Seismik Pindah ke Wilayah Lembak, Picu Warga Prabumulih Demo Tuntut RR di Selesaikan

Foto : Mess PT.BGP di Gang Perintis Desa Karang Endah, Muara Enim

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Warga Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan menggelar aksi unjuk rasa ke PT.BGP terkait ratusan rumah rusak (RR) akibat eksplorasi seismik 3D yang mencari cadangan minyak tahun lalu diwilayah tersebut, Senin (7/2/22).

 

Hal tersebut disampaikan langsung Mat Senan dkk warga Gunung Kemala kepada media ini usai menggelar rapat terbatas. Dirinyanya mengungkapkan perusahaan selalu mengulur waktu untuk mengganti kerugian rumah yang rusak akibat getaran pemboman saat seismik beraktivitas.

“kita dalam waktu dekat akan menggelar aksi besar menuntut perusahaan PT.BGP segera melakukan negosiasi dan ganti kerugian rumah warga yang terdampak” ucapnya kesal

 

Masih kata Senan, kegiatan akbar itu belum ditentukan waktu dan tanggalnya karena pihaknya masih melakukakan kordinasi dengan beberapa desa dan kelurahan yang juga ikut terdampak.

“Setau saya di Tanjung Raman itu sekitar 700 lebih rumah rusak oleh seismik ini, apalagi di tempatkan mungkin bisa ribuan, namun hingga saat ini belum ada niat baik atau komunikasi dari perusahaan” tuturnya.

 

Ditempat terpisah, Warga Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim akan menghadapi nasib yang sama dengan Prabumulih. Tim media ini mencoba menelusuri aktivitas eksplorasi PT.BGP diwilayah Kecamatan Lembak usai beraktifitas di Prabuumlih.

 

Dari pantauan sejumlah camp penampungan pekerja Recording yang dinaungi oleh PT.TUB mulai mendirikan tenda-tenda barak berjejer ditepian yang tak jauh dari lahan parkir Wisata buatan Danau Shuji, Lembak.

 

Saat ditemui beberapa wartawan salah satu pekerja yang berjaga disana mengaku saat ini belum ada aktifitas pekerjaan yang dilakukan di camp Danau Shuji.

“belum ada bang, disini masih kosong belum ada yang bekerja” jelas pria bermarga batak yang namanya juga enggan disebut dalam penulisan berita ini.

 

Dirinya juga menjelaskan para pekerja disana masih menunggu perintah untuk mulai bekerja yang menurut informasi dalam waktu dekat wilayah lembak akan dieksplor, ditebang kayunya dan ditembak dengan cara pemboran yang akan berdampak sama dengan wilayah Prabumulih.

 

Ditempat lain, Pasti Baourus Humas PT.BGP wilayah Kecamatan Lembak Muara Enim saat hendak dikonfirmasi langsung dikantornya di Gang Perintis desa Karang Endah tidak berhasil ditemui.

“Baru saja pak Bourusnya keluar pak, 10 menit yang lalu” ucap Ujang penjaga keamanan disana.

 

Dikonfirmasi sebelumnya Humas PT.BGP Pasti Bourus mengaku untuk permasalahan diwilayah Prabumulih sebaiknya berkordinasi kepada yang bertugas di Prabumulih.

“Selamat siang saudaraku!. Mengenai kegiatan yang di Prabumulih lebih baik Saudara Ku tanyakan saja langsung dengan yang bertugas di Prabumulih. Tulis Bourus dalam pesan Whatspp.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Lembak Kasmadi ditemui ditempat kerjanya menyampaikan kegiatan seismik sudah mulai dilakukan tahap sosialisasi tingkat kecamatan dan mereka (BGP) masih menunggu Surat Perintah Kerja (SPK).

“Masih sosialisasi ditingkat kecamatan belum ke desa” tutup kades (sn/tau)

 

Share:

ACT PRABUMULIH BAGIKAN RATUSAN SENDAL WUDHU BARU UNTUK MASJID DAN MUSHOLLA PELOSOK


PRABUMULIH, SININEWS.COM -- setiap musholla dan masjid umumnya tersedia sendal wudhu sebagai alas kaki untuk dipakai saat mengambil air wudhu. Hal ini, agar kaki dalam keadaan tetap bersih dan suci terjaga dari kotoran atau najis.

Di sejumlah masjid dan musholah masih didapati posisi tempat mengambil air wudhu yang terpisah sehingga membutuhkan sandal sebagai alas kaki dan sebagian kondisi sendal yang licin dan lusuh Untuk itu masih sangat dibutuhkan sandal khusus berwudhu.

Melihat hal tersebut, ACT prabumulih mengawali aksi yang dinamai “Wakaf 1000 Sendal Wudhu Masjid dan Musholah” di kawasan Prabumulih, Muara Enim dan Pali 

“Alhamdulillah mulai minggu kamarin, serah terima wakaf sendal wudhu ratusan pasang dari donatur ke masjid-masjid di Kota Prabumulih mulai dari : 

1. Masjid al hidayah Prabumulih 

2. Masjid al  istiqomah Tanjung raman

3. Masjid nur arafah Pasar 1

4. Masjid al magfirah Taman Baka

5. Musholla al mutaqin Payu Putat

6. Musholla ponpes al munawarroh Patih Galung

7. Musholla nur ikhlas Patih Galung

8. Musholla an nur desa Tanjung Telang

9. Musholla al ikhlas Patih galung

10. Musholla ponpes putihan Pangkul

 ,” kata Dian, Selasa (01/2/2022).

Menurut Dian dari pentingnya kegunaan akan sendal wudhu ini, maka untuk kegiatan awal ini, dia dan dulur-dulur (saudara) bersepakat merencanakan kegiatan berupa ‘Wakaf 1000 Sendal Wudhu untuk Musholla dan Masjid’ yang ada di sekitar Prabumulih, Pali dan Muara Enim.

Kegiatan ini, lanjutnya, terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung serta ikut terlibat karena diharapkan aksi tersebut bisa terus berlanjut. 

“Kami mempersilahkan dengan tangan terbuka untuk sahabat dermawan yang ingin berperan serta dan berpartisipasi dalam hal donasi di kegiatan ‘Wakaf Sendal wudhu Musholla & Masjid” Bisa melalui Rekening BSI 717 888 2222 an Aksi Cepat Tanggap.

Share:

Seberangi Lematang Tak Lagi Pakai Perahu, Ekonomi Warga Pandan Diprediksi Meningkat


PALI. SININEWS.COM -- Tokoh muda Lematang sekaligus ketua Umum FAKAR Lematang Provinsi Sumatera Selatan, Aka Cholik Darlin S.Pdi MM memprediksi perekonomian masyarakat Desa Pandan kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan meningkat di tahun 2022 ini seiring rampungnya jembatan penghubung desa Pandan menuju Desa Talang Nangka kabupaten Muara Enim untuk menuju kota Prabumulih. 


Hal itu dikatakan mantan anggota DPRD kabupaten PALI itu, Mingguan (6/2/22). Menurut Ketua DPC PKB kabupaten PALI itu bahwa sebelum jembatan dibangun Pemkab PALI warga setempat menuju kota Prabumulih melalui Desa Talang Nangka untuk menjual hasil kebunnya harus menggunakan perahu atau sampan yang tentunya harus membelah arus sungai Lematang yang cukup deras dan membahayakan keselamatan warga.


"Tapi saat ini sudah bisa disaksikan bahwa jembatan sudah membentang dan warga bisa wara wiri menggunakan sepeda motornya dengan membawa hasil kebun untuk bisa dijual ke seberang atau wilayah kabupaten Muara Enim bahkan ke kota Prabumulih yang memang setelah jembatan selesai, waktu tempuh menuju kota Prabumulih hanya 15 menit," kata Aka Cholik. 


Ditambahkannya bahwa pembangunan jembatan Pandan itu merupakan wujud respon pemerintah kabupaten PALI atas keinginan rakyatnya.


"Jembatan itu merupakan permintaan masyarakat yang sudah lama dinantikan. Pasalnya, salah satu yang sering dikeluhkan warga sebelum jembatan dibangun adalah susahnya warga saat memakamkan jenazah ketika ada warga yang meninggal. Karena lokasi pemakaman warga Pandan ada diseberang desa yang harus menyeberangi Sungai Lematang menggunakan perahu. Belum lagi banyaknya lahan kebun masyarakat setempat berada diseberang juga menjual hasil kebunnya yang harus mempertaruhkan nyawa karena harus mengayuh sampan membelah derasnya arus sungai Lematang," jabarnya. 


Meski demikian, ada pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah kabupaten PALI terkait akses jalan diseberang desa Pandan. Dalam hal ini, Aka Cholik menyarankan pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Muara Enim dalam pembangunan akses jalan agar bisa dilalui kendaraan roda empat. 


"Manfaat adanya jembatan Pandan bukan hanya dirasakan warga Pandan dan masyarakat PALI saja, tetapi warga Muara Enim juga Kota Prabumulih turut menikmatinya. Untuk itu, saran saya koordinasikan pembangunan akses jalan yang masuk di wilayah kabupaten Muara Enim. Apabila akses jalan terbuka, maka saya yakin ekonomi masyarakat Pandan dan sekitarnya akan terus meningkat," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum kabupaten PALI Ristanto Wahyudi menyatakan bahwa jembatan Pandan memang belum bisa difungsikan maksimal terkendala akses jalan di seberang desa Pandan yang belum dibangun. 


"Saat ini baru bisa dilalui kendaraan roda dua, dikarenakan sebagian besar tanah atau kebun  diseberang merupakan milik masyarakat desa Pandan. Memang saat ini belum berfungsi secara maksimal dikarenakan akses jalan penghubung di seberang belum dibangun. Dikarenakan area tersebut merupakan wilayah Muara Enim, pihak kami akan bekoordinasi dengan Muara Enim agar kiranya dapat membangun jalan akses jembatan tersebut yang berada di wilayah mereka," terang Ristanto. 


Difungsikannya Jembatan Pandan juga diakui Kepala Desa setempat, Sahrun Nizar. "Alhamdulillah sudah dipakai masyarakat beraktivitas. Tinggal lagi akses jalan untuk tembusan ke kabupaten Muara Enim," ucap Kades. (sn/perry)

Share:

Ketua GNPK-RI Soroti Pembangunan Jembatan Pandan, PU PALI Koordinasi Bersama Pemda Muara Enim


PALI. SININEWS.COM -- Ketua PW GNPK-RI Propinsi Sumatera Selatan, Afrizal Muslim menyoroti pembangunan jembatan yang ada di Desa Pandan kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menelan APBD kabupaten PALI tidak sedikit. 


Pasalnya, menurut pria kelahiran Desa Air Itam kecamatan Penukal itu fakta yang ditemukan menunjukan adanya dugaan oknum elit di Kabupaten PALI tidak memikirkan permasalahan sampai kesitu, yang ada bagaimana proyek bernilai pantastis itu bisa terlaksana.

Dalam permasalahan ini dirinya mempertanyakan fungsi DPRD Kabupaten PALI sebagaimana Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah khususnya pasal 96 menyebutkan bahwa DPRD memiliki 3 fungsi yakni, fungsi pembentukan peraturan daerah, fungsi penyusunan anggaran dan fungsi pengawasan.

"Membangun jembatan senilai Rp 26 miliar tidak berfungsi, lantas fungsi penyusunan anggaran dan fungsi pengawasan DPRD Kabupaten PALI itu kemana. Atau kah itu dianggap tidak penting bagi DPRD Kabupaten PALI, yang penting itu bagaimana agar dapat diikut sertakan dalam pelaksanaan proyek besar begitu. Menurut saya, perbuatan itu sudah sangat menghianati amanah masyarakat Kabupaten PALI yang diwakilinya," katanya.

Untuk itu, Afrizal Muslim meminta BPK RI, KPK RI, Kejaksaan dan Kepolisian dapat mengusut dugaan penyalah gunaan wewenang dan merugikan negara pada proyek pembangunan jembatan di desa Pandan senilai Rp 26 Miliar itu.

"Saya ketua PW GNPK-RI Provinsi Sumatera Selatan, berhak bersuara di 17 kabupaten/kota terlebih saya asli PALI, yang merasa prihatin terhadap permasalahan ini. Jadi saya minta kepada Aparat Penengah Hukum (APH) untuk mengusut masalah ini," tandasnya 

Sementara itu, Ristanto Wahyudi kepala Dinas PU Kabupaten PALI menyatakan bahwa memang jembatan Pandan belum berfungsi secara maksimal. 

Dikatakan Ristanto bahwa kalau dikatakan belum berfungsi sama sekali tidak juga, dikarenakan saat ini jembatan tersebut dimanfaatkan masyarakat ke wilayah seberang walaupun baru bisa menggunakan sepeda motor, dikarenakan sebagian besar tanah atau kebun diseberang merupakan milik masyarakat desa pandan.

"Memang saat ini belum berfungsi secara maksimal dikarenakan akses jalan penghubung di seberang belum dibangun. Dikarenakan area tersebut merupakan wilayah Muara Enim, pihak kami akan bekoordinasi dengan Muara Enim agar kiranya dapat membangun jalan akses jembatan tersebut yang berada di wilayah mereka," terang Kadin PU PALI. 

Terpisah, Kepala Desa Pandan Sahrun Nizar menguatkan pernyataan kepala Dinas PU bahwa jembatan itu telah digunakan warga. 

"Alhamdulillah jembatan itu sudah dipakai, tinggal lagi akses jalan untuk tembusan ke kabupaten Muara Enim," kata Kades. 

Diketahui proyek pembangunan jembatan Pandan kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2017 menggunakan dana APBD PALI senilai Rp 5. 999. 774. 325. 01,- dilaksanakan oleh PT Karya Maju Utama. Sedangkan lanjutan pembangunan jembatan Pandan  pada tahun 2020 menggunakan dana APBD Kabupaten PALI sebesar Rp 19,6 Miliar dilaksanakan oleh PT Putri Kembang Sakti.

Jembatan Pandan ini menghubungkan Kabupaten PALI dengan Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Tepatnya  menghubungkan Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI dengan Desa Talang Nangka Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. (sn/perry)
Share:

Di Buat Kewalahan, Persipra All Star Bantai Tuan Rumah

PALI, SININEWS.COM -- Kesebelasan Persipra All Star berhasil membuat kewalahan tuan rumah PSP Legend di lapangan Boden Tanah Abang Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jum'at (04/02).

Wasit meniupkan peluit panjang di mana saat itu kesebelasan Squad All Star yang di komandoi oleh Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM berhasil memegang angka 5 dan untuk kesebelasan tuan rumah PSP Legend yang di pegang Kades Tanah Abang Utara Sapril tidak di beri angka satupun.

Meskipun dengan kondisi lapangan yang lumayan licin karena habis turunnya hujan, semangat dari kedua tim tetap membara untuk unjuk aksi di lapangan yang di saksikan langsung oleh masyarakat Tanah Abang.

"Lapangannyo ni kan bagus Yo Karno ujan, kita salut, antusias masyarakat tentang sepak bola, Tapi intinyo bukan sepak bola tapi silaturahmi yang paling utama kita tau kondisi masyarakat keadaan masyarakat," kata Wako Prabumulih Ridho Yahya Usai bertanding.

Tak hanya itu, walaupun tim tuan rumah di buat Capten kesebelasan Squad Persipra All Star selalu memperioritaskan erat Tali Silaturahmi.

"Yo namonyo kekeluargaan, persaudaraan di antara kito bukan menang kalah tapi keakraban itu yang paling utama," terangnya.

Di sisi lain, mengajak rombongan Rombongan Persipra Junior keluar kandang untuk meningkatkan Kualitas Permainan dan mental.

"Yo junior itu karna sebentar lagi Ado U-15 ini yang akan di pertandingan di kota prabumulih,"ucapnya kepada awak media ini.

Ridho juga menargetkan agar kedapanya Persipra Junior dapat lebih dari Piala Soeratin U-17 kemarin. "Oh Yo pastilah kemaren Soeratin kita juara dua, makanya anak-anak kita kita ajak keliling ke Pali, Lahat, Belitang kagek, nanti saat bertanding dia sudah terbiasa dengan kondisi lapangan berbagai macam lapanangan kondisi hujan kondisi panas dan dengan kondisi para penonton." (Ari/SN)





Share:

Saat Tinjau Lokasi Banjir, Pj Sekda PALI Ajak Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan


PALI. SININEWS.COM -- Pj Sekda Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Kartika Yanti bersama Kepala BPBD kabupaten PALI Junaidi Anuar pada Jum'at Sore (4/2/22) turun ke lokasi banjir disejumlah titik dalam kecamatan Talang Ubi setelah diguyur hujan cukup deras hampir dua jam pada Siang Jum'at hingga menjelang sore hari. 


Dalam memantau kondisi banjir, Kartika Yanti mendatangi warga yang terdampak banjir untuk berinteraksi. 

Sekda juga mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan supaya aliran air lancar dan gorong-gorong tidak tersumbat. 

"Untuk menghindari banjir, masyarakat harus peduli lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan," ajak Sekda.

Diakui Sekda bahwa pemerintah telah berupaya membantu warga terdampak banjir. 

"Pemerintah kabupaten PALI melalui BPBD, Damkar, Dinsos, Dinkes,RSUD dan OPD terkait lainnya telah bahu membahu membantu manangani banjir. Tentu saja, saya selaku Pj Sekda apresiasi upaya sejumlah OPD itu. Kedepannya Insyaallah akan kita koordinasikan bersama OPD terkait lainnya dalam mencari solusi memecahkan permasalahan banjir ini. Karena saya lihat, air datang dari beberapa penjuru, dari dataran yang lebih tinggi, sementara gorong-gorong terlalu kecil," tukasnya. 

Sementara itu, Junaidi Anuar kepala BPBD PALI menghimbau masyarakat tetap waspada dalam hadapi banjir ini. 

"Hujan sepertinya masih akan terjadi, untuk itu kami himbau masyarakat tetap waspada. Dan kami siaga penuh. Pada banjir kali ini ada empat titik yang menjadi perhatian kami, yakni Talang Subur, Simpang Empat, Rejosari dan Talang Pipa," kata Junaidi. (sn/perry)
Share:

Diguyur Hujan Talang Ubi Banjir, Sekda Bersama BPBD Turun ke Lokasi


PALI. SININEWS.COM -- Sejumlah wilayah di kecamatan Talang Ubi pada Jum'at sore (4/2/22) alami banjir lantaran diguyur hujan sejak Jum'at siang hingga sore hari yang cukup deras. 


Wilayah yang terdampak banjir adalah Simpang Empat Kelurahan Talang Ubi Timur, Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan, Rejosari kelurahan Talang Ubi Utara dan Talang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat dan sejumlah titik lainnya. 

Tentu saja, atas kondisi itu, Pj Sekda PALI Kartika Yanti bersama Kepala BPBD PALI Junaidi Anuar dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC)  turun ke lokasi banjir memastikan masyarakat tetap aman. 


"Hujan siang ini turun cukup deras dan hampir dua jam lamanya. Ada empat titik yang menjadi perhatian kami yang kerap menjadi langganan banjir. Kedepan kita akan koordinasikan dengan OPD terkait, untuk mencari solusi agar permasalahan banjir bisa diselesaikan," ujar Kepala BPBD yang mendampingi Sekda memantau di lokasi banjir. 

Dengan kondisi yang masih berpotensi turun hujan, Junaidi Anuar menghimbau masyarakat tetap waspada. 

"Ya tetap waspada bila turun hujan serta peduli dengan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tidak tersumbat sehingga banjir bisa dihindari," ajaknya. (sn/perry)


Share:

Ridho Yahya Lantik 21 Pejabat Pemkot Prabumulih

 

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM lantik langsung prjabat eslon II, III dan IV di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Jum'at (04/02).

Sebanyak 21 pejabat yang di Lantik di antaranya pejabat tinggi pratama (esselon II), 15 pejabat eselon III dan 4 pejabat eselon IV, dimutasi dari jabatannya

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para pejabat tersebut dilakukan langsung oleh Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, di ruang rapat lantai I Pemkot Prabumulih

Sejumlah pejabat yang dilantik diantaranya Ir Bambang Sukaton yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dilantik menjadi staf ahli walikota bidang hukum dan politik.

Kemudian, dr Happy Tedjo Tjahyo Sumali MPH yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas kesehatan dilantik menjadi Asisten bidang administrasi umum. Selanjutnya, dr Hesty Widyaningsih MM yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSUD bertukar posisi dengan drg Sriwidyastuti sebagai Sekretaris Dinkes.

Hj. Reni Indayani SKM yang merupakan istri Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Keluarga Berencana di Dinas P2KBP2A, dilantik sebagai Sekretaris Dinas P2KBP2A.

“Karena ada lebih kurang enam atau tujuh (pejabat) yang memasuki masa purna bhakti,” ungkap Ridho.

“Pelantikan bisa dilaksanakan kapan saja, bisa setiap saat sesuai kebutuhan. Karena itu, bekerjalah sebaik mungkin tunjukan kinerja dengan baik dengan berinovasi,” pungkasnya. 

Share:

Didor Tim Kelambit Hitam, Spesialis Begal Ojek 'Tekepor



PALI. SININEWS.COM -- Mulyono (39) warga Desa Tempirai Selatan kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa harus menggunakan kursi roda dan menahan rasa sakit lantaran mendapat hadiah beberapa butir timah panas dibagian kakinya dari Tim Kelambit Hitam unit Pidum Satuan Reskrim Polres PALI lantaran berupaya melawan anggota polisi saat hendak ditangkap. 

Tersangka Mulyono ini ditangkap lantaran diduga telah melakukan beberapa kali tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) atau begal dengan korban rata-rata tukang ojek dengan modus berpura-pura sebagai penumpang. 

Diungkapkan Kapolres PALI AKBP Efrannedy didampingi Kasat Reskrim Polres PALI AKP Marwan, aksi terakhir yang dilakukan tersangka terjadi pada tanggal 2 Desember 2021 yang menimpa tukang ojek yang mangkal didepan rumah sakit umum daerah (RSUD) Talang Ubi. 

"Tersangka ini berpura-pura menjadi penumpang yang meminta diantar ke arah Simpang Raja dari depan rumah sakit. Tetapi sesampainya di Simpang Bandara kelurahan Handayani Mulya, saat itu situasi jalan raya sepi, tersangka menghentikan korban dan memaksa sepeda motornya untuk diserahkan dengan cara menodongkan senjata api rakitan kearah korban," ungkap Kapolres PALI, Jum'at (4/2/22).

Karena takut, ditambahkan Kapolres korban pun terpaksa menyerahkan sepeda motornya.

"Tersangka pun kabur membawa sepeda motor curiannya. Dari hasil interogasi, tersangka merupakan spesialis begal dengan korban tukang ojek dan sudah beberapa kali melakukan aksinya. Dan bukan hanya di PALI, rupanya tersangka ini beraksi antar kabupaten. Kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara," tandas Kapolres. 

Diakui Kapolres bahwa pihaknya memberikan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan tersangka. 

"Tersangka membawa senjata api rakitan jenis pistol beserta amunisinya yang juga ikut kita amankan juga satu unit sepeda motor hasil curian. Saat ditangkap, tersangka berupaya melawan dan hendak melarikan diri, tapi kita tidak mau kehilangan buruan dan langsung kita tindak tegas. Akhirnya tersangka berhasil kita lumpuhkan dan lokasi penangkapan di wilayah Desa Tempirai pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB," terang Kapolres. 

Kapolres PALI juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pilih bulu dalam memerangi kejahatan di Bumi Serepat Serasan. 

"Kita akan ambil tindakan tegas terhadap pelaku aksi kejahatan, terlebih aksi yang meresahkan masyarakat," tegasnya. 

Sementara dari pengakuan tersangka bahwa dirinya sudah lima kali melakukan aksi begal. 

"Wilayah PALI sudah dua kali, yaitu di Simpang Bandara dan dekat jalan Servo. Lalu di wilayah  Prabumulih, Banyuasin serta Muara Enim. Motor hasil curian di jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya. (sn/perry)
Share:

Mantap, Senkul Prabumulih Resmi Di Buka


 PRABUMULIH, SININEWS.COM – Sentra Kuliner (Senkul) Ikan, menjadi ikon baru pusat kuliner di Kota Nanas ini. Apalagi, menjadi pusat kuliner khas Prabumulih dan nusantara.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) meresmikannya di Komplek Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kamis (10/02).

Forkompinda hadir, Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIk MH, Ketua PN Yanti Suryani SH MH, Danyonzipur 2/SG Mayor CZi Ibnu Muntaha, Kasi Intel Kejari Anjasra Karya SH MH, dan lainnya.

Wako mengungkapkan, kehadiran Senkul Ikan bisa meningkat perekonomian masyarakat di bidang usaha kuliner ikan. Apalagi, Prabumulih ada bioflok bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI).

“Senkul Ikan ini, pusat pemasaran hasil bioflok. Yaitu, ikan lele dan juga ada ikan lain. Diolah dan dijual di Senkul Ikan ini,” jelas Ridho, sapaan akrabnya.

Agar Sentra Kuliner (Senkul) Ikan, benar-benar ramai nantinya di kunjungi warga. Wako, Ir H Ridho Yahya MM mengambil kebijakan, setiap hari 2 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib makan di Senkul Ikan. Dan, hal itu berlangsung selama 6 bulan.

“Kalau kita tidak meramaikannya siapa lagi, kita lakukan ini sebagai stimulan. Agar Senkul Ikan ramai ke depannya, dikunjungi warga tidak hanya warga Prabumulih. Tetapi, juga warga luar kota tidak sengaja melintas,” terang Ridho, sapaan akrab Wako, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan), Titing SP menjelaskan, lewat Senkul Ikan ini bisa mendongrak perekonomian pelaku kuliner khas Prabumulih.

“Semua makanan di Senkul Ikan ini mengandeng GRAB. Sehingga, warga bisa memesan makanan atau kuliner di Senkul lewat GRAB. Mudah menikmati aneka kuliner disajikan,” tukasnya.

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts