRD PALI, Darmadi Suhaimi didampingi Devi Heriyanto, Aswawi Mansyur anggota Komisi I dan Sudarmi ST menyambut warga pengunjuk rasa dan langsung mengajak berdiskusi untuk membantu penyelesaian permasalahan tersebut.

Dihadapan wakil ketua Dewan, koordinator aksi menyampaikan orasinya bahwa keinginan warga datang ke kantor dewan adalah untuk meminta keadilan terhadap Shinta Andayani, calon kepala desa yang digugurkan padahal sebelumnya, Shinta telah melalui berbagai proses tahapan Pilkades.

Setelah berorasi, perwakilan unjuk rasa diajak berdiskusi di ruang rapat komisi I DPRD PALI.

Sementara menurut keterangan Kasmuri, salah satu masa yang ikut berunjuk rasa menceritakan awal permasalahan muncul.

"Dari awal tidak ada masalah, yakni setelah psikotes terhadap 7 calon Kades di desa kami, maka ada 3 Cakades yang lolos. Kemudian panitia menetapkan 4 Cakades dan mengundi nomor urut terhadap 4 calon yang ditetapkan panitia termasuk Shinta. Tapi pada tanggal 3 Agustus setelah penetapan, panitia mengundurkan diri. Tetapi tanpa sepengetahuan masyarakat, mantan panitia masih bekerja dan saat BPD akan membentuk panitia baru, ternyata pada 16 Agustus ada pengumuman baru yang menyebut ada 5 Cakades, yang anehnya nama Shinta tidak tertera disana," beber Kasmuri.

Dari situlah dikatakan Kasmuri awal permasalahan timbul, gejolak dan keresahan semakin mencuat pasca keluarnya pengumuman yang dikeluarkan mantan panitia.

"Berujung kami datang ke kantor dewan untuk meminta anggota dewan agar mendesak pemerintah kabupaten PALI agar menunda gelaran Pilkades di desa kami sebelum masalah ini selesai. Dan kami juga bertekad kami akan bertahan di kantor dewan sebelum adanya putusan," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa dan anggota dewan serta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI masih melakukan pertemuan. (sn)
Share:

Warga PALI Tumpah di Jalan

PALI, SININEWS.COM - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak penuhi jalanan kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi pada Selasa (27/8). Kondisi ini tidak lain adanya kegiatan karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI ke-74 yang diikuti sedikitnya 94 peserta dari TK sampai umum serta ada 31 kendaraan hias.

"Tentu kegiatan ini menjadi ajang hiburan rakyat tahunan pak, kami sengaja dari pagi datang di dekat panggung kehormatan ingin melihat secara langsung kegiatan yang menampilkan kreasi dari berbagai sekolah dan penampilan kendaraan hias," ungkap Susi, warga Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi.

Ungkapan sama disampaikan Wini, warga Desa Simpang Tais yang jauh-jauh mendatangi pusat kota Pendopo.

"Penasaran pak ingin melihat secara langsung, dan kebetulan juga ada anak kami ikut karnaval, jadi sekalian ingin melihat penampilan anak sekaligus menyemangatinya," katanya.

Sementara itu, Kamriadi Plt Kepala Dinas Pendidikan melalui Sekretarisnya Haris Munandar menyebut bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan rutin.

"Pada tahun ini diikuti 94 peserta dan 31 kendaraan hias. Peserta sendiri terdiri dari 23 peserta tingkat TK/PAUD, 31 peserta dari SD, 10 peserta dari SMP, 7 peserta dari SMA dan 23 dari umum," jelasnya. (sn) 
Share:

Sering Terjadi Kecelakaan, Batang Pisang Tumbuh di Tengah Jalan Merdeka

PALI,SININEWS.COM -  Gara-gara dianggap sering menimbulkan kecelakaan lalulintas karena terdapat lubang yang lumayan dalam, warga Simpang Bandara Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menanam batang pisang di tengah Jalan Merdeka lintas Belimbing-Pendopo.

Tentu pemandangan tak lazim pada Selasa (27/8) itu mengudang perhatian sejumlah warga pengguna jalan yang  melintas di jalan yang mendadak ditumbuhi batang pisang tersebut.

"Memang disini sering terjadi kecelakaan, dan mungkin warga sekitar memberi tanda agar pengguna jalan berhati-hati ketika melintas di jalan ini," ujar Rina, salah satu pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tersebut.

Sementara Suhardi, warga sekitar menerangkan bahwa memang sengaja batang pisang ditanam diatas lubang yang kerap memicu kecelakaan.

"Jalan ini lurus, jadi pengendara kerap memacu kendaraannya cukup kencang, padahal ada jebakan lubang ditengah jalan dekat bekas kantor Kesbangpol sehingga pengendara sering terjebak dan tak jarang terjadi kecelakaan," jelas dia.

Dirinya berharap agar pemerintah untuk secepatnya memperbaiki jalan tersebut.

"Jalan ini merupakan jalan lintas, jadi kami berharap pemerintah provinsi untuk segera memperbaiki jalan ini. Pemerintah PALI juga diharapkan pro aktif untuk secepatnya menyampaikan kondisi jalan ini ke Pemprov Sumsel," harapnya.(sn)
Share:

Didesak oknum Guru akui video itu PRANK, Keluarga korban Bullying minta Kepsek di Mutasi

 Foto : Nurlela (Ibu Korban) dan Erna Wasih (tante korban) saat menerangkan kejadian yang menimpa AS korban Bullying yang diduga dipaksa akui jika video itu hanya "Prank" kepada wartawan 

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kasus  Bullying yang menimpa AS (14) warga Dusun II Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) yang bersekolah di SMA Negeri 4 Prabumulih, Sumsel kembali membuat resah keluarga korban, senin (26/8/19)

Nurlela, orang tua korban mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang dialami putri bungsunya disekolah yang mengakibatkan rasa trauma usai kejadian tersebut

“anak aku ini pendiam pak, wongnyo dak banyak tingkah waktu kejadian dio dak bilang samo kami” terang wanita paru baya itu kepada tim sininews.com saat dibincangi dikediamannya di Desa Karangan

Keluarga korban mengaku jika kejadian yang diketahuinya melalui media sosial itu sangat meresahkan dan membuat trauma anaknya
 Suasana keluarga dan kerabat dekat korban AS yang ditemui dikediamannya di Desa Karangan Kecamatan RKT, Kota Prabumuli

AS (14) korban Bullying DLN warga Desa Baru Rambang Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim mengaku kejadian itu berawal ketika dirinya menaruh hati kepada RZ yang merupakan mantan dari teman pelaku, tidak terima dengan hal itu DLN (Pelaku) yang juga merupakan ketua Genk disekolahnya marah dan mengeksekusi AS dengan cara diBully dan dibentak
SIMAK VIDEO PERNYATAAN KELUARGA KORBAN BULLYING

Usai kasus bullying beredar luas dimedia sosial keluarga korban merasa masih dizholimi dan sakit hati atas kejadian yang menimpah AS sebagai aksi candaan atau “Prank” oleh Kapala Sekolah tempat dirinya menutut ilmu

Diselah perbincangan dengan tim media ini korban mengaku jika saat ini dirinya merasa tertekan oleh oknum gurunya yang meminta AS untuk mengakui jika kejadian tersebut adalah “Prank”

“tadi pagi aku disuruh ke ruang Laboratorium oleh SDP (guru.red), aku disuruh ngaku kalau ada Wartawan betanyo kejadian kemarin itu murni Prank” terang anak bungsu dari empat bersaudara itu

Diketahui oknum guru saat ini tidak memperbolehkan pelaku dan korban diwawancarai oleh awak media. 

Tak hanya itu, Erna Wasih yang merupakan keluarga dekat korban mengatakan jika saat ini keluarga korban sebelumnya sudah memaafkan pelaku atas tindakan kekerasan itu, namun lanjut dia Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pendidikan harus memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah dan Pelaku Bullying yang secara jelas telah merugikan korban

“kami minta Pemerintah memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah dan Pelaku, atau bisa di skor dan kepala sekolahnya di mutasi biar adil” tegasnya (sn)

Share:

Bus Trans Enim Masih Diminati Warga

MUARA ENIM - SININEWS.COM - Sejak dioprasikannya angkutan bus bantuan dari kementrian Perhubungan kepad Pemkab Muara Enim pada awal puasa lalu dan tidak dikenakan biaya, maka saat ini masyarakat harus membayar Rp 15 ribu untuk tujuan Simpang Meo dan Rambang Dangku tetap menjadi pilihan warga.

Reni (24) warga tanjung agungmengatakan, sejak ada trans enim dirinya jadi nyaman pulang pergi dari tanjung agung ke muara enim untuk melakukan urusan jadi lebih nyaman.

“Lebih byaman, tidak desak desak, bisnya bersih dan sejuk. Jadi kami penumpang merasa nyaman. Kenapa risak dari sulu bus seperti ini ada, jadi kami bisa sama dengan daerah lain,” ujarnya.

Ditanya mengenai ongkos, Reni mengatakan tidak leberatan dengan ongkos seperti itu karena layanan yang diterima kuga layak. “Jadi wajar kalau seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, Riswandar mengatakan, saat ini telah diberlakukan tarif untul jurusan Simpang Meo dan Rambang Dangku sebesar Rp 15 ribu. 

“Setelah dikaji maka penumpang dikenakan tarif sesuai jarak tempuh yang kurang lebih 60 kilometer. Dan itu hanya untuk biaya oprasional berupa BBM,” ujarnya.

Ditambhakan Riswandar, memang tarif ini tidak sama dengan tarif umum. “Untuk jadwal sendiri bus berangkat pagi jam 7 dari Muara Enim, kemudian siang juga ada pemberangkatan lagi,” tambahnya.

Pengaturan jadwal keberangkatan ini, lanjutnya, bertujuan agar tidak mengganggu angkutan umum yang lain yang saat ini masih beroprasi. “Jadi bus yang ada selama ini tetap mendapatkan penumpang seperti biasanya,” ujarnya.

Selain itu, terangnya pagi, bus ini kuga sebagai penunjang program pariwisata. “Untuk penumpang yang ke arah simpang meo apabila hendak ke air terjun bedegung, bus akan lamgsung mengantarkannya. Dan ongkos yang dikenakan tetap sama,”.

Jadi, lanjut Riswandar lagi, bagi masyarakat yang akan menuju lokasi wisata Air Terjun Bedegung bisa langsung meminta kepada sopir untuk diantarkan langsung menuju lokasi. “Itu salah satu upaya kita memudahlan masyrakat untuk menuju lokasi,” pungkasnya, seraya menambahkan saat ini peminat bus semakin meningkat.

Seperti diketahui, bus bantuan dari Kementrian Perhubungan ini ada lima unit. Untuk masing masing jurusan disiapkan dua unit. Sementara, satu unit lainnya di standby kan di Kantor apabila akan digunakan guna keperluan mendadak.
Share:

DPRD Segera Panggil Diknas Pendidikan dan Kepala SMAN 4 Klarifikasi Video Bullying

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Video siswa SMA Negeri 4 Prabumulih diduga menjadi korban bully teman sekolahnya yang sempat viral disosial media facebook beberapa waktu lalu sampai juga ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih. 

Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku sudah menyaksikan video tersebut. Namun dirinya belum bisa berkomentar banyak lantaran belum mendapat klarifikasi dari Dinas Pendidikan dan Kepala SMA Negeri 4 Prabumulih. 

"Kami sudah bahas di pimpinan bahwa pimpinan akan minta klarifikasi dari diknas Pendidikan," ujar Palo, Senin (26/8). 

Terlepas salah benarnya video tersebut, Palo meminta Kepala Sekolah agar menghimbau para siswa untuk tidak melakukan hal seperti itu. 

"Kedepan para kepala sekolah baik SD, SMP, SMA melalui Dinas Pendidikan, bahwa teknologi kalau salah penggunaan tentu akan merugikan ya harus menghimbau kepada siswa karena tidak baik bagi dunia pendidikan," ungkapnya. 

Dikatakan Palo, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta klarifikasi dengan mengundang Dinas Pendidikan dan juga kepala sekolah, untuk mengetahui apakah itu prank ataukah benar terjadi bully.

"Satu dua hari ini akan kami undang. Apakah prank atau benar terjadi bully," terangnya. 

Disinggung mengenai adanya dugaan ancaman gang dilakukan pihak sekolah kepada orang tua siswa agar bungkam perihal kejadian itu, orang nomor satu di DPRD Prabumulih ini enggan berkomentar banyak sebelum ada klarifikasi. 

"Kalaulah memang dibutuhkan DPRD, orang tua siswa akan kami mengundang. Didunia pendidikan juga tidak baik ada ancam mengancam," tambahnya.
Share:

137 Cakades di PALI Teken Komitmen Pilkades Damai

PALI,SININEWS.COM - Deklarasi damai dan gelar pasukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang bakal digelar serentak pada 29 Agustus 2019 mendatang dilakukan Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan mengajak 137 orang Calon Kepala Desa dari 36 desa yang bakal gelar Pilkades serentak, Senin (26/8) di halaman Kantor Bupati PALI.

Sekda PALI, Syahron Nazil yang pimpin upacara gelar pasukan dan deklarasi damai menyampaikan pesan agar seluruh Cakades, Tim pengamanan, panitia dan masyarakat agar bersatu padu mewujudkan gelaran Pilkades berjalan damai dan lancar.

"Pilkades merupakan pesta demokrasi ditingkat desa, kami ingin proses ini berjalan tertib dan lancar," harap Sekda.

"Kami berharap kepada Cakades yang telah membacakan ikrar damai untuk menerapkannya agar proses demokrasi ini tidak tenteram. Sampaikan visi misi kepada masyarakat dan utamakan program bertanding secara jujur," tukas Sekda.

Pada pihak pengamanan, Sekda juga berpesan harus didukung tenaga pengamanan profesional.

"Keamanan Pilkades tidak lepas dari tim pengamanan yang profesional dan menjunjung netralitas. Juga pada panitia agar berpegang teguh pada perundang undangan yang berlaku, jadi apabila ada permasalahan bisa diselesaikan sesuai aturan," pesannya.

Masyarakat pun dihimbau Sekda agar memilih calon yang dapat bisa mensejahterakan masyarakat jangan ada maksud lain.

"Kepda calon Kades terpilih, penuhi janji-janjinya. Dan yang terpenting sekarang adalah para calon harus siap menang dan siap kalah," tutupnya.

Diketahui bahwa gelaran Pilkades serentak di Kabupaten PALI bakal berlangsung pada Kamis tanggal 29 Agustus 2019. (sn)
Share:

Paripurna Bahas APBD-P Tahun 2019 Selesai, Ini Hasilnya

PALI,SININEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyetujui Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Reperda APBD-P) Kabupaten PALI tahun anggaran 2019 pada rapat paripurna VIII, Senin (26/8).

Rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono dihadiri 21 anggota dewan dari 25 anggota yang ada, dengan agenda penyampaian laporan hasil kerja Komisi-komisi dewan, permintaan persetujuan secara lisan terhadap pembahasan Raperda APBD-P, penandatanganan bersama persetujuan Raperda APBD-P dan sambutan Bupati PALI terhadap hasil pembahasan Raperda APBP-P tahun anggaran 2019.

Pada penyampaian Komisi I DPRD PALI yang dibacakan Aswawi Mansyur anggota dewan dari PPP, menyoroti kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terutama dalam gelaran Pilkades yang dinilainya DPMD kurang matang dalam perencanaannya. Untuk itu Komisi I memberi usulan dan saran pendapat agar pelaksanaan Pilkades kedepan direncanakan betul-betul matang.

Selain menyoroti DPMD, Komisi I juga menyatakan dukungannya terhadap program Disdukcapil PALI yang melakukan jemput bola. Namun kedepan, Komisi I mengusulkan agar pelaksanaan jemput bola langsung dilakukan perekaman E KTP,  karena perekaman itu menjadi hambatan warga untuk menbuat KK Dan KTP. Komisi I juga mengharapkan kiranya Disdukcapil untuk bekerja secara ekstra dalam pendataan penduduk, karena sebentar lagi PALI bakal menggelar Pilkada.

Komisi I juga mendukung kinerja Dinsos  dalam pendataan dan penambahan usulan penerima Jaminan kesehatan ,KIS, KIP dan PKH dengan catatan tidak mengganti nama-nama yang ada.

Terhadap Sekrtartiat Darah, Komisi I mengusulkan agar Sekda dapat secara terus menginventarisasi aset daerah.

Hasil Kerja Komisi II dibacakan Suarno anggota dewan dari Partai Golkar. Komisi II menyoroti kinerja dinas  PUBM dan dinas Perkim, pada kesempatan itu, Komisi II mengusulkan agar PUBM dan Perkim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur publik dan kedepan sangat perlu perencanaan yang matang serta dilakukan pengawasan.

Komisi II juga menginginkan agar memprioritaskan percepatan pengalihan aset PDAM agar permasalahan air bersih di Kabupaten PALI bisa segera teratasi.

Sementara Komisi III dibacakan Edi Eka Puryadi anggota dewan dari PKS. Pada penyampaian hasil kerja komisi III DPRD PALI ini menyimpulkan bahwa mitra Komisi III, yakni dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, ketahanan pangan, Koperasi dan UKM, Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Disnakertrans, Bapenda dan BAPPEDA minim anggaran dan berharap kedepan Pemkab PALI lebih memperhatikan penganggarannya.

Setelah penyampaian hasil laporan Komisi-komisi, selanjutnya pimpinan rapat paripurna meminta persetujuan secara lisan kepada seluruh anggota dewan terhadap pembahasan rancangan peraturan daerah perubahan APBP-P dilanjutkan penandatanganan persetujuan bersama.

"Telah dibahas secara seksama sehingga telah ditantatangani bersama, untuk itu kami mengapresiasi terhadap DPRD PALI yang telah menyetujui pembahasan Raperda APBP-P, selanjutnya hasil pembahasan ini bakal kami bawa ke Gubernur untuk selanjutnya bisa disetujui menjadi Perda," terang Bupati saat sampaikan sambutan usai penandatanganan persetujuan bersama. (sn)
Share:

Unjuk Rasa Goyang DPMD PALI Berakhir Foto Bareng

PALI, SININEWS.COM - Puluhan pemuda yang tergabung pada Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi PALI lakukan aksi unjuk rasa yang dimulai di Simpang Lima Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dilanjutkan ke Kantor Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (26/8).

Pada aksi tersebut, pengunjuk rasa menginginkan Bupati PALI untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) karena dianggap menyulut kegaduhan ditengah-tengah masyarakat akibat adanya beberapa kebijakan yang dianggap pengunjuk rasa plin-plan.

Unjuk rasa tersebut juga mendesak agar  Bupati mengganti kepala DPMD serta menginginkan Bupati dan DPRD PALI agar menjamin gelaran Pilkades serentak berjalan aman dan damai.

Aksi tersebut sempat memanas lantaran saat berorasi, Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono memotong orasi pengunjuk rasa yang tengah menyampaikan bahwa kemerdekaan tidak dirasakan warga PALI. Tetapi suasana unjuk rasa kembali mencair setelah Bupati PALI berjanji bakal mengevaluasi kinerja DPMD.

Bahkan Bupati siap menuruti keinginan pengunjuk rasa untuk memecat A Gani sebagai kepala DPMD hari itu juga asalkan ada yang siap menggantikannya.

"Kami siap melantik hari ini juga kalau ada yang siap menggantikannya. Namun kami berharap selesaikan dulu gelaran  Pilkades dan kami akan mengevaluasi kinerja DPMD," ucap Bupati.

Setelah Bupati menjawab semua tuntutan pengunjuk rasa, suasana mencair dan berakhir foto bareng antara seluruh pengunjuk rasa dan Bupati. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts