Gegara Ini Jembatan Sementara Talang Bulang Dikeluhkan Warga

PALI --  Pembangunan jembatan di jalur lintas PALI-Simpang Belimbing Kadipaten Muara Enim yang berada di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini dikeluhkan pengguna jalan.

Lantaran pembangunan yang dibiayai menggunakan APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 tersebut pada jembatan daruratnya kerap mengintai keselamatan pengendara.

"Pernah besi yang mengapit papan terputus dan terlindas ban motor mengakibatkan ban pecah. Padahal jembatan darurat itu pengganti akses masyarakat beraktivitas sebelum pembangunan jembatan selesai, yang seharusnya diperhatikan agar aktivis warga lancar," ungkap Ali, salah satu pengguna jalan asal Talang Ubi yang sering berlalulalang pada jalur tersebut, Senin (11/11).

Keluhan sama diutarakan Ardi, warga Teluk Lubuk Kabupaten Muara Enim yang setiap hari harus menuju kota Pendopo PALI untuk bekerja.

"Pernah jembatan sementara itu ambrol dan lalulintas sempat terputus. Sekarang ini jembatan sementara itu banyak besi penjepit papan putus dan tentu pengendara harus berhati-hati apabila melintas diatas jembatan itu," keluhnya.

Terpisah, Safirin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten PALI meminta pihak pelaksana untuk mengontrol kondisi jembatan sementara secara berkala.

"Yang saya ketahui, pekerjaan pembangunan itu dilaksanakan pihak PT Atar Lubung dengan anggaran yang tertera pada papan proyek lebih kurang Rp 6,7 M. Dengan adanya keluhan masyarakat, kami berharap pihak pelaksana mengontrol kondisi jembatan, kalau ada yang rusak segera perbaiki, jangan hanya fokus pada pembangunan saja," kata anggota dewan dari PKS itu. (sn) 
Share:

Ada 200 Formasi CPNS di PALI, Sekda Himbau Pelamar Jangan Tergiur Iming-iming Palsu

PALI -- Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sudah dimulai. Tetapi untuk penyerahan lamaran mekanismenya seperti seleksi tahun lalu, yakni pendaftaran CPNS 2019 dilakukan secara terpusat di portal sscasn.bkn.go.id.

Untuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PALI, Deasy Rosalia menyebutkan bahwa ada 200 formasi tersedia.

"157 formasi tenaga pengajar atau guru, 20 formasi tenaga medis dan 23 formasi untuk tenaga teknis. Untuk di PALI, penerimaan berkas pendaftaran mulai Selasa (12/11) yang langsung diakses ke portal yang tersedia," ungkap Deasy, Senin (11/11). 

Semenara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI, Syahron Nazil menuturkan bahwa untuk penerimaan CPNS di PALI diutamakan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"40 persen dari CPNS dan 60 persen dari PPPK. Memang kita utamakan PPPK atau TKS. Namun, kedisiplinan (absensi) harus berimbang dengan kemampuan. Jadi benar-benar berkompetisi yang selektif, meski ada juga penerimaan untuk umum," jelasnya. 

Dalam penerimaan CPNS ini, Sekda mengimbau kepada para pelamar yang membutuhkan informasi mengenai CPNS jangan mudah percaya dengan isu yang tidak benar. 

"Silahkan bertanya ke BKPSDM kalau ada yang belum jelas. Jangan percaya iming-iming palsu dari oknum yang menjanjikan langsung masuk atau lolos seleksi. Sebab saat ini, untuk masuk seleksi semuanya online," pesan Sekda. (sn) 



Share:

Bawa Pulang Trophy Festival Seni Nasyid

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Grup Nasyid Nasya Voice One Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim, berhasil meraih juara III pada Festival Seni Nasyid tingkat kabupaten yang diselenggarakan Pemkab Muara Enim dalam rangkaian menyambut HUT ke-73 Muara Enim tahun 2019, di Taman Adipura Muara Enim, Sabtu 2 November lalu.

                Kepala MAN 1 Muara Enim Deni Ariani, S.Ag melalui Waka Humas Widiawaty, S.Pd mengatakan, festival tersebut diikuti empat siswi yang tergabung dalam grup nasyid, grup ini di bawah bimbingan Elvina Sera Fitria dan dibantu oleh Fhadhilil.

                “Alhamdulillah, berkat latihan rutin yang telah dilaksanakan anak-anak selama ini, mereka berhasil meraih juara III, dengan membawa pulang hadiah berupa trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan,” kata Widia, Minggu (10/11).

                Widia menyebut, prestasi ini membanggakan nama madrasah. Untuk itu, ia berharap ke depan gelar juara tersebut dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi. “Supaya bisa dipertahankan, kami selalu ingatkan anak-anak agar tidak lelah untuk berlatih, sehingga kemampuannya terus terasah,” imbuh dia.

                Selain membanggakan, prestasi di bidang non akademik ini turut pula menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk juga berprestasi pada bakat masing-masing. “Semoga anak-anak yang lain juga termotivasi oleh raihan grup nasyid ini,” tukas dia.

                Sementara itu, Siti Maryani, salah satu anggota Grup Nasyid Nasya Voice One MAN 1 Muara Enim, mengaku bangga grupnya mampu mempersembahkan prestasi baru untuk madrasah. “Dengan didapatnya juara ini juga memotivasi kami agar ke depannya mampu mendapatkan juara pertama dalam ajang yang sama,” ucap Siti Maryani.(SN)
Share:

Menteri PMK Muhadjir Effendy resmikan Pembangunan SMK Aisyiyah di Desa Tanjung Telang

Foto : Menteri PMK Prof.Dr.Muhadjir Effendy, M.A.P saat Kunker dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMK Aisyiyah di Desa Tanjung Telang
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof.Dr.Muhadjir Effendy, MAP sekaligus Peletakan Batu Pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Aisyiyah Insan Utama di Desa Tanjung Telang, Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih dipadati masyarakat, minggu (10/11)

Dalam kunjungan tersebut Menteri PMK RI didampingi pejabat tinggi Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Asisten 1 dan Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM beserta Wakil H.Andriansyah Fikri, SH juga turut hadir para pendiri SMK Aisyiyah Kota Prabumulih dan para tamu undangan masyarakat Desa Tanjung Telang

Kegiatan Kunker Menteri juga disambut meriah oleh anak-anak TK Aisyiyah 1 Kota Prabumulih dengan grup musik (drum band) yang mengiringi jalannya acara

Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM dalam sambutannya mengatakan saat ini Pemerintah Kota Prabumulih terus mengembagkan program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya di dunia pendidikan, Ridho menyampaikan kepada ketua Muhammadyah itu saat ini Prabumulih telah banyak melakukan perubahan seperti pembangunan tempat ibadah, program gas alam rumah tangga dan lainnya

Tak hanya itu orang nomor satu di bumi seinggok sepemunyian itu telah memberikan sinyal bantuan untuk sekolah SMK Aisyiyah yang baru dibangun itu 

“kita siap bantu pembangunan masjid atau pembangunan lokal kelas, sisanya nanti mintak sama pak menteri” ucapnya dalam sambutan 

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof.Dr.Muhadjir Effendy, M.A.P mengapresiasi Pemerintah Kota Prabumulih dibawah tangan dingin Ridho Yahya dalam mengelola sumber-sumber alam dan energi yang ada di Kota Prabumulih

“Dari paparan tadi saya bangga dengan bapak, bukan tidak mungkin bagi walikota untuk bisa memberikan bantuan untuk SMK Aisyiyah” candaanya

Disinggung mengenai bantuan pembangunan sekolah mantan Menteri Pendidikan ini akan mengupayakan komunikasi dengan Mendikbud saat ini untuk segera dibantu pembangunan sekolah Aisyiyah yang ada di Desa Tanjung Telang

“nanti kita coba bantu komunikasi dengan Menteri Pendidikan ya, semoga saja bisa dibantu dianggarkan, untuk sekarang kita bantu do’a saja dulu” tutupnya

Serangakaian acara yang dilanjutkan simbolis peletakan batu pertama pembangunan SMK Aisyiyah di Desa Tanjung Telang Kota Prabumulih dan Pemeberian bantuan dana Pendidikan kepada beberapa siswa SMK senilai Rp.1 juta perorang (SN1/Adv)

Share:

Hebat! Musik Jazz, Antar Galuh Adiwinata Tembus Amerika dan Eropa

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Perjuangan Galuh Adiwinata dalam menapaki dunia musik sejak satu tahun terakhir berbuah manis. Sejak peluncuran single hingga perilisan album pada 2018 lalu, lagu-lagu bergenre Jazz yang dinyanyikan Galuh kini sudah diterima di Amerika, Eropa serta beberapa Negara besar di Asia. 

Bahkan, dari data terakhir pendownload lagu di Asean sudah naik hingga 38 persen. Kesuksesan Galuh tersebut tentu tak lepas dari konsistensinya didunia musik, serta tangan dingin Director musik, Harry Toledo dalam mengarransemen lagu dan dukung Indonesia Bass Family (IBF) diseluruh Indonesia.  

"Alhamdulillah perjuangannya cukup menggetarkan khazanah musik Indonesia," ujar Harry, Sabtu (9/11).  

Performa apik Galuh selama bernyanyi juga salah satunya berkat kehadiran musisi handal seperti Irwandi yang merupakan solo gitar terbaik yang pernah bermain sama Once, Semi Simorangkir, Judika.

"Kita sama Galuh, program tahun depan keluar negeri, target Asean," ungkapnya.
Harry menuturkan pencapaian itu, untuk sekelas pendatang baru seperti Galuh tidaklah mudah. Apalagi ia merupakan putra daerah Prabumulih yang belum banyak dikenal di Indonesia. 

"Jadi kalau ini tidak disuport sayang banget. Seharusnya pemerintah daerah khususnya dinas pariwisata harusnya bisa mendukung putra daerah seperti ini," kata Harry.

Menurut Harry, telenta yang dimiliki Galuh sangat jarang ditemui khususnya di Kota kecil seperti Prabumulih. Penyanyi bergenre Jazz biasanya hanya muncul di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya. 

"Kalau ini tidak di suport sangat sayang sekali, karena sangat sulit bisa tampil seperti ini. Saya belum melihat itu yang jelas promotor Galuh masih disuport dari IBF Indonesia, kalau dari Pemda saya belum tahu," terangnya. 

Harry menilai belum adanya suport Pemerintah terhadap Galuh karena Pemerintah masih berfikir musik Jazz yang merupakan musik internasional kurang begitu diminati di Prabumulih, lain halnya dengan musik dangdut dan lainnya. 

"Sebenarnya saya yakin Pemerintah daerah mungkin khilaf. Perkiraannya prabumulih itu seperti dulu. padahal anak muda yang ada di prabu sudah kenal milenial, sudah kenal musik jazz dunia, sudah kenal event RnB. Kita lihat tadi luar biasa," bebernya. 

Ditanya apabila Pemerintah meminta Galuh untuk tampil dalam pembukaan Porprov, Harry menegaskan pihaknya siap untuk hadir. "Kalau diminta hadir kita siap datang," tegasnya. 

Sementara, Galuh Adiwinata saat dibincangi sininews.com berharap kedepannya masyarakat Prabumulih bisa lebih menerima musik Jazz. "Saya berkarya juga jujur, saya membawa nama Prabumulih dengan bangga di jakarta. Karna jarang banget orang tahu, orang tahunya Palembang," terangnya. 

terlepas dari itu, Galuh sendiri memiliki cita-cita ingin membanggakan Kota Prabumulih baik dikanca Nasional maupun Internasional melalui musik Jazz.

"Januari nanti In syaa Allah ada undangan di  Kuala Lumpur Malaysia dan johor Baru International Jazz Festival. Saya jadi bintang tamu mewakili Indonesia," ucapnya. 

Dari pantauan, disela-sela penampilannya bernyanyi dengan bangga Galuh mengenakan baju basket kebanggaanya untuk mengenang masa-masa dirinya ikut serta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) beberapa tahun lalu. 

"Saya kesini hanya bawa satu baju. Ini waktu saya ikut Porprov dan alhamdulillah bisa  membawa nama Prabumulih ketingkat Nasional," pungkasnya. (SN)
Share:

Peringati Hari Pahlawan, Ketua KPUD PALI: Jadilah Pahlawan Masa Kini


PALI, SININEWS.COM -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sunario ajak seluruh pegawainya untuk terus berinovasi dan berkarya sebagai wujud perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah berhasil direbut para pahlawan terdahulu. 

Hal itu dikatakan Sunario saat menjadi Inpektur upacara peringatan hari pahlawan, Minggu (10/11) di halaman kantor KPUD PALI. 

"Jadilah pahlawan masa kini dengan tidak letih berinovasi, tunjukan pengabdian kita dengan bentuk aksi-aksi nyata dalam memperkuat keutuhan NKRI," ucap Sunario. 

Karena dijelaskan Sunario bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak berada pada jaman penjajahan, tetapi bukan berarti tidak perlu berjuang. Sebab perjuangan bisa saja diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Dimana dahulu, para pahlawan kita berjuang untuk merebut kemerdekaan, saat ini kita harus berjuang mempertahankan kemerdekaan serta memajukan bangsa ini sebagai wujud menghargai jasa para pahlawan," tukasnya. 

Wujud menghargai para pahlawan juga ditunjukan dengan mengikuti upacara peringatan hari pahlawan. 

"Walaupun kegiatan kali ini bukanlah hal yang besar, namun membuktikan bahwa sebagai semangat juang para pejuang terdahulu tidak menurun. Juga dengan berdiri tegak ikuti upacara kita buktikan bahwa kita menghargai jasa pahlawan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya," terangnya. (sn)
Share:

Gelar Konser Mini di Citimall, Galuh Adiwinata Putra Prabumulih Pukau Penonton


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Penyanyi jazz muda asal Kota Prabumulih, Galuh Adiwinata gelar konser mini di atrium Citimall Kota Prabumulih, Sabtu, (9/11) malam, sekitar pukul 19.00 wib.

Konser mini tersebut merupakan rangkaian tour promo Album Galuh yang pertama setelah rilis pada 2018 lalu. "Tour sudah dilakukan dibeberapa provinsi termasuk Sumsel kita pilih Kota Prabumulih," ujar Harry Toledo, Director Music yang menaungi Galuh. 

Bukan tanpa alasan, dorongan kuat Harry terhadap Galuh tak lain karena alumni SMA Negeri 1 Prabumulih ini sendiri tercatat sebagai anggota Indonesia Bass Family (IBF) Kota Prabumulih.

"Saya berbuat begini karena galuh tidak seperti yang lain, dia berbeda bisa dipertanggungjawabkan. Jadi IBF Indonesia mensuport secara nasional jadi kita mempromosikan Galuh keseluruh indonesia," ungkapnya. 

Galuh juga merupakan satu-satunya penyanyi muda berbakat yang punya karakter suara berbeda dari yang lain. Begitupun pemilihan Genre lagu. Dimana Jazz saat ini tengah digandrungi di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya dan lain-lain.  

"Alhamdulillah perjuangannya cukup menggetarkan khazanah musik indonesia sehingga negara tetangga malaysia berkenan melihat konsernya Galuh," terangnya. 

Harry menuturkan kesuksesan Galuh dalam menapaki dunia musik serta tingginya antusias masyarakat yang hadir dalam konser mini tersebut, sekaligus menepis anggapan masyarakat yang menilai musik jazz kurang begitu disukai khususnya ditanah kelahiran Galuh sendiri di Prabumulih. 

"Siapa bilang Prabumulih tidak suka musik jazz. Buktinya malam ini penonton stanby dari awal sampai akhir. Jadi mereka intelektual musiknya berkembang, saya tidak senang kalau ada underestimate terhadap prabumulih, yang katanya prabumulih musik rock, musik dangdut. Itu tidak terbukti," tuturnya.

Harry menilai sambutan masyarakat terhadap penampilan Galuh malam tadi sangat luar biasa. Terbukti, selama konser berlangsung para penonton yang hadir terus bertambah hingga akhir acara. 

"Malam ini luar biasa responnya. Meraka suka semua. Dan musik yang saya sajikan untuk Galuh bukan yang mudah, di Jakarta musik yang kayak ini kelas 1," bebernya. 

Sementara itu, Creative Marketing Citimall Prabumulih, Tengku Hendra mengatakan mendukung penuh setiap kegiatan musik yang digelar di Citimall. "Apalagi Galuh kan putra asli Kota Prabumulih. Tentunya kita suport," kata Tengku. 

Dari pantauan, penampilan Galuh di Citimall sempat membuat heboh para pengunjung. Ana salah satu pengunjung mengaku sangat menyukai lagu-lagu yang dibawakan Galuh. "Awalnya saya mau nonton bioskop sama ponakan. Eh dengar Galuh nyanyi, kok asyik ya. Jadinya kita stay disini, gak jadi nonton," tambahnya.(sn1)
Share:

Kenalkan UNBK Melalui Simulasi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Guna suksesnya menghadapi ujian nasional (UN), sejumlah sekolah tingkat atas di Kabupaten Muara Enim sudah mulai gencar melakukan persiapan. Salah satunya seperti dilakukan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim.

Madrasah di Jalan Ampera, Kelurahan Pasar II tersebut, sejak Rabu (6/11/2019) telah melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kegiatan tersebut, akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (8/11/2019).

Kepala MAN 1 Muara Enim, Deni Ariani, S.Ag menjelaskan, simulasi setiap harinya dibagi menjadi tiga sesi, yang dimulai pada pukul 7.30 WIB untuk sesi pertama dan berakhir pukul 16.00 WIB untuk sesi terakhir.

Lanjut Deni, pada simulasi hari pertama diujikan mata pelajaran Bahasa Inggris, hari kedua mata pelajaran peminatan siswa, sedangkan hari terakhir dikhususkan untuk guru.

“Simulasi ini digelar untuk mengenalkan kepada siswa kelas XII tentang ujian berbasis komputer, tujuannya agar siswa tidak kesulitan saat mengisi identitas maupun tahapan menjawab soal pada ujian sesungguhnya,” kata Deni.

                Waka Kurikulum MAN 1 Muara Enim, Firmansyah, M.Pd menambahkan, pada simulasi tersebut dibuat mirip seperti pelaksanaan UNBK sungguhan. Hasil simulasi ini, akan menjadi cerminan kesiapan bagi peserta dalam menghadai UNBK yang akan digelar beberapa bulan lagi atau tepatnya pada 2020 mendatang.

                “Semoga pada pelaksanaan UNBK sebenarnya anak-anak tidak lagi menemui kendala, sehingga ujian ini bisa diikuti dengan lancar dan mendapatkan nilai yang maksimal,” harap Firmansyah.

                Sementara, Diky, salah satu siswa kelas XII yang juga peserta simulasi UNBK mengatakan, meski hanya simulasi, dirinya tetap mempersiapkan diri dengan baik. “Karena simulasi ini menjadi cerminan UNBK yang sesungguhnya, maka saya mempersiapkan diri dengan maksimal,” ucap dia.(SN)
Share:

Pungli Pecah Kaca Mobil Tangki Minyak Berhasil Diamankan Polisi

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pelaku Pungutan Liar (Pungli) dengan cara memaksa para korban untuk memberikan sejumlah uang disepanjang jalan lintas Prabumulih – Baturaja akhirnya berhasil ditangkap unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur, sabtu (9/11/19)

Pelaku dimaksud yakni M.Faisal Baihaki (21) warga Rt.01 Rw.01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan, dirinya diamankan petugas sekitar pukul 01.00 Wib dikediamannya yang saat itu sedang bersama kedua temannya

Faisal (21) diamankan petugas kepolisian berdasarkan laporan polisi No : LP/B-126/V/2019/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, Jumat,6 Mei 2019 karena melakukan pemerasan dan kekerasan dengan cara melempar kaca mobil Tangki yang dikemudikan Jepin Rainaki (22) warga Desa Mekar Jaya, Lampung 

Penangkapan pelaku yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Hendra Jaya berhasil mengungkap pelaku pungli dikediamannya, tanpa perlawanan pelaku kini digiring ke Polres Prabumulih untuk dimintai keterangan

Sementara itu, Kapolres Prabumulih I Wayan Sudarmaya, SIK,MH melalui Kanit Reskrim Hendra Jaya membenarkan penangkapan pelaku pungli disertai pemaksaan dan kekerasan

“benar pelaku sudah kita amankan, sekarang sudah di kantor untuk nanti dilakukan penyelidikan lebih lanjut” tegasnya (sn1)

Share:

Penyelesaian Konflik Perpecahan Bangsa dalam Persaingan antara Dua Kubu Capres Pasca Pilpres 2019

SININEWS.COM -- Negara Indonesia meilih sistem pemerintahan presidensiil yang sebenarnya memiliki kekurangan dan kelebihan dibanding sistem pemerintahan parlementer. Untuk presidensiil, kita tentu mengetahui jika rasa ketidakpuasan muncul dikalangan masyarakat, masyarakat Indonesia harus menunggu lima tahun berikutnya untuk memilih pemimpin yang akan menggantikan pemimpin yang terpilih. Namun, ada juga keuntungannya jika kita menggunakan sistem presidensial, dimana kondisi politik di pemerintahan bersifat stabil. Berkaca pada sistem parlementer yang PM-nya bisa mengeluarkan mosi tidak percaya di era Soekarno memperlihatkan bahwa parlemen kita saat itu belum siap untuk menggunakan sistem parlementer.

Ketidaksiapan ini, penulis analisis dari adanya unsur politik terlalu kuat dari kubu yang berkuasa di parlementer. Selama bukan golongan mereka yang memimpin di pemeritahan, maka parlemen akan mengeluarkan mosi tidak percaya. Seperti kabinet Djuanda yang dapat dikatakan berhasil dengan deklarasi Djuanda yang menetapkan batas garis pantai Indonesia menjadi 12 mil dihitung dari garis pantai pada waktu air laut surut. Namun, oleh karena beberapa hal, beberapa PM sering mendapatkan mosi tidak percaya dari parlemen dan membuat ketidakstabilan di pemerintahan dalam hal program kerja. Setelah memahami beberapa sebab itu, perlu dipahami adanya keinginan untuk memajukan bangsa harus diumulai dari kesadaran berpolitik di Indonesia yang harus mengedepankan kepentingan bersama.
Untuk itu, dalam rangka menghadapi tahun politik di 2019, masyarakat, pemangku kepentingan, kader partai dan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia diharapkan tidak bersikap fanatic terhadap golongannya yang bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga persatuan. Pada Pilpres, banyak pihak-pihak yang ingin ikut campur kedalam pesta demokrasi ini. Terkadang ada pola yang dibuat oleh pihak lain dengan menggunakan primordial agama. Prof Mahfud M.D menyatakan “ jangan sampai persatuan dan keutuhan bangsa dikorbankan demi kepentingan pihak yang ingin berkuasa dalam lima tahun kedepan pasca pemilu. Berfikir positif bahwa setiap pemimpim memiliki kekurangan dan kelebihan masing- masing bisa menjadi peredam isu yang muncul akibat perdebatan antara dua kubu yang bertarung dalam Pilpres.

Menjunjung tinggi nilai-nilai yang berdasarkan kepentingan bersama. Bagi bangsa Indonesia, multikulturalisme adalah suatu keniscayaan dan keharusan. Keragaman ras, suku, bahasa, budaya, dan agama merupakan ciri khas serta kelebihan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Namun, akhir-akhir ini ada kecenderungan dari sebagian warga bangsa dan kelompok masyarakat untuk mengingkari sifat multikultur yang sudah melekat pada bangsa Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Hal itu menyebabkan bangsa Indonesia kembali dihadapkan pada suatu situasi yang meresahkan, yaitu ancaman disintegrasi bangsa. perasaan yang mengikat kohesivitas persatuan masyarakat pulau adalah adanya rasa senasib sebagai satu bangsa.

Nilai itu secara luas tidak hanya diyakini sebagai landasan filosofis bersama, tetapi juga merupakan reaksi politis (Conversi, 2007: 73). Oleh karena itu, nasionalisme mencakup tiga proposisi antara lain; (1) Identitas nasional yang benar-benar merupakan bagian dari identitas pribadi; (2)
Adanya kewajiban yang terbatas kepada sesama warga negara; (3) Adanya klaim penentuan nasib sendiri secara politik (Conversi, 2007: 75). Memiliki identitas nasional berarti menganggap diri sebagai milik sebuah komunitas yang dibentuk oleh kepercayaan bersama, berada dalam satu cerita sejarah yang sama, bersifat aktif, terhubung dengan wilayah tertentu, dan ditandai dengan sifat yang khas oleh para anggotanya. Mengedepankan sikap guyub, gotong royong dan nilai-nilai kebersamaan.

Memperbaiki sistem pemilihan umum di Indonesia juga perlu dilakukan dalam menghadapi Pilpres yang semakin panas. Menurut Affan Gaffar memberikan parameter tentang sistem pemilu yang ideal, diantaranya: (1) demokrasi dalam sistem pemilu secara implisit dapat dilakukan secara adil adil dan jujur serta pemilu yang berkualitas; (2) out put pemilu harus berkualitas dan kompetitif serta akuntabilitas yang tinggi; (3) derajat keterwakilan dengan perimbangan antara pusat dan daerah; (4) peraturan perundang-undangan haruslah tuntas; (5) pelaksanaan pemilu bersifat praktis dan konkrit.

Secara sosiologis dan kultural masyarakat Indonesia memang merupakan masyarakat plural yang memiliki potensi besar bagi munculnya konflik dan perpecahan jika tidak dilandasi oleh multikulturalisme. Konsep ini serupa dengan “Bhinneka Tunggal Ika”.9 Meskipun masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang pluralistik dari sisi ras, etnis, bahasa, status sosial, kepercayaan, dan sebagainya, namun merupakan suatu kesatuan guna mencapai tujuan bersama dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Multikulturalisme biasanya fokus pada dialog kebersamaan, rasa toleransi, dan adanya kesetiaan untuk menjaga keberagaman di Indonesia. Salah satu aspek dari upaya merawat kebhinekaan adalah adanya perasaan bangga terhadap jati diri bangsa. Kebanggaan nasional dianggap sebagai konsekuensi logis atas keberhasilan negara dalam menyelenggarakan pembangunan nasional untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat. Hal-hal yang menghambat kemajuan politik di Indonesia dapat dijadikan sebagai referensi agar menemukan model yang terbaik dalam meghadapi pemilu yang rentan akan pemecah belah bangsa. Politik transaksional yang terjadi berlapis-lapis (bertingkattingkat), umumnya antara Partai Politik dengan Individu yang berniat menjadi Pejabat Publik, serta antara Partai Politik untuk pengisian posisi Pejabat Publik tertentu. Dikaitkan dengan Pemilihan Umum Anggota Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden), Politik transaksional bisa terjadi 4 sampai 5 kali, yakni: a) Pada saat mengajukan calon-calon anggota legislatif; b) Pada saat mengajukan calon Presiden dan calon Wakil Presiden karena ketentuan Presidential Treshold; c) Setelah diketahuinya hasil Putaran Pertama Pemilihan Umum Presiden (jika dibutuhkan Putaran Kedua); d) Pada saat pembentukan kabinet; e) Pada saat membentuk semacam koalisi di Dewan Perwakilan Rakyat yang kemudian menjadi sejenis prototipe untuk koalisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (tingkat I dan II), antara lain untuk alokasi jabatan dan sebagainya.

Biaya politik yang amat tinggi, mubazir, tidak dilaksanakan dengan transparan dan jujur oleh para pelaku dan donaturnya, serta tidak dapat diawasi dengan efektif oleh institusi yang berwenang melakukannya; Di dalamnya terdapat komponen biaya promosi/publikasi dan kampanye yang amat berlebihan (Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan bahwa untuk kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah Jawa Timur telah dihabiskan biaya sekitar 1 Trilyun Rupiah dalam acara “ILC” HUT TV One, 14 Februari 2013).
Politik uang yang meruyak. Akibat politik transaksional di antara elit politik dan para calon pejabat publik disertai penghamburan biaya politik yang amat berlebihan, akhirnya berlanjut dengan strategi instan “membeli suara publik” dan hal ini pada sisi lain dilihat sebagai kesempatan oleh sebagian publik untuk juga melibatkan diri dalam politik uang (money politics), baik untuk ikut serta dalam aneka acara kampanye dan pencitraan maupun untuk menawarkan pilihannya dalam suatu Pemilihan Umum. Korupsi politik yang memperlihatkan fenomena (poros) Pembiayaan Politik Partai dikaitkan dengan Komisi dari Anggaran Proyek Kementerian dan Lembaga yang umumnya dibahas/diputuskan di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat/Daerah. Sementara Pejabat Eksekutif menutupi biaya tinggi untuk transaksi memperoleh “tiket” atau “perahu” mengikuti Pemilihan Kepala Daerah, serta biaya pencitraan dan kampanye yang tinggi, dengan mengalokasikan proyek-proyek di daerahnya khususnya terhadap sumber daya alam dengan nuansa praktik balas budi terhadap donatur atau praktik koruptif lainnya. Hal ini juga diperkuat dengan Pernyataan Tokoh- Lintas Agama pada September 2012 yang menyebut dan mengaitkan korupsi politik sebagai akibat sistem pemilihan umum yang terjadi saat ini.

Selain itu, Tidak ditegakkannya atau diperkuatnya sistem presidensial yang sesungguhnya. Di dalam sistem Pemerintahan Presidensial terdapat beberapa prinsip, antara lain: 1) Kepala negara menjadi kepala pemerintahan (eksekutif); 2) Pemerintah tidak bertanggung jawab kepada Parlemen (DPR) karena Parlemen dan pemerintah sejajar; 3) Menteri-menteri diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden; 4) Eksekutif dan legislatif sama-sama kuat. Sistem pemerintahan Republik Indonesia berdasarkan UUD 1945 adalah Sistem Presidensial. Beberapa ciri penting Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia antara lain: Presiden memegang kekuasaan Pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar (vide Pasal 4 ayat 1 UUD NRI 1945),presiden dan wapres dipilih langsung oleh rakyatnya (vide Pasal 6A ayat (1) UUD 1945), Masa jabatannya tertentu (vide Pasal 7 UUD 1945), Presiden dan Wakil Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen (melainkan langsung bertanggung jawab kepada rakyat), dalam hubungannya dengan parlemen presiden tidak tunduk kepada parlemen, dan tidak dikenal adanya pembedaan fungsi kepala negara dan kepala pemerintahan.
Kesimpulan

Dalam menghadapi Pemilihan presiden di tahun 2019, perlu difokuskan oleh kedua kubu untuk tidak menggunakan isu SARA, penyebaran hoax, dan berbagai hal yang dapat memicu munculnya perpecahan dikalangan masyarakat. Indonesia dengan multikulturalisme serta kemajemukan masyarakatnya jangan sampai terpecah belah oleh karena hal berbeda pendapat tentang calon yang akan diusung. Jangan sampai kepentingan politik berada diatas kepentingan masyarakat. Untuk para pemimpin bangsa dan calon pasangan yang akan berkompetisi di Pemilu 2019, diharapkan mengedepankan dialog untuk kemajuan bangsa dan solusi yang bersifat membangun. Dibandingkan sibuk mencari kesalahan kekurangan dari kubu lawan, alangka baiknya memberi solusi demi Indonesia yang lebih maju. Untuk merefleksikan masyarakat Indonesia pasca Pilpres tahun 2019, pemerintah dan segenap elite politik diharapkan menyudahi isu-isu yang belum jelas kebenarannya di tahun mendatang setelah menemukan pemimpin bangsa yang menang dalam pesta demokrasi tahun 2019.

Cerdas dan berbudi luhur pada dasarnya sangat mungkin diaplikasikan dalam aktivitas politik agar dapat menciptakan wajah pepolitikan yang santun, bertanggung jawab, jujur, toleran, welas asih, dan gotong royong. Namun upaya ke arah tersebut membutuhkan kualitas manusia yang utama dan hal itu dapat dikonstruksi dengan mengajarkan dan mengamalkan nilai-nilai kebudiluhuran serta menaati perintah dan menjauhkan laranganlarangan Tuhan. Mari kita perjuangkan perilaku politik di negeri Indonesia tercinta ini secara cerdas dan berbudi luhur. (Umaimah Wahid 2018)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts