Asik Bermain Judi, Piran dan Ledi Diciduk Polisi

PALI,SININEWS.COM - Piran (36) dan Ledi (53) warga Suka Maju Kecamatan Talang Ubi dan warga Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara diciduk jajaran Reskrim Polsek Tanah Abang lantaran kedapatan tengah asik bermain judi jenis dadu guncang di wilayah Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Rabu (25/9) sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibat perbuatannya  kedua pelaku ini terjerat pasal 303 KUHP tentang perjudian.

"Berawal dari Informasi dari masyarakat bahwa  ada perjudian jenis dadu guncang di Wilkum kita, mendapat info itu kami langsung memerintahkan Kanit Reskrim beserta anggota polsek Tanah Abang untuk melakukan penggerebekan," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni, Kamis (26/9).

Saat di lakukan penggerebekan diakui Sofyan memang benar adanya perjudian itu dan anggota Polsek Tanah Abang langsung melakukan penangkapan. Tersangka tidak melakukan perlawanan dan di dapati 2 (dua) tersangka yang memainkan dadu guncang tersebut setelah itu tersangka langsung di amankan ke Polsek Tanah Abang untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Adapun barang bukti yang di amankan, alat Judi Dadu Guncang 1(satu) set, 3 (tiga) buah tiang Lilin, 1(satu) kotak Lilin
juga uang tunai sebanyak Rp.285.000 (dua ratus delapan puluh lima ribu rupiah)," tandas Sofyan. (sn)
Share:

Surprise! Rara LIDA Kunjungi SMA 1 Prabumulih..

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Tiyara Ramadhani atau kerap disapa Rara LIDA sambangi sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 Prabumulih, Rabu (25/9) pagi sekitar pukul 09.00 wib. 

Ditemani sang Bunda, Tapyati dan kerabatnya, Dini Yuharlen, Rara LIDA mengambil ijazah, serta melakukan cap tiga jari pasca kelulusan sekolah beberapa waktu lalu. 

Kedatangan Rara LIDA tentunya membuat heboh para siswa di sekolah. Tak terkecuali para guru yang tengah melakukan rapat diruang Kepala Sekolah. 

Kehadiran Rara LIDA itu disambut senyum bahagia para guru yang seakan tak percaya Rara LIDA hadir ditengah-tengah mereka. 

Satu persatu para guru mendapat salaman, ciuman serta pelukan hangat dari putri kebanggaan Kota Prabumulih tersebut. 

Tak hanya itu, para gurupun menyempatkan diri untuk meminta foto bersama Rara. Dengan sabar, dara cantik inipun melayani permintaan orang-orang yang telah mendidiknya selama 3 tahun terakhir. 

"Hari ini alhamdulillah rara bisa pulang ke Prabumulih, bisa pergike SMA 1 prabumulih untuk cap 3 jari, ambil ijazah dan SKHU sambil bertemu guru-guru," Ujar Rara LIDA saat dibincangi sininews.com seusai melakukan cap tiga jari. 

Rara LIDA mengaku sangat senang bisa kembali ke sekolah dan bertemu para guru disekolah tersebut. "Senang banget bisa kesini lagi ketemu sama guru-guru terus juga salim-salim sama guru-guru," ungkapnya. 

Rara LIDA berharap SMAN 1 Prabumulih dapat terus menelurkan generasi-generasi unggul. Generasi-generasi penerus bangsa yang berprestasi. 

"Karena SMA 1 selalu menciptakan generasi unggul. Semoga SMA 1 lebih baik lagi, maju lagi, bisa menciptakan generasi penerus bangsa milenial yang lebih berprestasi lagi," terangnya.(SN)
Share:

Pentingnya Peran Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan



MUARA ENIM, SININEWS.COM - Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkesetaraan gender yang dilakukan sejak lama. Baik itu oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan organisasi masyarakat.

Salah satu yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim adalah dengan melaksanakan Paparan akhir penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengarustamaan Gender (PUG) di Hotel Griya Serasan, Rabu (25/9). 

Plt Bupati Muara Enim H Juarsah yang dalam hal ini diwakilkan oleh Assisten II Alparizal dalam sambutanya mengatakan, ini salah satu upaya mempercepat pencapaian tujuan pembangunan adalah mensejahterakan masyarakat baik laki laki maupun perempuan.

“Maka sejak tahun 2000 telah diterbitkan Inpres nomor 9 tahun 2000 tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional. Dan sejak saat itu upaya untuk mengintegrasikan aspirasi dan kebutuhan laki laki dan perempuan dalam proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi terus dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya lagi, berbagai upaya telah dan sedang dilalukan pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam membangun kesadaran gender dikalangan aparat pemerintah dan swasta yang salah satunya dengan kegiatan yang dilakukan hari ini. 

“Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini dapat membuka wawasan kita semua untuk lebih memahami arti dan pentingnya kesetaraan gender, sehingga percepatan kesetaraan dan keadilan gender di Muara Enim dapat tercapai,” terangnya.

Dengan demikian, lanjutnya lagi, diharapkan kedepan kualitas dan peran perempuan dalam pembangunan semakin meningkat untuk terwujudnya Kabuoaten Muara Enim yang merakyat, berdaya saing, mandiri, agamis dan Sejahteta.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Muara Enim, Herman mengatakan, peserta merupakan OPD yang menangani masalah perencanaan. Kegiatan ini sudah diawali pada bulan lalu. “saat ini kita fokuskan dengan perencanaan. Dan diharapkan tidak hanya di tingkat Kabupaten namun samapi ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, nara sumber yang dihadirkan adalah dari yayasan lembaga pengkajian dan pengembangan sumber daya pembangunan Semarang. Sementara peserta sendiri adalah seluruh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Muara Enim.
Share:

2,5 Persen Gaji Anggota TNI Biayai Pembangunan Rumah Angkasa


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Dari 2,5 persen gaji yang disisihkan oleh anggota TNI Yonif 141 AYJP yang dikelola oleh Baznas Muara Enim akhirnya bisa digunakan untuk membangun rumah salah satu kaum dhuafa yakni bapak Angkasa, warga Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, yang selama ini tinggal di gubuk yang menumpang di tanah warga.

Dikatakan Kepala Baznas Muara Enim, Syachril, bapak Angkasa dinilai layak menerima bantuan berupa bedah rumah bagi kaum dhuafa di wilayah Muara Enim karena unsur unsurnya memenuhi dan juga diusulkan oleh pihak dari kelurahan.

“Beliau ini tinggal sebatang kara setelah ditinggal wafat oleh almarhumah ibunya beberapa waktu yang lalu. Selain itu, mereka tinggal digubuk yang berada di salah satu tanah warga yang saat ini sudah dijual oleh pemiliknya. Jadi kami berikan bantuan ini kepadanya,” terang Syachril, yang diwawancarai usai pelaksanaan peletakan batu pertama bedah rumah, Rabu (25/9).

Dijelaskannya juga, dana yang digunakan merupakan zakat dari anggota Yonif 141 yang dipercakan kepada Baznas untuk mengelolanya. “Salah satunya kami salurkan untuk bedah rumah yang kita laksanakn hari ini,” tambahnya.

Pelaksanaan bedah rumah sudah dilaksanakan oleh Baznas sejak tahun 2017 dengan jumlah rumah yang sudah mendapatkan bantuan sebanyak 27 unit rumah. “Untuk tahun 2019, ini merupakan rumah yang ke 7 yang kita renofasi dan bangun,” terangnya.

Untuk dana yang dihabiskan guna pembangunan rumah ini adalah sebesar Rp 25 juta. Sedangkan lokasi pembangunan rumah merupakan tanah hibah yang diberikan oleh Bapak Muhadi seluas 4x6 meter kepada bapak Angkasa.

Sementaa itu, Mayor Infantri Ridwan Efendi dari Yonif 141 mengatakan berterima kasih kepada Baznas telah mengelola dan menyalurkan zakat dari anggotanya tepat sasaran sehingga apa yang mereka lakukan tidak akan sia sia.

“Karena kita tidak memiliki tim khusus untuk mencari dan mendaa siapa yang layak mendapatakan, maka kami menyerahkan semuanya kepada Baznas untuk mengelola zakat yang telah kami himpun tiap bulannya. Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa benar benar berguna dan bermanfaat,” tukasnya.

Selain melaksanakan peletakan batu pertama, pada kesempatan itu juga, anggota Yonif 141 bahu membahu melakukan pembongkaran terhadap rumah lama milik Bapak Angkasa yamg berad tidak jauh dari lokasi rumah barunya.

Selain itu, ini juga merupakan program Muara Enim Sejahtera yang mana bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dengan melaksnakan bedah rumah dan juga bantuan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara, Bapak Angkasa sang penerima bantuan merasakan rasa senang yang luar biasa. Pria yang sehari harinya sebagai penjaga kebun ini berterima kasih atas apa yang sudah diberikan kepada dirinya yang sebatang kara ini.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sejak ditinggal ibu dan istri meninggal dunia, saya tinggal sebatang kara dengan mengambil upahan menunggu kebun dan diperbolehlan tinggal di pondok yang ada di kebun,” tukasnya.
Share:

PNS Pemkab Muaraenim Harus Paham Sistem Informasi Geografis


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk Peningkatan Kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kabupaten Muaraenim dibidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Dinas PUPR Muaraenim menggelar kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Kabupaten Muaraenim Tahun 2019, bekerjasama dengan Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang, di Hotel Sintesa Muaraenim, Rabu (25/9).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Staf Ahli Ir H Febriansyah, dan dihadiri oleh pejabat Muspida dan Muspika Muaraenim dan para peserta dari perwakilan OPD terkait dan Pemerintah Kecamatan dalam Kabupaten Muaraenim. Untuk Narasumber dari Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang yakni Kepala Prodi PWK Fakultas Teknik Hendry Natanael Gumano ST. M.PWK, Kepala Prodi Survey dan Pemetaan Fakultas Teknik Firgus Ari Sondang, St, M.Eng dan Dosen Tetap Prodi Survey dan Pemetaan Fakultas Teknik Alpeus Manihuruk, S.Si, M.Sc.

"PNS terutama yang terkait SIG harus bisa dan paham," ujar Febriansyah.
Menurut Febri panggilan akrabnya, tujuan dari kegiatan pelatihan SIG adalah memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan terhadap konsep dan proses pengolahan data spasial. Mampu menyampaikan infomasi geograiis yang berkualitas yang diharapkan dapat membantu dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap rencana tata ruang guna mewujudkan penyelenggaraan penataan ruang yang lebih baik. 

Dikatakan Febri, Sistem Informasi Geografis (SIG) atau biasa disebut Geographic Information System (GIS) merupakan ilmu yang mempelajari tentang pemrosesan data spasial atau permukaan bumi dengan mengintegrasikan berbagai hardware dan software sehingga menghasilkan analisis keruangan yang komprehensif yang selalu berkembang seiringan dengan semakin majunya teknologi. Hal tersebut akan menjadi potensi dan tantangan tersendiri untuk perkembangan Sistem informasi geografis di masyarakat. Pelatihan SIG salah satunya yang dilaksanakan oleh Dinas Pekeljaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muaraenim bekerjasama dengan Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang dikhususkan untuk Peningkatan Kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kabupaten Muaraenim dibidang Sistem Informasi Geografis (SIG).

Dalam kegiatan pelatihan GIS ini, lanjut Febri, peserta diperkenalkan dan dilatih menggunakan perangkat lunak Sistem Infonnasi Geografis ArcGis dari ESRI untuk keperluan pengolahan data geospasial. Cakupan topik pelatihan ini meliputi Konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG), Pengenalan perangkat lunak GIS, Data spasial dan struktur data, Proyeksi dan sistem koordinat, Pembuatan data spasial dengan proses digitasi, Pembuatan data atribut,  Global Positioning System (GPS), Pengolahan data spasial, Pembuatan layout peta Perizinan. 

Ditambahkan Ketua Panitia Sobirin, Peta perinzinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah merupakan salah satu produk hukum dalam penyelenggaraan penataan ruang yaitu untuk mewujudkan keselarasan dalam suatu ruang sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Hal ini juga yang mendasari diselenggarakannya pelatihan Sistem Informasi Geografis regulasi perizinan yang di amanatkan sampai ke tingkat kecamatan mengharuskan adanya SDM yang memiliki kemampuan teknis sehingga mampu memberikan pelayanan yang handal kepada masyarakat. Kemampuan teknis dalam mengoperasikan Sistem Informasi Geografis adalah salah satu kemampuan sehingga tercapai tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan pelatihan ini.
Share:

Mengenal "Bujoan", Wisata Danau Buatan yang Dibangun Menggunakan Dana Desa

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Kota Prabumulih yang berada dikawasan Lintas Tengah Provinsi Sumatera Selatan dengan luas 421,6 km², 6 Kecamatan, 25 Kelurahan dan 12 Desa ini tak dianugerahi wisata alam, baik berupa pegunungan, bukit ataupun lautan.

            Karena tak memiliki wisata alam, Kota Prabumulih menjadi kota yang berupaya untuk membangun wisata dan tempat rekreasi buatan. Yang akhirnya kota yang dijuluki Kota Nanas ini, memiliki sejumlah wisata buatan baik yang dikelola dan dikembangkan oleh Pemerintah Kota, BUMN ataupun Pemerintah Desa.

            Walau bukanlah wisata alami yang menyajikan paronama keindahan alam. Keberadaan wisata lokal cukup menjadi hiburan bagi masyarakat dan keluarga. Danau Bujoan salah satunya.

            Danau bujoan, merupakan salah satu wisata buatan yang dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes), Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) yang dibangun dengan Dana Desa (DD) tahun 2018, dan dikelola oleh Bumdes.

            Dan meski berada dipedesaan, wisata yang jaraknya sekitar 20 menit dari pusat kota ini, menjadi wisata favorit dari masyarakat luar kota. Sebab selain jaraknya yang cukup srategis, danau wisata bujoan juga menyediakan sejumlah sarana dan prasarana rekreasi danau yang dilengkapi sejumlah wahana permainan, balon air, perahu bebek, perahu kayu serta perahu kayu.

            Dilokasi danau, Pagar bambu 1,5 dipasang mengelilingi danau. Tak ketinggalan gapura selamat datang, dengan ikon 2 ikan diatas gapura. Ada pula beberapa pondok kecil dipasang ditiap sudut untuk pengunjung bersantai sembari menyantap bekal.

Berekreasi di danau bujoan tak membuat kantong kering, pengunjung cukup merogoh belasan ribu sudah dapat menikmati wahana yang tersedia. 

“Murah tapi puas, perahu bebek jadi favorit anak-anak. Biasanya harus keluar kota untuk berlibur,”kata Dian warga Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan.

             Sementara itu Kepala Desa Karang Bindu Dedi Abson, menuturkan danau bujoan berasal dari kata ikan yang berjenis seperti gabus bernama "bujo". Dikarenakan didalam danau yang cukup luas dulunya banyak ikan bujo yang tak bisa ditangkap oleh warga.

            Malah dulunya, hutan disekitar danau menjadi salah satu lokasi yang tak pernah disentuh warga sebab terkesan angker.“Dulunya itu hanya rawa-rawa saja, lahan yang tak tersentuh warga sehingga menjadi hutan. Tapi akhirnya kita berinisiatif membangun embung desa (penampungan air) dengan dana desa. Yang akhirnya jadilah tempat wisata,” kata Dedi Abson.

             Keberadaan wisata danau bujoan kata Dedi, berdampak besar bagi desa yang dipimpinnya. Selain menambah pundi-pundi penghasilan desa, wisata danau bujoan juga menyerap tenaga kerja lokal, yang diantaranya merupakan Karang Taruna Desa. 

“Menguntungkan lagi, perekonomian warga menjadi menggeliat. Banyak pendatang yang berbelanja, warga jadi diuntungkan,” ucap Dedi.

            Saat ini, sejak danau bujoan yang dikelola dengan dana desa menjadi wisata. Ratusan warga datang ke desa Karang Bindu setiap harinya. Dan tentu saja, wisata danau bujoan dipedesaan tersebut menambah daftar wisata yang bisa anda kunjungi bila sedang berada di Kota Prabumulih.(SN)
Share:

Ember Pengolah Sampah Dipamerkan di TMKK

PALI,SININEWS.COM - Pelaku Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Peduli Sampah Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menemukan teknologi baru yakni berupa ember praktis pengolahan sampah yang langsung menghasilkan kompos.

Temuan baru tersebut dipamerkan pada kegiatan Bhakti sosial TNI Menunggal KB Kesehatan (TMKK) PKK dan IBI, Rabu (25/9) di Desa Raja Kecamatan Tanah Abang.

Bukan hanya ember pengolahan sampah, tetapi juga UPPKS yang dikomandoi Sumarni, menghasilkan juga ember penyaring tinja.

"Ember berkapasitas 10 liter, dimodifikasi sehingga sampah bisa didaur ulang menjadi kompos kering dan kompos cair. Begitupun ember penyaring tinja, yang mampu menghasilkan kompos cair untuk dijadikan pupuk," ungkap Sumarni didampingi sang suami Hanardono.

Dengan temuan itu, Sunarni mengaku bahwa bisa meningkatkan pendapatan anggotanya yang tergabung pada UPPKS peduli sampah.

"Sudah banyak pesanan, baik dari dalam PALI sendiri atau luar daerah. Karena selain kita jual secara umum, juga melalui media sosial dan kita sudah ada kerja sama dengan salah satu aplikasi penjualan online," tukas Sumarni.

Sementara itu, Yenni Nopriani, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI mengemukakan bahwa saat menggelar Bhakti sosial TMKK, bukan hanya memamerkan produk UPPKS, namun juga menggelar pelayanan KB, kesehatan dan pelayanan administrasi kependudukan.

"Kegiatan ini adalah program tahunan antara TNI dan DPPKBPPPA dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan, KB dan Adminduk bertujuan terlaksananya percepatan program KB dan dalam rangka upaya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, cerdas dan berkualitas," terang Yenni.

Kegiatan itu, dibuka langsung Bupati diwakili staf ahli, Kusmayadi, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Drs Waspi, Dandim 0404 MPP, sejumlah Kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI.(sn) 
Share:

Pelayanan Disdukcapil PALI Tanpa Batas

PALI,SININEWS.COM - Genjot warga Bumi Serepat Serasan untuk miliki administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus berupaya lalukan pelayanan tanpa batas.

Terbukti pada kegiatan Bhakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) PKK dan IBI di Desa Raja Kecamatan Tanah Abang, Rabu (25/9), gerai Disdukcapil PALI diserbu warga untuk melakukan kepengurusan administrasi kependudukan mereka.

"Iya, kami akan terus lalukan pelayanan baik itu di kantor kami maupun dengan cara program jemput bola atau pun ikut nimbrung di setiap kegiatan besar," ungkap Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI saat meninjau gerai pelayanan adminduk.

Pada kegiatan kali ini, diakui Rismaliza bahwa rata-rata warga mengurus akte kelahiran dan pembuatan KIA.

"Ada juga yang melakukan perekaman KTP elektronik, namun didominasi pembuatan KIA dan akte kelahiran. Dan alhamdulillah, dengan kegiatan ini kita dapat menggenjot masyarakat PALI untuk mengurus administrasi kependudukannya," tukasnya.

Rismaliza juga menyebut bahwa pada pelayanan administrasi kependudukan di Desa Raja, masyarakat yang mengurus KTP-el, Akte kelahiran atau perubahan Kartu Keluarga (KK) bisa langsung dicetak ditempat.

"Bisa langsung ditunggu, karena pelayanan kali ini, bisa dicetak langsung. Artinya, masyarakat yang mengurus tidak repot-repot lagi menunggu lama," tandas Rismaliza. (sn)
Share:

Diguyur Hujan, BPBD Nyatakan Kebakaran Lahan di PALI Berakhir

PALI, SININEWS.COM - Turunnya hujan sejak Senin sore (23/9) dan Selasa siang ini membuat puluhan titik api yang membakar lahan di beberapa wilayah Bumi Serepat Serasan akhirnya padam.

Hal itu dikatakan Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Kabakaran lahan yang selama kemarau tahun ini alhamdulillah sudah padam. Hingga saat ini kita zero titik hotspot, dimana masing-masing kecamatan  mayoritas sudah turun hujan," kata Junaidi kepada media ini, Selasa (24/9).

Namun demikian, BPBD masih tetap melakukan pemantauan. "Kita tetap pantau lokasi bekas kebakaran, sebab curah hujan saat ini masih rendah," tandasnya. (sn)
Share:

Tidak Lama Warga Benakat Minyak Gelar Istisqo' Hujan pun Turun

PALI,SININEWS.COM - Ratusan warga Desa Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tumplek di lapangan bola kaki desa tersebut, Selasa (24/9) sekira pukul 07.30 WIB yang digagas Pemerintah desa setempat.


Pada kegiatan itu tampak hadir Sekertaris Desa Benakat Minyak dan perangkat desa lainnya, Ketua BPD dan para anggotanya, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, kaum perempuan serta seluruh elemen dan lapisan masyarakat Desa Benakat Minyak.

Juga siswa/siswi baik dari SD, SLTP dan SLTA serta para dewan Guru turut hadir mengikuti kegiatan sholat istisqa' (meminta hujan).

Sedangkan untuk imam sekaligus khotib dalam pelaksanaan sholat Istisqa' yaitu ustadz Semar S.Pd.i dari Pendopo Talang Ubi. 

Dalam khutbah istisqa', ustadz Semar menyampaikan bahwa Air merupakan sumber penghidupan dari segala mahluk ciptaan Tuhan. 

"Allah SWT telah mengatur alam dan seisinya sesuai kehendak dan kuasa-Nya. Oleh sebab itu sebagai hamba Allah yang beriman kita semua wajib menjalankan perintah Nya dan mensyukuri segala kenikmatan dan karunia Allah SWT bukan malah ingkar dan kufur yang menyebabkan Tuhan murka," ujar ustadz Semar saat khotbah. 

Ustadz Semar juga mengingatkan dan mengajak semua jamaah untuk perbanyak istighfar, bertaubat dan memperbaiki atas segala kesalahan-kesalahan selama ini.

"Agar apa yang menjadi niat dalam Munajad kepada Allah SWT dapat dikabulkan dan menjadi karunia serta berkah bagi seluruh masyarakat Desa Benakat Minyak dan alam semesta," ajaknya. 

Sesaat setelah gelaran sholat istisqo' hujan pun turun mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Talang Ubi dan wilayah lain di Kabupaten PALI.

"Alhamdulillah tidak lama setelah kami bersimpuh, hujan pun turun. Meski tidak begitu deras namun sudah mampu menyiram dahaga kami akan rindu datangnya hujan. Dan kami berharap, dengan turunya hujan tadi, titik api yang sebelumnya membakar lahan disejumlah wilayah PALI bisa padam dan bencana asap bisa cepat berlalu," harap Siswono, Sekdes Benakat Minyak. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts