Curi Laptop, Yuyun Asmiran Dicokok Polsek Penukal Utara

PALI, SININEWS.COM -- Yuyun Asmiran (29) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI terpaksa berurusan dengan polisi lantaran diduga telah membobol sebuah rumah milik Tommy  Prayoga warga yang masih satu alamat dengan tersangka, ketika korban tengah tidak berada di rumahnya. 

Aksi yang diduga dilakukan pelaku Yuyun ini terjadi pada Rabu (22/1/2020) lalu. Atas kejadian itu, korban kehilangan sebuah laptop yang diletakkan diatas meja.

Diungkapkan Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Kapolsek  Penukal Utara Iptu Napitupulu didampingi  Kanitres Aipda Musmiran bahwa penangkapan tersangka Yuyun berdasarkan LP /  03   / III / 2020/ SUMSEL/ RES PALI/ POLSEK PENUKAL UTARA, tanggal 4 Maret 2020. Dimana tersangka ini ditangkap pada Kamis (5/3) sekitar pukul 20.30 WIB saat tersangka berada dirumahnya. 

"Pada saat diamankan pelaku tindak melakukan perlawanan, dan langsung kita giring ke Mapolsek Penukal Utara," ungkap Kapolsek, Jumat (6/3).

Adapun kronologi kejadiannya dijelaskan Kapolsek Penukal Utara bahwa aksi yang dilakukan tersangka terjadi pada Rabu tanggal 22 Januari 2020 sekira jam 08.00 WIB. 

Aksi tersangka diketahui korban pada saat korban pulang dari kebun, korban melihat kunci gembok rumahnya sudah rusak.

Setelah korban masuk ke dalam rumah, korban melihat laptop miliknya yang disimpan diatas meja sudah raib. 

"Kemudian korban melapor dengan kadus setempat. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp. 4.000.000,- ( empat juta rupiah) dan melapor ke Polsek Penukal Utara pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020. Adapun Barang Bukti yang kita amankan berupa 
1 unit Lap Top merk AXIOO warna hitam. Tersangka kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," tandasnya. (sn)
Share:

Serahkan Kunci Bedah Rumah, Kodim 0404-ME Sisihkan Infak dari Prajurit

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Komando Distrik Mikiter (Kodim) 0404 Muara Enim kembali bedah rumah warga tidak layak huni (RTLH) di Rt.03 Rw.07 Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, jumat (6/3/20)  

Kepala Staf Kodim 0404-M.E Mayor Infanteri Sugeng Purwadi dalam sambutan penyerahan kunci bedah rumah milik Rasikin (51) mengatakan jika pihaknya telah melakukan beberapa kali bedah rumah di wilayah Prabumulih, hal tersebut menurutnya adalah kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia untuk merdeka dalam kemiskinan 

"kita telah berhasil membantu pembangunan rumah warga, dana itu semua dari infak anggota kita” ucapnya seraya mengatakan tugas Babinsa yang ada di Kelurahan dan Desa untuk mengetahui warganya tidak mampu untuk segera diajukan 
Masih kata Sugeng, pihaknya siap membantu tenaga jika ada pembangunan bedah rumah oleh pemerintah “jika Pemerintah masih ada bantuan bedah rumah kami TNI siap membangunkan, kami siapkan prajurit untuk tenaga (tukang) pembangunan rumahnya” tegasnya 

Senada disampaikan Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,M.M yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Elman, S.T mengatakan saat ini setiap instansi telah memiliki program yang selaras dengan Pemerintah Kota Prabumumulih 

“Pemerintah telah banyak melakukan kerjasama dengan instansi untuk bedah rumah, saat ini TNI,Polri, Bank dan Perusahaan di Prabumulih pernah melakukan program yang sama” ucap Elman 

Prabumulih masih memiliki sekitar 500 rumah yang belum dibedah, Pemerintah akan terus bekerjasama dengan instansi yang bisa menyisihkan bantuan untuk masyarakat Prabumulih 

"tahun 2021 target kita Kota Prabumulih bebas dari rumah tidak layak huni” sambungnya 

Sementara itu, Rasikin pria berumur 51 tahun itu mengaku senang telah dibantu bedah rumah oleh Kodim 0404 Muara Enim yang dulu rumahnya sudah tak layak 

“Allhamdulillah terimakasih buat Pemerintah dan Kodim 0404 M.E telah membantu kami dan masyarakat yang telah mensuport pembangunan ini” Ucapnya senang 
Acara penyerahan kunci bedah rumah yang dihadiri Sekda Prabumulih Elman,S.T, Kepala Staf Kodim 0404 Sugeng Purwadi, Yonzipur, organisasi Laskar Merah Putih, Sulastri,S.Sos, FKPPI, dan masyarakat (tau/sn)  
Share:

Imbas Korona, Masker di PALI Hilang Dipasaran

PALI, SININEWS.COM -- Saat ini, warga Bumi Serepat Serasan resah lantaran masker mendadak hilang dipasaran sejak virus korona atau Covid-19 masuk ke Indonesia. 

Dari penelusuran media ini di sejumlah toko dan minimarket serta apotik, memang ketersediaan masker serta hand sanitizer susah didapat.

Bahkan untuk masker, untuk di wilayah Talang Ubi tidak sama sekali.

"Ada orang borong masker beberapa hari lalu setelah pemerintah mengumumkan dua orang WNI positif Covid-19. Kalau wajah orang yang borong itu sepertinya orang Pendopo ini, tapi namanya tidak kenal. Untuk hand sanitizer juga stok kami kosong," kata Mira Sintia, pegawai Indomaret yang berada persis di depan RSUD PALI.

Sama halnya diutarakan Sari, pemilik apotik Merdeka yang berada di simpang Talang Subur Talang Ubi bahwa saat ini persediaan masker di apotiknya kosong. 

"Mau mengambil lagi, harganya naik. Dari awalnya hanya Rp 40 ribu per kotak ssat ini melonjak menjadi Rp 325 ribu per kotak. Jadi kami urungkan untuk kembali mengisi pasokan masker," ucapnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI, Mudakir menyebut pasokan masker di Dinkes juga menipis. Antisipasi langkanya masker dipasaran, Dinkes sudah melayangkan surat permintaan kepada Dinkes Sumsel. 

"Pasokan masker kita menipis karena dibagi-bagikan saat adanya Karhutlah ketika musim kemarau lalu. Kami juga sudah meminta kepada Dinkes provinsi, rupanya alami hal sama. Ketika kami berniat membeli, rupanya harganya melonjak naik. Jadi untuk pasokan masker yang ada, kami bakal gunakan saat ada kondisi darurat juga untuk memenuhi kebutuhan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan yang ada, sebelum pasokan masker di Dinkes bertambah," terangnya. (sn)
Share:

Begal Asal Betung PALI Keok di Dor Tim Srigala

PALI, SININEWS.COM -- Tim Srigala Polsek Penukal Abab berhasil melumpuhkan Rio Revaldo (23) warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI dengan memberikan hadiah timah panas dibagian kakinya lantaran berusaha melawan petugas kepolisian yang hendak menangkapnya. 

Tersangka Rio ini memang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Penukal Abab lantaran diduga sebagai pelaku begal yang kerap beraksi di wilayah hukum Polsek Penukal Abab. 

Pelaku ini juga mengantongi dua laporan korbannya dengan bukti  LP/B/38/II/2020/Sumsel/Res. Penukal Abab Lematang Ilir/Sek. Penukal Abab, tanggal 20 Februari 2020.
 dan LP/B/40/II/2020/Sumsel/Res. Penukal Abab Lematang Ilir/Sek. Penukal Abab, tanggal 21 Februari 2020 terkait.

Hal itu diungkapkan Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian bahwa awal mula kejadian pelaku meminta korban untuk mengantarkan pulang kerumah di Desa Betung Kecamatan Abab.

Sesampainya di Desa Betung, pelaku mengajak kedua temannya dan korban menuju Basecamp, namun di jalan Lokasi PT. PHE Raja Tempirai wilayah Desa Betung, tiba-tiba pelaku Rio  mencekik leher korban dari arah belakang dengan menggunakan tangan sebelah kiri, sementara teman Rio yang berada di depan korban mengeluarkan sebilah pisau dari pinggang sebelah kiri dan menyerahkan pisau tersebut pelaku  Rio.

Kemudian pelaku Rio mengalungkan senjata tajam jenis pisau ke leher korban dan teman pelaku yang lain mengancam dengan senjata api rakitan ke kening korban. Salah satu pelaku berhasil mengambil handphone merek Blackberry dan uang sebesar Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah). 

Korban melakukan perlawanan dan berhasil mendapatkan pisau pelaku Rio,  kemudian korban berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya. 

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar di wajah dan memar di punggung belakang akibat dipukul kayu, kerugian materil lebih kurang Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penukal Abab untuk ditindak lanjuti.

Setelah LP masuk, kemudian pada Rabu tanggal 04 Maret 2020 sekira pukul 02.00 WIB, Tim Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal Abab mendapat informasi dari warga bahwa ada pelaku Rio yang merupakan salah satu DPO Polsek Penukal Abab sedang menonton Organ Tunggal di Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang. 

Menindaklanjuti informasi tersebut Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian SH memerintahkan Ipda Taufik Hidayat  selaku Kanit Reskrim Polsek Penukal Abab untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. 

Setelah sampai di TKP sekira pukul 03.15 WIB, memang benar pelaku tersebut sedang menonton Orgen Tunggal dan selanjutnya Tim Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal Abab yang dipimpin oleh Ipda Taufik Hidayat melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut.

Akan tetapi pelaku berusaha melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Setelah berhasil ditangkap pelaku selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan selanjutnya dibawa ke Polsek Penukal Abab guna proses lebih lanjut.

"Saat ini kita tengah melakukan pengembangan kasus terhadap para pelaku, melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut dan sita barang bukti serta memburu pelaku lainnya. Adapun BB yang disita berupa 1 (satu) bilah pisau warna hitam kecokelatan dengan panjang kurang lebih 15 (lima belas) cm, bergagang kayu warna cokelat. Pelaku kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun," tandasnya. (sn)
Share:

Sinergi Bangun PALI Cemerlang, DPPKBPPPA PALI dan Dukcapil Gotong Royong Layani Warga Raja Barat

PALI, SININEWS.COM -- Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri, sehat, cerdas dan sejahtera serta tertib dibidang administrasi kependudukan di Bumi Serepat Serasan, perlu adanya kerjasama lintas sektoral agar saling menunjang dan saling mengisi. Hal itu telah dibuktikan dengan kegiatan pada Jumat (6/3) di Desa Raja Barat Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Dikemas melalui program bulan bkahti gotong royong, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) berjibaku melayani masyarakat sesuai bidang masing-masing. Seperti yang dilakukan DPPKBPPPA PALI, OPD ini terlihat sibuk melayani masyarakat yang hendak memasang alat kontrasepsi KB. 

"Kita layani KB gratis, seperti pemasangan alat kontrasepsi KB. Dan respon masyarakat alhamdulillah cukup tinggi. Ini berkat kerja keras petugas kita di lapangan dalam mengajak dan mensosialisasikan manfaat ikut KB," kata Yenni Nopriani, Kepala DPPKBPPPA PALI. 

Sementara itu Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI mengemukakan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan pelayanan terkait administrasi kependudukan (adminduk). 

"Kami bakal hadir disetiap kesempatan terlebih kegiatan seperti ini. Tujuannya menjadikan PALI tertib adminduk. Bukan hanya ada kegiatan besar saja, kami juga terus bergerilya melayani masyarakat secara langsung dalam mengajak masyarakat mengurus adminduk, termasuk mensuskseskan sensus penduduk secara online tahun 2020," terang Rismaliza. 

Terpisah, Mudakir Plt Kepada Dinkes PALI juga menyatakan sama, yakni Dinkes juga berperan serta dalam kegiatan bulan bhakti gotong royong. 

"Kita juga layani kesehatan secara gratis, seperti tes IVA, fogging disekitar desa Raja Barat. Dan kegiatan ini akan dilakukan bukan hari ini saja, tapi kita bakal turun ke lapangan layani langsung masyarakat menuju PALI sehat," ucapnya. (sn)
Share:

Cegah Permasalahan Kekerasan Terhadap Anak, DPPKBPPPA Bentuk PATMB 

PALI,SININEWS.COM - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali membuat program baru dengan membentuk desa percontohan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATMB). 

Desa yang ditunjuk sebagai PATMB adalah Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara yang langsung dilakukan pembinaan melalui bidang PPPA pada Kamis (5/3) kemarin. 

"PATBM adalah suatu gerakan perlindungan anak yang dikelola oleh sekelompok orang yang tinggal disuatu desa," ungkap Yenni Nopriani Kepala DPPKBPPPA PALI didampingi Kabid PPPA, Kasmiyati, Jumat (6/3). 

Tujuannya dijelaskan Yenni adalah agar bisa memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak. 

"Melalui PATBM masyarakat mampu mengenali menelaah dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungannya sendiri," jelasnya. 

Dengan dibentuk dan dilakukan pembinaan terhadap PATMB diharapkan tujuan mewujudkan Sumsel maju untuk semua dan PALI cemerlang bisa terwujud. 

"Kita akan terus lakukan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan agar semua program pemerintah baik pusat atau daerah bisa sukses diterapkan supaya tujuan dan harapan bisa tercapai," harapnya. (sn)
Share:

Guru dan Pegawai Honorer Di Muara Enim Belum Gajian

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Sudah hampir tiga bulan memasuki tahun 2020 guru dan pegawai honorer di kabupaten Muara Enim belum menerima gaji baik dari dana APBD maupun dana BOS APBN. Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru honorer di salah satu SMP yang ada di kabupaten Muara Enim , Jum'at (06/03/2020).

"Benar kita sudah hampir tiga bulan belum menerima gaji. Baik itu gaji dari Tunjangan Harian Lepas (THL) yang bersumber dari APBD kabupaten Muara Enim maupun guru dan pegawai honorer yang digaji melalui dana BOS APBN pun belum gajian," ungkapnya.

Kemudian dia mengatakan hal seperti ini hampir setiap tahun terjadi dan terkadang sempat lebih dari tiga bulan.

"Hal ini hampir setiap tahun terjadi kalau kita komfirmasi ke kepala sekolah katanya memang belum cair dari Pemkab sedang kan terkait gaji Honorer dana Bos terlambat karena masih ada sekolah yang belum tuntas laporan sehingga sekolah yang sudah laporanpun turut serta terlambatbpencairan dana Bos tersebut," terangnya.

Sementara itu Pengurus PGRI Kabupaten Muara Enim dalam hal ini yang disampaikan oleh wakil Ketua Jumran, SH, MM mengharapkan kepada pihak terkait agar dapat memperlancar proses pencairan dana tersebut sehingga para guru dan pegawai honorer dapat menerima gaji yang mereka harapkan.

"Mereka ini bergantung pada gaji THL dan Dana BOS itu. Jadi kalau belum dibayar gaji mereka ini bagaimana mereka melanjutkan hidup serta bisa ptofesional didalam bekerja karena disaat mengajar memikirkan bagaimana dapat membeli beras," ungkap Jumran.

Maka itu, lanjut Jumran PGRI berharap besar kepada Pemerintah daerah maupun pusat untuk dapat mencairkan dana tersebut dan untuk para guru dan pegawai honorer untuk dapat melengkapi berkas yang diminta untuk perlengkapan pencairan dana tersebut.

"Besar harapan kita Pemerintah dapat segera mencairkan dana tersebut karena gaji itu merupakan harapan para honorer untuk melanjutkan hidup. Dan kami juga berpesan kepada para honorer untuk melengkapi seluruh berkas yang betkaitan dengan THL maupun untuk pelaporan Dana BOS seperti kelengkapan administrasi absensi, dan sebagainya," harap Jumran.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Irawan Supmidi melalui Kepala Bidang SMP Rizal Alpian menerangkan bahwa dana BOS sudah masuk rekening sekolah masing-masing. Namun RKAS sekolah-sekolah tertentu belum disahkan.

"Kalau THL ke bidang GTK saja tanya karena Bidangnya di GTK, tapi kalau Dana BOS sudah ditransfer ke rekening sekolah masing-masing akan tetapi sebelum menggunakan dana tersebut pihak sekolag harus mengesahkan RKASnya terlebih dahulu," terang Rizal.

Masih kata Rizal terkait beberapa sekolah yang sudah menyerahkan laporan penggunaan dana BOS dan RKAS saat ini sedang diperiksa oleh Tim Bos Kabupaten.

"Sekarang sebagian besar sudah dan sedang di koreksi oleh tim BOS kabupaten,"pungkasnya.
Share:

Berkat Kayu Gaharu, Perekonomian Warga Simpang Tais Tidak Bergantung Pada Getah Karet

PALI, SININEWS.COM -- Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) rupanya selain sebagai petani karet juga lebih dari sebagian warganya menjadi pencari kayu gaharu yang kemudian diolah untuk memisahkan bagian gubalnya atau teras yang berwarna hitam kemudian dipilih berdasarkan kualitasnya. 

Penjualannya pun tidak perlu repot-repot, sebab pembeli bakal datang sendiri menampung seluruh hasil kayu gaharu yang berhasil dikumpulkan warga. Karena menurut warga, kebutuhan kayu gaharu di pasar dunia yang sudah diolah saat ini masih kekurangan.

Dari hasil mengumpulkan kayu gaharu yang warga cari sampai ke hutan mampu menggeliatkan ekonomi warga setempat. Dan warga pun kini tidak lagi hanya bergantung pada hasil sadapan karet saja, melainkan ada penopang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

"Suami saya yang setiap hari mencari kayu gaharu ke hutan-hutan, setelah dapat dan sampai rumah saya olah dan pisahkan ketika pulang dari menyadap karet," ucap Siti Pendi, salah satu warga Desa Simpang Tais, Kamis (5/3).

Omzetnya pun tidak tanggung-tanggung, karena dikatakan Siti kalau beruntung mendapatkan teras berkualitas super bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap minggunya. 

"Dalam satu batang ukuran besar, hasilnya tidak sama, ada beberapa kelas. Dimana kualitas super dihargai Rp 3 juta/kg dan paling rendah kelasnya hanya Rp 100 ribu/kg. Pembeli datang setiap minggu, dan setiap penjualan rata-rata penghasilan kami mencapai Rp 10 juta," urainya. 

Sementara itu, Erika Peru, Kepala Desa Simpang Tais mengakui bahwa memang desanya menjadi penghasil kayu gaharu terbesar di Kabupaten PALI.

"Awalnya hanya satu atau dua orang warga yang menggeluti usaha mencari dan mengolah kayu gaharu, namun karena usaha ini cukup menopang kesejahteraan, saat ini hampir seluruh warga desa kami berprofesi sama," ungkap Kades. 

Menghindari pohon gaharu langka karena terus diburu, Kades juga menyebut bahwa sudah ada beberapa warga yang membudidayakannya dengan menanam dikebunnya. 

"Sudah banyak yang membudidayakan pohon gaharu, sebab untuk menanam dan perawatannya tidak sulit. Ini dilakukan warga sebagai antisipasi pohon gaharu sulit ditemukan di hutan. Dan bisnis ini juga mendapat respon dari pak Bupati, bahkan beliau (Bupati) juga turut menanam ribuan pohon gaharu," terang Kades. (sn)
Share:

Bawaslu PALI Temukan Puluhan Calon PKD Terindikasi Terdaftar di Parpol


PALI, SININEWS.COM - Jelang pengumuman calon Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) yang bakal diumumkan pada tanggal 12 Maret 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menemukan puluhan calon PKD terindikasi menjadi anggota Partai Politik (Parpol) setelah pengecekan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). 

Informasi itu diungkapkan ketua Bawaslu PALI, Heru Muharam melalui Iwan Dedi Divisi Pengawasan Bawaslu PALI, Rabu (4/3). 

"Hasil pengawasan kami di Sipol terdapat beberapa nama calon PKD terdaftar sebagai keanggotaan Parpol. Tentu ini jadi temuan kami dan bakal dipanggil nama-nama bersangkutan untuk dimintai klarifikasi," ungkap Iwan Dedi. 

Alasan adanya kesempatan klarifikasi dijelaskan Iwan Dedi bahwa seperti pengalaman sebelumnya dengan adanya nama calon pengawas yang terdaftar tetapi saat diminta klarifikasi yang bersangkutan merasa tidak mengetahui kalau dirinya tedaftar di salah satu parpol, lantaran yang bersangkutan tidak pernah memberikan identitasnya untuk Parpol. 

"Setelah mendengar klarifikasi, yang memang tidak pernah mendaftar sebagai anggota parpol untuk membuat pernyataan yang ditandatangani ketua Parpol dengan membubuhkan materai. Tetapi yang terbukti, dianggap gugur," tandas Iwan Dedi. 

Adapun jumlah nama-nama calon PKD yang terdaftar sebagai anggota Parpol, Iwan Dedi menyebutkan bahwa dari Kecamatan Tanah Abang paling banyak. "Tanah Abang ada 11 nama yang terdaftar sebagai anggota parpol. Kecamatan Abab ada 8 orang, Penukal ada 1 orang, Penukal Utara ada 10 orang serta Talang Ubi ada 4 orang. Tetapi mereka tidak serta merta mereka gugur, tetap akan kita pinta klarifikasi," terangnya. 

Untuk pengawasan selain pada penjaringan PKD, Iwan Dedi juga bakal memperlakukan sama terhadap penjaringan calon Panitia Pemungutan Suara (PPS). 

"Nanti setelah kita menerima pengumuman hasil tes tertulis, kita juga bakal cek di Sipol nama-nama calon PPS," tukasnya. (sn)
Share:

Terbaring Lemah Selama 16 Tahun, Nenek Asal Simpang Tais Butuh Bantuan 

PALI, SININEWS.COM -- Siti Rukiyah perempuan Lanjut Usia (Lansia) asal Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah hampir 16 tahun ini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya. Pasalnya nenek yang saat ini usianya hampir 80 tahun itu awalnya terserang penyakit strok 16 tahun silam.

Pihak keluarga telah berupaya mengobati dari rumah sakit sampai orang pintar, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Bahkan penyakit nenek Siti Rukiyah semakin hari semakin parah dan kini hanya tersisa tulang terbungkus kulit serta kondisinya hanya terbaring lemah tanpa bisa menggerakkan anggota badannya. 

 Meski dari secara fisik Lansia itu sulit diobati, namun untuk keperluan sehari-hari, nenek tersebut butuh uluran tangan para dermawan. Sebab nenek itu tinggal bersama salah satu anaknya, bernama Reni yang usianya sekitar 25 tahun, tetapi kondisi Reni merupakan penyandang disabilitas. 

 "Nenek ini dirawat anaknya yang kondisinya seperti itu (disabilitas) yang tidak bisa mencari nafkah hidup. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hanya menunggu uluran atau pemberian anak-anaknya yang lain serta tetangga sekitar," terang Erika Peru, Kades Simpang Tais, Rabu (4/3). 

 Untuk pelayanan kesehatan, diakui Kades bahwa dari Dinkes melalui bidan desa sering memeriksa nenek Siti Rukiyah, tetapi untuk bantuan dari instansi lain belum ada. "Kalau melihat seperti ini, sulit sembuh. Tapi yang lebih penting adalah selama nenek itu masih hidup, butuh makan dan minum. Untuk itu, kami berharap ada bantuan dari Pemkab PALI atau donatur lainnya. Dan saat ini memang baru ada organisme masyarakat yang sudah dua kali membantu yakni JPKP," tukasnya.

Sementara itu, Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) menyatakan telah mengirim Kabid Resos untuk mengecek dan memberikan bantuan. "Kita bakal bantu Lansia tersebut. Dan saat ini kami telah perintahkan Kabid Resos untuk mengirim bantuan," ucapnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts