-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
Warga Mendapat Penghasilan Tambahan
350 Anak Ikut Lomba Mewarnai Hari Pahlawan
Diduga Tidak Transparan, Pengolahan Dana Bantuan Kelurahan Anak Petai di Pertanyakan
Sayembara Cipta Maskot dan Jingle Pilkada PALI Diperpanjang
Dimana sebelumnya, KPUD mengumumkan pembukaan pendaftaran sayembara cipta maskot dan jingle mulai tanggal 1 November sampai 14 November 2019. Namun karena banyaknya permintaan untuk diperpanjang, KPUD putuskan batas akhir pendaftaran sampai tanggal 20 november 2019.
"Kita perpanjang, banyak peserta belum mendaftar karena belum selesai mendesain maskot atau menyusun naskah untuk jingle," ujar Sunario, Kepala KPUD PALI, Kamis (14/11).
Sejak dibuka pendaftaran, diakui Sunario antusias masyarakat cukup tinggi. Tercatat ada 25 peserta cipta maskot dan untuk cipta jingle ada 13 peserta.
"Untuk peserta cukup banyak, namun tetap masih kita tunggu. Tim penilai dipastikan independen, sebab kami rangkul seniman dari PALI dan luar PALI," tukasnya.
Pemenang bakal menerima hadiah uang pembinaan selain mendapat piagam dan trophy. "Kami siapkan hadiah Rp 36 juta. Pemenang di masing-masing lomba bakal diambil tiga peserta. Juara 1 mendapat hadiah Rp 10 juta, juara 2 Rp 5 juta dan juara 3 Rp 3 juta," tutupnya. (sn)
Tim Surveyor Kemenkes RI Sambangi Puskesmas Abab, Begini Maksudnya
Kedatangan tim surveyor disambut Asisten II Pemkab PALI Ruswani bersama dengan Plt Kepala Dinas kesehatan PALI dr Mudakir SKM M KES serta Kepala Puskesmas Abab dr Kateddy.
Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI dr Mudakir dalam hal ini di wakili Amiruddin SKM mengatakan tujuan kedatangan tim surveyor dalam rangka akreditasi Puskesmas untuk meningkatkan mutu layanan Puskesmas, memacu Puskesmas untuk memenuhi standar yang ditetapkan.
"Pemberian pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan implikasi dari fungsi sebagai pelayan masyarakat sehingga kedudukan aparatur pemerintah dalam pelayanan umum (public services) sangat strategis karena akan menentukan sejauh mana pemerintah mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat," kata Amiruddin.
Sehubungan dengan hal tersebut, Amiruddin berharap penilaian akreditasi Puskesmas Abab ini bisa lebih memotivasi semua yang terkait dengan pelayanan kesehatan agar terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.
"Kepada tim penilai dari Komisi ekreditasi Kementerian Kesehatan RI, saya menyampaikan terima kasih atas dukungannya dalam mendorong peningkatan mutu dan kinerja pelayanan di Puskesmas kami melalui kegiatan penilaian akreditasi ini. semoga proses penilaian dapat berjalan dengan baik dan lancar,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Akreditasi dr Sudirman Ansyar memaparkan tugas tim untuk melihat langsung keadaan Puskesmas secara nyata. "Ada tiga hal yang akan kita survei. Pertama, administrasi dan manajemen puskesmas. Kedua, upaya kesehatan masyarakat perorangan dan lintas-sektoral dalam upaya peningkatan mutu kesehatan dan Ketiga, pelayanan," ungkapnya.
Dijelaskannya, akreditasi ini merupakan upaya menuju pelayanan berkualitas, perlindungan kepada pasien, payung hukum kepada petugas yang memberikan pelayanan, karena telah bekerja sesuai standar operasional.
"Dengan demikian, diharapkan tidak akan terjadi mallpraktik. Jadi, tujuan utama akreditasi puskesmas adalah agar masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan dengan prima. Begitu pula petugas kesehatan bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan payung hukum sesuai SOP," katanya.
Ketua tim surveyor juga mengharapkan semua Puskesmas di Kabupaten PALI nantinya bisa terakreditasi. Dengan terakreditasinya Puskesmas di PALI maka pelayanan kesehatan semakin meningkat.
"Harapan kami bisa memberikan penialian yang terbaik kepada Puskesmas Abab ini. Namun jika puskesmas yang dikunjungi masih ada kekurangan sebaiknya diutarakan agar pemerintah Kabupaten PALI bisa berbenah untuk melakukan perbaikan," tukasnya.
Lanjut dr Sudirman Ansyar SKM M Kes pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama (FKTP) khususnya Puskesmas Abab perlu dilakukan upaya peningkatan mutu dan kinerja dengan pembakuan dan pengembangan sistem manajemen dan mutu perbaikan kinerja secara komprehensif dan berkesinambungan.
"Untuk melihat sejauh mana kualitas pelayanan kesehatan di PALI, maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar baku yang telah ditetapkan melalui mekanisme akreditasi. Untuk tahun ini Puskesmas Abab yang akan di survei oleh tim akreditasi," tutupnya. (sn)
Ancam Keselamatan Pengendara, Jembatan Sementara Talang Bulang Kembali Disoal
Dimana papan yang menjadi lantai jembatan sementara sudah lapuk dan besi penjepit papan tersebut juga banyak yang patah.
Dari pengakuan Perry, salah satu pengguna jalam bahwa sejak dua hari belakangan ini, jembatan sementara semakin parah, terlebih saat diguyur hujan.
"Terkadang kalau hujan, aktivitas lalulintas macet, lantaran jembatan licin. Banyak pengendara sepeda motor yang harus ektra hati-hati, bahkan penumpangnya terpaksa turun dan berjalan kaki menyeberang jembatan sementara itu," ungkap Perry, Kamis (14/11).
Ditambahkan Perry bahwa pihak pelaksana memang langsung lakukan perbaikan, tapi hanya sebatas memberikan paku pada papan yang lepas.
"Jembatan itu akses antar kabupaten, jadi pelaksana harus memperhitungkan bobot kendaraan yang sering melintas. Kalau saat ini, jembatan sementara itu kurang layak dibuat di jalan lintas meskipun sifatnya sementara. Mengingat pelaksanaan pembangunan jembatan memakan waktu cukup lama," tambahnya.
Terpisah, Menriadi, Kepala Desa Talang Bulang akui pihak Pemerintah desa kerap menegur pihak pelaksana untuk membuat lantai jembatan dari plat besi.
"Kami dari pemerintah desa sudah sering menegur, tapi tidak pernah digubris. Padahal, pembangunan dari APBD provinsi Sumsel itu tidak sedikit anggarannya," kata Kades.
Sementara itu, pihak pelaksana sampai saat ini belum bisa dihubungi. (sn)









