Roadshow di 5 Kecamatan Cara KPU PALI Ajak Warga Berpartisipasi pada Pilkada

PALI -- Sosialisasikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan Road show to pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten PALI pada 23 september 2020 dengan berkeliling di seluruh kecamatan, Rabu (26/2).

Ketua KPUD PALI Sunario SE menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat bahwa tahun ini masyarakat PALI bakal laksanakan pesta demokrasi.

"Tentunya harapan kita, semua masyarakat ikut berpartisipasi dan rasa aman serta nyaman harus kita ciptakan. Tujuan kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat PALI untuk berpartisipasi aktif dengan datang ke TPS pada 23 September 2020," kata Sunario. 

KPUD PALI menyebutkan pada Pilkada tahun 2020 ini menargetkan partisipasi pemilih mencapai 80 persen.

"Pada Pilkada lalu, angka partisipasi masyarakat mencapai 69 persen dan KPU pusat menargetkan pada Pilkada serentak diseluruh Indonesia sebesar 79 persen. Kami di PALI sepakat menargetkan 80 persen. Insyaallah target itu tercapai, karena berdasarkan Pileg lalu, tingkat partisipasi masyarakat mencapai 83 persen," terangnya. 

Untuk mencapai target itu, KPUD juga bakal gencar sosialisasikan ke masyarakat. 

"Kita akan terus lakukan sosialisasi, karena masa depan PALI bukan ditangan KPU tapi tergantung partisipasi masyarakat. Pada road show ini, kita akan berkeliling menggunakan sepeda motor ke lima kecamatan. Untuk itu peserta kami wajibkan memakai alat kelengkapan berkendara dan santun dijalan, karena tujuan kita adalah menarik simpatik masyarakat," tukasnya. 

Sementara itu, Hepriadi komisioner KPU Provinsi Sumsel merasa yakin target 80 persen tingkat partisipasi pemilih di PALI bisa tercapai. 

"Angka itu tidak mustahil, artinya mengapai target itu tidak ada pilihan lain, selain kita gebyarkan pesta demokrasi ini di seluruh pelosok. PALI kabupaten pertama kali laksanakan road show di Sumsel, mudah mudahan ini jadi pioner di Sumsel," ucap Hepriadi. 

Ditempat sama, Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi yang melepas peserta road show menyatakan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. 

"Kami hanya berpesan pada giat road show ini jangan lupa pakai alat keselamatan berkendara agar tujuan kegiatan ini berjalan lancar," pesan Kapolres. 

Pada kegiatan itu juga, hadir Bupati PALI diwakili Asisten 3 Ruswani SH. Pada kesempatan itu, Ruswani menyebut bahwa PALI salah satu daerah yang ikut serta gelar pilkada serentak.

"Saat ini tahapan Pilkada sudah berjalan. Kegiatan ini merupakan bentuk pengenalan kepada masyarakat yang dilakukan KPU sebagai penyelenggara pemilihan. Kita semua berharap masyarakat berperan maksimal, dan tahapan Pilkada dapat berjalan sesuai harapan kita. Kami sampaikan tetap saling bergandengan tangan dan saling berkoordinasi agar terwujudnya Pilkada PALI yang aman dan kondusif. Jangan jadikan pesta demokrasi ini sebagai pemecah belah tapi jadikan sebagai pemersatu perbedaan," jelas Ruswani. (sn) 


Share:

Harga Getah Naik Sangat Tipis, Petani Masih Gundah

PALI -- Perkembangan harga getah kualitas mingguan terpantau hari ini, Selasa (25/2) di pasar getah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali alami kenaikan, tetapi angkanya sangat tipis. Yakni dikisaran Rp 6.500 sampai Rp 6.700/kg naik dari harga pasaran minggu lalu yang hanya tembus paling tinggi diangka Rp 6.300/kg.

Kondisi ini tidak membuat petani karet setempat sumringah, namun malah sebaliknya, masih banyak terlihat wajah muram terpaut dari wajah para petani.

Menurut Sairi, salah satu petani karet setempat bahwa naiknya harga getah diprediksi tidak akan bertahan lama, sebab sudah menjadi kebiasaan, naiknya harga getah paling lama bertahan satu bulan.

"Kalau naik merangkak, tapi kalau turun langsung terjun. Jadi naiknya harga getah kali ini tidak membuat kami terhibur," ungkap Sairi. 

Sama halnya diutarakan Sucipto, petani lainnya bahwa meski harga naik, perolehan getah petani pada dua minggu terakhir ini anjlok karena faktor curah hujan cukup tinggi.

"Hujan kerap turun di siang hari. Tentu latex yang kami sadap hanyut terbawa air hujan. Jadi kami saat ini berada diujung sial, sudah harganya rendah, hasil sadapan juga turun drastis membuat penghasilan kami jauh menurun. Diperparah lagi harga kebutuhan pokok melambung, seperti bumbu dapur dan sayuran jauh tidak sebanding dengan harga karet," keluh Sucipto. 

Hanya pasrah yang saat ini ada dibenak Sucipto dan petani lainnya, sebab kata Sucipto percuma mengeluh kalau harga getah ditentukan pasar dunia. 

"Berharap hujan reda, jadi kami bisa normal jalankan aktivitas sehari-hari agar hasil sadapan normal dan bisa melimpah. Sebab kalau hasil melimpah, meski harga rendah, namun penghasilan kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," harapnya. 

Sebelumnya, Erizon, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyarankan untuk mendapat bantuan pupuk atau bibit karet dari pemerintah supaya mendongkrak produksi getah, petani mengajukan permohonan melalui kelompok tani yang disampaikan ke Dinas Pertanian. 

"Dan kalau bisa petani karet untuk menanam tanaman lain disekitar kebunnya secara tumpang sari, agar bisa menopang penghasilannya. Seperti kacang kedelai atau tananan yang bisa menyesuaikan pada kondisi tumpang sari. Atau bisa juga memanfaatkan pekarangan rumah," saran Erizon. (sn) 
Share:

Study Pemanfaatan Data, Dukcapil Prabumulih Sambangi Capil PALI

PALI -- Lagi-lagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menerima kunjungan study dari Disdukcapil Kota Prabumulih pada Selasa (25/2).

Kedatangan Dukcapil Prabumulih menurut Kepala Disdukcapil PALI, Rismaliza melalui Kabid Pemanfaatan data dan inovasi pelayanan, Dewi Anggraini bertujuan study banding terkait pemanfaatan data Warehouse.

"Capil Prabumulih datangi Capil PALI dalam rangka kunjungan study mengenai monitoring web servis koneksi DWH dan kunjungan langsung ke OPD dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) dalam hal pemanfaatan data," ungkap Dewi.

Meski baru seumur jagung, dikatakan Dewi bahwa Capil PALI sudah banyak melakukan terobosan dalam hal pelayanan administrasi kependudukan termasuk pemanfaatan data.

Dijelaskan Dewi bahwa rahasia akses pemanfaatan data bisa berjalan dan terkoneksi dengan baik adalah harus menjalin kerjasama dengan seluruh OPD.

"Jaringannya difasilitasi Kominfo, untuk kerjasamanya seluruh OPD. Dengan demikian setiap OPD bisa mencari NIK sendiri melalui kerjasama jaringan khusus VPN IP yang bisa diakses oleh  petugas khusus yang ditunjuk OPD terkait dan telah disetujui Kemendagri. Misalkan ada OPD hendak menyalurkan bantuan, maka OPD itu bisa melacak NIK bakal penerima bantuan, apakah tepat sasaran atau belum," jelasnya.

Selain itu, ditambahkan Dewi bahwa Dukcapil PALI juga jalin mitra dengan OPD dan instansi lainnya.

"Mitra kerja kami adalah RSUD Talang Ubi, PT POS, Dinkes, IBI, RS Pertamina, FKUK (Forum Komunikasi Umat Kristiani). Cara kerjanya sangat sederhana, yakni melalui grup whatsapp. Jadi apabila ada kelahiran atau kematian maupun pernikahan, melalui grup whatsapp bisa dilaporkan kemudian kita akses untuk penerbitan," tandasnya. (sn)
Share:

Pembinaan DEKELA Dilanjutkan, Giliran Tempirai Selatan dan Lubuk Tampui

PALI -- Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melanjutkan sosialisasi dan pembinaan terhadap Desa atau Kelurahan Layak Anak (DEKELA) ke Desa Tempirai Selatan dan Desa Lubuk Tampui Kecamatan Penukal Utara, Selasa (25/2).

Hal ini dilakukan sebagai komitmen DPPKBPPPA mewujudkan PALI sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). 

"Upaya ini bakal kita lakukan setiap hari, target seluruh desa bisa jadi layak atau ramah anak sebagai penunjang KLA di PALI," ungkap Yenni Nopriani Kepala DPPKBPPPA PALI didampingi Kabid PPPA, Kasmiyati. 

Pada sosialisasi dan pembinaan DEKELA, disebutkan Yenni bahwa pihaknya mengajak kepada desa serta perangkatnya juga sejumlah tokoh masyarakat dan pelajar yang tergabung pada forum anak untuk ikut berpartisipasi. 

"Kita berikan pemahaman kepada seluruh yang hadir betapa pentingnya memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak dari kekerasan. Serta mengajak pemerintah desa untuk berkomitmen mewujudkan desanya menjadi layak anak dan ramah anak," tukasnya. 

Diharapkannya dengan sistem estafet melakukan sosialisasi dan pembinaan DEKELA, bisa menyempurnakan PALI sebagai KLA. 

"Dari tingkat desa kalau sudah layak anak, dipastikan PALI akan lebih sempurna menjadi Kabupaten yang layak dan ramah terhadap anak. Sebab dengan lengkapnya fasilitas anak, melahirkan SDM yang handal bisa sangat mudah dan apabila masyarakat sadar pentingnya memenuhi hak anak, maka kekerasan terhadap anak juga bisa diminimalisir," harapnya. (sn) 
Share:

Terendam Banjir, Warga Sedupi dan Tanjung Dalam Terima Bantuan Sembako

PALI -- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menyalurkan bantuan paket sembako untuk korban banjir dibeberapa desa di Kecamatan Tanah Abang, Selasa (25/2).

Dikatakan Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI didampingi Plt Kepala Dinsos PALI, Metty Etika bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten PALI membagikan 300 paket sembako. 

"Kita bagikan di tiga tempat dalam kecamatan Tanah Abang  yakni di Desa Sedupi sebanyak 150 paket, Desa Tanjung Dalam 100 paket dan Ponpes Ar-roji 50 paket," ungkap Junaidi Anuar. 

Sementara itu, Sekda PALI Syahron Nazil mewakili Bupati PALI menyebut bahwa bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesulitan warganya yang tengah ditimpa musibah.

"Kita tengah diuji, meski ini sudah biasa dialami setiap tahun. Namun demikian kita tetap waspada dan berdoa agar banjir ini segera surut agar aktivitas kita bisa berjalan lancar. Bantuan ini bentuk kepedulian pemerintah terutama pak Bupati dalam meringankan beban masyarakat yang terkena banjir," kata Sekda. 

Sekda juga menghimbau warga yang saat ini tengah dikepung banjir untuk tetap mengawasi anggota keluarganya terutama anak-anak. 

"Jaga anak-anak kita agar jangan bermain ditengah banjir. Kalau ada keluhan kesehatan  segera datang ke posko yang telah disediakan BPBD dan Dinsos serta Dinkes. Atau apabila ada kondisi darurat, silahkan hubungi BPBD," saran Sekda. (sn) 
Share:

Dukung Peningkatan Produksi, Polda Sumsel dan Pertamina EP Terus Bersinergi

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Dalam rangka menjalin silaturahmi, meningkatkan koordinasi dan meminimalisir ancaman keamanan sebagai bentuk sinergitas khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, General Manager PT Pertamina EP Asset 2 didampingi tim manajemen melakukan audiensi ke Polda Sumsel, Rabu (19/2).  

Kedatangan rombongan General Manager Pertamina EP Asset 2, A Pujianto didampingi para Field Manager yang beroperasi di wilayah Sumatra Selatan yaitu Prabumulih Field Manager Dirga Andri Sisworo, Pendopo Field Manager Munir Yunus, Adera Field Manager Hermansyah dan Ramba Field Manager Richard Muthalib dan Asset 2 PR & Govrel Ast Manager Setyo Puji disambut langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Drs Priyo Widyanto MM beserta Kabid Humas Kombes Pol Supriadi serta Karo Ops Polda   Sumsel, Dir Pamobvit Polda Sumsel.

Dalam pertemuan tersebut, A Pujianto menjelaskan bahwa dampak impor minyak dikurangi oleh pemerintah pusat mengakibatkan target produksi minyak pun meningkat, termasuk diwilayah kerja Asset 2 pun menjadi meningkat. 

"Tahun kemarin kita target 17 ribu barel minyak kita produksi, tapi tahun ini kita ada peningkatan sekitar 18 ribu barel. Makanya agar produksi tersebut tercapai, kita membutuhkan dukungan semua pihak," ujar A Pujianto.

“Untuk mencapai target produksi tersebut serta dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah RI untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, Pertamina EP (PEP) Asset 2 terus melakukan program kerja yakni melalui Sesmik, Reaktivasi Sumur Suspended, Pengeboran Sumur Produksi sebanyak 20 sumur yang ada di Sumsel, serta pecegahan illegal tapping.”, terangnya. 

Lebih lanjut beliau menjelaskan mengenai sinergi yang sudah berjalan, “kami sangat mengapresiasi atas kerjasama dan bantuan dari seluruh jajaran Polda Sumsel selama ini  dalam usaha peningkatan produksi migas nasional, khususnya bantuan pengelolaan bahan peledak untuk pengeboran dan penangkapan pelaku illegal tapping serta penyelesaian kendala sosial di wilayah Desa Payu Putat Kota Prabumulih," kata A Pujianto.

Dalam silahturahmi itu, beliau juga sempat memaparkan secara singkat proses bisnis hulu sampai hilir minyak dan gas PT Pertamina (Persero), serta wilayah kerja operasi Pertamina EP Asset 2 di Sumatera Selatan. Pada tahun 2019, PEP Asset 2 menghasilkan produksi minyak sebesar 19.131 BOPD dan gas sebesar 328.8 MMSCFD. Untuk tahun 2020, PEP Asset 2 ditargetkan memproduksi minyak sebesar 18.399 BOPD dan gas sebesar 362 MMSCFD.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Priyo Widyanto MM menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pertamina EP. Permasalahan gangguan keamanan pengambilan minyak bumi tanpa izin dan kendala sosial menjadi poin penting yang dibicarakan dalam pertemuan.

"Polda Sumsel sangat terbuka untuk koordinasi apalagi menyangkut keamanan objek vital nasional (obvitnas). Oleh karena itu, kesempatan ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat sinergi. Kami (kepolisian) adalah alat negara, dan sudah sepatutnya menjaga kelancaran operasi dan keamanan asset-asset negara," terangnya.

Selanjutnya Kapolda Polda Sumsel senantiasa memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan upaya penegakan hukum baik preventif maupun penindakan agar operasional Pertamina Asset 2 berjalan lancar yang pada akhirnya mendukung pencapaian target produksi nasional. 

"Kalau ada ilegal tapping silakan lapor, dan bilamana ada anggota saya maupun pegawai pertamina terlibat juga laporkan akan kita tindaklanjuti," pungkasnya.(ril/SN)
Share:

Jawa Timur Bakal Tempatkan 5 KK Bertransmigrasi di PALI

PALI -- Rencana pembukaan lahan transmigrasi di Desa Tempirai Selatan dan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) seolah menjadi magnet bagi daerah lain untuk berlomba-lomba merayu pemerintah Kabupaten PALI untuk menerima warganya untuk menjadi bagian dari transmigran di PALI.

Seperti pada Selasa (25/2), Dinas Transmigrasi Provinsi Jawa Timur jauh-jauh datang ke PALI untuk menjalin tali silaturrahmi dengan warga Desa Tempirai yang menjadi calon transmigran lokal supaya nantinya ketika warga Jawa Timur datang ke lokasi transmigrasi bisa berbaur dengan warga lokal. 

"Bakal ada 5 KK menjadi transmigran di Desa Tempirai yang telah disetujui.  Itupun kalau bisa kami minta tambah, karena calon transmigran di Jawa Timur ada lebih kurang 600 KK. Nomor satu tujuan transmigrasi di Provinsi Jawa Timur adalah ke PALI. Sebab nama PALI di luar sana cukup baik dengan fasilitas dan lokasi transmigrasi yang strategis dengan didukung masyarakatnya yang kompak," kata Subiyani, perwakilan dari Distrans Provinsi Jawa Timur saat mengunjungi PALI. 

Kedatangan Distrans Jawa Timur selain sambung tali silaturrahmi, juga melakukan penjajakan dengan menggelar sosialisasi Training Needs Assessment.

"Kami ingin mengidentifikasi lokasi transmigrasi ini seperti apa, identifikasi  kebutuhannya seperti apa agar sesuai kondisi dan lingkungan disini. Sebab, calon transmigran dari Jawa Timur kita bekali dengan pengetahuan bertani. Bahkan ibu-ibunya diberi keterampilan, seperti kerajinan sulam pita, makanan ringan dan lainnya. Kalau timbul masalah kecil kemungkinan, karena kami mendidik calon transmigran selain menggembleng keterampilan juga kita tekankan harus bisa adaptasi," jelas Subiyani. 

Sementara itu, Usmandani Kepala Disnakertrans PALI mengemukakan bahwa untuk penempatan transmigran, pihaknya tidak bisa menentukan. Sebab harus melalui persetujuan dari provinsi baru ke Bupati. 

"Alhamdulillah dari Jawa Timur katanya sudah koordinasi dengan provinsi. Artinya kita tidak menyalahi untuk menerima mereka. Perlu diketahui bahwa tahun ini memang lahan seluas 900 hektar bakal dibuka sebagai lahan transmigrasi dan tahap awal bakal menampung 50 KK dengan rincian 60 persen transmigran lokal dan 40 persen transmigran dari luar wilayah PALI. Namun, rencananya kalau tahap awal sukses, bakal ditambah lagi," beber Usmandani. (sn) 




Share:

Dukung Terwujudnya KLA, DPPKBPPPA PALI Bina DEKELA

PALI -- Desa/Kalurahan Layak Anak (DEKELA) posisinya sangat strategis dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) di Bumi Serepat Serasan. Sebab dengan membentuk fasilitas lengkap untuk memenuhi hak-hak anak dari tingkat bawah seperti desa atau kelurahan dan kecamatan, menentukan suksesnya PALI disebut Kabupaten Layak Anak (KLA).

Untuk itu, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berkeliling membentuk dan membuat komitmen bersama ditingkat pemerintahan desa atau kelurahan dalam mengupayakan desa atau kelurahan yang layak anak. 

Seperti yang dilakukan pada Senin (24/2), DPPKBPPPA PALI melalui bidang PPPA melakukan pembinaan DEKELA di kecamatan Penukal. 

"Inti kegiatan adalah untuk mendukung terwujudnya KLA . Kita juga mengadakan pembinaan ke desa dan membuat komitmen bersama di pemerintahan tingkat desa untuk mengupayakan desa menjadi desa yang layak anak," ungkap Yenni Nopriani Kepala DPPKBPPPA PALI didampingi Kabid PPPA, Kasmiyati. 

Pembinaan DEKELA sendiri ditambahkan Yenni bakal dilaksanakan secara estafet.

"Kita bakal berkeliling ke setiap kecamatan dan desa, targetnya seluruh desa atau kelurahan di PALI jadi desa/kelurahan layak anak dalam melindungi dan memenuhi hak-hak dasar anak," tukasnya. 

Kali ini, disamping pembinaan DEKELA Yenni juga menyebut ada kegiatan lain dalam membahas fasilitas ramah anak. 

"Kita laksanakan juga pertemuan koordinasi lintas sektor. Sebab untuk menuju KLA tidak mungkin dikerjakan oleh satu OPD saja, melainkan harus didukung semua elemen. Mudah-mudahan dengan kompaknya seluruh instansi terkait, terwujudnya PALI sebagai KLA bisa mudah tercapai," harapnya. (sn) 

Share:

Calon Perseorangan Nihil, Bawaslu PALI sebut Prediksi Masyarakat 'Meleset'


Foto. Iwan Dedi, komisioner Bawaslu PALI 

PALI -- Pendaftaran penyerahan berkas pasangan calon Bupati dan wakil Bupati dari jalur perseorangan telah ditutup Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Namun sejak dibuka hingga ditutup, tidak satupun paslon muncul untuk mendaftar. Tentu kondisi ini membuyarkan prediksi sebagian besar  masyarakat Bumi Serepat Serasan yang mengira-ngira sejumlah tokoh yang tadinya menggebu-gebu bakal meramaikan Pilkada PALI melalui jalur independen atau perseorangan. 

KPUD PALI pun kini telah menggulung tenda yang menjadi tempat panitia penerimaan berkas pendaftaran dan menurut ketua KPUD PALI Sunario, pihaknya tidak akan memperpanjang pendaftaran, pasalnya tahapannya telah dilalui sesuai prosedur.

"Kita tidak akan memperpanjang pendaftaran. Artinya paslon dari jalur perseorangan, untuk di PALI nihil tinggal menunggu dari jalur parpol yang bakal dibuka pada Juni 2020," kata Sunario. 

Pada pelaksanaan penerimaan penyerahan berkas pendaftaran Paslon dari jalur perseorangan, tidak lepas dari pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PALI. Dari keterangan ketua Bawaslu PALI, Heru Muharam melalui divisi pengawasan Bawaslu Iwan Dedi menyebut bahwa pihaknya terus memantau perkembangan dari awal sampai akhir pendaftaran.

"Pengawasan pada tahapan calon perseorangan, telah dilaksanakan oleh Bawaslu PALI, beragam cara untuk menyebar isu politik dilakukan para politikus di Kabupaten PALI ketika belum dilaksanakannya tahapan penerimaan berkas calon perseorangan. Banyak prediksi masyarakat yang tidak tepat sasaran, terbukti bahwa apa yg di isukan tentang adanya calon yg mengajukan melalui jalur perseorangan ternyata   belum tentu benar, maka oleh sebab itu di Pilkada 2020 ini masyarakat harus  berhati-hati dalam bÄ—rkomentar,  hasil dari pengawasan pada tahapan calon perseorangan tidak ada satupun putra putri dari  Kabupaten PALI yang mengajukan berkas calon perseorangan dengan demikian hasil akhir pada tahapan calon perseorangan dikabupaten Penukal Abab Lematang Ilir nihil untuk calon perseorangan," terangnya. 

Meski demikian, Bawaslu bukan berarti langsung duduk santai, sebab dikatakan Iwan Dedi masih banyak pekerjaan ekstra dalam pengawasan Pilkada. 

"Tahapan Pilkada baru saja dimulai. Kita persiapkan untuk pengawasan tahap selanjutnya," tandas Iwan Dedi. (sn) 
Share:

Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Disambung ke Penukal Utara, Disdukcapil PALI Inginkan Aparatur Pemerintah dan Masyarakat Paham Urus Adminduk

PALI - Setelah sukses menggelar sosialisasi kebijakan kependudukan di 4 kecamatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melanjutkan tugasnya memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintahan serta masyarakat terkait tertib mengurus administrasi kependudukan. 

Lokasi kali ini dilaksanakan di Kecamatan Penukal Utara, yang merupakan kegiatan terakhir sosialisasi kebijakan kependudukan yang dilakukan Disdukcapil PALI. Seperti biasa, kegiatan itu diikuti aparatur pemerintah dari kecamatan dan desa sekitar kecamatan Penukal Utara, Senin (24/2).

Saat membuka kegiatan tersebut, Kepala Dinas Dukcapil PALI diwakili Sekretaris Disdukcapil Husni Zaelani didampingi Kabid Pemanfaatan data dan inovasi pelayanan Dewi Anggraini seperti pada kegiatan sebelumnya menyisipkan ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus penduduk secara online. 

"Sensus penduduk sebaya online sangat menentukan keakuratan data kependudukan di seluruh Indonesia termasuk di PALI. Ikuti petunjuknya pada website yang ada dan jawab sebenar-benarnya," ajak Husni Zaelani. 

Kembali pada kegiatan kebijakan kependudukan, Husni Zaelani juga memaparkan bahwa dengan adanya penyelenggaraan administrasi kependudukan yang mengalami perubahan seperti persyaratan, tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, formulir, blanko KK serta blanko akta pencatatan sipil dan perlu diketahui juga blanko KK dan akta pencatatan sipil sekarang sudah ditandatangani melalui tanda tangan elektronik berupa barcode akan tetapi pada saat jaringan tidak baik maka masih menggunakan tanda tangan basah perlu dipahami seluruh masyarakat dan yang lebih penting bagi aparatur pemerintah mendasari sosialisasi itu dilaksanakan secara estafet di seluruh kecamatan. 

Pada paparannya juga, Husni Zaelani menyebutkan bahwa masyarakat dan aparatur pemerintah harus paham dengan adanya perubahan beberapa kebijakan dalam mengurus administrasi kependudukan. 

"Sosialisi itu sangat penting untuk menertibkan penduduk secara administrasi, seperti pendaftaran penduduk, pencatatan sipil dan pengelolaan informasi kependudukan juga untuk mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih layak bagi penduduk PALI. Sehingga dalam rangka mewujudkan tertib adminduk dan meningkatkan kualitas pelayanan adminduk dan pencatatan sipil yang inovatif, mudah, cepat, akurat dan gratis dengan tujuan memberikan kemudahan dan kepuasan kepada masyarakat menuju PALI cemerlang Disdukcapil PALI melaksanakan kegiatan sosialisasi kebijakan kependudukan," papar Husni Zaelani.

Sosialisasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan yang inovatif, cepat akurat dan gratis dengan tujuan membahagiakan rakyat atau masyarakat itu dipaparkan Husni Zaelani bahwa bentuk komitmen Disdukcapil dalam rangka meningkatkan pengetahuan aparatur pemerintahan dan masyarakat serta peningkatan pelayanan publik.

Husni Zaelani kembali menyampaikan bahwa dokumen kependudukan yang ditandatangani secara elektronik tidak perlu dilegalisir, cukup melihat keaslian dan keabsahan dokumen kependudukan dengan cara QR code di scan menggunakan aplikasi verifikasi elektronik (BSrE).

"Dan sejak bulan juli 2020 blanko KK serta akta pencatatan sipil akan diganti dengan kertas HVS 80 gram sesuaikan dengan Permendagri nomor 109 tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam adminduk, sehingga perlu diinformasikan dan disosiasikan," tambahnya.  

Kegiatan itu juga sangat diperlukan mengingat diungkapkan Husni Zaelani, masih banyaknya aparatur pemerintah dan masyarakat yang belum memahami dengan benar tentang adminduk dengan baik dari segi prosedur, persyaratan maupun kebijakan-kebijakan kegiatan inovasi lainnya yang berhubungan dengan pelayanan adminduk dan sangat penting untuk masyarakat agar informasi mengenai kependudukan dan pencatatan sipil dapat dipahami. 

"Kebijakan yang berhubungan dengan pelayanan adminduk yang tidak dipahami bisa menyebabkan terlambatnya proses penertiban dokumen kependudukan sehingga tertib administrasi kependudukan di kabupaten PALI terhambat," tandasnya. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts