Peringati Hari Pahlawan, Ketua KPUD PALI: Jadilah Pahlawan Masa Kini


PALI, SININEWS.COM -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sunario ajak seluruh pegawainya untuk terus berinovasi dan berkarya sebagai wujud perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah berhasil direbut para pahlawan terdahulu. 

Hal itu dikatakan Sunario saat menjadi Inpektur upacara peringatan hari pahlawan, Minggu (10/11) di halaman kantor KPUD PALI. 

"Jadilah pahlawan masa kini dengan tidak letih berinovasi, tunjukan pengabdian kita dengan bentuk aksi-aksi nyata dalam memperkuat keutuhan NKRI," ucap Sunario. 

Karena dijelaskan Sunario bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak berada pada jaman penjajahan, tetapi bukan berarti tidak perlu berjuang. Sebab perjuangan bisa saja diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Dimana dahulu, para pahlawan kita berjuang untuk merebut kemerdekaan, saat ini kita harus berjuang mempertahankan kemerdekaan serta memajukan bangsa ini sebagai wujud menghargai jasa para pahlawan," tukasnya. 

Wujud menghargai para pahlawan juga ditunjukan dengan mengikuti upacara peringatan hari pahlawan. 

"Walaupun kegiatan kali ini bukanlah hal yang besar, namun membuktikan bahwa sebagai semangat juang para pejuang terdahulu tidak menurun. Juga dengan berdiri tegak ikuti upacara kita buktikan bahwa kita menghargai jasa pahlawan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya," terangnya. (sn)
Share:

Gelar Konser Mini di Citimall, Galuh Adiwinata Putra Prabumulih Pukau Penonton


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Penyanyi jazz muda asal Kota Prabumulih, Galuh Adiwinata gelar konser mini di atrium Citimall Kota Prabumulih, Sabtu, (9/11) malam, sekitar pukul 19.00 wib.

Konser mini tersebut merupakan rangkaian tour promo Album Galuh yang pertama setelah rilis pada 2018 lalu. "Tour sudah dilakukan dibeberapa provinsi termasuk Sumsel kita pilih Kota Prabumulih," ujar Harry Toledo, Director Music yang menaungi Galuh. 

Bukan tanpa alasan, dorongan kuat Harry terhadap Galuh tak lain karena alumni SMA Negeri 1 Prabumulih ini sendiri tercatat sebagai anggota Indonesia Bass Family (IBF) Kota Prabumulih.

"Saya berbuat begini karena galuh tidak seperti yang lain, dia berbeda bisa dipertanggungjawabkan. Jadi IBF Indonesia mensuport secara nasional jadi kita mempromosikan Galuh keseluruh indonesia," ungkapnya. 

Galuh juga merupakan satu-satunya penyanyi muda berbakat yang punya karakter suara berbeda dari yang lain. Begitupun pemilihan Genre lagu. Dimana Jazz saat ini tengah digandrungi di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya dan lain-lain.  

"Alhamdulillah perjuangannya cukup menggetarkan khazanah musik indonesia sehingga negara tetangga malaysia berkenan melihat konsernya Galuh," terangnya. 

Harry menuturkan kesuksesan Galuh dalam menapaki dunia musik serta tingginya antusias masyarakat yang hadir dalam konser mini tersebut, sekaligus menepis anggapan masyarakat yang menilai musik jazz kurang begitu disukai khususnya ditanah kelahiran Galuh sendiri di Prabumulih. 

"Siapa bilang Prabumulih tidak suka musik jazz. Buktinya malam ini penonton stanby dari awal sampai akhir. Jadi mereka intelektual musiknya berkembang, saya tidak senang kalau ada underestimate terhadap prabumulih, yang katanya prabumulih musik rock, musik dangdut. Itu tidak terbukti," tuturnya.

Harry menilai sambutan masyarakat terhadap penampilan Galuh malam tadi sangat luar biasa. Terbukti, selama konser berlangsung para penonton yang hadir terus bertambah hingga akhir acara. 

"Malam ini luar biasa responnya. Meraka suka semua. Dan musik yang saya sajikan untuk Galuh bukan yang mudah, di Jakarta musik yang kayak ini kelas 1," bebernya. 

Sementara itu, Creative Marketing Citimall Prabumulih, Tengku Hendra mengatakan mendukung penuh setiap kegiatan musik yang digelar di Citimall. "Apalagi Galuh kan putra asli Kota Prabumulih. Tentunya kita suport," kata Tengku. 

Dari pantauan, penampilan Galuh di Citimall sempat membuat heboh para pengunjung. Ana salah satu pengunjung mengaku sangat menyukai lagu-lagu yang dibawakan Galuh. "Awalnya saya mau nonton bioskop sama ponakan. Eh dengar Galuh nyanyi, kok asyik ya. Jadinya kita stay disini, gak jadi nonton," tambahnya.(sn1)
Share:

Kenalkan UNBK Melalui Simulasi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Guna suksesnya menghadapi ujian nasional (UN), sejumlah sekolah tingkat atas di Kabupaten Muara Enim sudah mulai gencar melakukan persiapan. Salah satunya seperti dilakukan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim.

Madrasah di Jalan Ampera, Kelurahan Pasar II tersebut, sejak Rabu (6/11/2019) telah melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kegiatan tersebut, akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (8/11/2019).

Kepala MAN 1 Muara Enim, Deni Ariani, S.Ag menjelaskan, simulasi setiap harinya dibagi menjadi tiga sesi, yang dimulai pada pukul 7.30 WIB untuk sesi pertama dan berakhir pukul 16.00 WIB untuk sesi terakhir.

Lanjut Deni, pada simulasi hari pertama diujikan mata pelajaran Bahasa Inggris, hari kedua mata pelajaran peminatan siswa, sedangkan hari terakhir dikhususkan untuk guru.

“Simulasi ini digelar untuk mengenalkan kepada siswa kelas XII tentang ujian berbasis komputer, tujuannya agar siswa tidak kesulitan saat mengisi identitas maupun tahapan menjawab soal pada ujian sesungguhnya,” kata Deni.

                Waka Kurikulum MAN 1 Muara Enim, Firmansyah, M.Pd menambahkan, pada simulasi tersebut dibuat mirip seperti pelaksanaan UNBK sungguhan. Hasil simulasi ini, akan menjadi cerminan kesiapan bagi peserta dalam menghadai UNBK yang akan digelar beberapa bulan lagi atau tepatnya pada 2020 mendatang.

                “Semoga pada pelaksanaan UNBK sebenarnya anak-anak tidak lagi menemui kendala, sehingga ujian ini bisa diikuti dengan lancar dan mendapatkan nilai yang maksimal,” harap Firmansyah.

                Sementara, Diky, salah satu siswa kelas XII yang juga peserta simulasi UNBK mengatakan, meski hanya simulasi, dirinya tetap mempersiapkan diri dengan baik. “Karena simulasi ini menjadi cerminan UNBK yang sesungguhnya, maka saya mempersiapkan diri dengan maksimal,” ucap dia.(SN)
Share:

Pungli Pecah Kaca Mobil Tangki Minyak Berhasil Diamankan Polisi

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pelaku Pungutan Liar (Pungli) dengan cara memaksa para korban untuk memberikan sejumlah uang disepanjang jalan lintas Prabumulih – Baturaja akhirnya berhasil ditangkap unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur, sabtu (9/11/19)

Pelaku dimaksud yakni M.Faisal Baihaki (21) warga Rt.01 Rw.01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan, dirinya diamankan petugas sekitar pukul 01.00 Wib dikediamannya yang saat itu sedang bersama kedua temannya

Faisal (21) diamankan petugas kepolisian berdasarkan laporan polisi No : LP/B-126/V/2019/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, Jumat,6 Mei 2019 karena melakukan pemerasan dan kekerasan dengan cara melempar kaca mobil Tangki yang dikemudikan Jepin Rainaki (22) warga Desa Mekar Jaya, Lampung 

Penangkapan pelaku yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Hendra Jaya berhasil mengungkap pelaku pungli dikediamannya, tanpa perlawanan pelaku kini digiring ke Polres Prabumulih untuk dimintai keterangan

Sementara itu, Kapolres Prabumulih I Wayan Sudarmaya, SIK,MH melalui Kanit Reskrim Hendra Jaya membenarkan penangkapan pelaku pungli disertai pemaksaan dan kekerasan

“benar pelaku sudah kita amankan, sekarang sudah di kantor untuk nanti dilakukan penyelidikan lebih lanjut” tegasnya (sn1)

Share:

Penyelesaian Konflik Perpecahan Bangsa dalam Persaingan antara Dua Kubu Capres Pasca Pilpres 2019

SININEWS.COM -- Negara Indonesia meilih sistem pemerintahan presidensiil yang sebenarnya memiliki kekurangan dan kelebihan dibanding sistem pemerintahan parlementer. Untuk presidensiil, kita tentu mengetahui jika rasa ketidakpuasan muncul dikalangan masyarakat, masyarakat Indonesia harus menunggu lima tahun berikutnya untuk memilih pemimpin yang akan menggantikan pemimpin yang terpilih. Namun, ada juga keuntungannya jika kita menggunakan sistem presidensial, dimana kondisi politik di pemerintahan bersifat stabil. Berkaca pada sistem parlementer yang PM-nya bisa mengeluarkan mosi tidak percaya di era Soekarno memperlihatkan bahwa parlemen kita saat itu belum siap untuk menggunakan sistem parlementer.

Ketidaksiapan ini, penulis analisis dari adanya unsur politik terlalu kuat dari kubu yang berkuasa di parlementer. Selama bukan golongan mereka yang memimpin di pemeritahan, maka parlemen akan mengeluarkan mosi tidak percaya. Seperti kabinet Djuanda yang dapat dikatakan berhasil dengan deklarasi Djuanda yang menetapkan batas garis pantai Indonesia menjadi 12 mil dihitung dari garis pantai pada waktu air laut surut. Namun, oleh karena beberapa hal, beberapa PM sering mendapatkan mosi tidak percaya dari parlemen dan membuat ketidakstabilan di pemerintahan dalam hal program kerja. Setelah memahami beberapa sebab itu, perlu dipahami adanya keinginan untuk memajukan bangsa harus diumulai dari kesadaran berpolitik di Indonesia yang harus mengedepankan kepentingan bersama.
Untuk itu, dalam rangka menghadapi tahun politik di 2019, masyarakat, pemangku kepentingan, kader partai dan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia diharapkan tidak bersikap fanatic terhadap golongannya yang bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga persatuan. Pada Pilpres, banyak pihak-pihak yang ingin ikut campur kedalam pesta demokrasi ini. Terkadang ada pola yang dibuat oleh pihak lain dengan menggunakan primordial agama. Prof Mahfud M.D menyatakan “ jangan sampai persatuan dan keutuhan bangsa dikorbankan demi kepentingan pihak yang ingin berkuasa dalam lima tahun kedepan pasca pemilu. Berfikir positif bahwa setiap pemimpim memiliki kekurangan dan kelebihan masing- masing bisa menjadi peredam isu yang muncul akibat perdebatan antara dua kubu yang bertarung dalam Pilpres.

Menjunjung tinggi nilai-nilai yang berdasarkan kepentingan bersama. Bagi bangsa Indonesia, multikulturalisme adalah suatu keniscayaan dan keharusan. Keragaman ras, suku, bahasa, budaya, dan agama merupakan ciri khas serta kelebihan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Namun, akhir-akhir ini ada kecenderungan dari sebagian warga bangsa dan kelompok masyarakat untuk mengingkari sifat multikultur yang sudah melekat pada bangsa Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Hal itu menyebabkan bangsa Indonesia kembali dihadapkan pada suatu situasi yang meresahkan, yaitu ancaman disintegrasi bangsa. perasaan yang mengikat kohesivitas persatuan masyarakat pulau adalah adanya rasa senasib sebagai satu bangsa.

Nilai itu secara luas tidak hanya diyakini sebagai landasan filosofis bersama, tetapi juga merupakan reaksi politis (Conversi, 2007: 73). Oleh karena itu, nasionalisme mencakup tiga proposisi antara lain; (1) Identitas nasional yang benar-benar merupakan bagian dari identitas pribadi; (2)
Adanya kewajiban yang terbatas kepada sesama warga negara; (3) Adanya klaim penentuan nasib sendiri secara politik (Conversi, 2007: 75). Memiliki identitas nasional berarti menganggap diri sebagai milik sebuah komunitas yang dibentuk oleh kepercayaan bersama, berada dalam satu cerita sejarah yang sama, bersifat aktif, terhubung dengan wilayah tertentu, dan ditandai dengan sifat yang khas oleh para anggotanya. Mengedepankan sikap guyub, gotong royong dan nilai-nilai kebersamaan.

Memperbaiki sistem pemilihan umum di Indonesia juga perlu dilakukan dalam menghadapi Pilpres yang semakin panas. Menurut Affan Gaffar memberikan parameter tentang sistem pemilu yang ideal, diantaranya: (1) demokrasi dalam sistem pemilu secara implisit dapat dilakukan secara adil adil dan jujur serta pemilu yang berkualitas; (2) out put pemilu harus berkualitas dan kompetitif serta akuntabilitas yang tinggi; (3) derajat keterwakilan dengan perimbangan antara pusat dan daerah; (4) peraturan perundang-undangan haruslah tuntas; (5) pelaksanaan pemilu bersifat praktis dan konkrit.

Secara sosiologis dan kultural masyarakat Indonesia memang merupakan masyarakat plural yang memiliki potensi besar bagi munculnya konflik dan perpecahan jika tidak dilandasi oleh multikulturalisme. Konsep ini serupa dengan “Bhinneka Tunggal Ika”.9 Meskipun masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang pluralistik dari sisi ras, etnis, bahasa, status sosial, kepercayaan, dan sebagainya, namun merupakan suatu kesatuan guna mencapai tujuan bersama dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Multikulturalisme biasanya fokus pada dialog kebersamaan, rasa toleransi, dan adanya kesetiaan untuk menjaga keberagaman di Indonesia. Salah satu aspek dari upaya merawat kebhinekaan adalah adanya perasaan bangga terhadap jati diri bangsa. Kebanggaan nasional dianggap sebagai konsekuensi logis atas keberhasilan negara dalam menyelenggarakan pembangunan nasional untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat. Hal-hal yang menghambat kemajuan politik di Indonesia dapat dijadikan sebagai referensi agar menemukan model yang terbaik dalam meghadapi pemilu yang rentan akan pemecah belah bangsa. Politik transaksional yang terjadi berlapis-lapis (bertingkattingkat), umumnya antara Partai Politik dengan Individu yang berniat menjadi Pejabat Publik, serta antara Partai Politik untuk pengisian posisi Pejabat Publik tertentu. Dikaitkan dengan Pemilihan Umum Anggota Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden), Politik transaksional bisa terjadi 4 sampai 5 kali, yakni: a) Pada saat mengajukan calon-calon anggota legislatif; b) Pada saat mengajukan calon Presiden dan calon Wakil Presiden karena ketentuan Presidential Treshold; c) Setelah diketahuinya hasil Putaran Pertama Pemilihan Umum Presiden (jika dibutuhkan Putaran Kedua); d) Pada saat pembentukan kabinet; e) Pada saat membentuk semacam koalisi di Dewan Perwakilan Rakyat yang kemudian menjadi sejenis prototipe untuk koalisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (tingkat I dan II), antara lain untuk alokasi jabatan dan sebagainya.

Biaya politik yang amat tinggi, mubazir, tidak dilaksanakan dengan transparan dan jujur oleh para pelaku dan donaturnya, serta tidak dapat diawasi dengan efektif oleh institusi yang berwenang melakukannya; Di dalamnya terdapat komponen biaya promosi/publikasi dan kampanye yang amat berlebihan (Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan bahwa untuk kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah Jawa Timur telah dihabiskan biaya sekitar 1 Trilyun Rupiah dalam acara “ILC” HUT TV One, 14 Februari 2013).
Politik uang yang meruyak. Akibat politik transaksional di antara elit politik dan para calon pejabat publik disertai penghamburan biaya politik yang amat berlebihan, akhirnya berlanjut dengan strategi instan “membeli suara publik” dan hal ini pada sisi lain dilihat sebagai kesempatan oleh sebagian publik untuk juga melibatkan diri dalam politik uang (money politics), baik untuk ikut serta dalam aneka acara kampanye dan pencitraan maupun untuk menawarkan pilihannya dalam suatu Pemilihan Umum. Korupsi politik yang memperlihatkan fenomena (poros) Pembiayaan Politik Partai dikaitkan dengan Komisi dari Anggaran Proyek Kementerian dan Lembaga yang umumnya dibahas/diputuskan di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat/Daerah. Sementara Pejabat Eksekutif menutupi biaya tinggi untuk transaksi memperoleh “tiket” atau “perahu” mengikuti Pemilihan Kepala Daerah, serta biaya pencitraan dan kampanye yang tinggi, dengan mengalokasikan proyek-proyek di daerahnya khususnya terhadap sumber daya alam dengan nuansa praktik balas budi terhadap donatur atau praktik koruptif lainnya. Hal ini juga diperkuat dengan Pernyataan Tokoh- Lintas Agama pada September 2012 yang menyebut dan mengaitkan korupsi politik sebagai akibat sistem pemilihan umum yang terjadi saat ini.

Selain itu, Tidak ditegakkannya atau diperkuatnya sistem presidensial yang sesungguhnya. Di dalam sistem Pemerintahan Presidensial terdapat beberapa prinsip, antara lain: 1) Kepala negara menjadi kepala pemerintahan (eksekutif); 2) Pemerintah tidak bertanggung jawab kepada Parlemen (DPR) karena Parlemen dan pemerintah sejajar; 3) Menteri-menteri diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden; 4) Eksekutif dan legislatif sama-sama kuat. Sistem pemerintahan Republik Indonesia berdasarkan UUD 1945 adalah Sistem Presidensial. Beberapa ciri penting Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia antara lain: Presiden memegang kekuasaan Pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar (vide Pasal 4 ayat 1 UUD NRI 1945),presiden dan wapres dipilih langsung oleh rakyatnya (vide Pasal 6A ayat (1) UUD 1945), Masa jabatannya tertentu (vide Pasal 7 UUD 1945), Presiden dan Wakil Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen (melainkan langsung bertanggung jawab kepada rakyat), dalam hubungannya dengan parlemen presiden tidak tunduk kepada parlemen, dan tidak dikenal adanya pembedaan fungsi kepala negara dan kepala pemerintahan.
Kesimpulan

Dalam menghadapi Pemilihan presiden di tahun 2019, perlu difokuskan oleh kedua kubu untuk tidak menggunakan isu SARA, penyebaran hoax, dan berbagai hal yang dapat memicu munculnya perpecahan dikalangan masyarakat. Indonesia dengan multikulturalisme serta kemajemukan masyarakatnya jangan sampai terpecah belah oleh karena hal berbeda pendapat tentang calon yang akan diusung. Jangan sampai kepentingan politik berada diatas kepentingan masyarakat. Untuk para pemimpin bangsa dan calon pasangan yang akan berkompetisi di Pemilu 2019, diharapkan mengedepankan dialog untuk kemajuan bangsa dan solusi yang bersifat membangun. Dibandingkan sibuk mencari kesalahan kekurangan dari kubu lawan, alangka baiknya memberi solusi demi Indonesia yang lebih maju. Untuk merefleksikan masyarakat Indonesia pasca Pilpres tahun 2019, pemerintah dan segenap elite politik diharapkan menyudahi isu-isu yang belum jelas kebenarannya di tahun mendatang setelah menemukan pemimpin bangsa yang menang dalam pesta demokrasi tahun 2019.

Cerdas dan berbudi luhur pada dasarnya sangat mungkin diaplikasikan dalam aktivitas politik agar dapat menciptakan wajah pepolitikan yang santun, bertanggung jawab, jujur, toleran, welas asih, dan gotong royong. Namun upaya ke arah tersebut membutuhkan kualitas manusia yang utama dan hal itu dapat dikonstruksi dengan mengajarkan dan mengamalkan nilai-nilai kebudiluhuran serta menaati perintah dan menjauhkan laranganlarangan Tuhan. Mari kita perjuangkan perilaku politik di negeri Indonesia tercinta ini secara cerdas dan berbudi luhur. (Umaimah Wahid 2018)
Share:

Kurang dari 24 Jam Polsek Talang Ubi Ungkap Perampokan SPBU Simpang Tais, Satu Pelaku Tewas

PALI, SININEWS.COM -- Kasus perampokan SPBU 24.312.138 yang ada di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dimana kejadiannya pada Jumat (8/11) sekitar pukul 12.00 WIB kemarin akhirnya terungkap.

Satu dari empat kawanan perampokan, yakni berinisial DA dari ketengan polisi warga Talang Baru Kecamatan Talang Ubi berhasil diamankan petugas Polisi Sektor (Polsek) Talang ubi kurang dari 24 Jam.

Pelaku yang merupakan Target Operasi Polisi dan diduga kuat sebagai tersangka sejumlah kasus di wilayah hukum Polsek Talang ubi di amankan di rumah kontrakannya di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang ubi, berjarak kurang lebih 1 KM dari lokasi kejadian.

"Dengan berbekal rekaman kamera pengawas CCTV di SPBU tersebut dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, pelaku memenuh kriteria yang dimaksud. Pelaku diamankan pada Jumat sore dan tanpa perlawanan," ungkap Kapolres Muara Enim, Melalaui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan ST melalui Kanit Reskrim Ipda M Arafah SH, Sabtu (9/11/2019).

Ditambahkan Kanit, saat dilakukan penyelidikan terhadap pelaku DA, pelaku mengeluh sesak napas dan dihentikan. Sehingga pada Sabtu pagi pelaku dilarikan kerumah sakit, setelah mendapatkan perawatan sekitar 2 jam, nyawa pelaku tidak terselamatkan.

"Pelaku tewas karena riwayat penyakit yang diidapnya, dan pelaku saat ini telah kita pulangkan kerumah duka. Untuk catatan, pelaku merupakan TO dan diduga terlibat pada sejumlah kriminal di wilayah hukum Polsek Talang Ubi. Pelaku juga merupakan resedivis 365 tahun 2008 hingga 2017 dari lapas Nusa Kambangan dan tidak segan menghabisi nyawa korbannya," tambahnya.

Saat ini, lanjut Ipda Arafah, pihaknya masih mengejar ketiga pelaku yang identitasnya telah dikantongi. Dan saat mengamankan pelaku DA petugas mengamankan satu pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) dan tiga amunisi aktif.

"Barang bukti kita amankan berupa pakaian, tas, sepatu dan Senpira yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya," pungkasnya. (sn) 
Share:

HEBAT, IRIADI DT TUMANGGUNG DIDUKUNG ALEX NOERDIN


JAKARTA, SININEWS.COM - , Sosok Iriadi Dt Tumanggung yang maju dalam Pilbup Solok tahun 2020 mendatang terus memperoleh dukungan banyak kalangan. Walau selama ini banyak bertugas di luar Sumatera Barat, Iriadi sangat memperhatikan tanah kelahirannya.

Selama 35 tahun sampai saat ini, Iriadi mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara di Sumatera Selatan. Berbagai jabatan penting pernah diembannya seperti Kacabdin Pertanian Pasang Surut Kabupaten Musi Banyuasin, Kabag Pemerintahan Kantor Pembantu Gubernur Wilayah Musi Banyuasin, Sekretaris KPU Kabupaten Musi Banyuasin selama 11 tahun, Kepala Samsat Kota Palembang dan saat ini masih menjabat sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan.

Mantan Gubernur Sumsel 2 periode yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin mengakui kemampuan Iriadi dalam menjalankan tugasnya sebagai ASN. Dirinya melihat Iriadi memiliki kemampuan manajerial tinggi dan selalu dapat melaksanakan tugas dengan tuntas dan baik.

“Sejak saya menjabat Bupati Musi Banyuasin sudah cukup mengenal sosok Iriadi ini. Penilaian saya, beliau (Iriadi –red) sangat berpengalaman dan mumpuni. Malah saat menjabat Gubernur, Iriadi menjadi Kepala UPTD Samsat yang berhasil gemilang dengan memaksimalkan target pemasukan pajak sebesar Rp 100 miliar perbulan. Ini tentunya sebuah prestasi tersendiri, “ tutur Alex Noerdin kepada awak media, Sabtu (9/11) pagi.

Ditambahkan Alex Noerdin yang pada tahun 2005 telah diberi gelar Dipertuan Datuk Sri Baginda dari Yang Dipertuan Agung Raja Alam Pagaruyung ini, dirinya mengapresiasi positif pencalonan Iriadi sebagai Bupati Solok mendatang. 

“Saya sangat memahami karakter masyarakat Minang yang tidak sembarangan dalam memiliki pemimpin. Tentu dengan terlebih dulu melihat track record para kandidat yang ada. Nah, Iriadi ini merupakan sosok yang berpengalaman dalam birokrasi dan memiliki pergaulan luas baik di lembaga legislatif maupun eksekutif. Saya rasa cocok untuk kebutuhan Kabupaten Solok sekarang ini,” ujar Alex Noerdin yang juga Ketua Partai Golkar Sumsel ini.

Terpisah, Iriadi menyatakan dukungan yang diberikan Alex Noerdin merupakan spirit baginya untuk meraih kemenangan dalam Pilbup tahun 2020 mendatang. “Saya banyak belajar dari kepemimpinan Pak Alex Noerdin baik sebagai Bupati Musi Banyuasin terutama saat beliau menjabat Gubernur Sumsel 2 periode,” ujarnya.

Menurut Iriadi, salah satu keberhasilan Alex Noerdin mampu menarik investor dan dana dari Pusat untuk membangun Sumsel. “Kalau hanya mengandalkan APBD Sumsel, tentu tidak seperti yang dapat kita lihat sekarang ini hasilnya. Contoh nyata, Sumsel atau Palembang pertama kali di Indonesia yang memiliki LRT. Bayangkan berapa triliun dana yang digelontorkan untuk membangunnya? DIpastikan jika menggunakan dana APBD tentu tak akan mampu,” tambah Iriadi lagi.
Maka itu, tutur Iriadi yang memiliki kuda pacu bernama Dewi Gunung Talang dan pernah menjuarai lomba pacuan kuda di Bukit Tinggi ini, dirinya akan mengadobsi kemampuan kepemimpinan Alex Noerdin yang mampu membawa nama Sumatera Selatan dalam kancah internasional.

“Solok ini sangat banyak potensinya. Di samping mengoptimalkan produksi bareh solok (beras unggulan dari Solok), saya juga akan mengembangkan kawasan danau Singkarak sebagai kawasan wisata nasional yang dilengkapi resort dan hotel berbintang. Jika kawasan ini maju dan mampu menarik banyak wisatawan lokal dan mancanegara tentunya perekonomian masyarakat akan semakin meningkat,” kata Iriadi.

Di samping itu, Iriadi juga melirik potensi besar produksi sayuran di lahan sejuk yang berlokasi di Alahan Panjang, kampung kelahiran mantan Bupati Solok  mantan Gubernur Sumbar dan mantan Mendagri Gamawan Fauzi.(sn1)
Share:

Kembali Persembahkan Prestasi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan sejumlah siswa-siswi SMA Negeri 1 Ujan Mas, kali ini prestasi didapat dari Gebyar SMANSAGEL yang diselenggarakan SMA Negeri 1 Gelumbang, belum lama ini.

                Prestasi yang dibawa pulang pada ajang ini meliputi, juara II vokal solo oleh Aldi Pratama, juara I LTBB campuran, juara II LTBB putri, juara harapan III LTBB putri, dan juara I lompat jauh putra diraih oleh Alvin Dwi Anugrah.

                Disamping itu, salah satu siswi atas nama Seni Iryani, turut pula berprestasi dengan memperoleh juara harapan III pada lomba menulis cerpen yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga Muara Enim dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kepala SMA Negeri 1 Ujan Mas, Penderizal, S.Pd., M.M bersyukur anak didiknya terus beprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Lewat prestasi yang diraih ini, nantinya bisa digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sekaligus memotivasi siswa-siswi yang lain untuk juga berprestasi.

                “Alhamdulillah, anak didik kita kembali mempersembahkan piala juara, kali ini diraih pada ajang Gebyar SMANSAGEL yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Gelumbang dan lomba menulis cerpen yang digelar Dispora Muara Enim,” ungkap Penderizal, Jumat (8/11).

                Penderizal menyebut, sekolah selalu memberikan dukungan kepada siswa untuk pengembangan bakat. Sekolah bahkan memberikan fasilitas agar siswa lebih leluasa mengikuti latihan untuk mengasah kemampuan di bidang masing-masing.

                “Untuk pengembangan bakat dan minat, di sekolah diadakan sejumlah kegiatan organisasi serta ekstrakurikuler, seperti paskibra, pramuka, dan masih banyak yang lainnya. Jadi siswa boleh memilih ekskul yang disukai,” papar dia.

                Dia berharap, dengan adanya kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler di sekolah, dapat mengambangkan bakat yang kemudian disalurkan pada setiap perlombaan yang diikuti, baik di lingkungan sekolah sendiri maupun luar sekolah.


                “Lewat upaya ini, kami berharap akan semakin banyak prestasi yang diraih anak-anak, sehingga prestasi itu akan membawa harum anak itu sendiri dan tentunya nama sekolah,” tutupnya.(SN)
Share:

Empat Kawanan Perampok Satroni SPBU Simpang Tais, Satu Karyawan Tertembak

PALI -- SPBU yang ada di Desa Simpang Tais disatroni empat kawanan perampok bersenjata api pada Jumat (8/11) sekitar pukul 12.00 WIB saat kondisi di SPBU tersebut sepi dan hendak tutup karena karyawannya akan menunaikan sholat Jumat.

Dari keterangan Abdi (37), salah satu karyawan SPBU, ketika kejadian, dirinya hendak menutup aktivitas SPBU, tetapi tiba-tiba empat kawanan perampok datang  menghampiri Abdi dengan wajah ditutup cadar.

"Ketika empat orang itu datang dengan menggunakan dua sepeda motor, kemudian saya tanya, mau apa?, salah satu dari mereka menjawab, mau nodong dan langsung mengacungkan pistol ke arah paha, dan tanpa tanya lagi langsung menembak paha saya kemudian memukul kepala saya menggunakan gagang pistol itu," kata Abdi saat ditanya media ini di ruang IGD RSUD Talang Ubi.

Setelah salah satu pelaku menembak dan memukul, diakui Abdi salah satu pelaku lainnya menarik tasnya.

"Empat orang itu turun semua dari motor, dan saya lihat ada dua orang acungkan pistol. Setelah itu tas saya ditarik dan mereka langsung kabur," tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan membenarkan kejadian tersebut. "Kita sudah ke TKP dan saat ini tengah melakukan pengejaran," katanya singkat. (sn)
Share:

Cegah Kecelakaan Pelajar, Polisi Datangi Sekolah


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Satlantas Polres Muara Enim lakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Ujan Mas. Sosialisasi ini, juga bersamaan dengan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74 tahun 2019.

Lewat sosialisasi yang dihadiri langsung Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Feby Febriyana diwakili Kanit Dikyasa Ipda Aming Iriana dan beberapa anggota Satlantas tersebut, sebagai upaya menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan pelajar secara langsung.

Ipda Aming Iriana mengatakan, sosialisasi ini sangat penting dilakukan agar pelajar memahami peraturan berkendara hingga tercipta keselamatan sekaligus menekan angka kecelakaan.

Lebih lanjut, kata Aming, sosialisasi ini terus digencarkan, karena masih banyak ditemui siswa yang menggunakan angkutan umum dengan cara naik ke atas atap mobil maupun bergelantungan di bagian belakang mobil, serta banyak juga siswa SMP yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

“Sosialisasi kita gencarkan karena kita peduli terhadap keselamatan siswa berikut sopir angkutan umumnya. Jangan sampai sudah terjadi kecelakaan, kita baru mau peduli. Kami juga minta kepada orang tua, supaya jangan memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup usianya,” pesan Aming dalam kesempatan itu.

Jika imbauan yang diberikan ini masih dilanggar, Aming menegaskan akan menidak sopir yang tetap bandel menaikkan pelajar di atas atap mobil, serta menindak anak-anak yang belum memiliki SIM namun sudah membawa kendaraan bermotor. “Kalau masih nekat melanggar, kita beri sanksi tegas,” sebut Aming.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Ujan Mas, Ipan Darmanto menyampaikan, pihaknya sangat senang kehadiran anggota Satlantas Polres Muara Enim untuk memberikan penyuluhan tentang keselamatan berlalu lintas.

“Kami menyambut baik kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres Muara Enim telah memberikan imbauan kepada siswa kami akan bahaya naik ke atas atap mobil dan bergelantungan. Karena kita sudah terus himbau, namun masih tetap terjadi,” ucap Ipan.


Masih kata Ipan, terkait permintaan Satlantas Muara Enim untuk bertemu dengan wali murid, mereka siap memfasilitasinya. “Insya Allah nanti jika kita ada pertemuan dengan wali murid, kita juga akan undang Satlantas agar dapat memberikan informasi betapa pentingnya tertib berlalu lintas dan larangan memberikan sepeda motor pada anak-anak,” pungkasnya.(SN) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts